Megawati: Undang-undang Beri Karpet Merah Deforestasi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri menyoroti peran kebijakan dan undang-undang yang dinilainya memberi “karpet merah” bagi eksploitasi alam, sehingga memicu bencana ekologis dan kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I
PDI-P
di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
“Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi
deforestasi
, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem,” kata Megawati, Sabtu.
Megawati menegaskan, bencana alam yang terjadi, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak bisa semata-mata dianggap sebagai peristiwa alam.
Menurut dia, kerusakan lingkungan merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung ekologi.
“Kita harus berani jujur. Kerusakan ini juga dilembagakan oleh kebijakan,” ujarnya.
Presiden ke-5 RI itu menyebut, atas nama pembangunan, hutan alam dan wilayah adat dirampas lalu digantikan oleh tanaman monokultur yang miskin daya dukung ekologis.
Akibatnya, kawasan hulu yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan kehilangan fungsinya.
“Ketika hujan turun, air tidak lagi terserap. Air kehilangan fungsinya sebagai sumber kehidupan, lalu berubah menjadi kekuatan penghancur,” tutur Megawati.
Megawati menambahkan, bencana hujan ekstrem yang terjadi pada 23 November 2025 telah melumpuhkan puluhan kabupaten dan kota di Sumatera.
Ribuan orang meninggal, ratusan dinyatakan hilang, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya.
Menurut Megawati, kondisi tersebut menjadi peringatan keras tentang krisis peradaban ekologis yang sedang dihadapi umat manusia.
Ia menilai manusia telah menempatkan dirinya sebagai penguasa alam, bukan sebagai bagian dari kesatuan kehidupan.
Dalam pidatonya, Megawati juga menyinggung krisis iklim global.
Ia menyebut, untuk pertama kalinya dalam sejarah peradaban, suhu bumi kini lebih panas dibandingkan 100.000 tahun terakhir.
Bahkan, ambang batas kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius telah terlampaui.
“Tahun 2023 mencatatkan diri sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah umat manusia, diperparah oleh fenomena El Nino yang mengguncang sendi-sendi kehidupan global,” ungkapnya.
“Memasuki tahun 2024, suhu global bahkan telah melampaui ambang satu setengah derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri, sebuah batas kritis yang selama ini diperingatkan oleh ilmu pengetahuan,” sambung dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2026/01/10/69624897a2516.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kala Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan Jadi Penyelamat Jari Manis 2 Orang Surabaya 10 Januari 2026
Kala Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan Jadi Penyelamat Jari Manis 2 Orang
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Jumat (9/1/2026) sore itu, suasana di Kantor BPBD Kota Pasuruan di Jalan KH Mansyur tidak sedang sibuk oleh laporan banjir atau pohon tumbang.
Petugas Pusdalops dan Pemadam Kebakaran (Damkar) saling membantu dan bekerja sama setelah melihat raut kecemasan terpancar dari wajah Mirza Martak (25).
Warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo ini datang bukan membawa kabar bencana alam, melainkan membawa beban kecil namun menyiksa di jari manisnya: seuntai cincin yang tak mau lepas.
Jari manis
Mirza sudah memerah, bahkan mulai membiru karena aliran darah yang terhambat.
Segala cara mandiri, mulai dari sabun hingga pelicin, telah ia coba di rumah, namun nihil. Cincin itu justru terasa semakin mencekik.
”Rasanya sudah nyut-nyutan, Mas. Panik sekali karena jari sudah bengkak dan mulai mati rasa. Saya pikir harus ke rumah sakit, tapi teman menyarankan ke BPBD karena alatnya lengkap,” ujar Mirza dengan napas lega setelah tindakan lepas dengan gerenda mini, Jumat (9/1/2026).
Belum sempat petugas Damkar menghela napas panjang usai menangani Mirza pukul 16.20 WIB, seorang warga lain, Nungky Okta Fadhila (25), Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo datang dengan keluhan serupa sekitar pukul 17.15 WIB.
Sore itu, kantor BPBD mendadak berubah menjadi ‘bengkel bedah perhiasan’ darurat.
Tampak dengan sabar, petugas dengan ekstra hati-hati harus melepas cincin dari seorang perempuan itu.
Setelah hampir memakan waktu 20 menit, Nungky, yang sempat menitikkan air mata karena takut jarinya terluka, mengaku sangat bersyukur atas kesabaran para petugas.
”Tadi sempat takut kalau alatnya kena kulit, tapi petugasnya baik sekali. Mereka terus ajak bicara supaya saya tenang.”
