Author: Kompas.com

  • Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        1 Januari 2026

    Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026 Nasional 1 Januari 2026

    Di Bawah Rintik Hujan, Prabowo Temui Korban Banjir Sumut Jelang Tahun Baru 2026
    Tim Redaksi
    TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com – 
    Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi korban banjir bandang dan longsor di Posko Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Rabu (31/12/2025) malam, menjelang pergantian tahun 2026.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Prabowo tiba di posko pengungsian sekitar pukul 23.30 WIB. Ia mengenakan kemeja safari berwarna krem dan topi biru.
    Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
    Ratusan korban yang sudah menanti dari siang pun menyambut Prabowo dengan antusias.
    Padahal, rintik hujan terus turun dari langit. Namun, kondisi hujan tidak menghalangi antusiasme mereka untuk bertemu kepala negara.
    “Bapak ganteng,” seru sejumlah ibu-ibu.
    Merespons antusiasme warga, Prabowo pun melambaikan tangan, seraya duduk ke kursi yang telah disediakan.
    Kemudian, Prabowo dan jajarannya tampak menonton film Jumbo yang sedang ditayangkan dari layar videotron di posko pengungsian.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        31 Desember 2025

    Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya Yogyakarta 31 Desember 2025

    Wisata Malioboro Membeludak: Belasan Anak Terpisah dari Orangtuanya
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebut belasan anak terpisah dari orangtua selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
    Hasto mengatakan, belasan anak yang terpisah itu berhasil dipertemukan dengan orangtuanya dalam waktu 15 menit.
    “15 menit. Ada yang di sana ya (selatan
    Malioboro
    ), ada yang di Titik Nol ada 3, kemudian yang di tengah sini (Malioboro) ada 5, yang di sebelah sininya (Utara Malioboro) juga posko yang sebelah sini juga ada 3. Semua tidak ada yang lebih dari 15 menit,” ujar Hasto saat ditemui di pos pelayanan terpadu, Selasa (31/12/2025).
    Lanjut Hasto, anak-anak yang terpisah itu dipertemukan dengan orangtuanya oleh petugas Jogomaton.
    “Ya itu bagus ya, contoh response time yang bagus,” kata dia.
    Selain berhasil mempertemukan anak dengan orangtua, Hasto juga mengklaim pada libur
    Nataru
    ini tidak ada copet di kawasan Malioboro.
    “Ya kita mengamankan bersama dan sekali lagi yang kita syukuri zero pencopet ya, tidak ada pencopet ini alhamdulillah kita syukuri,” ujarnya.
    Namun, selama periode Nataru ini ada satu kasus dompet wisatawan hilang dan berhasil ditemukan dalam waktu 30 menit.
    “Kalau dompet itu 1 di sini ketemu di sini (pos pelayanan) dan itu 30 menit dari dompet jatuh sampai ketemu. Iya saya kira bagus ya, dalam arti kita syukurilah bahwa kita bisa memberikan layanan yang baik,” kata dia.
    Setelah rapat bersama Kapolda DIY di Pos Pelayanan Terpadu, Hasto akan kembali berkeliling Kota Yogyakarta dengan menggunakan motor.
    “Oh iya karena macet to jadi mending saya tak sambil pantau naik motor karena macet aja. Iya, muter, muter kita pantau ke daerah-daerah yang rawan,” ujar Hasto.
    Sebelumnya, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuwanto Ardi mengatakan skenario
    contraflow
    sudah disiapkan Polda DIY. Contraflow diberlakukan apabila lalu lintas di Kridosono sudah mengalami kepadatan.
    “Skenario itu sudah kita siapkan, tetapi sampai dengan saat ini belum kita gunakan karena Kridosono ternyata masih mampu menampung debit arus lalu lintas yang masuk menuju ke Malioboro melalui Kridosono,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
    Ardi menambahkan berbagai peralatan sudah disiapkan untuk mendukung
    contraflow
    seperti
    water barrier
    , termasuk juga petugas pengurai lalu lintas.
    Jika Kridosono tiba-tiba mengalami kepadatan lalu lintas akan diarahkan menuju Jalan Jenderal Sudirman.
    “Jadi jalan raya di depan Bethesda yang selama ini one way kita terapkan jadi dua arah. Dan itu sudah kita persiapkan water barrier yang tinggal kita geser apabila skenario itu kita jalankan,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bandung Diserbu Wisatawan, Walkot Farhan: 30 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Setiap Hari
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2025

