Anggota DPRD DKI Kritik Pramono: Bongkar Tiang Monorel Pakai APBD Bisa Langgar Hukum
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengkritik rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 100 miliar.
Ali Lubis menilai penggunaan APBD untuk membongkar
tiang monorel
berpotensi melanggar aturan, lantaran aset tersebut bukan milik Pemprov DKI Jakarta.
“Risiko hukum terkait keuangan negara juga berpotensi dilanggar apabila aktivitas merobohkan tiang monorel tersebut memakai APBD apalagi jumlahnya cukup fantastis yaitu Rp 100 miliar, karena dana APBD hanya bisa digunakan untuk kepentingan dan aset milik pemerintah daerah. Kalau ini aset swasta, tentu bermasalah secara hukum,” ujar Ali dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Ali, secara hukum kepemilikan tiang monorel masih berada di tangan
PT Adhi Karya
.
Hal itu merujuk pada Putusan Pengadilan Nomor 296/Pdt.G/2012/PN.JKT.SEL yang telah berkekuatan hukum tetap, serta diperkuat dengan pendapat hukum dari pengacara negara.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa bertindak sepihak terhadap aset yang secara hukum dimiliki pihak swasta, meskipun dengan alasan penataan kota atau kepentingan publik.
“Putusan pengadilan itu mengikat semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, tidak bisa ada tindakan sepihak terhadap aset yang secara hukum telah dinyatakan milik pihak lain,” ujarnya.
Selain berpotensi menyalahi prinsip pengelolaan keuangan negara, Ali juga mengingatkan adanya risiko hukum pidana apabila pembongkaran dilakukan tanpa persetujuan pemilik aset yang sah.
Ia merujuk pada ketentuan Pasal 521 KUHP Baru Tahun 2023 yang mengatur larangan merusak, menghancurkan, atau membuat tidak dapat dipakai barang milik orang lain secara melawan hukum.
Ali pun meminta Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang rencana tersebut dan mengedepankan penyelesaian sesuai prinsip negara hukum, seperti dialog dengan PT Adhi Karya, mekanisme ganti rugi, atau menempuh jalur hukum.
“Semua langkah harus ditempuh secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo memastikan tiang monorel akan dibongkar pada Rabu (14/1/2026).
Menurut Heru, percepatan bisa dilakukan karena proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang sudah rampung.
“Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan hari Rabu. Karenakan sudah dipenuhi semua aturannya,” ucap Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Secara keseluruhan, ada 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang koridor Rasuna Said.
Heru menambahkan, pembongkaran dan penataan dilakukan menggunakan
APBD DKI Jakarta
dengan nilai sekitar Rp 500 juta.
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 500 juta,” ujar Heru.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/06/24/685a6fb8bf3cb.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dua Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Ditangkap di Surabaya Megapolitan 10 Januari 2026
Dua Penusuk Pengemudi Mobil di Mampang Ditangkap di Surabaya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Polisi menangkap dua pelaku penusukan terhadap pengendara mobil berinisial RHM (29) di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Kedua pelaku berinisial HW dan TM diringkus di Surabaya setelah berhari-hari berpindah kota untuk menghindari kejaran aparat.
“Berhari-hari jajaran Polsek Mampang terus memburu sampai akhirnya dua pelaku ditangkap di Gapura Surya Surabaya,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol S. Aba Wahid Key, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Wahid menjelaskan, penangkapan berawal dari identitas pelaku yang berhasil dikantongi penyidik.
Para pelaku, kata Wahid, berupaya menghilangkan jejak setelah menyadari rekaman video kejadian
penusukan
beredar luas di media sosial.
Dalam pelariannya, para pelaku berpindah-pindah wilayah, mulai dari Depok, Tangerang, Jakarta, hingga Surabaya.
Polisi juga mengendus rencana keduanya untuk melarikan diri ke wilayah Indonesia timur melalui jalur laut.
“Polsek Mampang dibantu jajaran Polres Kp3 Tanjung Perak Surabaya meringkus dua pelaku HW dan TM yang akan kabur ke wilayah timur Indonesia,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara mobil berinisial RHM (29) menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut dipicu senggolan kendaraan di jalan yang berujung pada cekcok.
“Ya, dugaan sementara seperti itu, senggolan di jalan. Dari pihak pengemudi roda empat ini tidak terima,” ujar Kompol S. Aba Wahid Key, kepada wartawan, Minggu (4/1/2026).
Setelah kedua kendaraan berhenti, korban bersama rekannya sempat terlibat adu mulut dengan pelaku yang berboncengan tiga orang dan diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Korban sempat berupaya menyelesaikan masalah secara damai, namun pelaku justru mengeluarkan pisau dan menusuk korban di bagian perut.
Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Mampang sebelum akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati karena luka yang dialami cukup parah.
Namun, setelah lima hari dirawat, RHM dinyatakan meninggal dunia pada Senin (5/1/2026) malam.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/6962115cccc9c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 Rocky Gerung hingga Eks Wakapolri Hadiri Rakernas PDI-P di Ancol Nasional
Rocky Gerung hingga Eks Wakapolri Hadiri Rakernas PDI-P di Ancol
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pengamat politik dan aktivis, Rocky Gerung menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 2026, pada Sabtu (10/1/2026) di Beach City International Stadium Ancol (BCIA), Jakarta.
Pengamatan
Kompas.com
, Rocky datang ke Beach City International Stadium mengenakan baju putih dan celana panjang krem.
Ia langsung dikerumuni awak media dan hendak menanyakan kehadirannya di Rakernas
PDI-P
.
Namun, Rocky tak banyak bicara dan hanya mengacungkan jari telunjuk dan jempol ke arah awak media. Ia kemudian masuk ke dalam arena gedung Rakernas.
Rocky tampak mencolok di tengah ratusan kader PDI-P yang berbaju merah di sekelilingnya. Dia juga dikawal oleh beberapa Satgas Cakra Buana.
Selain Rocky, tokoh luar PDI-P yang hadir di Rakernas antara lain eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dan
eks Wakapolri
Komjen Pol (Purn) Oegroseno.
Adapun kader PDI-P yang terlihat hadir antara lain, Ketua DPP PDI-P Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo, politikus PDI-P Andika Perkasa.
Kemudian, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta asal PDI-P, Pramono Anung dan Rano Karno juga hadir di pembukaan Rakernas I PDI-P.
Diketahui, Rakernas I PDI Perjuangan 2026 mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya”.
Rakernas tersebut digelar selama tiga hari, yakni pada 10-12 Januari 2026.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Rakernas dihadiri oleh pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah.
Kepengurusan daerah diwakili oleh ketua, sekretaris, dan bendahara.
“Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai,” kata dia melalui keterangan persnya, Jumat (9/1/2026).
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/08/695f7d7ac0f9a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari Megapolitan 10 Januari 2026
Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dapat diselesaikan dalam waktu lima hari ke depan.
Untuk mempercepat proses tersebut, DLH mengerahkan 25 unit perbantuan guna menangani akumulasi
sampah
yang menumpuk.
“Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan,” ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, dalam keterangan, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan,
penanganan sampah
di
Pasar Induk Kramat Jati
sebenarnya dilakukan setiap hari.
Namun, pada periode tertentu seperti musim buah, volume sampah melonjak dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
“Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” lanjut dia.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua kali pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan tumpukan sampah.
Dalam kegiatan perbantuan ini, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.
Penanganan sampah didukung 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.
Julius menegaskan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 dan Pergub Nomor 102 Tahun 2021, kawasan komersial termasuk pasar wajib mengelola sampah secara mandiri.
“Kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Sebelumnya, gunung sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh
DLH DKI Jakarta
.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.
Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.
Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi.
Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan.
Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/6961feb72fbcf.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Truk Kontainer Terjeblos di Jalan Joglo Raya, Lalin Macet Parah Megapolitan 10 Januari 2026
Truk Kontainer Terjeblos di Jalan Joglo Raya, Lalin Macet Parah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Truk kontainer terjeblos di Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat, menyebabkan kemacetan parah, Sabtu (10/1/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan
Kompas.com
di lokasi, truk kontainer berwarna hijau dalam posisi miring di tikungan arah TVRI Kembangan.
Bagian belakang truk tampak ambles ke sisi kiri jalan, diduga akibat roda terjeblos ke dalam lubang atau saluran air di bahu jalan yang tidak mampu menahan beban kendaraan.
Kondisi tersebut membuat badan truk hampir menutup separuh ruas
Jalan Joglo Raya
yang lebarnya hanya sekitar empat meter.
Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah tersendat dan menimbulkan kemacetan hingga sekitar 150 meter.
Kendaraan roda empat terpaksa berhenti total, sementara sepeda motor mencoba melintas perlahan melalui celah sempit di antara badan truk dan bangunan warga.
“Macetnya sudah dari pagi. Dari arah SPBU sampai ke sini sudah enggak jalan,” kata seorang petugas keamanan Yadika Pusat Ciledug, Bagus Parulian Siahaan saat ditemui
Kompas.com
di lokasi.
Menurut Bagus, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu truk melaju cukup kencang sebelum akhirnya terjeblos.
