Author: Kompas.com

  • KSPI Tolak UMP Jakarta 2026 yang Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Siap Gugat ke PTUN
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    KSPI Tolak UMP Jakarta 2026 yang Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Siap Gugat ke PTUN Megapolitan 25 Desember 2025

    KSPI Tolak UMP Jakarta 2026 yang Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Siap Gugat ke PTUN
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5.729.876 per bulan.
    Presiden KSPI Said Iqbal menilai besaran UMP Jakarta, maupun di sejumlah daerah lain, belum mencerminkan keberpihakan kepada buruh dan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat.
    “Kami menolak. Saya ulangi, KSPI dan Partai Buruh menolak kenaikan upah minimum DKI Jakarta Tahun 2026 yang ditetapkan dengan indeks 0,75 sehingga UMP-nya hanya Rp 5,73 juta,” tegas Said Iqbal melalui keterangan tertulis, Kamis (25/12/2025).
    Menurut Iqbal, UMP yang ditetapkan masih berada di bawah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) versi Kementerian Ketenagakerjaan yang mencapai Rp 5,89 juta per bulan.
    “Selisih Rp 160 ribu itu sangat berarti bagi buruh. Itu bisa untuk makan, transportasi, atau kebutuhan dasar lainnya,” ujar Said Iqbal.
    Selain itu, Iqbal menyoroti UMP Jakarta yang lebih rendah dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi yang mencapai sekitar Rp 5,95 juta per bulan.
    “Apakah masuk akal upah minimum Jakarta lebih rendah dari Bekasi dan Karawang, sementara biaya hidup Jakarta jauh lebih mahal?” katanya.
    Iqbal juga menilai insentif transportasi, air bersih, dan BPJS yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak dapat dianggap sebagai bagian dari upah.
    Pasalnya, insentif tersebut tidak diterima langsung oleh buruh dan memiliki kuota terbatas karena bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
    Atas dasar itu, KSPI berencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait penetapan
    UMP Jakarta 2026
    .
    “Secara gerakan, KSPI bersama aliansi buruh akan menggelar aksi massa besar-besaran di Istana Negara dan Balai Kota DKI Jakarta, yang diperkirakan berlangsung akhir Desember atau minggu pertama Januari 2026,” jelasnya.
    “Upah murah hanya akan memperdalam krisis daya beli dan mengganggu stabilitas sosial. Buruh tidak akan diam,” tutup Said Iqbal.
    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar Rp 5.729.876. Angka ini naik sekitar 6,17 persen atau sekitar Rp 333.115 dari UMP Jakarta 2025.
    “Hari ini kami mengumumkan besaran UMP setelah rapat beberapa kali antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. DKI Jakarta telah disepakati untuk kenaikan upah UMP tahun 2026 sebesar Rp 5.729.876,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/12/2025)
    Pramono menjelaskan, UMP Jakarta 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
    Sementara, UMP DKI Jakarta 2025 sebesar Rp 5.396.761. Besaran nilai UMP berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Dari Sarjana ke Kurir Paket, Kisah Sholeh Menemukan Tenang di Jalanan Bangkalan
                        Surabaya

