Ganjar Ungkap Strategi Politik PDI-P Hadapi Pemilu 2029
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ganjar Pranowo mengungkapkan strategi politik partainya untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2029.
Salah satu strategi partai adalah menyatu dan hadir setiap hari ketika masyarakat butuh pertolongan.
Hal ini disampaikan Ganjar sesaat sebelum mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I
PDI-P
di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
“Contoh, kalau kita berkomunikasi, berkampanye berbuih-buih tidak akan bisa dipercaya lagi oleh masyarakat, kecuali kamu hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongannya,” kata Ganjar saat ditemui, Sabtu.
Ganjar mencontohkan persoalan yang menurut masyarakat, butuh bantuan segera. Misalnya, bencana hingga isu perempuan dan anak.
Ia memandang hal-hal ini perlu direspons dengan segera, termasuk oleh partai politik.
“Apakah itu kemarin bencana, atau barangkali problem sosial, problem pendidikan, kesehatan, isu perempuan, anak, penyandang disabilitas, itu yang mesti direspons,” jelasnya.
Lebih lanjut, eks Gubernur Jawa Tengah ini menyinggung tentang pengambilan kebijakan, semisal masalah masyarakat adat.
Menurutnya, persoalan masyarakat adat pun tak boleh lepas dari pengambilan kebijakan pemerintah.
“Ketika satu komunitas yang ada di masyarakat seperti masyarakat adat umpamanya, mereka punya problem, ya ayo mereka kita bantu. Ya ayo berjuang, gitu,” contoh Ganjar.
“Dan berjuang itu ada political interplay, ada negosiasi, ada konsepsi, dan itu saya kira kampanye dalam arti sebenarnya dari waktu ke waktu. Bukan menunggu nanti dan kita hanya akan datang pada saat dibutuhkan atau membutuhkan suara saja,” sambungnya.
Menutup pernyataannya, Ganjar mencontohkan apa yang tengah dilakukan PDI-P saat ini, terkhusus menanggapi bencana Sumatera.
Ia mengatakan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengintruksikan seluruh kader merespons bencana Sumatera dengan segera.
Karena itu, beberapa tokoh senior PDI-P bahkan masih berada di lokasi bencana hingga kini.
“Jadi kemarin kawan-kawan diminta oleh Bu Mega umpamanya, ‘Respons segera bencana, semua siaga’. Ini beberapa teman belum pulang ini di Rakernas ini. Rasanya Mbak Yayuk, Mbak Risma masih ada di lokasi, Mbak Ning. Enggak tahu ini Mbak Risma sudah pulang belum ini,” jelasnya.
“Ini mereka melaksanakan tugas dulu untuk bisa menyelesaikan persoalan itu. Itu taktik strategi yang menurut saya paling relevan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2026/01/10/6961ff14495b6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ganjar Ungkap Strategi Politik PDI-P Hadapi Pemilu 2029
-
/data/photo/2025/03/17/67d7e2ffe9572.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang Sudah Beroperasi Dua Bulan Megapolitan 10 Januari 2026
Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang Sudah Beroperasi Dua Bulan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar pabrik narkotika rumahan memproduksi tembaku sintetis di perumahan, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2026).
Pabrik
tembakau sintetis
tersebut membeli bahan-bahan secara online. Pabrik itu juga sudah beroperasi selama dua bulan.
“Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa bahan-bahan utama prekursor narkotika, bahan kimia, dan alat lab dibeli melalui online. Kasus ini akan dikembangkan dan diproses secara hukum di kantor
BNN
RI,” ujar Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan laboratorium narkotika tersembunyi atau clandestine laboratory yang memproduksi narkotika Golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca.
Tiga orang pelaku ditangkap. Mereka adalah ZD yang berperan sebagai pelaku utama sekaligus peracik narkotika, FH sebagai penguji hasil produksi, dan Fir yang bertugas sebagai kurir.
Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti berupa 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, serta sisa residu produksi.
“Tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika,” kata dia.
Para tersangka dijerat Pasal 610 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda maksimal Rp500 juta.
BNN RI memperkirakan pengungkapan kasus ini telah menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
“BNN RI terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan melindungi masyarakat dari bahaya
narkoba
,” ujar Aldrin.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/03/17/67d7e2ffe9572.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap Megapolitan 10 Januari 2026
BNN Gerebek Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang, 3 Orang Ditangkap
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkotika rumahan yang memproduksi tembakau sintetis di perumahan, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2026).
Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi selama sekitar dua bulan.
“Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi
tembakau sintetis
selama kurang lebih dua bulan,” ujar Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Marihot dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Pada penggerebekan itu, petugas menemukan laboratorium narkotika tersembunyi atau
clandestine laboratory
yang digunakan untuk memproduksi narkotika Golongan I jenis MDMB-4en-Pinaca atau tembakau sintetis.
BNN RI
mengamankan tiga orang pelaku. Mereka adalah ZD sebagai pelaku utama sekaligus peracik narkotika, FH yang bertugas menguji hasil produksi, serta Fir yang berperan sebagai kurir.
Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua bulan.
Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti berupa 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, serta sisa residu produksi.
Selain itu, turut diamankan berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk membuat narkotika.
“Barang bukti yang disita antara lain 153 gram MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram MDMB-4en-Pinaca dalam bentuk padatan, dan MDMB Inaca (sisa residu). Selain itu, tim juga menyita berbagai bahan kimia dan alat laboratorium yang digunakan untuk produksi narkotika,” kata Aldrin.
Berdasarkan pemeriksaan awal, para pelaku mengaku mendapatkan bahan kimia dan peralatan laboratorium dengan cara membeli secara
online
.
Seluruh bahan tersebut kemudian digunakan untuk memproduksi tembakau sintetis di rumah tersebut.
Ketiga pelaku dijerat Pasal 610 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda hingga Rp500 juta.
“Dari pengungkapan kasus ini BNN RI berhasil menyelamatkan sekitar 8.000 jiwa anak bangsa,” kata dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/02/27/67bfec1bd39c1.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tangki Pengendara Tetap Kosong Usai Isi Bensin, SPBU di Senayan Langgar SOP Megapolitan 10 Januari 2026
Tangki Pengendara Tetap Kosong Usai Isi Bensin, SPBU di Senayan Langgar SOP
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan SPBU di dekat Senayan City telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) kepada pengendara motor.
Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria mengatakan operator SPBU tidak menyalakan pompa
nozzle
dan tidak mengecek ulang pompa
dispenser.
“Operator secara tidak sadar belum menyalakan pompa
nozzle
dan tidak melakukan pengecekan ulang di
display
pompa
dispenser
di akhir pengisian,” ujar Susanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
Susanto menyatakan insiden tersebut terjadi di SPBU 34.10206 karena
kelalaian operator
, bukan tindakan kesengajaan.
“Berdasarkan hasil pengecekan internal, kejadian ini merupakan kelalaian operator SPBU yang tidak menjalankan SOP pengisian BBM secara benar,” kata Susanto.
Atas
pelanggaran SOP
tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat telah memberikan teguran keras kepada pengelola SPBU.
Pihak SPBU juga menjatuhkan peringatan keras kepada operator yang bersangkutan.
Selain itu, SPBU telah menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen dan melakukan pengisian ulang BBM sesuai dengan nominal yang dibeli.
“SPBU sudah meminta maaf dan mengisikan kembali BBM kepada konsumen sesuai dengan pembelian,” ujar Susanto.
Pertamina juga mengapresiasi laporan masyarakat melalui media sosial yang dinilai membantu evaluasi dan peningkatan kualitas layanan di lapangan.
“Apabila masyarakat menemukan keluhan atau ingin menyampaikan masukan, dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135,” kata Susanto.
Sebelumnya, video pengendara motor mengeluhkan membeli Petralite Rp 30.000 di SPBU dekat Senayan City, namun tangkinya tidak terisi BBM.
Video tersebut diunggah akun Threads @agungmysquad pada Kamis (9/1/2026). Perekam video menyebut kejadian itu membuatnya terlambat masuk kerja.
“Parah Pertamina, kalau mau cari duit jangan kayak gitu dong. Lokasinya di Pertamina dekat Senayan City. Kalau kayak gini gue jadi telat masuk kerja,” ujar perekam dalam video.
Dalam video lanjutan, perekam menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya sekitar pukul 08.00 WIB.
Ia mengaku mengisi BBM jenis Pertalite senilai Rp 30.000 dan melihat indikator pada
dispenser
berjalan dari nol hingga nominal tersebut.
Namun, setelah pengisian selesai, ia mendapati BBM tidak masuk ke tangki motornya.
Hal itu ditunjukkan dengan membuka lubang tangki serta memperlihatkan jarum indikator BBM yang tidak mengalami kenaikan.
“Tadi gua ngisi bensin Rp 30.000, tapi ini enggak keisi. Jarumnya juga enggak naik. Kosong,” kata dia.
Merasa dirugikan, pengendara tersebut kemudian mendatangi petugas SPBU dan meminta penjelasan.
Dalam video lain, terlihat dua petugas SPBU berseragam hitam dengan garis putih dan logo Pertamina tengah melayani keluhan tersebut.
Perekam juga meminta pihak SPBU untuk mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) guna memastikan transaksi yang telah ia lakukan.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/69621b6291210.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang Megapolitan 10 Januari 2026
Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com –
Taksi listrik mundur menabrak rumah makan di Karang Mulya, Karang Tengah, Tangerang, Jumat (9/1/2026) siang.
Peristiwa itu menyebabkan kerusakan pada kendaraan, fasilitas umum, serta bangunan restoran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kasi Humas Polres
Tangerang
, AKP Prapto Lasono, mengatakan kecelakaan melibatkan satu unit
taksi listrik
bernomor polisi B-1455-SWH yang dikemudikan SH (25) serta satu kendaraan lain masih dalam penyelidikan.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya
Raden Saleh
, Karang Tengah. Kendaraan yang terlibat adalah taksi listrik dan kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya,” ujar Lasono dalam keterangan tertulis yang diterima
Kompas.com
, Sabtu (10/1/2026).
