Kardinal Suharyo Soroti Peran Manusia yang Rusak Lingkungan di Balik Bencana Alam
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menegaskan bahwa bencana yang terjadi tidak semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan juga berkaitan erat dengan perilaku manusia terhadap lingkungan.
Hal itu disampaikan
Kardinal Suharyo
usai Misa Pontifikal
Natal 2025
di Gedung Karya Pastoral, Paroki Katedral Jakarta, Kamis (25/12/2025).
“Bencana-bencana yang kita alami ini tidak hanya karena faktor alam, tetapi juga karena peran manusia yang merusak lingkungan hidup,” ujar Suharyo.
Menurut dia, Natal seharusnya menjadi momentum refleksi iman yang diwujudkan dalam tanggung jawab konkret terhadap sesama dan alam ciptaan.
Ia menjelaskan, pesan Natal tahun ini menekankan bahwa makna keselamatan tidak berhenti pada perayaan liturgi, melainkan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata untuk memulihkan dan menguatkan kehidupan bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
Kardinal menuturkan, kerusakan lingkungan merupakan persoalan global yang sangat kompleks, mulai dari konsumsi energi berlebihan hingga pemberian izin eksploitasi alam tanpa analisis dampak yang memadai.
Mengutip ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus, Suharyo menyebut dunia sebagai “rumah bersama”, di mana kerusakan yang dilakukan kelompok kuat dan kaya sering kali ditanggung oleh mereka yang lemah dan miskin.
“Pesan Gereja adalah pesan moral. Harapannya, para pemimpin yang memikul mandat rakyat bekerja sebaik-baiknya demi kesejahteraan dan kebaikan bersama,” ujar dia.
Kardinal Suharyo melanjutkan, Keuskupan Agung Jakarta pada 2026 akan memberi perhatian khusus pada isu lingkungan hidup melalui konsep “
pertobatan ekologis
”.
Pertobatan ekologis, kata dia, tidak selalu berbentuk tindakan besar, melainkan bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Misalnya, mengurangi sampah makanan, membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi plastik, hingga menyisihkan dana untuk memulihkan lingkungan sebagai kompensasi emisi karbon saat bepergian.
“Hal-hal kecil seperti itu adalah bentuk pertobatan yang menyentuh seluruh wilayah kehidupan manusia,” ujar Suharyo.
Kardinal juga menyerukan pertobatan nasional untuk mengembalikan cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yang berakar pada pertobatan batin dan tanggung jawab moral.
Kardinal Suharyo menegaskan bahwa pertobatan bukan sekadar ritual sesaat, melainkan gaya hidup yang berlandaskan iman.
“Dalam konsep Kristiani, manusia diciptakan untuk memuliakan dan berbakti kepada Allah. Memuliakan Allah itu diwujudkan dalam ibadah, tetapi harus diterjemahkan secara konkret dalam bakti kepada sesama,” kata dia.
Menurut Suharyo, kegagalan manusia memuliakan Allah kerap muncul dalam bentuk memuliakan diri sendiri, termasuk penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan.
“Jabatan itu bukan untuk diduduki demi kepentingan pribadi, melainkan dipangku sebagai amanah untuk kebaikan bersama. Ketika jabatan digunakan untuk diri sendiri, di situlah akar banyak persoalan, termasuk korupsi,” ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Kardinal Suharyo menjelaskan mekanisme solidaritas Gereja Katolik dalam membantu korban
bencana alam
, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Ia menyebut, melalui Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), seluruh keuskupan dan paroki di Indonesia menggalang dana lewat kolekte khusus.
Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan melalui Caritas Indonesia, lembaga gereja yang fokus pada penanganan kebencanaan.
“Namun, karena kebutuhan sangat besar dan mendesak, beberapa keuskupan juga menyalurkan bantuan langsung ke keuskupan setempat, seperti Padang, Sibolga, dan wilayah Aceh,” kata dia.
Menurut Suharyo, pemulihan pascabencana bukan proses singkat.
Berdasarkan berbagai kajian, proses pemulihan sosial, ekonomi, hingga persoalan pertanahan dan trauma korban bisa memakan waktu 20 hingga 25 tahun.