    Bandung Diserbu Wisatawan, Walkot Farhan: 30 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Setiap Hari Bandung 31 Desember 2025

    Bandung Diserbu Wisatawan, Walkot Farhan: 30 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Setiap Hari
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bersama Forkopimda Kota Bandung serta jajaran Pemerintah Kota Bandung melakukan pemantauan situasi dan kondisi jelang pergantian malam tahun baru di sejumlah titik keramaian di Kota Bandung.
    Salah satu titik yang dikunjungi
    Farhan
    adalah Stasiun
    Bandung
    . Menurut dia, sejak tanggal 23 Desember 2025, jumlah kedatangan penumpang ke Kota Bandung terus mengalami peningkatan.
    “Hasil pantauan menunjukkan bahwa sejak tanggal 23 Desember, stasiun kereta api rata-rata menerima 20 ribu hingga 30 ribu penumpang setiap hari. Jadi memang padat,” ujar Farhan seusai pantauan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (31/12/2025).
    Farhan mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan di
    Stasiun Bandung
    , pihaknya menyiagakan pos kesehatan gratis.
    “Yang paling penting, tim kesehatan standby di stasiun kereta api, karena kita tahu setelah perjalanan jauh biasanya ada penumpang yang mengalami gangguan kesehatan. Demikian juga di beberapa terminal besar seperti di Leuwi Panjang,” imbuhnya.
    Untuk lokasi keramaian lainnya seperti Pusat Perbelanjaan Pasir Kaliki hingga Alun-alun terpantau sudah mulai ramai setelah hujan mengguyur Kota Bandung sejak pagi.
    “Alhamdulillah, kelihatannya meriah tetapi tetap kondusif. Kami juga sempat memantau bersama Pak Kapolda dan Pak Pangdam untuk meninjau langsung Ibu Kota Jawa Barat ini. Seperti yang disimpulkan bersama tadi, suasana meriah, kondusif, dan terpantau dengan baik,” bebernya.
    Farhan menambahkan, selain di pusat kota dia bersama jajaran Forkopimda akan berbagi tugas untuk memantau wilayah lain di Kota Bandung yang berpotensi terjadi keramaian.
    “Saya akan ke wilayah timur, Gedebage, sedangkan Pak Kapolres masih di tengah kota, terutama untuk Pasupati. Semuanya nanti kita harapkan selesai jam 01.00 WIB malam. Setelah kita sudah melakukan pembersihan area supaya tidak ada kumpul-kumpul terlalu lama lagi,” tandasnya. 
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Wisatawan Domestik ke Bali Berkurang 700 Ribu, Gubernur Koster Ungkap Pemicunya
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        31 Desember 2025

    Wisatawan Domestik ke Bali Berkurang 700 Ribu, Gubernur Koster Ungkap Pemicunya Denpasar 31 Desember 2025

