Author: Kompas.com

  • Kapolsek Cileungsi Menyamar sebagai Pasien untuk Gagalkan Upaya Sejoli Aborsi di Puncak Bogor
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        10 Januari 2026

    Kapolsek Cileungsi Menyamar sebagai Pasien untuk Gagalkan Upaya Sejoli Aborsi di Puncak Bogor Bandung 10 Januari 2026

    Kapolsek Cileungsi Menyamar sebagai Pasien untuk Gagalkan Upaya Sejoli Aborsi di Puncak Bogor
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menyamar sebagai pasien untuk menggagalkan upaya sejoli yang hendak melakukan aborsi atau pengguguran kandungan di kawasan wisata Puncak Bogor, Jawa Barat.
    Langkah cepat tersebut telah menyelamatkan janin yang baru berusia sekitar tiga bulan.
    Pengungkapan ini bermula dari informasi Kapolsek Ciputat, Kompol Bambang, terkait rencana aborsi oleh sepasang kekasih di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung.
    “Informasi dari Kapolsek Ciputat itu hari Selasa, yang mendapatkan laporan terkait rencana
    pengguguran kandungan
    di Puncak.”
    “Karena lokasinya masih berada di wilayah Kabupaten Bogor, akhirnya langsung kami tindaklanjuti,” kata Edison saat dikonfirmasi melalui keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
    Karena membutuhkan tindakan cepat,
    Kompol Edison
    langsung turun tangan.
    Upaya awal sempat dilakukan melalui komunikasi jarak jauh via telepon. Salah satu anggota Polwan Polsek Cileungsi bahkan menghubungi laki-laki berinisial A dengan menyamar sebagai dokter kandungan.
    Namun, cara tersebut gagal karena sejoli itu mulai menaruh curiga.
    “Situasinya sangat mendesak. Tim juga tidak bisa nunggu lama lagi,” kata dia.
    Tak ingin kehilangan jejak, Kompol Edison bersama istri dan tim operasional langsung bergerak menuju lokasi sesuai titik
    share location
    yang diterima. 
    Edison kemudian mendatangi salah satu praktik dokter kandungan dengan menyamar sebagai pasien.
    Di ruang tunggu, ia dan istrinya mendapati sejoli berinisial E dan A yang sedang mencari layanan untuk menggugurkan kandungan.
    Berdasarkan keterangan yang diperoleh, sejoli yang berstatus pacaran ini berniat menggugurkan kandungan berusia tiga bulan menuju empat bulan.
    “Mereka sebelumnya mendatangi dokter di wilayah Cibogo, namun dokter tersebut menolak melakukan aborsi dan hanya menyarankan pemeriksaan kehamilan,” ujarnya.
    Edison mengungkapkan, rencana aborsi itu bukan sepenuhnya keinginan pasangan tersebut.
    Mereka mengaku mendapat tekanan dari orang tua perempuan berinisial W, yang meminta kehamilan digugurkan karena menganggap pihak laki-laki tidak sanggup bertanggung jawab. 
    Bahkan, sebelum ke praktik dokter, keduanya ternyata juga sempat membeli dan mengonsumsi obat Misoprostol, tetapi tidak menimbulkan reaksi.
    Untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum dan membahayakan keselamatan janin, polisi membawa sejoli tersebut ke Mapolsek Cileungsi. Kepolisian kemudian memanggil orang tua kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi.
    Melalui pendekatan dialog dan kemanusiaan, Kompol Edison memberi ruang pembicaraan agar kehamilan tidak digugurkan.
    Mediasi itu berujung pada kesepakatan bersama untuk mempertahankan kandungan. Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir.
    “Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian yang disaksikan keluarga dan kepolisian sebagai bentuk komitmen demi keselamatan dan masa depan anak yang dikandung,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPK Amankan Logam Mulia dalam OTT Pegawai Pajak, Total Barang Bukti Rp 6 Miliar