“Ini bukan soal satu atau dua bulan. Membayangkan rumah tertimbun longsor saja sudah sulit, apalagi mengembalikan kehidupan seperti semula,” ujar dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/25/694ca99e01e7a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemberian Remisi Natal di Rutan Cipinang, Keluarga Warga Binaan Antre Sejak Pagi Megapolitan 25 Desember 2025
Pemberian Remisi Natal di Rutan Cipinang, Keluarga Warga Binaan Antre Sejak Pagi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang menggelar pemberian remisi khusus Natal 2025 bagi
warga binaan
pada Kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini berlangsung di lapangan dalam
Rutan Cipinang
, Jatinegara, Jakarta Timur, dan dihadiri keluarga warga binaan sejak pagi hari.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi, sejumlah keluarga warga binaan telah berdatangan sejak pagi dan menunggu giliran untuk diizinkan masuk oleh petugas rutan. Mereka tampak mengantre secara tertib sebelum memasuki area rutan.
Mayoritas keluarga warga binaan mengenakan pakaian putih dengan celana hitam. Sebelum masuk ke dalam rutan, petugas memeriksa seluruh pengunjung untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk.
Selain pemeriksaan, para pengunjung juga diwajibkan mengenakan kartu pengunjung yang dikalungkan dan digunakan selama berada di dalam area rutan.
Di dalam rutan, panitia mendirikan tenda dengan dominasi warna putih dan biru muda yang menjadi lokasi utama pelaksanaan pemberian remisi bagi warga binaan.
Nuansa Natal terasa kental dengan kehadiran pohon Natal di sekitar lokasi acara serta ornamen Santa Claus dan rusa yang terpasang di salah satu gereja di dalam Rutan Cipinang.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengatakan, pemberian
remisi Natal
diharapkan menjadi momentum awal bagi warga binaan untuk menapaki kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
“Kiranya momentum Natal tahun 2025 ini menjadikan awal baru untuk menapak perjalanan menuju hidup yang lebih baik, penuh kedamaian, dan bermakna bagi para narapidana dan anak binaan,” ucap Mashudi di Rutan Kelas 1 Cipinang, Kamis (25/12/2025).
Mashudi menjelaskan, secara nasional terdapat sekitar 15.000 warga binaan yang memperoleh remisi Natal pada tahun ini.
“Untuk remisi warga binaan kami, baik secara khusus dan umum, total semua itu ada 15.235 orang. Ini seluruh Indonesia. Untuk remisi ada 610 orang untuk warga binaan yang mendapatkan,” jelas Mashudi.
Setelah pembacaan surat keputusan remisi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah Natal bersama antara warga binaan dan petugas pemasyarakatan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694c9fa23877d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Rayakan Natal, GPIB Immanuel Jakarta Siapkan Tenda Tambahan untuk Jemaat Megapolitan 25 Desember 2025
Rayakan Natal, GPIB Immanuel Jakarta Siapkan Tenda Tambahan untuk Jemaat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta melakukan sejumlah persiapan untuk mengakomodasi lonjakan
jemaat
dalam
perayaan Natal
2025.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah kapasitas tempat duduk dengan mendirikan tenda di sekitar area gereja.
Gereja yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, ini pada hari biasa hanya mampu menampung sekitar 400 jemaat di dalam gedung utama.
Namun, pada perayaan Natal, jumlah jemaat yang hadir meningkat signifikan sehingga diperlukan perluasan area ibadah.
Ketua V Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ)
GPIB Immanuel Jakarta
, Steve Loupatty, mengatakan pihak gereja membangun
tenda tambahan
untuk mengakomodasi jumlah jemaat yang membludak saat ibadah Natal.
“Kouta kalau gereja kami 400, tapi kami bikin tenda seperti semalam Ibadah Natal banyak jemaatnya sekitar 1.300 – 1.400 makanya kita bangun tenda di kiri, kanan, dan depan gereja ini,” ucap Steve saat diwawancarai langsung di lokasi, Kamis (25/12/2025).
Untuk ibadah Natal pada Kamis ini, tenda yang dibangun hanya ditempatkan di sisi samping gereja. Steve memperkirakan jumlah jemaat yang hadir pada ibadah pagi mencapai sekitar 500 hingga 600 orang.
Sementara itu, pada sesi siang diperkirakan diikuti sekitar 300 hingga 400 jemaat, dan pada sesi terakhir pukul 18.00 WIB sekitar 400 hingga 500 jemaat.
