Author: Kompas.com

  • 1
                    
                        Jaksa Sebut Gagalnya Chromebook Nadiem Sebabkan IQ Anak Indonesia 78
                        Nasional

    1 Jaksa Sebut Gagalnya Chromebook Nadiem Sebabkan IQ Anak Indonesia 78 Nasional

    Jaksa Sebut Gagalnya Chromebook Nadiem Sebabkan IQ Anak Indonesia 78
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyinggung rendahnya
    intelligence quotient
    (IQ) anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi salah satu bukti gagalnya program digitalisasi pendidikan era Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.
    Ketua Tim JPU mengatakan, pengadaan dalam program
    digitalisasi pendidikan
    banyak yang tidak dilandasi dengan kajian.
    Pengadaan yang ada juga tidak merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
    “Untuk program digitalisasi pendidikan, khususnya pengadaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Chromebook ini ternyata tidak melakukan kajian sebagaimana seharusnya mereka harus mengacu pada RPJMN di mana RPJMN 2020-2024 itu disebutkan adanya peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia),” ujar jaksa Roy Riady saat memberikan keterangan usai sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
    Berdasarkan penilaian JPU, peningkatan kualitas SDM juga termasuk program digitalisasi pendidikan di
    daerah Tertinggal
    , Terdepan, dan Terluar (3T).
    Tetapi, pengadaan laptop berbasis Chromebook ini dikatakan tidak memberikan hasil karena laptop ini tidak bisa digunakan jika tidak ada internet.
    Sementara itu, sinyal internet tidak stabil di daerah 3T.
    Peningkatan kualitas SDM itu, yaitu pertama adalah melalui digitalisasi pendidikan, termasuk di daerah 3T.
    “Pengadaan tersebut tidak bisa digunakan. Bahkan proses belajar mengajar pun tidak bisa digunakan. Nah, ini menjadi problem tersendiri tentunya,” kata Roy.
    Menurut jaksa, alat-alat yang tidak bisa digunakan ini menambah kerugian yang dialami negara.
    “Ya kan, menjadi sebuah kerugian. Dan ini (Chromebook tidak bisa digunakan) menjadi akibat karena kalau kita melihat dari data dari IQ anak Indonesia itu tahun 2022 itu IQ-nya 78,” imbuh Roy.
    Adapun Nadiem menjabat sebagai Mendikbud pada 2019 sampai 2021 dan lanjut sebagai Mendikbudristek pada 2021 sampai 2024.
    Jaksa menilai, program Nadiem pada akhirnya tidak mencerdaskan kehidupan bangsa.
    “Program digitalisasi pendidikan, kebijakan menteri pada saat itu, terdakwa Nadiem Anwar Makarim itu kebijakannya itu tidak mencerdaskan kehidupan bangsa,” lanjutnya.
    Jaksa menganggap, rendahnya IQ ini menjadi parameter dari kualitas sumber daya manusia (SDM).
    “Kenapa tidak mencerdaskan? Kita lihat dari parameternya, IQ-nya berapa? Kualitas SDM-nya berapa? Sedangkan ini programnya tidak ada kajian,” tegas Roy.
    Dalam kasus ini, Eks Mendikbudristek
    Nadiem Makarim
    dan kawan-kawan disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp2,1 triliun.
    Mereka diancam dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
    Nadiem baru akan menjalani sidang dakwaan pada 5 Januari 2026.
    Sebelumnya, Nadiem dijadwalkan untuk mendengarkan dakwaan pada Selasa (16/12/2025). Namun, karena masih dirawat pascaoperasi, sidang untuknya ditunda.
    Tetapi, pada Selasa pekan lalu, hakim memerintahkan JPU untuk membacakan dakwaan bagi tiga terdakwa lainnya.
    Ketiga terdakwa itu adalah Ibrahim Arief, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek;
    Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); serta Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Ma'ruf Amin Mundur dari Ketua Dewan Pertimbangan MUI 
                        Nasional

