Author: Kompas.com

  • Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        31 Desember 2025

    Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama Denpasar 31 Desember 2025

    Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung tetap kondusif menjelang pergantian tahun. 
    Sebanyak 1.300 personel gabungan telah disebar ke berbagai titik strategis untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas warga.
    Bupati Bandung
    Dadang Supriatna menyatakan bahwa kepastian situasi yang terkendali ini merupakan hasil koordinasi intensif melalui paparan bersama jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung dan Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi.
    “Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan hingga malam ini, kondisi Kabupaten Bandung masih sangat terkendali dan kondusif. Seluruh personel sudah berada di lapangan dan sejauh ini arus lalu lintas terpantau lancar,” ujar Dadang saat memberikan keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).
    Berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung memilih untuk mengisi momentum pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama. 
    Acara yang dimulai sejak waktu asar hingga menjelang magrib tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 31 kecamatan, jajaran MUI, serta unsur Forkopimda lengkap, termasuk Kapolresta, Danlanud, dan Dandim.
    Dadang menjelaskan, kegiatan doa bersama ini sengaja digelar sebagai bentuk empati atas serangkaian bencana alam yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, hingga musibah lokal yang baru-baru ini terjadi di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung.
    “Kondisi negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja karena banyak saudara kita yang tertimpa musibah. Oleh karena itu, doa bersama ini adalah upaya batiniyah sekaligus ruang untuk muhasabah dan refleksi diri bagi kita semua di penghujung 2025,” tuturnya.
    Melalui Surat Edaran yang telah diterbitkan, Bupati secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan cara berlebihan atau euforia hura-hura.
    Pemerintah daerah melarang penggunaan kembang api dan mengarahkan warga untuk melakukan kegiatan yang lebih positif dan bermakna.
    Menurut Dadang, pergantian tahun merupakan momentum sakral yang seharusnya diisi dengan evaluasi kinerja sebagai pelayan masyarakat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di tahun 2026 mendatang.
    “Kami meminta masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hindari menyalakan kembang api dan mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri demi kemajuan Kabupaten Bandung ke depan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        31 Desember 2025

    Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya Surabaya 31 Desember 2025

    Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Suasana meriah tahun baru menyelimuti gelaran pertunjukan New Year Dazzle Show yang digelar di Pakuwon Mall, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (31/12/2025) malam.
    Ratusan pengunjung dari anak-anak hingga dewasa memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan yang disajikan panitia.
    Salah satunya atraksi tari dengan permainan cahaya yang memukau.
    Pantauan di lokasi, pengunjung tampak antusias mengikuti jalannya acara sejak awal hingga akhir.
    Acara yang dimulai dengan sesi tanya jawab dan membagikan cotton candy serta hadiah untuk anak-anak ini mendapatkan respon baik dari pengunjung.
    Sorak sorai penonton semakin menggema saat pertunjukan cahaya dan musik dipentaskan, menciptakan suasana perayaan yang semarak menjelang pergantian tahun.
    Panitia penyelenggara menyebut acara ini dirancang sebagai hiburan terbuka bagi masyarakat untuk merayakan akhir tahun bersama anak-anak.
    “Konsep acara ini memang kami buat untuk menghadirkan suasana perayaan yang meriah dan bisa dinikmati semua kalangan khususnya anak-anak,” ujar Caca, selaku panitia di sela acara pada
    Kompas.com
    .
    Ia juga mengatakan gelaran pertunjukan yang memiliki 2 sesi yakni jam 17.00 dan 19.00 WIB ini tidak hanya diadakan satu hari saja, melainkan sepanjang liburan natal dan tahun baru (Nataru).
    “Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tujuannya untuk menyajikan hiburan untuk para pengunjung mall selama liburan tahun baru berlangsung, “ ungkapnya.
    Ia menambahkan, antusiasme pengunjung di luar perkiraan panitia.
    Menurutnya, respons positif tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk menghadirkan acara serupa dengan konsep yang lebih matang ke depannya.
    Sementara itu, salah satu pengunjung, Rina (29), mengaku terkesan dengan pertunjukan yang ditampilkan.
    “Seru banget, terutama pertunjukan lampu dan musiknya. Acaranya hidup dan bikin suasana
    malam tahun baru
    jadi lebih berkesan,” kata Rina.
    tak hanya Rina, Siska (36) juga merasakan kegembiraan bersama anak-anaknya ketika menonton acara tersebut.
    “Tadi pas saya habis belanja sama anak-anak dan suami lewat sini gak sengaja ada rame-rame dan kita ikut nimbrung iseng, eh ternyata ada acara pertunjukan tarian lampu, anak-anak saya langsung senang dan maju paling depan buat nonton, lumayan buat hiburan “ tutur Rina.
    Selain menjadi hiburan, bagi pengunjung lain, acara ini dinilai mampu menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati momen akhir tahun bersama keluarga.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati Regional 31 Desember 2025

    Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Halaman Balai Kota Solo, Jawa Tengah menjadi magnet bagi warga yang ingin merayakan malam tahun baru, Rabu (31/12/2025).
    Berdasarkan pantauan Kompas.com, warga medati kawasan pusat pemerintahan sejak pukul 20.00 WIB. Biasanya di tempat ini menjadi pusat penyalaan
    kembang api
    .
    Tapi, malam ini dipastikan tidak ada kembang api yang menghiasi pemandangan langit Balai Kota
    Solo
    .
    Meski demikian, warga tetap berbondong-bondong datang dan memadati halaman
    Balai Kota Solo
    untuk menikmati hiburan sekaligus menghabiskan
    malam pergantian tahun
    .
    Panggung hiburan disiapkan di depan Pendapi Gede Balai Kota untuk menghibur warga yang merayakan
    malam tahun baru
    .
    Salah satu warga, Wipra Nur Ananda (27), mengakui pesta malam tahun baru 2025 sedikit berbeda dari sebelumnya.
    Karena ada bencana alam di Sumatera dan Aceh, pesta kembang api yang biasanya diadakan di Balai Kota Solo ditiadakan. 
    Malam tahun baru kali ini sebagai momentum untuk berempati dan mendoakan para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
    “Inisiatif pemerintah (meniadakan kembang api) supaya kita ikut peduli dan bisa membantu berdoa, berkontribusi dari Solo, meski tidak bisa ke sana,” kata Ananda saat ditemui di depan Balai Kota Solo, Rabu malam.
    Dia juga menyampaikan bahwa malam tahun baru sebagai refleksi diri. Meski tidak ada penyalaan kembang api, katanya tidak mengurangi kemeriahan malam tahun baru.
    Sekaligus malam tahun baru kali ini menjadi refleksi atas apa yang telah dilalui. Sehingga bisa menatap lebih baik di tahun depan. 
    Dia mengatakan penyalaan kembang api bisa dilakukan kapan saja tidak harus saat malam tahun baru.
    “Kembang api hanya eforia saja. (Penyalaan) kembang api bisa dilaksanakan di lingkungannya masing-masing,” ujar warga Jember, Jawa Timur tersebut.
    Warga lainnya, Agus (30), mengatakan malam tahun baru selalu identik dengan penyalaan kembang api.
    Meski malam tahun baru dipastikan tidak ada, Agus berusaha agar pesta malam tahun baru tetap berjalan dengan asik dan meriah.
    “Kembang api sebagai penanda saat pergantian tahun baru. Tahun ini tidak ada karena Indonesia sedang berduka dengan bencana alam di Sumatera dan Aceh,” kata dia.
    Sebelumnya,
    Wali Kota Solo
    , Respati Ardi, meminta warga tidak terlalu eforia dalam merayakan malam tahun baru pada Rabu (31/12/2025).
    Pergantian tahun dikemas dengan gelaran car free night (CFN) menjadi momen refleksi dan empati di tengah bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh.
    “Dilarang terlalu foya-foya. Saatnya pergantian tahun kita refleksi diri, menatap 2026, merayakan pergantian tahun dengan sebaik-baiknya,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
    Respati mengatakan akan ada kejutan sebagai penanda pergantian tahun yang dikonsep “malam kepedulian”, meski tanpa kembang api.
    Menurutnya kejutan malam pergantian tahun sedang disiapkan pihak panitia penyelenggara.
    “Tetap ada penandanya. Ini sedang dikonsep rekan-rekan EO-nya. Akan ada suasana hening sejenak di malam pergantian tahun,” ungkap dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang Regional 31 Desember 2025

    Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang
    Tim Redaksi
    SUKOHARJO, KOMPAS.com
    – Ratusan mantan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dijadwalkan menggelar aksi di Pengadilan Negeri Niaga Semarang pada Senin (12/1/2026). 
    Aksi ini sebagai buntut belum cairnya pesangon dan tunjangan hari raya (THR) oleh kurator yang menangani pailit perusahaan tersebut.
    Ketua solidaritas eks karyawan
    Sritex
    , Agus Wicaksono menyatakan, sekitar 250 orang dari eks buruh Sritex akan mengikuti aksi, ditambah potensi peserta dari anak perusahaan Sritex yang terdampak pailit.
    “Kita menyiapkan lima bus. Peserta 250. Tapi mungkin di sana ada tambahan peserta dari teman-teman eks PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya, tapi belum ada kepastian,” kata Agus dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon Selasa (30/12/2025).
    Agus menjelaskan, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan para
    mantan buruh Sritex
    di Pengadilan Negeri Niaga Semarang.
    Pertama, mereka meminta hakim pengawas untuk mengganti kurator yang saat ini menjabat.
    Kedua, para mantan buruh meminta hakim pengawas memerintahkan kurator untuk mempercepat proses pembatasan kepailitan.
    “Ketiga selama ini kurator terkendala KJPP. Kami juga meminta hakim pengawas untuk mengevaluasi kinerja KJPP,” kata dia.
    Agus menilai
    kinerja kurator
    berjalan lambat. Berdasarkan target kurator, lelang aset Sritex seharusnya sudah dilaksanakan pada periode Agustus hingga Oktober.
    Namun, hingga batas waktu tersebut, belum ada lelang aset yang dilakukan.
    “Selama ini sejak pailit kami diam karena kurator punya agenda. Kita mengikuti agenda kurator. Bahwa bulan Agustus sampai Oktober targetnya dia sudah lelang aset. Buktinya sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya.
    Agus menyampaikan bahwa dari 8.475 mantan buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagian besar sudah tidak lagi berusia produktif.
    Oleh karena itu,
    pesangon dan THR
    menjadi satu-satunya harapan mereka untuk kelangsungan hidup, mengingat kesulitan mencari pekerjaan baru akibat usia.
    “Jadi harapan satu-satunya bagi kita yang sudah tidak produktif lagi usianya ini ya pesangon itu bisa untuk hidup. Banyak keluhan teman-teman menjual harta bendanya untuk menyambung hidup,” ungkap dia.
    Sebelumnya, perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex secara resmi dinyatakan pailit pada Rabu (23/10/2024).
    Kepailitan adalah kondisi di mana debitur tidak mampu membayar utang kepada kreditur yang telah melewati jatuh tempo.
    Putusan pailit ini dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Semarang dengan nomor perkara 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg.
    Pemohon dalam perkara ini adalah PT Indo Bharat Rayon, yang mengadili termohon PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.
    Dalam putusannya, PT Sritex dinilai tidak mampu membayar utang dan lalai memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pemohon berdasarkan putusan homologasi tanggal 25 Januari 2022.
    “Menyatakan bahwa para termohon (termasuk Sritex) pailit dengan segala akibat hukumnya,” bunyi petitum perkara tersebut, dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/10/2024).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cerita Reza Jalani Kehamilan hingga Persalinan Tanpa Keluar Biaya
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2025

    Cerita Reza Jalani Kehamilan hingga Persalinan Tanpa Keluar Biaya Bandung 31 Desember 2025

    Cerita Reza Jalani Kehamilan hingga Persalinan Tanpa Keluar Biaya
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Reza Amarika (24), warga Ciampel, Karawang, Jawa Barat, menceritakan pengalamannya menjalani kehamilan hingga melahirkan tanpa was-was, baik pelayanan maupun biaya.
    Reza merupakan peserta aktif
    BPJS Kesehatan
    dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui perusahaan tempat suaminya bekerja.
    Sejak tahu dirinya hamil, Reza rutin melakukan pemeriksaan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tempat ia terdaftar.
    Ia mengaku ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya mulai dari dalam kandungan.

