Author: Kompas.com

  • Yusril Sebut Pilkada Lewat DPRD Lebih Mudah Diawasi: Jumlahnya Terbatas

    Yusril Sebut Pilkada Lewat DPRD Lebih Mudah Diawasi: Jumlahnya Terbatas

    Yusril Sebut Pilkada Lewat DPRD Lebih Mudah Diawasi: Jumlahnya Terbatas
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menekankan, pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat DPRD akan lebih mudah diawasi ketimbang pilkada langsung dipilih rakyat.
    Pasalnya, jumlah anggota DPRD terbatas, tidak seperti pemilih rakyat jumlahnya yang mencapai jutaan orang.
    “Lebih mudah mengawasi anggota DPRD yang jumlahnya terbatas, dibandingkan mengawasi jutaan pemilih dalam
    pilkada langsung
    ,” ujar Yusril kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
    Yusril menilai, pilkada secara langsung justru menimbulkan lebih banyak mudarat dibandingkan manfaatnya. Salah satu persoalan utama adalah tingginya
    biaya politik
    dalam pilkada langsung.
    “Pilkada langsung jelas berbiaya tinggi. Biaya tinggi ini mendorong kepala daerah terpilih untuk menyalahgunakan kekuasaan demi menutupi ongkos politik yang telah dikeluarkan,” jelasnya.
    Selanjutnya, Yusril menekankan bahwa pemilihan melalui DPRD membuka peluang lebih besar bagi terpilihnya calon kepala daerah yang berkapabilitas dan berintegritas.
    Sementara, dia menyebut, pilkada langsung kerap memberi ruang bagi kandidat yang hanya mengandalkan popularitas atau kekuatan modal.
    “Pemilihan tidak langsung lebih memungkinkan calon yang punya kapasitas untuk terpilih, bukan semata-mata karena populer atau memiliki uang banyak,” ucap Yusril.
    Meskipun demikian, Yusril menegaskan bahwa perdebatan mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah tidak seharusnya disikapi secara hitam-putih.
    Menurutnya, dalam kondisi saat ini, fokus utama yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem pilkada langsung agar berbagai mudarat yang selama ini muncul dapat diminimalkan.
    Perbaikan tersebut, kata Yusril, mencakup penataan pembiayaan politik, penguatan pengawasan terhadap praktik politik uang, serta peningkatan kualitas kaderisasi dan rekrutmen calon kepala daerah oleh partai politik.
    Yusril juga menyadari adanya aspirasi dari sejumlah partai politik yang menghendaki perubahan sistem pilkada menjadi tidak langsung melalui DPRD.
    Namun demikian, ia menegaskan bahwa suara rakyat tetap harus menjadi rujukan utama dalam menentukan arah kebijakan demokrasi di daerah.
    “Suara rakyat yang menghendaki pemilihan tidak langsung atau tetap menghendaki pemilihan langsung, wajib disimak dan dicermati pemerintah, DPR, dan partai-partai politik secara adil dan bijaksana,” katanya.
    “Demokrasi menuntut keterbukaan untuk mendengar aspirasi rakyat, sekaligus tanggung jawab bersama untuk memastikan sistem mana pun yang dipilih akan dijalankan secara adil, jujur, dan beradab. Sistem mana pun nanti yang diputuskan pemerintah dan DPR dalam merevisi UU Pilkada, wajib dihormati oleh semua pihak sebagai sebuah keputusan demokratis,” imbuh Yusril.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BKSDA Lampung Pastikan Jejak Satwa di Lampung Timur Bukan Harimau Sumatera
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

    BKSDA Lampung Pastikan Jejak Satwa di Lampung Timur Bukan Harimau Sumatera Regional 9 Januari 2026

