KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menguji coba fasilitas
lift platform
di
Stasiun Cikini
sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas layanan bagi
penyandang disabilitas
dan lanjut usia.
Uji coba ini dilakukan sejak Jumat (19/12/2025) dan masih akan berlanjut untuk memastikan aspek keamanan serta kelayakan operasional alat tersebut.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
pada Sabtu (20/12/2025), satu unit
lift platform
terlihat terpasang di sisi kanan tangga bagian selatan Stasiun Cikini. Selain itu, dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan di tangga menuju Peron 1 dan Peron 2.
Area pemasangan
lift platform
tersebut ditutup dengan pembatas berwarna kuning yang dilengkapi pemberitahuan adanya proyek pemasangan alat di pinggiran tangga.
Di dinding stasiun dekat tangga menuju Peron 2 juga terpasang spanduk kecil dengan informasi serupa. Sementara itu, material
lift platform
yang belum terpasang tampak ditutup terpal berwarna biru.
“Mohon maaf perjalanan Anda terganggu, ada pekerjaan proyek platform lift,” bunyi pemberitahuan tersebut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan ketiga
lift platform
tersebut direncanakan mulai digunakan secara penuh pada 2026.
“Perkirakan dalam waktu tidak lama lagi akan segera dioperasikan untuk pengguna, karena saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” kata Karina saat dikonfirmasi melalui pesan teks, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Karina, pemasangan
lift platform
ini ditujukan khususnya untuk memudahkan akses pengguna kursi roda saat menggunakan layanan KAI Commuter.
“Penggunaan unit lift platform ini sendiri untuk kemudahan dalam melayani naik dan turun pengguna dengan disabilitas, terutama yang menggunakan kursi roda,” jelas Karina.
Ia menjelaskan,
lift platform
tersebut memiliki kapasitas maksimal dua orang dan satu kursi roda dengan berat total hingga 250 kilogram. Pengoperasian alat ini menggunakan sistem nirkabel.
Untuk menggunakan fasilitas tersebut, pengguna disabilitas dapat meminta bantuan kepada petugas stasiun yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
“Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur Karina.
Karina menambahkan, KAI Commuter tidak menutup kemungkinan akan memasang
lift platform
di stasiun lainnya setelah dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan fasilitas ini di Stasiun Cikini.
Adapun Stasiun Cikini dipilih sebagai stasiun percontohan karena telah dilengkapi fasilitas pendukung aksesibilitas lainnya, salah satunya
pelican crossing
yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
“Nantinya dari hasil evaluasi atas layanan ini, tidak menutup kemungkinan juga akan ditambah pada stasiun-stasiun lainnya,” kata dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/20/694688123c58a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia Megapolitan 20 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/20/6946793f79c30.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan Megapolitan 20 Desember 2025
Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Jakarta kembali memiliki ruang terbuka publik baru yang ramah keluarga. Tamananda Park, taman kota yang baru dibuka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, hadir sebagai alternatif ruang hijau untuk bersantai di tengah padatnya aktivitas perkotaan.
Tamananda Park resmi dibuka untuk umum sejak 26 Juli 2025. Lokasinya berada di belakang kawasan gedung perkantoran dan menawarkan lanskap kota dengan latar arus lalu lintas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Taman ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi berbagai kalangan, terutama keluarga. Untuk anak-anak, tersedia area bermain yang dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti perosotan terowongan dan ayunan.
Demi kenyamanan dan keamanan, permukaan area bermain menggunakan material yang lebih empuk dengan nuansa warna-warni. Fasilitas permainan ini diperuntukkan bagi anak-anak berusia di bawah 10 tahun dengan tinggi badan kurang dari 155 sentimeter.
Meski area bermain dikhususkan untuk anak-anak, pengelola mewajibkan pendampingan orang dewasa minimal berusia 17 tahun selama anak-anak beraktivitas di taman.
Sementara itu, bagi pengunjung usia remaja hingga dewasa, tersedia area santai di sisi taman berupa tangga berundak. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan lalu lintas JORR dengan latar matahari terbenam pada sore hari.
Suasana taman semakin hidup dengan embusan angin sepoi-sepoi yang diiringi lantunan musik dari area
live music.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan para pekerja untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian.
Marketing Communication Tamananda Park, Dava Devries, mengatakan taman ini dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka di Jakarta.