    Alhamdulillah
    , semua pelayanan berjalan lancar dari pelayanan yang saya terima maupun pemeriksaan USG dan saya merasa sangat terbantu, baik dari segi biaya maupun kemudahan akses,” ujar Reza ditemui di salah satu rumah sakit di
    Karawang
    ,
    Jawa Barat
    , baru-baru ini.
    Reza mengaku mendapatkan pelayanan ramah dan profesional dari para tenaga medis.
    Mulai dari pemeriksaan rutin, USG, hingga mendapatkan edukasi tentang pola makan sehat dan persiapan menjelang persalinan.
    Pelayanan itu Reza dapatkan tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan, sebab telah dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
    “Yang paling penting tidak mengeluarkan biaya tambahan apa pun,” tambah Reza.
    Ketika menjelang persalinan tiba, Reza dibawa ke RS Fikri Medika untuk dilakukan operasi caesar lantaran adanya indikasi medis yang mengharuskan tindakan tersebut.
    Ia mengaku sempat gugup menghadapi persalinan pertama, namun rasa cemas itu perlahan hilang berkat dukungan tim medis yang sigap dan penuh perhatian.
    Ia juga mengaku dilayani secara baik.

    Alhamdulillah
    proses persalinan berjalan lancar, saya melahirkan anak pertama saya dengan selamat dan kondisi bayi juga sehat. Perawatan pasca-persalinan pun sangat memuaskan. Saya dan anak saya dirawat dengan baik, bahkan tidak merasa seperti pasien biasa karena pelayanannya sungguh luar biasa,” ujar Reza.
    Reza mengaku berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena dengan memanfaatkan JKN dari mulai pemeriksaan kehamilan hingga persalinan tiba, semuanya telah dicover oleh BPJS Kesehatan.
    Sehingga ia dan suami tidak keluar uang sepeser pun.
    Reza juga mengaku menggunakan fitur antrean daring untuk layanan administrasi di klinik maupun rumah sakit.
    “Semua proses administrasi pun cepat karena saya selalu menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk membuat antrean daring tanpa menunggu lama di klinik ataupun rumah sakit,” kata Reza.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imbas Larangan Pesta Kembang Api Secara Nasional, Penjual Kembang Api di Subang Hanya Bisa Pasrah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Imbas Larangan Pesta Kembang Api Secara Nasional, Penjual Kembang Api di Subang Hanya Bisa Pasrah Regional 31 Desember 2025

