Author: Kompas.com

  • Pramono Puji Natal 2025 di Jakarta Sejuk, Damai, dan Paling Meriah

    Pramono Puji Natal 2025 di Jakarta Sejuk, Damai, dan Paling Meriah

    Pramono Puji Natal 2025 di Jakarta Sejuk, Damai, dan Paling Meriah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal 2025 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (9/1/2026).
    Pramono menilai
    perayaan Natal
    tahun ini berlangsung meriah dengan suasana yang sejuk, damai, dan penuh kegembiraan.
    “Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman, dan menggembirakan,” ucap Pramono, Jumat.
    Ia menyebut, sekitar 14.000 orang hadir dan mengikuti rangkaian acara sejak siang hingga malam hari dengan antusias.
    “Sebagai pribadi, terus terang saya belum pernah melihat acara Natal yang semeriah ini. Hadir Bapak Menteri Agama, saya dilaporkan kurang lebih 14.000. Dan ini dari tadi siang sampai hari ini masih semangat,” kata dia.
    Dalam kesempatan tersebut, Pramono bersama Wakil
    Gubernur DKI
    Jakarta Rano Karno menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada jajaran pemerintah, BUMD, serta umat Kristiani dan Katolik di Jakarta.
    Ia berharap, suasana damai Natal dapat menjadi energi positif untuk memasuki tahun baru sekaligus memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman warga Jakarta.
    Perayaan
    Natal 2025
    mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Keluarga Menjadi Teladan Persatuan”.
    Menurut Pramono, tema tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang beragam, karena keluarga memiliki peran penting dalam membentuk sikap saling menghargai dan toleransi.
    “Karakter warga dibentuk dari keluarga. Kalau keluarganya kuat, maka persatuan di kota juga akan terjaga,” ujar Pramono.
    Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga Jakarta sebagai kota yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman Megapolitan 9 Januari 2026

    Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Arus lalu lintas di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terpantau padat pada Jumat (9/1/2026) malam.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, kepadatan mulai terlihat dari Jalan
    Gunawarman
    , tepat setelah kendaraan dari arah Jalan Wolter Monginsidi berbelok ke kiri menuju
    Jalan Senopati
    .
    Mobil melaju pelan dalam dua baris, sementara sepeda motor tampak menyelip di sela kendaraan maupun di sisi kiri jalan.
    Salah satu penyebab kepadatan adalah penyempitan jalan di tikungan menuju Jalan Senopati. Kondisi ini diperparah dengan masuknya kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman.
    Perlambatan juga kerap terjadi saat mobil keluar-masuk area parkir toko dan restoran di sepanjang jalan tersebut.
    Meski lalu lintas padat, tidak terdengar bunyi klakson dari pengendara mobil maupun sepeda motor.
    Kondisi lalu lintas mulai kembali lancar setelah melewati perempatan Jalan Suryo. Arus kendaraan menuju Jalan Kapten Tendean pun terpantau normal.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengelola Monas Pastikan Chairlift Gratis untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Pengelola Monas Pastikan Chairlift Gratis untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas Megapolitan 9 Januari 2026

    Pengelola Monas Pastikan Chairlift Gratis untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pengelola kawasan Monumen Nasional (Monas) memastikan fasilitas
    chairlift
    atau kursi angkat di dalam area Tugu Monas dapat digunakan secara gratis bagi pengunjung yang membutuhkan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.
    Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut disediakan untuk membantu pengunjung dengan keterbatasan mobilitas agar tetap dapat menikmati seluruh area Monas, termasuk ruang diorama dan pelataran cawan.
    “(Bisa dimanfaatkan) Gratis,” ujar Isa saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    pada Jumat (9/1/2025).
    Namun, Isa menegaskan, penggunaan
    chairlift
    diperuntukkan bagi lansia, penyandang disabilitas, serta pengunjung lain yang memiliki kendala fisik tertentu, bukan untuk penggunaan umum tanpa kebutuhan khusus.
    Isa menjelaskan, pengadaan
    chairlift
    di kawasan Monas telah dilakukan secara bertahap sejak 2020 dengan sumber anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).
    Realisasi tahap awal dilakukan di dekat pintu masuk Museum Monas. Selanjutnya,
    chairlift
    dipasang pada rute dari ruang diorama menuju tangga tengah yang mengarah ke pelataran cawan Monas.
    Pada 2025, fasilitas serupa kembali ditambahkan di titik pintu keluar Museum Monas yang terhubung dengan ruang diorama.

