Author: Gelora.co

  • Viral Rekaman CCTV Diduga Aura Kasih dan Ridwan Kamil di Hotel, Ini Faktanya

    Viral Rekaman CCTV Diduga Aura Kasih dan Ridwan Kamil di Hotel, Ini Faktanya

    GELORA.CO – Sebuah video rekaman CCTV yang disebut mirip Aura Kasih dan Ridwan Kamil tengah di hotel viral di media sosial. Aura Kasih memang tengah dalam sorotan karena disebut-sebut memiliki hubungan gelap dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil sendiri telah digugat cerai oleh istrinya yang juga anggota DPR RI, Atalia Praratya. Belum diketahui apa yang menjadi latar belakang gugatan tersebut.

    Ridwan Kamil juga sebelumnya terlilit kasus dugaan hubungan gelap dengan seorang mantan model dewasa Risa Mariana. Bahkan pengakuan Risa Mariana, hubungannya dengan Ridwan Kamil hingga membuahkan seorang anak perempuan.

    Video Viral Ridwan Kamil dan Aura Kasih

    Sebuah video yang dibalut dengan berita tentang isu hubungan Ridwan Kamil dan Aura Kasih beredar di media sosial. Salah satunya melalui Threads.

    Dalam video itu terlihat seorang perempuan dan laki-laki berjalan di sebuah lorong yang disebut di hotel. Keduanya menghadap ke belakang sehingga tak terlihat bagian wajahnya.

    Namun demikian, tidak diketahui di mana klaim atau asal muasal video tersebut. Perempuan dan laki-laki tersebut tidak dipastikan sebagai Aura Kasih dan Ridwan Kamil.

    Video tersebut juga belum terverifikasi termasuk kepada pihak-pihak terkait. Tidak diketahui lebih lanjut terkait rekaman tersebut, di mana dan kapan lokasi yang disebutkan.

    Hingga kini, video tersebut belum dipastikan kebenarnnya. Kemungkinan sebuah hoaks untuk menarik minat pengguna netizen atau buatan AI yang dihubung-hubungkan dengan pemberitaan yang sedang ramai saat ini.

    Komentar Netizen

    Meski belum terverifikasi, banyak netizen yang menganggap kebenaran video tersebut. Tapi tak sedikit juga yang meragukan.

    “Kerahasiaan tamu itu dijaga benar sama hotel, kalau sampe membocorkan itu, itu berarti hotel itu melanggar kode etik atau gimana sih. Atau peraturannya udah berubah apa gimana,” komentar @sulthaaan_sweetpatisserie.

    “Mohon maaf salfok, kenapa yang bawa barang kadi AK-nya dah? Heh RK, lu tuh lakik! Bawain kek,” kata @wdiprwsta.

    “Meragukan ah kalau laki-laki itu Ridwan Kamil. Postur tubuh dan jalannya saya tau betul Kang Emil,” kata @joehari.04.

    “Barang bukti videonya burik jadi belum tentu berita ini benar,” kata @trendyvalentino.

  • Kejagung Copot Kajari dan 2 Kasi Kejari HSU usai Jadi Tersangka KPK

    Kejagung Copot Kajari dan 2 Kasi Kejari HSU usai Jadi Tersangka KPK

    GELORA.CO  – Kejaksaan Agung (Kejagung) mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU) beserta dua pejabat lainnya setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diketahui terlibat kasus dugaan pemerasan proses penegakan hukum di Kejari Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.

    Ketiganya adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU, Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN); Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari HSU, Asis Budianto (ASB); dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari HSU, Tri Taruna Fariadi (TAR).

    “Sudah dicopot dari jabatannya dan diberhentikan sementara status kepegawaian sambil menunggu proses pengadilan dan keputusan yang berkekuatan hukum tetap,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

    Anang memastikan pengusutan kasus dugaan pemerasan itu kepada KPK. Dia menegaskan kejaksaan tak akan ikut campur.

    “Kami mendukung upaya kita dalam membersihkan Jaksa dan pegawai yang melakukan perbuatan tercela silahkan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan kami siap bersinergi dalam penegakan hukum dengan prinsip kesetaraan saling menjaga dan menghormati masing-masing pihak,” ungkap dia.

