Kepala Bappisus: Mari Rukun, Pertikaian Hanya Untungkan Pihak Lain
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, mengajak seluruh masyarakat saling rukun merespons situasi sepekan belakangan ini.
“Pak Presiden sudah memberikan statemen kepada masyarakat, bagaimanapun juga kita semua anak bangsa. Kalau saling bertikai, menang jadi arang, kalah jadi abu, yang diuntungkan mungkin pihak-pihak lain,” kata Aries di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025) malam.
Dia barus aja mengikuti sidang paripurna Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, membahas perkembangan situasi keamanan nasional belakangan ini yang diwarnai demonstrasi dan kerusuhan di pelbagai daerah.
“Marilah kita sama-sama rukun membangun bangsa ini,” ujarnya.
Aries menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sudah menyampaikan pesan persatuan tersebut sebagai kunci Indonesia bangkit.
“Beliau juga sudah menyampaikan, apabila ada tindakan-tindakan anarkis, menjarah, masuk rumah orang, akan ditindak tegas oleh aparat,” ujarnya.
Demonstrasi besar sejak 25 Agustus 2025 memprotes soal tunjangan anggota DPR serta memprotes pernyataan anggota DPR.
Buruh, mahasiswa, hingga elemen-elemen masyarakat sipil berunjuk rasa di seluruh Indonesia.
Pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) di Jakarta Pusat pada suasana protes 28 Agustus 2025 malam.
Terjadi pula penjarahan terhadap rumah anggota DPR Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Nafa Urbach, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Gedung DPRD Makassar dan Gedung Grahadi di Surabaya dibakar. Sejumlah fasilitas publik juga rusak.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/08/27/68aea01956574.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kepala Bappisus: Mari Rukun, Pertikaian Hanya Untungkan Pihak Lain Nasional 31 Agustus 2025
-
/data/photo/2025/08/31/68b4588d43c85.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Amikom Yogyakarta Desak Polisi Investigasi Kematian Mahasiswa Rheza Sendy Pratama Yogyakarta 31 Agustus 2025
Amikom Yogyakarta Desak Polisi Investigasi Kematian Mahasiswa Rheza Sendy Pratama
Editor
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Universitas Amikom Yogyakarta mendesak kepolisian segera melakukan investigasi terkait kematian mahasiswanya, Rheza Sendy Pratama (21), usai mengikuti aksi unjuk rasa berujung ricuh di sekitar Mapolda DIY pada Minggu (31/8/2025).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Amikom Yogyakarta, Ahmad Fauzi, menegaskan investigasi penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian Rheza.
“Bagaimanapun juga ini mahasiswa kami, meskipun sudah di luar pantauan dan kendali kami, tetap ini mahasiswa, sehingga harus dilakukan investigasi,” kata Ahmad Fauzi di rumah duka, dilansir dari Tribun Jogja.
Ia mengatakan, hingga kini pihak kampus belum menerima penjelasan resmi dari polisi mengenai kronologi kematian Rheza.
“Harapannya pihak kepolisian juga bisa berkoordinasi dengan kami dan menyampaikan informasi apa yang sebenarnya terjadi,” sambungnya.
Fauzi menambahkan, pihak kampus saat ini masih fokus mendampingi keluarga korban dan mahasiswa lain.
Rheza Sendy Pratama yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Amikom Yogyakarta angkatan 2023, meninggal dunia pada Minggu pagi.
Ayah Rheza, Yoyon Surono, mengaku terkejut saat mendapati putranya sudah terbujur kaku di RSUP Sardjito.
Ia sempat menerima telepon dari polisi bahwa anaknya hanya terkena gas air mata.
Namun, ia menemukan sekujur tubuh anaknya penuh luka, mulai dari tengkuk yang disebutnya patah, bekas pijakan kaki, luka di wajah, lecet di kaki dan tangan, hingga perubahan warna di bawah mata.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Amikom Yogyakarta juga menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Rheza.
Dalam rilis resmi BEM Amikom disebutkan, Rheza turut hadir dalam aksi demonstrasi di Yogyakarta.