“Jadi memang salah satunya untuk menyediakan tempat ruang terbuka untuk bisa dinikmati masyarakat khususnya Cilandak dan Jakarta juga secara umum,” kata Dava saat ditemui di taman, Sabtu (20/12/2025).
Tamananda Park dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya setiap hari. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan ruang tertutup yang tersedia untuk menggelar kegiatan komunitas.
Adapun jam operasional taman dimulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, dengan pengamanan selama 24 jam oleh petugas keamanan.
Khusus pada momen Natal dan Tahun Baru 2026, pengelola menghadirkan hiburan berupa pertunjukan salju buatan atau
snow show
. Salju buatan tersebut dikeluarkan dari pohon Natal yang dipasang di dekat area duduk pengunjung.
Salju berbentuk busa ini dihasilkan dari bahan menyerupai sabun yang aman terkena kulit. Busa akan disemprotkan dari bagian atas pohon Natal pada pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB setiap akhir pekan.
Sementara pada Kamis dan Jumat,
snow show
ditampilkan pukul 19.00 WIB dan diawali dengan pertunjukan live music.
Hiburan bertema Natal ini akan berlangsung hingga 4 Januari 2026 bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana Natal dengan nuansa salju di tengah kota Jakarta.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694682f0c077a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya Megapolitan 20 Desember 2025
Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Setiap pagi, petugas berbaju oranye dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyusuri Kali Cengkareng Drain di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dengan perahu kecil, mereka membersihkan sampah yang mengapung di aliran kali—pekerjaan rutin yang belakangan ini kian berisiko karena keberadaan buaya.
Salah satu petugas, Rudi (56), mengaku telah hampir enam bulan terakhir bekerja di tengah habitat buaya yang kerap menampakkan diri ke permukaan. Kondisi itu membuat pekerjaannya tak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga kewaspadaan tinggi.
Menjalani pekerjaan sebagai petugas kebersihan kali, kata Rudi, tidaklah mudah. Risiko keselamatan selalu mengintai, terlebih sejak kemunculan buaya di Kali Cengkareng Drain semakin sering terlihat.
“Sudah dari enam bulan lalu, dulu masih kecil sekarang kan lama-lama besar,” tutur Rudi saat diwawancarai
Kompas.com
di lokasi, Sabtu (20/19/2025).
Menurut Rudi, buaya yang muncul ke permukaan bukan hanya satu ekor. Ada beberapa dengan ukuran berbeda, meski yang paling sering terlihat adalah buaya kecil dengan panjang sekitar 1,5 meter.
Rudi menjelaskan, buaya-buaya tersebut umumnya naik ke permukaan untuk berjemur, terutama saat cuaca panas.
“Sering muncul tapi enggak setiap hari, tapi biasanya kalau udara panas mereka berjemur di sekatan sampah berwarna hijau bernama HDPE,” ungkap Rudi.
Durasi berjemur pun bervariasi. Terkadang hanya sekitar satu jam, namun tak jarang dari pagi hingga sore hari. Saat berjemur, buaya biasanya hanya diam di atas papan apung penyekat sampah yang membentang di sepanjang kali.
Fenomena itu kerap menarik perhatian pengguna jalan. Tak sedikit pengendara yang berhenti sejenak hanya untuk melihat atau mengabadikan momen buaya berjemur.
Kemunculan buaya juga tidak selalu bergantung pada cuaca cerah. Rudi menyebut, saat hujan pun buaya bisa naik ke permukaan.
“Kadang kalau hujan juga dia naik, jadi semaunya dia aja. Kemarin aja hujan rintik-rintik dia jemur aja,” jelas Rudi.
Bekerja di perairan yang dihuni buaya tentu membuat rasa takut kerap menghantui. Namun, Rudi tak memiliki pilihan selain menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Ia berharap, selama ia tidak mengganggu, buaya-buaya tersebut juga tidak menyerangnya.
“Cuma kan kita enggak ganggu, mudah-mudahan buayanya enggak menganggu juga,” ungkap dia.
Sejauh ini, menurut Rudi, buaya di Kali PIK cenderung takut terhadap manusia dan belum pernah menyerang.
“Enggak pernah dia nyerang, karena ukurannya masih kecil kayak 1,5 meter jadi pas saya samperin juga dia kabur karena takut manusia,” ucap Rudi.
Ia juga mengatakan, sepanjang yang ia ketahui, belum pernah ada korban jiwa akibat serangan buaya di Kali PIK, meski hewan tersebut telah ada sejak sebelum kawasan elit itu dibangun.