“Alhamdulillah, begitu cincinnya terputus, rasanya seperti beban berat langsung hilang,” ungkap Nungky sambil menunjukkan jarinya yang kini bebas dari jeratan logam.
Usai terlepas, dua warga pulang dengan senyum lebar, meski tanpa cincin di jari mereka.
Bagi mereka, keselamatan jari jauh lebih berharga daripada segram emas atau perak yang sempat menyiksa.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, menceritakan bagaimana timnya harus menjaga ketenangan korban. Meski yang dihadapi “hanya” sepotong logam kecil, risiko luka permanen pada jari sangatlah nyata.
Petugas menggunakan alat pemotong khusus dengan penyangga tipis untuk melindungi kulit.
Selama proses pemotongan, air terus diteteskan agar panas dari gesekan logam tidak membakar jari korban.
“Kami harus sangat tenang. Kalau petugasnya gugup, korbannya makin panik. Ini soal presisi, meleset sedikit saja kulit bisa terluka,” kata Anang, Sabtu (10/1/2026).
Meski terlihat sederhana, kasus cincin macet bisa berujung pada amputasi jika dibiarkan terlalu lama hingga jaringan mati (nekrosis).
Anang mengimbau warga untuk lebih peka terhadap ukuran perhiasan yang biasa dipakai setiap hari.
”Jangan dipaksa kalau sudah sempit. Kalau jari mulai menunjukkan tanda pembengkakan atau perubahan warna, segera cari bantuan. Kami di BPBD dan Damkar siap 24 jam untuk hal-hal darurat seperti ini,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/696248b58787f.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kapolres Kutim Pimpin Perburuan Tahanan Kabur, Tiga Sudah Tertangkap Regional 10 Januari 2026
Kapolres Kutim Pimpin Perburuan Tahanan Kabur, Tiga Sudah Tertangkap
Tim Redaksi
KUTAI TIMUR, KOMPAS.com
— Tim gabungan Polres Kutai Timur (Kutim) kembali menangkap satu tahanan yang melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Sangkulirang.
Dengan penangkapan terbaru ini, tiga dari empat tahanan yang kabur telah berhasil diamankan kembali oleh kepolisian.
Tahanan ketiga yang ditangkap berinisial Alhafsi alias Hafsi, tersangka kasus narkotika.
Ia diringkus pada Jumat (9/1/2026) malam sekitar pukul 20.10 Wita di kawasan perkebunan Jalan Poros 3 Blok 23 PT SKP, Afdeling Fanta.
Ps Kasubsi Penmas Si Humas
Polres Kutim
, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan penangkapan tersebut.
Ia mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan tim gabungan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan.
“Benar, pada Jumat malam tim berhasil mengamankan satu lagi atas nama Alhafsi. Jadi, dari total empat tahanan yang lari, saat ini tiga orang sudah berhasil kami tangkap kembali, yakni Rudi, Ahmad Kadafi, dan Alhafsi,” ujar Wahyu, Sabtu (10/1/2026) sore.
Menurut Wahyu, polisi masih memburu satu tahanan tersisa, Andi A, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat).
Upaya pengejaran terus diperketat dengan melibatkan personel Satreskrim, Satintelkam, Polsek Kaliorang, dan Polsek Sangkulirang.
Keseriusan penanganan kasus ini ditunjukkan dengan keterlibatan langsung pimpinan Polres Kutim di lapangan.
“Saat ini satu tersangka atas nama Andi masih dalam proses pencarian. Bapak Kapolres Kutim turun langsung ke lokasi memimpin tim gabungan untuk memburu satu orang yang masih buron ini,” tegas Wahyu.
Polisi mengimbau tersangka yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri.
Kepolisian juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan atau aktivitas mencurigakan terkait buronan tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Sebelumnya, pada Jumat (9/1/2026) kemarin Polres Kutai Timur (Kutim) berhasil menangkap dua dari empat tahanan yang sebelumnya kabur dari ruang tahanan Mapolsek Sangkulirang.
Dua tahanan yang berhasil ditangkap masing-masing adalah Ahmad Kadafi alias Gesa, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, serta Rudy yang terjerat perkara pidana lainnya.
“Benar, pada hari Jumat, 9 Januari 2026, tim telah melakukan penangkapan terhadap Ahmad Kadafi dan Rudy,” ujar Wahyu, Jumat (9/1/2026).
Wahyu menjelaskan, proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Satreskrim, Satintelkam, serta jajaran Polsek Kaliorang dan Polsek Sangkulirang.
Operasi tersebut mendapat atensi langsung dari pimpinan.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan disebut turun langsung ke lapangan untuk memimpin pengejaran dan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan yang melarikan diri.
