Author: Gelora.co

  • Walhi Ramal Papua Akan Seperti Sumatra Apabila Ditanam Sawit​

    Walhi Ramal Papua Akan Seperti Sumatra Apabila Ditanam Sawit​

    GELORA.CO – Wahana Lingkungan (Walhi) meramal masa depan Papua apabila pemerintah pusat tetap ngotot membuka lahan sawit di wilayah tersebut. 

    Walhi menilai, ke depannya, tidak menutup kemungkinan bencana banjir besar Sumatra akan terjadi di Papua apabila deforestasi dilakukan pemerintah di bumi cenderawasih tersebut. 

    Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI Uli Arta Siagian usai mendengar wacana Presiden RI Prabowo Subianto yang mau memperluas perkebunan sawit Indonesia hingga Papua.

    Diketahui Presiden Prabowo Subianto ingin Papua ditanami sawit agar menghasilkan bahan bakar minyak (BBM).

    Hal itu dia sampaikan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (16/12/2025).

    Selain itu, Prabowo ingin Papua juga ditanami tebu hingga singkong agar bisa memproduksi bioetanol.

    Dalam pernyataannya, Prabowo menargetkan semua daerah bisa swasembada pangan dan swasembada energi dalam lima tahun ke depan.

    Walhi menolak keras ide Prabowo tersebut lantaran bisa mengundang bencana ekologis di Papua. 

    Uli mengatakan keinginan untuk membuka sawit dan kebun tebu skala besar di Papua hanya akan memperparah krisis ekologis. 

    Terlebih selama ini rakyat Papua juga telah mengalami perampasan wilayah adat akibat izin-izin yang diterbitkan pengurus negara. 

    Bahkan, pembukaan lahan 2 juta hektar untuk pangan dan energi yang sekarang berjalan dampaknya telah dirasakan oleh rakyat di Merauke.

    Mereka merasakan perampasan wilayah adat, hilangnya sumber pangan lokal, banjir, kekerasan bahkan kriminalisasi. 

    Bahkan kini, setiap tahun banjir selalu terjadi di Merauke, Papua.

    Maka kata Uli, bisa bayangkan kedepan banjir ini akan semakin sering terjadi dan meluas. 

    Bahkan, Uli meramalkan, rakyat Papua bisa senasib dengan warga Sumatra yakni mengalami bencana banjir besar apabila hutan hujan diubah menjadi sawit.

    “Pembukaan hutan untuk sawit dalam skala besar di Sumatera diulang Kembali di Papua. Papua dimasa depan akan mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat ini,” jelasnya.

    WALHI Papua mencatat bahwa Papua telah kehilangan tutupan hutan primer ± 688 ribu hectare hingga saat ini. 

    Bahkan mengejutkannya lagi, deforestasi 2022-2023 seluas 552 ribu hektar hutan alam Papua terdeforestasi. 

    Tanpa membuka lahan sawit saja, saat ini Papua menyumbang 70 persen dari total deforestasi nasional. 

    “Jika rencana ekspansi sawit, tebu dan lainnya atas nama swasembada pangan dan energi tetap dijalankan, sama artinya pengurus negara akan mengulang bencana ekologis Sumatera di Papua,” terangnya.

    Bukan hanya bencana bagi Papua, deforestasi wilayah tersebut juga akan menjadi bencana untuk dunia.

    Di mana dunia akan mengalami krisis iklim seperti bencana-bencana badai yang mulai terjadi di wilayah khatulistiwa.

    Maka jangan heran, Indonesia ke depannya akan terus dibayang-bayangi bencana badai dan banjir apabila hutan di Papua ikut dirusak.

    “Lebih jauh lagi, emisi yang akan dilepaskan dari perubahan hutan menjadi konsesi sawit, tebu dan aktivitas ekstraktif lainnya akan semakin memperparah krisis iklim. Anomali iklim, cuaca ekstrem adalah bahaya yang akan dihadapi oleh jutaan rakyat Indonesia,” tambahnya.

    Menurut Uli, rencana membuka hutan untuk menanam tanaman yang menghasilkan bio energi bukanlah solusi baru, tetapi bagian dari pendekatan pembangunan berbasis ekspansi lahan yang telah dikritik selama ini. 