    6 Ma'ruf Amin Mundur dari Ketua Dewan Pertimbangan MUI Nasional

    Maruf Amin Mundur dari Ketua Dewan Pertimbangan MUI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI).
    Dalam surat yang telah dikonfirmasi
    Kompas.com
    ,
    Ma’ruf Amin
    mengungkapkan bahwa alasan ia mengundurkan diri sebagai Ketua
    Wantim MUI
    karena sudah berusia lanjut dan terlalu lama mengabdi di MUI.
    “Dengan ini saya menyampaikan surat permohonan pengunduran diri dari jabatan
    Ketua Dewan Pertimbangan MUI
    masa bakti 2025-2030 per tanggal surat ini ditandatangani. Hal ini berkaitan dengan usia saya yang sudah lanjut dan sudah terlalu lama pengabdian saya di MUI,” tulisMa’ruf dalam surat tersebut.
    Ma’ruf menjelaskan, ia sudah mengabdi dari anggota komisi fatwa, ketua umum MUI, dan ketua dewan pertimbangan MUI dua periode berturut-turut.
    Dengan pengabdian yang lama itu, Ma’ruf merasa sudah saatnya ia untuk istirahat dan mengundurkan diri agar ada regenerasi tugas serta tanggung jawab dari tokoh muda lain.
    “Maka sudah saatnya saya untuk istirahat dan mengundurkan diri dari kepengurusan MUI, demi regenerasi tugas dan tanggung jawab kepada tokoh lain yang lebih muda dan kompeten,” ucap dia.
    Melalui surat pengunduran diri, Ma’ruf menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI ada tutur kata dan tindakan yang tidak berkenan.
    “Besar harapan saya semoga MUI dapat semakin maju ke depannya. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran pengurus MUI,” ucapnya.
    Ma’ruf mengaku sangat bangga bisa bekerja sama membangun dan membesarkan MUI.
    “Demikian surat permohonan pengunduran diri ini saya buat dengan kesadaran sepenuhnya tanpa tendensi dari pihak mana pun. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Turunkan Jibom Sterilisasi Gereja di Jakbar Jelang Natal 2025
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 Desember 2025

    Polisi Turunkan Jibom Sterilisasi Gereja di Jakbar Jelang Natal 2025 Megapolitan 23 Desember 2025

    Polisi Turunkan Jibom Sterilisasi Gereja di Jakbar Jelang Natal 2025
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Detasemen Penjinak Bom (Jibom) Satuan Gegana Polda Metro Jaya mensterilkan Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar (GKYJMB), Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (23/12/2025) siang.
    Kapolsek Tamansari, AKBP Riyanto, mengatakan sterilisasi dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat ibadah Natal.
    “Pelaksanaan sterilisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya memberikan rasa aman dan nyaman terutama bagi para jemaat yang akan melaksanakan ibadah Natal,” ujar Riyanto kepada
    Kompas.com
    , Selasa (23/12/2025).
    Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman yang mengganggu jalannya ibadah.
    “Kami ingin memastikan bahwa lokasi tersebut steril dari barang atau benda yang mencurigakan yang bisa mengganggu atau mengancam saat berlangsungnya ibadah Natal,” tambahnya.
    Dalam operasi ini, lima personel Jibom Sat Gegana Polda Metro Jaya diterjunkan untuk menyisir gereja, termasuk halaman, area parkir, altar, dan tempat utama ibadah.
    Riyanto memastikan proses pemeriksaan berjalan tenang dan tidak mengganggu persiapan Natal di sekitar lokasi.
    “Berdasarkan hasil sterilisasi, Gereja Kristus Yesus Jemaat Mangga Besar dinyatakan steril, tidak ditemukan bahan peledak maupun benda berbahaya lainnya, serta siap digunakan untuk kegiatan ibadah Natal 2025,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual

    86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual

    86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 86 persen tiket kereta api untuk periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah ludes terjual hingga 4 Januari 2026.
    Angka tersebut berasal dari total 3,5 juta tempat duduk yang disediakan selama masa
    libur akhir tahun
    .
    “Untuk kursi penumpang biasa yang sudah melakukan pembelian itu adalah 86 persen sampai dengan 4 Januari. Dari 3,5 juta tempat duduk yang kita sediakan,” kata Direktur Utama
    PT KAI
    Bobby Rasyidin ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
    Bobby mengatakan, meski tingkat keterisian sudah cukup tinggi, masih terdapat sisa kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik melalui pembelian langsung maupun tiket go show.
    Adapun tambahan penumpang go show sekitar 5-6 persen per hari, masih tersedia sisa kapasitas sekitar 8-9 persen setiap harinya.
    Bobby juga menyebutkan, puncak kepadatan penumpang diperkirakan terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari.
    Sementara itu, untuk program
    angkutan motor gratis
    , KAI mencatat tingkat keterisian baru mencapai 41 persen.
    Artinya, masih tersedia 59 persen kapasitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
    “Untuk program angkutan motor gratis ini itu statusnya sekarang itu masih 41 persen. Jadi
    available seat
    -nya itu masih ada 59 persen,” ujar Bobby.
    Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, program angkutan motor gratis merupakan salah satu program pemerintah dalam mendukung kelancaran angkutan Natal Tahun Baru.
    Program ini disiapkan untuk mengangkut 5.500 sepeda motor roda dua dengan kapasitas sekitar 12.700 penumpang.
    “Program ini adalah sebagai bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dalam rangka penyelenggaraan angkutan Nataru di mana program ini untuk meringankan biaya bagi para saudara-saudara kita yang akan melaksanakan perjalanan selama Nataru,” kata Dudy.
    Selain membantu menekan biaya perjalanan, program tersebut juga bertujuan mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum serta mengurangi penggunaan sepeda motor di jalan raya selama periode libur akhir tahun.
    Ke depan, Kemenhub bersama PT KAI berencana meningkatkan kapasitas dan cakupan program angkutan motor gratis agar animo masyarakat semakin besar dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Konten Negatif di Medsos Diduga Jadi Pemicu Bali Sepi Wisatawan Domestik Jelang Nataru
                        Denpasar

    8 Konten Negatif di Medsos Diduga Jadi Pemicu Bali Sepi Wisatawan Domestik Jelang Nataru Denpasar

    Konten Negatif di Medsos Diduga Jadi Pemicu Bali Sepi Wisatawan Domestik Jelang Nataru
    Tim Redaksi
    DENPASAR, KOMPAS.com
    – Kabar terkait Bali sepi dari kunjungan wisatawan domestik selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), menjadi sorotan.
    Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (Asita)
    Bali
    , I Putu Winastra membenarkan kondisi tersebut.
    Menurutnya, penurunan kujungan wisatawan domestik saat ini diduga akibat konten negatif tentang Bali yang beredar luas di berbagai platform digital.
    “Harapan kita ke depan semua orang jangan mengekspose (ke media sosial) sesuatu jelek kepada destinasi ini karena kalau dibesar-besarkan akan menjadi kerugian kita bersama,” kata dia saat ditemui seusai acara ASITA Year-Gathering, pada Rabu (23/12/2025).
    Ia menyarankan Pemerintah Provinsi Bali membentuk lembaga atau institusi yang khusus mengatasi konten negatif tersebut di media sosial.
    Sebab, apabila terus dibiarkan akan terus berdampak pada industri pariwisata yang merupakan tulang punggung perekonomian Bali.
    “Kita dorong pemerintah ke depan agar ada satu institusi yang bisa mem-PR (public relation)-in Bali ini, jadi bisa menyampaikan sesuatu yang ril, beretika. Kita mengakui ada sesuatu tapi bagaimana kita menyampaikan bahwa pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk perbaikan. Selama ini kan sering sekali isu-isu menjadi liar ke sana ke mari,” kata dia.
    Senada dengan Winastra, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengamini bahwa wisatawan domestik lebih memilih berlibur ke Yogyakarta dibandingkan ke Bali saat ini.
    Menurutnya, selain karena harga tiket pesawat mahal, kondisi tersebut juga akibat adanya pemberitaan tentang masalah banjir, sampah dan kemacetan.
    “Faktor cuaca, dan tiket pasawat ke Bali, serta pemberitaan tentang sampah, kemacetan dan banjir di Bali yang sangat masif, menjadi pertimbangan wisatawan domistik berlibur ke Bali. Sedangkan Jogja lebih mudah dituju dengan adanya jalan tol,” kata dia.
    Kendati demikian, mantan wakil gubernur Bali yang biasa dikenal Cok Ace ini membatah adanya penurun kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
    Berdasarkan catatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pergerakan penumpang dari luar negari mengalami peningkatan mencapai 4 hingga 6 persen, sejak 1 hingga 19 Desember tahun 2025, dibadingkan pada periode yang sama pada tahun 2024.
    “Dari angka-angka tersebut dapat saya sampaikan bahwa kunjungan wisman ke Bali dari 1-19 Desember tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 mengalami peningkatan,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ranperda KTR DKI Dikoreksi Kemendagri, UMKM dan Ritel Minta DPRD Patuhi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 Desember 2025