    6 Dari Sarjana ke Kurir Paket, Kisah Sholeh Menemukan Tenang di Jalanan Bangkalan Surabaya

    Dari Sarjana ke Kurir Paket, Kisah Sholeh Menemukan Tenang di Jalanan Bangkalan
    Tim Redaksi
    BANGKALAN, KOMPAS.co
    m — Setiap pagi, ketika sebagian besar orang masih bersiap untuk memulai hari, Sholeh Buddin (34) sudah berada di gudang ekspedisi Shopee Express di Bangkalan, Madura.
    Pukul enam tepat, ia mulai memindai ratusan paket, menata satu per satu sesuai rute pengantaran.
    Baginya, pagi adalah awal dari rutinitas yang kini ia jalani dengan perasaan jauh lebih tenang dibanding beberapa tahun lalu.
    Sholeh adalah seorang sarjana pendidikan ekonomi lulusan
    STKIP PGRI Bangkalan
    , menjadi kurir paket bukalah cita-citanya.
    Sebelum pandemi Covid-19, ia bekerja sebagai
    debt collector
    atau penagihan angsuran pinjaman dana di sebuah perusahaan pembiayaan di Surabaya.
    Ia bercerita jika pekerjaan itu penuh target, tekanan, dan beban pikiran yang tak pernah benar-benar selesai, bahkan ketika ia sudah pulang ke rumah.
    “Setiap malam pikiran masih ke pekerjaan. Besok nagih ke siapa, gimana caranya supaya bayar,” ujarnya mengenang masa itu.
    Lalu pada masa pandemi ia merasa semuanya berubah.
    Banyak nasabah kehilangan pekerjaan, usaha menurun, dan target penagihan semakin sulit dicapai.
    Perusahaan tempatnya bekerja akhirnya melakukan pengurangan karyawan.
    Sholeh termasuk di antara mereka yang harus rela berpisah, bukan karena kinerjanya yang memburuk, tetapi karena situasi yang tak memungkinkan.
    “Itu dikeluarkan secara baik-baik, bukan dipecat,” katanya. dan dari sinilah, hidup Sholeh mulai berubah.
    Setelah tidak lagi bekerja di kota Surabaya, Sholeh kembali pulang ke Bangkalan, di rumah istrinya, ia melihat peluang di tengah kebiasaan baru masyarakat yang semakin bergantung pada belanja daring karena adanya pandemi.
    “Pas Covid-19, banyak kan orang-orang pada gak bisa keluar jadi orang-orang memesan lewat online shop, jadi banyak ekspedisi yang butuh kurir,” ujarnya saat dihubungi
    Kompas.com
    .
    Lalu Ia memutuskan untuk mencoba melamar pekerjaan sebagai kurir paket.
    Awalnya sebagai mitra, lalu ia diangkat menjadi karyawan tetap karena dinilai mampu bekerja cepat dan konsisten.
    Kini, sejak sekitar 2021 hingga sekarang, Sholeh menjalani hari-harinya sebagai kurir Shopee Express.
    Ia memiliki target yang jelas, yakni 185 paket per hari untuk area Bangkalan, termasuk sekitar Kampus Trunojoyo dan perkampungan sekitarnya, dan beruntungnya wilayah tersebut dekat dengan rumahnya.
    Setiap pagi, paket-paket sudah dipisahkan oleh petugas gudang.
    Sholeh tinggal memindai, menata ulang sesuai urutan rumah pelanggan, lalu berangkat ke lapangan sekitar pukul setengah sembilan.
    Jika cuaca bersahabat dan rute lancar, pekerjaannya bisa selesai pukul satu atau dua siang.
    “Cepat atau lambat itu sebenarnya bisa diatur sendiri,” katanya.
    Namun, pada momen tertentu seperti promo tanggal cantik, beban kerja melonjak drastis.
    Pernah dalam sehari ia membawa hingga 300 paket.
    Tas kurirnya penuh, motornya bekerja ekstra, dan tenaganya diuji.
    “Wah pas tanggal cantik pasti paket yang dibawa itu banyak, sampe overload, itu tantangannya,“ ungkapnya ketika ia ditanya tantangan yang ia hadapi selama menjadi kurir.
    Bagi Sholeh, tantangan terberat bukan panas terik.
    Justru hujan deras yang membuat pekerjaan menjadi lambat dan melelahkan.
    Ia tak bisa menerobos hujan begitu saja, karena paket harus tetap aman.
    “Kalau hujan, takut paket rusak. Jadi nunggu reda dulu. Kadang molor sampai jam tujuh atau delapan malam,” ujarnya.
    Meski begitu, ia bersyukur selama bekerja belum pernah mengalami kecelakaan di jalan, juga belum pernah mendapat perlakuan buruk dari pelanggan.
    Menurutnya, sikap sopan dan cara berkomunikasi sangat menentukan.
    “Kalau urusan sampai tonjok-menonjok, alhamdulillah masih belum pernah terjadi, tergantung kita menyikapi dan cara melayani aja menurut saya,” pungkasnya.
    Dalam menghadapi paket COD bermasalah, Sholeh terbiasa memberi penjelasan dengan sabar.
    Ia menjelaskan prosedur pengembalian, termasuk perbedaan paket COD biasa dan COD cek barang.
    Menurutnya, konflik sering kali bisa dihindari jika kurir mampu menjelaskan dengan baik.
    Sebagai karyawan tetap, Sholeh menerima gaji pokok sesuai UMK, ditambah insentif dan uang bensin harian.
    Total penghasilannya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
    “Alhamdulillah lebih dari cukup,” katanya. Uang itu ia gunakan untuk kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, cicilan, membantu istri, hingga menabung sedikit demi sedikit.
    Di rumah sederhana mereka, Sholeh tinggal bersama istri dan tiga anak. Anak pertama, perempuan, kini duduk di kelas 1 SMP.
    Anak kedua masih TK A, dan si bungsu laki-laki baru berusia sekitar dua setengah tahun.
    Saat paket sedang banyak, Sholeh bahkan menurunkannya sementara di rumah. Istrinya ikut membantu menata paket sebelum dimasukkan kembali ke tas kurir.
    “Kadang juga dibantu Istri juga buat menata paket di rumah, sudah saya ajarin,“ katanya.
    Kerja sama kecil itu menjadi bagian dari keseharian keluarga mereka.
    Saat ditanya hal yang paling disyukuri dalam hidupnya, Sholeh menjawab dengan penuh yakin.
    “Pokoknya enak jadi kurir, pulang kerja habis setoran nggak mikir kerjaan lagi kayak dulu,“ ucapnya.
    Ia juga menjelaskan setelah paket terkirim dan setoran selesai, ia bisa pulang tanpa membawa beban pikiran.
    “Kerja selesai, ya selesai. jadi bisa fokus ke keluarga,” ucapnya.
    Namun, meskipun baginya menjadi seorang kurir adalah pekerjaan yang menyenangkan, Sholeh tak berhenti untuk bermimpi.
    Di sela-sela mengantar paket, ia menyimpan rencana untuk membuka usaha laundry di sekitar rumahnya yang dikelilingi kos-kosan mahasiswa.
    Ia berharap suatu hari bisa punya usaha sendiri, membuka lapangan kerja kecil, dan tetap dekat dengan keluarga.
    Saat Sholeh ditanya mengenai komentar tentang pekerjaan yang saat ini ia jalani tidak sesuai dengan gelar yang ia miliki, ia menjawab tegas.
    “Mungkin menurut pandangan orang ngapain sekolah tinggi-tinggi tapi ujung-ujungnya jadi kurir, tapi menurut saya ini tentang cita-cita saya yang mau jadi juragan atau bos, makanya saya cari pengalaman dulu di semua bidang pekerjaan,“ ujarnya mantap sebelum ia kembali bekerja untuk menjemput rezekinya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Natal Khusus Lansia Perdana, Umat Antusias
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Natal Khusus Lansia Perdana, Umat Antusias Megapolitan 25 Desember 2025

    Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Natal Khusus Lansia Perdana, Umat Antusias
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Gereja Katedral Jakarta menggelar Misa Natal Khusus Lansia dalam rangka perayaan Natal 2025.
    Misa yang berlangsung pada Kamis (25/12/2025) pukul 16.00 WIB itu disambut antusias oleh umat lanjut usia (lansia) dari berbagai wilayah Jabodetabek.
    Salah satu umat lansia, Agnes (77), mengaku tetap bersemangat datang langsung ke Katedral meski harus menempuh jarak cukup jauh. Ia hadir bersama keponakannya dari wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara.
    “Kita pengin merayakan hari raya Yesus Kristus. Natal itu momen yang spesial, jadi saya mau rayakan langsung di Katedral,” ujar Agnes usai misa kepada
    Kompas.com
    , Kamis.
    Agnes mengaku senang bisa mengikuti
    misa khusus lansia
    perdana tersebut. Dalam doa Natalnya, ia berharap diberi kesehatan.
    “Saya doa supaya Tuhan kasih sehat, panjang umur, dan selalu diberkati,” kata dia.
    Hal senada disampaikan Nami (69), umat asal Jakarta Barat yang datang bersama anaknya. Ia mengatakan hampir setiap tahun menghadiri
    misa Natal
    di Katedral Jakarta.
    “Tahun ini senang sekali karena ada misa khusus lansia. Baru kali ini juga. Jadi kita bisa merayakan Natal dengan lebih khidmat,” ujar Nami.
    Ia pun menyampaikan sejumlah harapannya pada Natal tahun ini.
    “Pasti harapannya tubuh sehat, panjang umur, dan bisa merayakan Natal lagi di tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.
    Sementara itu, Putu, yang akan berusia 75 tahun pada Februari 2026 mendatang, datang dari Jatibening, Bekasi.
    Ia mengaku sudah terbiasa mengikuti misa Natal di Katedral sejak masih tinggal di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur.
    “Dari dulu sudah biasa ke sini. Natalnya selalu ke Katedral,” kata Putu.
    Menurut dia, suasana Natal tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
    “Masih meriah, masih hangat. Natal itu bikin kita semua bisa ketemu,” ujar Putu.
    Ia pun berharap agar Natal membawa kesehatan bagi semua dan Indonesia menjadi lebih baik.
    “Kita tambah baik, tambah
    happy
    ,” kata dia.
    Sementara itu, istri Putu, Wijanarko (77), menilai konsep misa khusus lansia membuat ibadah terasa lebih nyaman. Ia dan suami datang ke Katedral menggunakan mobil pribadi.
    “Kalau khusus begini kan lebih tenang, lebih khidmat. Cari tempat duduk juga pasti dapat, enggak grasak-grusuk,” ujar Wijanarko.
    “Pokoknya kita harus tetap semangat,” tambahnya.
    Sebelumnya Humas
    Gereja Katedral
    Jakarta, Susyana Suwadie, menjelaskan bahwa pada hari kedua Natal, Kamis (25/12/2025), Katedral Jakarta menggelar empat kali misa.
    Misa pertama adalah Misa Pontifikal pukul 08.30 WIB yang dipimpin Kardinal Ignatius Suharyo.
    Misa ini secara khusus dipimpin langsung oleh Kardinal dan ditutup dengan pemberian indulgensi. Misa kedua merupakan Misa Keluarga pukul 11.00 WIB.
    “Misa ketiga adalah Misa Khusus Lansia pada pukul 16.00 WIB, yang baru pertama kali diadakan tahun ini, dan dipersembahkan oleh Romo Makarius Marsono, SJ,” ujar Susyana.
    Adapun misa keempat sekaligus penutup rangkaian Natal dilaksanakan pukul 18.00 WIB.
    Hingga pukul 18.00 WIB misa ke empat yang dilaksanakan untuk jemaat umum sedang berlangsung di dalam Gereja Katedral.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bangunan Dua Lantai di Koja Jakarta Utara Ambruk
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        25 Desember 2025