    Pembukaan hutan untuk sawit, tambang, dan proyek ekstraktif lainnya merupakan salah satu penyebab struktural terjadinya krisis lingkungan, termasuk mengurangi kemampuan lanskap untuk menyerap curah hujan ekstrim, memperparah banjir, dan merusak sumber penghidupan masyarakat adat serta masyarakat lokal.

    Oleh karena itu WALHI mengingatkan bahwa kedaulatan energetika harus menjadi prioritas negara, tidak cukup hanya swasembada pangan dan energi. 

    “Energetika harus diletakkan dalam kerangka hak, sebab akses terhadap energi yang mendasari keberlanjutan dan martabat hidup manusia,”

    “Energi memungkinkan produksi pangan, tempat tinggal layak di berbagai iklim, layanan esensisal seperti Kesehatan dan Pendidikan serta konektivitas. Sistem energi harus diletakkan pada pemenuhan kebutuhan hak dasar warga negara bukan pada akumulasi kapital,” tutup Uli.

    Uli menjelaskan, energi seringkali hanya dipandang sebagai upaya penyediaan daya dari pemanfaatan sumber-sumber fisik atau kimia (utamanya bahan bakar fosil) untuk menghasilkan listrik dan atau untuk menggerakkan mesin. 

    Pandangan ini menjauhkan keseluruhan urusan energetika bagi regenerasi sosial-ekologis, dan berakhir hanya pada urusan kecukupan sumber tenaga untuk kesinambungan industrialisasi.

  • Dewi Perssik Sebut Prabowo Pantas Jadi Presiden Seumur Hidup, Sorot Kunjungan ke Aceh Sampai 3 Kali

    Dewi Perssik Sebut Prabowo Pantas Jadi Presiden Seumur Hidup, Sorot Kunjungan ke Aceh Sampai 3 Kali

    GELORA.CO – Penyanyi dangdut Dewi Perssik menyebut Presiden RI Prabowo Subianto pantas menjadi presiden seumur hidup.

    Hal tersebut disampaikan Dewi Perssik saat siaran live di media sosialnya.

    Mulanya Dewi Perssik membandingkan bencana banjir di Aceh dan Sumatera.

    Ia menyebut masyarakat korban bencana di Aceh sudah didatangi tiga kali oleh Prabowo Subianto.

    Menurutnya hal tersebut berbeda jauh dengan korban bencana di Jember.

    “Masih mending kamu didatengin Aceh sama presiden tiga kali. Kita Lumajang, Jember belum didatengin masih. Tapi enggak berisik,” ucap Dewi Perssik dikutip TribunJakarta, pada Senin (22/12/2025).

    Dewi Perssik lalu mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan komentar buruk kepada Prabowo Subianto.

    Sekedar informasi, Prabowo Subianto dan jajarannya kini tengah ramai dikritik setelah dinilai lambat menangangi banjir di 3 provinsi di Sumatera, yakni, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

    “Ya setidaknya, kalau misalkan gak ngasih bantuan secara energinya buat korban-korban bencana, ya setidaknya donasi lah,” ucap Dewi Perssik.

    “Kalau misalkan gak punya duit, jarinya dipakai yang baik-baik,”

    “Bukan malah memecah belah rakyat,”

    “Memfitnah presiden, kasihan,” imbuhnya.

    Menurut Dewi Perssik di tengah bencana yang datang bertubi-tubui ke berbagai daerah Indonesia, masyarakat seharusnya bisa saling bekerja sama, dan bukannya malah melemparkan komentar buruk ke pemerintahan Prabowo Subianto. 

    “Maksudnya aku cuma menengahi di sini tuh dalam arti bukan waktunya, sekarang itu siapa yang paling oke. Siapa yang paling pintar, siapa yang paling banyak bantuannya,” kata Dewi Perssik.

    “Tapi, bagaimana kita itu bersinergi, kita itu bermasyarakat, kita itu bersatu, bukan saling berantem-beranteman,” tambah Dewi Perssi.

    Dewi Perssik kemudian menyoroti aksi para anggota TNI yang turut membantu korban bencana.

    “Apalagi anak aku di TNI. Pagi, siang, malam melihat bapak-bapak TNI itu sampai jalan kaki, memberikan bantuan,”

    “Karena memang tempatnya, medannya kan untuk memberikan bantuan itu, kan juga kan kita ngeliat, gitu kan,” imbuhnya.

    Dewi Perssik lantas menduga orang-orang yang mengkritik kinerja pemerintah dalam mengatasi bencana memiliki kepentingan tersembunyi, yakni menduduki jabatan sebagai Presiden RI.