    Wisatawan Domestik ke Bali Berkurang 700 Ribu, Gubernur Koster Ungkap Pemicunya
    Tim Redaksi
    DENPASAR, KOMPAS.com
    – Gubernur Bali, I Wayan Koster mengakui bahwa kunjungan wisatawan domestik (wisdom) memang terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
    Dia pun mengungkap beberapa penyebab terjadinya penurunan itu.
    Pada tahun 2024, jumlah wisdom yang datang ke Bali mencapai 10,1 juta orang. Namun hingga 26 Desember 2025, jumlah wisdom baru mencapai 9,2 juta orang.
    Hal itu disampaikan Koster usai Rapat Koordinasi dan pengecekan kesiapan pelayanan bandara menjelang akhir tahun dan tahun baru di Bandara Ngurah Rai, Kabupaten Badung pada Minggu (28/12/2025).
    Adapun hingga 31 Desember 2025, diperkirakan jumlah kunjungan wisdom menjadi 9,4 juta. Sehingga kira-kira menurun sekitar 600 sampai 700 ribu.
    Secara keseluruhan diperkirakan total jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan domestik di tahun 2025 mengalami penurunan 200 ribu orang yang disebabkan karena penurunan wisdom.
    “Kalau di total, jumlah wisman dengan wisatawan nusantara pada tahun 2024 itu mencapai 16,4 juta. Sampai 26 Desember 2025 ini 16,1 juta. Jadi ada penurunan sekitar 300 ribu. Tapi ini belum selesai. Kira-kira sampai 31 Desember mungkin akan menurun totalnya sekitar 200 ribu,” kata Koster.
    Menurut Koster penyebab penurunan jumlah wisdom karena berkurangnya jumlah penerbangan domestik ke Bali yang sebelumnya memiliki 13 airline lokal pada tahun 2024, turun menjadi 11 airline lokal di tahun 2025.
    Begitu pula dengan rute penerbangan, mengalami penurunan dari 25 rute domestik di tahun 2024, berkurang menjadi 23 rute domestik di tahun 2025.
    “Memang salah satu yang menyebabkan penurunannya adalah karena maskapai Garuda dan Citilink sebagian pesawatnya itu sedang menjalani masa perawatan karena memang sudah jatuh tempo. Harus perawatan sehingga penerbangannya ke Bali kurang. Akibatnya jumlah pesawat yang ke Bali karena berkurang itu penuh terus,” tambah dia.
    Hanya saja jumlah rute dan airline internasional yang justru terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
    Pada tahun 2025, jumlah international airline di Bandara Ngurah Rai mencapai 46 Airline International. Sementara tahun sebelumnya hanya 43.
    Rute penerbangan internasional juga mengalami peningkatan, menjadi 44 rute dari sebelumnya hanya 40 saja.
    Sementara itu, pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6,3 juta orang. Kemudian pada tahun 2025 sampai tanggal 26 Desember mencapai 6,9 juta orang.
    “Jadi sudah meningkat 600 ribu sampai dengan tanggal 26 Desember 2025,” jelas Koster dalam keterangan tertulisnya.
    Koster memperkirakan hingga akhir tahun 2025 jumlah wisman yang datang ke Bali setidaknya akan mencapai 7,05 juta orang. Angka itu meningkat lebih dari 600 ribu dari tahun sebelumnya secara year on year.
    “Karena kedatangannya itu rata-rata per hari antara 23 ribu sampai 24 ribu orang. Perkiraan tadi menghitung sampai tanggal 31 Desember. Jadi tanggal 27, 28, 29, 30, 31, lagi lima hari itu, kalau kita pakai patokan 24 ribu kali 5, itu berarti akan ada penambahan lagi 120 ribu orang wisman,” ungkap Koster.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        31 Desember 2025

    Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama Denpasar 31 Desember 2025

