30 Rumah di Pangkalpinang Rusak Dihantam Puting Beliung
Tim Redaksi
PANGKALPINANG, KOMPAS.com
– Sebanyak 30 rumah warga di Kota
Pangkalpinang
, Kepulauan Bangka Belitung, rusak dihantam angin
puting beliung
yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat pada Minggu (3/11/2024).
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materil diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
“Petugas sudah menyalurkan bantuan dan mendata tingkat kerusakan,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, saat melakukan peninjauan lokasi pada Minggu sore.
Sugito menambahkan, upaya penanganan bencana dilakukan oleh tim gabungan dari kota dan provinsi.
Jika diperlukan, dapur umum akan dibuka untuk membantu warga terdampak.
“Kita ambil langkah-langkah konkret, di antaranya koordinasi lintas sektor seperti PLN, BPBD Kota, Dinas Sosial, unsur TNI/Polri, serta warga. Kami juga melakukan evakuasi dan antisipasi masalah listrik,” jelas Sugito.
Dari data yang ada, dua kelurahan terdampak puting beliung, yaitu Kelurahan Gajah Mada dengan 16 rumah dan Kelurahan Pintu Air dengan 14 rumah.
Kerusakan yang terjadi umumnya berupa atap rumah yang jebol dan pecahnya jendela kaca.
Sebanyak 41 terpal ukuran 4×6 meter telah dibagikan dan dipasang di rumah-rumah warga yang terkena dampak.
Selain itu, puting beliung juga merusak bangunan Masjid Baiturrahman di Kelurahan Pintu Air.
Di Jalan Elang Raya, Bukit Merapin Pangkalpinang, sebuah pohon tumbang sempat menghambat lalu lintas.
Namun, dalam waktu dua jam setelah kejadian, petugas segera ke lokasi untuk memotong batang pohon yang menghalangi jalan.
Saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing sembari membersihkan puing-puing yang berserakan di lantai.
Total warga yang terdampak mencapai 31 kepala keluarga, yang telah diperingatkan mengenai potensi bencana susulan.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Pangkalpinang dalam peringatan dini cuaca wilayah Bangka Belitung pada pukul 12.45 WIB mengungkapkan, masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Daerah yang berpotensi terdampak mencakup Belinyu, Merawang, Mendo Barat, Puding Besar, Tanjung Pandan, Sijuk, Badau, Pangkalan Baru, Sungai Selan, Pangkal Balam, Rangkui, Gerunggang, Gabek, dan Girimaya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2024/11/03/67275a1e206e1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
30 Rumah di Pangkalpinang Rusak Dihantam Puting Beliung Regional 3 November 2024
-
/data/photo/2024/08/25/66caa59c5c43f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Korupsi Bendungan Margatiga, Polda Lampung Kembali Tangkap 1 Pelaku Regional 3 November 2024
Korupsi Bendungan Margatiga, Polda Lampung Kembali Tangkap 1 Pelaku
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
–
Polda Lampung
kembali menangkap satu pelaku dalam pengusutan kasus korupsi besar yang melibatkan proyek nasional Bendungan Margatiga di Lampung Timur.
Pelaku yang ditangkap berinisial ILH, sebagai bagian dari penyidikan yang lebih luas terkait korupsi pengadaan lahan.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Umi Fadillah, mengonfirmasi penangkapan tersebut.
“Benar, sudah diamankan anggota Ditreskrimsus atas kasus korupsi proyek pengadaan lahan di Bendungan Margatiga,” kata Umi saat dihubungi pada Minggu (3/11/2024) siang.
Dengan ditangkapnya ILH, total tersangka dalam kasus korupsi pembebasan lahan bendungan ini menjadi lima orang.
Kelima tersangka tersebut terdiri dari AR, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Timur periode 2020-2022, yang menjabat ketua pelaksana pengadaan tanah di lokasi pembangunan bendungan.
Kemudian AS, mantan Kepala Desa Trimulyo; IN, yang bersama AS berperan sebagai penitip tanam tumbuh di lokasi tersebut; serta OT, anggota satuan tugas (satgas) proyek.
Umi menjelaskan, kasus korupsi ini melibatkan manipulasi data lahan dan tanam tumbuh sebanyak 292 bidang tanah antara tahun 2020 hingga 2022.