    Ia lalu menegaskan di matanya Prabowo Subianto pantas menjadi presiden seumur hidup.

    “Tapi, ya Allah, pada nol empati banget, ya ngata-ngatain, makanya ya mungkin ada kepentingan kali,” kata Dewi Perssi.

    “Ada orang yang kepingin jadi presiden kali, gitu loh,”

    “Tapi, kalau aku pribadi sih, kayaknya bapak Prabowo harus jadi presiden seumur hidup deh,” ucap Dewi Perssik.

    Diwartakan sebelumnya Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo Subianto sudah berkali-kali mengunjungi daerah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. 

    Teddy menegaskan, Prabowo sudah tiga kali ke Aceh dan masing-masing dua kali ke Sumatera Utara. 

    “Di hari kelima Bapak Presiden ke sana, dan saat ini Bapak Presiden sudah ke Aceh tiga kali, ke enam kabupaten. Ke Sumatera Utara dua kali. Sumatera Barat dua kali. Masing-masing empat kabupaten,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

  • Sangat Mungkin Awal 2026 Terjadi Crossfire antara Elit dan ‘Piring Kosong Emak-emak’

    Sangat Mungkin Awal 2026 Terjadi Crossfire antara Elit dan ‘Piring Kosong Emak-emak’

    GELORA.CO – Pengamat politik, Rocky Gerung menyampaikan prediksi berdasarkan riset Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait situasi sosial-politik yang diperkirakan terjadi pada awal 2026.

    KAMI adalah gerakan moral masyarakat sipil yang dideklarasikan pada Agustus 2020, dipelopori tokoh-tokoh nasional seperti Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Rocky Gerung, dan Refly Harun.

    Adapun tujuan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yakni mengawasi jalannya pemerintahan dan mengkritik kebijakan yang dianggap menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

    Kemudian, menyerukan perbaikan tata kelola negara, kesejahteraan rakyat, dan keadilan sosial.

    Hasil riset KAMI menunjukkan, Indonesia berpotensi terjadi situasi crossfire atau benturan silang antara kalangan elit dengan masyarakat akar rumput.

    “Saya mulai menghitung, KAMI barusan bikin riset bahwa sangat mungkin semester awal 2026 akan terjadi crossfire antara frustasi elit dan piring kosong emak-emak,” kata Rocky, dikutip Tribunnews dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (22/12/2025).

    Menurutnya, ketegangan ini muncul secara organik tanpa rekayasa.

    “Gejala itu hadir tanpa kita rancang,” sambungnya.

    Pria lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan, Indonesia saat ini tengah berada dalam kondisi ketidakpastian.

    Dijelaskannya, hari ini, hampir tidak ada lagi warga, terutama anak muda yang memimpikan Indonesia akan terhibur dengan jargon bonus demografi hingga janji-janji Presiden Prabowo Subianto saat Pemilu.

    “Jadi kalau KAMI memberi sinyal kritik kepada Presiden Prabowo dasarnya adalah argumen akademis dan kecintaan kepada negeri,” tandasnya.

    Pria kelahiran 1959 itu menjelaskan, hari-hari ini, generasi muda merasa gelisah. 

    Satu di antara kegelisahan itu yakni anak muda tidak lagi melihat masa depan politik sebagai ruang kompetisi yang adil.

    Tahun 2029, dalam persepsi mereka menurut Rocky, seolah sudah ditentukan sejak awal, terutama karena kuatnya pengaruh kekuasaan politik dinasti Solo atau keluarga mantan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

    “Kita mulai membaca kegelisahan anak muda, yang tidak melihat prospek untuk bersaing di 2029. Karena menganggap dari awal arah 2029 sudah ditentukan oleh dinasti Solo yang kemudian tidak mau dikoreksi oleh Presiden Prabowo,” ungkap dia.

    “Jadi kalau kritik dari KAMI diucapkan dengan cara seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dimaksudkan untuk memanggil kembali akal sehat dalam republik ini, hanya itu yang kita inginkan,” sambungnya.

    Atas alasan itu, sejumlah tokoh yang mempunyai gagasan serupa berkumpul di KAMI.

    Mereka menyampaikan kritik pada setiap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

    “Teman-teman yang punya potensi untuk menghasilkan kembali pikiran berkumpul di KAMI, hanya demi mencegah jangan sampai penyelamatan KAMI selama lima tahun ini tidak berguna,” terang Rocky.

