Menhan Dukung Siswa SMA Bela Negara yang Ingin Jadi Pilot Pesawat Tempur
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) dan mendukung peserta yang berminat menjadi penerbang pesawat tempur.
KKRI adalah wadah pembinaan karakter bentukan TNI bagi siswa SMA sederajat untuk program bela negara.
Berdasarkan siaran pers resmi Kementerian Pertahanan, Kamis (8/1/2026), pembekalan dilakukan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026)
Sjafrie menjelaskan, pembekalan ini merupakan bagian dari pembinaan generasi muda
calon pemimpin bangsa
yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air.
“Anak-anak muda dari berbagai penjuru Tanah Air sebagai harapan bangsa dan calon pemimpin masa depan yang kelak menjaga kedaulatan dan kehormatan Indonesia,” kata Sjafrie dalam siaran pers yang diterima
Kompas.com
.
Mantan Panglima Kodam Jaya era 1997-1998 tersebut menekankan bahwa para kadet perlu menggantungkan cita-cita setinggi mungkin dan dikejar dengan disiplin, niat, dan kerja keras.
“Disiplin merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi unggul. Karena tanpa disiplin, potensi dan cita-cita tidak akan tercapai secara optimal,” jelas dia.
Oleh karena itu, Sjafrie meminta para kadet untuk membangun kemandirian, berdiri tegak, dan berjalan dengan keyakinan dalam mengabdi.
Dalam kesempatan ini, Sjafrie memberikan perhatian terhadap minat sebagian para kadet KKRI yang ingin menjadi penerbang TNI Angkatan Udara.
Menanggapi hal tersebut, Sjafrie menegaskan bahwa negara akan membuka akses dan menyiapkan sistem pembinaan yang terarah, termasuk opsi pendidikan terpusat dan percepatan akademik, sepanjang didukung minat, kemampuan, serta persetujuan orang tua.
“Negara akan hadir memfasilitasi proses pendidikan tersebut sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia pertahanan,” tegas dia
Di akhir pembekalan, Sjafrie mengaku bangga dengan semangat, tekad, dan keberanian para kadet yang mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
“Masa muda adalah waktu waktu untuk mempersiapkan diri karena Bangsa Indonesia menunggu pengabdian kalian,” jelasnya.
Pembekalan ini diikuti oleh 58 kadet KKRI, terdiri atas 51 kadet putra dan 7 kadet putri, yang berasal dari berbagai sekolah dan daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Maluku, Papua, dan Lampung.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/24/694bda1007704.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Taat Bayar Pajak, Pengguna Kendaraan di Kalteng Bisa Dapat Doorprize Sepeda Motor, Bagaimana Ketentuannya? Regional 8 Januari 2026
Taat Bayar Pajak, Pengguna Kendaraan di Kalteng Bisa Dapat Doorprize Sepeda Motor, Bagaimana Ketentuannya?
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com –
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memberikan apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat membayar pajak melalui program doorprize berupa sepeda motor baru.
Program ini ditujukan bagi wajib pajak yang konsisten memenuhi kewajibannya selama bertahun-tahun tanpa keterlambatan.
Pengundian hadiah doorprize tersebut digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Kantor
Bapenda Kalteng
, Rabu (7/1/2026).
Kepala Bapenda Kalteng Anang Dirjo menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria bagi wajib pajak yang berkesempatan memenangkan
hadiah sepeda motor
.
“Data wajib pajak calon penerima doorprize didapatkan berdasarkan server wajib pajak kendaraan yang ada di Kantor Bapenda Kalteng. Total ada 15 unit sepeda motor untuk wajib pajak calon penerima doorprize yang beruntung,” beber Anang dalam paparannya.
Ia menyebutkan, syarat utama penerima doorprize adalah pengguna kendaraan yang taat membayar pajak kendaraan bermotor sejak pembelian hingga Desember 2025 selama 10 tahun berturut-turut tanpa keterlambatan.
Anang menjelaskan, hadiah sepeda motor tersebut akan dibagikan kepada wajib pajak dari 13 kabupaten dan satu kota di wilayah Kalteng, dengan total peserta undian sebanyak 569 wajib pajak.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang undian doorprize, terima kasih karena telah taat membayarkan pajak kendaraan bermotor anda sekalian. Semoga bentuk apresiasi kami dapat memotivasi wajib pajak lainnya agar selalu membayarkan pajak kendaraannya tepat waktu,” tutur Anang Dirjo.