”
Kerugian negara
diperkirakan mencapai Rp 50 miliar,” ungkapnya.
Selama proses penyidikan, Polda Lampung berhasil menyelamatkan ratusan miliar rupiah uang negara dari potensi korupsi.
Penyelamatan ini dilakukan setelah hasil audit terhadap proses pembayaran ganti rugi yang dilakukan pemerintah.
“Penyidikan kasus korupsi ini tidak terkait dengan pembangunan fisik bendungan, melainkan proses pembebasan lahannya,” tegas Umi.
Pada audit pertama, ditemukan 292 lahan yang telah dibayarkan dan 1.744 bidang yang masih dalam proses pembebasan lahan.
Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya korupsi di proyek-proyek pemerintah di masa mendatang.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/03/6727607cbab43.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kasus Pemerasan Kades di Lampung, Oknum LSM dan Wartawan Ditangkap Regional 3 November 2024
Kasus Pemerasan Kades di Lampung, Oknum LSM dan Wartawan Ditangkap
Tim Redaksi
LAMPUNG, KOMPAS.com
– Polisi menangkap anggota
LSM
dan seorang
wartawan
yang diduga memeras kepala desa (kades) dengan modus pengancaman melalui berita.
Kapolres Pringsewu, AKBP Yunus Saputra, mengonfirmasi bahwa kedua pelaku telah ditahan.
Pelaku yang ditangkap adalah AB, seorang oknum anggota LSM, dan DN, seorang wartawan media daring.
“Korban diperas mulai dari belasan hingga puluhan juta. Modusnya mengancam akan menyebarkan berita yang membuat korban ketakutan,” ungkap Yunus saat dihubungi pada Minggu (3/11/2024) sore.
Yunus menjelaskan, korban pemerasan berasal dari berbagai profesi. Namun mayoritas, kepala instansi, termasuk kepala pekon (desa), kepala puskesmas, dan kepala sekolah.
Kasus pemerasan ini terungkap setelah Kapolres melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah pekon dan kecamatan di Pringsewu pada September hingga Oktober 2024.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menerima aduan mengenai pemerasan yang sering dilakukan seorang oknum anggota LSM.
Dari informasi yang diperoleh, pemerasan juga melibatkan seorang oknum wartawan.
“Modusnya serupa, baik itu LSM maupun oknum wartawan itu,” tambahnya.
Berdasarkan aduan masyarakat, kepolisian melakukan pemantauan dan berhasil menangkap AB saat ia menerima uang sebesar Rp 16 juta di salah satu pekon di Kecamatan Adiluwih.
Dari hasil pengembangan penyidikan, DN ditangkap di lokasi berbeda pada akhir pekan lalu.
Yunus menjelaskan, DN dijerat Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sementara AB dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.
“Ancaman hukumannya hingga 7 tahun penjara,” tegasnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/06/13/666ac769e0c33.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras di Sragen Yogyakarta 3 November 2024
Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan Deras di Sragen
Editor
KOMPAS.com
– Sulastri, warga Desa Kadipaten, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tewas tertimpa
pohon tumbang
saat melintas di Jalan Raya Tanon-Sumberlawang, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten
Sragen
, Jumat (1/11/2024) sore.
Pohon besar tersebut tumbang usai hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Saat itu Sulastri dan rekannya, Ma’rufin (38), tengah melaju dengan sepeda motor.
“Pada saat itu cuaca sangat buruk,
hujan deras
disertai angin kencang,” ungkap Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, dilansir dari
TribunSolo.com
.
Ia menambahkan, saat keduanya sampai di depan sebuah rumah warga, pemilik rumah melihat pohon yang mulai miring dan hendak tumbang.
Sudarmadji menjelaskan, saat cuaca buruk itu Sulastri yang membonceng Ma’rufin mempercepat laju sepeda motor dengan harapan bisa melewati pohon sebelum benar-benar jatuh. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil.
“Karena tidak berhenti, keduanya tertimpa ranting pohon yang sudah tumbang. Sepeda motor pun hilang keseimbangan dan terjatuh,” ujar Sudarmaji.
Keduanya terjatuh dan bahkan terseret sejauh 15 meter dari posisi awal. Akibat kejadian ini, Ma’rufin mengalami luka lecet di pipi kiri serta memar.