    BKSDA Lampung Pastikan Jejak Satwa di Lampung Timur Bukan Harimau Sumatera
    Tim Redaksi
    LAMPUNG, KOMPAS.com
    – Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Lampung menyebut dugaan adanya harimau sumatera berkeliaran di ladang warga hanya misinformasi.
    Satwa bernama latin
    panthera tigris sumatrae
    itu disebutkan terlihat di ladang yang berada di Dusun 2 Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (8/1/2026) pagi.
    Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA wilayah III Lampung, Irhamuddin mengatakan, hasil analisa sementara menunjukkan bahwa jejak kaki tersebut tidak mengarah pada jejak
    harimau sumatera
    .
    “Jejak itu memiliki karakteristik yang lebih sesuai dengan jejak anjing,” kata dia melalui rilis, Jumat (9/1/2025).
    Selain itu, apabila terdapat kemungkinan jejak tersebut berasal dari satwa golongan kucing liar, maka berdasarkan perbandingan ukuran, bentuk bantalan kaki, serta pola tapak, diyakini jejak tersebut lebih mengarah pada jejak macan dahan dan atau kucing emas bukan harimau sumatera.
    Menurutnya, data pendukung lainnya belum pernah laporan terkait temuan jejak harimau sumatera didaerah tersebut.
    “Bila dicurigai satwa tersebut berasal dari
    TNWK
    (
    Taman Nasional Way Kambas
    ), tidak ada koridor satwa menyambungkan antara lokasi temukan jejak,” katanya.
    Analisa kesimpulan ini bersifat sementara dan akan diperkuat melalui pengamatan lanjutan serta pengumpulan data pendukung lainnya di lapangan.
    Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik, serta tidak melakukan tindakan berlebihan, seperti membawa senjata api angin sebagaimana terlihat dalam video yang beredar. 
    Berdasarkan karakteristik perilaku satwa, macan dahan sumatera (
    neofelis diardi diardi
    ) bukan satwa yang menyerang atau membahayakan manusia.
    Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan secara wajar, serta tidak mengganggu atau melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan. 
    Diberitakan sebelumnya, warga Dusun 2 Desa Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur dihebohkan dugaan kemunculan harimau sumatera.
    Satwa bernama latin
    panthera tigris sumatrae
    itu disebutkan melintasi perladangan dusun pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
    Kepala Desa Sribhawono, Buih Wisnu Prabowo mengatakan kemunculan satwa itu diliat salah satu warga yang hendak pergi ke ladang.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang: Masyarakat Tahu Harus Berbuat Apa
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        9 Januari 2026

    Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang: Masyarakat Tahu Harus Berbuat Apa Surabaya 9 Januari 2026

    Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang: Masyarakat Tahu Harus Berbuat Apa
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku tak terlalu khawatir saat Gunung Semeru kembali meluncurkan awan panas sejauh 5 kilometer pada Jumat (9/1/2026).
    Selain jaraknya masih pada radius aman, masyarakat
    Lumajang
    yang tinggal di lereng
    Gunung Semeru
    sudah tahu harus berbuat apa saat erupsi berupa luncuran awan panas menerjang.
    Indah menyebut, erupsi pada 19 November 2025, sudah membuktikan bagaimana kesiapan warga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Semeru.
    Saat itu, awan panas meluncur sejauh 14 kilometer dari puncak dan tidak ada satu warga pun yang menjadi korban.
    “Masyarakat di sana (lereng Semeru) sudah tahu harus berbuat apa karena mereka
    feeling
    -nya sudah peka tentang kebencanaan,” kata Indah di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Jumat.
    Indah berharap, pasca-erupsi tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sekitar lereng Gunung Semeru agar tidak memicu terjadinya banjir lahar.
    “Semoga hujannya tidak besar ya jadi kalau ada banjir lahar masih bisa dikendalikan,” harapnya.
    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono memastikan, saat ini kawasan rawan bencana (KRB) III atau zona merah seperti di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sudah dikosongkan dari aktivitas warga.
    Pihaknya juga telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Lumajang untuk mengantisipasi adanya awan panas susulan maupun banjir lahar hujan Gunung Semeru.
    “Blok Kamar A yang di zona merah sudah kita kosongkan, tim dari TRC juga sudah bersiaga di lokasi untuk antisipasi adanya awan panas susulan maupun banjir lahar,” kata Yudhi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria di Luwu Curi Kotak Amal Masjid Raya untuk Judi Online, Kini Mendekam di Tahanan
                
                    
                        
                            Makassar
                        
                        9 Januari 2026

    Pria di Luwu Curi Kotak Amal Masjid Raya untuk Judi Online, Kini Mendekam di Tahanan Makassar 9 Januari 2026