    KPK Amankan Logam Mulia dalam OTT Pegawai Pajak, Total Barang Bukti Rp 6 Miliar

    KPK Amankan Logam Mulia dalam OTT Pegawai Pajak, Total Barang Bukti Rp 6 Miliar
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti berupa logam mulia dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
    Selain logam mulia, KPK juga mengamankan uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Total barang bukti yang disita mencapai Rp 6 miliar.
    “Barang bukti yang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini dalam bentuk uang, baik rupiah maupun mata uang asing, dan juga logam mulia. Ya, nilainya mencapai sekitar 6 miliar,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) malam.
    Budi menyebut, secara total, ada delapan orang yang ditangkap dalam OTT kali ini.
    Ia memerinci, empat di antaranya adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
    “Empat di antaranya adalah pegawai pada Ditjen Pajak, dan empat lainnya adalah pihak swasta. Para pihak diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Jabodetabek,” ucap Budi.
    Lebih lanjut ia menjelaskan, delapan orang itu masih menjalani pemeriksaan secara intensif pada tahap penyelidikan.
    Adapun kegiatannya terkait dengan modus pengaturan berupa pengurangan pajak di sektor pertambangan.
    “Terkait dengan pengurangan nilai pajak. Nanti kami akan sampaikan terkait detailnya ya, perusahaan-perusahaannya,” jelas dia.
    Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pegawai pajak di Jakarta Utara dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
    Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Sabtu (10/1/2026).
    “Iya benar (OTT), Jakarta Utara. Benar, pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara,” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Sabtu.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tol IKN 3A2 Alami Pergeseran Struktur, Perbaikan Ditarget Rampung Sebelum Lebaran
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Januari 2026

    Tol IKN 3A2 Alami Pergeseran Struktur, Perbaikan Ditarget Rampung Sebelum Lebaran Regional 10 Januari 2026

    Tol IKN 3A2 Alami Pergeseran Struktur, Perbaikan Ditarget Rampung Sebelum Lebaran
    Tim Redaksi
    BALIKPAPAN, KOMPAS.com
    – Kontraktor pelaksana akhirnya buka suara terkait insiden pada Jalan Tol IKN Segmen 3A2 di STA 23, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, yang terjadi pada Kamis (8/1/2026).
    Insiden tersebut dipastikan bukan jalan patah, melainkan pergeseran pada struktur slab on pile.
    Pemimpin Proyek
    Jalan Tol IKN
    Segmen 3A2, Arief Indriyanto, menjelaskan pergeseran terjadi pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter.
    Peristiwa ini dipengaruhi hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Balikpapan sejak Rabu (7/1/2026) sore hingga Kamis (8/1/2026) pagi.
    “Akibat hujan deras itu terjadi pergeseran pada timbunan lumpur di area disposal yang mengakibatkan pergeseran pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter,” kata Arief kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026) sore.
    Arief menegaskan, insiden tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan manusia maupun beban kendaraan berlebih.
    “Ini murni karena faktor alam di luar prediksi kami,” ujarnya.
    Untuk mencegah kerusakan meluas, pihak kerja sama operasi (KSO) telah merubuhkan atau memotong bagian ruas jalan tol yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pergeseran tidak menjalar ke area lain.
    Arief juga memastikan struktur jalan tol yang mengalami kerusakan bukan merupakan konstruksi baru.
    Pekerjaan slab on pile (SOP) 1 telah rampung sejak September 2024 dan sebelumnya tidak pernah mengalami kendala.
    “Termasuk saat difungsionalkan pada Desember 2025 pada periode Natal dan Tahun Baru. Selama lebih dari satu tahun, jalur tersebut juga rutin dilintasi alat berat tanpa masalah,” tegas Arief.
    Saat ini, kontraktor pelaksana menargetkan perbaikan dan konstruksi ulang SOP 1 dapat diselesaikan pada Maret 2026, sebelum masa fungsional Idul Fitri.
    Pekerjaan dilakukan secara intensif siang dan malam.
    Dalam proses perbaikan, dikerahkan enam unit alat berat, terdiri atas empat breaker besar, dua breaker kecil, serta empat ekskavator untuk penanganan tanah di area disposal.
    “Kami targetkan dalam 1,5 bulan ini bisa selesai dikerjakan dan jalur tersebut ditargetkan kembali dapat difungsikan dua lajur saat Lebaran,” ujar Arief.
    Kasatker IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Alfin Jerry, menegaskan biaya perbaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana karena proyek masih dalam tahap konstruksi.
    “Tidak ada kerugian negara karena seluruh risiko proyek telah ditanggung kontraktor melalui skema asuransi Contractor All Risk (CAR),” jelas Alfin.
    Ia menambahkan, tim lapangan saat ini tengah melakukan inventarisasi terhadap konstruksi jalan tol di segmen terdampak.
    “Sekarang juga dilakukan inventarisasi oleh tim di lapangan, barangkali ada kerusakan lain,” katanya.
    Alfin memastikan insiden di STA 23 Segmen 3A2 tidak akan memengaruhi target penyelesaian proyek Jalan Tol IKN yang direncanakan rampung pada Desember 2026.
    Kontraktor diminta menyiapkan tim khusus untuk menangani perbaikan agar tidak mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan.
    “Saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen lebih. Kami optimistis insiden ini tidak akan memengaruhi target penyelesaian proyek karena ada tim baru yang akan mengurusi,” tutup Alfin.
    Diketahui ruas jalan tol yang mengalami kerusakaan sempat menjalani fungsional terbatas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tepatnya pada 20 Desember 2025-4 Januari 2026.
    BBPJN Kaltim mencatat, selama fungsional terbatas ada 91.000 lebih kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, PPU, dan Kalsel ini.
    BBPJN Kaltim bahkan berencana kembali membuka akses Jalan Tol IKN ini secara terbatas untuk menyambut Idul Fitri tahun ini.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi Megapolitan 10 Januari 2026