    Rocky lantas menyoroti sebuah paradoks serius terkait tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Prabowo yang sangat tinggi.

    Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, 77,7 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama setahun pemerintahan.

    Survei itu dilakukan pada 20-27 Oktober terhadap 1.220 responden. Margin of error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    “Yang saya baca, presiden Prabowo disukai, gembira orang terhadap presiden, sehingga dia dapat kepercayaan, tingkat kepercayaan mungkin 80 persen,” jelas Rocky.

    Namun, lanjut Rocky, hal itu berbanding terbalik dengan rendahnya kepercayaan terhadap demokrasi dan lembaga-lembaga publik.

    Menurutnya, ini merupakan situasi berbahaya. Demokrasi justru sehat ketika kepercayaan pada sistem lebih kuat daripada kultus terhadap individu.

    Jika seorang presiden dipercaya secara berlebihan, sementara institusi demokrasi dilemahkan, maka yang muncul adalah kultus individu.

    “Tapi kalau kita lihat kehidupan demokrasi justru buruk, bahaya betul kalau seorang pemimpin dieluh-eluhkan di dalam nilai kuantitatif yang sebegitu besar.”

    “Sementara demokrasi, lembaga-lembaga publik itu gak dipercaya, artinya ada kultus individu, itu intinya. Kalau orang percaya pada demokrasi, presiden dipercaya 20 persen pun aman, tapi ini terbalik,” jelas dia.

    Rocky menilai, kondisi ini sebagai bentuk kepura-puraan opini publik.

    Ia menegaskan, KAMI berkomitmen untuk hadir dan menyelamatkan Indonesia dalam situasi tersebut.

    “Jadi dalam refleksi ini, saya mewakili perjalanan panjang KAMI yang berupaya untuk menyelamatkan Indonesia dan masih di situ rencana kita,” bebernya.

    “Kita ingin mengambil konsekuensi untuk membawa negeri ini pada mimpi yang mulia, karena kita punya harapan-harapan yang memungkinkan kita mengatakan satu waktu bahwa Indonesia sudah ditemukan kembali,” sambungnya.

    Rocky menegaskan, pergerakan KAMI tidak menyimpan dendam terhadap individu tertentu, melainkan mengkritisi kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat

    “KAMI berupaya menerangkan itu pada publik dan tidak ada dendam kami pada personal, kami dendam pada kebijakan yang dungu,” terangnya.

    Ia juga menyoroti perbedaan pandangan antara pesimisme dan optimisme di tengah masyarakat.

    Menurut dia, sikap pesimis yang ditunjukkan KAMI justru didasari pemikiran rasional, berbeda dengan optimisme sebagian pihak yang dinilainya tak berdasar. 

    “KAMI berupaya mengevaluasi setiap hari, tapi sekali lagi yang kita ucapkan ini adalah untuk menggembirakan publik, bahwa kendati ada pesimisme.”

    “Tapi kami pesimis karena kami rasional. begitu banyak orang yang optimis tapi optimisnya irasional.”

    “Kita ingin bangunkan lagi harapan dan memberi kepercayaan pada publik bahwa Indonesia bisa dihasilkan ulang dengan satu radical break,” ucap Rocky.

    Sebagai solusi atas potensi krisis itu, Rocky menaruh harapan pada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil keputusan tegas.

    Ia pun mengingatkan, agar Presiden Prabowo tidak tersandera oleh transaksi politik saat Pemilu.

    “Presiden tidak boleh tersandera oleh hasil transaksi dia ketika pemilu, karena pemilu sudah selesai.”

    “Dia adalah Presiden yang harus bisa mengambil keputusan artinya keputusan dia harus otentik, bukan lagi hasil ‘dagang sapi’ dengan partai-partai sebelumnya,” beber dia.

    Rocky percaya jika Presiden Prabowo berani mengambil tindakan tegas dan meninggalkan pola-pola lama, Indonesia bisa menjadi lebih baik dari saat ini.

    “Dengan cara itu kita bisa ucapkan satu waktu pada generasi yang menunggu 2029 bahwa kita bergerak ke arah Indonesia yang masuk akal.”

    “Kita meninggalkan Indonesia yang dungu, dan demi kemasukakalan itu, kita minta Presiden Prabowo menjadi leader (pemimpin), bukan sekadar dealer (pedagang),” pungkasnya.

  • Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    GELORA.CO – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (21) di Pasuruan. 

    Pelaku utama ternyata adalah seorang oknum anggota kepolisian, Bripka Agus, yang merupakan anggota Unit Intelkam Polsek Krucil, Polres Probolinggo.

    Bripka Agus bersama rekannya, Suyitno, digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 15.55 WIB. 

    Ia Mengenakan kaus tahanan oranye, Bripka Agus tampak tertunduk lesu dengan tangan terborgol saat menghindari sorotan kamera media.

    Baca juga: Bripka AS Ditangkap Polda Jatim Saat Tunggu Autopsi Mahasiswi UMM Faradila Amalia Najwa

    Penyidik Konfrontir Keterangan Pelaku yang Berbeda

    Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan bahwa kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. 

    Hingga saat ini, polisi masih menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan antara Bripka Agus dan Suyitno terkait detail eksekusi pembunuhan.

    “Jadi hari ini kita konfrontir lagi ya. Karena ada beberapa keterangan dari kedua tersangka yang berbeda,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur di lobi Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

    Untuk memperjelas gambaran kejahatan tersebut, pihak kepolisian berencana menggelar pra-rekonstruksi pada Selasa (23/12/2025) besok. 

    “Kami akan cek lokasi eksekusi, bagaimana cara mereka melakukan, hingga ide siapa yang membuang jenazah ke sungai,” tambah Jumhur.

    Motif Ekonomi: Ingin Menguasai Harta Korban

    Berdasarkan penyelidikan sementara, motif di balik pembunuhan keji ini diduga kuat adalah keinginan pelaku untuk menguasai harta korban. 

    Korban dikenal sebagai sosok “bendahara” di lingkungan keluarganya.

    Hubungan antara Bripka Agus (kakak ipar korban) dengan keluarga besar korban, termasuk sang ayah, Ramlan (60), memang diketahui sudah lama tidak harmonis. 

    Ramlan menyebut, anak bungsunya tersebut terakhir kali berkomunikasi pada 14 Desember 2025, saat berada di Malang.

    “Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga,” ungkap Ramlan dengan nada pedih saat ditemui di rumah duka.

    Kronologi Penemuan Jenazah

    Sebelum ditemukan meninggal dunia di wilayah Pasuruan, Faradila Amalia Najwa terlihat melalui rekaman CCTV kosnya dijemput oleh pengemudi ojek online. 

    Pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut, setelah dihubungi oleh Polres Pasuruan melalui identifikasi sidik jari korban pada 17 Desember 2025.

    Motor dan helm milik korban sendiri ditemukan masih berada di lokasi kosnya, yang memperkuat dugaan bahwa korban dibawa pergi secara paksa atau terencana oleh pihak tertentu sebelum akhirnya dieksekusi oleh para pelaku.

    Kini, Bripka Agus dan rekannya terancam hukuman berat serta sanksi pemecatan secara tidak hormat (PTDH) dari institusi Polri, jika terbukti bersalah dalam pembunuhan berencana tersebut

  • Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    GELORA.CO – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (21) di Pasuruan. 

    Pelaku utama ternyata adalah seorang oknum anggota kepolisian, Bripka Agus, yang merupakan anggota Unit Intelkam Polsek Krucil, Polres Probolinggo.

    Bripka Agus bersama rekannya, Suyitno, digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 15.55 WIB. 

    Ia Mengenakan kaus tahanan oranye, Bripka Agus tampak tertunduk lesu dengan tangan terborgol saat menghindari sorotan kamera media.

    Baca juga: Bripka AS Ditangkap Polda Jatim Saat Tunggu Autopsi Mahasiswi UMM Faradila Amalia Najwa

    Penyidik Konfrontir Keterangan Pelaku yang Berbeda

    Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan bahwa kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. 

    Hingga saat ini, polisi masih menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan antara Bripka Agus dan Suyitno terkait detail eksekusi pembunuhan.

    “Jadi hari ini kita konfrontir lagi ya. Karena ada beberapa keterangan dari kedua tersangka yang berbeda,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur di lobi Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

    Untuk memperjelas gambaran kejahatan tersebut, pihak kepolisian berencana menggelar pra-rekonstruksi pada Selasa (23/12/2025) besok. 

