Author: Kompas.com

  • Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih Terisolasi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        20 Desember 2025

    Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih Terisolasi Regional 20 Desember 2025

    Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih Terisolasi
    Tim Redaksi
    ACEH TAMIANG, KOMPAS.com
    – Sebanyak enam desa yaitu Desa Baling Karang, Suka Makmur, Sulum, Juar, Sekumur dan Desa Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, hingga Sabtu (20/12/2025) masih terisolasi.
    Amiruddin salah seorang warga Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten
    Aceh Tamiang
    , dihubungi per telepon, menyebutkan akses ke pedalaman itu belum bisa dilalui kendaraan roda dua.
    “Butuh tambahan alat berat untuk membersihkan jalan di pedalaman Kecamatan Sekrak. Kita minta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
    BNPB
    ) mendatangkan alat berat dalam jumlah besar,” sebut Amiruddin.
    Dia menambahkan, suplai bahan pangan dilakukan dengan motor trail dalam jumlah terbatas. Sehingga, korban banjir di pedalaman masih kekurangan bahan pangan, air bersih dan obat-obatan.
    “Listrik menyala pada malam hari. Kalau pagi ke sore itu masih padam di pusat kota. Kalau di pedalaman, masih padam seluruhnya,’ terang Amiruddin.
    Dia mendesak BNPB dan Kementerian Sosial RI untuk mempercepat distribusi bahan pangan dan air bersih.
    “Air bersih masih sangat dibutuhkan. Masih sangat terkendala saat ini,” terangnya.
    Sisi lain, sambungnya, pemulihan pascabanjir untuk anak dan kaum ibu berupa trauma healing. “Anak-anak dan kaum ibu paling trauma, butuh pemulihan segera, bukan sebatas bahan pangan saja,” pungkasnya.
    Sekadar diketahui, banjir merendam Aceh Tamiang sejak 26 November 2025 lalu. Dampaknya, 208.163 pengungsi tersebar di 209 desa dalam 12 kecamatan. Tercatat 85 korban meninggal dunia. 
    Sementara itu PT
    PLN
    (Persero) melaporkan telah memulihkan kelistrikan di Aceh secara bertahap setelah kembali terhubung dengan jaringan sistem besar Sumatera. 
    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, setelah jaringan transmisi berhasil tersambung, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, proses inilah yang membuat sistem kelistrikan Aceh berangsur pulih. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        20 Desember 2025

    Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha Regional 20 Desember 2025

    Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha
    Penulis
    KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memulangkan 100 warganya yang terdampak banjir di Sumatera, khususnya di Bener Meriah, Aceh. Para warga telah berada di pengungsian selama sekitar tiga pekan.
    Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, pemulangan ini merupakan bentuk komitmen
    Pemprov Jateng
    untuk memastikan perlindungan dan keselamatan warganya di mana pun berada.
    Proses pemulangan dilakukan setelah koordinasi antara Pemprov Jateng, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Pemprov Aceh, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah terkait pendataan warga terdampak.
    “Sudah diberangkatkan dan sudah dijemput oleh sekretariat daerah (Setda) Provinsi Jateng, berikut para bupati kami,” kata Luthfi saat kegiatan di Semarang, Sabtu (20/12/2025).
    Rinciannya, warga tersebut terdiri dari 54 orang asal Cilacap, 34 orang asal Brebes, 7 orang asal Pemalang, 3 orang asal Kebumen, dan masing-masing satu orang asal Pekalongan dan Grobogan.
    “Paling banyak ada Brebes dan Cilacap, kemudian Pemalang. Semua sudah dihubungi keluarganya,” ungkap Luthfi.
    Para warga dipulangkan menggunakan pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dari Bandara Takengon, Aceh, pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB, transit di Medan, dan tiba di Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekira pukul 14.15 WIB.
    Setibanya di Jakarta, Pemprov Jateng melalui Badan Penghubung menyediakan fasilitas istirahat dan konsumsi, serta transportasi lanjutan: dua bus ke Cilacap, satu bus ke Brebes, dan travel bagi warga asal Grobogan dan Kebumen.
    Selain transportasi, warga juga menerima modal sementara untuk melanjutkan hidup dan memulai usaha di kampung halaman. Bantuan ini disalurkan bekerja sama dengan Baznas Jateng.
    “Semuanya dari segi transportasi kita bantu, bahkan nanti kembali ke daerahnya kita kasih modal usaha supaya bisa berusaha. Minimal mereka pulang ke kampung bisa
    recovery
    di wilayah masing-masing,” pungkas Luthfi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sakit Hati Ibunya Dianiaya, Pemuda di Medan Bunuh Ayah Kandung yang Merupakan Dosen USU
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        20 Desember 2025