Namun, Sulastri yang membonceng di belakang mengalami luka serius setelah kepalanya terbentur jalan cor, hingga menyebabkan luka terbuka yang fatal.
“Pembonceng, yakni Sulastri, meninggal dunia di tempat karena luka terbuka di kepala akibat benturan,” kata Sudarmaji.
Warga di sekitar lokasi segera mebawa Ma’rufin dan Sulastri ke RSUD Gemolong untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sayangnya, nyawa Sulastri tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen segera turun tangan untuk membersihkan pohon yang menutup akses jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan bahwa evakuasi pohon berlangsung selama kurang lebih 45 menit sebelum jalan bisa dibuka kembali.
“Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 45 menit, dan akses jalan berhasil dibuka kembali setelahnya,” kata Triyono.
Atas kejadian itu, petugas mengimbau warga dan aparat untuk lebih waspada terhadap kondisi pohon besar di sepanjang jalan, terutama saat cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang.
Musim hujan disertai angin kencang kerap menimbulkan risiko tinggi, terutama di daerah yang banyak ditumbuhi pohon besar di tepi jalan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kronologi Warga Boyolali Tewas Tertimpa Pohon saat Hujan Lebat di Sragen
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/03/67275eb897ecd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo dan Jokowi Bertemu di Solo, Detail Pertemuan Tertutup Regional 3 November 2024
Prabowo dan Jokowi Bertemu di Solo, Detail Pertemuan Tertutup
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Presiden
Prabowo Subianto
bertemu dengan Presiden ke-7
Joko Widodo
(Jokowi) di
Kota Solo
, Jawa Tengah, pada Minggu (3/10/2024).
Pertemuan ini berlangsung secara tertutup di kediaman Jokowi yang terletak di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 WIB.
Saat kedatangannya, tidak terlihat adanya pengamanan yang ketat seperti biasanya. Ia menggunakan mobil Alphard putih dengan pelat nomor B 2095 ZZH.
Sesaat sebelum memasuki gang Kutai Utara, Prabowo membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangan kepada awak media yang hadir.
Sebelum pertemuan di Solo, Prabowo melakukan kunjungan ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu (3/11/2024).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung proses tanam dan panen padi sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional.
Setelah pertemuan di kediaman Jokowi, keduanya terlihat keluar dan menuju Wedangan Omah Semar yang terletak di Jalan Duku Satu, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/03/672758ae06830.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Hendy Siswanto Dihujat Netizen karena Alun-Alun Jember Jadi Tempat Kegiatan Regional 3 November 2024
Cerita Hendy Siswanto Dihujat Netizen karena Alun-Alun Jember Jadi Tempat Kegiatan
Tim Redaksi
JEMBER, KOMPAS.com
– Calon Bupati Jember,
Hendy Siswanto
, mengungkapkan dirinya sempat menjadi sasaran caci maki
netizen
di akun Instagramnya.
Hal ini terjadi setelah
alun-alun Jember
sering digunakan sebagai lokasi berbagai kegiatan, sehingga dianggap mirip pasar.
Dalam acara adu gagasan cabup-cawabup yang diselenggarakan BEM FISIP Universitas Jember pada Minggu (3/11/2024), Hendy menjelaskan, alun-alun dimanfaatkan sebagai pusat perekonomian warga melalui berbagai event.
“Alun-alun itu konsep strategi ekonomi, sudah kami uji selama 3,5 tahun saya menjadi bupati,” ujarnya di hadapan mahasiswa.
Hendy menambahkan, pemanfaatan alun-alun telah berhasil membangkitkan
ekonomi Jember
yang sebelumnya terpuruk.
Ia mencatat, pertumbuhan ekonomi Jember sempat minus 2,98 persen, namun berhasil tumbuh lebih dari 4 persen antara tahun 2021 hingga 2022.
“Minus 2,98 ini risiko tinggi, kalau sampai minus 4 banyak masalah di Jember termasuk sosial,” kata Hendy.
Meski demikian, keramaian yang terjadi di alun-alun menyebabkan beberapa netizen berkomentar negatif.
“Banyak teman-teman netizen yang masuk ke Instagram saya, alun-alun menjadi pasar, kotor semua,” jelasnya.
Hendy mengakui bahwa setiap kali ada event, memang terjadi kekotoran, namun petugas selalu membersihkannya setelah acara selesai.
