Pengunjung Ragunan pada Hari Natal 2025 Tembus 50.211 Orang
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, pada libur Natal 2025, Kamis (25/12/2025) mencapai 50.211 orang.
Humas TMR Wahyudi Bambang menyampaikan, data tersebut disampaikan setelah loket TMR ditutup pada pukul 16.20 WIB.
“Total pengunjung 50.211 orang, 14.116 anak dan untuk dewasa 36.095 orang,” ucap Wahyudi kepada wartawan, Kamis.
Jumlah pengunjung tersebut melampaui prediksi dan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa maupun akhir pekan.
Pada hari kerja, jumlah pengunjung
Ragunan
biasanya berkisar 3.000–5.000 orang, sedangkan pada akhir pekan sekitar 15.000–40.000 orang.
Menjelang puncak libur Tahun Baru 2026, Bambang memprediksi jumlah pengunjung dapat menembus angka 80.000 orang.
“Walaupun faktanya tahun lalu melebihi 100.000 pengunjung, tapi kita enggak usah tinggi-tinggi (untuk prediksi),” tuturnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengelola menyiapkan sejumlah langkah guna meningkatkan keselamatan dan keamanan. Salah satunya dengan mengidentifikasi serta memangkas pohon yang memiliki tinggi lebih dari 12 meter.
“Hampir semua pohon, target kami yang terdekat kemarin adalah pohon yang sudah di atas 12 meter ya kita potong,” terang Bambang.
“Beberapa pohon sudah kita tebang habis karena memang secara deteksi kerapuhan pohon sudah tidak layak untuk dipertahankan, jadi kita tebang,” tambahnya.
Pemangkasan pohon diutamakan di jalur-jalur yang paling banyak dilalui pengunjung.
Selain itu, pengunjung diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan mengantisipasi kemungkinan hujan deras saat berada di area Ragunan.
“Kami minta pengunjung menyiapkan antisipasi hujan, misalnya membawa payung atau jas hujan, dan menjaga keselamatan terutama anak-anak,” lanjut dia.
TMR juga telah menyiapkan 10 titik kantong parkir di dalam area kebun binatang dengan kapasitas sekitar 6.000 mobil dan 12.000 sepeda motor.
Beberapa titik parkir mobil berada di pintu timur, area dekat danau, gudang pakan, serta jalur melingkar menuju pintu selatan.
Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), waktu operasional TMR dibuka lebih awal, yakni mulai pukul 06.00 hingga 16.30 WIB.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/25/694ce36169e28.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengunjung Ragunan pada Hari Natal 2025 Tembus 50.211 Orang Megapolitan 25 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/25/694d1a04544b1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gedung Parkir 2 Lantai di Koja Ambruk, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Megapolitan 25 Desember 2025
Gedung Parkir 2 Lantai di Koja Ambruk, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya gedung parkiran dua lantai milik warga di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (25/12/2025).
“Ya, syukur tidak ada korban, hanya kendaraan yang parkir saja,” tutur Kanit Reskrim Polsek
Koja
AKP Fernando saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Kamis.
Kendaraan yang tertimpa material bangunan meliputi empat mobil, satu sepeda motor, dan satu sepeda ontel.
Fernando bilang, gedung parkiran milik warga yang disewakan tersebut runtuh secara tiba-tiba sekitar pukul 15.30 WIB.
“Bangunan biasa bukan rumah tinggal, di bawahnya buat parkiran mobil ada juga warga lain yang parkir di situ. Sementara lantai dua kosong cuma dak (dicor semen),” sambung dia.
Ia menambahkan, proses evakuasi kendaraan yang tertimpa bangunan sudah dilakukan.
Selain itu, polisi juga masih berada di temapt kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, bangunan dua lantai dekat pesantren di Koja, Jakarta Utara, ambruk ke samping secara mendadak pada Kamis (25/12/2025) sore.
Dalam video yang diterima
Kompas.com
, ambruknya bangunan itu diawali dengan suara retakan yang kencang.
Mendengar suara tersebut, anak-anak yang sedang berada di bawah bangunan langsung berlarian menyelamatkan diri.
Tak lama atap bangunan yang terbuat dari seng spandex tersebut roboh ke bawah diikuti dengan dinding semennya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694d2600481ca.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dekorasi Natal Meriah Hiasi Kandang Gorila di Ragunan, Jadi Magnet Pengunjung Megapolitan 25 Desember 2025
Dekorasi Natal Meriah Hiasi Kandang Gorila di Ragunan, Jadi Magnet Pengunjung
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Taman Margasatwa Ragunan (TMR) turut memeriahkan perayaan Natal dengan menghadirkan dekorasi khusus di salah satu kandang primata, Kamis (25/12/2025).