    Pria Bawa Cairan Pembersih Masuk Kamar Kos Sebelum Terapis Ditemukan Tewas di Bekasi
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Seorang pria diduga membawa cairan pembersih masuk kamar kos di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kota Bekasi sebelum perempuan berinisial SM (23) ditemukan tewas.
    Dalam video
    rekaman CCTV
    diunggah akun Instagram @gobekasi.official, pria tersebut mengenakan baju hitam dan celana pendek terlihat berjalan di area kos.
    Pria itu sempat memperhatikan sekitar area kos sebelum membuka pintu kamar kos atau tempat korban ditemukan tewas, Rabu (7/1/2026) malam.
    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan rekaman CCTV tersebut.
    Namun ia belum menjelaskan identitas pria tersebut dan termasuk hubungan dengan korban.
    “Iya (benar seorang pria masuk ke dalam kos),” ujar Braiel saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Sabtu (10/1/2026).
    Namun, Braiel menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menyimpulkan keterkaitan langsung antara pria tersebut dengan kematian korban.
    “Masih kami dalami, ada perkembangan signifikan saya infokan,” kata Braiel.
    Diberitakan sebelumnya, SM (23) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (7/1/2026) malam.
    Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas ranjang setelah pihak keluarga dan pengelola kos membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.
    Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
    “Korban seorang wanita SM (23). Dari hasil pengecekan TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban,” ujar Braiel saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Kamis (8/1/2026).
    Jenazah SM kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani otopsi guna memastikan penyebab kematian.
    Polisi juga mengungkap bahwa korban merupakan perempuan asal Cianjur yang bekerja sebagai terapis spa.
    Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat tidak dapat dihubungi oleh orangtuanya sejak siang hari, sehingga keluarga meminta kerabat untuk mengecek kondisi korban di kos.
    Dalam olah TKP, penyidik menemukan muntahan berwarna hijau di bawah kasur korban serta botol cairan pembersih lantai.
    Temuan tersebut kini diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses penyelidikan.
    “Karena harus ada uji lab, cairannya masih kami dalami. Sudah kami amankan dan kami teliti,” ujar Braiel.
    Hingga kini, Polres Metro Bekasi Kota masih menunggu hasil otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta Megapolitan 10 Januari 2026

    JPO Sarinah Dibangun Lagi, Terhubung dengan Transjakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
    JPO ini nantinya akan terhubung dengan layanan
    Transjakarta
    untuk memudahkan mobilitas warga.

