Author: JabarEkspress.com

  • Lima Lokasi Berburu Takjil di Bandung Dengan Aneka Jajanan Menggoda Selera

    Lima Lokasi Berburu Takjil di Bandung Dengan Aneka Jajanan Menggoda Selera

    JABAR EKSPRES – Ramadan di sore hari menjadi saat yang paling dinantikan, karena bisa mengisi waktu menunggu Bedug Magrib sambil berburu takjil.

    Jika kamu ingin berburu takjil di Bandung, Jabar Ekspres akan memberikan lima lokasi yang selalu ramai pengunjung di saat sore hari di bulan Ramadhan.

    Berbagai menu makanan dan jajanan berderet epanjang jalan, kamu bisa memilihnya dengan leluasa sambil mengendarai motor atau mobilmu.

    Baca juga : Mengintip Ngabuburit di Masjid Al Jabbar Bandung, Ada Takjil Gratis hingga Wisata Kemolekan Arsitektur

    Bukan hanya menu makanan berat dan makanan ringan, bahkan aneka menu minuman dan takjil tersaji lengkap disana, dari yang khas sunda hingga dari daerah lain. Kamu hanya perlu menyiapkan isi dompet agar bisa memilih menu sesuai dengan seleramu.

    Berikut lima lokasi berburu takjil di Bandung yang kami rekomendasikan :

    1. Pasar Metro

    Berlokasi di Perumahan Margahayu Bandung Timur, tepatnya di sepanjang jalan Tata Surya atau di komplek perumahan metro.

    Dulunya di lokasi ini ada pasar kaget yang dibuka setiap Minggu, namun saat Ramadhan, sepanjang jalan ini disulap menjadi pasar takjil dengan aneka menu yang menggoda.

    Para pedagang bukan hanya dari warga erumahan, bahkan datang jauh-jauh dari luar komplek.

    Disini kamu bisa menemukan aneka sajian berbuka, seperti serabi, kolak, bubur, kerupuk banjur, hingga sajian tradisional awug yang cukup legendaris di tempat ini.

    2. Pasar PSM

    Lokasi kedua yang tak kalah ramainya dengan penjual takjil adalah di sepanjang jalan PSM Kiara Condong.

    Disini banyak sekali penjual kaki lima yang menjajakan aneka menu takjil, mulai dari menu jajanan anak kekikinian, makanan khas dari Korea hingga Jepang.

    Ada toko Donat Susu, Burger, Corndog, cimol bojot yang selalu mengantre dan aneka menu lainnya.

    Baca juga : Inilah Lokasi Takjil Gratis Di Kota Bandung, Catat Biar Ga Lupa!

    3. Pasar Ujung Berung

    Rekomendasi ketiga ada di Pasar Ujung Berung, di sini kamu bisa menemukan penjual takjil dengan aneka ragam sajian.

    Ada aneka gorengan, awug dan kue basah, ayam goreng, sate, bakso, es buah, cakue, sekoteng, dan masih banyak lagi.

  • Link Tes Ujian Gabut Maret 2025, Jawab 10 Pertanyaan Bikin Gabut Ilang

    Link Tes Ujian Gabut Maret 2025, Jawab 10 Pertanyaan Bikin Gabut Ilang

    JABAR EKSPRES – Link Tes ujian Gabut Bulan Maret 2025, akan memberikan sebuah aktifitas seru yang akan mengusir rasa gabut kamu saat mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa.

    Akan ada 10 pertanyaan yang bisa kamu jawab dengan jujur berdasarkan pengalaman yang pernah kamu lakukan. Kamu akan menemukan sebuah aktifitas seru, dimana memadukan kemampuan daya ingat dan juga imajinasimu.

    Link tes ujian gabut ini merupakan tes yang diperuntukkan bagi kamu yang sedang merasa bosan dan bingung akan melakukan apa.

    Baca juga : Sebelum Nonton Konser, Yuk Ikutan Link  Tes Ujian SEVENTEEN, Cek Mana Member yang Paling Cocok Sama Kamu?

    Dari pada melakukan hal yang tidak bermanfaat dan bisa mengarah pada maksiat, lebih baik mengisi link tes ini, agar ibadah puasa kamu terjaga dari perbuatan yang bisa membatalkannya.