    Ranperda KTR DKI Dikoreksi Kemendagri, UMKM dan Ritel Minta DPRD Patuhi Megapolitan 23 Desember 2025

    Ranperda KTR DKI Dikoreksi Kemendagri, UMKM dan Ritel Minta DPRD Patuhi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Pelaku UMKM dan sektor ritel meminta DPRD DKI Jakarta serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mematuhi hasil koreksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Ranperda KTR) DKI Jakarta.
    Dalam koreksi tersebut, Kemendagri meminta penghapusan pasal larangan pemajangan rokok karena dinilai tidak memiliki dasar hukum. Selain itu, Kemendagri juga meminta adanya pengecualian terhadap penjualan dan pembelian produk rokok di lokasi kegiatan ekonomi, yakni pasar, restoran atau tempat makan, serta hotel.
    “Hasil fasilitasi Kemendagri atas Ranperda KTR DKI Jakarta telah dirilis pada Jumat pekan lalu. Kami mendengar bahwa Ranperda KTR ini akan diparipurnakan. Maka, harapan kami DPRD DKI Jakarta patuh dengan arahan pusat,” kata Ketua Koalisi
    UMKM
    DKI Jakarta Izzudin Zindan dalam keterangan resminya, Selasa (23/12/2025).
    Izzudin menilai koreksi Kemendagri sudah mempertimbangkan kepentingan pelaku usaha kecil. Ia berharap DPRD DKI Jakarta mengikuti arahan tersebut saat Ranperda KTR disahkan.
    Menurut Izzudin, kebijakan daerah seharusnya tidak menekan ekonomi rakyat.
    Ia mengingatkan agar Perda KTR yang disahkan nantinya tidak berdampak langsung pada penghasilan pelaku UMKM.
    “Jangan sampai lahir Perda KTR yang menekan dan menyusahkan rakyat. Jangan sampai juga ekonomi rakyat tertekan,” tegasnya.
    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha
    Ritel
    Modern Indonesia (APRINDO), John Ferry, mengatakan hasil fasilitasi Kemendagri memberikan kepastian bagi pelaku usaha ritel.
    Ia menyebut catatan Kemendagri sejalan dengan aspirasi yang disampaikan pelaku ritel selama pembahasan Ranperda KTR.
    “Kemendagri telah melakukan fasilitasi yang hasilnya sejalan dengan aspirasi teman-teman ritel. Ini menunjukkan bahwa aspirasi yang kami sampaikan memang sejalan dengan amanat peraturan pusat,” ujar John.
    Ia menyebut Ranperda KTR berpotensi berdampak luas terhadap sektor ritel.
    Tercatat sekitar 67.000 toko ritel di Jakarta yang terdampak apabila pengaturan
    kawasan tanpa rokok
    diterapkan secara berlebihan. Selama ini, penjualan rokok masih menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi toko ritel.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Janjikan Insentif untuk Buruh, KASBI: Cuma Kompensasi Kenaikan Upah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 Desember 2025

    Pramono Janjikan Insentif untuk Buruh, KASBI: Cuma Kompensasi Kenaikan Upah Megapolitan 23 Desember 2025