Saat situasi memanas, motor yang ditungganginya mati ketika hendak berbalik arah. Tiba-tiba aparat menembakkan gas air mata, membuat Rheza terjatuh.
Rekannya yang dibonceng berhasil melarikan diri, sementara Rheza yang tergeletak disebut dihampiri aparat.
“Kematian ini bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga cambuk bagi kita semua. Seorang mahasiswa, seorang anak bangsa, tumbang bukan karena penyakit atau musibah biasa, melainkan dalam ruang perjuangan yang seharusnya dijaga kehormatannya,” tulis rilis resmi BEM Amikom Yogyakarta.
Kompas.com masih berupaya meminta keterangan Polda DIY terkait inisiden meninggalnya Rheza.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/08/31/68b419b4166e2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dzuriyyah Bani Kholil di Bangkalan Serukan Deklarasi Damai, Minta Semua Pihak Tahan Diri Surabaya 31 Agustus 2025
Dzuriyyah Bani Kholil di Bangkalan Serukan Deklarasi Damai, Minta Semua Pihak Tahan Diri
Tim Redaksi
BANGKALAN, KOMPAS.com
– Memanasnya aksi demonstrasi di berbagai daerah menjadi sorotan sejumlah pihak, salah satunya adalah Dzurriyah Bani Kholil di Kabupaten Bangkalan, yang mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri agar tidak memperkeruh kondisi tersebut.
Seruan damai itu disampaikan oleh para ulama sepuh di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sore ini.
Perwakilan Bani Kholil, KH Imam Buchori Cholil menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan serta para korban dalam aksi demonstrasi tersebut.
“Kami mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas meninggalnya ananda Affan Kurniawan dan semua korban yang meninggal dalam aksi yang terjadi di berbagai daerah,” ucapnya, Minggu (31/8/2025).
Selain itu, pihaknya meminta agar seluruh pihak dapat menahan diri agar tidak semakin memperburuk kondisi.
“Kami memohon semua pihak untuk bisa menahan diri, agar ketenangan dan kondusivitas di masyarakat menjadi hal yang utama,” ucapnya.
Salah satu ulama sepuh di Kabupaten Bangkalan itu juga mengimbau agar masyarakat membaca doa dan amalan di lingkungan masing-masing.
“Hal itu bertujuan untuk keselamatan bangsa dan negara Republik Indonesia,” ucapnya.
Pihaknya juga meminta pemerintah untuk mengakomodasi aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, sehingga kondisi masyarakat tidak semakin memanas dan bisa kembali kondusif.
“Kepada pemerintah, khususnya Bapak Presiden, supaya bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat secara komprehensif dan menyeluruh, di antaranya
reshuffle
kabinet dan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” tutur dia.
Seruan damai ini dihadiri oleh KH Imam Buchori Cholil, KH M Syafik Rofi’i, KH Imron Abd Fattah, KH Abd Kadir Rofi’i, KH Shofwan Tajul, KH Muadz Makki, dan KH Hasan Iraqi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/07/677caf4678504.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pedagang Teras Malioboro Diimbau Tutup Sementara pada 1 September Yogyakarta 31 Agustus 2025
Pedagang Teras Malioboro Diimbau Tutup Sementara pada 1 September
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Beredar tangkapan layar surat edaran dengan kop Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, yang berisi imbauan agar tenant di Teras Malioboro tutup sementara pada 1 September 2025.
Surat tersebut diedarkan setelah adanya informasi demonstrasi yang akan digelar di DPRD DIY.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) DIY, Srie Nurkyatsiwi membenarkan adanya surat edaran yang berisi imbauan untuk tutup sementara.
Hal itu bertujuan menjaga keamanan para pedagang
tenant
di Teras Malioboro sekaligus wisatawan yang datang.
“Karena kita kan nggak tahu demo itu benar adanya atau masih wacana. Jangan sampai di belakangnya ada kesalahan. Kesepakatan menutup atau tidak itu melalui kesepakatan dengan para tenant dan Polresta Jogja,” kata Siwi saat dikonfirmasi, Minggu (31/8/2025).