    Sakit Hati Ibunya Dianiaya, Pemuda di Medan Bunuh Ayah Kandung yang Merupakan Dosen USU Medan 20 Desember 2025

    Sakit Hati Ibunya Dianiaya, Pemuda di Medan Bunuh Ayah Kandung yang Merupakan Dosen USU
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com 
    – Seorang remaja di Kota Medan, inisial OK (18), nekat menghabisi ayah kandungnya, Hasnanda, karena sakit hati.
    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo mengatakan, peristiwa itu terjadi di rumahnya, di Jalan Aluminium, Kecamatan
    Medan
    Deli, pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
    “Pada saat itu, korban sedang cekcok dengan istrinya. Korban sampai memukuli istrinya,” kata Agus kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Sabtu (20/12/2025).
    “Lalu, pelaku tersulut emosi melihat tindakan pelaku dan mengambil pisau dapur. Pelaku menusuk korban hingga meninggal dunia,” tambahnya.
    Agus menerangkan, korban menderita lebih dari tujuh tusukan di bagian dada, punggung, perut, dan lainnya.
    Mendapati informasi itu, petugas lekas ke lokasi dan menangkap pelaku. Sejauh ini, hasil penyelidikan korban kerap kali melakukan kekerasan terhadap keluarganya.
    “Pelaku mengaku beberapa kali dianiaya korban sehingga sakit hati,” ucap Agus.
    Diketahui, korban sehari-hari bekerja sebagai dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (
    USU
    ). Sementara pelaku adalah mahasiswa Fakultas Teknik Komputer USU.
    Kini, pelaku telah ditahan. Dia disangkakan Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 sub Pasal 338 dari KUHPidana.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Truk Bermuatan Besi Tabrak Suzuki Ertiga di Cakung, Dua Orang Tewas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Truk Bermuatan Besi Tabrak Suzuki Ertiga di Cakung, Dua Orang Tewas Megapolitan 20 Desember 2025

    Truk Bermuatan Besi Tabrak Suzuki Ertiga di Cakung, Dua Orang Tewas
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kecelakaan tragis antara truk engkel bermuatan besi dan minibus Mitsubishi Suzuki Ertiga terjadi di Jalan Cakung Cilincing, tepatnya di depan PT Maratus,
    Jakarta Utara
    , Sabtu (20/12/2025).
    Peristiwa ini menewaskan dua orang dan merusak kedua kendaraan yang terlibat.
    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.35 WIB ketika truk engkel bernopol F-8208-BG yang dikemudikan YH (33) dengan penumpang ESG (44) melaju dari arah selatan ke utara.
    “Tepatnya di depan PT Maratus pada saat mengerem, kabin depan tertimpa muatan besi yang diangkutnya,” ujar Ojo saat dikonfirmasi
    Kompas.com,
    Sabtu malam.
    Besi muatan itu juga menimpa mobil Suzuki Ertiga bernopol B-2649-UZF yang sedang melaju di depannya.
    Adapun pengemudi dan penumpang truk engkel tewas di tempat kejadian, sementara kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah. Tidak ada penumpang yang duduk di belakang mobil Suzuki Ertiga sehingga tidak ada korban di dalamnya.
    Selain korban jiwa, kecelakaan ini menimbulkan kerugian materil yang cukup besar. Truk engkel mengalami kerusakan parah di bagian kabin depan yang ringsek.
    Sedangkan Suzuki Ertiga mengalami kerusakan di pintu belakang yang penyok dan baret, lampu belakang kanan pecah, kaca belakang pecah, serta bemper belakang kanan penyok dan baret.
    “Kendaraan Suzuki Ertiga mengalami kerusakan di bagian pintu belakang penyok dan baret, lampu belakang kanan pecah, kaca belakang pecah, bemper belakang kanan penyok dan baret,” terang Ojo.
    Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Marak OTT KPK, Bahlil Minta Kader Golkar Tak Melenceng dari Aturan