    Pramono Janjikan Insentif untuk Buruh, KASBI: Cuma Kompensasi Kenaikan Upah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, menanggapi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menjanjikan insentif transportasi, layanan kesehatan, hingga layanan air PDAM murah bagi buruh di Jakarta.
    Sunarno menilai, fasilitas tersebut seolah hanya menjadi dijadikan balasan atas gagalnya pemenuhan tuntutan
    kenaikan upah
    yang diminta oleh buruh.
    “Kesan yang timbul bahwa fasilitas tersebut hanya sebagai bentuk kompensasi atas perjuangan buruh dalam ketentuan kenaikan upah,” kata Sunarno saat dikonfirmasi
    Kompas.com,
    Senin (23/12/2025).
    Menurut Sunarno, pemberian insentif ini justru menjadi gambaran ketidakmampuan pemerintah dalam menyusun sistem pengupahan yang layak.
    “Sehingga justru ini menunjukan bentuk kegagalan pemerintah dalam konsep dan regulasi pengupahan di Indonesia yang makin kompleks karena tidak bersifat partisipatif, (tidak berdasar) kajian ilmiah, kebutuhan hidup riil, bahkan tendensius pada kepentingan politis,” kata dia.
    Sunarno menekankan, fasilitas publik seperti transportasi dan kesehatan sejatinya adalah hak dasar warga negara, bukan hadiah khusus bagi para buruh.
    Pasalnya, masyarakat, termasuk buruh, telah memenuhi kewajiban sebagai warga negara, yaitu membayar pajak.
    “Fasilitas publik itu sudah semestinya wajib diberikan pemerintah kepada masyarakatnya yang mencakup fasilitas semua kebutuhan hak-hak dasar, sosial, dan penunjang. Karena masyarakat telah membayar retribusi pajak baik ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ucap dia.
    Menurut dia, penggratisan transportasi bagi buruh adalah hal yang wajar mengingat sumbangsih buruh terhadap perputaran ekonomi ibu kota.
    “Transportasi publik gratis untuk buruh di wilayah DKI
    Jakarta
    mestinya memang harus gratis karena menyangkut kontribusi buruh terhadap produktivitas dalam hubungan industrial dan kontribusi pajak daerah APBD yang besar,” ujar dia.
    Terkait layanan kesehatan, Sunarno mengingatkan bahwa buruh adalah pembayar premi aktif, bahkan ikut menopang peserta lain.
    “Layanan kesehatan mestinya juga diberikan bagi kaum buruh di Jakarta, karena buruh sudah membayar premi melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, bahkan buruh telah berkontribusi besar dalam membantu masyarakat yang lain untuk manfaat BPJS Kesehatan bagi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ucap Sunarno.
    Sementara itu, menanggapi soal air PDAM murah, KASBI justru mendorong kebijakan yang lebih luas bagi seluruh warga Jakarta, bukan hanya buruh.
    “Lalu soal air PDAM, mestinya bukan hanya untuk kaum buruh tapi bagi warga masyarakat DKI Jakarta setidaknya digratiskan 10.000 liter per bulan per keluarga. Lebih dari itu baru kena tarif bayar normal,” tutur dia.
    Sementara itu, Sunarno mendesak agar pemerintah fokus memperbaiki struktur upah, untuk mengatasi ketimpangan pendapatan di Jakarta.
    “Mestinya pemerintah bisa mengatasi kesenjangan atau disparitas upah buruh antardaerah dengan kebijakan progresif kenaikan upah tahun 2026,” kata Sunarno.
    KASBI pun mengajukan skema kenaikan upah berjenjang berdasarkan besaran gaji yang diterima buruh saat ini, dengan rincian sebagai berikut:
    – Nilai upah buruh di atas Rp 5 juta per bulan, minimal kenaikannya 10 persen.
    – Nilai upah buruh Rp 4 juta tapi kurang dari Rp 5 juta, minimal kenaikannya 20 persen.
    – Nilai upah buruh Rp 3 juta tapi kurang dari Rp 4 juta, minimal kenaikannya 30 persen.
    – Nilai upah buruh Rp 2 juta tapi kurang dari Rp 3 juta, minimal kenaikannya 40 persen.
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan tiga insentif kepada para buruh di Ibu Kota.
    Insentif itu berupa bantuan transportasi, pemenuhan kebutuhan air bersih, serta subsidi layanan kesehatan.
    “Kenapa itu kami lakukan? Karena saya tahu sekarang ini kondisi masyarakat perlu untuk mendapatkan itu,” tutur Pramono.
    “Sehingga untuk DKI Jakarta mudah-mudahan dengan subsidi ataupun atensi yg diberikan pemerintah DKI ini membuat penyelesaian untuk yang berunding, bisa segera dilakukan,” tambah dia.
    Selain itu, skema insentif bagi buruh merupakan gabungan antara paket lama dan paket baru. Penyesuaian dilakukan seiring dengan perubahan kebijakan upah minimum provinsi (
    UMP
    ) 2026 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) terbaru.
    Insentif tersebut hanya diberikan kepada pekerja yang berdomisili dan bekerja di Jakarta.
    Insentif tersebut berlaku bagi seluruh buruh di DKI Jakarta tanpa membedakan sektor pekerjaan, selama memenuhi syarat administrasi.
    “(Buruh) Yang di DKI Jakarta ya. Tidak berlaku di luar Jakarta,” ujar Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Nataru Diawasi Ketat, Nahkoda dan ABK Dites Urine di Ancol
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 Desember 2025