“Sementara, menunggu informasi dari apa yang terjadi besok kita kan belum tahu. Kalau masih seperti itu (demo digelar) sepakat dengan para tenant untuk tutup dulu,” ucap dia.
Ia mengatakan, apabila besok demonstrasi urung digelar, pihaknya memperbolehkan para
tenant
untuk membuka lapak dan berjualan kembali.
“Ya kalau massa hanya demo. Tapi kalau terjadi melihat yang terjadi sekarang ini, kan harus berjaga. Jadi lebih baik untuk menjaga, para tenant juga diminta untuk saling menjaga,” kata dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/08/30/68b31bb7db6ca.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pulangkan 4 Anak yang Diamankan saat Aksi Ricuh, Polres Lumajang: Mereka Hanya Ikut-Ikutan Regional 31 Agustus 2025
Pulangkan 4 Anak yang Diamankan saat Aksi Ricuh, Polres Lumajang: Mereka Hanya Ikut-Ikutan
Tim Redaksi
LUMAJANG, KOMPAS.com
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang memulangkan empat orang yang sempat diamankan saat aksi massa yang berujung ricuh di depan Mapolres Lumajang, Sabtu (30/8/2025).
Meski sempat dikira provokator, namun hasil pemeriksaan menunjukkan keempatnya masih anak di bawah umur dan hanya ikut-ikutan.
“Setelah kami periksa ternyata mereka masih anak-anak di bawah umur dan hanya ikut-ikutan saja,” kata Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu, Minggu (31/8/2025).
Polisi kemudian menghubungi orang tua masing-masing untuk menjemput anak-anak tersebut di Mapolres Lumajang.
Sebelum dipulangkan, mereka diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
“Tadi pagi orang tuanya datang menjemput, kami minta anak-anak ini minta maaf kepada orang tua dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” jelas Untoro.
Untoro berpesan agar para orang tua lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak mereka.
“Tadi kami juga berpesan untuk saling menjaga, para orang tua juga harus mengawasi pergaulan anaknya, masa depan mereka masih panjang,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/06/30/686244c881d96.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mulai Besok, Siswa SMA Sederajat di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Belajar dari Rumah Surabaya 31 Agustus 2025
Mulai Besok, Siswa SMA Sederajat di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Belajar dari Rumah
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Mulai 1 September 2025, siswa SMA, SMK, dan SLB negeri serta swasta di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akan menggelar aktivitas belajar secara daring dari rumah.
Pelaksanaan sekolah daring ini terhitung sejak 1 September 2025 sampai dengan batas waktu yang nantinya akan diinformasikan lebih lanjut.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, kebijakan tersebut menyikapi dinamika yang menjurus pada aksi anarkis di beberapa daerah, terutama di Jawa Timur.
“Tidak semua daerah di Jatim punya potensi aksi massa yang menjurus pada aksi anarkis. Hasil koordinasi ditetapkan hanya untuk Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” katanya pada Sabtu (31/8/2025) malam.
Belajar daring dari rumah, menurut dia, tentunya melibatkan pengawasan oleh wali kelas dan orang tuasecara langsung.
Khusus di Kota Malang, belajar daring hanya untuk sekolah di kawasan Tugu dan Sekolah Komplek.
“Hal ini dikarenakan ada informasi akan adanya aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPRD Kota Malang,” ujarnya.
Dia mengimbau agar para siswa SMA dan SMK tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat mencelakakan diri atau individu, termasuk terlibat dalam kegiatan anarkis.
Aksi tersebut, menurut Aries, akan membawa dampak hukum bagi siswa, baik dari pihak penegak hukum maupun dari sekolah masing-masing.
“Maka saya berharap kepala sekolah, guru, dan wali kelas mengawasi murid-muridnya agar tidak keluar sekolah di jam-jam pelajaran. Termasuk tidak ikut hal-hal yang mengarah ke sifat negatif atau anarkis, bahkan sampai merusak fasilitas umum,” ucapnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/08/31/68b3a2fb25595.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Saat Tim SAR Bertaruh Nyawa Masuk Lubang Kapal Tongkang, Evakuasi 3 Awak Tewas Regional 31 Agustus 2025
Saat Tim SAR Bertaruh Nyawa Masuk Lubang Kapal Tongkang, Evakuasi 3 Awak Tewas
Tim Redaksi
BANGKA, KOMPAS.com
– Sebuah lubang berbentuk lingkaran sebesar drum menjadi saksi bisu tewasnya tiga awak kapal tongkang Tirta Samudra 3 di perairan Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (30/8/2025).