Berdasarkan pengamatan
Kompas.com
di lokasi, ibadah sesi pertama telah berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Jumlah jemaat yang hadir terlihat melampaui kapasitas gereja, sehingga sebagian tidak tertampung di dalam ruangan utama.
Bagi jemaat yang tidak mendapatkan tempat di dalam gereja, panitia menyediakan bangku plastik di area depan pintu masuk, area parkir, hingga taman gereja agar tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah.
Meski tidak seluruh jemaat dapat beribadah di dalam gedung utama, suasana ibadah tetap berlangsung khidmat. Para jemaat tampak mengikuti rangkaian perayaan Natal dengan penuh kekhusyukan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694c9fa23877d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana Megapolitan 25 Desember 2025
Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta mengangkat tema
Natal 2025
“Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” sebagai refleksi atas berbagai
bencana alam
yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Gereja yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, ini menilai tema tersebut relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi banyak cobaan, mulai dari bencana di Sumatera hingga Jawa Timur.
“Ini bisa jadi refleksi kondisi bencana yang terjadi di Sumatera, bukan Sumatera aja, di Jawa Timur juga ada,” tutur Ketua V Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ)
GPIB Immanuel
Jakarta,
Steve Loupatty
, saat ditemui di lokasi, Kamis (25/12/2025).
Steve menjelaskan, tema “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” merupakan tema sentral yang ditetapkan oleh GPIB pusat dan digunakan secara nasional oleh seluruh jemaat GPIB.
Menurut dia, tema tersebut dipilih karena selaras dengan situasi dan perkembangan bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat maraknya bencana alam dalam beberapa waktu terakhir.
Oleh karena itu, tema Natal 2025 diharapkan dapat menjadi refleksi sekaligus penguatan iman, terutama bagi para korban bencana agar tidak larut dalam keputusasaan.
“Tema yang diusung menggambarkan Tuhan atau Allah akan memulihkan kehidupan semua orang tidak memandang suku, agama, ras, jadi sangat nasionalis dan sangat humanis,” sambung Steve.
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, Steve mengatakan bahwa GPIB telah menggalang donasi bagi korban bencana sejak sekitar satu bulan terakhir.
Tidak hanya mengumpulkan bantuan, GPIB juga telah turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana untuk menyalurkan bantuan yang berhasil dihimpun dari jemaat.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694c9f71619fb.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta Dihadiri Hingga 3.500 Jemaat Megapolitan 25 Desember 2025
Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta Dihadiri Hingga 3.500 Jemaat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Gereja Katedral Jakarta memperkirakan sekitar 3.000 hingga 3.500 jemaat akan mengikuti Misa Pontifikal Natal hari kedua yang digelar pada Kamis (25/12/2025).
Misa ini menjadi puncak perayaan Natal sekaligus satu-satunya misa yang dipimpin langsung oleh
Kardinal Ignatius Suharyo
.
Perkiraan jumlah jemaat tersebut disampaikan oleh Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, saat ditemui di area tenda luar Katedral, tepat sebelum pintu masuk gedung utama.
“Untuk Misa Pontifikal hari ini, kami memperkirakan umat yang hadir sekitar 3.000 sampai 3.500 orang,” ujar Susyana.
Pada hari kedua perayaan Natal, Gereja Katedral Jakarta menggelar empat kali misa. Misa pertama adalah Misa Pontifikal yang dilaksanakan pukul 08.30 WIB.
Misa ini dipimpin oleh Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta, dengan konselebran para kuria Keuskupan Agung Jakarta.
“Misa Pontifikal ini memang secara khusus hanya dipimpin oleh Kardinal dan dilaksanakan setiap perayaan Natal dan Paskah. Di akhir misa, umat akan menerima indulgensi atau pelepasan dosa,” kata Susyana.
Misa kedua merupakan Misa Keluarga yang digelar pukul 11.00 WIB dan dipimpin oleh Romo Yohanes Deodatus, SJ.
Misa ini banyak dihadiri keluarga yang membawa anak-anak, dengan homili yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
“Biasanya anak-anak juga menerima berkat khusus dan membawa tabungan mereka untuk dimasukkan ke dalam celengan ayam di depan altar,” ujar Susyana.