    Sebelumnya, Kajari dan dua pejabat Kejari HSU ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis (18/12/2025). KPK telah mengantongi kecukupan bukti adanya dugaan pemerasan di Kejari HSU.

    “Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ucap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2025).

    Pemerasan Kajari HSU dan dua anak buahnya diduga dilakukan terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten HSU dengan modus ancaman penanganan laporan pengaduan. Diduga, praktik tersebut berlangsung setelah Albertinus menjabat sebagai Kajari HSU pada Agustus 2025.

    “Setelah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara pada Agustus 2025, saudara APN diduga menerima aliran uang sekurang-kurangnya sebesar Rp804 juta, baik secara langsung maupun melalui perantara,” ujar Asep

  • Petugas KPK Ditabrak saat OTT Kejari HSU, Begini Kondisinya

    Petugas KPK Ditabrak saat OTT Kejari HSU, Begini Kondisinya

    GELORA.CO -Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditabrak saat melakukan operasi tangkap tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, petugas tersebut ditabrak saat hendak menangkap Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna pada Kamis, 18 Desember 2025.

    “Alhamdulillah kondisi baik, selamat,” kata Budi, Minggu, 21 Desember 2025.

    Tri Taruna sempat melakukan perlawanan dan melarikan diri. Pada saat itulah, salah satu petugas KPK ditabrak. Namun, berdasarkan kecukupan dua alat bukti, KPK tetap menetapkan Tri Taruna sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan.

    “Yang bersangkutan (Tri) sedang dilakukan pencarian dan akan kami terbitkan DPO apabila tidak ditemukan,” tambah Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu, 20 Desember 2025.

    Asep mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kejati Kalsel dalam pencarian Tri Taruna. Secara paralel, KPK berharap Tri Taruna kooperatif untuk menyerahkan diri.

    “Kami juga akan berkoordinasi dengan keluarganya, kan biasanya kalau lari atau pergi ke kenalannya atau keluarganya,” jelas Asep.

    KPK resmi menetapkan 3 tersangka usai melakukan OTT. Ketiga tersangka dimaksud yakni Kepala Kejari Kabupaten HSU periode Agustus 2025-sekarang, Albertinus Parlinggoman Napitupulu; Kasi Intel Kejari HSU, Asis Budianto; dan Tri Taruna Fariadi.

    Dalam perkaranya, Albertinus setelah menjabat sebagai Kepala Kejari HSU diduga menerima aliran uang Rp804 juta, secara langsung maupun melalui perantara, yakni Asis Budianto dan Tri Taruna, serta pihak lainnya.

    Uang tersebut berasal dari dugaan tindak pidana pemerasan Albertinus kepada sejumlah perangkat daerah di Pemkab HSU, di antara dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas pekerjaan umum, dan rumah sakit umum daerah (RSUD).

    Pemerasan itu dilakukan dengan ancaman dengan modus agar Laporan Pengaduan (Lapdu) dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang masuk ke Kejari HSU terkait dinas tersebut tidak ditindaklanjuti proses hukumnya.

    Dalam kurun November-Desember 2025 dari permintaan tersebut, Albertinus diduga menerima sebesar Rp804 juta, yang terbagi dalam dua klaster perantara.

    Melalui perantara Tri Taruna, yaitu penerimaan dari Rahman selaku Kepala Dinas Pendidikan HSU senilai Rp270 juta, dari EVN selaku Direktur RSUD HSU sebesar Rp235 juta.

    Melalui perantara Asis Budianto, yaitu penerimaan dari Yandi (YND) selaku Kepala Dinas Kesehatan HSU sebesar Rp149,3 juta.

    Sementara itu, Asis yang merupakan perantara Albertinus, dalam periode Februari-Desember 2025 juga diduga menerima aliran uang dari sejumlah pihak sebesar Rp63,2 juta

  • Warganet Ngakak MBG Tetap Jalan saat Liburan Sekolah: Yang Makan Setan!

    Warganet Ngakak MBG Tetap Jalan saat Liburan Sekolah: Yang Makan Setan!

    GELORA.CO –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama musim liburan sekolah.