    Marak OTT KPK, Bahlil Minta Kader Golkar Tak Melenceng dari Aturan

    Marak OTT KPK, Bahlil Minta Kader Golkar Tak Melenceng dari Aturan
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Partai Golkar
    Bahlil Lahadalia
    mengingatkan seluruh kader partainya yang menjabat di lembaga eksekutif maupun legislatif agar bekerja sesuai aturan dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
    Pernyataan ini disampaikan menyusul maraknya kepala daerah yang juga kader partai politik terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
    Hal tersebut disampaikan Bahlil saat merespons pertanyaan awak media mengenai sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah dalam beberapa waktu terakhir.
    “Menyangkut dengan instruksi kepada kader partai, kami memang dari DPP Partai Golkar selalu meminta kepada semua kader, baik di eksekutif maupun legislatif, agar bekerja sesuai aturan. Taat pada aturan,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
    Bahlil menegaskan, peringatan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada seluruh kader agar tidak mengambil keputusan maupun melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.
    “Jangan ada satu keputusan atau tindakan yang melenceng dari aturan,” lanjutnya.
    Ia menekankan, instruksi tersebut berlaku tanpa pengecualian bagi semua kader Golkar yang memegang jabatan publik.
    “Itu instruksi partai kepada kader partai dimanapun berada, yang telah memegang jabatan, amanah untuk rakyat, baik di eksekutif maupun legislatif,” tutup Bahlil.
    Pernyataan ini mencuat setelah salah satu kepala daerah yang menjadi kader Golkar, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 10 November 2025. Ardito diketahui bergabung dengan Partai Golkar setelah memenangkan Pilkada Lampung Tengah.
    Ardito diduga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya berupa gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025.
    Dalam perkara tersebut, Ardito diduga melakukan pengondisian agar sejumlah proyek pemerintah dimenangkan oleh rekanannya. Ia juga disebut mematok
    fee
    sebesar 15 hingga 20 persen dari nilai proyek yang dikerjakan di lingkungan Pemkab Lampung Tengah.
    Pengondisian proyek itu diduga dilakukan Ardito dengan meminta anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra, untuk mengatur pemenang pengadaan barang dan jasa di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melalui mekanisme penunjukan langsung di E-Katalog.
    KPK menduga, Ardito Wijaya menerima
    fee
    senilai Rp 5,25 miliar dari sejumlah penyedia barang dan jasa.
    Ade ditangkap KPK pada Rabu (18/12/2025) dan ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (20/12/2025) dini hari. Ia diduga terlibat dalam praktik suap terkait pengadaan proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi.
    KPK menduga, Ade menerima uang suap senilai Rp 14,2 miliar yang berkaitan dengan praktik ijon proyek.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit Megapolitan 20 Desember 2025

    Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit
    Editor
    KOMPAS.com –
    KRL Commuter seri CLI-225 produksi PT Industri Kereta Api (INKA) resmi beroperasi sejak Selasa (16/12/2025).
    Kereta baru ini melayani rute Jakarta Kota–Bogor dengan rangkaian sepanjang 12 gerbong dalam setiap trainset.
    Bagi penumpang yang ingin melihat langsung KRL baru ini, Stasiun Jakarta Kota menjadi titik ideal untuk menunggu kedatangannya.
    Seluruh perjalanan KRL CLI-225 dipastikan berawal atau berakhir di stasiun tersebut.
    Tercatat tiga rangkaian KRL lain dengan tujuan Jakarta Kota–Bogor telah lebih dulu berangkat sebelum CLI-225 tiba di peron.
    Saat akhirnya datang, tampilan luar KRL CLI-225 langsung mencuri perhatian.
    Warna merah tua yang mendominasi bodi kereta terlihat mencolok jika dibandingkan dengan rangkaian KRL lama yang berada di peron lain.
    Kesan modern semakin terasa ketika memasuki gerbong.
    Pencahayaan lampu yang terang serta hembusan pendingin udara yang kencang menciptakan suasana yang nyaman bagi penumpang.
    Interior kereta juga dilengkapi papan informasi digital yang terpasang di atas pintu otomatis.
    Salah satu pembaruan paling mencolok terdapat pada kursi prioritas yang dirancang dapat dilipat, khususnya untuk memudahkan pengguna kursi roda.
    Selain itu, fasilitas standar keselamatan tetap tersedia, seperti emergency intercom, safety hammer, serta kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di bagian atas gerbong.
    Meski menawarkan berbagai peningkatan, KRL CLI-225 juga memiliki keterbatasan.
    Kapasitas ini dinilai lebih kecil dibandingkan dengan KRL pada umumnya.
    Bahkan, pada area kursi prioritas yang dapat dilipat, tidak tersedia bagasi di bagian atas, sehingga penumpang dengan kebutuhan khusus harus menempatkan barang bawaan di area lain di dalam gerbong.
    Pada tahap awal, dua rangkaian KRL baru tersebut dioperasikan pada TS loop 20 dan TS loop 22 dengan relasi Depok/Bogor – Manggarai/Jakarta Kota.
    Total terdapat delapan perjalanan per hari yang dilayani menggunakan sarana KRL baru ini.
    KAI Commuter menilai kehadiran rangkaian baru ini dapat meningkatkan kualitas layanan.
    “Pengoperasian sarana KRL baru ini menjawab harapan masyarakat untuk optimalisasi layanan Commuter Line Jabodetabek,” kata Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/12/2025).
    Selain meningkatkan kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan, rangkaian KRL baru ini juga disiapkan untuk menggantikan sebagian armada yang telah memasuki masa konservasi.
    (Penulis:Rega Almuhtada)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • MRT Jakarta Tak Batasi Waktu Donasi Pakaian Bekas di Drop Box Stasiun
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    MRT Jakarta Tak Batasi Waktu Donasi Pakaian Bekas di Drop Box Stasiun Megapolitan 20 Desember 2025