Selanjutnya, misa ketiga dilaksanakan pukul 16.00 WIB sebagai Misa Khusus Lansia. Misa ini menjadi yang pertama kali digelar di Gereja Katedral Jakarta dan dipersembahkan oleh Romo Macarius Maharsono Probho, SJ.
Adapun misa keempat sekaligus penutup rangkaian Misa Natal digelar pukul 18.00 WIB. Misa ini dipimpin oleh Romo Albertus Hani Rudi Hartoko, SJ, selaku Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta.
Terkait sistem pendaftaran, Susyana menjelaskan bahwa registrasi hanya diberlakukan untuk Misa Pontifikal. Pendaftaran dilakukan di dalam gereja serta di Graha Pemuda lantai 1 dan saat ini kuotanya telah penuh.
“Untuk Misa Keluarga dan misa-misa berikutnya, tidak lagi diberlakukan sistem registrasi,” ujar dia.
Sebagai perbandingan, pada Misa Malam Natal Rabu (24/12/2025), misa pukul 17.00 WIB dihadiri lebih dari 5.500 umat, sementara misa kedua pukul 20.30 WIB diikuti sekitar 5.000 umat.
Selain rangkaian misa, Gereja Katedral Jakarta juga menampilkan
dekorasi Natal ramah lingkungan
.
Tahun ini, dekorasi dibuat dari bahan daur ulang seperti karung beras yang diolah dan diberi warna, serta batok kelapa bekas yang dijadikan ornamen, dengan dominasi warna-warna natural.
“Ini sejalan dengan komitmen Katedral sejak beberapa tahun terakhir untuk menggunakan bahan daur ulang, memanfaatkan kembali patung-patung yang sudah ada, serta mengangkat wastra nusantara sebagai wujud cinta tanah air,” kata Susyana.
Di area Patung Kristus Raja, ditampilkan pula dekorasi berupa simbol dan ikon Tahun Suci Yubelium 2025, termasuk tokoh Luce dan kawan-kawannya yang merupakan maskot resmi yang dikeluarkan Vatikan.
“Tahun Yubelium 2025 akan ditutup pada 3 Januari, bersamaan dengan misa pembukaan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2026, yang mengajak umat untuk melakukan pertobatan ekologis dan merawat bumi sebagai rumah bersama,” ujar Susyana.
Terkait pesan Natal, Susyana menyebutkan bahwa pesan utama akan disampaikan oleh Kardinal Ignatius Suharyo dalam Misa Pontifikal.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Natal bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Tema tersebut menegaskan keluarga sebagai pusat kehidupan. Kardinal juga kerap menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah serta mengajak umat untuk membantu sesama.
Keuskupan Agung Jakarta, lanjut Susyana, telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana melalui kolekte kedua yang dilakukan pada 13 dan 14 Desember 2025.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/24/694b8f385d258.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
5 ICW Sindir Kejagung Pamer Uang Rp 6,6 Triliun: Pencitraan Belaka Nasional
ICW Sindir Kejagung Pamer Uang Rp 6,6 Triliun: Pencitraan Belaka
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memamerkan tumpukan uang senilai Rp6,6 triliun, hasil dari penyelamatan keuangan negara.
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengatakan hal tersebut tidak substansial dan hanya pencitraan semata.
“Upaya memamerkan uang hasil rampasan merupakan langkah yang tidak substansial dan hanya bersifat pencitraan belaka,” kata Wana dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).
Wana mengatakan, laporan ICW pada Desember 204 mencatat nilai kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi sekitar Rp 300 triliun.
Namun, pengembalian kerugian keuangan negara hanya 4,8 persen.
“Artinya, kinerja penegak hukum untuk merampas aset dan mengembalikan kerugian keuangan negara tidak berhasil,” ujar dia.
Berdasarkan hal tersebut, ICW mendesak agar pemerintah berfokus pada hal yang substansial, yakni memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara.
Sebelumnya, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan uang senilai Rp 6,6 triliun, tepatnya Rp6.625.294.190.469,74, hasil penyelamatan keuangan negara kepada pemerintah pada Rabu (24/12/2025) sore.
Pantauan Kompas.com di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) pukul 13.00 WIB, tumpukan uang pecahan Rp100.000 disusun memenuhi lobi gedung.
Uang yang dikemas dalam plastik itu disusun membentuk lorong dari lobi hingga ke dalam Gedung Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung.
