Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama
Tim Redaksi
BANDUNG, KOMPAS.com
– Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung tetap kondusif menjelang pergantian tahun.
Sebanyak 1.300 personel gabungan telah disebar ke berbagai titik strategis untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas warga.
Bupati Bandung
Dadang Supriatna menyatakan bahwa kepastian situasi yang terkendali ini merupakan hasil koordinasi intensif melalui paparan bersama jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung dan Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi.
“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan hingga malam ini, kondisi Kabupaten Bandung masih sangat terkendali dan kondusif. Seluruh personel sudah berada di lapangan dan sejauh ini arus lalu lintas terpantau lancar,” ujar Dadang saat memberikan keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).
Berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung memilih untuk mengisi momentum pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama.
Acara yang dimulai sejak waktu asar hingga menjelang magrib tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 31 kecamatan, jajaran MUI, serta unsur Forkopimda lengkap, termasuk Kapolresta, Danlanud, dan Dandim.
Dadang menjelaskan, kegiatan doa bersama ini sengaja digelar sebagai bentuk empati atas serangkaian bencana alam yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, hingga musibah lokal yang baru-baru ini terjadi di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung.
“Kondisi negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja karena banyak saudara kita yang tertimpa musibah. Oleh karena itu, doa bersama ini adalah upaya batiniyah sekaligus ruang untuk muhasabah dan refleksi diri bagi kita semua di penghujung 2025,” tuturnya.
Melalui Surat Edaran yang telah diterbitkan, Bupati secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan cara berlebihan atau euforia hura-hura.
Pemerintah daerah melarang penggunaan kembang api dan mengarahkan warga untuk melakukan kegiatan yang lebih positif dan bermakna.
Menurut Dadang, pergantian tahun merupakan momentum sakral yang seharusnya diisi dengan evaluasi kinerja sebagai pelayan masyarakat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di tahun 2026 mendatang.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hindari menyalakan kembang api dan mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri demi kemajuan Kabupaten Bandung ke depan,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/31/695549be09849.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya Surabaya 31 Desember 2025
Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Suasana meriah tahun baru menyelimuti gelaran pertunjukan New Year Dazzle Show yang digelar di Pakuwon Mall, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (31/12/2025) malam.
Ratusan pengunjung dari anak-anak hingga dewasa memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan yang disajikan panitia.
Salah satunya atraksi tari dengan permainan cahaya yang memukau.
Pantauan di lokasi, pengunjung tampak antusias mengikuti jalannya acara sejak awal hingga akhir.
Acara yang dimulai dengan sesi tanya jawab dan membagikan cotton candy serta hadiah untuk anak-anak ini mendapatkan respon baik dari pengunjung.
Sorak sorai penonton semakin menggema saat pertunjukan cahaya dan musik dipentaskan, menciptakan suasana perayaan yang semarak menjelang pergantian tahun.
Panitia penyelenggara menyebut acara ini dirancang sebagai hiburan terbuka bagi masyarakat untuk merayakan akhir tahun bersama anak-anak.
“Konsep acara ini memang kami buat untuk menghadirkan suasana perayaan yang meriah dan bisa dinikmati semua kalangan khususnya anak-anak,” ujar Caca, selaku panitia di sela acara pada
Kompas.com
.
Ia juga mengatakan gelaran pertunjukan yang memiliki 2 sesi yakni jam 17.00 dan 19.00 WIB ini tidak hanya diadakan satu hari saja, melainkan sepanjang liburan natal dan tahun baru (Nataru).
“Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tujuannya untuk menyajikan hiburan untuk para pengunjung mall selama liburan tahun baru berlangsung, “ ungkapnya.
Ia menambahkan, antusiasme pengunjung di luar perkiraan panitia.
Menurutnya, respons positif tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk menghadirkan acara serupa dengan konsep yang lebih matang ke depannya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Rina (29), mengaku terkesan dengan pertunjukan yang ditampilkan.
“Seru banget, terutama pertunjukan lampu dan musiknya. Acaranya hidup dan bikin suasana
malam tahun baru
jadi lebih berkesan,” kata Rina.
tak hanya Rina, Siska (36) juga merasakan kegembiraan bersama anak-anaknya ketika menonton acara tersebut.
“Tadi pas saya habis belanja sama anak-anak dan suami lewat sini gak sengaja ada rame-rame dan kita ikut nimbrung iseng, eh ternyata ada acara pertunjukan tarian lampu, anak-anak saya langsung senang dan maju paling depan buat nonton, lumayan buat hiburan “ tutur Rina.
