Author: Kompas.com

  • 1
                    
                        Nenek 80 Tahun Diusir dan Rumahnya Dibongkar Paksa Ormas: Bibir dan Hidung sampai Berdarah
                        Surabaya

    1 Nenek 80 Tahun Diusir dan Rumahnya Dibongkar Paksa Ormas: Bibir dan Hidung sampai Berdarah Surabaya

    Nenek 80 Tahun Diusir dan Rumahnya Dibongkar Paksa Ormas: Bibir dan Hidung sampai Berdarah
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Kejadian memilukan menimpa seorang nenek asal Surabaya, Elina Wijayanti (80), yang rumahnya dirobohkan secara paksa oleh puluhan orang.
    Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja, menyebut kliennya diusir secara paksa dari rumahnya yang berada di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
    “Kurang lebih ada 20 sampai 30 orang yang datang dan melakukan pengusiran secara paksa. Ini jelas eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan,” kata Wellem, Rabu (24/12/2025).
    Wellem menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi siang hari saat Elina menolak keluar rumah. Nenek lansia tersebut justru ditarik dan diangkat secara paksa oleh empat hingga lima orang demi mengosongkan bangunan. 
    Saat kejadian, di dalam rumah juga terdapat balita berusia 5 tahun, bayi 1,5 bulan, serta ibu dan lansia lainnya.
    “Korban ditarik, diangkat, lalu dikeluarkan dari rumah. Ada saksi dan videonya. Nenek ini sampai bibirnya berdarah,” ungkap Wellem.
    Setelah para penghuni dikeluarkan paksa, rumah tersebut dipalang dan tidak diperbolehkan dimasuki kembali. Beberapa hari kemudian, muncul alat berat yang meratakan bangunan tersebut dengan tanah setelah barang-barang di dalamnya diangkut menggunakan pikap tanpa izin penghuni.
    Elina Widjajanti mengungkapkan perlakuan kasar yang dialaminya saat pengusiran tersebut. Tubuhnya diseret dan diangkat keluar dari rumah yang telah ia huni sejak 2011.
    “Hidung dan bibir saya berdarah, wajah saya juga memar,” tutur Elina.
    Selain mengalami luka fisik, Elina mengaku kehilangan seluruh barang miliknya, termasuk sejumlah sertifikat penting yang diduga ikut raib saat
    pengosongan paksa
    .
    Ia pun menuntut adanya pertanggungjawaban atas hilangnya dokumen dan rusaknya bangunan miliknya.
    “Barang saya hilang semua, ada beberapa sertifikat juga. Ya minta ganti rugi,” kata Elina.
    Pihak kuasa hukum telah melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Timur dengan nomor laporan LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR terkait dugaan pengeroyokan dan perusakan secara bersama-sama sesuai Pasal 170 KUHP.
    Wellem menegaskan akan melaporkan kasus ini secara bertahap, termasuk dugaan pencurian dokumen dan masuk pekarangan orang tanpa izin.
    Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kasus viral nenek Elina.
    Ketua RT setempat, Leo, menerangkan bahwa berdasarkan data di kelurahan hingga Agustus 2025, lahan tersebut masih tercatat atas nama Elisabeth, saudara kandung Elina.
    Di sisi lain, Samuel selaku pihak yang mengaku pembeli mengeklaim telah membeli rumah itu secara sah sejak 2014.
    “Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli, tapi beliaunya tetap enggak percaya. Akhirnya ya mau enggak mau saya lakukan secara paksa,” kata Samuel.
    Samuel juga membantah telah menghilangkan barang-barang keluarga Elina. Ia mengeklaim telah mengirimkan satu mobil pikap berisi barang-barang tersebut kepada salah satu anggota keluarga sebelum pembongkaran dilakukan.
    Setelah mendengarkan keterangan kedua belah pihak, Armuji menyarankan agar perkara ini segera dituntaskan melalui jalur hukum di
    Polda Jatim
    .
    Ia menegaskan bahwa proses eksekusi lahan tidak boleh dilakukan secara sepihak, apalagi dengan melibatkan preman tanpa adanya putusan pengadilan.
    “Tindakan brutal ini kalau sampean pakai bawa-bawa preman, meskipun sampean punya surat sah tetap tindakan sampean bisa dikecam satu Indonesia,” tegas pria yang akrab disapa Cak Ji tersebut.
    Armuji juga meminta pihak kepolisian bertindak tegas terhadap oknum ormas yang terlibat dalam tindakan pengusiran brutal tersebut demi tegaknya keadilan di Kota Surabaya.
    “Oknum seperti ini, tolong organisasi Madas ditindak tegas, laporkan ke kepolisian orang-orang seperti ini biar nanti ada keadilan di sana. Kalau enggak, nanti orang seluruh Indonesia akan mengecam saudara semuanya ini,” kata Armuji.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        KPK Dengar Info Aliran Duit Ridwan Kamil ke Aura Kasih: Nanti Kami Cek
                        Nasional

    3 KPK Dengar Info Aliran Duit Ridwan Kamil ke Aura Kasih: Nanti Kami Cek Nasional

    KPK Dengar Info Aliran Duit Ridwan Kamil ke Aura Kasih: Nanti Kami Cek
    Tim Redaksi
     