    MRT Jakarta Tak Batasi Waktu Donasi Pakaian Bekas di Drop Box Stasiun
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – PT
    MRT Jakarta
    memastikan program pengumpulan donasi pakaian bekas melalui
    drop box
    di sejumlah stasiun masih terus berlangsung tanpa batas waktu tertentu.
    Program ini menjadi bagian dari komitmen MRT Jakarta dalam mendukung inisiatif keberlanjutan lingkungan.
    Kepala Divisi Sekretariat Korporasi MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan pihaknya tidak menetapkan periode khusus untuk pengumpulan pakaian bekas agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
    “Tidak ada periode khusus (pengumpulan donasi pakaian), kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan,” kata Rendy kepada Kompas.com, Sabtu (20/12/2025).
    Saat ini, MRT Jakarta menyediakan empat
    drop box
    yang tersebar di empat stasiun berbeda. Dua
    drop box
    ditempatkan di stasiun yang berada di ujung lintasan, yakni Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Lebak Bulus.
    Sementara itu, dua
    drop box
    lainnya dapat ditemukan di Stasiun Bendungan Hilir dan Stasiun Blok M.
    Rendy menjelaskan, pakaian yang dapat didonasikan harus dalam kondisi bersih dan layak pakai. Donatur juga diimbau untuk tidak menyumbangkan sejumlah jenis pakaian tertentu, seperti pakaian dalam, masker, kaus kaki, celana legging, serta seragam sekolah maupun kantor.
    Ia menambahkan, larangan donasi seragam kantor diberlakukan karena MRT Jakarta memiliki program tersendiri untuk mendaur ulang seragam karyawannya.
    “Seragam kantor tidak bisa karena MRT Jakarta memiliki program Zero Waste Seragam Kantor Insan MRT dalam program yang sama ‘Menjahit Perjalanan,’” jelas Rendy.
    Pakaian yang terkumpul selanjutnya akan melalui proses pemilahan. Sebagian pakaian akan diolah kembali menjadi produk bernilai guna baru, sementara sisanya disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
    “Pakaian bekas yang masih pantas akan diubah menjadi produk bernilai guna dan barang untuk kebutuhan sehari-hari seperti, dan hasil kerajinan tangan lainnya,” tutur dia.
    Dalam proses
    pengolahan pakaian bekas
    tersebut, MRT Jakarta menggandeng sekitar 20 orang warga di sekitar Stasiun MRT Blok A, termasuk penyandang disabilitas dan komunitas lainnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia Megapolitan 20 Desember 2025

    KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menguji coba fasilitas
    lift platform
    di
    Stasiun Cikini
    sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas layanan bagi
    penyandang disabilitas
    dan lanjut usia.
    Uji coba ini dilakukan sejak Jumat (19/12/2025) dan masih akan berlanjut untuk memastikan aspek keamanan serta kelayakan operasional alat tersebut.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    pada Sabtu (20/12/2025), satu unit
    lift platform
    terlihat terpasang di sisi kanan tangga bagian selatan Stasiun Cikini. Selain itu, dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan di tangga menuju Peron 1 dan Peron 2.
    Area pemasangan
    lift platform
    tersebut ditutup dengan pembatas berwarna kuning yang dilengkapi pemberitahuan adanya proyek pemasangan alat di pinggiran tangga.
    Di dinding stasiun dekat tangga menuju Peron 2 juga terpasang spanduk kecil dengan informasi serupa. Sementara itu, material
    lift platform
    yang belum terpasang tampak ditutup terpal berwarna biru.
    “Mohon maaf perjalanan Anda terganggu, ada pekerjaan proyek platform lift,” bunyi pemberitahuan tersebut.
    VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan ketiga
    lift platform
    tersebut direncanakan mulai digunakan secara penuh pada 2026.
    “Perkirakan dalam waktu tidak lama lagi akan segera dioperasikan untuk pengguna, karena saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” kata Karina saat dikonfirmasi melalui pesan teks, Sabtu (20/12/2025).
    Menurut Karina, pemasangan
    lift platform
    ini ditujukan khususnya untuk memudahkan akses pengguna kursi roda saat menggunakan layanan KAI Commuter.
    “Penggunaan unit lift platform ini sendiri untuk kemudahan dalam melayani naik dan turun pengguna dengan disabilitas, terutama yang menggunakan kursi roda,” jelas Karina.
    Ia menjelaskan,
    lift platform
    tersebut memiliki kapasitas maksimal dua orang dan satu kursi roda dengan berat total hingga 250 kilogram. Pengoperasian alat ini menggunakan sistem nirkabel.
    Untuk menggunakan fasilitas tersebut, pengguna disabilitas dapat meminta bantuan kepada petugas stasiun yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
    “Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur Karina.
    Karina menambahkan, KAI Commuter tidak menutup kemungkinan akan memasang
    lift platform
    di stasiun lainnya setelah dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan fasilitas ini di Stasiun Cikini.
    Adapun Stasiun Cikini dipilih sebagai stasiun percontohan karena telah dilengkapi fasilitas pendukung aksesibilitas lainnya, salah satunya
    pelican crossing
    yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
    “Nantinya dari hasil evaluasi atas layanan ini, tidak menutup kemungkinan juga akan ditambah pada stasiun-stasiun lainnya,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan Megapolitan 20 Desember 2025