    Chairlift
    digunakan untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas untuk dapat berkunjung ke ruang diorama dan puncak Tugu Monas,” jelas Isa.
    Ke depan, pengelola Monas juga berencana menambah satu rute
    chairlift
    baru. Yakni dari ruang tengah ke pelataran Utara.
    “Insya Allah
    di anggaran tahun ini. Sehingga nanti bisa digunakan di dua sisi (dekat pelataran selatan dan utara),” lanjutnya.
    Di lapangan, masih banyak pengunjung lansia yang belum mengetahui bahwa fasilitas
    chairlift
    dapat digunakan secara gratis.
    Salah satunya adalah Eli Nursari (59), wisatawan asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang ditemui Kompas.com pada Jumat. Ia memanfaatkan
    chairlift
    karena kondisi kakinya sudah tidak lagi prima akibat faktor usia dan pernah mengalami kecelakaan.
    “Kalau naik tangga sebenarnya masih kuat. Asalkan pelan-pelan. Kalau turun tangga itu saya yang sulit. Kaki bagian bawah sakit jika tertekuk kan,” kata Eli.
    “Saat ditawari petugas buat naik ini saya langsung iyakan. Sekaligus mencoba. Jadi cepat naik-turun tangganya. Buat lansia kayak saya naik turun itu satu demi satu tangga lho,” jelasnya.
    Eli menilai, fasilitas tersebut perlu disosialisasikan lebih luas agar pengunjung memahami fungsi dan status gratisnya.
    “Tadi soalnya saya sempat bertanya ini gratis apa bayar? Karena kan kursinya bagus ya,” tuturnya.
    Hal serupa juga dirasakan Lukita (64), pengunjung Monas lainnya. Ia mengaku awalnya mengira
    chairlift
    merupakan fasilitas berbayar sehingga sempat ragu menggunakannya.
    “Kalau saya sebenarnya masih kuat naik dan turun tangga ya. Apalagi kalau bareng cucu-cucu begini, malu kalau naik itu kan. Tapi infonya saya mau kasih tahu ke teman-teman,” kata Lukita.
    Ia menilai keberadaan
    chairlift
    merupakan bentuk fasilitas publik yang penting di kawasan wisata.
    “Fasilitasnya bagus. Memang kalau tempat wisata sebaiknya ada fasilitas seperti ini untuk membantu yang kesulitan mobilitas,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usai Banyak Ban Mobil Bocor, Jalan Rusak Flyover Pesing Diperbaiki
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Usai Banyak Ban Mobil Bocor, Jalan Rusak Flyover Pesing Diperbaiki Megapolitan 9 Januari 2026

    Usai Banyak Ban Mobil Bocor, Jalan Rusak Flyover Pesing Diperbaiki
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat mulai memperbaiki sejumlah titik jalan rusak di Flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
    Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas
    Bina Marga DKI
    Jakarta, Siti Dinar Wenny, mengatakan penambalan sudah dimulai pada Jumat (9/1/2026) sore.
    “Sore ini Dinas Bina Marga melalui Suku Dinas Bina Marga
    Jakarta Barat
    telah melaksanakan perbaikan pada beberapa titik kerusakan jalan,” kata Wenny saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Jumat.
    Perbaikan awal dilakukan di sisi kiri
    Jalan Daan Mogot
    arah Cengkareng, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Rumah Pompa Green Garden. Area berlubang tersebut telah ditutup aspal dengan ukuran sekitar 2×3 meter.
    Namun, Wenny mengakui proses penambalan sore hari terkendala kepadatan lalu lintas. Karena itu, perbaikan di titik lainnya akan dilanjutkan pada malam hari.
    “Namun mengingat lalu lintas cukup padat, maka perbaikan jalan tersebut akan kami lanjutkan nanti malam, termasuk yang di atas flyover,” ucap Wenny.
    Ia juga merespons keluhan warga terkait jalan yang kerap kembali rusak meski sudah diperbaiki. Menurutnya, pemantauan rutin terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
    “Pemantauan secara rutin memang sudah menjadi tugas dari Dinas Bina Marga. Adapun, saat ditemui masalah, kami berupaya secepat mungkin menindaklanjuti demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
    Sebelumnya, jalan berlubang di
    Flyover Pesing
    dilaporkan menyebabkan sejumlah mobil mengalami pecah dan bocor ban. Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, terlihat beberapa kendaraan berhenti di pinggir Jalan Daan Mogot pada Kamis (8/1/2026) malam.
    Pantauan
    Kompas.com
    pada Jumat pagi menunjukkan kerusakan terparah berada di jalur Grogol menuju Cengkareng, tepat di seberang Rusun Polri Pesing.
    Dua lubang besar terlihat menganga di sambungan beton jalan.
    Lubang terbesar berada di lajur kanan dengan diameter sekitar 35 sentimeter, berisi pecahan beton dan batu tajam.
    Sementara lubang di lajur kiri berukuran lebih kecil, sekitar 10 sentimeter, tetapi lebih dalam.
    Kondisi jalan tersebut memaksa pengendara melakukan manuver zig-zag yang berisiko membahayakan keselamatan.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • RI dan Turki Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Jangka Panjang