Menurut Anang, program pemberian doorprize ini merupakan agenda tahunan Bapenda Kalteng sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang patuh pajak.
“Wajib pajak diharapkan membayarkan pajak kendaraan tepat waktu guna keberlangsungan infrastruktur dan peningkatan kualitas pembangunan di Kalteng,” imbuh dia.
Pengundian hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Bapenda Kalteng bersama mitra kerja terkait, serta disaksikan seluruh Kepala UPT Samsat se-Kalimantan Tengah.
“Administrasi pengambilan hadiah akan diserahkan kepada masing-masing UPT Samsat di wilayah kabupaten/kota penerima hadiah,” tutur Anang.
Di sisi lain, Anang Dirjo mengungkapkan bahwa kepatuhan pajak kendaraan di Kalteng masih menjadi tantangan besar. Dari sekitar 1,8 juta unit kendaraan terdaftar, sebanyak 61 persen di antaranya masih menunggak pajak.
“Maka dari itu, lebih dari separuh kendaraan di Kalteng saat ini dalam kondisi menunggak. Ini menjadi tantangan serius bagi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Anang Dirjo, Kamis (5/6/2025).
Ia menyebutkan, jika dihitung bersama denda, total nilai tunggakan pajak kendaraan tersebut telah mencapai lebih dari Rp 1,8 triliun.
“Angka tersebut menunjukkan potensi pendapatan besar yang belum tergarap secara optimal oleh pemerintah daerah,” tutur Anang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bapenda Kalteng menggulirkan program
Pemutihan Pajak Kendaraan
Bermotor sebagai upaya mendorong kepatuhan masyarakat.
“Dari program ini, kami berharap dapat memberikan penghapusan denda keterlambatan dan keringanan lainnya bagi masyarakat yang ingin melunasi tunggakan pajaknya,” tutur Anang.
Ia optimistis, kebijakan pemutihan pajak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
“Jika minimal 30 persen dari kendaraan yang menunggak itu kembali aktif membayar pajak, maka diperkirakan daerah bisa memperoleh tambahan penerimaan sekitar Rp 149 miliar,” ungkapnya.
Selain berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, Anang menilai pemutihan pajak juga penting untuk memperbaiki basis data kendaraan bermotor.
“Validitas data ini penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan fiskal maupun teknis di lapangan. Selain itu, kepatuhan pajak yang meningkat juga akan berdampak pada penurunan biaya operasional petugas dalam melakukan penagihan maupun razia,” tandas Anang.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/30/6953ae380a633.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z Nasional
Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memotret suara responden, hasilnya pemilih Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan dan warga lintas generasi kompak menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD.
Dilansir
ANTARA
, Rabu (7/1/2026),
LSI Denny JA
menanyai langsung 1.200 responden secara acak berjenjang (multistage random sampling) mengenai wacana
pilkada via DPRD
.
Survei soal isu yang terus ada sejak tahun lalu itu digelar pada 19 dan 20 Oktober 2025. Margin of error survei itu 2,9 persen.
Mayoritas responden menolak wacana itu, tak peduli siapapun yang mereka pilih di Pilpres 2024 silam. Baik pemilih Prabowo, Anies, maupun Ganjar Pranowo, semuanya menolak wacana pilkada lewat DPRD.
Warga lintas generasi, baik itu generasi Baby Boomer atau Boomers yang lahir di era Bung Karno sampai Generasi Z, semuanya emoh bila kepala daerah dipilih oleh anggota dewan di daerah masing-masing.
Dari 1.200 responden yang ditemui secara tatap muka dan diberi kuesioner survei LSI Denny JA, sebanyak 66,1 persen menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali ide pilkada via DPRD.
“Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, Rabu (7/1/2025), dikutip dari ANTARA.
Hanya 28,6 persen responden yang setuju atau sangat setuju dengan ide
pilkada tak langsung
.
Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga datang dari lintas gender, baik laki-laki maupun perempuan, di desa maupun kota.
Di samping itu, penolakan juga datang dari kalangan “wong cilik”, yakni masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.
Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana pilkada via DPRD dibandingkan generasi lainnya.
Ardian Sopa mengatakan segmen Gen Z sebanyak 84 persen menolak,
Generasi Milenial yang menolak ide pilkada tak langsung sebanyak 71,4 persen.