“Kejadiannya sekitar setengah tujuh sampai jam tujuh. Katanya truknya ugal-ugalan, terus pas belok itu rodanya masuk ke lubang di sebelah kiri. Di situ memang ada selokan,” ujar Bagus.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Truk yang miring nyaris menyentuh bangunan rumah dan toko warga di sisi kiri jalan, namun tidak sampai menabrak dinding bangunan.
“Kalau korban enggak ada, cuma lalu lintas jadi lumpuh total,” ujar Bagus.
Kemacetan semakin parah karena lokasi truk berada tepat di tikungan tajam, menciptakan penyempitan ruang gerak.
Petugas kepolisian tampak berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas, namun hingga siang hari truk belum berhasil dievakuasi.
Bagus menyebut jalur tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan bagi truk kontainer besar.
“Kalau kontainer sebetulnya enggak boleh lewat sini. Kalau truk kecil masih bisa. Saya juga heran kok bisa lewat,” katanya.
Salah seorang warga menyebut truk terlihat melaju cepat saat memasuki tikungan sempit sebelum akhirnya ambles.
“Tadi pagi-pagi udah rame, sekitar jam tujuh kurang. Mobilnya kencang, terus amblas ke lubang. Jalannya memang kecil, enggak cocok buat kontainer,” kata Kamil (48) warga yang turut ikut membantu lalu lintas.
Hingga pukul 14.30 WIB, kepadatan lalu lintas belum terurai. Kemacetan masih terlihat dari kedua arah Jalan Joglo Raya, sementara warga dan pengendara terus memadati lokasi kejadian.
Kompas.com
telah menghubungi Kasat Lantas Polres Metro
Jakarta Barat
Kompol Natasha Yudhasoka untuk mengenai kronologi dan penanganan kejadian tersebut. Namun, belum mendapatkan respons.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/6961fbc29a084.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pegawainya Kena OTT KPK, Begini Suasana Kanwil Pajak Jakarta Utara Megapolitan 10 Januari 2026
Pegawainya Kena OTT KPK, Begini Suasana Kanwil Pajak Jakarta Utara
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pegawai pajak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Berdasarkan pemantauan
Kompas.com
di lokasi, Sabtu (10/1/2026), kantor DJP Jakarta Utara terlihat sepi aktivitas.
Area resepsionis yang berada di depan pintu masuk kantor tampak lengang tanpa aktivitas pelayanan.
Meja penerima tamu terlihat kosong, tidak ada petugas yang berjaga, hanya terdapat buku tamu yang terbuka dan penanda bertuliskan “Security” di atas meja.
Area tunggu dengan kursi berwarna putih juga terlihat kosong.
Suasana kantor cenderung sepi, dengan minim penerangan tanpa aktivitas orang.
DJP Jakarta Utara memiliki dua kantor operasional yang berada di lantai 12 dan lantai 15 di Gedung Altira Business Park.
Kondisi di lantai 12 terpantau sepi tanpa aktivitas pegawai maupun pelayanan.
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di lantai 15. Di lantai tersebut, masih terdapat sejumlah pegawai yang menjalankan aktivitas kerja. Namun mereka menolak untuk ditanya mengenai OTT
KPK
.
Sebelumnya, KPK mengamankan 8 orang dalam
Operasi Tangkap Tangan
(OTT) di Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya juga menemukan barang bukti dalam bentuk uang.
“Sampai saat ini, Tim telah mengamankan para pihak sejumlah 8 orang, beserta barang bukti dalam bentuk uang,” kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu.
Saat ini, pihak-pihak tersebut tengah dibawa untuk diperiksa di Gedung Merah Putih KPK. Penangkapan tersebut terkait dengan dugaan suap pengurangan nilai pajak.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2019/02/07/2925092906.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dan Mata Uang Asing dari OTT Pegawai Pajak
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dan Mata Uang Asing dari OTT Pegawai Pajak
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita ratusan juta rupiah dan valuta asing (valas) dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara (Jakut).
“Sementara ada ratusan juta rupiah dan ada juga valas,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Sabtu (10/1/2026), dikutip dari
Antara
.
Fitroh menuturkan, OTT tersebut terkait dugaan
suap pengurangan nilai pajak
, tetapi ia belum menjelaskan secara perinci duduk perkara kasus tersebut.
Ia menyebutkan, ada sejumlah pegawai pajak dan wajib pajak yang ditangkap dalam OTT tersebut.
“Beberapa pegawai pajak dan beberapa dari pihak WP (wajib pajak),” ucap Fitroh.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebutkan ada 8 orang yang terjaring dalam OTT ini.
Pihak-pihak yang ditangkap telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan intensif.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/10/20/68f5c1ddb89cd.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/6961ff14495b6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/6961f6c298f11.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/6961f74cbb5c6.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)