Prabowo: Politik di Indonesia Pengorbanan, Ingin Mengabdi Selalu Dicari Kesalahannya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Presiden Prabowo Subianto mengatakan, masuk dunia politik di Indonesia merupakan sebuah pengorbanan. Sebab, tak sedikit politikus yang kerap dicari-cari kesalahan dan kejelekannya.
Hal ini disampaikan
Prabowo
saat melihat menterinya yang juga seorang ketua umum partai, masih mau berkutat dengan dinamika politik di tanah air. Menurut Prabowo, orang-orang yang masuk ke dunia politik adalah aneh.
“Orang-orang yang masuk ke politik ini saya juga merasa aneh juga, saudara (Zulkifli Hasan) masih mau masuk politik. Politik di Indonesia ini
pengorbanan
. Ingin mengabdi Ingin berbuat baik selalu dikuyu-kuyu, selalu dicari-cari kesalahan dan kejelekannya,” kata Prabowo saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Namun, Prabowo memaklumi. Dia meyakini, seseorang yang makin tinggi derajatnya akan mengalami berbagai rintangan.
“Tapi tidak apa-apa, saya selalu katakan semakin naik ke puncak, semakin diterpa angin yang kencang. Mereka yang kuat yang akan sampai ke atas,” beber dia.
Oleh karenanya, ia meminta jajaran kepala daerah, bupati, wali kota, hingga Direktur Utama (Dirut) BUMN tidak gentar.
Ia meminta mereka tidak ragu-ragu untuk tetap berjuang untuk masyarakat.
“Kehormatan berjuang untuk rakyat, kehormatan. Kita semua akan dipanggil yang maha kuasa, itu kepastian, saudara-saudara. Dan selalu saya katakan kalau gajah meninggal dia tinggalkan gading. Harimau meninggal dia tinggalkan belang. Manusia pada saat kita dipanggil, yang kita tinggalkan hanya nama. Nama,
nama baik
,” tandas Prabowo.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2026/01/07/695e1ab7c9498.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Usai Sidang Botok Cs, Mobil Tahanan Kejari Pati Tabrak Ibu-ibu, Korban Ditinggal Kabur Regional 7 Januari 2026
Usai Sidang Botok Cs, Mobil Tahanan Kejari Pati Tabrak Ibu-ibu, Korban Ditinggal Kabur
Tim Redaksi
PATI, KOMPAS.com
– Mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati menabrak seorang ibu-ibu pengendara motor di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Pati, Rabu (7/1/2026).
Momen itu terjadi usai dilaksanakan
sidang
kedua terdakwa Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto.
Usai sidang,
mobil tahanan
yang ditumpangi
Botok Cs
serta tahanan lain tersebut menabrak sepeda motor milik
ibu-ibu
.
Namun, mobil tahanan langsung pergi begitu saja tanpa melihat kondisi orang yang ditabrak.
Pihak Kejari
Pati
menyebut, mobil memang harus bergerak cepat karena membawa para tahanan. Kejaksaan juga memastikan akan menanggung biaya pengobatan korban.
Peristiwa itu terjadi di lampu merah tepat di depan Kantor
PN Pati
.
Akibatnya, ibu-ibu tersebut harus dilarikan ke
Rumah Sakit
Keluarga Sehat (KSH).
Menurut saksi mata, Tono, ibu-ibu yang naik motor berada di samping mobil tahanan ketika putar balik, sehingga tabrakan tak bisa dihindari.
“Mobil langsung menabrak motor, tapi begitu saja pergi tanpa melihat kondisi korban,” kata dia saat diwawancara oleh wartawan.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit KSH untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, polisi yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan awal.
Kasi Intel Kejari Pati, Rendra Yoki Pardede, mengakui insiden tersebut.
Ia menjelaskan, bahwa mobil tahanan harus bergerak cepat sesuai prosedur karena membawa tahanan lain.
“Ini saya sudah cek sama anggota di lapangan. Ibu-ibu sudah dibawa ke KSH, dan semua biaya perawatan ditanggung Kejari Pati. Kami juga sudah menghubungi keluarga korban,” ujarnya.
Pardede menegaskan bahwa anggota Kejari sudah ada di lokasi untuk menolong korban, dan pihaknya bertanggung jawab penuh.
“Sudah ada anggota yang menolong dan korban langsung dibawa ke KSH,” katanya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/20/68f5edb28d14a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sederet Kontroversi Yai Mim, Sempat Viral Berguling-guling hingga Ditetapkan Tersangka Surabaya 7 Januari 2026
Sederet Kontroversi Yai Mim, Sempat Viral Berguling-guling hingga Ditetapkan Tersangka
Tim Redaksi
MALANG, KOMPAS.com
– Nama Imam Muslimin alias Yai Mim, mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kembali mencuat di media sosial setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi terhadap tetangganya, Nurul Sahara.