    Bupati Bandung Larang Pesta Kembang Api, Ganti Malam Pergantian Tahun dengan Doa Bersama
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung tetap kondusif menjelang pergantian tahun. 
    Sebanyak 1.300 personel gabungan telah disebar ke berbagai titik strategis untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas warga.
    Bupati Bandung
    Dadang Supriatna menyatakan bahwa kepastian situasi yang terkendali ini merupakan hasil koordinasi intensif melalui paparan bersama jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung dan Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi.
    “Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan hingga malam ini, kondisi Kabupaten Bandung masih sangat terkendali dan kondusif. Seluruh personel sudah berada di lapangan dan sejauh ini arus lalu lintas terpantau lancar,” ujar Dadang saat memberikan keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).
    Berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung memilih untuk mengisi momentum pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama. 
    Acara yang dimulai sejak waktu asar hingga menjelang magrib tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 31 kecamatan, jajaran MUI, serta unsur Forkopimda lengkap, termasuk Kapolresta, Danlanud, dan Dandim.
    Dadang menjelaskan, kegiatan doa bersama ini sengaja digelar sebagai bentuk empati atas serangkaian bencana alam yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, hingga musibah lokal yang baru-baru ini terjadi di wilayah Arjasari, Kabupaten Bandung.
    “Kondisi negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja karena banyak saudara kita yang tertimpa musibah. Oleh karena itu, doa bersama ini adalah upaya batiniyah sekaligus ruang untuk muhasabah dan refleksi diri bagi kita semua di penghujung 2025,” tuturnya.
    Melalui Surat Edaran yang telah diterbitkan, Bupati secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan cara berlebihan atau euforia hura-hura.
    Pemerintah daerah melarang penggunaan kembang api dan mengarahkan warga untuk melakukan kegiatan yang lebih positif dan bermakna.
    Menurut Dadang, pergantian tahun merupakan momentum sakral yang seharusnya diisi dengan evaluasi kinerja sebagai pelayan masyarakat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di tahun 2026 mendatang.
    “Kami meminta masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hindari menyalakan kembang api dan mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki diri demi kemajuan Kabupaten Bandung ke depan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        31 Desember 2025

    Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya Surabaya 31 Desember 2025

    Pertunjukan New Year Dazzle Show Meriahkan Malam Tahun Baru di Surabaya
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Suasana meriah tahun baru menyelimuti gelaran pertunjukan New Year Dazzle Show yang digelar di Pakuwon Mall, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (31/12/2025) malam.
    Ratusan pengunjung dari anak-anak hingga dewasa memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan yang disajikan panitia.
    Salah satunya atraksi tari dengan permainan cahaya yang memukau.
    Pantauan di lokasi, pengunjung tampak antusias mengikuti jalannya acara sejak awal hingga akhir.
    Acara yang dimulai dengan sesi tanya jawab dan membagikan cotton candy serta hadiah untuk anak-anak ini mendapatkan respon baik dari pengunjung.
    Sorak sorai penonton semakin menggema saat pertunjukan cahaya dan musik dipentaskan, menciptakan suasana perayaan yang semarak menjelang pergantian tahun.
    Panitia penyelenggara menyebut acara ini dirancang sebagai hiburan terbuka bagi masyarakat untuk merayakan akhir tahun bersama anak-anak.
    “Konsep acara ini memang kami buat untuk menghadirkan suasana perayaan yang meriah dan bisa dinikmati semua kalangan khususnya anak-anak,” ujar Caca, selaku panitia di sela acara pada
    Kompas.com
    .
    Ia juga mengatakan gelaran pertunjukan yang memiliki 2 sesi yakni jam 17.00 dan 19.00 WIB ini tidak hanya diadakan satu hari saja, melainkan sepanjang liburan natal dan tahun baru (Nataru).
    “Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tujuannya untuk menyajikan hiburan untuk para pengunjung mall selama liburan tahun baru berlangsung, “ ungkapnya.
    Ia menambahkan, antusiasme pengunjung di luar perkiraan panitia.
    Menurutnya, respons positif tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk menghadirkan acara serupa dengan konsep yang lebih matang ke depannya.
    Sementara itu, salah satu pengunjung, Rina (29), mengaku terkesan dengan pertunjukan yang ditampilkan.
    “Seru banget, terutama pertunjukan lampu dan musiknya. Acaranya hidup dan bikin suasana
    malam tahun baru
    jadi lebih berkesan,” kata Rina.
    tak hanya Rina, Siska (36) juga merasakan kegembiraan bersama anak-anaknya ketika menonton acara tersebut.
    “Tadi pas saya habis belanja sama anak-anak dan suami lewat sini gak sengaja ada rame-rame dan kita ikut nimbrung iseng, eh ternyata ada acara pertunjukan tarian lampu, anak-anak saya langsung senang dan maju paling depan buat nonton, lumayan buat hiburan “ tutur Rina.
    Selain menjadi hiburan, bagi pengunjung lain, acara ini dinilai mampu menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati momen akhir tahun bersama keluarga.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati Regional 31 Desember 2025