    Pria di Luwu Curi Kotak Amal Masjid Raya untuk Judi Online, Kini Mendekam di Tahanan
    Tim Redaksi
    LUWU, KOMPAS.com
    – Polres Luwu, Sulawesi Selatan, menangkap seorang pria berinisial MG (31) atas kasus pencurian kotak amal di Masjid Raya Al-Ishlah Belopa, Kabupaten Luwu.
    Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian pada Jumat (9/1/2026) malam.
    Kasus ini pertama kali diketahui pada Jumat (9/1/2026) dini hari oleh pengurus masjid, Amir Akib, yang mendapati sejumlah kotak amal dalam kondisi rusak di ruang penyimpanan saat hendak menyalakan
    sound system
    .
    “Kotak amal yang berada di ruang penyimpanan sudah dalam kondisi rusak. Beberapa di antaranya tampak dibongkar secara paksa,” ujar Amir Akib kepada polisi.
    Kasat Reskrim
    Polres Luwu
    , Iptu Muhammad Ibnu Robbani, menyatakan bahwa rekaman kamera pengawas (
    CCTV
    ) masjid menunjukkan pelaku masuk ke area penyimpanan dengan memanjat ventilasi.
    “Pelaku diketahui melakukan aksinya sebanyak dua kali pada waktu yang berbeda, yakni sekitar pukul 02.00 Wita dan kembali sekitar pukul 04.00 Wita dengan menggunakan pakaian yang berbeda,” kata Ibnu.
    Akibat pencurian tersebut, pengurus
    Masjid Raya Al-Ishlah Belopa
    mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta.
    “Kerugian tersebut berasal dari uang tunai di dalam kotak amal serta kerusakan pada beberapa kotak yang dirusak pelaku,” ucapnya.
    Menindaklanjuti laporan, personel gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (
    TKP
    ) dan penyelidikan intensif.
    “Setelah menerima laporan dari pihak pengurus masjid, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan rekaman CCTV serta mengumpulkan informasi di lapangan. Alhamdulillah, identitas dan keberadaan pelaku berhasil kami ketahui dan diamankan pada hari yang sama. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat dan sinergi antarunit di lingkungan Polres Luwu,” ujarnya.
    Pelaku
    MG
    berhasil diamankan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 Wita di Jalan Topoka, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, tanpa perlawanan.
    Pelaku mengakui merusak kotak amal menggunakan besi pengikat kawat dan masuk ke masjid dua kali dengan pakaian berbeda untuk mengelabui petugas.
    “Pelaku mengaku melakukan aksinya dua kali dan menggunakan pakaian yang berbeda agar tidak mudah dikenali. Sebagian besar uang hasil pencurian tersebut telah digunakan untuk bermain judi
    online
    ,” tutur Ibnu.
    Polisi mengamankan barang bukti berupa besi pengikat kawat, pakaian pelaku, dua kotak amal rusak, dan sisa uang tunai.
    “Kami juga mengamankan pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi, dua kotak amal dalam kondisi rusak, serta sisa uang tunai hasil kejahatan,” ungkapnya.
    “Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Belopa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. MG akan dijerat dengan Pasal Pencurian dengan Pemberatan (
    Curat
    ) sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
    Polres Luwu mengimbau pengurus tempat ibadah untuk meningkatkan kewaspadaan dan sistem keamanan, termasuk pemanfaatan kamera pengawas, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
    “Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap kerja sama ini terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Luwu,” harap Ibnu.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Daya Beli Melemah, Industri Hotel dan Restoran Bandung Barat Tertekan Sepanjang 2025
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

    Daya Beli Melemah, Industri Hotel dan Restoran Bandung Barat Tertekan Sepanjang 2025 Regional 9 Januari 2026