    Link tes ujian gabut yang dibuat dengan google form ini akan menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga, yang sesungguhnya merupakan cerminan tingkah lakumu selama ini.

    Link tes ujian Gabut ini dibuat dengan tujuan hanya sebagai hiburan, sehingga jika hasilnya tidak sesuai dengan kondisimu, bisa jadi lebih sesuai dengan kondisi temanmu, karenanya permaianan ini akan lebih seru jika dimainkan bersama teman-temanmu.

    Untuk mengikuti tesnya, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya apapun, hanya cukup menggunakan perangkat HP yang sedang kamu gunakan ini, dan pastikan ada koneksi internet didalamnya.

    Baca juga : BARU RILIS, Link Tes Ujian ENHYPEN 2025 , Temukan Juga Info Terbaru Tentang NI-KI cs di Sini

    Adapun panduan lengkap cara mengikuti tes ini bisa kamu simak dan ikuti langkah-langkah dibawah ini :

    1. Klik link diakhir artikel ini untuk bisa mengakses halaman google form yang berisi soal tes ujian gabut.
    2. Pastikan kamu memiliki akun gmail aktif untuk bisa mengaksesnya.
    3. Setelah masuk di halaman Google Form, kamu bisa langsung mengisi pertanyaan yang terdiri dari 1- soal.
    Ingat untuk menjawab secara jujur dan pastikan tidak ada pertanyaan yang terlewat.
    4. Setelah semua jawaban terisi, kamu bisa langsung mengirimkan jawabannya degan klik tombol kirim.

  • Tunjangan Hari Raya bagi Pekerja Gig: Bisakah?

    Tunjangan Hari Raya bagi Pekerja Gig: Bisakah?

    Oleh: Nailul Huda, Direktur Ekonomi, Center of Economic and Law Studies (CELIOS)

    JABAR EKSPRES – Seperti sudah rutinitas, isu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi driver transportasi online muncul ketika mendekati bulan Ramadhan dan Lebaran. Tahun 2025, isu pemberian THR ini muncul ketika demo driver transportasi online pada 17 Februari 2025 yang lalu. Tuntutan yang dibacakan juga masih seputar pemberian THR hingga memicu komentar dari Menteri dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Sebelum membahas ke arah pemberian THR, ada baiknya pembahasan dimulai dari status driver transportasi online.

    Dalam laporan Celios (2024), driver transportasi online sangat dekat dengan definisi pekerja gig. Pekerja gig sendiri, merupakan pekerja dengan lepas dengan memiliki karakteristik fleksibel dan mendapatkan lebih dari satu sumber penghasilan. Pekerja gig sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu location-based gig worker dan online based gig worker. Driver transportasi online dapat dimasukkan ke dalam location-based gig worker dimana istilah ini mengacu pada pekerja gig yang melakukan tugas atau proyek berdasarkan lokasi geografis tertentu. Artinya, pekerja ini menangani pekerjaan atau proyek yang membutuhkan kehadiran fisik di lokasi tertentu, biasanya dalam batas-batas geografis tertentu.

    Pekerja gig, status pekerjanya bukanlah pekerja formal seperti pada umum-nya. Pekerja gig menggunakan pendekatan kemitraan alih-alih pekerja formal. Tentu, status pekerjaan yang berbentuk kemitraan membuat pembahasan mengenai THR ini tidak kunjung selesai. Secara hukum, THR hanya diberikan kepada pekerja tetap dan tidak tetap. Namun demikian, status pekerja gig adalah kemitraan yang diatur oleh UU nomor 20 tahun 2008. Demikian pula, status dari platform penyedia pekerjaan gig bukan perusahaan yang memiliki pekerja gig.

    Status kemitraan ini yang belum dipahami oleh pemangku kebijakan dimana status pekerja gig, seperti driver transportasi online, masih belum jelas. Tidak ada kesepakatan resmi bahwa pekerja gig ini sebagai kemitraan. Maka dari itu, pekerja gig sering berharap aturannya disamakan dengan pekerja formal. Padahal, kontrak kerja-nya berbentu kemitraan yang dekat dengan pengaturan di Kementerian UMKM, bukan di Kementerian Ketenagakerjaan.

