Mutasi Polri: Irjen Edy Murbowo Jadi Kapolda NTB, Brigjen Hengki Haryadi Jadi Wakapolda Riau
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memutasi posisi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan tujuh wakil kepala kepolisian daerah (Wakapolda).
Mutasi ini termuat dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025.
“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025).
Dalam surat telegram itu, Irjen Edy Murbowo ditunjuk menjadi
Kapolda NTB
.
Edy akan menggantikan Irjen Hadi Gunawan yang memasuki masa pensiun.
Sementara jabatan Edy sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri akan diisi oleh Brigjen Pol Kalingga Rendra Raharja.
“Irjen Pol Edy Murbowo Kakorbimnas Baharkam Polri diagkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda NTB,” tulis isi surat telegram.
Selain itu, ada tujuh jajaran
Wakapolda
yang dimutasi lewat surat telegram yang sama.
Brigjen
Hengki Haryadi
yang tadinya Penyidik Utama Tingkat II Bareskrim Polri mendapat jabatan baru sebagai Wakapolda Riau.
Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo yang awalnya Wakapolda Riau akan dimutasi menjadi Wakapolda Kalimantan Timur.
Kemudian, Wakapolda Kalimantan Tengah akan diisi oleh Brigjen Yosi Muhamartha yang sebelumnya menjabat Wakapolda Papua Barat.
Sementara posisi Wakapolda Papua Barat akan dijabat seorang polisi wanita (polwan) yakni Brigjen Sulastiana.
Sulastiana sebelumnya merupakan Auditor Kepolisian Utama Tingkat II Itwasum Polri.
Kemudian Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung juga dimutasi dan akan diisi oleh Kombes Pol Murry Mirranda yang bakal mendapat kenaikan pangkat jenderal bintang satu.
Selanjutnya, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen M Zulkarnain akan mendapat jabatan baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.
Posisi yang ditinggal Brijen Zulkarnain akan diisi oleh Brigjen Rony Samtana, yang tadinya Wakapolda Sumatera Utara.
Sedangkan posisi Wakapolda Sumatera Utara akan diisi oleh Brigjen Sonny Irawan, yang sebelumnya menduduki jabatan Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/20/69463acd4aa11.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kades Taji Magetan Mengundurkan Diri dari Jabatan, Mengaku Tak Sanggup Lagi Regional 20 Desember 2025
Kades Taji Magetan Mengundurkan Diri dari Jabatan, Mengaku Tak Sanggup Lagi
Tim Redaksi
MAGETAN, KOMPAS.com
– Kepala Desa Taji, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sigit Supriyadi, secara resmi mengajukan izin pengunduran diri dari jabatannya. Sigit mengaku langkah ini diambil karena merasa sudah tidak sanggup lagi mengemban amanah memimpin desa tersebut.
Surat izin pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Bupati Magetan untuk mendapatkan pertimbangan lebih lanjut. Sigit menegaskan bahwa keputusannya murni karena alasan kemampuan pribadi.
“Saya mengajukan izin membatalkan diri karena merasa sudah tidak mampu melanjutkan amanah sebagai kepala desa. Surat izin pengunduran diri sudah saya sampaikan kemarin,” ujar
Sigit Supriyadi
melalui sambungan telepon, Sabtu (20/12/2025).
Sigit memastikan bahwa pengajuan izin tersebut tidak berkaitan dengan kebijakan penambahan masa jabatan kepala desa selama dua tahun ke depan. Ia juga membantah adanya sangkut paut dengan masalah hukum, keuangan desa, maupun konflik dengan warga.
“Pengajuan izin ini tidak ada hubungannya dengan kasus hukum, masalah keuangan desa, maupun konflik dengan masyarakat,” imbuhnya.
Selama enam tahun memimpin Desa Taji, Sigit menyatakan telah berupaya maksimal menjalankan kewajibannya. Namun, karena surat yang dikirim bersifat permohonan izin, ia kini menunggu keputusan akhir dari Bupati Magetan.
“Surat yang saya kirimkan adalah izin menyetujui diri sendiri, bukan pengunduran diri menunggu diri mutlak. Keputusan pada akhirnya tetap pertimbangan Bupati,” katanya.
Sigit mengaku siap menerima apa pun hasil keputusan pemerintah daerah terkait status jabatannya. Selama ini, ia merasa sudah berusaha menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.
