Author: Kompas.com

  • 30 Rumah di Pangkalpinang Rusak Dihantam Puting Beliung
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 November 2024

    30 Rumah di Pangkalpinang Rusak Dihantam Puting Beliung Regional 3 November 2024

    30 Rumah di Pangkalpinang Rusak Dihantam Puting Beliung
    Tim Redaksi
    PANGKALPINANG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 30 rumah warga di Kota
    Pangkalpinang
    , Kepulauan Bangka Belitung, rusak dihantam angin
    puting beliung
    yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat pada Minggu (3/11/2024).
    Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materil diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
    “Petugas sudah menyalurkan bantuan dan mendata tingkat kerusakan,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, saat melakukan peninjauan lokasi pada Minggu sore.
    Sugito menambahkan, upaya penanganan bencana dilakukan oleh tim gabungan dari kota dan provinsi.
    Jika diperlukan, dapur umum akan dibuka untuk membantu warga terdampak.
    “Kita ambil langkah-langkah konkret, di antaranya koordinasi lintas sektor seperti PLN, BPBD Kota, Dinas Sosial, unsur TNI/Polri, serta warga. Kami juga melakukan evakuasi dan antisipasi masalah listrik,” jelas Sugito.
    Dari data yang ada, dua kelurahan terdampak puting beliung, yaitu Kelurahan Gajah Mada dengan 16 rumah dan Kelurahan Pintu Air dengan 14 rumah.
    Kerusakan yang terjadi umumnya berupa atap rumah yang jebol dan pecahnya jendela kaca.
    Sebanyak 41 terpal ukuran 4×6 meter telah dibagikan dan dipasang di rumah-rumah warga yang terkena dampak.
    Selain itu, puting beliung juga merusak bangunan Masjid Baiturrahman di Kelurahan Pintu Air.
    Di Jalan Elang Raya, Bukit Merapin Pangkalpinang, sebuah pohon tumbang sempat menghambat lalu lintas.
    Namun, dalam waktu dua jam setelah kejadian, petugas segera ke lokasi untuk memotong batang pohon yang menghalangi jalan.
    Saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing sembari membersihkan puing-puing yang berserakan di lantai.
    Total warga yang terdampak mencapai 31 kepala keluarga, yang telah diperingatkan mengenai potensi bencana susulan.
    Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Pangkalpinang dalam peringatan dini cuaca wilayah Bangka Belitung pada pukul 12.45 WIB mengungkapkan, masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
    Daerah yang berpotensi terdampak mencakup Belinyu, Merawang, Mendo Barat, Puding Besar, Tanjung Pandan, Sijuk, Badau, Pangkalan Baru, Sungai Selan, Pangkal Balam, Rangkui, Gerunggang, Gabek, dan Girimaya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Korupsi Bendungan Margatiga, Polda Lampung Kembali Tangkap 1 Pelaku
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 November 2024

    Korupsi Bendungan Margatiga, Polda Lampung Kembali Tangkap 1 Pelaku Regional 3 November 2024

    Korupsi Bendungan Margatiga, Polda Lampung Kembali Tangkap 1 Pelaku
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com

    Polda Lampung
    kembali menangkap satu pelaku dalam pengusutan kasus korupsi besar yang melibatkan proyek nasional Bendungan Margatiga di Lampung Timur.
    Pelaku yang ditangkap berinisial ILH, sebagai bagian dari penyidikan yang lebih luas terkait korupsi pengadaan lahan.
    Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Umi Fadillah, mengonfirmasi penangkapan tersebut.
    “Benar, sudah diamankan anggota Ditreskrimsus atas kasus korupsi proyek pengadaan lahan di Bendungan Margatiga,” kata Umi saat dihubungi pada Minggu (3/11/2024) siang.
    Dengan ditangkapnya ILH, total tersangka dalam kasus korupsi pembebasan lahan bendungan ini menjadi lima orang.
    Kelima tersangka tersebut terdiri dari AR, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Timur periode 2020-2022, yang menjabat ketua pelaksana pengadaan tanah di lokasi pembangunan bendungan. 
    Kemudian AS, mantan Kepala Desa Trimulyo; IN, yang bersama AS berperan sebagai penitip tanam tumbuh di lokasi tersebut; serta OT, anggota satuan tugas (satgas) proyek.
    Umi menjelaskan, kasus korupsi ini melibatkan manipulasi data lahan dan tanam tumbuh sebanyak 292 bidang tanah antara tahun 2020 hingga 2022.