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengecek informasi soal aliran uang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB dari eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) ke banyak pihak, termasuk informasi aliran uang ke selebritas Aura Kasih.
    “Nanti kami akan cek validitas dari informasi tersebut. Dan jika masyarakat memiliki data ataupun informasi awal yang valid, silakan bisa disampaikan kepada kami,” kata Juru Bicara
    KPK
    Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
    Budi mengatakan, KPK akan mengkonfirmasi informasi tersebut kepada pihak-pihak yang mengetahui hal tersebut.
    “Dan tentunya nanti bisa dilakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan terkait dengan informasi tersebut,” ujarnya.
    Kompas.com
    tengah berupaya menghubungi perwakilan pihak
    Aura Kasih
    untuk merespons hal ini.  
    Sebelumnya, gosip beredar ke publik soal kedekatan Aura Kasih dengan
    Ridwan Kamil
    . Isu ini mencuat di tengah proses perceraian Ridwan Kamil dengan Atalia Praratya.
    Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Aura Kasih, Yanti Nurdin, membantah keras segala tuduhan yang diarahkan kepada kliennya.
    “Jadi masalah gosip, saya tambahin ya. Itu semua enggak benar,” tegas Yanti Nurdin kepada awak media, Selasa (23/12/2025).
    Yanti meminta publik untuk tidak mempercayai spekulasi yang tidak berdasar.
    Ia menekankan bahwa fokus Aura Kasih saat ini adalah membesarkan anaknya sebagai orang tua tunggal dan mengurus legalitas perwalian anak.
    “Buat teman-teman wartawan atau netizen, kalau memang enggak benar, enggak usah digoreng-gorenglah itu beritanya. Itu aja sih,” imbau Yanti.
    Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB, yakni Direktur Utama
    Bank BJB
    Yuddy Renaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB Widi Hartoto.
    Kemudian, pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan, pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik, serta pengendali Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma.
    Adapun penyidik KPK memperkirakan kerugian negara akibat dugaan korupsi di Bank BJB tersebut mencapai Rp 222 miliar.
    Pada Selasa (2/12/2025) lalu, KPK memeriksa Ridwan Kamil atau RK di markas Kuningan Jakarta Selatan.
    KPK mencari tahu soal aset-aset yang dimiliki Ridwan Kamil berkaitan dengan perkara ini.
    “Termasuk penyidik mengonfirmasi terkait dengan aset-aset yang dimiliki oleh RK apakah terkait juga dengan anggaran
    non-budgeter
    ,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta.

    Budi mengatakan, penyidik juga mendalami keterangan RK terkait aset-aset yang belum dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
    Ridwan Kamil mengaku tidak mengetahui kasus dugaan korupsi pengadaan iklan yang terjadi di Bank BJB.
    “Jadi pada dasarnya yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui apa yang namanya menjadi perkara dana iklan ini karena dalam tupoksi gubernur, aksi korporasi dari BUMD itu adalah dilakukan oleh teknis mereka sendiri,” kata Ridwan Kamil.
    Pengakuan tersebut disampaikan Ridwan Kamil usai diperiksa selama 6 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
    KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB pada Senin (10/3/2025).
    Dalam penggeledahan itu, KPK menyita barang bukti elektronik, mobil Mercedes Benz, dan motor Royal Enfield hitam tipe Classic 500 Limited Edition.
    Terbaru, lewat pernyataan Jubir Budi Prasetyo 17 Desember 2025 lalu, KPK mendalami dugaan dana
    nonbudgeter
    yang dikelola Divisi Corporate Secretary Bank BJB senilai Rp 200 miliar ke Ridwan Kamil.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku

    Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku

    Refleksi Natal: Damai di Hati dan Damai Tanah Airku
    Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Pernah berprofesi sebagai Wartawan dan bekerja di industri pertambangan.
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    DARI
    salah satu sudut jendela hotel di Yerusalem, kota yang secara paradoks disebut sebagai “Kota Suci tiga agama samawi”, tapi hari ini dibalut oleh kawat berduri dan dihinggapi kecemasan yang tak berkesudahan, saya merasa perlu untuk menulis refleksi penting di hari Natal kali ini.
    Udara dingin yang menusuk tulang di tanah para nabi ini seolah membawa pesan penting yang harus saya sampaikan kepada Tanah Air yang saya cintai.
    Di sini, sepanjang pengamatan saya,
    Natal
    sudah bukan lagi sekadar ornamen lampu warna-warni atau diskon-diskon di berbagai pusat perbelanjaan.
    Di sini, Natal sudah bertransformasi menjadi penantian yang sangat panjang atas ujung waktu kapan berakhirnya deru mesin perang.
    Sebagai seorang pengamat sosial-politik aktif tanah air, yang kebetulan kali ini mengamati dari jarak jauh, berada di episentrum
    konflik
    Palestina dan Israel memberikan perspektif yang berbeda tentang apa arti “damai” yang sesungguhnya.
    Kita tentu sepakat bahwa dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Dunia sedang “gelagapan dan grogi” karena demam geopolitik yang kian tak pasti kapan akan sembuhnya.
    Jika kita melayangkan pandangan lebih jauh dari tembok-tembok Yerusalem, kita akan melihat Sudan yang terkoyak oleh ambisi dua kubu militer yang berseteru sejak beberapa tahun lalu, menyisakan jutaan orang dalam kelaparan dan ketidakpastian.
    Di hamparan Eropa Timur, perang antara Rusia dan Ukraina juga tak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir dengan cara yang baik.
    Perang Rusia-Ukraina telah mengubah ladang gandum menjadi ladang ranjau, lalu ikut mengguncang ketahanan pangan serta energi global.
    Bahkan di kawasan yang lebih dekat dengan tanah air kita, ketegangan historis antara Thailand dan Kamboja, hingga rivalitas raksasa antara Amerika Serikat dan China di Indo-Pasifik yang terus mendorong terciptanya bipolaritas baru, semuanya menggambarkan betapa rapuhnya tatanan dunia yang kita tinggali.
    Geopolitik pelan-pelan berubah menjadi permainan catur yang penuh dengan pengorbanan, di mana manusia seringkali hanya dianggap sebagai angka-angka dalam data statistik.
    Namun, di tengah hiruk-pikuk api yang menyala di berbagai belahan dunia tersebut, pikiran saya terbang kembali ke tanah air, Indonesia.
    Harus diakui, Indonesia saat ini sedang bergulat dengan beban yang tidak sedikit di satu sisi dan tak mudah di sisi lain.
    Masalah ekonomi yang menghimpit masyarakat kebanyakan, fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terus membebani dapur keluarga, hingga rentetan bencana alam yang silih berganti menghantam dari satu pulau ke pulau lain, menjadi realitas yang pahit untuk dicerna.
    Dengan kata lain, kita merayakan Natal tahun ini di bawah bayang-bayang kesulitan yang secara pelan-pelan berubah menjadi beban nyata.
    Namun demikian, jika kita bersedia sedikit saja menepi dari berbagai keluhan tersebut, lalu mulai melihat gambaran besar dunia melalui lensa reflektif perayaan Natal kali ini, ada satu hal fundamental yang patut kita syukuri sebagai negara bangsa, yakni Indonesia tidak sedang berada dalam kobaran perang saudara atau tekanan militer mana pun.
    Keberhasilan kita menjaga kohesi sosial di tengah keragaman adalah pencapaian sosiologis yang seringkali terlupa untuk diapresiasi secara proporsional.
    Di saat bangsa-bangsa lain terpecah karena perbedaan sekte, etnis, atau batas wilayah, Indonesia masih tegak berdiri sebagai rumah besar yang dianggap masih mampu menjadi ibu pertiwi dari semua ibu yang hidup di tanah air.
    Oleh karena itu, Natal di Indonesia kali ini adalah momen di mana pesan perdamaian itu harus digemakan kembali, bukan sebagai retorika kosong atau istilah kerennya
    omon-omon
    , melainkan sebagai komitmen eksistensial bersama.
    Sebagaimana sama-sama diketahui, “damai” bukanlah kondisi statis atau pemberian alam, melainkan hasil kerja keras merujuk akal sehat yang harus terus diproduksi dan diproduksi ulang oleh setiap warga negara.
    Karena itu, pesan damai dari palungan Natal di Indonesia kali ini harus mampu melintasi batas-batas geografis dan ideologis. Agar pesan tersebut tetap kredibel di mata dunia, maka pesan tersebut harus terlebih dahulu membumi dan mampu menyembuhkan luka-luka di dalam tubuh kita sendiri.
    Salah satu luka yang paling dalam dan membutuhkan perhatian serius adalah Tanah Papua di mana mayoritas penduduknya merayakan Natal.
    Sebagai sosiolog, saya menilai bahwa pendekatan keamanan dan pembangunan infrastruktur fisik masih jauh dari cukup untuk membasuh luka sejarah di sana.
    Sudah saatnya Indonesia, dengan keberanian moral yang besar, memikirkan strategi baru yang lebih manusiawi untuk menyelesaikan masalah Papua dengan memperlakukan aspirasi yang lahir dari tanah Papua Barat seapresiatif dan semanusiawi mungkin.
    Dengan kata lain, saya termasuk orang yang percaya bahwa damai di Papua tidak akan lahir dari moncong senjata atau dari meja-meja birokrasi di Jakarta yang buat orang Papua sendiri maupun negara-negara Polinesia dianggap masih ‘arogan’.
    Damai hanya bisa tumbuh dan bertumbuh dari meja-meja negosiasi yang didasari oleh ketulusan dan kemurnian niat, di mana rasa saling menghargai dan pengakuan atas martabat kemanusiaan menjadi alas dasarnya.
    Indonesia harus mulai membuka mata dan berani mendengarkan suara-suara yang selama ini terpinggirkan di Tanah Papua, memahami narasi penderitaan mereka dengan hati yang bersih, lalu mencari jalan tengah yang menjunjung tinggi keadilan.
    Mengabarkan damai ke seluruh dunia akan terasa hambar jika Indonesia belum mampu menghadirkan kedamaian yang substantif di Bumi Cendrawasih.
    Artinya, resolusi konflik di Papua melalui jalur dialog akan menjadi bukti nyata yang dihadirkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah kampiun perdamaian yang sesungguhnya, bukan sekadar penonton di panggung global.
    Situasi geopolitik yang kian memanas antara Amerika Serikat dan China yang memicu ketegangan geo-ekonomi seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua sebagai bangsa yang tangguh untuk memperkuat ketahanan nasional melalui solidaritas sosial nyata, terutama di tanah Papua, bukan melalui pemaksaan dan moncong senjata.
    Dalam perspektif sosiologi politik, stabilitas negara sangat bergantung pada kemampuannya mengelola konflik internal secara damai.
    Jika negara terjebak dalam pertikaian tak berujung di dalam negeri, maka akan mudah terbawa arus kepentingan kekuatan-kekuatan global yang sedang bertarung di arena internasional.
    Oleh karena itu, Natal kali ini sebaiknya menjadi momentum untuk melakukan “gencatan senjata” sosial atas segala kebencian, prasangka, dan polarisasi politik yang mungkin masih tersisa di antara kita sebagai anak bangsa, termasuk dengan para pihak di Papua yang selama ini dilabeli pemberontak atau teroris oleh Jakarta.
    Selanjutnya, masalah ekonomi dan bencana alam yang kita hadapi memang berat. Namun sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh.
    Kita sebagai bangsa memiliki modal sosial berupa “gotong royong” yang tidak dimiliki oleh banyak bangsa lain.
    Di saat bencana melanda, tidak ada yang bertanya apa agamamu atau apa sukumu sebelum mengulurkan tangan.
    Itulah intisari dari pesan Natal, yakni kasih yang melampaui segala sekat. Semangat inilah yang harus diekspor ke luar negeri.
    Indonesia memiliki kewajiban moral untuk menjadi perantara damai (
    peace broker
    ) di tingkat dunia, dimulai dengan menunjukkan teladan dalam penyelesaian konflik domestik secara elegan dan bermartabat di ranah domestik.
    Dari Yerusalem yang sedang berduka, saya akhirnya menyadari betapa mahalnya harga kedamaian.
    Saya melihat anak-anak yang kehilangan masa depan karena kebencian yang diwariskan secara turun-temurun. Sehingga besar harapan saya, jangan sampai Indonesia jatuh ke dalam lubang yang sama.
    Kekuatan kita terletak pada kemampuan kita untuk memaafkan dan berdialog. Indonesia harus bangga bahwa di tengah dunia yang terus memanas, Indonesia tetap menjadi oase di mana azan dan lonceng gereja masih bisa saling bersahutan dalam harmoni serta harum dupa masih ada, meskipun tantangan hidup semakin berat.
    Mari kita rayakan Natal tahun ini dengan kesadaran baru bahwa di balik setiap kesulitan ekonomi dan duka akibat bencana, kita masih memiliki “negara” yang utuh. Kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
    Pesan damai dari Indonesia harus menjadi mercusuar bagi negara-negara yang sedang bertikai di Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa Timur. Kita harus mengatakan kepada dunia bahwa perdamaian adalah satu-satunya jalan keluar bagi kelangsungan hidup umat manusia.
    Sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa refleksi Natal kali ini seharusnya menjadi ajakan untuk pulang ke jati diri kita sebagai bangsa yang santun dan pemaaf.
    Mari kita bawa pesan damai ini ke pasar-pasar yang sedang mengalami tekanan permintaan, ke desa-desa yang baru saja dihantam banjir, dan terutama ke pegunungan serta pesisir di tanah Papua.
    Biarlah cahaya terang Natal tahun ini, menyinari lorong-lorong gelap kecurigaan dan menggantinya dengan harapan atas masa depan yang lebih inklusif. Sehingga Indonesia bisa menjadi laboratorium perdamaian dunia yang paling nyata.
    Jika kita berhasil menyelesaikan persoalan internal kita, termasuk Papua, dengan jalan damai, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi negara yang maju secara ekonomi, tetapi juga menjadi kompas moral bagi peradaban dunia yang sedang kehilangan arah ini.
    Selamat menyambut Natal untuk saudara-saudaraku di seluruh pelosok tanah air. Dari kejauhan, doa saya menyertai setiap langkah kita dalam merajut kembali kain tenun kebangsaan yang selama ini telah menjadi kebanggaan kita semua.
    Tetaplah menjadi pembawa damai, karena di tangan mereka yang mencintai kedamaianlah, masa depan dunia sedang dititipkan.
    Damai di bumi, damai di hati, dan damai untuk Indonesia tercinta. Selamat merayakan Natal 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Istri Jenguk Noel di Rutan KPK saat Natal, Pastikan Kondisi Suami Sehat