“Selama enam tahun menjabat, saya sudah berusaha menjalankan kewajiban sebagai kepala desa sesuai kemampuan saya,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PMD
Kabupaten Magetan
, Eko Muryanto, membenarkan adanya surat yang masuk. Namun, surat yang diterima instansinya masih berupa fotokopi sehingga belum bisa diproses secara administratif.
“Saya mendapatkan fotokopi surat pernyataan yang dikirim ke Dinas PMD kemarin. Karena sifat fotokopi saya belum konfirmasi mbah lurah. Saya sudah berkoordinasi dengan Plt Camat Karas, karena kalau copyan begitu tidak bisa diproses,” ujar Eko.
Eko menjelaskan bahwa pengunduran diri merupakan hak setiap kepala desa, namun harus melalui prosedur resmi, termasuk surat bermaterai kepada bupati dengan tembusan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Begitu tembusan BPD mengadakan rapat untuk pengusulan pemberhentiannya. Tapi masih kita dalami pengunduran dirinya karena apa,” kata Eko.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/6946259208dd1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Zulkifli Hasan Targetkan 100 Kampung Nelayan Dibangun di Jawa Tengah Regional 20 Desember 2025
Zulkifli Hasan Targetkan 100 Kampung Nelayan Dibangun di Jawa Tengah
Tim Redaksi
PATI, KOMPAS.com
– Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan meninjau langsung Kampung Nelayan di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Sabtu (20/12/2025). Pemerintah pusat berencana memperluas pembangunan kawasan serupa hingga 100 titik di Jawa Tengah.
Zulkifli Hasan
mengapresiasi fasilitas di
Kampung Nelayan Banyutowo
yang dinilai sudah lengkap, mulai dari pabrik es, *cold storage*, tempat pelelangan ikan (TPI), hingga akses jalan. Menurutnya, kawasan ini terintegrasi dengan tambak rakyat ikan nila salin.
“Bagus sekali pembangunannya. Kampung Nelayan ini lengkap, jalannya dibaguskan, ada tempat tambat perahu, dan di sebelahnya juga sedang dibangun Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menegaskan bahwa Kampung Nelayan Banyutowo akan menjadi percontohan pembangunan kawasan pesisir berbasis ekonomi kerakyatan yang akan diperluas secara masif tahun depan.
“Total di seluruh Jawa Tengah nanti akan dibangun 100 Kampung Nelayan. Sekarang memang masih sedikit, tapi tahun depan ditargetkan seratus,” tegas Zulkifli.
Bupati Pati Sudewo
menambahkan, pemerintah pusat juga berkomitmen membangun beberapa Kampung Nelayan tambahan di Pati. Selain itu, direncanakan pembangunan pelabuhan perikanan skala besar di Juwana mulai tahun 2026.
“Beliau menyampaikan akan ada beberapa Kampung Nelayan lagi yang dibangun di
Kabupaten Pati
. Ini tentu sangat membantu penguatan sektor perikanan kita,” ujar Sudewo.
Pelabuhan di Juwana tersebut ditargetkan rampung pada 2028 dengan skala yang cukup besar untuk menampung tambat kapal hingga penguatan ekosistem perikanan daerah.
“Pelabuhan ini diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan perikanan, mulai dari tambat kapal, pelelangan ikan, hingga penguatan ekosistem perikanan. Skala pelabuhannya nanti kurang lebih setara dengan Bagansiapiapi,” jelas Sudewo.
Arah pembangunan ini ditujukan agar sektor budidaya perikanan di Pati mampu menembus pasar internasional. Pemerintah daerah kini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan sarana pendukung seperti listrik dan bantuan kincir air.
“Arahnya memang ke ekspor. Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, dan nanti pemasaran produk unggulan perikanan dari Pati akan dibantu oleh pemerintah pusat,” kata Sudewo.
Guna menekan biaya produksi, pemerintah pusat juga berencana membangun pabrik pakan ikan dan ayam untuk membantu para petambak dan peternak di wilayah tersebut.
“Semua ini akan berjalan secara bertahap. Harapannya, kesejahteraan nelayan dan petambak di Kabupaten Pati bisa meningkat,” ujar Sudewo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/69463b20980ee.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bahlil Klaim Tak Pernah Gunakan Golkar untuk Urusan Pribadi
Bahlil Klaim Tak Pernah Gunakan Golkar untuk Urusan Pribadi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan, ia tidak akan pernah meminta Golkar untuk mengurus urusan pribadinya, apalagi untuk keperluan bisnis.