    RI dan Turki Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Jangka Panjang

    RI dan Turki Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Jangka Panjang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Indonesia dan Turki sepakat memperluas kerja sama pertahanan jangka panjang dalam kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026).
    Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan Menhan RI dengan Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries (SSB) di kompleks ASELSAN, perusahaan elektronik pertahanan terbesar di Turki.
    “Indonesia dan Turki sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang intensif melalui mekanisme kerja sama yang telah ada,” kata Sjafrie dalam siaran pers, Jumat.
    Sjafrie mengatakan, kesepakatan ini bertujuan memastikan kerja sama pertahanan Indonesia–Turki berjalan efektif dan berkelanjutan, sejalan dengan kepentingan nasional kedua negara serta stabilitas kawasan.
    “Indonesia dan Turki komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang,” jelas dia.
    Jenderal TNI (Purn) itu mengatakan, Indonesia dan Turki telah lama menjalin kerja sama yang erat.
    Kerja sama mencakup pengembangan
    industri pertahanan
    , peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara.
    “Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional,” ucap dia.
    Dengan demikian, kerja sama pertahanan Indonesia–Turki diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika strategis global.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Selundup Baby Lobster, Kurir Dijanjikan Rp 5 Juta per Pengiriman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Selundup Baby Lobster, Kurir Dijanjikan Rp 5 Juta per Pengiriman Megapolitan 9 Januari 2026

    Selundup Baby Lobster, Kurir Dijanjikan Rp 5 Juta per Pengiriman
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Seorang tersangka penyelundupan benih bening lobster (BBL) atau baby lobster dijanjikan upah Rp 5 juta untuk menjadi kurir ke luar negeri.
    Penyelundupan itu rencananya dilakukan melalui Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, dengan tujuan Kamboja dan Singapura.
    Salah satu tersangka berinisial DR diketahui mendapat tugas dari pelaku lain berinisial UH untuk membawa koper berisi puluhan ribu
    baby lobster
    .
    “Dari hasil wawancara singkat, DR ternyata diberi upah Rp 5 juta,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama saat konferensi pers di KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Jumat (9/1/2026).
    Djaka menjelaskan, DR diminta membawa koper berisi 29.780 baby lobster menuju Kamboja.
    Upah tersebut dijanjikan jika DR berhasil mengeluarkan barang ilegal itu dari Indonesia.
    Setelah menetapkan UH sebagai target operasi,
    Bea Cukai
    kemudian melakukan pengembangan kasus.
    Pada 8 Januari 2026, petugas menangkap UH bersama rekannya, FD, saat hendak terbang ke Singapura.
    Pemeriksaan bagasi keduanya kembali menemukan koper berisi baby lobster dengan jumlah lebih besar dan modus serupa.
    “Mereka berupaya pembawaan BBL sejumlah 43.615 ekor jenis pasir dengan metode penyamaran yang bertujuan mengelabui petugas,” kata Djaka.
    Seluruh baby lobster yang berhasil diamankan kemudian disita dan dilepasliarkan di perairan Pandeglang, Banten.
    Sementara itu, para tersangka dijerat Undang-Undang Perikanan dan Kepabeanan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara serta denda hingga Rp 1,5 miliar.
    “Kami akan terus memperkuat sinergi dan pengawasan untuk memastikan sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak melalui praktik ilegal,” ucap Djaka.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kemensos Bakal Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026