    Istri Jenguk Noel di Rutan KPK saat Natal, Pastikan Kondisi Suami Sehat

    Istri Jenguk Noel di Rutan KPK saat Natal, Pastikan Kondisi Suami Sehat
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker)
    Immanuel Ebenezer
    , Silvia Rinita Harefa, mengunjungi suaminya di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cabang Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (25/12/2025).
    Kunjungan tersebut dilakukan seiring dibukanya layanan kunjungan keluarga dan kerabat tahanan korupsi oleh KPK dalam rangka perayaan
    Natal 2025
    . Layanan kunjungan khusus ini dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Silvia tampak mengenakan dres bermotif bunga berwarna kuning dan hitam, serta membawa tas selempang saat meninggalkan
    Rutan KPK
    . Silvia memastikan kondisi kesehatan suaminya dalam keadaan baik.
    “Baik, sehat,” kata Silvia singkat.
    Ia mengungkapkan dirinya membawa makanan untuk Noel dan berbincang seperti biasa dalam suasana Natal.
    “(Komunikasi dengan Noel) biasa saja sih, kan, Natalan ya. Tadi pada makan semuanya tahanan-tahanan di dalem. Rame banget,” ujarnya.
    Silvia juga mengaku tidak mempermasalahkan perayaan Natal tahun ini yang tidak dapat dirayakan sepenuhnya bersama sang suami.
    “Enggak apa apa, enggak jadi masalah kok, yang penting bisa kumpul,” ucap dia.
    Sebagai informasi, KPK telah melimpahkan berkas perkara eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel bersama 10 tersangka lainnya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kamis (18/12/2025).
    Selanjutnya, JPU memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan sebelum melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk disidangkan.
    Dalam perkara ini, Noel dan para tersangka diduga menggunakan modus menaikkan biaya penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Praktik tersebut disebut telah berlangsung sejak 2019.
    KPK mengungkapkan bahwa biaya resmi pengurusan sertifikasi K3 seharusnya hanya sebesar Rp 275.000. Namun, di lapangan, biaya tersebut meningkat hingga Rp 6 juta.
    Akibat praktik tersebut, KPK mencatat adanya selisih pembayaran yang mencapai Rp 81 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 3 miliar diduga dinikmati oleh Noel.
    Atas perbuatannya, Noel dan 10 tersangka lainnya dijerat Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sah! Dedi Mulyadi Setujui UMK Indramayu 2026 Naik Jadi Rp 2.910.254 
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        25 Desember 2025