     

    Sejumlah skema disiapkan Badan Gizi Nasional (BGN) menyiasati distribusi MBG ke sekolah-sekolah di Tanah Air, diantaranya siswa diminta mengambil MBG ke sekolah masing-masing.

     

    Kebijakan BGN ini pun menuai sorotan dari publik, khususnya warganet. Mayoritas warganet mengaku heran dan tak sedikit yang menilai pemerintah sedang bercanda.

     

    “Ngakak… Opsi opsi yg ditawarin juga lucu,” cuit @purbaningrum di linimasa X, seperti dikutip Minggu 21 Desember 2025.

     

    “Yang makan (MBG) setan,” sambung aktivis antikorupsi @emerson_yuntho.

     

    Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menerangkan, program MBG saat libur tergantung dari kesepakatan antara pihak sekolah dan murid.

     

    “Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” ujar Nanik.

     

    Ia menyebutkan menu MBG selama libur juga akan disesuaikan menjadi bahan kering seperti buah, susu, roti, dan telur asin.

    Pengambilan menu, kata Nanik, bisa dilakukan orangtua siswa atau siswa sendiri ke sekolah.

     

    “Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Orangtuanya juga boleh yang ambil,” ucap Nanik.

  • MAKI Bongkar Dugaan Pembangkangan KPK atas Perintah Hakim Tipikor Medan untuk “Menyeret” Bobby Nasution

    MAKI Bongkar Dugaan Pembangkangan KPK atas Perintah Hakim Tipikor Medan untuk “Menyeret” Bobby Nasution

    GELORA.CO – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Dewan Pengawas KPK memanggil wartawan Tempo wilayah Medan, Sahat Simatupang, sebagai saksi kunci.

    Permintaan ini menyusul keterangan Sahat dalam sidang praperadilan MAKI melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2025), yang mengungkap dugaan pembangkangan KPK terhadap perintah hakim.

    Dalam persidangan tersebut, Sahat menyatakan bahwa Hakim Pengadilan Tipikor Medan secara tegas memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menghadirkan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, guna didengar keterangannya sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi proyek jalan di Sumatra Utara. Namun hingga persidangan berakhir dan putusan dijatuhkan, perintah tersebut tidak pernah dilaksanakan.

    MAKI menilai pemanggilan ulang Sahat oleh Dewas KPK menjadi krusial untuk meluruskan klaim KPK yang belakangan menyebut perintah hakim telah “diralat”. Menurut MAKI, tidak pernah ada pencabutan maupun ralat perintah pemanggilan oleh majelis hakim.

    “Urgensi Dewan Pengawas KPK memanggil saksi Sahat Simatupang adalah untuk menerangkan kembali bahwa hakim tidak pernah mencabut atau meralat perintah pemanggilan Gubernur Sumatra Utara. Namun JPU dan KPK tetap abai, bahkan terkesan membangkang perintah tersebut. Hal ini tampak dari pernyataan Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur, yang menyebut hakim telah meralat perintah pemanggilan Gubernur Sumut dengan menyitir adanya klarifikasi JPU kepada hakim apakah diperlukan pemanggilan saksi di luar berkas perkara, termasuk Gubernur Sumut,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada Monitorindonesia.com, Minggu (21/12/2025).

    Pernyataan KPK yang menyebut hakim telah meralat perintah pemanggilan tersebut dinilai MAKI menyesatkan. Klarifikasi yang dilakukan JPU kepada hakim, menurut MAKI, tidak identik dengan pembatalan atau pencabutan perintah hakim.

    Lebih jauh, MAKI menuding KPK terkesan takut memanggil Bobby Nasution. Dalam banyak perkara di daerah lain, kepala daerah lazim dipanggil sebagai saksi, bahkan tidak jarang ditetapkan sebagai tersangka. Sikap berbeda KPK dalam perkara ini dinilai mencederai asas kesetaraan di hadapan hukum.

    Dalam pertimbangan putusannya, Pengadilan Tipikor Medan menyatakan adanya actus reus berupa pergeseran anggaran APBD hingga empat kali ke pos PUPR dari pos-pos anggaran lainnya.

    Fakta pergeseran anggaran tersebut, menurut MAKI, tidak mungkin terjadi tanpa peran Gubernur Sumatra Utara. Namun demikian, KPK tidak pernah memanggil Bobby Nasution sebagai saksi pada tahap penyidikan, bahkan mengabaikan perintah pemanggilan saat persidangan berlangsung.