Tumpukan uang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dipindahkan menggunakan troli oleh anggota TNI.
Presiden Prabowo Subianto pun menghadiri penyerahan uang triliunan tersebut.
Selain itu, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut.
Mereka adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPKM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Kemudian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BPKP Yusuf Ateh, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Sebagai informasi, penyerahan ini merupakan bagian dari hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V dengan total luasan 896.969,143 hektar.
Tercatat dalam kurun waktu 10 bulan, Satgas PKH telah menguasai kembali lahan perkebunan seluas 4.081.560,58 hektar atau mencapai lebih dari 400 persen dari target yang ditetapkan, dengan nilai indikasi lahan yang telah dikuasai kembali mencapai lebih dari Rp 150 triliun.
Satgas juga telah menyerahkan lahan kawasan hutan hasil Penguasaan Kembali kepada kementerian terkait seluas 2.482.220,343 hektar, dengan rincian sebagai berikut:
Diserahkan pengelolaan kepada PT Agrinas Palma Nusantara, seluas 1.708.033,583 Ha, lahan perkebunan kelapa sawit;
Diserahkan kepada kementerian terkait untuk dilakukan pemulihan kembali, seluas 688.427 Ha yang merupakan lahan kawasan hutan konservasi;
Diserahkan kepada kementerian terkait untuk dihutankan 81.793,00 yang merupakan lahan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694cb073034a7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal Megapolitan 25 Desember 2025
15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberikan remisi ke 15.235 warga binaan di seluruh Indonesia pada Hari Raya Natal 2025.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, pemberian remisi tersebut dilaksanakan serentak di seluruh unit pelaksana teknis (UPT), baik rumah tahanan (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Untuk remisi
warga binaan
kami, baik secara khusus dan umum, total semua ada 15.000, ini seluruh Indonesia, ya 15.235 dan ini dilaksanakan oleh masing-masing UPT,” ucap Mashudi di Rutan Kelas I Cipinang, Kamis (25/12/2025).
Mashudi menjelaskan, khusus di wilayah Jakarta terdapat 610 warga binaan yang menerima
remisi Natal
.
Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan
pengurangan masa pidana
.
“Untuk remisi (Jakarta) 610 untuk warga binaan yang mendapatkan, pengurangan sendiri mulai 15 hari sampai 2 bulan variasinya, Hari ini ada bebas 5 orang (di Rutan Kelas I Cipinang),” ungkap dia.
Lebih lanjut, Mashudi menegaskan bahwa pemberian remisi tidak dilakukan secara otomatis, melainkan melalui proses dan asesmen yang ketat.
Setiap warga binaan harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.
“Proses gampang, semua melalui proses. Di situ ada empat kriteria yang harus dilakukan oleh warga binaan. Melakukan pembinaan, ya kan, dia mengikuti kegiatan yang ada di dalam Lapas ini, dan menurunkan daripada tingkat risiko,” ucap Mashudi.
“Jadi ada asesmen nanti. Begitu asesmennya itu turun, dia ke bawah (risikonya rendah). Nah, ini salah satu yang menjadikan kita putusan di dalam sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan). Dari bawah, dari UPT ke Kanwil, Kanwil baru ke Direktorat Ditjenpas. Dan ini mengalami saringan-saringan,” imbuh dia.
Rutan Kelas I Cipinang menggelar pemberian remisi Natal bagi warga binaan di lapangan dalam Rutan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/12/2025).
Sejumlah keluarga warga binaan sudah berdatangan sejak pagi hari, mereka tampak menunggu giliran untuk diizinkan masuk oleh petugas rutan.
Mayoritas keluarga warga binaan mengenakan pakaian putih dengan celana hitam.
Mereka mengantre secara tertib sebelum memasuki area rutan.
Petugas memeriksa seluruh pengunjung untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa ke dalam rutan.
Selain itu, para pengunjung juga diwajibkan mengenakan kartu pengunjung yang dikalungkan dan digunakan selama berada di dalam rutan.
Di dalam area rutan, ada tenda berwarna dominan putih dan biru muda yang menjadi lokasi utama pelaksanaan pemberian remisi bagi warga binaan.