    Sah! Dedi Mulyadi Setujui UMK Indramayu 2026 Naik Jadi Rp 2.910.254 Bandung 25 Desember 2025

    Sah! Dedi Mulyadi Setujui UMK Indramayu 2026 Naik Jadi Rp 2.910.254
    Tim Redaksi
    INDRAMAYU, KOMPAS.com
    – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyetujui kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Indramayu pada tahun 2026 menjadi Rp 2.910.254.
    Angka tersebut naik 4,15 persen atau sebesar Rp 116.016,72 dibandingkan UMK Indramayu tahun 2025 yang tercatat Rp 2.794.237.
    Selain UMK, Gubernur Jawa Barat juga menyetujui kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Indramayu 2026 menjadi Rp 3.729.638.
    Nilai ini mengalami kenaikan 4,15 persen atau bertambah Rp 148.681,31 dari UMSK tahun sebelumnya sebesar Rp 3.580.956,50.
    Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Lutfi Alharomain, mengatakan kenaikan UMK dan UMSK 2026 yang disetujui tersebut sesuai dengan usulan dari Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Indramayu.
    “Alhamdulillah baik UMK maupun UMSK Indramayu tahun 2026 sesuai usulan Depekab, keduanya disetujui Gubernur dan tidak ada perubahan,” kata Lutfi Alharomain, Kamis (25/12/2025).
    Lutfi menjelaskan, penetapan UMK 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
    “Nilai UMK kita masih lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar yang hanya Rp 2.317.601, karena lebih tinggi yang disetujui Gubernur adalah UMK yang direkomendasikan oleh kami di Kabupaten,” jelas Lutfi.
    Ia mengaku lega atas disetujuinya rekomendasi tersebut.
    Menurut Lutfi, keputusan ini merupakan hasil terbaik bagi semua pihak.
    Pemerintah daerah sendiri sebelumnya telah berupaya maksimal agar para pekerja di Indramayu memperoleh upah yang lebih layak.
    Lutfi mengungkapkan, dalam rapat rekomendasi penyesuaian
    UMK Indramayu 2026
    sebelumnya sempat berlangsung alot, hal ini karena pertumbuhan ekonomi Indramayu yang dinilai sangat kecil oleh serikat pekerja, yakni hanya 2,18 persen saja.
    Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil keputusan dengan memaksimalkan nilai alpha sebesar 0,9 agar kenaikan upah tetap dapat mengakomodasi kepentingan pekerja.
    Upaya itu untungnya juga mendapat dukungan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Indramayu.
    “Dan hasilnya alhamdulillah semua aman, sesuai harapan kita bersama. Bahkan dari serikat pekerja malam itu langsung menghubungi kami dan mengucapkan terima kasih,” kata Lutfi.
    Pada kesempatan itu, Lutfi juga menyampaikan rasa syukurnya karena penyesuaian UMK Indramayu 2026 tahun ini dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif, tanpa diwarnai aksi unjuk rasa dari serikat pekerja.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KSOP Investigasi Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Perusahaan Terkait Dipanggil
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2025

    KSOP Investigasi Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Perusahaan Terkait Dipanggil Regional 25 Desember 2025

    KSOP Investigasi Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Perusahaan Terkait Dipanggil
    Tim Redaksi
    SAMARINDA, KOMPAS.com
    – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tongkang bermuatan batu bara yang menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, Selasa (23/12/2025).
    Penyelidikan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh unsur aktivitas pelayaran mulai dari petugas pandu, asis, hingga
    pellet station
    .
    “Dari KSOP, kami sedang melakukan investigasi menyeluruh. Mulai dari pandu, asis, termasuk juga pellet station. Komunikasi antara petugas, nahkoda, dan pellet station juga kami evaluasi,” ujar Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, Kamis (25/12/2025).
    Selain aspek operasional, KSOP berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kalimantan Timur untuk mengecek tingkat kerusakan pada pilar P6 jembatan. Langkah ini krusial untuk memastikan keamanan infrastruktur penghubung tersebut sebelum kembali dibuka sepenuhnya.
    Mursidi menegaskan bahwa pihak perusahaan pemilik kapal serta Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang bertanggung jawab atas pemanduan akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban.
    “Setelah pemeriksaan selesai, nanti kami lakukan pemberkasan. Pasti ada pertemuan dengan pihak perusahaan. Itu sudah pasti,” katanya.
    Terkait ganti rugi atas kerusakan pilar jembatan, KSOP akan menunggu hasil audit teknis dari tim Dinas PUPR. Saat ini, nakhoda kapal juga tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud).
    Mursidi turut menyoroti dugaan bahwa tongkang M80-1302 yang ditarik
    tugboat
    KD2018 itu melintas di luar jadwal resmi. Berdasarkan aturan, jadwal pengolongan biasanya menyesuaikan pasang surut air, umumnya pada pukul 08.00 hingga 10.00 Wita.
    “Makanya kita investigasi, kita lihat dari jadwal pengolongan. Apakah kapal itu masuk jadwal atau tidak. Kalau memang di luar, ke depan jadwal pengolongan harus kita atur lagi supaya semua terkoordinasi dengan baik,” jelas Mursidi.
    KSOP dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan PUPR Kaltim pada Senin mendatang untuk membahas hasil awal investigasi. Selama proses ini berlangsung, KSOP masih memberlakukan
    notice to marine
    yang melarang kapal melintas di bawah kolong
    Jembatan Mahulu
    .
    Insiden ini sebelumnya menjadi sorotan setelah pihak Pelindo menyebut tongkang milik
    PT Dharmalancar Sejahtera
    tersebut menabrak pilar jembatan pada pukul 05.00 Wita, atau dua jam sebelum jadwal pemanduan resmi dibuka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kardinal Suharyo: Yang Kaya Rusak Hutan, Korbannya yang Tidak Punya Kuasa