Responden dari Generasi X (kelahiran 1965 sampai 1980), 60 persen dari mereka menolak ide itu.
63 Persen responden dari generasi paling tua yakni Baby Boomer, juga menyatakan penolakannya terhadap wacana itu.
“Secara sistemik tidak hanya di sebuah generasi saja penolakan ini berlangsung, tapi di semua generasi yang ada, mayoritas menolak Pilkada DPRD,” kata Ardian.
Ardian Sopa mengatakan bahwa 67,1 persen responden pemilih Prabowo Subianto menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali, terhadap pertanyaan “apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana pilkada tidak langsung (dipilih oleh DPRD)?”
Ada 29,9 persen dari pemilih Prabowo setuju pilkada tak langsung, dan 3 persen tidak tahu.
Ardian menyebutkan, mayoritas pemilih calon presiden lain pada Pilpres 2024 juga menolak wacana pilkada via DPRD.
Survei menunjukkan, 60,9 persen pemilih Anies Baswedan menolak pilkada tidak langsung, sedangkan 77,5 persen pemilih Ganjar Pranowo punya sikap serupa.
“Siapapun pilihan capresnya, mayoritas menolak Pilkada lewat DPRD,” kata Ardian.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/07/695e416d4cbed.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
1 Ayah Prada Lucky Ditahan, Kuasa Hukum: Saya Tidak Diizinkan Masuk untuk Dampingi Regional
Ayah Prada Lucky Ditahan, Kuasa Hukum: Saya Tidak Diizinkan Masuk untuk Dampingi
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ayah mendiang Prada Lucky Namo, Pelda Christian Namo, ditahan Polisi Militer Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/1/2026) petang.
“Betul, ditahan di Denpom kemarin sore sekitar pukul 16.40 Wita,” kata kuasa hukum Pelda Christian Namo, Cosmas Jo Oko, kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Cosmas menjelaskan, setelah sempat menolak dijemput di Pelabuhan Tenau Kupang oleh sejumlah personel TNI Angkatan Darat, Pelda Christian akhirnya mengalah.
Cosmas juga ikut bersama Christian ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang.
“Saya juga ikut ke Denpom maksudnya biar jangan ribut dan mengganggu situasi dan kondisi penumpang pelabuhan,” kata dia.
Namun, ketika tiba di Denpom, Christian malah langsung digiring ke dalam dan langsung ditahan.
Melihat itu, Cosmas lalu meminta klarifikasi alasan Christian ditahan.
Tetapi dari pihak Denpom tidak memberikan jawaban.
“Sebagai kuasa hukum, kami tidak diizinkan masuk dan kami belum tahu situasi terkini. Kami juga belum tahu ditahan atas dasar tindak pidana apa. Yang jelas ini upaya menjegal agar klien kami besok tanggal 9 Januari 2026, tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang,”ungkap Cosmas.
Cosmas menyebut, sidang di pengadilan itu terkait gugatan Christian terhadap Dandim Rote Ndao, Danrem Kupang, KSAD hingga Panglima TNI, terkait pencemaran nama baik terhadap Chrisian.
Cosmas pun menilai penahanan ini adalah bukti rendahnya moralitas Danrem Kupang dan Dandim Rote Ndao.
Saat ini kata dia, kliennya sedang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan masih berproses.
“Penahanan yang dilakukan menjelang sidang gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kupang adalah bukti Danrem dan Dandim alergi hukum karena merasa diri militer punya hukum sendiri namun dia lupa ini bukan perkara pidana namun perkara perdata,” tegasnya.
“Ini sangat memalukan Indonesia di mata negara lain. Mungkin mereka juga sakit hati karena upaya untuk melindungi beberapa terdakwa yang membunuh
Prada Lucky
belum berhasil,” tambah Cosmas.
Terkait hal itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, belum memberikan tanggapan, saat dihubungi
Kompas.com
melalui sambungan telepon.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f3123755a3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Sempat Menolak, Ayah Mendiang Prada Lucky Akhirnya Ditahan Polisi Militer Kupang Regional
Sempat Menolak, Ayah Mendiang Prada Lucky Akhirnya Ditahan Polisi Militer Kupang
Tim Redaksi
KUPANG, KOMPAS.com
– Ayah mendiang Prada Lucky Namo, Pelda Christian Namo, ditahan Polisi Militer Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/1/2026) petang.