    Ada Taman Baru di Cilandak: Bisa Main, Santai, hingga Nonton Gratis Salju Buatan
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Jakarta kembali memiliki ruang terbuka publik baru yang ramah keluarga. Tamananda Park, taman kota yang baru dibuka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, hadir sebagai alternatif ruang hijau untuk bersantai di tengah padatnya aktivitas perkotaan.
    Tamananda Park resmi dibuka untuk umum sejak 26 Juli 2025. Lokasinya berada di belakang kawasan gedung perkantoran dan menawarkan lanskap kota dengan latar arus lalu lintas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR).
    Taman ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi berbagai kalangan, terutama keluarga. Untuk anak-anak, tersedia area bermain yang dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti perosotan terowongan dan ayunan.
    Demi kenyamanan dan keamanan, permukaan area bermain menggunakan material yang lebih empuk dengan nuansa warna-warni. Fasilitas permainan ini diperuntukkan bagi anak-anak berusia di bawah 10 tahun dengan tinggi badan kurang dari 155 sentimeter.
    Meski area bermain dikhususkan untuk anak-anak, pengelola mewajibkan pendampingan orang dewasa minimal berusia 17 tahun selama anak-anak beraktivitas di taman.
    Sementara itu, bagi pengunjung usia remaja hingga dewasa, tersedia area santai di sisi taman berupa tangga berundak. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan lalu lintas JORR dengan latar matahari terbenam pada sore hari.
    Suasana taman semakin hidup dengan embusan angin sepoi-sepoi yang diiringi lantunan musik dari area
    live music.
    Kondisi ini kerap dimanfaatkan para pekerja untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian.
    Marketing Communication Tamananda Park, Dava Devries, mengatakan taman ini dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka di Jakarta.
    “Jadi memang salah satunya untuk menyediakan tempat ruang terbuka untuk bisa dinikmati masyarakat khususnya Cilandak dan Jakarta juga secara umum,” kata Dava saat ditemui di taman, Sabtu (20/12/2025).
    Tamananda Park dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya setiap hari. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan ruang tertutup yang tersedia untuk menggelar kegiatan komunitas.
    Adapun jam operasional taman dimulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, dengan pengamanan selama 24 jam oleh petugas keamanan.
    Khusus pada momen Natal dan Tahun Baru 2026, pengelola menghadirkan hiburan berupa pertunjukan salju buatan atau
    snow show
    . Salju buatan tersebut dikeluarkan dari pohon Natal yang dipasang di dekat area duduk pengunjung.
    Salju berbentuk busa ini dihasilkan dari bahan menyerupai sabun yang aman terkena kulit. Busa akan disemprotkan dari bagian atas pohon Natal pada pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB setiap akhir pekan.
    Sementara pada Kamis dan Jumat,
    snow show
    ditampilkan pukul 19.00 WIB dan diawali dengan pertunjukan live music.
    Hiburan bertema Natal ini akan berlangsung hingga 4 Januari 2026 bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana Natal dengan nuansa salju di tengah kota Jakarta.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya Megapolitan 20 Desember 2025