    Kerugian negara
    diperkirakan mencapai Rp 50 miliar,” ungkapnya.
    Selama proses penyidikan, Polda Lampung berhasil menyelamatkan ratusan miliar rupiah uang negara dari potensi korupsi.
    Penyelamatan ini dilakukan setelah hasil audit terhadap proses pembayaran ganti rugi yang dilakukan pemerintah.
    “Penyidikan kasus korupsi ini tidak terkait dengan pembangunan fisik bendungan, melainkan proses pembebasan lahannya,” tegas Umi.
    Pada audit pertama, ditemukan 292 lahan yang telah dibayarkan dan 1.744 bidang yang masih dalam proses pembebasan lahan.
    Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya korupsi di proyek-proyek pemerintah di masa mendatang.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kasus Pemerasan Kades di Lampung, Oknum LSM dan Wartawan Ditangkap 
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 November 2024

    Kasus Pemerasan Kades di Lampung, Oknum LSM dan Wartawan Ditangkap Regional 3 November 2024

    Kasus Pemerasan Kades di Lampung, Oknum LSM dan Wartawan Ditangkap
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap anggota
    LSM
    dan seorang
    wartawan
    yang diduga memeras kepala desa (kades) dengan modus pengancaman melalui berita.
    Kapolres Pringsewu, AKBP Yunus Saputra, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku telah ditahan.
    Pelaku yang ditangkap adalah AB, seorang oknum anggota LSM, dan DN, seorang wartawan media daring.
    “Korban diperas mulai dari belasan hingga puluhan juta. Modusnya mengancam akan menyebarkan berita yang membuat korban ketakutan,” ungkap Yunus saat dihubungi pada Minggu (3/11/2024) sore.
    Yunus menjelaskan, korban pemerasan berasal dari berbagai profesi. Namun mayoritas, kepala instansi, termasuk kepala pekon (desa), kepala puskesmas, dan kepala sekolah.
    Kasus pemerasan ini terungkap setelah Kapolres melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah pekon dan kecamatan di Pringsewu pada September hingga Oktober 2024.
    Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menerima aduan mengenai pemerasan yang sering dilakukan seorang oknum anggota LSM.
    Dari informasi yang diperoleh, pemerasan juga melibatkan seorang oknum wartawan.
    “Modusnya serupa, baik itu LSM maupun oknum wartawan itu,” tambahnya.
    Berdasarkan aduan masyarakat, kepolisian melakukan pemantauan dan berhasil menangkap AB saat ia menerima uang sebesar Rp 16 juta di salah satu pekon di Kecamatan Adiluwih.
    Dari hasil pengembangan penyidikan, DN ditangkap di lokasi berbeda pada akhir pekan lalu.
    Yunus menjelaskan, DN dijerat Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sementara AB dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.
    “Ancaman hukumannya hingga 7 tahun penjara,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Timses Nina Agustina Duga Keributan di Sukra Indramayu Hasil Rekayasa
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        3 November 2024

    Timses Nina Agustina Duga Keributan di Sukra Indramayu Hasil Rekayasa Bandung 3 November 2024