    Daya Beli Melemah, Industri Hotel dan Restoran Bandung Barat Tertekan Sepanjang 2025
    Tim Redaksi
    BANDUNG BARAT, KOMPAS.com
    – Sepanjang 2025, industri perhotelan dan restoran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berada dalam tekanan berat.
    Pelemahan daya beli masyarakat yang beriringan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah membuat tingkat hunian hotel dan aktivitas restoran belum menunjukkan pemulihan signifikan.
    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (
    PHRI
    )
    Bandung Barat
    , Eko Supriatno, mengatakan kondisi usaha sepanjang 2025 berjalan tidak ideal.
    Penurunan kemampuan belanja masyarakat langsung berimbas pada kinerja
    sektor pariwisata
    .
    “Sepanjang 2025 kondisi usaha hotel dan restoran memang tidak ideal. Daya beli masyarakat menurun, ditambah lagi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah,” ujar Eko saat dikonfirmasi.
    Menurut Eko, tekanan paling terasa datang dari berkurangnya kegiatan MICE (
    Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition
    ) yang selama ini menjadi penopang utama okupansi hotel di Bandung Barat.
    Pembatasan perjalanan dinas serta kegiatan instansi pemerintah membuat segmen tersebut ikut melemah.
    Situasi tersebut menyebabkan banyak hotel harus mengandalkan pasar wisatawan individu, yang jumlahnya belum mampu menutup penurunan dari sektor pemerintahan dan korporasi.
    Meski demikian, geliat positif sempat muncul pada momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Data PHRI Bandung Barat mencatat, rata-rata tingkat hunian hotel selama periode tersebut mencapai 74 persen dari total 12 hotel yang terdata.
    Capaian itu dinilai lebih baik dibandingkan periode libur Nataru tahun sebelumnya. Peningkatan okupansi mulai terasa sejak libur Natal, dengan keterisian kamar berada di kisaran 66 persen, lalu terus naik hingga setelah pergantian tahun.
    “Pasca Tahun Baru 2026, okupansi hotel di Bandung Barat mencapai sekitar 74 persen. Tahun lalu angkanya belum menyentuh 70 persen. Ini menunjukkan ada perbaikan pergerakan wisatawan,” kata Eko.
    Ke depan, Eko berharap tren positif di awal 2026 dapat berlanjut dan tidak bersifat musiman. Ia juga mendorong adanya kebijakan pemerintah yang lebih adaptif dan berpihak pada pemulihan sektor pariwisata.
    “Harapannya tahun ini ada penyegaran kebijakan yang mampu menggairahkan industri perhotelan. Daya beli masyarakat juga semoga bisa kembali tumbuh,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BPK Masih Hitung Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut

    BPK Masih Hitung Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut

    BPK Masih Hitung Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga kini masih menghitung total kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi kuota haji, meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz dengan delik kerugian negara.
    Delik yang dimaksud yakni penerapan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, dalam menetapkan Yaqut sebagai tersangka.

    BPK
    saat ini masih terus melakukan kalkulasi untuk menghitung besarnya nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perkara ini,” ujar Juru Bicara
    KPK
    Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (9/1/2026), melansir
    Antara
    .
    “Nanti kami akan update (beri tahu), karena penyidik masih terus melakukan pemeriksaan dan juga penyitaan terhadap barang bukti-barang bukti yang dibutuhkan,” imbuhnya.
    Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai melakukan penyidikan
    kasus kuota haji
    .
    Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.
    Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama
    Yaqut Cholil Qoumas
    , Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.
    KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), dan Ishfah Abidal Aziz (IAA).
    Selain ditangani KPK, Pansus Hak Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.
    Poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50 berbanding 50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.
    Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.
    Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Puji Natal 2025 di Jakarta Sejuk, Damai, dan Paling Meriah

    Pramono Puji Natal 2025 di Jakarta Sejuk, Damai, dan Paling Meriah

    Pramono Puji Natal 2025 di Jakarta Sejuk, Damai, dan Paling Meriah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal 2025 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (9/1/2026).
    Pramono menilai
    perayaan Natal
    tahun ini berlangsung meriah dengan suasana yang sejuk, damai, dan penuh kegembiraan.
    “Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman, dan menggembirakan,” ucap Pramono, Jumat.
    Ia menyebut, sekitar 14.000 orang hadir dan mengikuti rangkaian acara sejak siang hingga malam hari dengan antusias.
    “Sebagai pribadi, terus terang saya belum pernah melihat acara Natal yang semeriah ini. Hadir Bapak Menteri Agama, saya dilaporkan kurang lebih 14.000. Dan ini dari tadi siang sampai hari ini masih semangat,” kata dia.
    Dalam kesempatan tersebut, Pramono bersama Wakil
    Gubernur DKI
    Jakarta Rano Karno menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada jajaran pemerintah, BUMD, serta umat Kristiani dan Katolik di Jakarta.
    Ia berharap, suasana damai Natal dapat menjadi energi positif untuk memasuki tahun baru sekaligus memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman warga Jakarta.
    Perayaan
    Natal 2025
    mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Keluarga Menjadi Teladan Persatuan”.
    Menurut Pramono, tema tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang beragam, karena keluarga memiliki peran penting dalam membentuk sikap saling menghargai dan toleransi.
    “Karakter warga dibentuk dari keluarga. Kalau keluarganya kuat, maka persatuan di kota juga akan terjaga,” ujar Pramono.
    Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga Jakarta sebagai kota yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman Megapolitan 9 Januari 2026