    Bangunan Dua Lantai di Koja Jakarta Utara Ambruk Megapolitan 25 Desember 2025

    Bangunan Dua Lantai di Koja Jakarta Utara Ambruk
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sebuah bangunan dua lantai di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja,
    Jakarta Utara
    , roboh secara mendadak pada Kamis (25/12/2025) sore.
    Berdasarkan rekaman video yang diterima
    Kompas.com,
    bangunan tersebut ambruk sekitar pukul 15.10 WIB. Reruntuhan diawali dengan ambruknya bagian atap, sebelum bangunan roboh ke arah samping.
    Tidak ada korban
    jiwa dalam peristiwa tersebut. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi dilaporkan langsung berlarian menjauh setelah mendengar suara runtuhan bangunan.
    Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Onkoseno Gradiarso Sukahar.
    “Iya, benar ada bangunan roboh,” jelas Seno saat dikonfirmasi
    Kompas.co
    m, Kamis.
    Seno mengatakan, bangunan tersebut roboh secara tiba-tiba dan hingga kini penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
    Petugas kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta memastikan kondisi sekitar aman
    “Enggak ada, enggak ada korbannya,” sambung dia.
    Bangunan roboh itu sebelumnya diduga sebagai pesantren. Namun, Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando memastikan informasi tersebut tidak benar.
    “Bukan pesantren,” ucap Fernando.
    Untuk sementara, area lokasi kejadian disterilisasi guna mengantisipasi kemungkinan robohan susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Babak Baru Konflik PBNU, Kedua Belah Pihak Sepakat Mempercepat Muktamar
                        Surabaya