Sebelumnya, empat orang tahanan dilaporkan kabur dari ruang tahanan Mapolsek Sangkulirang pada Kamis (8/1/2026) dini hari, sekitar pukul 04.30 Wita.
Keempatnya merupakan tahanan kasus pidana dengan klasifikasi kejahatan yang berbeda. Mereka adalah Ahmad Kadafi alias Gesa, Rudy, Andi A, dan Alhafsi.
Terkait kronologi pelarian tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pemeriksaan terhadap kondisi ruang tahanan dan prosedur pengamanan internal juga tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab kejadian.
“Kronologi lengkapnya masih kami selidiki. Semua kemungkinan akan kami dalami,” ujar Wahyu.
Selain fokus pada pengejaran, Polres Kutim juga melakukan evaluasi internal. Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian dari anggota, kepolisian memastikan akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tetap fokus pada pengejaran, namun evaluasi internal juga menjadi bagian penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Wahyu.
Polres Kutim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan, khususnya di wilayah kebun, pesisir, atau daerah terpencil.
“Kami terus berupaya maksimal agar seluruh tahanan yang kabur dapat kembali diamankan,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/69621a1b1b5f1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Truk dam Mobil Terjun ke Jurang akibat Jalan Menuju Makam Sunan Muria di Kudus Longsor Regional 10 Januari 2026
Truk dam Mobil Terjun ke Jurang akibat Jalan Menuju Makam Sunan Muria di Kudus Longsor
Tim Redaksi
KUDUS, KOMPAS.com
– Truk dan minibus terjun ke jurang menyusul longsor di ruas jalan menuju kawasan wisata religi Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026) malam.
Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean mengatakan, mobil Ertiga bernopol K 1276 AK dan truk tangki air Izusu Elf bernopol K 9397 BT tersebut sebelumnya terparkir di sebelah barat portal wisata Desa Colo hingga longsor terjadi di titik itu sekitar pukul 19.30.
Praktis, dua kendaraan roda empat itu langsung terperosok jatuh ke dasar sungai kecil di bawah jalan sedalam belasan meter.
“Tidak ada korban jiwa. Mobil Ertiga ada tiga penumpang tapi hanya luka ringan dan truk kebetulan kosong,” kata Royke saat dihubungi melalui ponsel, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Royke, begitu menerima informasi, seluruh pemangku kepentingan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk penanganan lebih lanjut.
Personil Satlantas Polres Kudus pun berupaya mengurai arus jalan raya Colo – Kudus yang aksesnya ambrol sebagian, sepanjang puluhan meter.
Diketahui, longsor mengakibatkan talut dan jembatan di jalan beraspal itu ambruk.
“Evakuasi berjam-jam dengan bantuan kendaraan derek. Sementara jalur situ kami tutup untuk kendaraan besar dan kami alihkan. Untuk motor dan mobil masih bisa melintas dengan hati-hati,” kata Royke.
Sementara itu Kapolsek Dawe AKP Budianto menyampaikan, tiga desa di lereng pegunungan Muria yaitu Ternadi, Rahtawu dan Colo dilaporkan mengalami bencana longsor.
Tercatat satu rumah di Desa Rahtawu roboh dan longsor terparah di Desa Colo dengan dampak amblesnya puluhan meter akses jalan menuju Makam Sunan Muria.
Dikatakan Budianto, hujan deras yang berlangsung lama memengaruhi ketahanan tanah dan konstruksi infrastruktur di sekitar tebing sehingga berujung longsor.
“Truk dan mobil yang terparkir di lokasi kejadian ikut terbawa material longsoran,” kata Budianto.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/69621a1b1b5f1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Truk dam Mobil Terjun ke Jurang akibat Jalan Menuju Makam Sunan Muria di Kudus Longsor Regional 10 Januari 2026
Truk dam Mobil Terjun ke Jurang akibat Jalan Menuju Makam Sunan Muria di Kudus Longsor
Tim Redaksi
KUDUS, KOMPAS.com
– Truk dan minibus terjun ke jurang menyusul longsor di ruas jalan menuju kawasan wisata religi Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026) malam.
Kasat Lantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean mengatakan, mobil Ertiga bernopol K 1276 AK dan truk tangki air Izusu Elf bernopol K 9397 BT tersebut sebelumnya terparkir di sebelah barat portal wisata Desa Colo hingga longsor terjadi di titik itu sekitar pukul 19.30.
Praktis, dua kendaraan roda empat itu langsung terperosok jatuh ke dasar sungai kecil di bawah jalan sedalam belasan meter.