    MAKI menilai rangkaian sikap KPK ini mengarah pada pembangkangan terhadap perintah hakim dan berpotensi merusak kredibilitas penegakan hukum. Oleh karena itu, MAKI meminta Dewas KPK memanggil Sahat Simatupang untuk memastikan fakta persidangan, sekaligus mengusut dugaan pelanggaran etik dan prosedur di internal KPK.

    Jika terbukti perintah hakim diabaikan tanpa dasar hukum yang sah, MAKI menuntut sanksi tegas serta pembenahan menyeluruh agar KPK kembali pada prinsip independensi, keberanian, dan kepatuhan terhadap hukum acara.

    “Bahwa hakim PN Tipikor Medan dalam pertimbangan putusan menyatakan terdapat actus reus (perbuatan melawan hukum) dari fakta peristiwa pergeseran anggaran APBD hingga empat kali ke pos PUPR dari pos-pos lainnya,” jelas Boyamin.

    “Pergeseran ini jelas melibatkan peran Gubernur Sumatra Utara, namun faktanya KPK tidak pernah memanggilnya sebagai saksi pada tahap penyidikan di kantor KPK. Bahkan, meskipun telah diminta oleh hakim, KPK tetap abai dan tidak menghadirkan Gubernur Sumut dalam persidangan PN Tipikor Medan,” imbuhnya.

  • Kampung Hilang Ditelan Jutaan Kayu, Lalu Seolah Berhenti di Masjid Pesantren Mukhlisin Aceh Tamiang

    Kampung Hilang Ditelan Jutaan Kayu, Lalu Seolah Berhenti di Masjid Pesantren Mukhlisin Aceh Tamiang

    GELORA.CO – Sebuah pemandangan menegangkan sekaligus mencemaskan terlihat dari udara di sekitar Pesantren Darul Mukhlisin Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Aceh Tamiang.

    Jutaan kayu menghantam dinding masjid dan dinding pondok pesantren. Yang paling menyakitkan, di bawah jutaan kayu ini ternyata ada kampung yang hilang.

    Masjid dan Pondok pesantren ini juga sekaligus menjadi penahaan laju jutaan kayu yang mau menghantam kota, termasuk RSUD Aceh Tamiang.

    “Pesantren jadi benteng,”ujar akun Instagram @tanyoe.acehtamiang seperti dilihat Sabtu (20/12).

    Sementara Anies Baswedan pada Rabu (17/12) dan beberapa hari sebelumnya juga memposting video saat mengunjungi lokasi pondok pesantren ini.

    Anies bersama warga di sana duduk di atas tumpukan-tumpukan kayu itu.

    “PP Darul Mukhlisin, pesantren yang jadi benteng saat bencana,” kata Anies dalam keterangan video ini.

    “Di bawah ini masih tinggi ini Pak. Di bawah itu masih ada sekitar 10 anak tangga lagi,” kata salah satu warga ke Anies.

    “Jadi semua kayu ini ditahan sama pesantren Pak,” kata warga ke Anies.

    “Ini jadi benteng rakyat di sini,” kata Anies menanggapi salah satu warga yang juga guru di pesantren itu.

    Sementara Artis Arie K Untung juga sudah mengunjungi lokasi pesantren ini pada Jumat (19/12).

    Dalam akun Instagram @ariekuntung, dia memperlihatkan jutaan kayu yang mengelilingi gedung pesantren tersebut.

    “LAGI KEAJAIBAN SANG KHALIK. Bangunan ini jadi benteng dan menyelamatkan 1 kampung. Terjadi di pesantren Darul Mukhlisin milik Haji Wan,” jelas Arie dalam keterangan videonya.

    Tumpukan kayu seluas ini, dengan tinggi 4 meter sepertinya Haji Wan akan angkat tangan untuk memindahkannya.

    “Karena pohon-pohon itu semestinya masih di hutan. Andai yang nebangin mau tanggung jawab merelokasinya,” katanya lagi.

    “Karena mereka sudah mengambil keuntungannya sedang musibahnya dirasakan warga. Kalau melihat ini, aku yakin pemerintah akan marah dan mengambil tindakan kepada mereka,” jelas Arie lagi.