Peristiwa bermula taksi listrik keluar dari area parkir rumah makan hendak berbelok ke kanan menuju arah Kembangan.
Namun saat manuver, bagian depan samping kiri kendaraan ditabrak oleh kendaraan lain yang datang dari arah Ciledug.
“Setelah tertabrak kendaraan tak dikenal, pengemudi taksi listrik mundur ke belakang masuk kembali ke area parkir. Karena kurang hati-hati dan kurang konsentrasi, kendaraan kemudian menabrak tiang lampu penerangan, tembok, serta jendela kaca gerai restoran,” jelas Lasono.
Akibat kejadian itu, bodi depan kiri dan bagian belakang taksi listrik mengalami kerusakan cukup parah.
Selain itu, tiang lampu penerangan jalan, tembok, dan kaca depan rumah makan juga rusak.
Sementara kendaraan lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut langsung melarikan diri dan kini masih dalam pencarian polisi.
Peristiwa ini juga terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah taksi listrik berwarna hijau toska melaju mundur dengan kecepatan cukup tinggi di area parkir rumah makan sebelum akhirnya menghantam pintu masuk bangunan.
Benturan keras membuat kaca pintu restoran pecah dan berserakan hingga ke bagian dalam.
Suasana di dalam rumah makan yang semula tenang berubah panik, dengan pengunjung terlihat terkejut dan berteriak saat mobil merangsek masuk ke area pintu.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta menelusuri identitas kendaraan lain yang terlibat.
Adapun barang bukti yang telah diamankan adalah satu unit taksi listrik beserta STNK dan SIM A atas nama pengemudi.
“Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” kata Lasono.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/06/24/685a6fb8bf3cb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dua Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Ditangkap di Surabaya Megapolitan 10 Januari 2026
Dua Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Ditangkap di Surabaya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Polisi menangkap dua pelaku penusukan terhadap pengendara mobil berinisial RHM (29) di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Kedua pelaku berinisial HW dan TM diringkus di Surabaya setelah berhari-hari berpindah kota untuk menghindari kejaran aparat.
“Berhari-hari jajaran Polsek Mampang terus memburu sampai akhirnya dua pelaku ditangkap di Gapura Surya Surabaya,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol S. Aba Wahid Key, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Wahid menjelaskan, penangkapan berawal dari identitas pelaku yang berhasil dikantongi penyidik.
Para pelaku, kata Wahid, berupaya menghilangkan jejak setelah menyadari rekaman video kejadian
penusukan
beredar luas di media sosial.
Dalam pelariannya, para pelaku berpindah-pindah wilayah, mulai dari Depok, Tangerang, Jakarta, hingga Surabaya.
Polisi juga mengendus rencana keduanya untuk melarikan diri ke wilayah Indonesia timur melalui jalur laut.
“Polsek Mampang dibantu jajaran Polres Kp3 Tanjung Perak Surabaya meringkus dua pelaku HW dan TM yang akan kabur ke wilayah timur Indonesia,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara mobil berinisial RHM (29) menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut dipicu senggolan kendaraan di jalan yang berujung pada cekcok.
“Ya, dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” ujar Kompol S. Aba Wahid Key, kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
Setelah kedua kendaraan berhenti, korban bersama rekannya sempat terlibat adu mulut dengan pelaku yang berboncengan tiga orang dan diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Korban sempat berupaya menyelesaikan masalah secara damai, namun pelaku justru mengeluarkan pisau dan menusuk korban di bagian perut.
Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Mampang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati karena luka yang dialami cukup parah.
Namun, setelah lima hari dirawat, RHM dinyatakan meninggal dunia pada Senin (5/1/2026) malam.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f7d7ac0f9a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari Megapolitan 10 Januari 2026
Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dapat diselesaikan dalam waktu lima hari ke depan.
Untuk mempercepat proses tersebut, DLH mengerahkan 25 unit perbantuan guna menangani akumulasi
sampah
yang menumpuk.
“Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan,” ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, dalam keterangan, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan,
penanganan sampah
di
Pasar Induk Kramat Jati
sebenarnya dilakukan setiap hari.
Namun, pada periode tertentu seperti musim buah, volume sampah melonjak dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
“Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” lanjut dia.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua kali pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan tumpukan sampah.
Dalam kegiatan perbantuan ini, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.
Penanganan sampah didukung 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.
Julius menegaskan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 dan Pergub Nomor 102 Tahun 2021, kawasan komersial termasuk pasar wajib mengelola sampah secara mandiri.
“Kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Sebelumnya, gunung sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh
DLH DKI Jakarta
.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.
Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.
Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi.
Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan.
Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/10/6962226840b1d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/69621c87dd6ab.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/10/20/68f5c1ddb89cd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)