    JPO Sarinah
    akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik,” ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, Sabtu (10/1/2026).
    Menurut Welfizon, pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan untuk memberikan pilihan penyeberangan yang aman dan nyaman, terutama bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
    Meskipun begitu, Welfizon memastikan pembangunan JPO tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada.
    Pelican crossing di kawasan Sarinah tetap beroperasi seperti biasa.
    Dengan begitu, masyarakat memiliki dua pilihan untuk menyeberang, yakni melalui JPO atau pelican crossing di permukaan jalan.
    “Pelican crossing tetap beroperasi normal. JPO Sarinah menjadi pilihan tambahan yang terhubung dengan transportasi publik,” ujarnya.
    Selain untuk meningkatkan keselamatan, pembangunan kembali JPO Sarinah juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO tersebut sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.
    Sebagai informasi, JPO Sarinah dibongkar pada 2022 saat Gubernur DKI Jakarta
    Anies Baswedan
    sebagai bagian dari penataan kawasan Thamrin-Sudirman.
    Saat itu, penyeberangan pejalan kaki dialihkan ke pelican crossing.
    Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
    Pramono Anung
    , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membangun JPO Sarinah dengan konsep yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan dan terhubung dengan layanan Transjakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lakukan Evakuasi, Tengkuk Leher serta Wajah Petugas Damkar dan Warga Disengat Tawon Vespa
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        10 Januari 2026

    Lakukan Evakuasi, Tengkuk Leher serta Wajah Petugas Damkar dan Warga Disengat Tawon Vespa Surabaya 10 Januari 2026

    Lakukan Evakuasi, Tengkuk Leher serta Wajah Petugas Damkar dan Warga Disengat Tawon Vespa
    Tim Redaksi
    BANGKALAN, KOMPAS.com
    – Seorang warga dan petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menjadi korban sengatan tawon vespa. Tengkuk leher dan wajah diserang saat melakukan evakuasi.
    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Keselamatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP)
    Kabupaten Bangkalan
    , Moh Arifin Mahmud mengatakan, peristiwa itu terjadi saat petugas melakukan evakuasi tawon vespa di Jalan Kaoman, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
    “Jadi kami dapat laporan itu pukul 12.30 siang. Namun kami baru evakuasi jam 19.30 malam. Karena kelemahan tawon vespa itu di penglihatan, jadi malam hari kami evakuasi,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
    Setibanya di area rumah warga itu, petugas melihat sarang tawon cukup besar sehingga, pihaknya juga menerjunkan banyak personel.
    “Ini koloni terbanyak dari yang pernah kamu evakuasi. Ini sarangnya besar dan tawonnya banyak sekali,” imbuhnya.
    Proses evakuasi dilakukan dengan mengamankan sarang tawon lalu dibakar sehingga tawon tersebut tidak lagi menempati area tersebut.
    “Malam itu sarangnya sudah kami bakar, namun paginya koloni tawonnya datang,” jelasnya.
    Petugas lalu kembali datang ke tempat itu. Tawon yang kehilangan sarangnya itu lalu menyerang petugas dan pemilik rumah.
    “Saat itu petugas sudah menggunakan alat pelindung diri. Namun masih tetap tembus. Pemilik rumah juga disengat,” jelasnya.
    Akibat sengatan itu, pemilik rumah mengalami bengkak di bagian wajahnya. Sedangkan petugas damkar mengalami bengkak di tengkuk lehernya.
    “Korbannya dua, yakni petugas dan pemilik rumah. Namun saat ini kondisinya sudah membaik,” pungkasnya.
    Meski mengalami insiden itu petugas tetap melakukan pembersihan area itu dari tawon vespa hingga tuntas.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Utang Pembangunan Rp 621 Miliar di Jabar Dibayar dari DAU dan Pajak Kendaraan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        10 Januari 2026

    Utang Pembangunan Rp 621 Miliar di Jabar Dibayar dari DAU dan Pajak Kendaraan Bandung 10 Januari 2026