    Tanpa Kembang Api, Ribuan Warga Padati Balai Kota Solo Rayakan Malam Tahun Baru Penuh Empati
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Halaman Balai Kota Solo, Jawa Tengah menjadi magnet bagi warga yang ingin merayakan malam tahun baru, Rabu (31/12/2025).
    Berdasarkan pantauan Kompas.com, warga medati kawasan pusat pemerintahan sejak pukul 20.00 WIB. Biasanya di tempat ini menjadi pusat penyalaan
    kembang api
    .
    Tapi, malam ini dipastikan tidak ada kembang api yang menghiasi pemandangan langit Balai Kota
    Solo
    .
    Meski demikian, warga tetap berbondong-bondong datang dan memadati halaman
    Balai Kota Solo
    untuk menikmati hiburan sekaligus menghabiskan
    malam pergantian tahun
    .
    Panggung hiburan disiapkan di depan Pendapi Gede Balai Kota untuk menghibur warga yang merayakan
    malam tahun baru
    .
    Salah satu warga, Wipra Nur Ananda (27), mengakui pesta malam tahun baru 2025 sedikit berbeda dari sebelumnya.
    Karena ada bencana alam di Sumatera dan Aceh, pesta kembang api yang biasanya diadakan di Balai Kota Solo ditiadakan. 
    Malam tahun baru kali ini sebagai momentum untuk berempati dan mendoakan para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
    “Inisiatif pemerintah (meniadakan kembang api) supaya kita ikut peduli dan bisa membantu berdoa, berkontribusi dari Solo, meski tidak bisa ke sana,” kata Ananda saat ditemui di depan Balai Kota Solo, Rabu malam.
    Dia juga menyampaikan bahwa malam tahun baru sebagai refleksi diri. Meski tidak ada penyalaan kembang api, katanya tidak mengurangi kemeriahan malam tahun baru.
    Sekaligus malam tahun baru kali ini menjadi refleksi atas apa yang telah dilalui. Sehingga bisa menatap lebih baik di tahun depan. 
    Dia mengatakan penyalaan kembang api bisa dilakukan kapan saja tidak harus saat malam tahun baru.
    “Kembang api hanya eforia saja. (Penyalaan) kembang api bisa dilaksanakan di lingkungannya masing-masing,” ujar warga Jember, Jawa Timur tersebut.
    Warga lainnya, Agus (30), mengatakan malam tahun baru selalu identik dengan penyalaan kembang api.
    Meski malam tahun baru dipastikan tidak ada, Agus berusaha agar pesta malam tahun baru tetap berjalan dengan asik dan meriah.
    “Kembang api sebagai penanda saat pergantian tahun baru. Tahun ini tidak ada karena Indonesia sedang berduka dengan bencana alam di Sumatera dan Aceh,” kata dia.
    Sebelumnya,
    Wali Kota Solo
    , Respati Ardi, meminta warga tidak terlalu eforia dalam merayakan malam tahun baru pada Rabu (31/12/2025).
    Pergantian tahun dikemas dengan gelaran car free night (CFN) menjadi momen refleksi dan empati di tengah bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh.
    “Dilarang terlalu foya-foya. Saatnya pergantian tahun kita refleksi diri, menatap 2026, merayakan pergantian tahun dengan sebaik-baiknya,” kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
    Respati mengatakan akan ada kejutan sebagai penanda pergantian tahun yang dikonsep “malam kepedulian”, meski tanpa kembang api.
    Menurutnya kejutan malam pergantian tahun sedang disiapkan pihak panitia penyelenggara.
    “Tetap ada penandanya. Ini sedang dikonsep rekan-rekan EO-nya. Akan ada suasana hening sejenak di malam pergantian tahun,” ungkap dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang Regional 31 Desember 2025