    Semoga ada fihak yang mau membantu agar pesantren penghafal Quran ini bisa aktif lagi menjadi benteng akidah. Bukan benteng nyawa.

    “Hari ini pesantren ini menjadi pembela image buruk pesantren yang coba disebar beberapa pihak dengan sebuah simbol dari Yang Kuasa. Semoga menjadi hikmah bersama,” jelasnya lagi.

    Dalam video yang diposting Arie, terlihat bekas kayu yang sudah dipotong-potong dan tinggal mengangkut saja di lokasi ini.

    Menurut Arie dalam keterangan videonya, satu kampung hilang di sekitar pesantren Darul Mukhlisin tersebut.

    “Rumah kami di sana, kena kayu, hancur semua,” kata salah satu warga dalam rekaman itu seraya menunjuk ke arah tumpukan kayu yang banyak.

    Menurut Arie, di bawah-bawah kayu ini merupakan rumah-rumah warga yang hilang diterjang kayu-kayu tersebut.***

  • Kemiripan Lukisan Aura Kasih dan Pose Ridwan Kamil Disorot, Pernah Ungkapkan Rindu pada Sosok R

    Kemiripan Lukisan Aura Kasih dan Pose Ridwan Kamil Disorot, Pernah Ungkapkan Rindu pada Sosok R

    GELORA.CO –  Kemiripan foto unggahan artis Aura Kasih dan politisi Ridwan Kamil terendus publik.

    Isu perselingkuhan antara Aura Kasih dengan Ridwan Kamil pun jadi semakin ramai diperbincangkan.

    Kini warganet ramai mencocokkan antara foto postingan Aura Kasih dengan foto Ridwan Kamil di Instagram masing-masing.

    Foto tersebut memang dibagikan sudah lama namun netizen sekarang kembali membuka arsip foto lama mereka itu.

    Berdasarkan penelusuran melalui postingan TikTok @jendelasenja, Minggu (21/12/2025) dibagikan kolase foto postingan Instagram Aura Kasih dan Ridwan Kamil masing-masing.

    Dalam foto itu, Ridwan Kamil membagikan fotonya sedang duduk seorang diri di kursi yang berada di tepi danau.

    Suami Atalia Praratya tersebut mengenakan jaket tebal berwarna merah dan syal di leher.

    Pandangan matanya mengarah ke danau dan barisan bukit dengan posisi kepala menoleh ke sisi kiri.

    Sedangkan, Aura Kasih pernah mengunggah foto lukisan yang mirip dengan foto Ridwan Kamil.

    Dalam lukisan itu nampak digambarkan seseorang pria tengah duduk di kursi tepi danau dan juga mengenakan syal.

    Aura Kasih menambahkan caption khusus berbunyi “Dear John..” dalam arsip unggahan insta stories tersebut.

    Sontak netizen pun jadi bertanya-tanya mengenai kemiripan dua gambar tersebut.

    “Ada apa dengan Aura Kasih dan Ridwan Kamil?, “ terang dalam caption.

    Selain itu, netizen juga menyoroti postingan stories Instagram Aura Kasih yang lain.

    Salah satunya unggahan Aura Kasih membagikan foto pribadinya sedang di luar negeri.

    Dalam foto ia berada di sebuah tempat yang sedang turun hujan, ia pun berpayung di tengah jalan.

    Menariknya, Aura Kasih menuliskan keterangan rindu dengan sosok berinisial R.

    “Miss u R, “ tulis Aura.

    Warganet pun ramai menduga inisial R tersebut adalah Ridwan Kamil. 

    Berikut sederet tanggapan warganet dalam kolom komentar postingan TikTok tersebut.