Selain menjadi hiburan, bagi pengunjung lain, acara ini dinilai mampu menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati momen akhir tahun bersama keluarga.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/6955401530ef7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati Regional 31 Desember 2025
Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Halaman Balai Kota Solo, Jawa Tengah menjadi magnet bagi warga yang ingin merayakan malam tahun baru, Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, warga medati kawasan pusat pemerintahan sejak pukul 20.00 WIB. Biasanya di tempat ini menjadi pusat penyalaan
kembang api
.
Tapi, malam ini dipastikan tidak ada kembang api yang menghiasi pemandangan langit Balai Kota
Solo
.
Meski demikian, warga tetap berbondong-bondong datang dan memadati halaman
Balai Kota Solo
untuk menikmati hiburan sekaligus menghabiskan
malam pergantian tahun
.
Panggung hiburan disiapkan di depan Pendapi Gede Balai Kota untuk menghibur warga yang merayakan
malam tahun baru
.
Salah satu warga, Wipra Nur Ananda (27), mengakui pesta malam tahun baru 2025 sedikit berbeda dari sebelumnya.
Karena ada bencana alam di Sumatera dan Aceh, pesta kembang api yang biasanya diadakan di Balai Kota Solo ditiadakan.
Malam tahun baru kali ini sebagai momentum untuk berempati dan mendoakan para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
“Inisiatif pemerintah (meniadakan kembang api) supaya kita ikut peduli dan bisa membantu berdoa, berkontribusi dari Solo, meski tidak bisa ke sana,” kata Ananda saat ditemui di depan Balai Kota Solo, Rabu malam.
Dia juga menyampaikan bahwa malam tahun baru sebagai refleksi diri. Meski tidak ada penyalaan kembang api, katanya tidak mengurangi kemeriahan malam tahun baru.
Sekaligus malam tahun baru kali ini menjadi refleksi atas apa yang telah dilalui. Sehingga bisa menatap lebih baik di tahun depan.
Dia mengatakan penyalaan kembang api bisa dilakukan kapan saja tidak harus saat malam tahun baru.
“Kembang api hanya eforia saja. (Penyalaan) kembang api bisa dilaksanakan di lingkungannya masing-masing,” ujar warga Jember, Jawa Timur tersebut.
Warga lainnya, Agus (30), mengatakan malam tahun baru selalu identik dengan penyalaan kembang api.
Meski malam tahun baru dipastikan tidak ada, Agus berusaha agar pesta malam tahun baru tetap berjalan dengan asik dan meriah.
“Kembang api sebagai penanda saat pergantian tahun baru. Tahun ini tidak ada karena Indonesia sedang berduka dengan bencana alam di Sumatera dan Aceh,” kata dia.
Sebelumnya,
Wali Kota Solo
, Respati Ardi, meminta warga tidak terlalu eforia dalam merayakan malam tahun baru pada Rabu (31/12/2025).
Pergantian tahun dikemas dengan gelaran car free night (CFN) menjadi momen refleksi dan empati di tengah bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh.
“Dilarang terlalu foya-foya. Saatnya pergantian tahun kita refleksi diri, menatap 2026, merayakan pergantian tahun dengan sebaik-baiknya,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
Respati mengatakan akan ada kejutan sebagai penanda pergantian tahun yang dikonsep “malam kepedulian”, meski tanpa kembang api.
Menurutnya kejutan malam pergantian tahun sedang disiapkan pihak panitia penyelenggara.
“Tetap ada penandanya. Ini sedang dikonsep rekan-rekan EO-nya. Akan ada suasana hening sejenak di malam pergantian tahun,” ungkap dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/11/10/69116da32af73.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang Regional 31 Desember 2025
Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang
Tim Redaksi
SUKOHARJO, KOMPAS.com
– Ratusan mantan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dijadwalkan menggelar aksi di Pengadilan Negeri Niaga Semarang pada Senin (12/1/2026).
Aksi ini sebagai buntut belum cairnya pesangon dan tunjangan hari raya (THR) oleh kurator yang menangani pailit perusahaan tersebut.
Ketua solidaritas eks karyawan
Sritex
, Agus Wicaksono menyatakan, sekitar 250 orang dari eks buruh Sritex akan mengikuti aksi, ditambah potensi peserta dari anak perusahaan Sritex yang terdampak pailit.
“Kita menyiapkan lima bus. Peserta 250. Tapi mungkin di sana ada tambahan peserta dari teman-teman eks PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya, tapi belum ada kepastian,” kata Agus dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon Selasa (30/12/2025).