“Tidak ada korban jiwa. Mobil Ertiga ada tiga penumpang tapi hanya luka ringan dan truk kebetulan kosong,” kata Royke saat dihubungi melalui ponsel, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Royke, begitu menerima informasi, seluruh pemangku kepentingan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk penanganan lebih lanjut.
Personil Satlantas Polres Kudus pun berupaya mengurai arus jalan raya Colo – Kudus yang aksesnya ambrol sebagian, sepanjang puluhan meter.
Diketahui, longsor mengakibatkan talut dan jembatan di jalan beraspal itu ambruk.
“Evakuasi berjam-jam dengan bantuan kendaraan derek. Sementara jalur situ kami tutup untuk kendaraan besar dan kami alihkan. Untuk motor dan mobil masih bisa melintas dengan hati-hati,” kata Royke.
Sementara itu Kapolsek Dawe AKP Budianto menyampaikan, tiga desa di lereng pegunungan Muria yaitu Ternadi, Rahtawu dan Colo dilaporkan mengalami bencana longsor.
Tercatat satu rumah di Desa Rahtawu roboh dan longsor terparah di Desa Colo dengan dampak amblesnya puluhan meter akses jalan menuju Makam Sunan Muria.
Dikatakan Budianto, hujan deras yang berlangsung lama memengaruhi ketahanan tanah dan konstruksi infrastruktur di sekitar tebing sehingga berujung longsor.
“Truk dan mobil yang terparkir di lokasi kejadian ikut terbawa material longsoran,” kata Budianto.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/08/17/66bfeb16caeae.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Faktor Ekonomi, Suami di Bangka Barat Bacok Istri Pakai Parang Regional 10 Januari 2026
Faktor Ekonomi, Suami di Bangka Barat Bacok Istri Pakai Parang
Tim Redaksi
BANGKA, KOMPAS.com
– Seorang pria inisial YA (45) ditangkap polisi usai menganiaya istrinya menggunakan parang di kediaman mereka di Dusun 1, Desa Kundi, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
YA diringkus tanpa perlawanan 12 jam setelah ia melakukan aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut.
“Diamankan beserta barang bukti pada 9 Januari 2026 di wilayah Simpang Teritip,” kata Kasie Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Sabtu (10/1/2026).
Yos menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis malam (8/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah rumah di Jalan AMD, Dusun I, Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip.
Korban, seorang perempuan berinisial AN (39), mengalami luka sayat cukup dalam pada tangan kiri akibat serangan senjata tajam jenis parang yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
Akibat luka yang dialami, korban sempat bersimbah darah dan harus dilarikan ke Puskesmas Kundi untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Melihat kondisi luka yang serius, pihak medis kemudian merujuk korban ke RSUD Muntok guna menjalani tindakan operasi lebih lanjut,” ujar Yos.
Peristiwa diduga terjadi karena faktor ekonomi yang memicu terjadinya cekcok antara pelaku dan korban, sampai akhirnya terjadi aksi penganiayaan.
Yos menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak menolerir segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, terlebih yang mengakibatkan luka berat pada korban.
“Begitu menerima laporan, jajaran Polsek Simpang Teritip langsung bergerak cepat. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan di kediamannya berikut barang bukti sebilah parang yang digunakan untuk melukai korban,” ujar Iptu Yos.
Saat ini pelaku telah ditahan dan menjalani proses penyidikan dengan dikenakan Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana penjara.
Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun sekitar tempat tinggal.
“KDRT bukan urusan pribadi, melainkan tindak pidana. Laporkan segera, Polri akan hadir dan bertindak,” pungkas Iptu Yos.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/696243eeab7ab.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KPK Amankan Logam Mulia dalam OTT Pegawai Pajak, Total Barang Bukti Rp 6 Miliar
KPK Amankan Logam Mulia dalam OTT Pegawai Pajak, Total Barang Bukti Rp 6 Miliar
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti berupa logam mulia dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Selain logam mulia, KPK juga mengamankan uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Total barang bukti yang disita mencapai Rp 6 miliar.
“Barang bukti yang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini dalam bentuk uang, baik rupiah maupun mata uang asing, dan juga logam mulia. Ya, nilainya mencapai sekitar 6 miliar,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) malam.
Budi menyebut, secara total, ada delapan orang yang ditangkap dalam OTT kali ini.
Ia memerinci, empat di antaranya adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Empat di antaranya adalah pegawai pada Ditjen Pajak, dan empat lainnya adalah pihak swasta. Para pihak diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Jabodetabek,” ucap Budi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, delapan orang itu masih menjalani pemeriksaan secara intensif pada tahap penyelidikan.
Adapun kegiatannya terkait dengan modus pengaturan berupa pengurangan pajak di sektor pertambangan.