    @Mayang Virgo (nengjudes): Kalau emang benar, gila si netizen skr bener2 keren pasti dapat aja bukti 

    @Ratna: Itu Story aura kpn ? Kalau story lama keren nitizen nemu aja

    @Womenpride: netizen Indo skrng dh kek KNetz bjirr, Dispatch pun kalahhh

    @Hanida Store: habis Lisa Mariana, muncul lah aura 

    @Makseree: klo menurut aku sih , pasti awal mula nya ya dr org2 terdekat mereka yg bener2 tau, nge up pura2 jadi netijen. kalo gak mana mungkin tiba2 netijen kepikiran

    @Asher Nawil Chandra: pantes bisa renovasi rumah pdhl udh lma redup artis aura kasih tpi bisa ttp hedon. ternyata ada yg ngasih bulanan gede mnteull

    @Anak Bungsu: Gamungkin kebetulan sedetail itu gambarnya 

    @bintangjatuh029: arti lagu dear john

    @jendelasenja40 Ada apa dengan Aura Kasih dan Ridwan Kamil ? #aurakasih #ridwankamil #selingkuh #perselingkuhan #fyp ♬ Bahagia Lagi – Piche Kota

  • Kemiripan Lukisan Aura Kasih dan Pose Ridwan Kamil Disorot, Pernah Ungkapkan Rindu pada Sosok R

    Kemiripan Lukisan Aura Kasih dan Pose Ridwan Kamil Disorot, Pernah Ungkapkan Rindu pada Sosok R

    GELORA.CO –  Kemiripan foto unggahan artis Aura Kasih dan politisi Ridwan Kamil terendus publik.

    Isu perselingkuhan antara Aura Kasih dengan Ridwan Kamil pun jadi semakin ramai diperbincangkan.

    Kini warganet ramai mencocokkan antara foto postingan Aura Kasih dengan foto Ridwan Kamil di Instagram masing-masing.

    Foto tersebut memang dibagikan sudah lama namun netizen sekarang kembali membuka arsip foto lama mereka itu.

    Berdasarkan penelusuran melalui postingan TikTok @jendelasenja, Minggu (21/12/2025) dibagikan kolase foto postingan Instagram Aura Kasih dan Ridwan Kamil masing-masing.

    Dalam foto itu, Ridwan Kamil membagikan fotonya sedang duduk seorang diri di kursi yang berada di tepi danau.

    Suami Atalia Praratya tersebut mengenakan jaket tebal berwarna merah dan syal di leher.

    Pandangan matanya mengarah ke danau dan barisan bukit dengan posisi kepala menoleh ke sisi kiri.

    Sedangkan, Aura Kasih pernah mengunggah foto lukisan yang mirip dengan foto Ridwan Kamil.

    Dalam lukisan itu nampak digambarkan seseorang pria tengah duduk di kursi tepi danau dan juga mengenakan syal.

    Aura Kasih menambahkan caption khusus berbunyi “Dear John..” dalam arsip unggahan insta stories tersebut.

    Sontak netizen pun jadi bertanya-tanya mengenai kemiripan dua gambar tersebut.

    “Ada apa dengan Aura Kasih dan Ridwan Kamil?, “ terang dalam caption.

    Selain itu, netizen juga menyoroti postingan stories Instagram Aura Kasih yang lain.

    Salah satunya unggahan Aura Kasih membagikan foto pribadinya sedang di luar negeri.

    Dalam foto ia berada di sebuah tempat yang sedang turun hujan, ia pun berpayung di tengah jalan.

    Menariknya, Aura Kasih menuliskan keterangan rindu dengan sosok berinisial R.

    “Miss u R, “ tulis Aura.

    Warganet pun ramai menduga inisial R tersebut adalah Ridwan Kamil. 

    Berikut sederet tanggapan warganet dalam kolom komentar postingan TikTok tersebut.

    @Mayang Virgo (nengjudes): Kalau emang benar, gila si netizen skr bener2 keren pasti dapat aja bukti 

    @Ratna: Itu Story aura kpn ? Kalau story lama keren nitizen nemu aja

    @Womenpride: netizen Indo skrng dh kek KNetz bjirr, Dispatch pun kalahhh

    @Hanida Store: habis Lisa Mariana, muncul lah aura 

    @Makseree: klo menurut aku sih , pasti awal mula nya ya dr org2 terdekat mereka yg bener2 tau, nge up pura2 jadi netijen. kalo gak mana mungkin tiba2 netijen kepikiran

    @Asher Nawil Chandra: pantes bisa renovasi rumah pdhl udh lma redup artis aura kasih tpi bisa ttp hedon. ternyata ada yg ngasih bulanan gede mnteull