    Timses Nina Agustina Duga Keributan di Sukra Indramayu Hasil Rekayasa
    Editor
    KOMPAS.com
    – Tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Indramayu nomor urut 3,
    Nina Agustina
    -Tobroni, menduga adanya upaya provokasi dan rekayasa terhadap pihaknya.
    Dugaan ini muncul usai keributan antara Nina Agustina dengan sekelompok warga di Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat (1/11/2024).
    “Kami menduga ini adalah rekayasa, kami sudah kantongi bukti-bukti kuat,” kata Sekretaris DPC PDI-P Indramayu, Ali Sahali, Minggu (3/11/2024), dikutip dari
    TribunCirebon.com
    .
    Sahali mengatakan, pihaknya telah mengantongi bukti berupa video yang memperlihatkan adanya pihak yang meminta sekelompok warga mengacungkan dua jari ketika Nina Agustina kampanye di wilayah tersebut.
    Kelompok warga itu diminta berdiri berjajar sembari mengacungkan dua jari. Kemudian, lanjut Sahali, mereka kembali diminta bersiap saat rombongan Nina Agustina hendak melewati daerah tersebut.
    Dugaan semakin kuat, dia menambahkan, lantaran kejadian ini bukan yang pertama melainkan telah empat kali terjadi.
    “Kami juga menganalisis video viral lainnya, soal mobil Nina yang berhenti itu seperti dikondisikan, ini terlihat dari kondisi kamera yang statis tanpa shacking, angle dan frame yang pas, orang-orang yang siap menerima aba-aba,” ujar Sahali.
    “Lalu (sekelompok orang itu) tahu jalan itu bakal dilewati oleh tim Paslon 3. Jadi memang ini bukan spontanitas tapi dirancang,” ujar Sahali.
    Calon Bupati Indramayu nomor urut 3
    , Nina Agustina, menceritakan kronologi keributan yang melibatkannya dengan sekelompok warga seperti yang terekam dalam video yang viral di media sosial.
    Nina menyampaikan, saat itu dia hendak menjalankan Salat Asar sebelum tiba di lokasi kampanye. Akan tetapi, ketika melintasi Desa Tegaltaman, terdapat sejumlah sepeda motor berjajar dengan pengendara berseragam Paslon nomor urut 2.
    Sekelompok warga itu lantas meneriakkan angka dua, bahkan sebagian hingga hampir ke tengah jalan.
    Padahal, menurut Nina, saat itu tidak ada kegiatan kampanye Paslon nomor urut 2 di wilayah tersebut.
    Merasa diadang, Nina pun menghentikan laju mobilnya untuk mencari tahu maksud tindakan sekelompok orang itu.
    Selain itu, Nina pun ingin mengingatkan kepada para warga tersebut bahwa dia kini masih berstatus sebagai Bupati Indramayu.
    “Saya tidak mau kalau di situ terjadi apa-apa, saya tidak mau masyarakat terprovokasi, dan yang paling mengerikan buat saya adalah jika mereka dua dua (menunjukan jari 2) begitu, menabrakan diri ke mobil saya, saya bisa didiskualifikasi dan bisa diperiksa,” ucap Nina.
    Karena khawatir terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, Nina lantas menelepon Kapolres Indramayu, Dandim 0616/Indramayu, dan Bawaslu Indramayu.
    Dia juga mengajak pihak-pihak, khususnya Paslon nomor urut 2, yang merasa memiliki masalah dengannya untuk menyelesaikannya secara baik.
    “Jika Anda (Paslon nomor urut 2) punya masalah pribadi, ayo sama-sama selesaikan dan bertemu dengan saya, jangan menghancurkan Indramayu yang sedang membangun, jangan memprovokasi masyarakat, dan tidak perlu menjelekkan saya,” papar Nina.
    “Ayo kita semuanya mempunyai hati yang baik. Kalau memang bahasanya ini adalah pertempuran, maka bertempurlah dengan cara yang baik. Kasihan masyarakat,” ungkapnya.
    Usai namanya terseret dalam kasus keributan Nina Agustina dengan sekelompok warga,
    Calon Bupati Indramayu nomor urut 2
    , Lucky Hakim, akhirnya angkat bicara.
    Dia menyayangkan namanya dibawa-bawa dalam kasus yang tengah viral itu. Karena itu, dia pun sedang menimbang pengambilan langkah hukum.
    “Tentu kami akan mengedepankan kekeluargaan. Cuma ini seolah-olah membuat “gengnya” Lucky Hakim ini adalah geng preman, gitu,” tutur Lucky Hakim.
    Menurutnya, para pendukung dan simpatisannya hanyalah rakyat kecil. Kalau pun para simpatisannya tergerak melakukan tindakan tersebut, dia menilai, itu berasal dari hati nurani mereka sendiri yang ingin adanya pergantian kepemimpinan di Indramayu.
    “Apakah salah kalau ada orang ingin begini (menunjukkan 2 jari)? Salahnya di mana? Kecuali dia melakukan tindakan yang tidak sopan dalam asas etika, misalnya menunjukkan (dia jari) di depan mukanya,” jelasnya.
    Namun jika masih meyakini bahwa pihaknya yang menggerakkan orang-orang, Lucky mempersilakan untuk membuktikan tuduhan tersebut.
    “Saya hanya anak tukang bengkel sepeda di Kedokan Bunder, saya tuh cucunya tukang es gosrok, kakak saya juga petani yang masih ngoyos di sawah. Saya bukan anaknya jenderal, bukan. Saya orang kecil,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras di Sragen
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        3 November 2024

    Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras di Sragen Yogyakarta 3 November 2024

    Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras di Sragen
    Editor
    KOMPAS.com
    – Sulastri, warga Desa Kadipaten, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tewas tertimpa
    pohon tumbang
    saat melintas di Jalan Raya Tanon-Sumberlawang, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten
    Sragen
    , Jumat (1/11/2024) sore. 
    Pohon besar tersebut tumbang usai hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Saat itu Sulastri dan rekannya, Ma’rufin (38), tengah melaju dengan sepeda motor.
    “Pada saat itu cuaca sangat buruk,
    hujan deras
    disertai angin kencang,” ungkap Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, dilansir dari
    TribunSolo.com

    Ia menambahkan, saat keduanya sampai di depan sebuah rumah warga, pemilik rumah melihat pohon yang mulai miring dan hendak tumbang.
    Sudarmadji menjelaskan, saat cuaca buruk itu Sulastri yang membonceng Ma’rufin mempercepat laju sepeda motor dengan harapan bisa melewati pohon sebelum benar-benar jatuh. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. 
    “Karena tidak berhenti, keduanya tertimpa ranting pohon yang sudah tumbang. Sepeda motor pun hilang keseimbangan dan terjatuh,” ujar Sudarmaji.
    Keduanya terjatuh dan bahkan terseret sejauh 15 meter dari posisi awal. Akibat kejadian ini, Ma’rufin mengalami luka lecet di pipi kiri serta memar. 
    Namun, Sulastri yang membonceng di belakang mengalami luka serius setelah kepalanya terbentur jalan cor, hingga menyebabkan luka terbuka yang fatal. 
    “Pembonceng, yakni Sulastri, meninggal dunia di tempat karena luka terbuka di kepala akibat benturan,” kata Sudarmaji.
    Warga di sekitar lokasi segera mebawa Ma’rufin dan Sulastri ke RSUD Gemolong untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sayangnya, nyawa Sulastri tidak dapat diselamatkan.
    Sementara itu,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen segera turun tangan untuk membersihkan pohon yang menutup akses jalan. 
    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan bahwa evakuasi pohon berlangsung selama kurang lebih 45 menit sebelum jalan bisa dibuka kembali. 
    “Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 45 menit, dan akses jalan berhasil dibuka kembali setelahnya,” kata Triyono.
    Atas kejadian itu, petugas mengimbau warga dan aparat untuk lebih waspada terhadap kondisi pohon besar di sepanjang jalan, terutama saat cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang. 
    Musim hujan disertai angin kencang kerap menimbulkan risiko tinggi, terutama di daerah yang banyak ditumbuhi pohon besar di tepi jalan.
    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kronologi Warga Boyolali Tewas Tertimpa Pohon saat Hujan Lebat di Sragen
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo dan Jokowi Bertemu di Solo, Detail Pertemuan Tertutup
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 November 2024

    Prabowo dan Jokowi Bertemu di Solo, Detail Pertemuan Tertutup Regional 3 November 2024