    Kemensos Bakal Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026

    Kemensos Bakal Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kementerian Sosial (Kemensos) akan membuka seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pada Februari 2026.
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menuturkan, seleksi ini seiring dengan pembangunan
    gedung permanen

    Sekolah Rakyat
    di berbagai daerah.
    “Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk
    seleksi siswa baru
    , SD, SMP, SMA. Jumlahnya tergantung gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).
    Gus Ipul melanjutkan, pada tahun ini direncanakan akan dibangun 104 gedung permanen SR, di mana proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
    Pembangunan gedung permanen SR tersebar di hampir seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), salah satunya di Anambas, Kepulauan Riau.
    “Kalau misalnya sekarang lagi berproses kira-kira ini ya sesuai arahan Presiden dan ini yang mengerjakan PU sudah ada 104 titik sekolah rakyat yang gedung permanenya mulai dibangun tahun ini,” kata dia.
    “Tahun 2026 ini pula ditambah 100 lagi kira-kira sampai tahun 2027 ini ya kalau lancar ada 200 titik,” sambungnya.
    Gus Ipul mengatakan, jika 200 titik kapasitasnya per sekolah gedung sekolah permanen itu 1.000 siswa, maka setiap tahunnya bisa menerima 300 siswa untuk jenjang SD, SMP, SMA.
    “Pada tahun berikutnya, 2027, kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60.000 siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Utang Rp 300.000 yang Berujung Pembunuhan di Depok
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Utang Rp 300.000 yang Berujung Pembunuhan di Depok Megapolitan 9 Januari 2026

    Utang Rp 300.000 yang Berujung Pembunuhan di Depok
    Editor
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Persoalan utang kecil berubah menjadi tragedi besar di Cilangkap, Tapos, Kota Depok.
    Seorang pria berinisial DS tewas setelah ditusuk temannya sendiri saat tertidur pulas.
    Polisi menyebut, amarah karena utang Rp 300.000 yang tak kunjung dibayar menjadi pemicu utama pembunuhan tersebut.
    Pelaku berinisial S (43) kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
    Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (8/1/2026) malam di rumah korban.
    Kasat Reskrim
    Polres Metro Depok
    AKBP Made Gede Oka mengungkapkan, pelaku dan korban saling mengenal cukup dekat.
    Keduanya diketahui pernah bekerja sebagai juru parkir di satu lokasi yang sama.
    “Tersangka mencari korban karena diketahui korban ini memiliki utang kepada tersangka S dan sudah berkali-kali ditagih namun tidak dibayarkan,” kata Made dalam jumpa pers, Jumat (9/1/2026).
    Menurut Made, korban tercatat memiliki utang Rp 300.000 kepada pelaku yang telah menunggak sekitar satu bulan.
    Bahkan, korban sempat meminjam uang dengan nominal yang sama untuk kedua kalinya.
    “(Besaran uang yang dipinjam) Rp 300.000 namun dua kali pinjemnya, sudah sekitar satu bulanan (nunggak),” ujar Made.
    Rasa kesal itu terus menumpuk hingga akhirnya berubah menjadi kemarahan.
    “Motif dari tersangka S ini karena kesal. Kesal hutangnya tidak dikembalikan, sudah berulang kali diminta tapi tidak dianggap ataupun tidak diindahkan oleh korban,” kata Made.
    Pada malam kejadian, pelaku mendatangi rumah korban sambil membawa sebilah
    pisau
    .
    Setibanya di lokasi, S mendapati DS dalam kondisi tertidur lelap.
    “Memang dengan amarah, (pelaku) mencari sodara DS,” ujar Made.
    Tanpa perlawanan, korban langsung ditusuk dari arah punggung.
    Tusukan tersebut ternyata mengenai organ vital.
    “Ditusuknya satu kali namun cukup dalam dan memang mengenai hasil visum sementara dapat kami sampaikan (pisau) mengenai organ vitalnya,” jelas Made.
    Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
    “Seketika korban langsung tersungkur dan akhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit meninggal dunia,” kata Made.
    Usai kejadian, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan.
    Pelaku akhirnya ditangkap kurang dari 24 jam setelah pembunuhan.
    S diamankan pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Bogor.
    Saat itu, ia tengah menemani atasannya yang sedang dirawat.
    Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Ia dijerat dengan Pasal 458 KUHP dan/atau Pasal 469 ayat (2) dan/atau Pasal 468 ayat (2) KUHP serta Pasal 468 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
    Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan yang dipicu persoalan sepele, ketika emosi dan utang yang tak terselesaikan berujung pada hilangnya nyawa.
    (Reporter: Dinda Aulia Ramadhanty | Editor: Larissa Huda)
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gapura Dukuh Zamrud Diusulkan lewat Reses DPRD, Agus Rohadi Bantah Anggaran Rp 1 Miliar
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Gapura Dukuh Zamrud Diusulkan lewat Reses DPRD, Agus Rohadi Bantah Anggaran Rp 1 Miliar Megapolitan 9 Januari 2026