    Imbas Larangan Pesta Kembang Api Secara Nasional, Penjual Kembang Api di Subang Hanya Bisa Pasrah
    Tim Redaksi
    SUBANG, KOMPAS.com
    – Imbas Larangan Pesta Kembang Api, di malam pergantian tahun 2026, sejumlah pedagang kembang api di Subang sepi pembeli.
    Jika dibandingkan dengan tahun lalu, para pedagang mengaku, menurun hingga 60 persen penjualannya.
    Penurunan tersebut imbas adanya larangan dari Kapolri dan Gubernur Jabar yang melarang
    pesta kembang api
    secara Nasional, demi menghormati para korban bencana di Sumatera dan Aceh.
    Usman Afandi, salah seorang penjual
    kembang Api
    di Pantura Subang mengaku sepi pembeli akibat adanya larangan menyalakan kembang api di malam pergantian tahun 2026.
    “Hingga malam ini jelang malam pergantian tahun, warga yang beli kembang api masih sangat sepi. Ada sih yang beli ada tapi sangat sedikit sekali. Berbeda dengan tahun lalu,” kata Usman, Rabu(31/12/2025).
    Menurut Usman, pembeli kembang api umumnya para orangtua untuk anaknya yang masih kecil.
    “Rata-rata orangtua yang beli kembang api, itu pun kembang api khusus anak-anak yang daya ledaknya kecil,” katanya.
    “Sementara yang kembang api yang daya ledaknya tinggi biasa dibeli orang dewasa masih sepi jarang ada yang beli,” imbuhnya.
    Usman hanya bisa pasrah dagangannya hanya sedikit terjual menjelang tahun baru 2026 ini.
    “Pasrah dan ikhlas saja. Tadinya berharap akan untung besar dapat rezeki di akhir tahun ini dari jual kembang api. Tapi apa daya, dilarang pemerintah, saya hanya bisa pasrah saja,” katanya.
    Senada juga dikatakan Mamat Nurcahya,
    pedagang kembang api
    lainnya yang mengaku sepi pembeli jelang malam tahun baru 2026.
    “Masih sangat sepi, dibandingkan tahun sebelumnya. Ada yang beli hanya kembang api untuk anak-anak,”ucapnya.
    Mamat tidak mengetahui pasti penyebab sepinya pembeli, apa karena adanya
    larangan pesta kembang api
    atau karena ekonomi masyarakat yang saat ini lagi sulit.
    “Belum tahu juga apakah ini imbas larangan pesta kembang api atau apa yang jelas harga kembang api saat ini masih sama dengan tahun sebelumnya,” katanya.
    Adapun untuk harga kembang api sangat bervariasi mulai puluhan hingga ratusan ribu perbuah, tergantung ukuran dan banyaknya isi kembang api.
    “Harga kembang api untuk anak-anak mulai Rp 5.000 hingga Rp 20.000. Sedangkan kembang api berukuran besar untuk orang dewasa yang biasa menyinari langit di malam tahun baru, itu kisaran ada yang Rp 50.000 perbuah hingga ada diatas Rp 100.000 tergantung banyaknya isi kembang api di dalamnya,” tuturnya.
    Mamat berharap, menjelang malam pergantian tahun beberapa jam kedepan, masih ada rezeki akhir tahun dari dagangan kembang apinya.
    “Mudah-mudahan masih ada rezeki akhir tahun dari berjualan kembang api, sekalipun hingga petang ini penjualan masih jauh dari tahun sebelumnya atau turun sekitar 60-70 persen dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.
    Risma Handayani, salah seorang pembeli mengaku membeli kembang api ukuran kecil untuk anak-anak dirumah.
    “Saya beli kembang api untuk anak-anak dan akan dinyalakan dirumah, cuma untuk menghibur anak-anak aja di malam pergantian tahun,” katanya.
    Risma juga mengaku tahu adanya larangan pesta kembang di malam pergantian tahun 2026 demi menghormati para korban bencana di Sumatera.
    “Ya saya rasa itu larangan untuk pesta kembang api skala besar seperti ditempat hiburan atau tempat wisata, tapi untuk pribadi dirumah menghibur anak-anak mungkin bisa dimaklumi, momen setahun sekali menghibur dan manjain anak-anak,” ucapnya.
    Melihat sepinya pembeli, Risma juga mengaku kasihan kepada para pedagang kembang api. Momen akhir tahun biasanya mereka meraup untung tapi tahun ini sepi.
    “Tadi sebelum beli, saya lihat tak ada yang beli sepi pedagang kembang api ini, jadi saya beli aja untuk anak-anak. Sempat nanya juga ke si mang pedagangnya, katanya sepi menurun hampir 70 persen penjualan dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Suami Istri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke Mahkamah Konstitusi
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Desember 2025

    Suami Istri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke Mahkamah Konstitusi Nasional 31 Desember 2025