Suasana Natal pun terasa kental dengan berbagai dekorasi, seperti pohon Natal di sekitar lokasi acara serta ornamen Santa Claus dan rusa di salah satu gereja di dalam Rutan Cipinang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694ca424b7d62.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kutip Paus Fransiskus, Kardinal Suharyo: Keserakahan yang Zalim Menghancurkan Kaum Lemah
Kutip Paus Fransiskus, Kardinal Suharyo: Keserakahan yang Zalim Menghancurkan Kaum Lemah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menyampaikan mengutip pernyataan Paus Fransiskus ketika khotbah dalam Misa Pontifikal yang berlangsung di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
Ia menuturkan, mendiang
Paus Fransiskus
pernah menyoroti persoalan terkait ketidakadilan, pemujaan uang, dan
korupsi
yang dinilai merendahkan martabat manusia serta berakibat merusak masa depan.
“Mendiang Paus Fransiskus di dalam pernyataannya ketika memaklumkan tahun suci luar biasa yaitu bertindak-tidak adil, memuja uang, dan korupsi,” ucap
Kardinal Suharyo
.
“Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan karena keserakahan yang zalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang paling miskin di antara kaum miskin. Korupsi adalah skandal publik yang berat,” ujar dia.
Kardinal Suharyo lalu menyebut bahwa dalam dunia dewasa ini, banyak luka yang ditanggung oleh orang-orang yang tidak mempunyai suara.
“Karena teriakan mereka diredam dan dibenamkan oleh sikap acuh tak acuh orang-orang yang berkuasa,” kata Kardinal.
Oleh sebab itu, ia memperingatkan betapa mengerikannya kebahagiaan yang bergantung pada uang.
“Paus Fransiskus mengatakan begini, ‘Janganlah jatuh ke dalam pola pikir yang mengerikan yang beranggapan bahwa kebaikan, kebahagiaan bergantung kepada uang, dan bahwa dibandingkan dengan uang semua yang lain tidak ada nilai dan martabatnya’,” tutur Kardinal Suharyo.
Ia menuturkan, Paus Fransiskus berpandangan, kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara tidak bermoral tidak akan membawa kekuasaan yang langgeng.
“Lebih menumpuk kekayaan yang berlumuran darah tidak akan mampu membuat seorang pun tetap berkuasa dan tidak mati,” ujar Kardinal.
Ia berharap, Perayaan
Natal 2025
membuat jemaat terdorong untuk semakin rajin mencari jalan-jalan baru untuk berbuat baik.
Menurut dia, semakin banyak ragam perbuatan baik semakin banyak pula tanda-tanda pengharapan yang dimaksudkan oleh Paus Fransiskus.
“Sekali lagi selamat merayakan Natal dan selamat menyambut tahun baru 2026 tahun baru yang kita harapkan penuh pengharapan. Tuhan memberkati,” kata Kardinal Suharyo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694ca6ef23d0e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Momen Tahanan KPK Dibesuk Keluarga Saat Hari Natal 2025
Momen Tahanan KPK Dibesuk Keluarga Saat Hari Natal 2025
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi tahanan korupsi melaksanakan ibadah Natal 2025 pada Kamis (25/12/2025).
KPK
juga membuka kunjungan untuk keluarga tahanan dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
, puluhan orang sudah mengantre di depan Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Gedung Merah Putih pada pukul 09.44 WIB.
Ada tiga antrean di depan Rutan KPK.
Pertama, puluhan orang yang mengantre untuk memberikan data diri ke petugas.
Kedua, sejumlah orang yang mengantre untuk mengirimkan makanan.
Terakhir, pengunjung yang bersiap untuk masuk ke dalam Rutan.
Sejumlah petugas dan anggota kepolisian juga terlihat menjaga ketat Rutan KPK hari ini.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, saat ini, tercatat 12 orang tahanan yang akan melaksanakan
ibadah Natal
.
“Seluruh rangkaian ibadah dan kunjungan para pihak keluarga serta kerabat tahanan, tetap mengacu pada tata tertib pengelolaan Rutan KPK,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu (24/12/2026).
Budi mengatakan, fasilitas ibadah dan kunjungan khusus ini sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak dasar bagi setiap insan beragama, termasuk bagi tahanan KPK.
“Hal ini juga selaras dengan asas-asas pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK yang diatur dalam Pasal 5 UU Nomor 19 Tahun 2019, yaitu kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/25/694cbe82a2aca.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694cb97d5ec56.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)