Meski demikian, kekhawatiran tetap ada. Rudi menyadari, buaya merupakan hewan liar yang berpotensi membahayakan manusia, terutama jika ukurannya semakin besar.
Di sisi lain, Rudi mengaku memiliki ketertarikan pada satwa liar dan justru merasa senang bisa melihat buaya dari jarak dekat.
“Sukanya melihat buaya senang karena kan hewan liar saya suka binatang,” tutur Rudi.
Keberadaan buaya di Kali PIK juga telah menjadi perhatian Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi DKI Jakarta. Sebagai langkah antisipasi, BKSDA memasang dua spanduk peringatan di sekitar lokasi.
Spanduk tersebut berisi imbauan agar warga tidak beraktivitas di pinggir kali, seperti memancing, berenang, atau mencuci pakaian.
Selain itu, BKSDA juga memastikan sejauh ini keberadaan buaya belum mengganggu aktivitas petugas UPS Badan Air maupun warga sekitar.
“BKSDA nanya kira-kira buaya ini udah ganggu belum, saya bilang belum karena masih kecil cuma kan suatu saat nanti gede kalau gede justru mengancam jiwa,” ucap Rudi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/69467204604db.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Warga Minta Buaya yang Kerap Muncul di Kali PIK Ditangkap dan Dikarantina Megapolitan 20 Desember 2025
Warga Minta Buaya yang Kerap Muncul di Kali PIK Ditangkap dan Dikarantina
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kemunculan buaya di
Kali Cengkareng Drain
, kawasan
Pantai Indah Kapuk
(PIK) 2, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian warga.
Dalam beberapa bulan terakhir, reptil tersebut kerap menampakkan diri ke permukaan sehingga memicu kekhawatiran masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran kali.
Sejumlah warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani keberadaan buaya agar tidak membahayakan keselamatan publik.
“Maunya lebih bagus ditangkap atau dikarantina di mana gitu, supaya enggak meresahkan warga sini,” ungkap Susino (54), warga yang ditemui
Kompas.com
di lokasi, Sabtu (20/12/2025).
Susino mengaku kerap memancing di Kali PIK. Ia merasa khawatir karena buaya sering muncul di sekitar lokasi aktivitas warga.
Kekhawatiran serupa disampaikan Ridwan (32). Ia meminta pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi yang tepat terkait keberadaan buaya tersebut, mengingat kawasan tersebut ramai dilalui warga.
“Mendingan untuk pemerintah, buayanya ini benar-benar dicarikan solusi gimana baiknya, karena ini lalu lalang orang banyak banget, takutnya pada enggak tahu mancing di pinggir kali atau bawah, dia (buaya) lagi lapar apesnya enggak tahu dimakan,” tutur Ridwan.
Ridwan menyebutkan, buaya yang sering terlihat di kali tersebut berukuran relatif kecil, dengan panjang sekitar 1,5 meter.
Sementara itu, Petugas Keamanan PIK 1, Taufik (27), mengatakan kemunculan
buaya di Kali
Cengkareng Drain bukanlah fenomena baru. Menurut dia, kawasan tersebut memang telah menjadi habitat buaya jauh sebelum pembangunan kawasan elit PIK.
Biasanya, kata Taufik, buaya muncul ke permukaan untuk berjemur saat cuaca panas.
“Naik ke atas ini dia jemur biasanya jam 10.00 WIB kalau panas. Kemarin baru kali itu muncul setiap hari, cuma kalau airnya hitam enggak mau biasanya dia,” ungkap Taufik.
Meski kerap terlihat, Taufik menilai keberadaan buaya tersebut sejauh ini belum menimbulkan gangguan serius bagi warga.
“Kalau meresahkan sih enggak aman-aman aja, cuma para pengendara pada kaget, lihat jadi tontonan karena dinilai hal baru padahal udah lama,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/694686b728077.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemerintah Perluas Program Bedah Rumah Tahun Depan, Targetnya 400.000 Unit
Pemerintah Perluas Program Bedah Rumah Tahun Depan, Targetnya 400.000 Unit
Tim Redaksi
SERANG, KOMPAS.com –
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperluas program bedah rumah pada tahun 2026 dengan target merenovasi 450.000 unit rumah, bertambah 8 kali lipat dibandingkan capaian tahun ini.