    Prabowo dan Jokowi Bertemu di Solo, Detail Pertemuan Tertutup
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Presiden
    Prabowo Subianto
    bertemu dengan Presiden ke-7
    Joko Widodo
    (Jokowi) di
    Kota Solo
    , Jawa Tengah, pada Minggu (3/10/2024).
    Pertemuan ini berlangsung secara tertutup di kediaman Jokowi yang terletak di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.
    Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB.
    Saat kedatangannya, tidak terlihat adanya pengamanan yang ketat seperti biasanya. Ia menggunakan mobil Alphard putih dengan pelat nomor B 2095 ZZH.
    Sesaat sebelum memasuki gang Kutai Utara, Prabowo membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan kepada awak media yang hadir.
    Sebelum pertemuan di Solo, Prabowo melakukan kunjungan ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu (3/11/2024).
    Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung proses tanam dan panen padi sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional.
    Setelah pertemuan di kediaman Jokowi, keduanya terlihat keluar dan menuju Wedangan Omah Semar yang terletak di Jalan Duku Satu, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cerita Hendy Siswanto Dihujat Netizen karena Alun-Alun Jember Jadi Tempat Kegiatan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 November 2024

    Cerita Hendy Siswanto Dihujat Netizen karena Alun-Alun Jember Jadi Tempat Kegiatan Regional 3 November 2024

    Cerita Hendy Siswanto Dihujat Netizen karena Alun-Alun Jember Jadi Tempat Kegiatan
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Calon Bupati Jember,
    Hendy Siswanto
    , mengungkapkan dirinya sempat menjadi sasaran caci maki
    netizen
    di akun Instagramnya.
    Hal ini terjadi setelah
    alun-alun Jember
    sering digunakan sebagai lokasi berbagai kegiatan, sehingga dianggap mirip pasar.
    Dalam acara adu gagasan cabup-cawabup yang diselenggarakan BEM FISIP Universitas Jember pada Minggu (3/11/2024), Hendy menjelaskan, alun-alun dimanfaatkan sebagai pusat perekonomian warga melalui berbagai event.
    “Alun-alun itu konsep strategi ekonomi, sudah kami uji selama 3,5 tahun saya menjadi bupati,” ujarnya di hadapan mahasiswa.
    Hendy menambahkan, pemanfaatan alun-alun telah berhasil membangkitkan
    ekonomi Jember
    yang sebelumnya terpuruk.
    Ia mencatat, pertumbuhan ekonomi Jember sempat minus 2,98 persen, namun berhasil tumbuh lebih dari 4 persen antara tahun 2021 hingga 2022.
    “Minus 2,98 ini risiko tinggi, kalau sampai minus 4 banyak masalah di Jember termasuk sosial,” kata Hendy.
    Meski demikian, keramaian yang terjadi di alun-alun menyebabkan beberapa netizen berkomentar negatif.
    “Banyak teman-teman netizen yang masuk ke Instagram saya, alun-alun menjadi pasar, kotor semua,” jelasnya.
    Hendy mengakui bahwa setiap kali ada event, memang terjadi kekotoran, namun petugas selalu membersihkannya setelah acara selesai.
    Ia juga menanggapi permintaan netizen agar alun-alun tidak dijadikan tempat kegiatan keramaian.
    “Kenapa alun-alun, alun-alun ini
    legend
    . Penjajah kita dulu coba lihat sejarah Jember, Kabupaten Jember ini dulunya bukan di alun-alun sini, tapi di Puger,” ungkapnya.
    Hendy menjelaskan, pemindahan lokasi alun-alun ke tempat sekarang dilakukan karena alasan strategis, di mana posisinya berada di tengah Kabupaten Jember dan menarik banyak orang.
    Sebagai langkah selanjutnya, Hendy berencana membangun kembali alun-alun Jember pada 2024 guna meningkatkan daya tarik dan fungsi alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Guntur Soekarnoputra Ungkap Keberanian Megawati Kirim Bendera Pusaka ke Rezim Orba
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        3 November 2024

    Guntur Soekarnoputra Ungkap Keberanian Megawati Kirim Bendera Pusaka ke Rezim Orba Nasional 3 November 2024