    Pesangon Tak Cair, 250 Eks Karyawan Sritex Bersiap Gelar Aksi di Semarang
    Tim Redaksi
    SUKOHARJO, KOMPAS.com
    – Ratusan mantan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dijadwalkan menggelar aksi di Pengadilan Negeri Niaga Semarang pada Senin (12/1/2026). 
    Aksi ini sebagai buntut belum cairnya pesangon dan tunjangan hari raya (THR) oleh kurator yang menangani pailit perusahaan tersebut.
    Ketua solidaritas eks karyawan
    Sritex
    , Agus Wicaksono menyatakan, sekitar 250 orang dari eks buruh Sritex akan mengikuti aksi, ditambah potensi peserta dari anak perusahaan Sritex yang terdampak pailit.
    “Kita menyiapkan lima bus. Peserta 250. Tapi mungkin di sana ada tambahan peserta dari teman-teman eks PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya, tapi belum ada kepastian,” kata Agus dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon Selasa (30/12/2025).
    Agus menjelaskan, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan para
    mantan buruh Sritex
    di Pengadilan Negeri Niaga Semarang.
    Pertama, mereka meminta hakim pengawas untuk mengganti kurator yang saat ini menjabat.
    Kedua, para mantan buruh meminta hakim pengawas memerintahkan kurator untuk mempercepat proses pembatasan kepailitan.
    “Ketiga selama ini kurator terkendala KJPP. Kami juga meminta hakim pengawas untuk mengevaluasi kinerja KJPP,” kata dia.
    Agus menilai
    kinerja kurator
    berjalan lambat. Berdasarkan target kurator, lelang aset Sritex seharusnya sudah dilaksanakan pada periode Agustus hingga Oktober.
    Namun, hingga batas waktu tersebut, belum ada lelang aset yang dilakukan.
    “Selama ini sejak pailit kami diam karena kurator punya agenda. Kita mengikuti agenda kurator. Bahwa bulan Agustus sampai Oktober targetnya dia sudah lelang aset. Buktinya sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujarnya.
    Agus menyampaikan bahwa dari 8.475 mantan buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagian besar sudah tidak lagi berusia produktif.
    Oleh karena itu,
    pesangon dan THR
    menjadi satu-satunya harapan mereka untuk kelangsungan hidup, mengingat kesulitan mencari pekerjaan baru akibat usia.
    “Jadi harapan satu-satunya bagi kita yang sudah tidak produktif lagi usianya ini ya pesangon itu bisa untuk hidup. Banyak keluhan teman-teman menjual harta bendanya untuk menyambung hidup,” ungkap dia.
    Sebelumnya, perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex secara resmi dinyatakan pailit pada Rabu (23/10/2024).
    Kepailitan adalah kondisi di mana debitur tidak mampu membayar utang kepada kreditur yang telah melewati jatuh tempo.
    Putusan pailit ini dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Semarang dengan nomor perkara 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg.
    Pemohon dalam perkara ini adalah PT Indo Bharat Rayon, yang mengadili termohon PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.
    Dalam putusannya, PT Sritex dinilai tidak mampu membayar utang dan lalai memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pemohon berdasarkan putusan homologasi tanggal 25 Januari 2022.
    “Menyatakan bahwa para termohon (termasuk Sritex) pailit dengan segala akibat hukumnya,” bunyi petitum perkara tersebut, dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/10/2024).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cerita Reza Jalani Kehamilan hingga Persalinan Tanpa Keluar Biaya
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Desember 2025

    Cerita Reza Jalani Kehamilan hingga Persalinan Tanpa Keluar Biaya Bandung 31 Desember 2025