    3 Babak Baru Konflik PBNU, Kedua Belah Pihak Sepakat Mempercepat Muktamar Surabaya

    Babak Baru Konflik PBNU, Kedua Belah Pihak Sepakat Mempercepat Muktamar
    Tim Redaksi
    KEDIRI, KOMPAS.com
    – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menemui jalan keluar. Kedua belah pihak sepakat digelar Muktamar sebagai rapat tertinggi organisasi dalam menyelesaikan konflik yang tengah terjadi.
    Keputusan tersebut lahir dalam rapat konsultasi Syuriah kepada Mustasyar
    PBNU
    di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025). Rapat ini diinisiasi oleh pihak Syuriah PBNU.
    Ada pun para peserta rapat di antaranya adalah Rais Aam PBNU
    KH Miftachul Akhyar
    beserta jajaran Pengurus Syuriyah yaitu KH. Abdullah Kafabihi, KH. Mu’adz Thohir, KH. Imam Buchori, KH. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, serta Gus Nadzif.
    Hadir pula Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU di antaranya H. Amin Said Husni.
    Sementara itu, jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Ubab Maimoen, serta KH. Machasin.
    Juru bicara rapat konsultasi, Haji Abdul Muid Shohib mengatakan, Muktamar ke-35 NU itu akan diselenggarakan dalam waktu secepatnya yang secara teknis akan diatur oleh Syuriah bersama Ketua Umum PBNU selaku pemegang mandataris Muktamar ke-34 di Lampung tahun 2021.
    “Hasil rapat menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU (KH. Miftachul Akhyar) dan Ketua Umum PBNU (KH. Yahya Cholil Staquf), dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar,” ujar Haji Abdul Muid Shohib, usai kegiatan, Kamis.
    Sedangkan Muktamar NU itu sendiri merupakan agenda rutin lima tahunan yang jika dihitung sejak Muktamar Ke-34 di Lampung pada Desember 2021, maka secara jadwal akan berlangsung di tahun 2026. Soal percepatan itu dimungkinkan berlangsung awal tahun.
    Salah satu pengurus Syuriah, KH. Muhibbul Aman Aly memastikan rapat konsultasi tersebut merupakan rapat resmi dari agenda PBNU karena diinisiasi oleh Syuriah atas mandat dari Rais Aam yakni KH.Miftachul Akhyar.
    “Jadi ini adalah keputusan resmi PBNU atas perintah Rais Aam. Bukan keputusan pribadi atau keputusan Lirboyo karena tempatnya kebetulan di Lirboyo,” ujar KH.Muhibbul Aman, seusai rapat.
    Pengurus Syuriah yang akrab dengan sapaan Gus Muhib tersebut juga memastikan kedua belah pihak, yakni Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU yang hadir dalam rapat tersebut menyepakati hasil keputusan bersama itu.
    “Sepakat, semua sepakat. Itu adalah satu-satunya cara menyelesaikan konflik yang tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” pungkas Gus Muhib.
    Sebagaimana diketahui, konflik di tubuh PBNU dipicu oleh pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam melalui forum yang disebut sebagai Rapat Syuriyah PBNU. Pihak ketua umum menolak hasil rapat tersebut. Sehingga terjadi konflik yang berkepanjangan dan semakin tajam.
    Atas konflik tersebut, para Mustasyar PBNU, sesepuh, dan alim ulama Nahdlatul Ulama telah mengambil berbagai inisiatif musyawarah sebagai wujud tanggung jawab moral serta keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan dengan niat tulus untuk para keutuhan serta kemaslahatan organisasi.
    Musyawarah tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dan puncaknya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada tanggal 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 21 Desember 2025.
    Musyawarah Kubro tersebut dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia yang meminta kedua belah pihak untuk islah dan mengultimatum adanya Muktamar Luar Biasa jika islah tersebut tak tercapai.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10
                    
                        Wisatawan Datangi Malioboro Tembus 100.000 Orang per Hari, Puncak Kepadatan Diprediksi Besok
                        Yogyakarta