Ia juga menanggapi permintaan netizen agar alun-alun tidak dijadikan tempat kegiatan keramaian.
“Kenapa alun-alun, alun-alun ini
legend
. Penjajah kita dulu coba lihat sejarah Jember, Kabupaten Jember ini dulunya bukan di alun-alun sini, tapi di Puger,” ungkapnya.
Hendy menjelaskan, pemindahan lokasi alun-alun ke tempat sekarang dilakukan karena alasan strategis, di mana posisinya berada di tengah Kabupaten Jember dan menarik banyak orang.
Sebagai langkah selanjutnya, Hendy berencana membangun kembali alun-alun Jember pada 2024 guna meningkatkan daya tarik dan fungsi alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/10/29/672098b82e12d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Klaim Temukan "Abuse of Power" pada Pilkada, PDI-P: Ada yang Kembali Cawe-cawe Nasional 3 November 2024
Klaim Temukan “Abuse of Power” pada Pilkada, PDI-P: Ada yang Kembali Cawe-cawe
Tim Redaksi
TANGERANG, KOMPAS.com
– Sekretaris Jenderal (Sekjen)
PDI-PHasto Kristiyanto
mengeklaim bahwa pihaknya menemukan masih ada praktik penyalahgunaan kekuasaan atau
abuse
of power
pada pelaksanaan
Pilkada serentak 2024
.
Hasto menyebutkan, ada sosok-sosok tertentu yang ikut campur dalam pelaksanaan pilkada lalu menginspirasi aparat penegak hukum untuk tidak netral dan justru mendukung pasangan calon tertentu.
“Tim hukum kami melihat bahwa di dalam Pilkada pun masih banyak dilakukan
abuse of power
. Seorang yang seharusnya tidak ikut cawe-cawe kembali cawe-cawe, dan kemudian menginspirasi aparat penegak hukum yang seharusnya netral menjadi tidak netral,” ujar Hasto kepada wartawan di Tangerang, Minggu (3/11/2024).
Hasto mengingatkan, aparat penegak hukum semestinya bertindak netral pada pelaksanaan Pilkada 2024 sesuai dengan arahan dan komitmen Presiden
Prabowo Subianto
Sebab, Prabowo sudah menegaskan bahwa presiden tidak akan ikut campur dalam proses pemenangan calon kepala daerah serta meminta seluruh aparat pemerintahan dan penegak hukum bersikap netral.
“Karena itulah kalau di daerah-daerah ada yang menemukan oknum aparat negara, termasuk oknum Polri yang kami temukan di Jawa Tengah, di Sulawesi Utara, di Jawa Timur mereka bergerak, maka mereka, oknum Polri ini artinya berseberangan dengan kebijakan dari Presiden Prabowo yang sudah menegaskan di mata rakyat untuk tidak cawe-cawe,” kata Hasto.
Oleh karena itu, dia mengajak semua lapisan masyarakat agar turut mengawasi dan mencegah upaya-upaya oknum aparat, yang hendak memenangkan calon kepala daerah tertentu.
Hasto juga mendorong masyarakat untuk tidak takut melawan penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan yang dilakukan aparat penegak hukum di Pilkada serentak 2024.
“Maka bagi PDI-P, Pilpres sudah selesai, Pak Prabowo menjadi presiden. Tetapi kita mengajak
civil society
, kalau Pilkada ini ada yang campur tangan, ada aparatur negara yang campur tangan termasuk Polri yang mencoba campur tangan, jangan takut,” kata dia.
“Mari kita bergerak kita selamatkan demokrasi, kedaulatan rakyat, apapun resikonya. Karena kita mencari pemimpin yang bergerak ke bawah, bukan yang mencari restu-restu, itu model-model lama. Itu mental pemimpin yang tidak kuat,” ujar Hasto.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/03/6727322e8ae09.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Debat Pilkada Lamandau, Kedua Paslon Saling Sindir Rusaknya Infrastruktur Jalan Regional 3 November 2024
Debat Pilkada Lamandau, Kedua Paslon Saling Sindir Rusaknya Infrastruktur Jalan
Tim Redaksi
PALANGKA RAYA, KOMPAS.com
– Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamandau berlangsung penuh ketegangan dan
sindiran tajam
antar-kedua pasangan calon (paslon). terutama mengenai isu pembangunan
infrastruktur jalan
yang terhambat.