    Kisah Rudi, Petugas DLH yang Bersihkan Kali PIK di Tengah Habitat Buaya
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Setiap pagi, petugas berbaju oranye dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyusuri Kali Cengkareng Drain di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
    Dengan perahu kecil, mereka membersihkan sampah yang mengapung di aliran kali—pekerjaan rutin yang belakangan ini kian berisiko karena keberadaan buaya.
    Salah satu petugas, Rudi (56), mengaku telah hampir enam bulan terakhir bekerja di tengah habitat buaya yang kerap menampakkan diri ke permukaan. Kondisi itu membuat pekerjaannya tak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga kewaspadaan tinggi.
    Menjalani pekerjaan sebagai petugas kebersihan kali, kata Rudi, tidaklah mudah. Risiko keselamatan selalu mengintai, terlebih sejak kemunculan buaya di Kali Cengkareng Drain semakin sering terlihat.
    “Sudah dari enam bulan lalu, dulu masih kecil sekarang kan lama-lama besar,” tutur Rudi saat diwawancarai
    Kompas.com
    di lokasi, Sabtu (20/19/2025).
    Menurut Rudi, buaya yang muncul ke permukaan bukan hanya satu ekor. Ada beberapa dengan ukuran berbeda, meski yang paling sering terlihat adalah buaya kecil dengan panjang sekitar 1,5 meter.
    Rudi menjelaskan, buaya-buaya tersebut umumnya naik ke permukaan untuk berjemur, terutama saat cuaca panas.
    “Sering muncul tapi enggak setiap hari, tapi biasanya kalau udara panas mereka berjemur di sekatan sampah berwarna hijau bernama HDPE,” ungkap Rudi.
    Durasi berjemur pun bervariasi. Terkadang hanya sekitar satu jam, namun tak jarang dari pagi hingga sore hari. Saat berjemur, buaya biasanya hanya diam di atas papan apung penyekat sampah yang membentang di sepanjang kali.
    Fenomena itu kerap menarik perhatian pengguna jalan. Tak sedikit pengendara yang berhenti sejenak hanya untuk melihat atau mengabadikan momen buaya berjemur.
    Kemunculan buaya juga tidak selalu bergantung pada cuaca cerah. Rudi menyebut, saat hujan pun buaya bisa naik ke permukaan.
    “Kadang kalau hujan juga dia naik, jadi semaunya dia aja. Kemarin aja hujan rintik-rintik dia jemur aja,” jelas Rudi.
    Bekerja di perairan yang dihuni buaya tentu membuat rasa takut kerap menghantui. Namun, Rudi tak memiliki pilihan selain menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
    Ia berharap, selama ia tidak mengganggu, buaya-buaya tersebut juga tidak menyerangnya.
    “Cuma kan kita enggak ganggu, mudah-mudahan buayanya enggak menganggu juga,” ungkap dia.
    Sejauh ini, menurut Rudi, buaya di Kali PIK cenderung takut terhadap manusia dan belum pernah menyerang.
    “Enggak pernah dia nyerang, karena ukurannya masih kecil kayak 1,5 meter jadi pas saya samperin juga dia kabur karena takut manusia,” ucap Rudi.
    Ia juga mengatakan, sepanjang yang ia ketahui, belum pernah ada korban jiwa akibat serangan buaya di Kali PIK, meski hewan tersebut telah ada sejak sebelum kawasan elit itu dibangun.
    Meski demikian, kekhawatiran tetap ada. Rudi menyadari, buaya merupakan hewan liar yang berpotensi membahayakan manusia, terutama jika ukurannya semakin besar.
    Di sisi lain, Rudi mengaku memiliki ketertarikan pada satwa liar dan justru merasa senang bisa melihat buaya dari jarak dekat.
    “Sukanya melihat buaya senang karena kan hewan liar saya suka binatang,” tutur Rudi.
    Keberadaan buaya di Kali PIK juga telah menjadi perhatian Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi DKI Jakarta. Sebagai langkah antisipasi, BKSDA memasang dua spanduk peringatan di sekitar lokasi.
    Spanduk tersebut berisi imbauan agar warga tidak beraktivitas di pinggir kali, seperti memancing, berenang, atau mencuci pakaian.
    Selain itu, BKSDA juga memastikan sejauh ini keberadaan buaya belum mengganggu aktivitas petugas UPS Badan Air maupun warga sekitar.
    “BKSDA nanya kira-kira buaya ini udah ganggu belum, saya bilang belum karena masih kecil cuma kan suatu saat nanti gede kalau gede justru mengancam jiwa,” ucap Rudi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.