    Kardinal Suharyo: Yang Kaya Rusak Hutan, Korbannya yang Tidak Punya Kuasa

    Kardinal Suharyo: Yang Kaya Rusak Hutan, Korbannya yang Tidak Punya Kuasa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menyampaikan bahwa dunia adalah tempat hidup bersama yang harus dijaga, bukan justru merusak alam.
    Pesan ini disampaikan
    Kardinal Suharyo
    usai Misa Pontifikal yang berlangsung di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
    “Kalau di suatu negara yang kuat, yang kaya merusak hutan, korbannya siapa? Korbannya saudara-saudara kita yang tidak mempunyai kuasa apapun untuk mencegah itu,” ucap Kardinal Suharyo.
    Kardinal Suharyo berharap, momen Natal ini memberikan harapan besar agar pemimpin negara mampu menjalankan amanah dengan baik.
    “Melalui semangat kelahiran juruselamat, Keuskupan Agung Jakarta berharap kepada para pemimpin yang memanggul mandat warga berdaulat untuk bekerja sebaik-baiknya mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bersama. Rumusannya itu,” ucap dia.
    Kardinal Suharyo mengatakan, apabila terjadi perusakan lingkungan yang diperoleh dari izin yang legal, maka legalitas itu didapatkan dengan cara yang tidak baik.
    “Kalau misalnya nanti penegak hukum menengarai ini kerusakan hutan disebabkan karena alamnya memang begini, tetapi karena perusakan hutan yang legal. Meskipun buruk, legalitasnya diperoleh dengan cara yang tidak bagus,” kata dia.
    Menurut dia, ekosistem dunia akan berubah jika penebangan hutan dilakukan dengan tujuan membangun tambang.
    “Kalau hutan ditebang dan diganti dengan apapun lah, tambang kah apa. Itu kan artinya ekosistem dunia ini berubah,” tutur Kardinal Suharyo.
    “Nah siapa yang menandatangani izin menebang hutan? Ketika izin itu diberikan, apakah dengan analisis lingkungan, analisis dampak dan sebagainya dilakukan apa enggak,” imbuh dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Natal Sederhana di Tengah Luka: Kesaksian Korban Banjir Bandang di Tapanuli Utara
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2025

    Natal Sederhana di Tengah Luka: Kesaksian Korban Banjir Bandang di Tapanuli Utara Regional 25 Desember 2025