    10 Wisatawan Datangi Malioboro Tembus 100.000 Orang per Hari, Puncak Kepadatan Diprediksi Besok Yogyakarta

    Wisatawan Datangi Malioboro Tembus 100.000 Orang per Hari, Puncak Kepadatan Diprediksi Besok
    Editor
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Kawasan Malioboro diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan sangat signifikan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.
    Jumlah pelancong yang memadati jantung Kota Yogyakarta itu diperkirakan tembus hingga 1,5 juta orang selama dua pekan masa liburan.
    Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengungkapkan, proyeksi tersebut didasarkan pada perbandingan data kunjungan tahun lalu serta tren pergerakan wisatawan yang masuk ke DIY.
    Jika prediksi meleset ke arah atas, maka akan terjadi kenaikan kunjungan hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
    “Kalau melihat data BPS tahun lalu, kunjungan dua minggu
    libur Nataru
    itu mencapai 500.000 orang. Nah, tahun ini dengan asumsi per hari di angka 60.000 sampai 100.000 pengunjung dikalikan 14 hari, kita bisa mencapai angka 1,4 juta hingga 1,5 juta pengunjung,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
    Perempuan yang akrab disapa Anggi itu menjelaskan, pihaknya memiliki indikator kuat untuk menghitung rata-rata kunjungan harian, salah satunya melalui data masuk di Teras Malioboro (TM).
    Berdasarkan pantauan pada akhir pekan kemarin, sepanjang 20-22 Desember 2025, tercatat ada sekitar 64.000 pengunjung di titik relokasi pedagang kaki lima tersebut.
    “Asumsi kita, pengunjung Malioboro yang masuk ke Teras itu sekitar 20 sampai 30 persen dari keseluruhan total orang yang ada di kawasan Malioboro. Jadi, kalau di Teras saja ada 20.000 per hari, maka total di Malioboro bisa menyentuh 100.000 pengunjung per harinya,” jelasnya.
    Data tersebut, lanjut Anggi, selaras dengan pantauan Ditlantas Polda DIY dan Kemenpar terkait pergerakan 7 hingga 9 juta wisatawan yang masuk ke wilayah Yogyakarta pada akhir tahun ini.
    Mengenai asal wisatawan, walaupun tidak tersedia data secara detail, ia menyebut, mayoritas masih didominasi oleh pelancong domestik atau lokal.
    “Yang pasti wisatawan lokal yang bisa diakses dengan kendaraan pribadi maupun umum. Asumsinya dari Jawa Tengah, DIY sendiri, serta wilayah lain di Pulau Jawa. Itu yang paling maksimal,” imbuhnya.
    Meski sudah terlihat ramai dan mengalami kenaikan dibanding hari biasa, kondisi hari kerja tetap memberikan pengaruh, sehingga Malioboro cenderung lebih landai.
    Namun, warga masyarakat dan wisatawan harus bersiap, karena UPT memprediksi gelombang kunjungan akan meningkat tajam mulai 26 Desember 2025, atau setelah hari raya Natal.
    “Prediksi kami di weekend besok, mulai tanggal 26, 27 Desember sampai malam tahun baru nanti, kenaikannya akan cukup tajam. Angka harian bisa konsisten di atas 30.000 pengunjung, bahkan lebih,” pungkasnya.
    Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (BPPD DIY), GKR Bendara, meminta warga untuk bersabar dalam menyikapi lonjakan kunjungan pelancong.
    Pihaknya mengajak masyarakat lokal untuk lebih bertoleransi terhadap situasi keramaian yang lazim terjadi selama musim libur panjang seperti Nataru.
    “Harus bersabar dengan kondisi Nataru, karena roda perekonomian kita ditopang banyak oleh pariwisata, sehingga akhir tahun itu selalu tinggi,” katanya.
    Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, katanya, menjadi salah satu indikator bahwa Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
    Kondisi terdebut, tentu membawa dampak positif, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
    Di sisi lain, GKR Bendara juga mengimbau wisatawan untuk menjaga etika selama berlibur di Yogyakarta, terutama dalam menghormati budaya lokal dan menjaga kebersihan lingkungan.
    “Untuk wisatawan tolong hargai kebudayaan kita yang ada. Jangan buang sampah sembarangan, jangan foto-foto di jalan, tapi gunakanlah trotoar. Tetap jaga kebersihan dan sopan santun. Selamat menikmati akhir tahun,” ungkapnya.
    Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul
    Kunjungan Malioboro Tembus 100 Ribu Orang per Hari, Puncak Kepadatan Diprediksi Mulai 26 Desember
    .
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo

    Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo

    Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya tercapai dalam pertemuan yang diprakarsai para masyayikh (sesepuh) dan mustasyar (dewan penasihat) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
    “Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi
    jam’iyah
    adalah melalui
    Muktamar bersama
    ,” ujar Yahya usai pertemuan, dia sampaikan lewat siaran pers, Kamis (25/12/2025).
    Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut mempertemukan dua pucuk pimpinan PBNU dalam satu forum sekaligus menandai berakhirnya ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
    Karena itu, sebagai solusi bersama, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.
    “Musyawarah di Lirboyo ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di lokasi yang sama beberapa hari sebelumnya,” ucapnya.
    Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua belah pihak.
    Kesepakatan islah dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang cukup intens, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah.
    Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan ini.
    Di antaranya Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, yang pada pertemuan sebelumnya mengikuti agenda secara daring.
    Hadir pula para masyayikh dan kiai sepuh NU lainnya yang sejak awal mendorong penyelesaian konflik melalui jalan musyawarah dan persatuan.
    Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahmi di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU.
    Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan
    KH Miftachul Akhyar
    sebagai Rais Aam dan
    KH Yahya Cholil Staquf
    sebagai Ketua Umum.
    Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
    “Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” pungkas Yahya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 8
                    