Agus menjelaskan, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan para
mantan buruh Sritex
di Pengadilan Negeri Niaga Semarang.
Pertama, mereka meminta hakim pengawas untuk mengganti kurator yang saat ini menjabat.
Kedua, para mantan buruh meminta hakim pengawas memerintahkan kurator untuk mempercepat proses pembatasan kepailitan.
“Ketiga selama ini kurator terkendala KJPP. Kami juga meminta hakim pengawas untuk mengevaluasi kinerja KJPP,” kata dia.
Agus menilai
kinerja kurator
berjalan lambat. Berdasarkan target kurator, lelang aset Sritex seharusnya sudah dilaksanakan pada periode Agustus hingga Oktober.
Namun, hingga batas waktu tersebut, belum ada lelang aset yang dilakukan.
“Selama ini sejak pailit kami diam karena kurator punya agenda. Kita mengikuti agenda kurator. Bahwa bulan Agustus sampai Oktober targetnya dia sudah lelang aset. Buktinya sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya.
Agus menyampaikan bahwa dari 8.475 mantan buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagian besar sudah tidak lagi berusia produktif.
Oleh karena itu,
pesangon dan THR
menjadi satu-satunya harapan mereka untuk kelangsungan hidup, mengingat kesulitan mencari pekerjaan baru akibat usia.
“Jadi harapan satu-satunya bagi kita yang sudah tidak produktif lagi usianya ini ya pesangon itu bisa untuk hidup. Banyak keluhan teman-teman menjual harta bendanya untuk menyambung hidup,” ungkap dia.
Sebelumnya, perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex secara resmi dinyatakan pailit pada Rabu (23/10/2024).
Kepailitan adalah kondisi di mana debitur tidak mampu membayar utang kepada kreditur yang telah melewati jatuh tempo.
Putusan pailit ini dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Semarang dengan nomor perkara 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg.
Pemohon dalam perkara ini adalah PT Indo Bharat Rayon, yang mengadili termohon PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.
Dalam putusannya, PT Sritex dinilai tidak mampu membayar utang dan lalai memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pemohon berdasarkan putusan homologasi tanggal 25 Januari 2022.
“Menyatakan bahwa para termohon (termasuk Sritex) pailit dengan segala akibat hukumnya,” bunyi petitum perkara tersebut, dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/10/2024).
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/01/13/6784ea212e2e7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Suami Istri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke Mahkamah Konstitusi Nasional 31 Desember 2025
Suami Istri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke Mahkamah Konstitusi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan permohonan uji materiil terhadap Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam permohonan yang teregister dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025, pasangan itu mempersoalkan praktik
penghangusan kuota internet
yang dinilai merugikan konsumen secara konstitusional.
“Para pemohon merasa dirugikan secara aktual hak konstitusionalnya oleh berlakunya aturan tersebut,” kata kuasa hukum keduanya, Viktor Santoso Tandiasa, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa kliennya merupakan pekerja di sektor digital. Didi sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi transportasi daring. Sedangkan Triana menjalankan usaha kuliner daring yang memasarkan produk makanannya lewat platform digital.
Bagi Para Pemohon, kuota internet merupakan alat produksi utama sekaligus modal usaha.
Praktik hangusnya kuota menimbulkan ketidakpastian ekonomi karena para pemohon kerap kehilangan sisa kuota ketika pesanan sedang sepi.
Akibatnya, mereka terpaksa meminjam uang untuk membeli kuota baru agar dapat kembali bekerja.
Kondisi ini menimbulkan kerugian materiil karena kuota yang telah dibayar lunas hangus begitu saja saat masa aktif paket berakhir.
Keadaan tersebut memaksa keduanya melakukan pembayaran ganda atas komoditas yang sama, yang seharusnya dapat dialokasikan sebagai laba usaha atau modal bahan baku.
Dalam alasan permohonannya, para pemohon mendalilkan bahwa Pasal 71 angka 2
UU Cipta Kerja
bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945.
Ketentuan tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum (
vague norm
) karena memberikan kebebasan yang berlebihan kepada operator untuk menetapkan tarif tanpa parameter yang jelas, sehingga mencampuradukkan antara konsep tarif layanan dan durasi kepemilikan kuota.
Selain itu, para pemohon menilai terdapat pelanggaran hak milik sebagaimana dijamin dalam Pasal 28H ayat (4) UUD 1945.