    @Anak Bungsu: Gamungkin kebetulan sedetail itu gambarnya 

    @bintangjatuh029: arti lagu dear john

    @jendelasenja40 Ada apa dengan Aura Kasih dan Ridwan Kamil ? #aurakasih #ridwankamil #selingkuh #perselingkuhan #fyp ♬ Bahagia Lagi – Piche Kota

  • Viral Lagi! Cuitan Ridwan Kamil Sebut Air Susu Aura Kasih

    Viral Lagi! Cuitan Ridwan Kamil Sebut Air Susu Aura Kasih

    GELORA.CO – Polemik gosip miring yang menghubungkan Ridwan Kamil dengan Aura Kasih menemukan babak baru dengan beredarnya cuitan lawas mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.

    Sebelum dikenal luas sebagai politikus yang gemar menyelipkan nama Aura Kasih dalam pantun, ternyata Ridwan Kamil sudah menyinggung nama artis itu di media sosial lebih dari satu dekade lalu.

    Sebuah cuitan di platform X (dulu Twitter) yang diunggah pada 1 Juli 2010 kembali viral. Kala itu, Ridwan Kamil yang masih berprofesi sebagai dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung (ITB) terlihat sedang bercanda dengan akun @capung_cpnk (Kang Capung).

    Dalam balasannya, Ridwan Kamil menulis sesuatu yang unik. 

    “Kang capung mah bkn minum ASI tp ASAK: Air Susu Aur*a Kasi*h :D”.

    Cuitan ini merupakan balasan untuk candaan akun tersebut yang berbunyi “sama:D re: Pastas sy selalu terlihat sehat dan montok :)”.

    Temuan cuitan bernada canda ini muncul di tengah rentetan klarifikasi dan spekulasi terkait hubungan Ridwan Kamil dan Aura Kasih. Sebelumnya, kuasa hukum Atalia Praratya, Debi Agusfriansa, sudah menegaskan bahwa nama Aura Kasih tidak tercantum dalam dokumen gugatan cerai, sekaligus membantah rumor perselingkuhan.

    Namun, beredarnya kembali video pantun Ridwan Kamil yang menyebut nama Aura kini ditambah dengan cuitan lawas ini, terus memicu interpretasi dan tafsir liar di kalangan netizen.

    Pihak Ridwan Kamil hingga saat ini belum memberikan pernyataan terkait viralnya kembali cuitan lawas tersebut, maupun klarifikasi komprehensif untuk meredam seluruh spekulasi yang beredar.

    Sementara itu, Aura Kasih juga tetap bungkam dan belum angkat bicara menanggapi segala rumor yang telah menyebar luas, mulai dari gosip pertemuan di SCBD, serbuan komentar di Instagram, hingga kini cuitan lawas yang melibatkan namanya.

    Keberadaan cuitan dari era pra-politik Ridwan Kamil ini semakin mengukuhkan bahwa penyebutan nama Aura Kasih olehnya bukanlah hal baru.

  • Kondisi Ijazah Jokowi yang Bikin Elida Netti Pengacara Eggi Sudjana Merinding: Robek-robek

    Kondisi Ijazah Jokowi yang Bikin Elida Netti Pengacara Eggi Sudjana Merinding: Robek-robek

    GELORA.CO  – Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, membeberkan kondisi ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang diperlihatkan saat gelar perkara khusus di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/12/2025) lalu. 

    Sebelum ijazah itu diperlihatkan, Elida Netti menyebut sempat ada beda pendapat sehingga suasana sidang memanas. 

    “Perdebatannya panas. Ada yang sampai seperti memberi kuliah hukum dan menyalahkan kami.”

    “Saya sempat emosi dan bilang, jangan menyalahkan orang. Kalau pendapat hukum kamu benar, silakan, tapi jangan menghakimi,” ujar Elida dalam tayangan di Channel YouTube Cumicumi, Jumat (19/12/2025).

    Sidang Memanas

    Suasana tegang itu terjadi akibat pihak Jokowi sempat menolak prosedur pihak kepolisian.

    “Akhirnya sepakat, mereka tidak berkutik karena itu hak kepolisian untuk membuka,” ungkap Elida.