    Suami Istri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke Mahkamah Konstitusi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan permohonan uji materiil terhadap Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, ke Mahkamah Konstitusi (MK).
    Dalam permohonan yang teregister dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025, pasangan itu mempersoalkan praktik
    penghangusan kuota internet
    yang dinilai merugikan konsumen secara konstitusional.
    “Para pemohon merasa dirugikan secara aktual hak konstitusionalnya oleh berlakunya aturan tersebut,” kata kuasa hukum keduanya, Viktor Santoso Tandiasa, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (31/12/2025).
    Ia menjelaskan bahwa kliennya merupakan pekerja di sektor digital. Didi sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi transportasi daring. Sedangkan Triana menjalankan usaha kuliner daring yang memasarkan produk makanannya lewat platform digital.
    Bagi Para Pemohon, kuota internet merupakan alat produksi utama sekaligus modal usaha.
    Praktik hangusnya kuota menimbulkan ketidakpastian ekonomi karena para pemohon kerap kehilangan sisa kuota ketika pesanan sedang sepi.
    Akibatnya, mereka terpaksa meminjam uang untuk membeli kuota baru agar dapat kembali bekerja.
    Kondisi ini menimbulkan kerugian materiil karena kuota yang telah dibayar lunas hangus begitu saja saat masa aktif paket berakhir.
    Keadaan tersebut memaksa keduanya melakukan pembayaran ganda atas komoditas yang sama, yang seharusnya dapat dialokasikan sebagai laba usaha atau modal bahan baku.
    Dalam alasan permohonannya, para pemohon mendalilkan bahwa Pasal 71 angka 2
    UU Cipta Kerja
    bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945.
    Ketentuan tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum (
    vague norm
    ) karena memberikan kebebasan yang berlebihan kepada operator untuk menetapkan tarif tanpa parameter yang jelas, sehingga mencampuradukkan antara konsep tarif layanan dan durasi kepemilikan kuota.
    Selain itu, para pemohon menilai terdapat pelanggaran hak milik sebagaimana dijamin dalam Pasal 28H ayat (4) UUD 1945.
    “Kuota internet merupakan aset digital yang dibeli secara lunas, sehingga penghangusan sisa kuota secara sepihak tanpa kompensasi merupakan bentuk pengambilalihan hak milik pribadi secara sewenang-wenang,” jelas Viktor.
    Dalam permohonannya, para pemohon memohon agar
    Mahkamah Konstitusi
    menyatakan Pasal 71 angka 2 UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, sepanjang tidak dimaknai sebagai berikut:

    Penetapan tarif wajib menjamin akumulasi sisa kuota data
    (data rollover
    );
    – Sisa kuota tetap berlaku selama kartu prabayar berada dalam masa aktif, tanpa bergantung pada masa berlaku paket periodik;

    Sisa kuota yang tidak terpakai wajib dikonversi menjadi pulsa atau dikembalikan
    (refund
    ) secara proporsional.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Natal dan Tahun Baru, Museum Nasional Beroperasi hingga pukul 20.00 WIB
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Desember 2025

    Libur Natal dan Tahun Baru, Museum Nasional Beroperasi hingga pukul 20.00 WIB Nasional 31 Desember 2025

    Libur Natal dan Tahun Baru, Museum Nasional Beroperasi hingga pukul 20.00 WIB
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan, Museum Nasional beroperasi hingga pukul 20.00 WIB selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
    “(Operasional 12 jam), dari jam 08.00 WIB sampai 8 malam (20.00 WIB),” ungkap Fadli Zon di
    Museum Nasional
    , Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).
    Selama masa libur panjang ini, ada penyesuaian biaya tiket masuk Museum Nasional.
    Politikus Gerindra itu menyampaikan, penyesuaian biaya tiket masuk ini sebagai bentuk apresiasi terhadap Museum Nasional.
    “Ya, kita tingkatkan supaya ada apresiasi kepada museum. Dan juga pada pengunjung, wisatawan asing terutama. Ya, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita.,” jelas dia.
    Fadli Zon pun membandingkan dengan biaya masuk museum di luar negeri.
    Menurutnya, harga
    tiket museum
    di luar negeri tergolong tinggi, terutama di Eropa, dengan tarif termurah sekitar 12 euro, sementara sebagian museum mematok harga 15 euro, 20 euro, bahkan hingga 65 euro.
    Sementara itu, biaya masuk museum di Indonesia dinilainya masih terjangkau.
    “Jadi harga untuk umum itu Rp 50.000. Harga untuk pelajar Rp 30.000. Untuk disabilitas itu bebas atau gratis. Untuk yang yatim piatu juga gratis. Tapi yang untuk lanjut usia, di atas 60 tahun juga bebas, ya gratis,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Natal dan Tahun Baru, Museum Nasional Beroperasi hingga pukul 20.00 WIB
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Desember 2025

    Fadli Zon Ungkap Alasan Penyesuaian Tiket Masuk Museum Nasional: Supaya Ada Apresiasi Nasional 31 Desember 2025