Hal ini disampaikan Maruarar dalam acara akad massal 50.030 unit rumah subsidi berskema
Kredit Perumahan Rakyat
(KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
“Ada 26,9 juta rumah rakyat yang punya rumah, tapi tidak layak huni. Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih teman-teman DPR menaikkan tahun ini hanya 45.000 tahun depan 400.000. Naiknya 8 kali lipat,” kata Ara, sapaan akrabnya, Sabtu siang.
Hal ini menyusul kenaikan
anggaran perumahan
yang disetujui Presiden Prabowo Subianto senilai Rp 10 triliun di tahun depan, dari semula Rp 5 triliun.
Sekitar 80 persen dari total anggaran tersebut dialokasikan langsung untuk rakyat, khususnya melalui program Bedah Rumah.
“Anggaran kami Bapak naikkan, dari Rp 5 triliun tahun ini, tahun depan Rp 10 triliun lebih. Terima kasih, Pak. Dan 80 persen anggaran kami buat rakyat melalui program Bedah Rumah,” kata Maruarar.
Ara menyampaikan, selama ini, banyak daerah yang belum tersentuh program bedah rumah.
Sepanjang tahun 2025 saja, ada sekitar 222 kabupaten/kota yang tidak memiliki program tersebut.
“Tahun ini ada 222 kabupaten/kota yang tidak ada program Bedah Rumah. Bahkan dalam lima tahun terakhir, ada 22 kabupaten yang tidak pernah mendapatkannya,” ujar dia.
Namun karena anggaran bertambah, program pun akan menyasar penerima lebih banyak.
Menurutnya, program ini penting karena masih terdapat 26,9 juta rakyat Indonesia yang memiliki rumah tetapi dalam kondisi tidak layak huni.
Karena itu, peningkatan anggaran diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Seiring dengan itu, target jumlah rumah yang direnovasi tahun depan pun meningkat menjadi 400.000 unit dari sebelumnya hanya sekitar 45.000 unit.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/20/69467ae6374de.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo: Jangan Mark-up Gila-gilaan, Pintar Ngarang di Kertas!
Prabowo: Jangan Mark-up Gila-gilaan, Pintar Ngarang di Kertas!
Tim Redaksi
SERANG, KOMPAS.com –
Presiden Prabowo Subianto memperingatkan pejabat agar tidak menggelembungkan anggaran (
mark-up
) dalam pengadaan barang dan jasa karena hal itu sama dengan mencuri.
Hal ini dikatakannya dalam acara akad massal 50.030 unit rumah subsidi berskema Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
“Jangan
mark-up
gila-gilaan.
Mark-up
gila-gilaan sama dengan mencuri, saudara-saudara sekalian, sama mencuri! Jangan karena pakaian bagus, pintar mengarang-ngarang di kertas, mau mengakali pemerintah, mengakali rakyat,” kata Prabowo, Sabtu.
Kepala Negara menekankan, pemerintahan yang ia pimpin harus menghentikan
korupsi
dan penyelundupan.
Dengan begitu, pemerintah akan mampu menghilangkan kemiskinan yang masih membayangi masyarakat kelas bawah.
“Kita mampu (menghilangkan kemiskinan), saya sangat yakin. Tapi kita harus berhenti, hentikan penyelundupan, hentikan penyelewengan, hentikan korupsi, hentikan segala bentuk tipu-menipu! Sudah lama kita jadi orang Indonesia, ya kan?” ucap dia.
Tak hanya itu, ia menekankan pemerintah perlu menegakkan aturan dan menegakkan hukum.
Penegakan aturan memungkinkan negara bersih dari oknum tidak bertanggung jawab.
Ia tidak ingin ada institusi yang korup hingga merugikan masyarakat.
“Pemerintah harus bersih! Pemerintah tidak bisa mengizinkan institusi-institusinya korup! Saya bertekad, berusaha untuk membersihkan aparat. Karena aparat adalah yang akan meneruskan, yang akan memberi pelayanan kepada rakyat,” beber Prabowo.
Prabowo meyakini, kekayaan alam tidak akan dirasakan oleh masyarakat dan meringankan beban hidupnya jika pemerintahan masih kotor.
Hal ini, lanjutnya, sudah lebih dulu dialami negara lain untuk dijadikan pelajaran.