Perseteruan antar tetangga ini terjadi di kawasan Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota
Malang
.
Konflik bermula dari persoalan lahan parkir kendaraan usaha rental milik Sahara yang berada tepat di depan rumah
Yai Mim
.
Keduanya diketahui tinggal berdempetan. Yai Mim mengaku merasa terganggu karena parkiran kendaraan tersebut dinilai menyulitkan akses keluar-masuk rumahnya.
Dia juga menyebut, telah menghibahkan sebagian tanah miliknya untuk dijadikan fasilitas umum (fasum) berupa jalan yang kini digunakan warga sekitar.
Perselisihan tersebut kemudian diunggah ke media sosial oleh akun TikTok @sahara_vibesssss dan menjadi viral.
Dalam video yang beredar, Yai Mim terlihat berguling-guling di tanah di depan rumahnya. Dia mengakui aksi tersebut sebagai bentuk “drama” yang sengaja dilakukan untuk memancing reaksi dari Sahara.
Usai video tersebut viral, Yai Mim dipanggil pihak UIN Malang serta Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) untuk dimintai klarifikasi.
Pada pertengahan September 2025, Yai Mim resmi diberhentikan sebagai dosen, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, pemerintah kelurahan setempat sempat memfasilitasi proses mediasi antara Sahara dan Yai Mim.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran Yai Mim disebut tidak pernah hadir dalam proses mediasi di kantor kelurahan.
Konflik kian memanas. Yai Mim dinilai kerap membuat keresahan di lingkungan Kavling Depag III Atas hingga akhirnya menerima surat pengusiran dari ketua RT setempat.
Surat tersebut memuat lima poin alasan pengusiran, termasuk dugaan pelanggaran norma kesopanan dan adat istiadat lingkungan.
Perseteruan kemudian merambah ke jalur hukum. Pada akhir September 2025, Sahara kemudian disusul dengan Yai Mim saling melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polresta Malang Kota.
Tak berhenti di situ, pada 7 Oktober 2025, Yai Mim kembali melayangkan laporan terkait dugaan penistaan agama dan persekusi yang diduga dilakukan oleh warga Perumahan Kavling Depag III Atas.
Dalam laporan tersebut, sedikitnya 15 warga, termasuk suami Sahara, Sofwan, turut dilaporkan atas dugaan persekusi.
Selain itu, Yai Mim juga melaporkan dugaan penistaan agama terkait pembakaran alat shalat milik istrinya, Rosyida Vignesvari.
Saat itu, dia mengeklaim mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. Selain sajadah yang diduga dibakar, sejumlah barang berharga seperti jam tangan bermerek dan sepatu Louis Vuitton juga disebut hilang.
Laporan tersebut kemudian dibalas oleh Sahara. Pada 23 Oktober 2025, dia melaporkan Yai Mim ke Polresta Malang Kota atas dugaan pelecehan seksual dan pornografi.
Sahara mengeklaim bahwa dia mengalami pelecehan verbal yang dilakukan berulang kali. Meski tidak dilakukan secara langsung, tindakan tersebut disebut berdampak serius terhadap kondisi psikologisnya.
Kasus ini kemudian didalami oleh Polresta Malang Kota dengan memeriksa setidaknya sembilan orang saksi.
Selain keterangan saksi, hasil pemeriksaan psikologis terhadap Sahara turut disertakan guna memperkuat dugaan tindak pidana yang dilaporkan.
Perkara dugaan pornografi tersebut naik ke tahap penyidikan pada 13 November 2025. Proses hukum terus berjalan hingga penyidik Polresta Malang Kota melakukan gelar perkara pada 7 Januari 2026.
Dalam gelar perkara tersebut, penyidik resmi menetapkan Imam Muslimin alias Yai Mim sebagai tersangka atas laporan dugaan pornografi yang dilayangkan oleh Nurul Sahara.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2022/10/27/635a56457bb35.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia Yogyakarta 7 Januari 2026
Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Penyakit Leptospirosis masih menjadi ancaman kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dinas Kesehatan DIY
mencatat ratusan kasus terjadi dari Januari hingga November 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, menyatakan total
kasus Leptospirosis
dari Januari hingga November 2025 mencapai 453.
Kabupaten Bantul mencatat kasus terbanyak dengan 227 kasus, disusul Kabupaten Sleman (118 kasus), Kabupaten Kulon Progo (49 kasus), Kota Yogyakarta (32 kasus), dan Kabupaten Gunungkidul (27 kasus).