    Gapura Dukuh Zamrud Diusulkan lewat Reses DPRD, Agus Rohadi Bantah Anggaran Rp 1 Miliar
    Tim Redaksi

    BEKASI, KOMPAS.com
    – Pembangunan gapura utama Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, yang menyedot anggaran hampir Rp 1 miliar dari APBD 2025, disebut berangkat dari aspirasi warga yang disampaikan melalui mekanisme reses dan pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Bekasi.
    Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi Agus Rohadi, yang juga merupakan warga Dukuh Zamrud, menjelaskan bahwa usulan pembangunan gapura muncul dalam forum reses DPRD tahun 2025.
    Dalam forum tersebut, seluruh perwakilan RW menyampaikan keluhan terkait minimnya pengembangan kawasan yang dinilai stagnan selama puluhan tahun.
    “Dari 1997, Dukuh Zamrud ya seperti itu saja. Tidak ada pintu gerbang, semua orang bisa masuk jam berapa pun. Akhirnya kejahatan di jalan utama sering terjadi,” kata Agus saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    melalui sambungan telepon, Jumat (9/1/2026).
    Menurut Agus, warga menginginkan adanya ikon kawasan yang sekaligus berfungsi sebagai pintu masuk utama lingkungan. Aspirasi itu kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kota Bekasi.
    “Masyarakat atau RW itu ingin adanya satu ikon gapura. Saya sebagai anggota dewan yang berasal dari Dukuh Zamrud tentunya merespons hal itu. Makanya kami usulkan ke Pemkot Bekasi,” ujarnya.
    Agus mengungkapkan, rencana pembangunan awalnya tidak hanya berupa gapura. Usulan juga mencakup pemasangan pagar di sekitar fasilitas sosial dan taman penghijauan dengan panjang sekitar 40 meter.
    Namun, rencana tersebut urung direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
    “Hitung-hitungan ternyata tidak cukup dananya. Makanya akhirnya dijadikan cuma gapura,” ungkap Agus.
    Menanggapi sorotan publik soal besarnya anggaran pembangunan gapura, Agus menegaskan bahwa nilai hampir Rp 1 miliar merupakan pagu indikatif awal.
    Ia menyebut, nilai tersebut ditetapkan agar proyek dapat masuk dalam mekanisme lelang sesuai ketentuan.
    “Pagu indikatifnya memang 1 M kurang, tapi waktu dilelang sekitar Rp 877 juta lebih, tidak sampai Rp 900 juta. Jadi tidak benar kalau disebut gapura itu Rp 1 miliar,” tegasnya.
    Menurut Agus, besar kecilnya anggaran sangat bergantung pada spesifikasi material yang digunakan dalam pembangunan.
    Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Yayasan Forum Komunikasi Warga Zamrud (FKWZ) membentuk tim pengawas internal.
    “Yayasan FKWZ dibentuk untuk mengawasi. Itu ada tim yang ngecek,” jelas Agus.
    Meski menjadi pihak pengusul, Agus menegaskan bahwa penilaian kesesuaian bangunan dengan anggaran bukan menjadi kewenangan DPRD, melainkan Inspektorat.
    “Kalau saya tidak bisa bilang itu sesuai atau tidak. Yang bisa itu nanti Inspektorat melakukan pengecekan,” ujarnya.
    Ia menyatakan mendukung penuh apabila dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, terlebih
    pembangunan gapura Dukuh Zamrud
    kini menjadi perhatian publik.
    “Saya sangat mendukung. Kalau ditemukan tidak sesuai dengan spek, harus ada penalti dari pihak pelaksana. Inspektorat wajib turun supaya masyarakat tidak dirugikan,” kata Agus.
    Agus juga menekankan bahwa peran DPRD terbatas pada fungsi pengusulan dan pengawasan.
    “Fungsi anggota dewan itu hanya menyampaikan aspirasi masyarakat. Setelah dikerjakan, kalau ada hal di luar ketentuan, fungsi pengawasan itu melekat pada kami,” ujarnya.
    Ia pun mengajak warga Dukuh Zamrud untuk turut mengawasi proses pembangunan.
    “Kalau memang ditemukan hal-hal yang tidak sesuai, silakan sampaikan langsung ke dinas maupun kepada kami selaku wakil masyarakat,” ujar Agus.
    Sementara itu, Koordinator Seksi Forum Komunikasi Warga Zamrud (FKWZ) Heru Rilano (52) mengatakan kawasan perumahan tersebut sudah lama tidak lagi dikelola pengembang.
    “Dukuh Zamrud ini sudah tidak ditangani
    developer
    . Sudah diserahkan ke Pemda. Warga merasa perlu ada ikon dan penataan agar kawasan ini lebih tertata dan indah,” ujar Heru.
    Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan seluruh proyek pembangunan telah melalui proses perencanaan yang melibatkan masyarakat dan legislatif.
    “Jadi saya kira kalau soal urgensi dan sebagainya ditanyakan kepada yang mengusulkan,” ujar Tri saat ditemui
    Kompas.com
    di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (8/1/2026).
    Ia menyatakan pembangunan gapura Dukuh Zamrud telah disetujui sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
    “Pada intinya, kalau sudah menjadi kesepakatan di dalam yang kemudian ditetapkan melalui Perda kesepakatan bersama, kami pemerintah tentu akan melaksanakan,” ujar Tri.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati Megapolitan 9 Januari 2026

    Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sejumlah lampu penerangan di trotoar yang menghubungkan Stasiun KRL Sudirman dengan tangga menuju
    JPO Dukuh Atas
    , Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak tidak berfungsi pada Jumat (9/1/2026) malam.
    Kondisi ini membuat sebagian area trotoar terlihat redup dan kurang nyaman bagi pejalan kaki.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi menunjukkan, tiga lampu yang berada di sisi trotoar dekat
    Stasiun Sudirman
    dalam kondisi mati. Sementara itu, tiga lampu lainnya yang berada hingga area tangga JPO Dukuh Atas masih menyala normal.
    Tiang-tiang lampu tersebut memiliki tinggi yang relatif rendah, tidak lebih tinggi dari pepohonan di sekitarnya, dengan bentuk lampu melingkar di bagian atas.
    Selain itu, satu lampu jalan lain dengan posisi tiang lebih tinggi di jembatan menuju stasiun juga terlihat tidak menyala.
    Meski demikian, cahaya dari kendaraan yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman serta pantulan lampu dari gedung-gedung perkantoran di sekitar kawasan tersebut masih membantu menerangi sebagian trotoar.
    Namun, pada bagian tepi trotoar yang cenderung lebih gelap, kondisi ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan. Beberapa kali pejalan kaki terlihat terkejut ketika seekor anak kucing hitam tiba-tiba melompat keluar dari balik tanaman di pinggir jalur pejalan kaki.
    Para pejalan kaki mengaku tidak mengetahui sejak kapan lampu-lampu tersebut padam. Respons mereka pun beragam, mulai dari merasa terganggu hingga menganggap kondisi tersebut masih bisa ditoleransi.
    “Sebenarnya enggak masalah. Tapi kan lampunya dipasang di situ untuk menerangi jalannya pejalan kaki. Kalau malah berfungsi kayak seharusnya ya sayang dong,” ungkap Farah (27), salah seorang pejalan kaki yang baru keluar dari Stasiun Sudirman.
    Pejalan kaki lainnya, Caca (24), menyoroti potensi risiko saat trotoar dilalui pada malam hari ketika lalu lintas kendaraan mulai sepi.
    Caca mengaku belum pernah melintas di lokasi tersebut setelah pukul 20.00 WIB. Namun, ia menilai kondisi penerangan yang minim dapat membuat pejalan kaki merasa tidak aman.
    “Kalau makin malam kan yang lewat sedikit, penerangannya juga enggak terlalu terang, kasihan (pejalan kaki) yang lewat pasti enggak tenang. Jadi semoga cepat-cepat diperbaiki deh,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.