“Jadi ini pelajaran dari semua negara di seluruh dunia, ribuan tahun. Pemerintah yang bersih kunci kebangkitan suatu bangsa. Kesejahteraan akan datang manakala pemerintah kita bersih saudara-saudara sekalian. Boleh kita anggarkan ratusan triliun, kalau itu tidak sampai ke rakyat, sangat sedih kita,” kata Prabowo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/18/69437bd4ec324.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Aksi Bajing Loncat Viral, Polsek Cakung Buru Pelaku meski Korban Belum Melapor Megapolitan 20 Desember 2025
Aksi Bajing Loncat Viral, Polsek Cakung Buru Pelaku meski Korban Belum Melapor
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepolisian Sektor (Polsek) Cakung memburu pelaku aksi
bajing loncat
yang beraksi di wilayah Cakung,
Jakarta Timur
. Pencurian tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Kapolsek Cakung Komisaris Widodo mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Untuk korban tidak melapor, pelaku masih dilidik masih dilakukan pengejaran. Antisipasi supaya tidak terjadi lagi dilakukan patroli oleh yang pakaian dinas dan preman,” ungkap Widodo saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Widodo menambahkan, polisi telah memeriksa dua orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut guna mendalami identitas dan pergerakan pelaku.
“Sudah cek TKP (tempat kejadian perkara), sudah periksa dua saksi untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang merekam aksi bajing loncat beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah akun @info.jakartatimur dan memperlihatkan dugaan pencurian muatan besi dari sebuah truk di rute Harapan Indah–Kelapa Gading pada Rabu (17/12/2025) siang.
“Terpantau dashcam diduga aksi bajing loncat mencuri besi di rute Harapan Indah, Kelapa Gading. Rabu 16 Desember 2026 Pukul 14.50 WIB,” demikian keterangan unggahan video tersebut.
Dalam rekaman itu, tampak seorang pria mengenakan baju bermotif garis putih-merah dan topi menaiki truk bermuatan besi yang tertutup terpal oranye.
Pelaku terlihat mengambil sejumlah besi dari atas truk, lalu melompat turun dan melarikan diri sambil membawa hasil curiannya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/19/69456c43c909f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Hunian Tetap Warga Terdampak Bencana Sumatera Mulai Dibangun Besok
Hunian Tetap Warga Terdampak Bencana Sumatera Mulai Dibangun Besok
Tim Redaksi
SERANG, KOMPAS.com –
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai membangun hunian tetap bagi warga terdampak bencana di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, mulai Minggu (21/12/2025).
“Mulai besok, Pak, kita langsung membangun
hunian tetap
buat saudara-saudara kita yang berduka di sana (Sumatera Utara), Pak,” kata Menteri PKP
Maruarar Sirait
ke
Presiden Prabowo
Subianto di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
Menurut rencana, Maruarar akan terbang ke tiga daerah di Sumatera Utara tempat hunian tetap akan dibangun, yakni Tapanuli Tengah, kemudian Sibolga, dan Tapanuli Utara.
“Izinkan kami, Pak, besok pagi kami akan pergi ke Tapanuli Tengah, kemudian Sibolga, dan Tapanuli Utara. Negara hadir, Pak,” ujar Maruarar.
Maruarar menegaskan, pembangunan hunian tetap akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan lintas kementerian.
Ia menyebutkan,
Kementerian PKP
akan bergerak bersama pemerintah Sumatera Utara, pemerintah kabupaten, serta melibatkan Kementerian PUPR, Kepolisian, dan BNPB.
“Bersama pemerintah Sumatera Utara, Kabupaten Pemda Sumatera, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara, bersama dengan Menteri PU, Kepolisian, BNPB,” ujar dia.
Maruarar pun menekankan bahwa langkah cepat tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Maruarar, Prabowo secara konsisten meminta jajaran pemerintah untuk bekerja cepat dan langsung di lapangan.
“Karena saya tahu Bapak ingin bekerja dengan cepat, dan sangat cepat untuk kepentingan rakyat Indonesia yang kita cintai,” ujarnya.
Maruarar juga menyampaikan bahwa jajaran Kementerian PKP akan langsung turun ke lokasi mulai keesokan hari setelah acara tersebut.
Ia kembali menegaskan komitmennya untuk tidak menunda penanganan pascabencana, khususnya terkait kebutuhan dasar tempat tinggal bagi warga terdampak.
“Izin, Pak, besok pagi kami langsung ke sana, bersama dengan jajaran kami,” kata Maruarar.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/20/6946756bcb802.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/17/694212a4a5915.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)