“Di empat kabupaten atau kota dominannya di persawahan, karena air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira itu dia melewati aliran air, salah satunya sampai persawahan,” ujar Ari, Rabu (7/1/2026).
Dari ratusan kasus tersebut, 38 di antaranya meninggal dunia.
Rincian kasus meninggal dunia adalah Kabupaten Bantul (12 kasus), Kabupaten Sleman (11 kasus), Kota Yogyakarta (8 kasus), Kulon Progo (6 kasus), dan Gunungkidul (1 kasus).
Ari menambahkan bahwa Leptospirosis termasuk penyakit yang harus terus diwaspadai.
Pada 2025, Surat Edaran Gubernur DIY telah diterbitkan untuk meminta seluruh sektor, tidak hanya kesehatan, agar waspada terhadap Leptospirosis.
“Karena leptospirosis itu kan penyakit demam, sementara demam itu diagnosisnya bisa macam-macam, bisa demam berdarah, bisa leptospirosis, bisa penyakit lain,” jelasnya.
Tinggi kasus di Kabupaten Bantul disebabkan oleh banyaknya area persawahan yang meningkatkan risiko penularan.
“Petani berisiko terinfeksi leptospirosis. Kasusnya itu masih terus ada,” kata Ari.
Menurut Ari, pola penularan di Kota Yogyakarta berbeda, di mana penularan banyak terjadi karena timbunan sampah dan perubahan iklim.
“Jadi terkait sanitasi lingkungan, persampahan, untuk perubahan iklim, banjir walaupun kecil, sisa-sisa genangan, itu bisa berpengaruh,” katanya.
Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya mencegah penyebaran Leptospirosis melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan perbaikan RTLH sebagai langkah penting untuk menjamin kesehatan masyarakat.
“Tempat tinggal dan lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan aman untuk tinggal, serta mengurangi risiko penyebaran penyakit,” ungkap Hasto pada Senin (4/8/2025).
Perbaikan RTLH juga bertujuan mengurangi risiko penularan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/07/695e18368daf9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wabah Superflu H3N2 di Indonesia Meningkat, Pakar Mikrobiologi Unair Sebut Pentingnya Vaksinasi dan Diagnosis Cepat Surabaya 7 Januari 2026
Wabah Superflu H3N2 di Indonesia Meningkat, Pakar Mikrobiologi Unair Sebut Pentingnya Vaksinasi dan Diagnosis Cepat
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Ancaman virus influenza di Indonesia kini memasuki babak baru dengan munculnya varian H3N2 Subclade K atau yang populer disebut sebagai “Superflu”.
Menurut Pakar Imunologi dari Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dr Agung Dwi Wahyu Widodo dr MSi mengatakan varian H3N2 yang kini tengah menjadi sorotan merupakan bagian dari virus Influenza tipe A.
Ia menjelaskan bahwa Influenza A memiliki variasi antigenik yang tinggi karena adanya protein permukaan Hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA).
Fenomena Superflu terjadi akibat antigenic drift atau mutasi genetik yang membuat virus terus berevolusi.
“Virus influenza, khususnya tipe A, sangat dinamis. Kemampuannya melakukan reassortment atau penyusunan ulang genetik inilah yang memicu munculnya varian-varian baru yang berpotensi menimbulkan gejala lebih berat bagi individu yang tidak memiliki kekebalan,” paparnya, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data terkini menunjukkan bahwa varian H3N2 Subclade K telah terdeteksi di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.
Meski gejalanya serupa dengan flu biasa seperti demam, batuk, dan nyeri otot, mutasi pada varian ini meningkatkan kekhawatiran akan risiko komplikasi seperti pneumonia bagi kelompok rentan.
Dalam menghadapi lonjakan kasus influenza, ia menekankan vitalnya peran laboratorium mikrobiologi klinik dalam melakukan diagnosis yang akurat.
Ia menyebut bahwa metode Real-Time PCR (RT-PCR) tetap menjadi standar emas (gold standard) untuk membedakan influenza dengan virus pernapasan lainnya seperti SARS-CoV-2 atau RSV.
“Diagnosis cepat bukan sekadar untuk menentukan obat, tetapi juga untuk surveilans strain. Kita perlu memantau apakah virus yang beredar telah mengalami resistensi terhadap antiviral yang ada saat ini,” ujarnya.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah pentingnya vaksinasi influenza tahunan.
Ia menerangkan vaksinasi adalah cara paling efektif untuk menekan risiko keparahan akibat Superflu.
Mengingat sifat virus yang terus bermutasi (antigenic drift), pembaruan vaksin secara rutin sangat diperlukan agar kekebalan tubuh tetap relevan dengan strain yang sedang bersirkulasi di masyarakat.