    “Kami akan cek lokasi eksekusi, bagaimana cara mereka melakukan, hingga ide siapa yang membuang jenazah ke sungai,” tambah Jumhur.

    Motif Ekonomi: Ingin Menguasai Harta Korban

    Berdasarkan penyelidikan sementara, motif di balik pembunuhan keji ini diduga kuat adalah keinginan pelaku untuk menguasai harta korban. 

    Korban dikenal sebagai sosok “bendahara” di lingkungan keluarganya.

    Hubungan antara Bripka Agus (kakak ipar korban) dengan keluarga besar korban, termasuk sang ayah, Ramlan (60), memang diketahui sudah lama tidak harmonis. 

    Ramlan menyebut, anak bungsunya tersebut terakhir kali berkomunikasi pada 14 Desember 2025, saat berada di Malang.

    “Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga,” ungkap Ramlan dengan nada pedih saat ditemui di rumah duka.

    Kronologi Penemuan Jenazah

    Sebelum ditemukan meninggal dunia di wilayah Pasuruan, Faradila Amalia Najwa terlihat melalui rekaman CCTV kosnya dijemput oleh pengemudi ojek online. 

    Pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut, setelah dihubungi oleh Polres Pasuruan melalui identifikasi sidik jari korban pada 17 Desember 2025.

    Motor dan helm milik korban sendiri ditemukan masih berada di lokasi kosnya, yang memperkuat dugaan bahwa korban dibawa pergi secara paksa atau terencana oleh pihak tertentu sebelum akhirnya dieksekusi oleh para pelaku.

    Kini, Bripka Agus dan rekannya terancam hukuman berat serta sanksi pemecatan secara tidak hormat (PTDH) dari institusi Polri, jika terbukti bersalah dalam pembunuhan berencana tersebut

  • Kasus Pemerasan Gubernur Riau KPK Amankan Duit Rp400 Juta dari Rudin Bupati Indragiri Hulu

    Kasus Pemerasan Gubernur Riau KPK Amankan Duit Rp400 Juta dari Rudin Bupati Indragiri Hulu

    GELORA.CO -Uang Rp400 juta diamankan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggeledah rumah dinas (Rudin) Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2025.

    Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Indragiri Hulu pada Kamis 18 Desember 2025.

    “Tim mengamankan dan menyita beberapa dokumen dan sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura. Uang yang diamankan sekitar lebih dari Rp400 juta,” kata Budi kepada wartawan, Senin 22 Desember 2025.

    Uang dimaksud, kata Budi, terkait dengan pelaksanaan proyek-proyek di Riau.

    “Dugaan awal, terkait dengan proyek-proyek di Riau, temuan ini masih didalami,” pungkas Budi.

    Dari hasil OTT yang berlangsung sejak Senin 3 November 2025, KPK resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Abdul Wahid selaku Gubernur Riau, M Arief Setiawan selaku Kepala Dinas PUPR PKPP Pemprov Riau, dan Dani M Nursalam selaku Tenaga Ahli Gubernur Riau. Ketiganya langsung ditahan sejak Selasa 4 November 2025 di Rutan KPK.

  • Tips Menentukan Lokasi Kost Kelapa Gading agar Aktivitas Lebih Efisien

    Tips Menentukan Lokasi Kost Kelapa Gading agar Aktivitas Lebih Efisien

    Kost Kelapa Gading kerap menjadi pilihan bagi yang beraktivitas di Jakarta Utara karena kawasan ini dikenal memiliki fasilitas yang relatif lengkap dan akses yang cukup beragam. Namun, luasnya wilayah Kelapa Gading membuat pemilihan lokasi kost perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Perbedaan jarak antarkelurahan, kepadatan lalu lintas, hingga kedekatan dengan fasilitas harian dapat memengaruhi efisiensi aktivitas sehari-hari.

    Melalui referensi properti di 99.co Indonesia, pencarian kost di Kelapa Gading dapat dilakukan dengan lebih terarah, asalkan memahami faktor-faktor lokasi yang perlu diperhatikan sejak awal. Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan panduan dalam menentukan lokasi kost Kelapa Gading agar aktivitas harian berjalan lebih efisien.

    1. Prioritaskan Kedekatan dengan Lokasi Aktivitas Utama
    Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah jarak antara kost dengan lokasi aktivitas utama, seperti kantor atau tempat studi. Kelapa Gading memiliki beberapa titik aktivitas yang cukup padat, termasuk area perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pendidikan.