    Utang Pembangunan Rp 621 Miliar di Jabar Dibayar dari DAU dan Pajak Kendaraan
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, utang pekerjaan pembangunan senilai Rp 621 miliar yang belum terbayarkn pada 2025 akan dilunasi menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) serta penerimaan pajak kendaraan bermotor.
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, Pemprov Jabar memiliki kecukupan dana untuk melunasi pekerjaan pembangunan.
    Pelunasan tersebut akan bersumber dari DAU serta penerimaan
    pajak kendaraan bermotor
    yang setiap hari masuk ke kas daerah. 
    Mantan Bupati Purwakarta itu menerangkan, arus kas dari pajak kendaraan terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
    “Terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang bersemangat membayar pajak,” kata Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
    Meski demikian, ia menjelaskan pelunasan tidak akan dilakukan secara langsung. Pemprov Jabar akan lebih dulu mengaudit seluruh hasil pekerjaan pembangunan yang masuk dalam daftar utang tersebut.
    Setelah hasil audit keluar, kata Dedi, akan diketahui kualitas pekerjaan itu termasuk sangat baik, baik atau kurang baik.
    “Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya,” ucap Dedi.
    Menurut Dedi, kebijakan ini diambil untuk memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan akuntabel dan memberikan hasil pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
    Ia juga mengajak warga Jawa Barat ikut mengawasi kualitas pembangunan. Masyarakat dipersilakan menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial jika menemukan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai standar.
    “Masyarakat Jawa Barat untuk menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial mengenai pekerjaan pembangunan.”
    “Dengan begitu, Pemda Provinsi Jawa Barat dapat melakukan kontrol untuk menjamin hasil pembangunan berkualitas baik,” pungkas Dedi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Kronologi Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang Megapolitan 10 Januari 2026

    Kronologi Taksi Listrik Mundur Tabrak Rumah Makan di Tangerang
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com –
    Taksi listrik menabrak rumah makan di Jalan Raya Raden Saleh, Karang Tengah, Tangerang, Jumat (9/1/2026) siang.
    Taksi listrik
    tersebut menabrak tiang lampu penerangan, tembok, dan jendela kaca rumah makan hingga pecah.
    Kasi Humas Polres Metro
    Tangerang
    Kota AKP Prapto Lasono menjelaskan,
    kecelakaan
    bermula saat taksi listrik yang dikemudikan berinisial SH (25) keluar dari area parkir rumah makan.
    “Taksi listrik tersebut datang dari parkiran rumah makan dan hendak berbelok ke kanan menuju arah Kembangan,” ujar Lasono dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
    Namun saat kendaraan melakukan manuver keluar parkiran, bagian depan samping kiri taksi listrik tertabrak kendaraan lain yang datang dari arah Ciledug menuju Kembangan.
    “Pada saat keluar dan berbelok, bodi samping kiri depan kendaraan ditabrak oleh kendaraan lain yang berjalan di lajurnya,” kata Lasono.
    Akibat benturan tersebut, pengemudi taksi listrik kehilangan kendali. Kendaraan kemudian bergerak mundur kembali ke area parkir rumah makan.
    “Setelah tertabrak kendaraan tak dikenal, taksi listrik berjalan mundur ke belakang masuk ke area parkir. Karena kurang hati-hati dan kurang konsentrasi, bodi belakang kendaraan menabrak tiang lampu penerangan, tembok, serta jendela kaca gerai Rumah Makan Ayam Goreng Almaz,” jelas dia.
    Benturan keras membuat kaca depan restoran pecah dan menyebabkan kerusakan pada tembok bangunan.
    Selain itu, bodi depan sebelah kiri dan bagian belakang taksi listrik juga mengalami kerusakan cukup parah.
    Sementara itu, kendaraan lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut langsung melanjutkan perjalanan dan hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
    Peristiwa kecelakaan ini juga sempat terekam dan beredar di media sosial.
    Dalam video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat taksi listrik berwarna hijau toska melaju mundur dengan kecepatan cukup tinggi sebelum menghantam bagian depan restoran.
    Suasana di dalam restoran yang semula normal mendadak panik akibat benturan tersebut.
    Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu unit taksi listrik beserta STNK dan SIM A atas nama pengemudi. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih didalami.
    “Dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Lasono.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Berusaha Kabur, Pengemudi Ford Everest Ditembak saat Bawa 26 Kg Ganja di Labusel
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        10 Januari 2026

    Berusaha Kabur, Pengemudi Ford Everest Ditembak saat Bawa 26 Kg Ganja di Labusel Medan 10 Januari 2026