    Platform digital mempunyai bentuk two-sided market atau pasar dua sisi dimana platform melayani dua jenis konsumen. Konsumen pertama adalah para konsumen akhir, seperti contohnya penumpang dalam transportasi online. Konsumen kedua adalah pekerja gig, contohnya adalah driver transportasi online. Platform secara sistem kerja mempertemukan konsumen dalam satu wadah. Ada interaksi langsung antar jenis konsumen yang difasilitasi oleh platform.

  • Sambut Ramadan, Bupati Bogor Rudy Susmanto Serukan Bogor Berseka

    Sambut Ramadan, Bupati Bogor Rudy Susmanto Serukan Bogor Berseka

    JABAR EKSPRES – Sambut bulan suci Ramadan 1446 H, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyerukan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melaksanakan kegiatan Bogor Berseka.

    Bogor Berseka merupakan Kabupaten Bogor Bebersih sekitar kantor menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

    “Akhir Februari 2025, khususnya menyambut bulan Ramadhan kantor kita lebih rapi dan asri,” kata Rudy di sela aktivitasnya menjalani retret kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat, (28/2).

    Melalui kegiatan Bogor Berseka, ia mengajak seluruh Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Bogor untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman, demi pelayanan yang lebih baik.

    BACA JUGA: Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil, Pemkot Bogor Janji Bakal Monitor Harga Selama Ramadan

    Bogor Berseka menekankan tiga poin penting kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bogor.

    Pertama, bebersih setiap hari, pegawai bersama-sama menjaga kebersihan agar pelayanan lebih profesional.

    Kedua, menerapkan zero waste sehingga tidak ada sampah yang tertinggal di kantor. Ketiga, aksi nyata, yakni pengecatan dan perbaikan pagar kantor secara serentak di pekan terakhir Februari 2025.

    “Bersih itu budaya, rapi itu kebiasaan untuk kinerja dan pelayanan yang lebih prima. Salam Bogor Istimewa, kuta udaya wangsa,” ujar Rudy yang juga merupakan mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto.

    BACA JUGA: Dedie Rachim: Presiden Prabowo Jadikan Kota Bogor Percontohan Tata Kota

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyebutkan kegiatan Bogor Berseka mulai dijalankan oleh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor sejak Kamis (27/2).

    “Ini sejak kemarin dilakukan dan Pak Bupati minta setiap hari kegiatan berseka ini. Semua kantor ikut bergerak,”pungkasnya.

  • Polres Tasikmalaya dan Disperindag Gelar Sidak Bahan Pokok

    Polres Tasikmalaya dan Disperindag Gelar Sidak Bahan Pokok

    JABAR EKSPRES – Menjelang Ramadan, Polres Tasikmalaya bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Singaparna, sejumlah ritel serta gudang Bulog pada Jumat (28/2/2025).

    Pengecekan itu memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan puasa.

    Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, menyatakan bahwa hasil sidak menunjukkan stok beras, daging, telur, minyak goreng, sayuran, dan bumbu dapur dalam kondisi aman.

    “Kami lakukan sidak untuk memastikan pasokan dan harga terkendali. Alhamdulillah, stok mencukupi dan harga relatif stabil,” ujarnya, sore ini.

    BACA JUGA: BREAKING NEWS: Awal Ramadhan 2025 Ditetapkan Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025

    Meski sebagian besar harga cenderung stabil, terpantau kenaikan signifikan pada harga daging ayam yang melonjak dari Rp38.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

    Sementara itu, harga daging sapi tetap di kisaran Rp140.000–Rp150.000 per kg, telur ayam Rp30.000 per kg, minyak goreng Rp17.000 per liter, dan beras premium Rp13.000–Rp15.000 per kg.

    “Kenaikan signifikan hanya terjadi pada daging ayam. Sisanya standar, bahkan beberapa komoditas turun,” jelas Ridwan.

    BACA JUGA: FK3I Kembali Soroti Rusaknya Lahan Hutan di Kawasan Bandung Utara

    Hasil sidak juga mencatat penurunan harga beberapa jenis cabai hingga 30 persen. Cabai rawit merah turun dari Rp60.000 menjadi Rp45.000 per kg, sedangkan cabai besar hijau turun dari Rp27.000 ke Rp20.000 per kg, hanya cabai merah keriting yang tetap tinggi di angka Rp80.000 per kg.