    Jumat Malam, Macet Jalan Senopati Mengular dari Gunawarman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Arus lalu lintas di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terpantau padat pada Jumat (9/1/2026) malam.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, kepadatan mulai terlihat dari Jalan
    Gunawarman
    , tepat setelah kendaraan dari arah Jalan Wolter Monginsidi berbelok ke kiri menuju
    Jalan Senopati
    .
    Mobil melaju pelan dalam dua baris, sementara sepeda motor tampak menyelip di sela kendaraan maupun di sisi kiri jalan.
    Salah satu penyebab kepadatan adalah penyempitan jalan di tikungan menuju Jalan Senopati. Kondisi ini diperparah dengan masuknya kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman.
    Perlambatan juga kerap terjadi saat mobil keluar-masuk area parkir toko dan restoran di sepanjang jalan tersebut.
    Meski lalu lintas padat, tidak terdengar bunyi klakson dari pengendara mobil maupun sepeda motor.
    Kondisi lalu lintas mulai kembali lancar setelah melewati perempatan Jalan Suryo. Arus kendaraan menuju Jalan Kapten Tendean pun terpantau normal.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengelola Monas Pastikan Chairlift Gratis untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Pengelola Monas Pastikan Chairlift Gratis untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas Megapolitan 9 Januari 2026

    Pengelola Monas Pastikan Chairlift Gratis untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pengelola kawasan Monumen Nasional (Monas) memastikan fasilitas
    chairlift
    atau kursi angkat di dalam area Tugu Monas dapat digunakan secara gratis bagi pengunjung yang membutuhkan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.
    Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut disediakan untuk membantu pengunjung dengan keterbatasan mobilitas agar tetap dapat menikmati seluruh area Monas, termasuk ruang diorama dan pelataran cawan.
    “(Bisa dimanfaatkan) Gratis,” ujar Isa saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    pada Jumat (9/1/2025).
    Namun, Isa menegaskan, penggunaan
    chairlift
    diperuntukkan bagi lansia, penyandang disabilitas, serta pengunjung lain yang memiliki kendala fisik tertentu, bukan untuk penggunaan umum tanpa kebutuhan khusus.
    Isa menjelaskan, pengadaan
    chairlift
    di kawasan Monas telah dilakukan secara bertahap sejak 2020 dengan sumber anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf).
    Realisasi tahap awal dilakukan di dekat pintu masuk Museum Monas. Selanjutnya,
    chairlift
    dipasang pada rute dari ruang diorama menuju tangga tengah yang mengarah ke pelataran cawan Monas.
    Pada 2025, fasilitas serupa kembali ditambahkan di titik pintu keluar Museum Monas yang terhubung dengan ruang diorama.