Lubang itu merupakan satu-satunya pintu masuk ke ruang palka, sekaligus lorong evakuasi saat jenazah korban diangkat satu per satu.
Anggota tim SAR turun bergantian dengan tabung oksigen dan full body harness, agar bisa segera ditarik keluar bila terjadi kondisi darurat.
Gas beracun diduga berasal dari sisa minyak crude palm oil (CPO) yang telah lama mengendap di ruang palka tanpa sirkulasi udara.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menjelaskan proses evakuasi dilakukan penuh risiko.
“Proses evakuasi dilakukan dengan membuat sistem lowring dan lifting untuk turun ke dalam palka serta pengangkatan korban ke atas,” kata Oka di Pangkalpinang, Sabtu malam.
Sebelum evakuasi, Tim Inafis Polda Bangka Belitung lebih dulu melakukan olah TKP dan menurunkan gas detector untuk mengecek kadar gas beracun.
Petugas evakuasi dibekali Self Contained Breathing Apparatus demi menghindari risiko keracunan.
Proses evakuasi dimulai pukul 15.25 WIB dan berlangsung lebih dari empat jam karena ruang gerak yang terbatas. Satu per satu korban berhasil diangkat.
Tiga awak yang tewas adalah Lukmanto (29), Iwan Santoso (30), dan Iswadi (49).
Pada Sabtu malam, evakuasi dinyatakan selesai dan jenazah langsung dibawa ke RS Bakti Timah menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Karna 246.
Oka mengungkapkan, kecelakaan kerja pertama kali dilaporkan nakhoda tugboat yang menarik tongkang.
Tiga awak kapal ditemukan tak sadarkan diri di ruang palka saat melakukan pembersihan sisa CPO.
Tongkang diketahui berangkat dari Pelabuhan Wilmar, Banten, menuju Batam pada 26 Agustus 2025 malam.
Dua hari kemudian, saat memasuki perairan Bangka Selatan, para awak mulai membersihkan palka.
Korban pertama, Lukmanto, turun ke ruang palka dan ditemukan tak sadarkan diri. Iwan Santoso yang berniat menolong ikut terpapar gas dan jatuh pingsan. Selanjutnya Iswadi juga turun, namun bernasib sama.
Dua awak lainnya yang berada di tugboat Bintang Mutiara XXX segera meminta bantuan darurat ke tim SAR.
Kapal KN SAR Karna 246 akhirnya mencegat tongkang di perairan Tanjung Berikat, Bangka Tengah, untuk melakukan evakuasi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/08/12/689b44e6baa84.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bupati Pandeglang Batalkan Kerja Sama Pengelolaan Sampah Tangsel Regional 31 Agustus 2025
Bupati Pandeglang Batalkan Kerja Sama Pengelolaan Sampah Tangsel
Tim Redaksi
PANDEGLANG, KOMPAS.com
– Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setini membatalkan kontrak kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Dewi menyampaikan, dibatalkannya kontrak ini karena mempertimbangkan permintaan dari banyak pihak, mulai dari masyarakat, ulama, dan Wakil Gubernur Banten.
“Aspirasi masyarakat dan tokoh-tokoh Pandeglang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, kami memastikan rencana kerja sama dengan Tangsel dibatalkan,” kata Dewi melalui keterangan tertulis resmi yang diterima
Kompas.com
, Minggu (31/8/2025).
Dengan dibatalkannya kontrak kerja sama ini, dia memastikan TPA Bangkonol Pandeglang tidak akan menerima sampah dari Tangsel seperti yang direncanakan sebelumnya.