    “Ada penurunan harga cabai sekitar 25–40 persen. Ini meringankan masyarakat,” tambah Ridwan.

    Kepolisian mengimbau pelaku usaha tidak melakukan praktik penimbunan atau manipulasi harga. “Aksi curang seperti penimbunan akan dikenai sanksi tegas sesuai hukum,” tegas Ridwan. (CEP)

  • BREAKING NEWS: Awal Ramadhan 2025 Ditetapkan Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025

    BREAKING NEWS: Awal Ramadhan 2025 Ditetapkan Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025

    JABAR EKSPRES – Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan bahwa awal Ramadhan 2025, yang bertepatan dengan 1446 Hijriah, akan jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

    Keputusan ini diumumkan melalui Sidang Isbat yang digelar di Jakarta Jumat petang.

    Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara langsung menyampaikan keputusan ini dalam konferensi pers.

    BACA JUGA: FK3I Kembali Soroti Rusaknya Lahan Hutan di Kawasan Bandung Utara

    “Pada malam ini diputuskan bahwa 1 Ramadhan ditetapkan besok, InsyaAllah tanggal 1 Maret 2025, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1446 Hijriah,” ujar Nasaruddin Umar.

    Dengan keputusan ini, mayoritas umat Islam di Indonesia, baik yang mengikuti organisasi Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU), akan memulai puasa pada hari yang sama.

    Kedua organisasi ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam penentuan awal Ramadhan.

    BACA JUGA: Raperda Pembinaan BUMD Bakal Dikebut Pansus Jika Sudah Dapat Lampu Hijau Kemendagri

    Sebelumnya, Muhammadiyah telah lebih dahulu mengumumkan bahwa awal Ramadhan 2025 juga akan jatuh pada 1 Maret 2025, sesuai dengan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.

    Maklumat tersebut mencakup penetapan awal bulan Syawal dan Zulhijjah 1446 Hijriah, yang berdasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

  • FK3I Kembali Soroti Rusaknya Lahan Hutan di Kawasan Bandung Utara

    FK3I Kembali Soroti Rusaknya Lahan Hutan di Kawasan Bandung Utara

    JABAR EKSPRES – Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, kembali menyoroti peraturan daerah (Perda) tentang Kawasan Bandung Utara (KBU) terkait pengendalian tata ruang.

    Ketua FK3I Pusat, Dedi Kurniawan mengatakan, pihaknya menekan pemerintah untuk tegas, serta akan melakukan pemulihan lingkungan KBU.

    “Kebetulan FK3I di Jabar sudah melaksanakan musyawarah dan rapat kerja daerah, itu kemarin Kamis tanggal 27 Februari 2025,” katanya kepada Jabar Ekspres melalui seluler, Jumat (28/2).

    BACA JUGA: Raperda Pembinaan BUMD Bakal Dikebut Pansus Jika Sudah Dapat Lampu Hijau Kemendagri

    Dedi menerangkan, mengenai musyawarah serta rapat kerja daerah, yang menjadi perhatian adalah terhadap regulasi aturan.

    “Dalam sebuah regulasi memang khusus konteks situasi kawasan hutan di sekitar Cekungan Bandung, meyoroti Kawasan Bandung Utara (KBU) dan Bandung Selatan,” terangnya.

    Dedi mengungkan, khusus untuk di KBU, pihak FK3I tidak ada toleransi terhadap diadakannya pembangunan apartemen, wisata atau bangunan apapun yang tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

    “Dengan catatan, regulasi yang ada pun perlu diimplementasikan dan direvisi, karena ada beberapa hal memang penting untuk diperkuat terkait KBU,” ungkapnya.

    Setidaknya, ujar Dedi, langkah tersebut dinilai dapat memperkuat dan mempertahankan kawasan-kawasan hutan yang masih ada.

    BACA JUGA: Efisiensi Anggaran Tak akan Ganggu Pembangunan Gedung DPRD KBB

    Kemudian FK3I juga akan melakukan proses pemulihan kawasan secara swadaya dan pihak mana pun, dalam rangka melestarikan kembali kondisi-kondisi lahan hutan yang rusak.