“Terkait dengan pengurangan nilai pajak. Nanti kami akan sampaikan terkait detailnya ya, perusahaan-perusahaannya,” jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pegawai pajak di Jakarta Utara dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Sabtu (10/1/2026).
“Iya benar (OTT), Jakarta Utara. Benar, pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara,” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Sabtu.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/6961b12517994.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tol IKN 3A2 Alami Pergeseran Struktur, Perbaikan Ditarget Rampung Sebelum Lebaran Regional 10 Januari 2026
Tol IKN 3A2 Alami Pergeseran Struktur, Perbaikan Ditarget Rampung Sebelum Lebaran
Tim Redaksi
BALIKPAPAN, KOMPAS.com
– Kontraktor pelaksana akhirnya buka suara terkait insiden pada Jalan Tol IKN Segmen 3A2 di STA 23, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, yang terjadi pada Kamis (8/1/2026).
Insiden tersebut dipastikan bukan jalan patah, melainkan pergeseran pada struktur slab on pile.
Pemimpin Proyek
Jalan Tol IKN
Segmen 3A2, Arief Indriyanto, menjelaskan pergeseran terjadi pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter.
Peristiwa ini dipengaruhi hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Balikpapan sejak Rabu (7/1/2026) sore hingga Kamis (8/1/2026) pagi.
“Akibat hujan deras itu terjadi pergeseran pada timbunan lumpur di area disposal yang mengakibatkan pergeseran pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter,” kata Arief kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026) sore.
Arief menegaskan, insiden tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan manusia maupun beban kendaraan berlebih.
“Ini murni karena faktor alam di luar prediksi kami,” ujarnya.
Untuk mencegah kerusakan meluas, pihak kerja sama operasi (KSO) telah merubuhkan atau memotong bagian ruas jalan tol yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pergeseran tidak menjalar ke area lain.
Arief juga memastikan struktur jalan tol yang mengalami kerusakan bukan merupakan konstruksi baru.
Pekerjaan slab on pile (SOP) 1 telah rampung sejak September 2024 dan sebelumnya tidak pernah mengalami kendala.
“Termasuk saat difungsionalkan pada Desember 2025 pada periode Natal dan Tahun Baru. Selama lebih dari satu tahun, jalur tersebut juga rutin dilintasi alat berat tanpa masalah,” tegas Arief.
Saat ini, kontraktor pelaksana menargetkan perbaikan dan konstruksi ulang SOP 1 dapat diselesaikan pada Maret 2026, sebelum masa fungsional Idul Fitri.
Pekerjaan dilakukan secara intensif siang dan malam.
Dalam proses perbaikan, dikerahkan enam unit alat berat, terdiri atas empat breaker besar, dua breaker kecil, serta empat ekskavator untuk penanganan tanah di area disposal.
“Kami targetkan dalam 1,5 bulan ini bisa selesai dikerjakan dan jalur tersebut ditargetkan kembali dapat difungsikan dua lajur saat Lebaran,” ujar Arief.
Kasatker IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Alfin Jerry, menegaskan biaya perbaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana karena proyek masih dalam tahap konstruksi.
“Tidak ada kerugian negara karena seluruh risiko proyek telah ditanggung kontraktor melalui skema asuransi Contractor All Risk (CAR),” jelas Alfin.
Ia menambahkan, tim lapangan saat ini tengah melakukan inventarisasi terhadap konstruksi jalan tol di segmen terdampak.
“Sekarang juga dilakukan inventarisasi oleh tim di lapangan, barangkali ada kerusakan lain,” katanya.
Alfin memastikan insiden di STA 23 Segmen 3A2 tidak akan memengaruhi target penyelesaian proyek Jalan Tol IKN yang direncanakan rampung pada Desember 2026.
Kontraktor diminta menyiapkan tim khusus untuk menangani perbaikan agar tidak mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan.
“Saat ini progresnya sudah mencapai 70 persen lebih. Kami optimistis insiden ini tidak akan memengaruhi target penyelesaian proyek karena ada tim baru yang akan mengurusi,” tutup Alfin.
Diketahui ruas jalan tol yang mengalami kerusakaan sempat menjalani fungsional terbatas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tepatnya pada 20 Desember 2025-4 Januari 2026.
BBPJN Kaltim mencatat, selama fungsional terbatas ada 91.000 lebih kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, PPU, dan Kalsel ini.
BBPJN Kaltim bahkan berencana kembali membuka akses Jalan Tol IKN ini secara terbatas untuk menyambut Idul Fitri tahun ini.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/10/696227b9c5ffc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/69624cda89148.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/696244227cbf9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)