    Cerita Reza Jalani Kehamilan hingga Persalinan Tanpa Keluar Biaya
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Reza Amarika (24), warga Ciampel, Karawang, Jawa Barat, menceritakan pengalamannya menjalani kehamilan hingga melahirkan tanpa was-was, baik pelayanan maupun biaya.
    Reza merupakan peserta aktif
    BPJS Kesehatan
    dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui perusahaan tempat suaminya bekerja.
    Sejak tahu dirinya hamil, Reza rutin melakukan pemeriksaan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tempat ia terdaftar.
    Ia mengaku ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya mulai dari dalam kandungan.

    Alhamdulillah
    , semua pelayanan berjalan lancar dari pelayanan yang saya terima maupun pemeriksaan USG dan saya merasa sangat terbantu, baik dari segi biaya maupun kemudahan akses,” ujar Reza ditemui di salah satu rumah sakit di
    Karawang
    ,
    Jawa Barat
    , baru-baru ini.
    Reza mengaku mendapatkan pelayanan ramah dan profesional dari para tenaga medis.
    Mulai dari pemeriksaan rutin, USG, hingga mendapatkan edukasi tentang pola makan sehat dan persiapan menjelang persalinan.
    Pelayanan itu Reza dapatkan tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan, sebab telah dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
    “Yang paling penting tidak mengeluarkan biaya tambahan apa pun,” tambah Reza.
    Ketika menjelang persalinan tiba, Reza dibawa ke RS Fikri Medika untuk dilakukan operasi caesar lantaran adanya indikasi medis yang mengharuskan tindakan tersebut.
    Ia mengaku sempat gugup menghadapi persalinan pertama, namun rasa cemas itu perlahan hilang berkat dukungan tim medis yang sigap dan penuh perhatian.
    Ia juga mengaku dilayani secara baik.

    Alhamdulillah
    proses persalinan berjalan lancar, saya melahirkan anak pertama saya dengan selamat dan kondisi bayi juga sehat. Perawatan pasca-persalinan pun sangat memuaskan. Saya dan anak saya dirawat dengan baik, bahkan tidak merasa seperti pasien biasa karena pelayanannya sungguh luar biasa,” ujar Reza.
    Reza mengaku berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena dengan memanfaatkan JKN dari mulai pemeriksaan kehamilan hingga persalinan tiba, semuanya telah dicover oleh BPJS Kesehatan.
    Sehingga ia dan suami tidak keluar uang sepeser pun.
    Reza juga mengaku menggunakan fitur antrean daring untuk layanan administrasi di klinik maupun rumah sakit.
    “Semua proses administrasi pun cepat karena saya selalu menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk membuat antrean daring tanpa menunggu lama di klinik ataupun rumah sakit,” kata Reza.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Imbas Larangan Pesta Kembang Api Secara Nasional, Penjual Kembang Api di Subang Hanya Bisa Pasrah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Desember 2025

    Imbas Larangan Pesta Kembang Api Secara Nasional, Penjual Kembang Api di Subang Hanya Bisa Pasrah Regional 31 Desember 2025