                        Buka Perdana Setelah 13 Tahun Ditutup, Antrean Pengunjung Planetarium Mengular
                        Megapolitan

    8 Buka Perdana Setelah 13 Tahun Ditutup, Antrean Pengunjung Planetarium Mengular Megapolitan

    Buka Perdana Setelah 13 Tahun Ditutup, Antrean Pengunjung Planetarium Mengular
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Teater Bintang Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, resmi dibuka kembali setelah 13 tahun “mati suri”, Kamis (25/12/2025).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , pengunjung mulai memadati gedung
    Planetarium
    sejak pukul 11.00 WIB.
    Sekitar pukul 11.15 WIB, pengunjung yang telah mencetak tiket diarahkan menuju lantai dua, lokasi teater berada.
    Sebelum memasuki gedung teater, pengunjung harus mengantre sekitar 50 meter untuk pemeriksaan tiket oleh petugas keamanan.
    Selain itu, para pengunjung harus menitipkan makanan dan minuman yang dibawa dari luar kepada sekuriti karena tidak boleh dibawa masuk ke dalam gedung teater.
    Manajer Teater Bintang Planetarium, Arnold Kindangen, mengatakan bahwa pada hari perdana dibuka terdapat tiga sesi pertunjukan, yakni pukul 11.30 WIB, 14.00 WIB, dan 16.30 WIB.
    Setiap sesi menyediakan 200 tiket yang dapat dipesan secara daring oleh penonton.
    “Total kursi 228, tapi yang dibuka 200 kursi aja, karena untuk
    angle
    nontonnya,” tutur Arnold saat diwawancarai di lokasi, Kamis.
    Namun, dari 200 kursi yang tersedia, hanya sekitar 185 yang dapat diisi oleh anak sekolah dan penonton umum, sisanya untuk tamu VIP yang memang sudah melakukan konfirmasi ke pihak pengelola terlebih dahulu.
    “Jadi, di hari pertama tiket yang berhasil dijual kali aja 185 (satu sesi) dikali tiga jadi 555 tiket,” ungkap Arnold.
    Arnold menambahkan, ke depan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berencana menambah kuota tiket Planetarium seiring tingginya antusiasme masyarakat.
    Selain itu, selama tiga bulan ke depan, Planetarium akan digratiskan bagi siswa sekolah. Sementara itu, pendamping akan dikenakan tarif Rp 10.000 per orang.
    “Ini adalah kado dari gubernur kita untuk warga Jakarta, untuk anak-anak sekolah diberi gratis Desember ini, nanti kita mau buka planetarium ini gratis untuk semua pelajar dan untuk pendampingnya, orangtua ataupun umum, kita hanya mengenakan tarif Rp 10.000,” jelas Arnold.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie menuturkan, nilai toleransi umat beragama terlihat di antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal setiap Perayaan Natal.
    Salah satu toleransi itu ialah tersedianya kantong parkir di
    Masjid Istiqlal
    yang digunakan oleh jemaat
    Gereja Katedral
    ketika ingin beribadah Misa.
    “Sudah berlangsung juga puluhan tahun, di mana setiap kali hari besar, kami kan harus mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk sehingga kami tidak memiliki lahan parkir. Imam Besar (Masjid Istiqlal) selalu memberikan tempat, mempersilakan untuk umat memarkirkan kendaraan,” ujar Susyana di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
    Susyana menuturkan, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal memang sudah sejak awal direncanakan berdampingan saat Presiden RI Soekarno menetapkan Masjid Raya yang dibangun di dekat Katedral.
    “Sampai akhirnya 2022 itu dibangun terowongan, selesai, kemudian bisa digunakan, itu menambah kembali kemudahan,” tuturnya.
    Susyana mengatakan, kantong parkir
    basement
    di Masjid Istiqlal bisa menampung 700 sampai 800 kendaraan.
    Jemaat gereja yang parkir di
    basement
    tersebut dapat langsung terhubung lewat
    Terowongan Silaturahmi
    tanpa menyeberangi jalan.
    “Jadi menghindari juga menyeberang jalan di sana, karena kita ketahui jalanan sekecil inipun tapi intensitasnya cukup tinggi,” ucapnya.
    Menurut Susyana, Terowongan Silaturahmi bukan hanya sekadar kemudahan akses, tetapi menjadikan hidup antarumat beragama semakin erat.
    “Jadi pesan dari Imam Besar yang sekarang menjadi Menteri Agama dan juga Bapak Kardinal, bahwa terowongan ini bukan hanya cuma sebagai sebuah kotak kosong yang dilalui, tetapi harus punya pesan,” kata Susyana.
    “Jadi memiliki pesan dari kedua tokoh kita bahwa membuat instalasi seni itu harus memiliki pesan ada toleransi, cinta Tanah Air, dan juga saling menghargai tradisi satu sama lain,” lanjutnya.
    Pada akhirnya, Terowongan Silaturahmi itu kini menjadi inspirasi tamu-tamu dari dalam maupun luar negeri yang ingin mengunjungi Masjid Istiqlal sekaligus Gereja Katedral.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ketua Komisi VII Kritik Pembayaran Hanya Non-tunai: Menurut UU, Harus Terima Cash