    Libur Nataru Diawasi Ketat, Nahkoda dan ABK Dites Urine di Ancol Megapolitan 23 Desember 2025

    Libur Nataru Diawasi Ketat, Nahkoda dan ABK Dites Urine di Ancol
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Polres Kepulauan Seribu melakukan tes urine narkoba terhadap 50 nahkoda dan anak buah kapal (ABK) di Dermaga 16 Marina Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/12/2025).
    Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
    “Ini penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran aktivitas pelayaran selama libur Nataru,” ujar Argadija dalam keterangan resminya, Selasa.
    Pemeriksaan terhadap puluhan nahkoda dan ABK yang melayani pelayaran menuju Kepulauan Seribu itu dimulai sejak pukul 07.30 WIB.
    Jajaran
    Polres Kepulauan Seribu
    turut memantau langsung jalannya pemeriksaan.
    Argadija menyebutkan, hasil tes menunjukkan seluruh nahkoda dan ABK yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
    “Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh Nahkoda dan ABK yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba,” ungkapnya.
    Polres Kepulauan Seribu memastikan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran akan terus dilakukan selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025.
    Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan di wilayah perairan Kepulauan Seribu.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Buaya yang Muncul di Persawahan Bantargebang Diduga Peliharaan Warga
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 Desember 2025

    Buaya yang Muncul di Persawahan Bantargebang Diduga Peliharaan Warga Megapolitan 23 Desember 2025

    Buaya yang Muncul di Persawahan Bantargebang Diduga Peliharaan Warga
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com –
    Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menduga buaya besar yang muncul di area persawahan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, merupakan peliharaan warga.
    Komandan Regu (Danru) Disdamkarmat Unit A3 Rescue Kota Bekasi Aliyudin mengatakan,
    buaya
    dengan bobot sekitar 200 kilogram tersebut diduga bukan buaya liar karena ditemukan di luar habitat alaminya.
    “Peliharaan mungkin ya, itu kan bukan habitatnya, tapi untuk pemiliknya kita enggak tahu. Jadi yang jelas itu ada laporan dari warga, kita datang ke lokasi, kita evakuasi,” kata Aliyudin saat dikonfirmasi, Selasa (23/12/2025).
    Aliyudin menjelaskan, proses
    evakuasi buaya
    tersebut melibatkan 10 personel. Hewan reptil itu diangkut dengan cara diikat dengan tali pada bagian moncong, tangan, dan kaki guna mencegah perlawanan.
    “Itu kan prosesnya di persawahan, banyak lumpur, tentunya udah gitu di pertengahan. Udah gitu untuk aksesnya tuh kecil, seperti yang setapak. Jadi kita agak was-was juga, dikhawatirkan dia menyerang,” ucap Aliyudin.
    Ia menambahkan, selama proses evakuasi petugas juga menyiram tubuh buaya dengan air.
    “Iya kita lakukan ini disiram agar buaya terhindar dari dehidrasi,” ucap petugas pemadam dari unit rescue lainnya, Eko Uban.
    Selanjutnya, buaya tersebut akan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
    Sebelumnya, seekor buaya besar muncul di area persawahan Cikiwul,
    Bantargebang
    , Kota Bekasi, Senin (22/12/2025).
    Buaya tersebut akhirnya dievakuasi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi karena membahayakan keselamatan warga, khususnya para petani.
    Kepala Seksi Operasi Penyelamatan Damkar Kota Bekasi Heri Kurnianto mengatakan, laporan keberadaan buaya tersebut diterima pada Senin pukul 14.30 WIB.
    “Kami menerima laporan dari warga yang melihat ada buaya di persawahan dan kita langsung meluncur,” kata Heri saat dikonfirmasi, Selasa
    Ia menjelaskan, buaya tersebut berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat gabungan.
    “Regu
    rescue
    dari sektor Vida Bantargebang juga satu regu
    rescue
    dari sektor selatan, dan berhasil dievakuasi satu ekor buaya besar pukul 17.10 WIB,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perusahaan dengan Karyawan Lebih dari 2.000 Orang Wajib Taati Perpres Staranas Bisnis dan HAM