Dekorasi tersebut ditampilkan dalam agenda pertunjukan
feedinggorila
bernama Kumbo di Pusat
Primata
Schmutzer.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, pengunjung yang ingin masuk ke kawasan Pusat Primata Schmutzer harus melalui akses terpisah.
Antrean tampak mengular sejak area penitipan barang, sementara petugas keamanan memeriksa tas pengunjung satu per satu.
Panjang antrean diperkirakan mencapai 8–10 meter dan dibagi ke dalam dua barisan.
Memasuki kawasan Pusat Primata Schmutzer, pengunjung disambut sebuah pohon cemara lengkap dengan ornamen khas Natal di area tangga menuju kandang Kumbo.
Nuansa Natal dengan dominasi warna merah dan hijau juga terlihat jelas di area kandang gorila tersebut.
Dekorasi pohon Natal berbahan kardus dan papan tripleks disusun di bagian tengah kandang. Selain itu, ornamen lampu khas Natal serta hiasan rusa dari kardus turut dipasang untuk memeriahkan suasana dan menemani Kumbo.
Kumbo tampak antusias bermain dengan salah satu properti dekorasi Natal sambil berbaring santai.
Dari sudut pandang pengunjung, gorila tersebut terlihat seolah ikut berpesta merayakan Natal.
Pemandangan ini membuat para pengunjung berlomba-lomba mengabadikan momen langka tersebut. Mereka juga tampak fokus memperhatikan tingkah Kumbo yang asyik bermain di sekitar pohon Natal.
Pengelola
Taman Margasatwa Ragunan
juga menampilkan aksi
feeding time
atau pemberian pakan kepada Kumbo dengan latar dekorasi Natal tersebut.
Salah seorang pengunjung asal Jakarta bernama Mirna (42) bercerita, dirinya sengaja datang ke TMR untuk memanfaatkan momen libur panjang.
Selain itu, ia ingin memberikan edukasi dengan mengenalkan berbagai jenis satwa kepada anaknya.
“Ini emang kita sengaja ajak anak. Biar belajar juga, oh ini yang namanya gorila. Biar melihat secara langsung. Anaknya
happy
juga walaupun cuma ke kebun binatang,” ungkap Mirna, Kamis.
Hal serupa disampaikan pengunjung lainnya, Iman (36), yang memanfaatkan hari libur untuk mengajak anaknya melihat hewan secara langsung.
“Anak saya baru kali ini diajak main liat hewan, biar dia punya pemandangan baru selain main di rumah,” kata Iman.
Diketahui, agenda
feeding time
berlangsung pada 25–28 Desember 2025 serta 1–4 Januari 2026, termasuk untuk gorila.
Pengelola juga akan memasang dekorasi khusus bernuansa Tahun Baru saat pergantian hari.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, TMR telah menyiapkan 10 titik kantong parkir di area dalam dengan kapasitas sekitar 6.000 mobil dan 12.000 sepeda motor.
Titik parkir mobil antara lain berada di pintu timur, dekat danau, gudang pakan, serta jalur melingkar menuju pintu selatan.
Selama
libur Natal dan Tahun Baru
, jam operasional TMR dibuka lebih awal, yakni pukul 06.00–16.30 WIB.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694d1a04544b1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bukan Pesantren, Bangunan 2 Lantai yang Ambruk di Koja merupakan Parkiran Megapolitan 25 Desember 2025
Bukan Pesantren, Bangunan 2 Lantai yang Ambruk di Koja merupakan Parkiran
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Bangunan dua lantai yang ambruk di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, merupakan lahan parkir kendaraan milik warga.
“Bukan pesantren, gedung parkiran dekat pesantren itu, milik Bapak Ridwan,” tutur Kanit Reskrim Polsek
Koja
AKP Fernando saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Kamis.
Fernando menegaskan, bangunan dua lantai itu juga bukan tempat tinggal, melainkan difungsikan sebagai lahan parkir yang disewakan.
“Bangunan biasa, bukan rumah tinggal, di bawahnya buat parkiran mobil ada juga warga lain yang parkir di situ. Sementara lantai dua kosong cuma dak (dicor semen),” sambung dia.
Bangunan tersebut ambruk ke arah samping secara tiba-tiba pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Hingga kini, penyebab ambruknya bangunan masih dalam penyelidikan.