    Guntur Soekarnoputra Ungkap Keberanian Megawati Kirim Bendera Pusaka ke Rezim Orba
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Putra Pertama Presiden Pertama RI Soekarno,
    Guntur Soekarnoputra
    , menceritakan bagaimana adiknya,
    Megawati Soekarnoputri
    , mendapatkan penugasan yang cukup berisiko, yakni mengirimkan
    Bendera Pusaka
    Merah Putih untuk perayaan
    Hari Kemerdekaan
    , 17 Agustus 1967.
    Cerita itu dituangkan Guntur melalui tulisannya dalam buku berjudul “Sangsaka Melilit Perut Megawati” yang diluncurkan pada Minggu (3/11/2024).
    Guntur mengawali kisah itu ketika Presiden Kedua RI Soeharto kebingungan karena Bendera Pusaka tidak diketahui keberadaannya.
    “Ketika mau 17 Agustus 1967, rupanya Pak Harto sudah jadi presiden atau apa, lupa, kebingungan gimana enggak ada Bendera Pusaka yang mau dikibarkan. Kemudian mereka mencari,” kata Guntur saat menceritakan isi buku yang dituliskannya.
    Satu-satunya jalan, jelas Guntur, pemerintahan Orde Baru harus bertanya kepada Soekarno.

    Sementara itu, kata Guntur, Bung Karno enggan menyerahkan Bendera Pusaka itu ke pemerintah Orde Baru.
    Akhirnya, Bung Karno mengaku tidak menyimpan bendera tersebut ketika diinterogasi.
    “Tapi di situ tidak manusiawinya Orde Baru terhadap Bung Karno. Setiap Bung Karno mengelak, Bung Karno diberi tekanan psikologis agar kasih tahu di mana bendera,” ujar Guntur.
    Suatu ketika, Guntur mengaku dipanggil Bung Karno untuk menjelaskan mengenai Bendera Pusaka tersebut.
    Kepada Guntur, Bung Karno mengaku akan menyerahkan Bendera Pusaka tersebut ke Soeharto. Akan tetapi, masalah pun tidak selesai di situ.
    Sebab, menurut Guntur, ada kesulitan untuk mengirimkan Bendera Pusaka itu oleh Bung Karno secara langsung.
    Guntur mengatakan saat itu Bung Karno “dikarantina” akibat dampak gejolak politik selepas peristiwa 30 September 1965.
    “Tapi masalahnya, kalau kita nengok Bung Karno, istilahnya, di karantina. Jangankan bawa benda-benda yang aneh atau bagaimana,” jelasnya.
    “Kalau ibu kirim sayur lodeh saja, itu oleh komandan jaga di Wisma Yaso dengan bayonet diudek-udek sayur lodehnya, takut apa, takut apa, dan sebagainya,” lanjut Guntur.
    Akhirnya, istri Soekarno atau ibu dari Guntur yang merupakan penjahit Bendera Pusaka, Fatmawati, memiliki ide yakni meminta Megawati mengirimkan bendera tersebut.
    Caranya, bendera itu dililitkan ke perut Megawati yang ditutup busana sehari-hari yang agak longgar.
    Megawati, yang ketika itu memiliki panggilan akrab “Adis”, juga mendapatkan instruksi khusus agar tidak ketahuan oleh pos penjaga Wisma Yaso, sedang mengirimkan Bendera Pusaka.
    Bila melalui pos pemeriksaan di Wisma Yaso, Mega diminta mengaku sedang hamil muda karena perut yang membesar.
    Megawati yang mendapat tugas penuh risiko tersebut ternyata sangat berani dan tenang.
    “Adis ditanya, ‘Dis, kamu kalau dapat tugas membawa bendera, kamu sanggup enggak?’ Adis bilang sanggup, berani, padahal itu penuh risiko,” ungkap Guntur.
    Mendengar pernyataan itu, Guntur menggelengkan kepalanya karena melihat keberanian Megawati.
    Ia pun menilai pekerjaan yang dilakukan Megawati itu termasuk pekerjaan gila.
    “Saya cuma bisa geleng-geleng kepala, ini pekerjaan gila. Akhirnya dilaksanakan, Alhamdulillah sampai ke Bung Karno, dibawa ke kamar Bung Karno, di sana dibuka kemudian diserahkan kepada utusan Orde Baru,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Klaim Temukan "Abuse of Power" pada Pilkada, PDI-P: Ada yang Kembali Cawe-cawe
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        3 November 2024