    Perusahaan dengan Karyawan Lebih dari 2.000 Orang Wajib Taati Perpres Staranas Bisnis dan HAM

    Perusahaan dengan Karyawan Lebih dari 2.000 Orang Wajib Taati Perpres Staranas Bisnis dan HAM
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Direktur Penyusunan dan Evaluasi Instrumen HAM Kementerian Hak Asasi Manusia, Sofia Alatas menuturkan bahwa Perpres tentang Strategi Nasional (Stranas) Bisnis dan HAM berlaku bagi perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 2.000 orang.
    Sofia menyebut, Perpres baru ini mencakup 13 indikator yang nantinya akan dikategorikan menjadi wajib (mandatory) dan sukarela (voluntary).
    “Untuk saat ini, kami merencanakan kewajiban tersebut berlaku bagi perusahaan dengan jumlah pekerja di atas 2.000 orang,” kata Sofia dalam agenda Dialog Media, di Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
    Sofia melanjutkan, masa penyusunan Perpres ini berjalan di tahun 2025. Kemudian, 2026 dimulai sosialisasi masif dan 2027 masa uji coba (
    piloting
    ).
    “Pada 2028-2029 diharapkan sudah menjadi kewajiban penuh bagi perusahaan untuk melakukan uji tuntas (
    due diligence
    ) Bisnis dan HAM,” ungkapnya.
    Lebih lanjut, Sofia menjelaskan bagi para pelaku UMKM yang memiliki karyawan di bawah 2.000 orang,
    KemenHAM
    tetap melakukan pembinaan agar mereka tetap memahami standar HAM.
    “Fokus utama kewajiban saat ini adalah pada
    perusahaan besar
    karena mereka memiliki sumber daya dan pengaruh yang besar pula,” ucapnya.
    Karena itu, KemenHAM meminta perusahaan yang masih masuk kategori UMKM untuk melakukan penilaian mandiri terkait kepatuhan HAM.
    “Kami meng-upgrade aplikasi PRISMA agar perusahaan bisa melakukan penilaian mandiri (
    self-assessment
    ) terkait kepatuhan HAM mereka dengan mudah,” tuturnya.
    Sejauh ini, dari catatan KemenHAM, pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan didominasi pada tingkat atau permasalahan terkait lahan.
    “Kebanyakan di tingkat lahan, itu kasus yang terbanyak masuk ke kita terkait pertanahan. Apakah dengan masyarakat adat, atau masyarakat biasa yang terdampak terhadap perusahaan,” jelasnya.
    Begitu menerima laporan, kata Sofia, KemenHAM akan melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk memilah kategori.
    “Kalau ada pelanggaran hukum, otomatis kita tindak lanjuti. Kalau ada kaitan dengan pelanggaran HAM, itu dianalisis, dikomunikasikan, langsung dikeluarkan rekomendasi,” ucapnya.
    Sementara jika ditemukan pelanggaran berat yang berkaitan dengan perusahaan, maka KemenHAM akan menyerahkan kewenangan kepada pihak kepolisian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.