Petugas kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Fernando memastikan tak ada korban jiwa atas peristiwa amburuknya bangunan tersebut.
“Syukur tidak ada korban hanya kendaraan yang parkir saja,” ucap Fernando.
Kendaraan yang tertimpa bangunan di antaranya, empat mobil, satu sepeda motor, dan satu sepeda ontel.
Sebelumnya diberitakan, sebuah bangunan dua lantai di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, roboh secara mendadak pada Kamis (25/12/2025) sore.
Berdasarkan rekaman video yang diterima
Kompas.com
, bangunan tersebut ambruk sekitar pukul 15.10 WIB. Reruntuhan diawali dengan ambruknya bagian atap, sebelum bangunan roboh ke arah samping.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi dilaporkan langsung berlarian menjauh setelah mendengar suara runtuhan bangunan.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Onkoseno Gradiarso Sukahar.
“Iya, benar ada bangunan roboh,” jelas Seno saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Kamis.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694d1eadbcd36.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Dari Sarjana ke Kurir Paket, Kisah Sholeh Menemukan Tenang di Jalanan Bangkalan Surabaya
Dari Sarjana ke Kurir Paket, Kisah Sholeh Menemukan Tenang di Jalanan Bangkalan
Tim Redaksi
BANGKALAN, KOMPAS.co
m — Setiap pagi, ketika sebagian besar orang masih bersiap untuk memulai hari, Sholeh Buddin (34) sudah berada di gudang ekspedisi Shopee Express di Bangkalan, Madura.
Pukul enam tepat, ia mulai memindai ratusan paket, menata satu per satu sesuai rute pengantaran.
Baginya, pagi adalah awal dari rutinitas yang kini ia jalani dengan perasaan jauh lebih tenang dibanding beberapa tahun lalu.
Sholeh adalah seorang sarjana pendidikan ekonomi lulusan
STKIP PGRI Bangkalan
, menjadi kurir paket bukalah cita-citanya.
Sebelum pandemi Covid-19, ia bekerja sebagai
debt collector
atau penagihan angsuran pinjaman dana di sebuah perusahaan pembiayaan di Surabaya.
Ia bercerita jika pekerjaan itu penuh target, tekanan, dan beban pikiran yang tak pernah benar-benar selesai, bahkan ketika ia sudah pulang ke rumah.
“Setiap malam pikiran masih ke pekerjaan. Besok nagih ke siapa, gimana caranya supaya bayar,” ujarnya mengenang masa itu.
Lalu pada masa pandemi ia merasa semuanya berubah.
Banyak nasabah kehilangan pekerjaan, usaha menurun, dan target penagihan semakin sulit dicapai.
Perusahaan tempatnya bekerja akhirnya melakukan pengurangan karyawan.
Sholeh termasuk di antara mereka yang harus rela berpisah, bukan karena kinerjanya yang memburuk, tetapi karena situasi yang tak memungkinkan.
“Itu dikeluarkan secara baik-baik, bukan dipecat,” katanya. dan dari sinilah, hidup Sholeh mulai berubah.
Setelah tidak lagi bekerja di kota Surabaya, Sholeh kembali pulang ke Bangkalan, di rumah istrinya, ia melihat peluang di tengah kebiasaan baru masyarakat yang semakin bergantung pada belanja daring karena adanya pandemi.
“Pas Covid-19, banyak kan orang-orang pada gak bisa keluar jadi orang-orang memesan lewat online shop, jadi banyak ekspedisi yang butuh kurir,” ujarnya saat dihubungi
Kompas.com
.
Lalu Ia memutuskan untuk mencoba melamar pekerjaan sebagai kurir paket.
Awalnya sebagai mitra, lalu ia diangkat menjadi karyawan tetap karena dinilai mampu bekerja cepat dan konsisten.
Kini, sejak sekitar 2021 hingga sekarang, Sholeh menjalani hari-harinya sebagai kurir Shopee Express.
Ia memiliki target yang jelas, yakni 185 paket per hari untuk area Bangkalan, termasuk sekitar Kampus Trunojoyo dan perkampungan sekitarnya, dan beruntungnya wilayah tersebut dekat dengan rumahnya.
Setiap pagi, paket-paket sudah dipisahkan oleh petugas gudang.
Sholeh tinggal memindai, menata ulang sesuai urutan rumah pelanggan, lalu berangkat ke lapangan sekitar pukul setengah sembilan.