Hal ini Bahlil sampaikan saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di kantor DPP
Partai Golkar
, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
“Insyaallah saya menjadi ketua umum partai politik yang namanya Partai Golkar, tidak akan pernah saya meminta untuk mengurus urusan pribadi saya, apalagi bisnis saya di partai ini. Enggak pernah,” ujar Bahlil dalam pidatonya.
Ia menekankan, selama menjadi kader Golkar, ia diajarkan untuk mengemban tugas dengan cara yang baik.
Bahlil lantas memperingatkan kader-kader Golkar agar tidak menggunakan Golkar untuk kepentingan pribadi dan bisnis mereka.
“Kalau ketua umum saja enggak boleh, apalagi yang lain. Paham maksud saya?” kata Bahlil.
Para kader yang hadir dalam rapimnas pun kompak menjawab, “Paham”.
Lebih lanjut, Bahlil mengaku ia tidak punya banyak mimpi politik.
“Mimpi saya cuma satu saja, bagaimana kita jaga marwah partai dan menaikkan kursi partai. Itu mimpi saya,” katanya.
Bahlil mengatakan, ia pun mewakafkan dirinya untuk bisa menghadapi pihak-pihak yang hendak mengganggu Golkar.
“Untuk itu saya akan mewakafkan diri saya baik moril maupun materiil untuk menghadapi siapapun yang menahan-menahan laju tujuan partai ini,” tegas Bahlil.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menyebutkan bahwa rapimnas hari ini membahas hal terkait peraturan organisasi, penajaman program prioritas, dan rekomendasi-rekomendasi lainnya.
Karena Rapimnas ini bersifat internal, kata Sarmuji, Golkar tidak mengundang pihak eksternal untuk hadir.
“Karena ini rapimnas pertama dalam periode ini, jadi penekanannya lebih ke internal, meskipun dibahas juga isu-isu yang bersifat politik kebangsaan,” ujar Sarmuji saat dimintai konfirmasi, Kamis (18/12/2025).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694634ce845db.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bus Medan Jaya Terbakar di Jalan Lintas Sumatera, 44 Penumpang Selamat Regional 20 Desember 2025
Bus Medan Jaya Terbakar di Jalan Lintas Sumatera, 44 Penumpang Selamat
Tim Redaksi
MURATARA, KOMPAS.com
– Satu unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) milik PO Medan Jaya terbakar di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di depan Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu (20/12/2025).
Seluruh penumpang termasuk sopir yang berjumlah 44 orang selamat dalam insiden tersebut. Namun, bus jenis Mercedes Benz dengan nomor polisi BK 7439 LD terbakar habis.
Kasi Humas Polres Muratara, Ipda Darussalam Saputra mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 02.30 WIB.
Saputra menyebut, bus tersebut diketahui melayani rute Cililitan, Jakarta Timur, menuju Kota Medan, Sumatera Utara.
Namun, saat melintas di lokasi kejadian, sopir bus bernama Raya Sembiring menghentikan laju kendaraan karena indikator
check engine
menyala.
“Merasa ada yang tidak beres, sopir kemudian menghentikan kendaraan di pinggir jalan dan memeriksa bagian belakang bus,” kata Saputra, Sabtu.
Ketika sedang dilakukan pengecekan, terlihat percikan api muncul dari ruang mesin belakang yang kemudian menyambar komponen air conditioner (AC).
Menurut Saputra, Raya Sembiring kemudian meminta kepada seluruh penumpang turun dari bus untuk menyelamatkan diri dan mengeluarkan barang-barang dari bagasi.
“Api kemudian langsung menyambar seluruh badan bus. Seluruh penumpang dan sopir berhasil selamat,” ujarnya.
Saputra mengatakan, kernet dan sopir bus sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan air dari dalam toilet. Namun, upaya itu gagal karena sambaran api makin membesar.
Petugas kepolisian yang berada di sekitar lokasi bersama warga setempat berupaya memadamkan api menggunakan kendaraan dinas water cannon (AWC).
Proses pemadaman juga dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Dinas Damkar Muratara.
“Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB. Penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting pada kabel kelistrikan kendaraan,” kata Saputra.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/04/69319ea3aca5b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/19/6944e85c65a7b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/69463eb16f44d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/694638e29a722.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/07/15/6694ea86785f7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/20/694637ae8ed98.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)