Pada
Pilkada Lamandau 2024
yang ditayangkan Metro TV, Minggu (3/11/2024), terdapat dua paslon yang bertarung. Yaitu paslon nomor urut 1, Hendra Lesmana-Budiman yang merupakan petahana, dan paslon nomor urut 2, Rizky Aditya Putra-Abdul Hamid.
Aksi sindir-menyindir terkait infrastruktur dimulai ketika Budiman, calon wakil bupati dari paslon nomor urut 1, mempertanyakan langkah-langkah yang akan diambil paslon nomor urut 2 untuk menyediakan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik di Lamandau.
Dalam pertanyaannya, Budiman mengungkapkan, pembangunan jalan di daerah tersebut sempat terhambat akibat pandemi Covid-19.
“Dalam kurun waktu yang lalu dihadapkan dengan sebuah kondisi tidak menguntungkan akibat pandemi Covid-19, pertanyaannya, apa langkah dan upaya yang akan anda lakukan dalam menanggapi situasi tersebut?” tanya Budiman kepada Rizky.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Rizky Aditya Putra, calon bupati dari paslon nomor urut 2 menyatakan, pandemi Covid-19 seharusnya tidak menjadi halangan bagi daerah untuk membangun infrastruktur jalan.
Pernyataan ini disambut sorakan “huu” dari sejumlah audiens yang kemudian diredakan oleh moderator.
“Bagaimana kita sebagai pelaku di pemerintahan saat itu mencari terobosan untuk membangun daerah, kami ingin ke depan setiap desa mendapatkan jalan lingkungan sebanyak Rp 400 juta,” ujar Rizky.
Rizky juga mengungkapkan, banyak desa di Lamandau yang jalan lingkungannya terakhir dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Marukan, pendahulu Hendra Lesmana.
Dia menekankan pentingnya sinergi pendanaan antara ruas-ruas jalan dengan pemerintah lintas sektor.
“Kita lihat dari Simpang Kete ke Perigi itu luar biasa rusaknya, begitu juga dengan Kecamatan Batang Kawa, itu terakhir dibangun di zaman Pak Marukan, sejengkal pun tidak ada penambahan untuk aspalnya,” klaim Rizky.
Rizky meyakini, pembangunan yang merata akan berdampak positif bagi masyarakat pedesaan.
Namun, jika pembangunan terfokus di kota, hal itu akan menyulitkan pemerataan pembangunan.
Dia juga menyoroti APBD Lamandau baru meningkat di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati.
“Sudah APBD kita tidak lebih dari Rp 1 triliun, sekarang baru dicapai di zaman Pj inilah ke depannya bagaimana kita bisa meningkatkan PAD, dari pajak-pajak, betul-betul bisa dikejar, agar APBD tinggi, sehingga bisa menjalankan pemerintahan dengan baik dan dirasakan masyarakat,” jelas Rizky.
Menanggapi pernyataan Rizky, paslon nomor urut 1, Hendra Lesmana, merespons dengan tenang.
Hendra menyebutkan sejumlah keberhasilan yang dicapainya selama memimpin Lamandau, termasuk peningkatan akreditasi rumah sakit dan penghapusan status desa tertinggal.
“Kedua, pada tahun 2018, desa tertinggal di Lamandau itu jumlah sangat tertinggalnya 38 desa, di zaman Hendra Lesmana periode pertama, tidak ada lagi desa tertinggal, semua desa berkembang bahkan desa maju dan mandiri,” jelas Hendra.
Hendra mengakui, kerusakan pada Jalan Simpang Sepaku-Perigi. Namun ia menegaskan, kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh kepemimpinannya.
“Kalau saya jalan ke Simpang Sepaku-Perigi, saya merasakan sakitnya. Tapi saya pastikan itu bukan zaman Hendra Lesmana. Tapi kalau mau jalan yang bagus, silakan jalan dari Beruta ke Perigi, itu pembangunan berkualitas yang dilakukan oleh Hendra Lesmana, itu kami pastikan dilanjutkan untuk aksesibilitas barang dan orang ke tiap kecamatan,” tutup Hendra.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2024/01/04/6596b13dacd84.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/11/03/6726fd8968679.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)