    Klaim Temukan "Abuse of Power" pada Pilkada, PDI-P: Ada yang Kembali Cawe-cawe Nasional 3 November 2024

    Klaim Temukan “Abuse of Power” pada Pilkada, PDI-P: Ada yang Kembali Cawe-cawe
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Sekretaris Jenderal (Sekjen)
    PDI-P

    Hasto Kristiyanto
    mengeklaim bahwa pihaknya menemukan masih ada praktik penyalahgunaan kekuasaan atau 
    abuse
    of power
     pada pelaksanaan
    Pilkada serentak 2024
    .
    Hasto menyebutkan, ada sosok-sosok tertentu yang ikut campur dalam pelaksanaan pilkada lalu menginspirasi aparat penegak hukum untuk tidak netral dan justru mendukung pasangan calon tertentu.
    “Tim hukum kami melihat bahwa di dalam Pilkada pun masih banyak dilakukan
    abuse of power
    . Seorang yang seharusnya tidak ikut cawe-cawe kembali cawe-cawe, dan kemudian menginspirasi aparat penegak hukum yang seharusnya netral menjadi tidak netral,” ujar Hasto kepada wartawan di Tangerang, Minggu (3/11/2024).
    Hasto mengingatkan, aparat penegak hukum semestinya bertindak netral pada pelaksanaan Pilkada 2024 sesuai dengan arahan dan komitmen Presiden
    Prabowo Subianto
    Sebab, Prabowo sudah menegaskan bahwa presiden tidak akan ikut campur dalam proses pemenangan calon kepala daerah serta meminta seluruh aparat pemerintahan dan penegak hukum bersikap netral.
    “Karena itulah kalau di daerah-daerah ada yang menemukan oknum aparat negara, termasuk oknum Polri yang kami temukan di Jawa Tengah, di Sulawesi Utara, di Jawa Timur mereka bergerak, maka mereka, oknum Polri ini artinya berseberangan dengan kebijakan dari Presiden Prabowo yang sudah menegaskan di mata rakyat untuk tidak cawe-cawe,” kata Hasto.
    Oleh karena itu, dia mengajak semua lapisan masyarakat agar turut mengawasi dan mencegah upaya-upaya oknum aparat, yang hendak memenangkan calon kepala daerah tertentu.
    Hasto juga mendorong masyarakat untuk tidak takut melawan penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan yang dilakukan aparat penegak hukum di Pilkada serentak 2024.
    “Maka bagi PDI-P, Pilpres sudah selesai, Pak Prabowo menjadi presiden. Tetapi kita mengajak
    civil society
    , kalau Pilkada ini ada yang campur tangan, ada aparatur negara yang campur tangan termasuk Polri yang mencoba campur tangan, jangan takut,” kata dia.
    “Mari kita bergerak kita selamatkan demokrasi, kedaulatan rakyat, apapun resikonya. Karena kita mencari pemimpin yang bergerak ke bawah, bukan yang mencari restu-restu, itu model-model lama. Itu mental pemimpin yang tidak kuat,” ujar Hasto.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Debat Pilkada Lamandau, Kedua Paslon Saling Sindir Rusaknya Infrastruktur Jalan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 November 2024

    Debat Pilkada Lamandau, Kedua Paslon Saling Sindir Rusaknya Infrastruktur Jalan Regional 3 November 2024