    Fadli Zon Ungkap Alasan Penyesuaian Tiket Masuk Museum Nasional: Supaya Ada Apresiasi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan alasan penyesuaian biaya tiket masuk Museum Nasional saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
    “Ya, kita tingkatkan supaya ada apresiasi kepada museum, dan juga kepada pengunjung wisatawan asing, terutama. Ya, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita,” jelas dia.
    Fadli Zon
    pun membandingkan dengan biaya masuk museum di luar negeri.
    Menurutnya, harga tiket museum di luar negeri tergolong tinggi, terutama di Eropa, dengan tarif termurah sekitar 12 euro, sementara sebagian museum mematok harga 15 euro, 20 euro, bahkan hingga 65 euro.
    Sementara itu, biaya masuk museum di Indonesia dinilainya masih terjangkau.
    “Jadi, harga untuk umum itu Rp 50.000. Harga untuk pelajar Rp 30.000. Untuk disabilitas itu bebas atau gratis. Untuk yang yatim piatu juga gratis. Tapi yang untuk lanjut usia, di atas 60 tahun juga bebas, ya gratis,” tegasnya.
    Meskipun ada penyesuaian, Fadli Zon bersyukur karena jumlah
    pengunjung Museum
    Nasional menembus 7.000 orang pada 31 Desember 2025.
    “Alhamdulillah pengunjungnya cukup banyak, ya. Hari ini sampai berapa, 6.000–7.000. Ya, baru sampai sekarang, ini masih sampai malam nanti dibuka. Mungkin bisa sampai 8.000,” ujar Fadli Zon.
    Dia meyakini bahwa awal tahun 2026 mendatang, pengunjung Museum Nasional akan lebih melonjak dibandingkan sebelumnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update BNPB: 13 Jasad Ditemukan, Korban Jiwa Bencana Sumatera Menjadi 1.154 Jiwa
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Desember 2025

    Update BNPB: 13 Jasad Ditemukan, Korban Jiwa Bencana Sumatera Menjadi 1.154 Jiwa Nasional 31 Desember 2025

    Update BNPB: 13 Jasad Ditemukan, Korban Jiwa Bencana Sumatera Menjadi 1.154 Jiwa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa korban jiwa bencana banjir dan tanah longsor Sumatera bertambah sebanyak 13 jiwa.
    Abdul mengatakan, hasil pencarian hari ini dilakukan pada titik-titik atau yang sudah diidentifikasi oleh tim SAR gabungan.
    “Khususnya Aceh Tamiang, itu menambah 13 jiwa korban meninggal dunia. Sehingga total korban jiwa meninggal dunia per hari ini bertambah 13 jiwa menjadi 1.154 jiwa,” ujar Abdul dalam konferensi pers yang digelar virtual, Rabu (31/12/2025).
    Hasil pendataan korban
    by name by address
    sudah dilakukan di tiga provinsi berbasiskan pada data di setiap kecamatan.
    “Masih ada tambahan nama korban hilang dari Padang Panjang dan Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sehingga untuk korban hilang pun bertambah 2 nama sehingga total menjadi 165 jiwa,” ucapnya.
    Abdul memastikan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan untuk bisa meminimalkan jumlah korban jiwa hilang ini sekecil mungkin.
    “Untuk warga mengungsi, per hari ini menurun 17.631 jiwa dan kita harapkan ini terus menurun seiring dengan sudah mulai dibayarkannya Dana Tunggu Hunian,” ucapnya.
    Abdul menjelaskan, pengungsi yang tidak akan tinggal di Hunian Sementara (Huntara) sejak awal pekan ini sudah mulai mendapatkan Dana Tunggu Hunian.
    “Proses verifikasi langsung mendatangi tempat-tempat pengungsian sehingga ini juga akan mengurangi total saudara-saudara kita yang saat ini masih di pengungsian dengan jumlah per hari ini 378.164 jiwa,” ucapnya.
    Untuk daerah yang menetapkan status transisi darurat bertambah satu kabupaten/kota yang mengeluarkan SK transisi darurat, sehingga total menjadi 22 kabupaten/kota.
    “Masih ada 5 kabupaten/kota lainnya yang masih dalam proses untuk penetapan SK transisi darurat,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.