    Ketua Komisi VII Kritik Pembayaran Hanya Non-tunai: Menurut UU, Harus Terima Cash

    Ketua Komisi VII Kritik Pembayaran Hanya Non-tunai: Menurut UU, Harus Terima Cash
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengkritik kebijakan sejumlah pengusaha yang hanya menerima pembayaran non-tunai (
    cashless
    ) karena menyulitkan masyarakat yang belum memiliki akses perbankan (
    unbankable
    ).
    Kritikan itu disampaikan Saleh menyusul insiden seorang nenek yang tidak dapat membeli roti di sebuah halte Transjakarta karena pemilik gerai menolak
    pembayaran tunai
    .
    Ia menilai, aturan yang berlaku mewajibkan setiap pihak menerima pembayaran menggunakan uang tunai, kecuali jika terdapat dugaan bahwa uang tersebut palsu.
    “Kasihan dia ditinggalkan zaman. Padahal, menurut UU, setiap orang harus menerima pembayaran pakai uang
    cash
    . Hanya dikecualikan jika uang tersebut diduga palsu,” kata Saleh dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025).
    Saleh menuturkan, apabila ada dugaan uang palsu, pihak yang menolak pembayaran wajib membuktikannya.
    “Jika tidak ada bukti bahwa uangnya palsu, tidak ada alasan untuk menolak pembayaran
    cash
    ,” ucap dia.
    Adapun aturan yang dimaksud Saleh tertuang pada UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, khususnya di pasal 16 ayat (1), serta pasal 33 ayat (1) dan ayat (2).
    Dalam Pasal 33 ayat (2), secara tegas menyatakan “Setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah dan/atau untuk transaksi keuangan lainnya di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali karena terdapat keraguan atas keaslian Rupiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00”.
    “Ketentuan yang termaktub di dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 di atas jelas memiliki konsekuensi hukum,” tutur Saleh.
    Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN ini meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) menindaklanjuti persoalan tersebut hingga ke ranah hukum.
    “Menteri Keuangan dan Gubernur BI harus turun tangan. Apalagi, sudah banyak orang yang kritis dan mencermati masalah ini. Jangan lemah dalam menegakkan aturan. Apalagi, aturan tersebut secara eksplisit disebutkan di dalam Undang-undang,” tandas Saleh.
    Sebelumnya diberitakan, beredar video yang menyebutkan bahwa transaksi seorang nenek ditolak salah satu gerai Roti O karena membayar menggunakan uang tunai.
    Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah gerai Roti O masih menyediakan opsi pembayaran tunai atau telah sepenuhnya beralih ke sistem non-tunai.
    Peristiwa tersebut viral di media sosial dan menuai kritik luas.
    Selepas itu, Manajemen Roti O menyampaikan permintaan maaf atas penolakan transaksi tunai yang dialami seorang perempuan lanjut usia di salah satu gerainya.
    “Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis Roti O dalam unggahan di akun Instagram resminya, Minggu (21/12/2025).
    RotiO menjelaskan, penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di gerainya bertujuan memberi kemudahan sekaligus menawarkan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan.
    Meski demikian, perusahaan mengaku telah melakukan evaluasi internal menyusul insiden itu.
    “Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” lanjut pernyataan itu.
    Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan uang tunai tetap sah dan penting sebagai alat pembayaran di Indonesia.
    Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, dorongan penggunaan transaksi non-tunai tidak berarti meniadakan peran uang tunai.
    “Keragaman demografi dan tantangan geografis serta teknologi Indonesia membuat uang tunai masih sangat diperlukan dan dipergunakan dalam transaksi di berbagai wilayah,” kata Denny saat dihubungi
    Kompas.com
    , Minggu (21/12/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.