    Chairlift
    digunakan untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas untuk dapat berkunjung ke ruang diorama dan puncak Tugu Monas,” jelas Isa.
    Ke depan, pengelola Monas juga berencana menambah satu rute
    chairlift
    baru. Yakni dari ruang tengah ke pelataran Utara.
    “Insya Allah
    di anggaran tahun ini. Sehingga nanti bisa digunakan di dua sisi (dekat pelataran selatan dan utara),” lanjutnya.
    Di lapangan, masih banyak pengunjung lansia yang belum mengetahui bahwa fasilitas
    chairlift
    dapat digunakan secara gratis.
    Salah satunya adalah Eli Nursari (59), wisatawan asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang ditemui Kompas.com pada Jumat. Ia memanfaatkan
    chairlift
    karena kondisi kakinya sudah tidak lagi prima akibat faktor usia dan pernah mengalami kecelakaan.
    “Kalau naik tangga sebenarnya masih kuat. Asalkan pelan-pelan. Kalau turun tangga itu saya yang sulit. Kaki bagian bawah sakit jika tertekuk kan,” kata Eli.
    “Saat ditawari petugas buat naik ini saya langsung iyakan. Sekaligus mencoba. Jadi cepat naik-turun tangganya. Buat lansia kayak saya naik turun itu satu demi satu tangga lho,” jelasnya.
    Eli menilai, fasilitas tersebut perlu disosialisasikan lebih luas agar pengunjung memahami fungsi dan status gratisnya.
    “Tadi soalnya saya sempat bertanya ini gratis apa bayar? Karena kan kursinya bagus ya,” tuturnya.
    Hal serupa juga dirasakan Lukita (64), pengunjung Monas lainnya. Ia mengaku awalnya mengira
    chairlift
    merupakan fasilitas berbayar sehingga sempat ragu menggunakannya.
    “Kalau saya sebenarnya masih kuat naik dan turun tangga ya. Apalagi kalau bareng cucu-cucu begini, malu kalau naik itu kan. Tapi infonya saya mau kasih tahu ke teman-teman,” kata Lukita.
    Ia menilai keberadaan
    chairlift
    merupakan bentuk fasilitas publik yang penting di kawasan wisata.
    “Fasilitasnya bagus. Memang kalau tempat wisata sebaiknya ada fasilitas seperti ini untuk membantu yang kesulitan mobilitas,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usai Banyak Ban Mobil Bocor, Jalan Rusak Flyover Pesing Diperbaiki
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

    Usai Banyak Ban Mobil Bocor, Jalan Rusak Flyover Pesing Diperbaiki Megapolitan 9 Januari 2026

    Usai Banyak Ban Mobil Bocor, Jalan Rusak Flyover Pesing Diperbaiki
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat mulai memperbaiki sejumlah titik jalan rusak di Flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
    Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas
    Bina Marga DKI
    Jakarta, Siti Dinar Wenny, mengatakan penambalan sudah dimulai pada Jumat (9/1/2026) sore.
    “Sore ini Dinas Bina Marga melalui Suku Dinas Bina Marga
    Jakarta Barat
    telah melaksanakan perbaikan pada beberapa titik kerusakan jalan,” kata Wenny saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Jumat.
    Perbaikan awal dilakukan di sisi kiri
    Jalan Daan Mogot
    arah Cengkareng, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Rumah Pompa Green Garden. Area berlubang tersebut telah ditutup aspal dengan ukuran sekitar 2×3 meter.
    Namun, Wenny mengakui proses penambalan sore hari terkendala kepadatan lalu lintas. Karena itu, perbaikan di titik lainnya akan dilanjutkan pada malam hari.
    “Namun mengingat lalu lintas cukup padat, maka perbaikan jalan tersebut akan kami lanjutkan nanti malam, termasuk yang di atas flyover,” ucap Wenny.
    Ia juga merespons keluhan warga terkait jalan yang kerap kembali rusak meski sudah diperbaiki. Menurutnya, pemantauan rutin terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
    “Pemantauan secara rutin memang sudah menjadi tugas dari Dinas Bina Marga. Adapun, saat ditemui masalah, kami berupaya secepat mungkin menindaklanjuti demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
    Sebelumnya, jalan berlubang di
    Flyover Pesing
    dilaporkan menyebabkan sejumlah mobil mengalami pecah dan bocor ban. Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, terlihat beberapa kendaraan berhenti di pinggir Jalan Daan Mogot pada Kamis (8/1/2026) malam.
    Pantauan
    Kompas.com
    pada Jumat pagi menunjukkan kerusakan terparah berada di jalur Grogol menuju Cengkareng, tepat di seberang Rusun Polri Pesing.
    Dua lubang besar terlihat menganga di sambungan beton jalan.
    Lubang terbesar berada di lajur kanan dengan diameter sekitar 35 sentimeter, berisi pecahan beton dan batu tajam.
    Sementara lubang di lajur kiri berukuran lebih kecil, sekitar 10 sentimeter, tetapi lebih dalam.
    Kondisi jalan tersebut memaksa pengendara melakukan manuver zig-zag yang berisiko membahayakan keselamatan.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.