Jika cuaca bersahabat dan rute lancar, pekerjaannya bisa selesai pukul satu atau dua siang.
“Cepat atau lambat itu sebenarnya bisa diatur sendiri,” katanya.
Namun, pada momen tertentu seperti promo tanggal cantik, beban kerja melonjak drastis.
Pernah dalam sehari ia membawa hingga 300 paket.
Tas kurirnya penuh, motornya bekerja ekstra, dan tenaganya diuji.
“Wah pas tanggal cantik pasti paket yang dibawa itu banyak, sampe overload, itu tantangannya,“ ungkapnya ketika ia ditanya tantangan yang ia hadapi selama menjadi kurir.
Bagi Sholeh, tantangan terberat bukan panas terik.
Justru hujan deras yang membuat pekerjaan menjadi lambat dan melelahkan.
Ia tak bisa menerobos hujan begitu saja, karena paket harus tetap aman.
“Kalau hujan, takut paket rusak. Jadi nunggu reda dulu. Kadang molor sampai jam tujuh atau delapan malam,” ujarnya.
Meski begitu, ia bersyukur selama bekerja belum pernah mengalami kecelakaan di jalan, juga belum pernah mendapat perlakuan buruk dari pelanggan.
Menurutnya, sikap sopan dan cara berkomunikasi sangat menentukan.
“Kalau urusan sampai tonjok-menonjok, alhamdulillah masih belum pernah terjadi, tergantung kita menyikapi dan cara melayani aja menurut saya,” pungkasnya.
Dalam menghadapi paket COD bermasalah, Sholeh terbiasa memberi penjelasan dengan sabar.
Ia menjelaskan prosedur pengembalian, termasuk perbedaan paket COD biasa dan COD cek barang.
Menurutnya, konflik sering kali bisa dihindari jika kurir mampu menjelaskan dengan baik.
Sebagai karyawan tetap, Sholeh menerima gaji pokok sesuai UMK, ditambah insentif dan uang bensin harian.
Total penghasilannya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
“Alhamdulillah lebih dari cukup,” katanya. Uang itu ia gunakan untuk kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, cicilan, membantu istri, hingga menabung sedikit demi sedikit.
Di rumah sederhana mereka, Sholeh tinggal bersama istri dan tiga anak. Anak pertama, perempuan, kini duduk di kelas 1 SMP.
Anak kedua masih TK A, dan si bungsu laki-laki baru berusia sekitar dua setengah tahun.
Saat paket sedang banyak, Sholeh bahkan menurunkannya sementara di rumah. Istrinya ikut membantu menata paket sebelum dimasukkan kembali ke tas kurir.
“Kadang juga dibantu Istri juga buat menata paket di rumah, sudah saya ajarin,“ katanya.
Kerja sama kecil itu menjadi bagian dari keseharian keluarga mereka.
Saat ditanya hal yang paling disyukuri dalam hidupnya, Sholeh menjawab dengan penuh yakin.
“Pokoknya enak jadi kurir, pulang kerja habis setoran nggak mikir kerjaan lagi kayak dulu,“ ucapnya.
Ia juga menjelaskan setelah paket terkirim dan setoran selesai, ia bisa pulang tanpa membawa beban pikiran.
“Kerja selesai, ya selesai. jadi bisa fokus ke keluarga,” ucapnya.
Namun, meskipun baginya menjadi seorang kurir adalah pekerjaan yang menyenangkan, Sholeh tak berhenti untuk bermimpi.
Di sela-sela mengantar paket, ia menyimpan rencana untuk membuka usaha laundry di sekitar rumahnya yang dikelilingi kos-kosan mahasiswa.
Ia berharap suatu hari bisa punya usaha sendiri, membuka lapangan kerja kecil, dan tetap dekat dengan keluarga.
Saat Sholeh ditanya mengenai komentar tentang pekerjaan yang saat ini ia jalani tidak sesuai dengan gelar yang ia miliki, ia menjawab tegas.
“Mungkin menurut pandangan orang ngapain sekolah tinggi-tinggi tapi ujung-ujungnya jadi kurir, tapi menurut saya ini tentang cita-cita saya yang mau jadi juragan atau bos, makanya saya cari pengalaman dulu di semua bidang pekerjaan,“ ujarnya mantap sebelum ia kembali bekerja untuk menjemput rezekinya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/03/6930256cd90c7.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694d2e97267ca.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/24/694bc6174bfd3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/09/24/68d385d51aaf6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694d1a66a9931.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)