    “Seperti kawasan yang rusak melalui proses edukasi dan sosialisasi, tentunya dipanjutkan dengan proses penanaman,” ujarnya.

    Dedi menjelaskan, di kawasan KBU diduga masih banyak bangunan liar dan bangunan yang melanggar regulasi peraturan daerah (Perda).

    Menurutnya, pelanggaran tersebut rata-rata telah terjadi namun tidak ada upaya pemulihan dan sanksi seperti halnya hotel yang dulu pernah dicabut izinnya.

    BACA JUGA: Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil, Pemkot Bogor Janji Bakal Monitor Harga Selama Ramadan

    Dedi menilai, persoalan penegakan KBU pun mesti digaungkan kepada para pengelola kawasan tingkat pusat seperti Perhutani, PTPN dan BBKSDA.

  • Raperda Pembinaan BUMD Bakal Dikebut Pansus Jika Sudah Dapat Lampu Hijau Kemendagri

    Raperda Pembinaan BUMD Bakal Dikebut Pansus Jika Sudah Dapat Lampu Hijau Kemendagri

    JABAR EKSPRES – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jabar serius untuk menggarap Raperda tentang Pengelolaan dan Pembinaan BUMD. Kini usulan itu masih menunggu evaluasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Ketua Bapemperda DPRD Jabar Sugianto Nangolah menuturkan, usulan mengenai pembahasan raperda itu tentu bukan tanpa alasan. Tapi ada persoalan serius terkait kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jabar.

    Dari 41 BUMD yang dimiliki Pemprov Jabar, hanya segelintir yang kinerjanya memuaskan. Padahal peran BUMD cukup dibutuhkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Peran BUMD itu penting, jadi agar tidak mengandalkan pajak kendaraan saja untuk PAD,” cetusnya.

    BACA JUGA: Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil, Pemkot Bogor Janji Bakal Monitor Harga Selama Ramadan

    Politikus Partai Demokrat itu melanjutkan, regulasi yang akan disusun itu diharapkan bisa meningkatkan kinerja dari BUMD. Makanya bakal ada sejumlah aturan penting dalam raperda. Salah satunya terkait sanksi tegas bagi dirut BUMD untuk mundur jika tidak stor dividen.

    Pihaknya telah berkomunikasi dengan Kemendagri mengenai usulan pembahasan raperda itu. “Ini masih menunggu Kemendagri. Kalau selesai akan dikebut pansus,” bebernya.

    Sejumlah Direktur BUMD juga merespon rencana itu. Misalnya Plt Direktur Utama PT Jamkrida Jabar Agus Subrata. Pihaknya sepakat bahwa BUMD harus berkinerja baik. Aturan itu bakal menjadi tantangan bagi pimpinan BUMD. “BUMD hadir untuk mensejahterakan masyarakat juga,” jelasnya.

    PT Jamkrida Jabar sendiri termasuk BUMD yang mencatatkan kinerja positif. Pada tahun buku 2023. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu berhasil mencatatkan setoran dividen sebesar Rp 5,585 Miliar.

    BACA JUGA: Efisiensi Anggaran Tak akan Ganggu Pembangunan Gedung DPRD KBB

    Desakan untuk evaluasi atau perbaikan terhadap kinerja BUMD memang muncul dari berbagai pihak. Mulai dari suara-suara fraksi dalam kesempatan pandangan umum. Ataupun kelompok masyarakat hingga mahasiswa. Misalnya perwakilan Gerakan Pemuda Mahasiswa Peduli Bangsa, Kamis (13/2) lalu.

    Ketua Komisi III DPRD Jabar, Jajang Rohana, mengungkapkan bahwa usulan untuk pembentukan Pansus BUMD sudah banyak dibicarakan. Selain desakan dari mahasiswa, sejumlah wakil rakyat lainnya juga telah menyuarakan hal yang sama.

  • Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil, Pemkot Bogor Janji Bakal Monitor Harga Selama Ramadan

    Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil, Pemkot Bogor Janji Bakal Monitor Harga Selama Ramadan

    JABAR EKSPRES – Beberapa komoditas disejumlah pasar tradisional di Kota Bogor mengalami kenaikan harga meskipun masih dalam batas wajar.