    Debat Pilkada Lamandau, Kedua Paslon Saling Sindir Rusaknya Infrastruktur Jalan
    Tim Redaksi
    PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
    – Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamandau berlangsung penuh ketegangan dan
    sindiran tajam
    antar-kedua pasangan calon (paslon). terutama mengenai isu pembangunan
    infrastruktur jalan
    yang terhambat.
    Pada
    Pilkada Lamandau 2024
    yang ditayangkan Metro TV, Minggu (3/11/2024), terdapat dua paslon yang bertarung. Yaitu paslon nomor urut 1, Hendra Lesmana-Budiman yang merupakan petahana, dan paslon nomor urut 2, Rizky Aditya Putra-Abdul Hamid.
    Aksi sindir-menyindir terkait infrastruktur dimulai ketika Budiman, calon wakil bupati dari paslon nomor urut 1, mempertanyakan langkah-langkah yang akan diambil paslon nomor urut 2 untuk menyediakan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik di Lamandau.
    Dalam pertanyaannya, Budiman mengungkapkan, pembangunan jalan di daerah tersebut sempat terhambat akibat pandemi Covid-19.
    “Dalam kurun waktu yang lalu dihadapkan dengan sebuah kondisi tidak menguntungkan akibat pandemi Covid-19, pertanyaannya, apa langkah dan upaya yang akan anda lakukan dalam menanggapi situasi tersebut?” tanya Budiman kepada Rizky.
    Menanggapi pertanyaan tersebut, Rizky Aditya Putra, calon bupati dari paslon nomor urut 2 menyatakan, pandemi Covid-19 seharusnya tidak menjadi halangan bagi daerah untuk membangun infrastruktur jalan.
    Pernyataan ini disambut sorakan “huu” dari sejumlah audiens yang kemudian diredakan oleh moderator.
    “Bagaimana kita sebagai pelaku di pemerintahan saat itu mencari terobosan untuk membangun daerah, kami ingin ke depan setiap desa mendapatkan jalan lingkungan sebanyak Rp 400 juta,” ujar Rizky.
    Rizky juga mengungkapkan, banyak desa di Lamandau yang jalan lingkungannya terakhir dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Marukan, pendahulu Hendra Lesmana.
    Dia menekankan pentingnya sinergi pendanaan antara ruas-ruas jalan dengan pemerintah lintas sektor.
    “Kita lihat dari Simpang Kete ke Perigi itu luar biasa rusaknya, begitu juga dengan Kecamatan Batang Kawa, itu terakhir dibangun di zaman Pak Marukan, sejengkal pun tidak ada penambahan untuk aspalnya,” klaim Rizky.
    Rizky meyakini, pembangunan yang merata akan berdampak positif bagi masyarakat pedesaan.
    Namun, jika pembangunan terfokus di kota, hal itu akan menyulitkan pemerataan pembangunan.
    Dia juga menyoroti APBD Lamandau baru meningkat di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati.
    “Sudah APBD kita tidak lebih dari Rp 1 triliun, sekarang baru dicapai di zaman Pj inilah ke depannya bagaimana kita bisa meningkatkan PAD, dari pajak-pajak, betul-betul bisa dikejar, agar APBD tinggi, sehingga bisa menjalankan pemerintahan dengan baik dan dirasakan masyarakat,” jelas Rizky.
    Menanggapi pernyataan Rizky, paslon nomor urut 1, Hendra Lesmana, merespons dengan tenang.
    Hendra menyebutkan sejumlah keberhasilan yang dicapainya selama memimpin Lamandau, termasuk peningkatan akreditasi rumah sakit dan penghapusan status desa tertinggal.
    “Kedua, pada tahun 2018, desa tertinggal di Lamandau itu jumlah sangat tertinggalnya 38 desa, di zaman Hendra Lesmana periode pertama, tidak ada lagi desa tertinggal, semua desa berkembang bahkan desa maju dan mandiri,” jelas Hendra.
    Hendra mengakui, kerusakan pada Jalan Simpang Sepaku-Perigi. Namun ia menegaskan, kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh kepemimpinannya.
    “Kalau saya jalan ke Simpang Sepaku-Perigi, saya merasakan sakitnya. Tapi saya pastikan itu bukan zaman Hendra Lesmana. Tapi kalau mau jalan yang bagus, silakan jalan dari Beruta ke Perigi, itu pembangunan berkualitas yang dilakukan oleh Hendra Lesmana, itu kami pastikan dilanjutkan untuk aksesibilitas barang dan orang ke tiap kecamatan,” tutup Hendra.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.