    Ia menceritakan prosesi pembukaan barang bukti dilakukan secara transparan.

    Sebuah map penyitaan tertanggal 23 Juni digunting di hadapan para saksi, termasuk pihak pelapor dan terlapor.

    Di barisan depan, turut menyaksikan Ahmad Khozinuddin, kuasa hukum Roy Suryo Cs, termasuk Kurnia Tri Royani dan Rizal Fadillah.

    Elida Netti mengaku sempat merinding ketika penyidik membuka segel barang bukti yang berisi dokumen milik Jokowi, di antara ijazah SMA dan S1 dari Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 

    “Waktu digunting itu jantung saya dag-dig-dug. Di luar ramai, saya berdoa, ‘Ya Allah, ini sosok yang kita perdebatkan bertahun-tahun sekarang mau kita lihat’,” tuturnya.

    Nekat Pegang Ijazah Jokowi

    Penyidik melarang siapa pun memegang fisik ijazah Jokowi. 

    Namun, saat itu, Elida nekat dan berhasil menyentuh permukaan ijazah mantan Wali Kota Solo itu. 

    “Memang dilarang pegang, tapi kita tidak peduli. Selagi bisa megang, kita pegang. Dia mau tutup, saya tahan dengan ujung jari saya,” jelas Elida.

    Tindakan spontan itu memberikannya jawaban yang selama ini dicari.

    “Saya tusuk dengan ujung jari, saya pegang ada embos (tulisan timbul). Ada watermark-nya, ada lintasan stempel. Saya melihat, saya merinding dan terharu,” tambah Elida.

    Kondisi Ijazah Jokowi Termakan Usia

    Sementara kondisi ijazah Jokowi terlihat usang. 

    “Di bagian bawahnya itu robek-robek, karena sudah puluhan tahun. Namanya kertas tua,” kata dia.

    Menurut Elida saat itu salah seorang tersangka Kurnia Tri Royani memegang tangannya.

    “Bu Eli kita bersyukur, kita bisa lihat dari sekian juta orang katanya iya ya Bu Kurnia, katanya beruntung kita bisa melihat yang asli dari fotokopi yang selama ini beredar, yang menjadi keributan.”

    “Apa sih salahnya lihat ijazahnya cuman begini doang gitu. Nah, kemudian saya termenung,” kata Elida,

    Bagi tim Kuasa Hukum Eggi Sudjana, gelar perkara ini memberikan kepuasan tersendiri.

    Ia menegaskan, apa yang dilihatnya adalah bentuk asli dari fotokopi yang selama ini beredar di masyarakat.

    “Saya melihat aslinya dari fotokopi yang diedarkan. Enggak mungkin fotokopi ini ada kalau enggak ada aslinya. Dan itu aslinya,” tegasnya.

    Meski mengakui masih ada pihak yang skeptis, seperti Roy Suryo yang turut hadir namun tetap memegang keraguan berdasarkan keilmuannya, Elida memilih sikap realistis.

    Baginya, langkah kepolisian memperlihatkan ijazah tersebut adalah tindakan elegan yang patut diapresiasi setinggi-tingginya.

    Elida lalu mengajak publik untuk mulai menggeser fokus dari polemik ijazah yang dinilainya sudah menemui titik terang, menuju isu-isu kebangsaan yang lebih mendesak, seperti penanganan bencana alam dan transisi pemerintahan.

    “Luar biasa gelar perkara hari ini. Allah membolak-balikkan hati pimpinan gelar perkara untuk mengurangi volume polemik. Bagi saya pribadi, saya puas,” pungkasnya.

    Elida mengaku secara pribadi puas dengan jalannya gelar perkara.

    Bahkan ia menyebut sempat dua malam tidak tidur karena stres menyiapkan legal opinion untuk kepentingan kliennya.

    “Bagi saya, gelar perkara ini luar biasa. Sesuatu yang selama ini tertutup akhirnya dibuka di depan sekitar 30 orang,” ucapnya.

    Namun Elida pesimistis polemik ijazah Jokowi akan benar-benar berakhir.

    “Polemik ini sudah terlalu lama, ujungnya enggak pernah ketemu. Selalu jadi trending topic. Seolah-olah kita enggak punya isu lain,” katanya