    Natal Sederhana di Tengah Luka: Kesaksian Korban Banjir Bandang di Tapanuli Utara
    Tim Redaksi
    SALATIGA, KOMPAS.com
    – Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera masih menyisakan kepedihan mendalam.
    Begitu juga dengan sanak keluarga yang hidup di perantauan dan mencari kabar kondisi keluarganya. Akhir tahun ini bagi Lasran Dryan (20) menjadi tahun terberat.
    Pada Rabu (26/11/2025) pagi tersiar kabar mengenai banjir bandang dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
    Lasran yang sedang menempuh studi Teologi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cepat-cepat mencari informasi kondisi terkini kampung halamannya yang berada di Desa
    Sibalanga
    , Kecamatan Aden Koting, Kabupaten
    Tapanuli Utara
    , Provinsi Sumatra Utara, melalui media sosialnya.
    “Saya buka Facebook dan lihat tetangga memposting video banjir bandang di Sibalanga, desa saya. Saya langsung menghubungi keluarga, termasuk ayah ibu, tapi tidak bisa dihubungi. Saat banjir bandang, jaringan masih ada sedikit sehingga tetangga bisa posting, tapi setelah itu lumpuh total,” ujarnya saat dihubungi kompas.com pada Selasa (23/12/2025).
    Selama dua hari Lasran merasakan gusar karena tak kunjung mendapatkan kabar kondisi keluarganya, hingga pada hari Jumat (28/12/2025) sesaat masih menjalani perkuliahan, tiba-tiba bapaknya meneleponnya.
    “Di sini semua keluarga aman, tapi ada korban jiwa. Stok makanan mulai habis. Doakan Bapak, Mamak, dan keluarga supaya kuat,” ujar bapak Lasran yang menelepon kurang dari dua menit.
    Selanjutnya, pada Senin (5/12/2025) Lasran mendapatkan kabar bahwa di desanya mendapatkan bantuan internet Starlink sehingga mendapatkan kabar kondisi kampung halamannya secara bertahap.
    “Dua hari pertama saya lemas banget, Mas. Tidak nafsu makan, sempat sakit. Saat itu ada ujian, tapi kurang semangat. Setelah dapat jaringan lagi sekitar 5 Desember, saya telepon Mama tanya kondisi. Mama suruh tanya Bapak. Bapak bilang, ‘Pulang saja, bisa bantu-bantu di sini.’ Akhirnya, tanggal 14 Desember saya naik pesawat dari Salatiga ke Jakarta, lalu ke sini tanggal 15 sore,” ujarnya.
    Lasran menceritakan kondisi di Desa Sibalanga mendapatkan dampak yang lumayan parah dengan 21 korban dan lumpuhnya perekonomian masyarakat.
    “Perekonomian masyarakat lumpuh total, karena kebanyakan petani karet, cabai, dan padi. Saat banjir dan longsor semua habis, Mas. Akses jalan utama terputus dan harus memutar berjam-jam, terutama dua hari pertama saat jaringan dan listrik lumpuh total—tidak ada yang bisa dihubungi,” ujarnya.
    Lasran menyampaikan bahwa
    Natal
    tahun ini tidak dirayakan meriah seperti biasanya, sederhana dengan sisa-sisa harapan.
    “Masyarakat di sini tidak begitu antusias lagi menyambut Natal. Bagaimana bisa bahagia, sedangkan banyak saudara rumahnya hancur, kehilangan keluarga? Natal di sini terganggu total. Tanggal 24-25 Desember, semua digabung jadi satu,” ujarnya.
    Lasran berpesan kepada teman-temannya yang belum bisa pulang agar selalu yakin bahwa semua akan pulih.
    “Untuk teman-teman yang belum bisa pulang, yakinlah orang tua kita selalu mendukung kita di mana pun. Mereka tak ingin kita terus sedih. Kita harus kuat, berusaha memulihkan keadaan. Percayalah Tuhan yang mengatur dan menguatkan—ini waktu terbaik-Nya,” jelasnya penuh harap.
    Lasran mengonfirmasi bahwa pihak kampusnya juga memberikan bantuan berupa sejumlah uang dan penawaran beasiswa.
    “Mungkin ke depan perekonomian keluarga akan terganggu satu tahun ke depan. Bapak saya yang sehari-hari bertani lumpuh total. Saya berdiskusi dengan orang tua soal penawaran UKSW bantu uang kuliah. Mereka bilang sangat perlu, karena pemasukan terbatas meski makanan cukup. Kami tak minta lunas, cukup dipertimbangkan kondisi kami,” ujarnya.
    Dihubungi terpisah, Pdt Ferry Nahusona, Kepala Campus Ministry UKSW, menjelaskan semenjak tersiar kabar mengenai kabar bencana alam di Sumatra, kampus sudah melakukan berbagai tindakan untuk mendata mahasiswa yang terdampak.
    “Saat peristiwa terjadi, Rektor memberikan nota dinas penugasan kepada dua unit, yaitu Campus Ministry—yang saya pimpin, dirangkap dengan Kemahasiswaan. Kami langsung koordinasi membentuk tim kecil dari dua unsur ini. Langkah pertama adalah pendataan bersama bagian
    database
    kampus. Kami membuat
    flyer
    untuk disebarkan, agar mahasiswa yang terdampak bisa registrasi,” ujar Ferry.
    Dari informasi awal, tidak ada rumahnya yang hancur atau keluarga terdekat meninggal. Namun lahan kebun mereka hancur. Akibatnya orangtua kesulitan mata pencaharian, sehingga mahasiswa juga kesulitan membayar kuliah.
    Setelah data jelas, pihaknya memberikan uang Rp 500 ribu per mahasiswa selama dua minggu pertama masa darurat.
    “Awalnya mau memakai sistem kupon kantin khusus, tapi aspirasi mereka bilang kurang praktis karena harus datang dari kos. Jadi, kami setuju transfer langsung, biar mereka atur sendiri,” ujarnya.
    Ferry menegaskan, kampus mendata 11 mahasiswa yang terkena dampak banjir bisa mengajukan keringanan biaya kuliah dengan mengonfirmasikan ke pihak kemahasiswaan agar dapat mengukur kebutuhannya.
    “UKSW buka kebijakan khusus. Bentuknya beasiswa, sudah dibahas rektorat. Kami minta mereka daftar sendiri kebutuhannya. Semua bisa di-
    cover
    untuk semester berikutnya jika sampaikan,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sidak Rumah Nenek yang Roboh Dibongkar Paksa, Armuji: Tindakan Ini Bisa Dikecam Satu Indonesia
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        25 Desember 2025

    Sidak Rumah Nenek yang Roboh Dibongkar Paksa, Armuji: Tindakan Ini Bisa Dikecam Satu Indonesia Surabaya 25 Desember 2025