Adapun terkait surat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengenai pengelolaan sampah di TPA Bangkonol, Dewi akan meminta ke KLH untuk perpanjangan operasional TPA Bangkonol hingga standar pengelolaan sampah terpenuhi.
“Kami akan berupaya memenuhi seluruh standardisasi pengelolaan TPA Bangkonol agar sesuai dengan ketentuan. Langkah ini penting untuk memastikan penanganan sampah di Pandeglang tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ucap Dewi.
Dengan keputusan ini, Dewi berharap polemik rencana kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangsel berakhir.
Sebelumnya, Kabupaten Pandeglang menjalin kerja sama dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk pengelolaan sampah.
Sampah dari Tangsel akan ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kecamatan Kroncong, Pandeglang, yang rencananya dilakukan akhir Agustus 2025 ini.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan, kerja sama ini dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan TPA Bangkonol yang mendapat teguran administrasi dari KLH.
Pendapatan dari kerja sama ini akan dipakai untuk memperbaiki sistem sampah di TPA Bangkonol yang disoal KLH.
Kerja sama ini kemudian diprotes oleh masyarakat di sekitar TPA Bangkonol yang berulang kali melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati.
Mereka juga berencana akan membuat aksi September Gelap jika kerja sama tetap dilanjutkan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/08/31/68b43bc5b5f84.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
PKL Tetap Jualan di Sekitar Gedung Grahadi Meski Takut, Demi Menghidupi Keluarga Regional 31 Agustus 2025
PKL Tetap Jualan di Sekitar Gedung Grahadi Meski Takut, Demi Menghidupi Keluarga
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tetap memilih berjualan meski situasi Kota Surabaya, Jawa Timur, memanas dalam tiga hari terakhir.
Sejak Jumat (29/8/2025), Gedung Negara Grahadi menjadi pusat demo yang akhirnya berujung pada aksi kerusuhan oleh sekelompok massa.
Gas air mata, water cannon, bom molotov, batu, botol, hingga bambu mewarnai demonstrasi yang berujung rusuh di kompleks pemerintahan Provinsi Jawa Timur tersebut.
Putro (55), PKL penjual soto di Taman Apsari depan Gedung Grahadi, mengaku terpaksa tetap membuka lapaknya demi membiayai kuliah anaknya yang kini semester 3 di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.
“Kalau enggak jualan ya gimana, butuh pemasukan buat kuliah anak saya,” kata Putro saat ditemui Kompas.com, Minggu (31/8/2025).
Saat kericuhan pecah Jumat siang, Putro sempat meninggalkan gerobaknya untuk bersembunyi di kantor pos.
“Tapi suami saya langsung ngambil gerobak dan dibantu sama petugas taman buat bawa pulang,” ungkapnya.
Sejak Sabtu, ia memilih berjualan setengah hari, hanya sampai pukul 15.00 WIB, karena khawatir kerusuhan kembali pecah.
“Biasanya pulang malam, jam 7 malam baru tutup. Tapi mau gimana lagi, saya takut kalau ada apa-apa. Alhamdulillah gerobak saya gak kenapa-kenapa,” ujarnya.
Putro mengaku dagangannya tetap laku, terutama karena banyak warga yang datang untuk melihat sisa kerusuhan pembakaran paviliun Gedung Grahadi pada Sabtu (30/8/2025) malam.
“Sangat menyedihkan ya, katanya negara maju tapi kok tambah kisruh,” pungkasnya.
Mai (40), pedagang pentol dan tahu di Taman Apsari, juga tetap berjualan saat demonstrasi. Namun ia segera pergi jika situasi mulai ricuh.
“Demo tetap jualan, tapi kalau udah mulai ricuh saya langsung pergi. Kemarin juga mata sakit karena gas air mata,” jelasnya.
Sabtu lalu, Mai pulang lebih awal sekitar pukul 21.30 WIB sebelum aksi pembakaran paviliun Gedung Grahadi. Meski demikian, ia mengakui keramaian demonstrasi justru mendatangkan rezeki tersendiri.
“Selama ini gak pernah diganggu kalau pas demo. Tetap jualan ya cari rezeki buat anak-anak,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/08/31/68b44e56541b0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)