    Berusaha Kabur, Pengemudi Ford Everest Ditembak saat Bawa 26 Kg Ganja di Labusel
    Tim Redaksi
    MEDAN,KOMPAS.com
    – Polisi menangkap kurir 26 kg ganja inisial DAS (40) di Lingkungan Labuhan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, Jumat (9/1/2025).
    Dalam pengungkapannya polisi terpaksa menembak kaki DAS (40) karena dia berusaha melarikan diri.
    Kasat Narkoba Polres
    Labuhanbatu Selatan
    , AKP Sahat Marulam Lumban Gaol mengatakan pengungkapan terjadi pukul 12.00 WIB.
    Mulanya polisi mendapat informasi DAS sering melintasi lokasi kejadian dengan membawa narkoba jenis ganja.
    Lalu dalam proses penyelidikan polisi mencurigai satu unit mobil Ford Everest warna silver yang melintas di kawasan tersebut.
    Polisi mencegatnya. Pada momen tersebut, pelaku berusaha melarikan diri sehingga ditembak.
    “Setelah dilakukan upaya penghentian secara paksa, petugas mengamankan pengemudi yang diketahui sebagai DAS. Saat proses pengamanan tersangka berusaha melarikan diri (dengan mobilnya),” ujar Sahat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026).
    Polisi kemudian langsung menembak kaki DAS, namun Sahat belum merinci di kaki bagian mana DAS ditembak.
    Kini DAS dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Labuhanbatu Selatan untuk proses penyidikan dan hukum lebih lanjut.
    Polisi juga masih mendalami jaringan DAS dan juga sudah berapa kali dia beraksi.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Motif Kesal Mantan Istri Nikah Lagi, Begini Kronologi Pembacokan Sadis Pasutri di Pamijahan Bogor
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        10 Januari 2026

    Motif Kesal Mantan Istri Nikah Lagi, Begini Kronologi Pembacokan Sadis Pasutri di Pamijahan Bogor Bandung 10 Januari 2026

    Motif Kesal Mantan Istri Nikah Lagi, Begini Kronologi Pembacokan Sadis Pasutri di Pamijahan Bogor
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Pria berinisial TH (38), membacok pasangan suami istri yakni HT (44) dan NB (41) hingga luka parah di wilayah Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
    Motifnya pelaku kesal korban NB yang juga merupakan mantan istrinya telah menikah lagi.
    “Kesal karena mantan istri nikah lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prastyo kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).
    Adapun peristiwa pembacokan itu terjadi pada Selasa 6 Januari 2026 dini hari. Pelaku TH mendatangi rumah mantan istrinya dan terlibat cekcok mulut.
    Emosi pelaku memuncak saat mengetahui ada laki-laki lain yakni HT di rumah tersebut yang berujung pada aksi pembacokan membabi buta.
    “Di lokasi kejadian, ditemukan korban wanita berinisial NB dalam kondisi kepala terluka dan seorang pria berinisial HT di lantai dua rumah dalam kondisi bersimbah darah,” ungkapnya.
    Salah satu saksi yang mendengar teriakan kedua korban melihat pelaku memegang golok. Saksi sempat mencoba melerai, pelaku mengancam sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan motor.
    “Pelaku sudah kami tangkap di wilayah Ciseeng, Jumat malam,” terangnya.
    Saat ini, pelaku sudah ditahan di Polsek Cibungbulang dan dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP dan atau Pasal 468 KUHP tentang penganiayaan berat.
    “Kami masih melakukan pencarian barang bukti senjata tajam yang menurut pengakuan pelaku telah dibuang di jalan saat melarikan diri,” pungkasnya.
    Sebelumnya, pasangan suami istri berinisial HT (44) dan NB (41) mengalami luka-luka usai menjadi korban pembacokan di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Selasa (6/1/2025).
    Pelaku pembacokan diketahui sebagai mantan suami korban NB.
    “Iya benar, sudah buat laporan. Sudah kita ketahui identitas pelakunya sedang dilakukan pengejaran,” kata Kapolsek Cibungbulang Kompol Iwan Wahyudi kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026).
    Sementara itu, akibat luka bacok tersebut kedua korban menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor.
    NB datang dengan keluhan nyeri hebat di kepala sebelah kiri setelah dianiaya menggunakan golok, disertai luka robek di bagian telinga kirinya.
    Sedangkan, untuk suaminya HT mengalami beberapa luka bacok di bagian kepala.
    “Pasien sedang ditangani tim medis RSUD Kota Bogor. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan medis yang maksimal,” ucap Humas RSUD Kota Bogor Patrick, dikonfirmasi Kompas.com.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.