    Misalnya, harga telur naik dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 31.000/kg. Beras mengalami kenaikan sekitar Rp 300–400/liter, sementara cabai rawit jablay mengalami kenaikan cukup tinggi hingga mencapai Rp 110.000–Rp 120.000/kg.

    Selain itu, minyak goreng kemasan Minyakita menjadi perhatian karena tidak disuplai selama tiga minggu terakhir. Namun, ketersediaannya masih bisa diatasi dengan minyak curah.

    Menyikapi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin terus memastikan stok dan harga bahan pokok tetap stabil serta mencegah lonjakan harga yang signifikan selama bulan suci Ramadan 1446 H.

    BACA JUGA: Dedie Rachim: Presiden Prabowo Jadikan Kota Bogor Percontohan Tata Kota

    “Kami ingin memastikan bahwa menjelang Ramadan dan Idul Fitri, stok bahan pokok tetap tersedia dan harga stabil. Jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan akibat kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi dikutip Jumat (28/2).

    Untuk itu, dirinya menegaskan, bahwa Pemkot Bogor, melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin), akan terus melakukan pemantauan harga dua kali dalam seminggu guna memastikan harga tetap terkendali.

    “Kami terus berkoordinasi dengan para pengusaha dan pedagang agar distribusi tetap lancar, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga wajar,” tuturnya.

    BACA JUGA: Akses Jalan Citeureup-Sukamakmur Putus, Bupati Bogor Intruksikan Bangun Jembatan Bailey

    Hanafi menambahkan, Pemkot Bogor juga menyoroti potensi penimbunan bahan pokok oleh oknum pedagang nakal.

    “Kami akan melakukan rapat inflasi setiap Senin bersama Satgas Pangan dari kepolisian. Jika ditemukan adanya agen yang menimbun bahan pokok, kami akan segera berkoordinasi untuk melakukan tindakan tegas,” tukasnya. (YUD)

  • MA Vonis Mantan Dirut Pertamina 13 Tahun Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Gas Alam

    MA Vonis Mantan Dirut Pertamina 13 Tahun Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Gas Alam

    JABAR EKSPRES – Mahkamah Agung (MA) berikan vonis berat kepada mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dalam kasus korupsi pengadaan gas alam cair atau liquid natural gas (LNG) dari 9 tahun penjara jadi 13 tahun penjara.

    Tidak hanya dibui, MA juga menghukum Karen untuk membayar denda sebesar Rp650 juta subsider 6 bulan kurungan. Denda tersebut lebih besar dari putusan pengadilan sebelumnya yaitu Rp500 juta subsider 3 bulan.

    “Pidana penjara 13 tahun, denda Rp650 juta susider enam bulan kurungan,” demikian petikan amar putusan tingkat kasasi Nomor 1076 K/PID.SUS/2025 dikutip dari laman resmi MA RI, Jumat (28/2).

    BACA JUGA: PU Menang Banding, Vonis Emil Ermindra di Kasus Korupsi Timah Diperberat jadi 20 Tahun Penjara

    Pada dasarnya, Majelis Kasasi menolak permohonan kasasi Karen ataupun jaksa penuntut umum KPK. Namun majelis kasasi memutus untuk memperbaiki kualifikasi dan pidana dari putusan pengadilan banding yang menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama.

    “Terbukti Pasal 3 TPK juncto Pasal 55 junto Pasal 64,” lanjut putusan amar tersebut.

    Putusan kasasi diputus pada Jumat (28/2) oleh Hakim Agung Dwiarso Budi Santiarto selaku ketua mejelis dengan anggota 1 Sinintha Yuliansih Sibarani dan anggota 2 Achmad Setyo Pudjoharsoyo, serta Agustina Dyah Prasetyaningsih sebagai painter pengganti.

    BACA JUGA: Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Kejagung Geledah Rumah Pengusaha Riza Chalid

    “Perkara telah diputus, sedang dalam proses minutasi (pengarsipan berkas perkara menjadi arsip negara) oleh majelis,” demikian tertulis pula di laman MA.

    Sebelumnya,  Pengadilan Tinggi Jakarta memperkuat vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhada Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan yaitu 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.