“Kuota internet merupakan aset digital yang dibeli secara lunas, sehingga penghangusan sisa kuota secara sepihak tanpa kompensasi merupakan bentuk pengambilalihan hak milik pribadi secara sewenang-wenang,” jelas Viktor.
Dalam permohonannya, para pemohon memohon agar
Mahkamah Konstitusi
menyatakan Pasal 71 angka 2 UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, sepanjang tidak dimaknai sebagai berikut:
–
Penetapan tarif wajib menjamin akumulasi sisa kuota data
(data rollover
);
– Sisa kuota tetap berlaku selama kartu prabayar berada dalam masa aktif, tanpa bergantung pada masa berlaku paket periodik;
–
Sisa kuota yang tidak terpakai wajib dikonversi menjadi pulsa atau dikembalikan
(refund
) secara proporsional.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69550a1b75924.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Libur Natal dan Tahun Baru, Museum Nasional Beroperasi hingga pukul 20.00 WIB Nasional 31 Desember 2025
Libur Natal dan Tahun Baru, Museum Nasional Beroperasi hingga pukul 20.00 WIB
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan, Museum Nasional beroperasi hingga pukul 20.00 WIB selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“(Operasional 12 jam), dari jam 08.00 WIB sampai 8 malam (20.00 WIB),” ungkap Fadli Zon di
Museum Nasional
, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).
Selama masa libur panjang ini, ada penyesuaian biaya tiket masuk Museum Nasional.
Politikus Gerindra itu menyampaikan, penyesuaian biaya tiket masuk ini sebagai bentuk apresiasi terhadap Museum Nasional.
“Ya, kita tingkatkan supaya ada apresiasi kepada museum. Dan juga pada pengunjung, wisatawan asing terutama. Ya, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita.,” jelas dia.
Fadli Zon pun membandingkan dengan biaya masuk museum di luar negeri.
Menurutnya, harga
tiket museum
di luar negeri tergolong tinggi, terutama di Eropa, dengan tarif termurah sekitar 12 euro, sementara sebagian museum mematok harga 15 euro, 20 euro, bahkan hingga 65 euro.
Sementara itu, biaya masuk museum di Indonesia dinilainya masih terjangkau.
“Jadi harga untuk umum itu Rp 50.000. Harga untuk pelajar Rp 30.000. Untuk disabilitas itu bebas atau gratis. Untuk yang yatim piatu juga gratis. Tapi yang untuk lanjut usia, di atas 60 tahun juga bebas, ya gratis,” tegasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/31/69550a1b75924.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Fadli Zon Ungkap Alasan Penyesuaian Tiket Masuk Museum Nasional: Supaya Ada Apresiasi Nasional 31 Desember 2025
Fadli Zon Ungkap Alasan Penyesuaian Tiket Masuk Museum Nasional: Supaya Ada Apresiasi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan alasan penyesuaian biaya tiket masuk Museum Nasional saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Ya, kita tingkatkan supaya ada apresiasi kepada museum, dan juga kepada pengunjung wisatawan asing, terutama. Ya, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita,” jelas dia.
Fadli Zon
pun membandingkan dengan biaya masuk museum di luar negeri.
Menurutnya, harga tiket museum di luar negeri tergolong tinggi, terutama di Eropa, dengan tarif termurah sekitar 12 euro, sementara sebagian museum mematok harga 15 euro, 20 euro, bahkan hingga 65 euro.
Sementara itu, biaya masuk museum di Indonesia dinilainya masih terjangkau.
“Jadi, harga untuk umum itu Rp 50.000. Harga untuk pelajar Rp 30.000. Untuk disabilitas itu bebas atau gratis. Untuk yang yatim piatu juga gratis. Tapi yang untuk lanjut usia, di atas 60 tahun juga bebas, ya gratis,” tegasnya.
Meskipun ada penyesuaian, Fadli Zon bersyukur karena jumlah
pengunjung Museum
Nasional menembus 7.000 orang pada 31 Desember 2025.
“Alhamdulillah pengunjungnya cukup banyak, ya. Hari ini sampai berapa, 6.000–7.000. Ya, baru sampai sekarang, ini masih sampai malam nanti dibuka. Mungkin bisa sampai 8.000,” ujar Fadli Zon.
Dia meyakini bahwa awal tahun 2026 mendatang, pengunjung Museum Nasional akan lebih melonjak dibandingkan sebelumnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/31/69552fc87ba15.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/31/695534a505ed0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/31/69553e131b5ed.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/15/693fe7425a36f.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)