    Sidak Rumah Nenek yang Roboh Dibongkar Paksa, Armuji: Tindakan Ini Bisa Dikecam Satu Indonesia
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kasus viral seorang nenek, Elina Wijayanti (80), yang rumahnya dirobohkan secara paksa oleh sekelompok orang.
    Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) menyeret paksa Elina keluar dari kediamannya.
    “Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya, mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat saya,” tegas Elina dengan nada marah sebelum dirinya diseret paksa untuk keluar dari rumahnya di Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
    Cucu keponakan Elina, Iwan, menjelaskan bahwa pada 4 Agustus 2025 tiba-tiba sekelompok orang datang mengklaim rumah tersebut telah dijual kepada seseorang bernama Samuel. Karena keluarga merasa tidak pernah menjual rumah tersebut, mereka menolak untuk pergi.
    “Terus tanggal 6 Agustus, orang-orang tadi datang lagi, masuk ke rumah secara paksa dan mengusir Bu Elina dan kami semua,” jelas Iwan kepada
    Armuji
    , Rabu (24/12/2025).
    Puncaknya pada 9 Agustus 2025, rumah tersebut dibongkar paksa menggunakan
    excavator
    . Seluruh barang-barang mulai dari pakaian, peralatan dapur, kendaraan, hingga surat berharga dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya pasca-pembongkaran.
    Ketua RT setempat, Leo, menerangkan bahwa berdasarkan data di kelurahan hingga Agustus 2025, lahan tersebut masih tercatat atas nama Elisabeth, saudara kandung Elina. Di sisi lain, Samuel selaku pihak yang mengaku pembeli mengeklaim telah membeli rumah itu secara sah sejak 2014.
    “Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli, tapi beliaunya tetap enggak percaya. Akhirnya ya mau enggak mau saya lakukan secara paksa,” kata Samuel.
    Samuel juga membantah telah menghilangkan barang-barang keluarga Elina. Ia mengeklaim telah mengirimkan satu mobil pikap berisi barang-barang tersebut kepada salah satu anggota keluarga sebelum pembongkaran dilakukan.
    Setelah mendengarkan keterangan kedua belah pihak, Armuji menyarankan agar perkara ini segera dituntaskan melalui jalur hukum di Polda Jatim.
    Ia menegaskan bahwa proses eksekusi lahan tidak boleh dilakukan secara sepihak, apalagi dengan melibatkan preman tanpa adanya putusan pengadilan.
    “Tindakan brutal ini kalau sampean pakai bawa-bawa preman, meskipun sampean punya surat sah tetap tindakan sampean bisa dikecam satu Indonesia,” tegas pria yang akrab disapa Cak Ji tersebut.
    Armuji juga meminta pihak kepolisian bertindak tegas terhadap oknum ormas yang terlibat dalam tindakan pengusiran brutal tersebut demi tegaknya keadilan di Kota Surabaya.
    “Oknum seperti ini, tolong organisasi Madas ditindak tegas, laporkan ke kepolisian orang-orang seperti ini biar nanti ada keadilan di sana. Kalau enggak, nanti orang seluruh Indonesia akan mengecam saudara semuanya ini,” kata Armuji.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu Pukul 05.00, Melintas di Luar Jadwal Resmi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Desember 2025

    Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu Pukul 05.00, Melintas di Luar Jadwal Resmi Regional 25 Desember 2025

    Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu Pukul 05.00, Melintas di Luar Jadwal Resmi
    Tim Redaksi
    SAMARINDA, KOMPAS.com
    – Insiden tabrakan tongkang bermuatan batu bara yang menghantam pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 05.00 Wita, terungkap terjadi di luar jadwal resmi pemanduan kapal.
    “Untuk tanggal 23 Desember, jadwal pemanduan dibuka pertama kali di
    Sungai Mahakam
    pada pukul 06.00 Wita. Setelah satu jam di Mahakam, baru dibuka untuk wilayah Mahulu,” ujar Humas Pelindo Regional 4 Samarinda, Ali Akbar, Kamis (25/12/2025).
    Dengan skema tersebut, pemanduan di kawasan Mahulu seharusnya baru dimulai sekitar pukul 07.00 Wita. Namun, tongkang M80-1302 yang ditarik
    tugboat
    KD2018 sudah melintas dan menabrak pilar jembatan dua jam sebelum jam operasional dimulai.
    “Pada pukul 05.00 Wita itu, kegiatan pemanduan di Mahulu memang belum berjalan. Itu masih di luar jam operasional,” tegas Ali.
    Ali menjelaskan bahwa jadwal pemanduan kapal memang bersifat dinamis karena menyesuaikan pasang surut air sungai. Meski demikian, seluruh aktivitas harus tercatat secara sistematis dalam aplikasi resmi Pelindo sesuai SOP yang berlaku.
    Hingga saat ini, pihak Pelindo belum menerima permintaan keterangan resmi terkait petugas pandu. Namun, informasi yang diterima menyebutkan bahwa nakhoda kapal telah dimintai keterangan oleh pihak berwenang pada hari kejadian.
    Dampak dari benturan keras tersebut, Pemerintah Provinsi
    Kalimantan Timur
    langsung melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap struktur
    Jembatan Mahulu
    . Tim gabungan dari Dinas PUPR Kaltim, KSOP, dan Kepolisian menyisir pilar P6 yang terdampak.
    “Pemeriksaan difokuskan pada pilar yang terdampak benturan, untuk memastikan apakah ada pergeseran struktur atau potensi bahaya bagi pengguna jembatan,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim.
    Sebagai langkah antisipasi, KSOP telah menerbitkan
    notice to marine
    yang melarang seluruh kapal melintas di bawah kolong Jembatan Mahulu selama proses audit struktur berlangsung.
    Penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan pelanggaran prosedur pelayaran dan alasan kapal nekat melintas di luar jadwal pemanduan saat arus deras kini sedang ditangani oleh Polairud.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.