“Vaksinasi dan proteksi pribadi adalah kunci utama. Jika individu terlindungi, maka risiko penularan secara komunitas juga akan ikut menurun,” tuturnya.
Selain vaksinasi, penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak tetap menjadi garda terdepan pencegahan.
Dari sisi pengobatan, pemberian antiviral seperti Oseltamivir masih dinilai efektif jika diberikan dalam waktu kurang dari 48 jam sejak gejala pertama muncul.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala flu, terutama di tengah musim hujan dan munculnya varian baru.
“Kesadaran akan diagnosis dini dan kelengkapan vaksinasi diharapkan dapat mencegah terjadinya wabah yang lebih luas di Indonesia,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/07/695e1adbdc7fd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Seorang Lansia Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Pematangsiantar Medan 7 Januari 2026
Seorang Lansia Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Pematangsiantar
Tim Redaksi
PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com
– Peristiwa kebakaran rumah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menewaskan seorang wanita lansia inisial FS (73).
Saat insiden itu, korban sedang terbaring di tempat tidur dan tidak dapat menyelamatkan diri.
Insiden
kebakaran rumah
ini terjadi di Jalan Pargaulan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Selasa (6/1/2026) malam sekitar pukul 19.15 WIB.
Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar Parulian Simalango mengatakan, objek yang terbakar yakni rumah permanen seluas 5×30 meter.
“Saat personel Damkar turun, api telah dipadamkan oleh warga setempat. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik,” kata Parulian saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Menurut warga di lokasi, kebakaran diketahui saat kepulan asap keluar dari bagian dapur rumah, namun api tidak sempat membesar. Saat insiden itu, korban terbaring di atas tempat tidur karena kondisinya sedang sakit.
Saat api menyambar tempat tidur korban, diduga ia tidak dapat menyelamatkan diri. Sementara itu anggota keluarga korban sedang berada di luar rumah.
“Korban selama ini mengidap stroke, kemungkinan tidak dapat menyelamatkan diri,” ucap seorang warga saat ditemui di lokasi.
Warga semula tak menyadari ada kebakaran. Setelah terlihat asap, warga langsung berinisiatif membantu memadamkan api. Korban ditemukan di tempat tidur di dapur dalam kondisi terbakar.
Pasca-insiden itu, jasad korban dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Sementara pihak kepolisian turun untuk mengecek lokasi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/07/695e00e49d945.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Parkir Berlangganan Pelat M di Bangkalan, Gratis Parkir Asal Bayar Pajak Kendaraan Surabaya 7 Januari 2026
Parkir Berlangganan Pelat M di Bangkalan, Gratis Parkir Asal Bayar Pajak Kendaraan
Tim Redaksi
BANGKALAN, KOMPAS.com
– Parkir liar di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini ditertibkan. Pemerintah setempat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan kembali menertibkan parkir berlangganan.
Kepala Dishub
Bangkalan
, Moh Faisol Hasan mengatakan, penerapan
parkir berlangganan
ini dilakukan agar seluruh parkir tepi jalan bisa dikelola dengan baik.
Mekanisme yang digunakan yakni pemilik motor dengan
pelat M
khusus Bangkalan wajib membayar pajak kendaraan bermotor.
“Ketika masyarakat Bangkalan bayar pajak kendaraan maka secara otomatis terdaftar sebagai peserta parkir berlangganan,” ujar Faisol, Rabu (7/1/2025).
Faisol mengatakan, parkir berlangganan itu berlaku hanya untuk parkir di jalan protokol, bahu jalan atau tepi jalan umum.
Selain parkir berlangganan itu, jenis parkir lainnya tetap berbayar. Seperti parkir khusus di lahan pemerintah, parkir di lahan pribadi atau swasta, serta parkir di kegiatan insidentil seperti
car free day
(CFD) atau kegiatan lainnya.
Faisol juga meminta agar masyarakat bisa tegas jika diminta bayar parkir saat sedang memarkirkan kendaraan di area parkir berlangganan.
“Jika masih di pungut jangan mau. Beri tahu juru parkir bahwa Anda warga Bangkalan dan sudah bayar pajak kendaraan yang secara otomatis parkir tepi jalannya sudah masuk parkir berlangganan,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan juga telah memberikan honor bagi juru parkir yang bekerja di area parkir berlangganan.
Namun, menurut Faisol, besaran honornya beragam tergantung pada luas wilayah dan tingkat keramaian kunjungan.
Honor yang diberikan berkisar Rp 750.000, Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000 per bulan.
“Untuk honornya beragam ya tergantung areanya. Ada tiga area. Kalau yang paling padat itu ya sekitar Rp 1,5 juta itu,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/07/695e070ce35a8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/07/695e28369251d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/07/695e21f275dec.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/07/695e0460a747e.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)