“Betul, ditahan di Denpom kemarin sore sekitar pukul 16.40 Wita,” kata Kuasa hukum
Pelda Christian Namo
, Cosmas Jo Oko, kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Cosmas menjelaskan, setelah sempat menolak dijemput di Pelabuhan Tenau Kupang oleh sejumlah personel TNI Angkatan Darat, Pelda Christian akhirnya mengalah.
Cosmas juga ikut bersama Christian ke markas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kupang.
“Saya juga ikut ke Denpom maksudnya biar jangan ribut dan mengganggu situasi dan kondisi penumpang pelabuhan,” kata dia.
Namun, ketika tiba di Denpom, Christian malah langsung digiring ke dalam dan langsung ditahan.
Melihat itu, Cosmas lalu meminta klarifikasi alasan Christian ditahan. Tetapi dari pihak Denpom tidak memberikan jawaban.
“Sebagai kuasa hukum, kami tidak diizinkan masuk dan kami belum tahu situasi terkini. Kami juga belum tahu ditahan atas dasar tindak pidana apa.”
“Yang jelas ini upaya menjegal agar klien kami besok tanggal 9 Januari 2026, tidak bisa mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kupang,” ungkap Cosmas.
Cosmas menyebut, sidang di pengadilan itu terkait gugatan Christian terhadap Dandim Rote Ndao, Danrem Kupang, KSAD hingga Panglima TNI, terkait pencemaran nama baik terhadap Christian.
Cosmas pun menilai penahanan ini adalah bukti rendahnya moralitas Danrem Kupang dan Dandim Rote Ndao.
Saat ini, kata dia, kliennya sedang memperjuangkan keadilan bagi anaknya dan masih berproses.
“Penahanan yang dilakukan menjelang sidang gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kupang adalah bukti Danrem dan Dandim alergi hukum karena merasa diri militer punya hukum sendiri namun dia lupa ini bukan perkara pidana namun perkara perdata,” tegasnya.
“Ini sangat memalukan Indonesia di mata negara lain. Mungkin mereka juga sakit hati karena upaya untuk melindungi beberapa terdakwa yang membunuh Prada Lucky belum berhasil,” tambah Cosmas.
Terkait hal itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, belum memberikan tanggapan, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f2cb138e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sempat Macet, Lalin di Flyover Ciputat Kembali Normal Usai Kecelakaan Truk Tronton Megapolitan 8 Januari 2026
Sempat Macet, Lalin di Flyover Ciputat Kembali Normal Usai Kecelakaan Truk Tronton
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Arus lalu lintas di Flyover Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (8/2/2026), kembali normal usai truk tronton mengangkut pipa besi mengalami kecelakaan pada Kamis pagi.
Sebelumnya, kecelakaan truk mengakibatkan kemacetan di Flyover Ciputat arah Jakarta menuju Ciputat.
Pantauan Kompas.com pukul 11.14 WIB, truk sudah dipindahkan ke sisi kiri jalan.
Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa melintas dengan normal.
Sebelumnya, truk kecelakaan menabrak truk lainnya yang berada di depannya yang rem mendadak.
Kaca depan truk pecah dan ban belakang naik ke atas pembatas jalan.
Badan truk sempat melintang dan menutup satu jalur dari Jakarta menuju Ciputat serta membuat kemacetan.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f2cb138e0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Truk Tronton Kecelakaan di Flyover Ciputat, Lalin Arah Jakarta Macet Megapolitan 8 Januari 2026
Truk Tronton Kecelakaan di Flyover Ciputat, Lalin Arah Jakarta Macet
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Sebuah truk tronton mengangkut pipa besi mengalami kecelakaan di Flyover Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (8/2/2026).
Adapun truk menabrak truk lainnya yang berada di depannya yang rem mendadak.
Kaca depan truk pecah dan ban belakang naik ke atas pembatas jalan.
Badan truk sempat melintang dan menutup satu jalur dari Jakarta menuju Ciputat serta membuat kemacetan.
Namun, pantauan Kompas.com pukul 10.59 WIB, truk sudah dipindahkan oleh pihak kepolisian ke sisi kiri jalan dan lalu lintas kembali normal.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/08/695f3928c692d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/05/15/682538de3f1cd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2021/09/11/613c24ab99e7d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/31/6954a94f2810d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)