    Imbas Larangan Pesta Kembang Api Secara Nasional, Penjual Kembang Api di Subang Hanya Bisa Pasrah
    Tim Redaksi
    SUBANG, KOMPAS.com
    – Imbas Larangan Pesta Kembang Api, di malam pergantian tahun 2026, sejumlah pedagang kembang api di Subang sepi pembeli.
    Jika dibandingkan dengan tahun lalu, para pedagang mengaku, menurun hingga 60 persen penjualannya.
    Penurunan tersebut imbas adanya larangan dari Kapolri dan Gubernur Jabar yang melarang
    pesta kembang api
    secara Nasional, demi menghormati para korban bencana di Sumatera dan Aceh.
    Usman Afandi, salah seorang penjual
    kembang Api
    di Pantura Subang mengaku sepi pembeli akibat adanya larangan menyalakan kembang api di malam pergantian tahun 2026.
    “Hingga malam ini jelang malam pergantian tahun, warga yang beli kembang api masih sangat sepi. Ada sih yang beli ada tapi sangat sedikit sekali. Berbeda dengan tahun lalu,” kata Usman, Rabu(31/12/2025).
    Menurut Usman, pembeli kembang api umumnya para orangtua untuk anaknya yang masih kecil.
    “Rata-rata orangtua yang beli kembang api, itu pun kembang api khusus anak-anak yang daya ledaknya kecil,” katanya.
    “Sementara yang kembang api yang daya ledaknya tinggi biasa dibeli orang dewasa masih sepi jarang ada yang beli,” imbuhnya.
    Usman hanya bisa pasrah dagangannya hanya sedikit terjual menjelang tahun baru 2026 ini.
    “Pasrah dan ikhlas saja. Tadinya berharap akan untung besar dapat rezeki di akhir tahun ini dari jual kembang api. Tapi apa daya, dilarang pemerintah, saya hanya bisa pasrah saja,” katanya.
    Senada juga dikatakan Mamat Nurcahya,
    pedagang kembang api
    lainnya yang mengaku sepi pembeli jelang malam tahun baru 2026.
    “Masih sangat sepi, dibandingkan tahun sebelumnya. Ada yang beli hanya kembang api untuk anak-anak,”ucapnya.
    Mamat tidak mengetahui pasti penyebab sepinya pembeli, apa karena adanya
    larangan pesta kembang api
    atau karena ekonomi masyarakat yang saat ini lagi sulit.
    “Belum tahu juga apakah ini imbas larangan pesta kembang api atau apa yang jelas harga kembang api saat ini masih sama dengan tahun sebelumnya,” katanya.
    Adapun untuk harga kembang api sangat bervariasi mulai puluhan hingga ratusan ribu perbuah, tergantung ukuran dan banyaknya isi kembang api.
    “Harga kembang api untuk anak-anak mulai Rp 5.000 hingga Rp 20.000. Sedangkan kembang api berukuran besar untuk orang dewasa yang biasa menyinari langit di malam tahun baru, itu kisaran ada yang Rp 50.000 perbuah hingga ada diatas Rp 100.000 tergantung banyaknya isi kembang api di dalamnya,” tuturnya.
    Mamat berharap, menjelang malam pergantian tahun beberapa jam kedepan, masih ada rezeki akhir tahun dari dagangan kembang apinya.
    “Mudah-mudahan masih ada rezeki akhir tahun dari berjualan kembang api, sekalipun hingga petang ini penjualan masih jauh dari tahun sebelumnya atau turun sekitar 60-70 persen dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.
    Risma Handayani, salah seorang pembeli mengaku membeli kembang api ukuran kecil untuk anak-anak dirumah.
    “Saya beli kembang api untuk anak-anak dan akan dinyalakan dirumah, cuma untuk menghibur anak-anak aja di malam pergantian tahun,” katanya.
    Risma juga mengaku tahu adanya larangan pesta kembang di malam pergantian tahun 2026 demi menghormati para korban bencana di Sumatera.
    “Ya saya rasa itu larangan untuk pesta kembang api skala besar seperti ditempat hiburan atau tempat wisata, tapi untuk pribadi dirumah menghibur anak-anak mungkin bisa dimaklumi, momen setahun sekali menghibur dan manjain anak-anak,” ucapnya.
    Melihat sepinya pembeli, Risma juga mengaku kasihan kepada para pedagang kembang api. Momen akhir tahun biasanya mereka meraup untung tapi tahun ini sepi.
    “Tadi sebelum beli, saya lihat tak ada yang beli sepi pedagang kembang api ini, jadi saya beli aja untuk anak-anak. Sempat nanya juga ke si mang pedagangnya, katanya sepi menurun hampir 70 persen penjualan dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.