    Memilih kost yang berada dalam jarak tempuh singkat dapat membantu menghemat waktu perjalanan dan mengurangi kelelahan akibat kemacetan. Kedekatan lokasi juga memudahkan pengaturan jadwal harian tanpa harus bergantung pada perjalanan yang terlalu panjang.

    2. Perhatikan Akses Jalan dan Pola Lalu Lintas
    Tidak semua lokasi di Kelapa Gading memiliki karakter lalu lintas yang sama. Beberapa ruas jalan utama dikenal cukup padat pada jam-jam tertentu, sementara jalan lingkungan cenderung lebih tenang.

    Menentukan kost yang memiliki akses mudah ke jalan utama, namun tidak langsung berada di titik kemacetan, dapat menjadi pilihan yang lebih seimbang. Akses alternatif seperti jalan tembus atau kedekatan dengan transportasi umum juga patut dipertimbangkan untuk mendukung mobilitas harian.

    3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Fasilitas Harian
    Kelapa Gading dikenal sebagai kawasan dengan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga area kuliner. Namun, tidak semua kost berada dekat dengan fasilitas tersebut.

    Menentukan lokasi kost yang dekat dengan kebutuhan harian seperti tempat makan, minimarket, atau layanan kesehatan dapat membuat aktivitas sehari-hari lebih praktis. Hal ini juga membantu mengurangi kebutuhan perjalanan tambahan di luar rutinitas utama.

    4. Cermati Lingkungan Sekitar Kost
    Lingkungan sekitar kost memiliki peran penting dalam kenyamanan tinggal. Beberapa area di Kelapa Gading cenderung lebih ramai karena dekat dengan pusat komersial, sementara area lain lebih didominasi permukiman.

    Menyesuaikan pilihan lokasi dengan preferensi suasana, apakah lebih tenang atau lebih hidup, dapat membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat. Lingkungan yang tertata dan relatif stabil juga mendukung kenyamanan tinggal dalam jangka menengah hingga panjang.

    5. Pertimbangkan Akses Transportasi Umum
    Meskipun kendaraan pribadi banyak digunakan di Kelapa Gading, akses transportasi umum tetap menjadi nilai tambah. Lokasi kost yang dekat dengan halte bus atau jalur transportasi umum memudahkan mobilitas, terutama saat kondisi lalu lintas tidak menentu. Akses ini juga memberikan fleksibilitas bagi Anda yang ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari.

    6. Perhitungkan Jarak ke Pusat Keramaian
    Tinggal terlalu dekat dengan pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan atau area hiburan dapat memberikan kemudahan akses, namun juga berpotensi menimbulkan kebisingan. Sebaliknya, lokasi yang terlalu jauh dari pusat aktivitas bisa membuat perjalanan harian menjadi kurang efisien. Menentukan kost dengan jarak yang proporsional dari pusat keramaian dapat menjadi solusi agar tetap mendapatkan akses mudah tanpa mengorbankan kenyamanan.

    7. Sesuaikan Lokasi dengan Anggaran Secara Realistis
    Harga kost di Kelapa Gading dapat berbeda signifikan tergantung lokasi dan aksesnya. Area yang lebih dekat dengan pusat komersial umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman.

    Menentukan lokasi kost sebaiknya disesuaikan dengan anggaran yang realistis, tanpa mengorbankan faktor penting seperti akses dan kenyamanan. Membandingkan beberapa area dalam satu kawasan dapat membantu menemukan titik yang paling sesuai antara harga dan manfaat lokasi.

    Menentukan lokasi kost Kelapa Gading tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Setiap area memiliki karakter yang berbeda dan memengaruhi efisiensi aktivitas harian secara langsung. Dengan mempertimbangkan jarak, akses, lingkungan, serta fasilitas pendukung, pilihan lokasi kost dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ritme aktivitas. Untuk membantu menelusuri berbagai opsi kost di Kelapa Gading secara lebih menyeluruh, platform properti seperti 99.co Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai referensi awal sebelum mengambil keputusan akhir.

  • Tips Menentukan Lokasi Kost Kelapa Gading agar Aktivitas Lebih Efisien

    Tips Menentukan Lokasi Kost Kelapa Gading agar Aktivitas Lebih Efisien

    Kost Kelapa Gading kerap menjadi pilihan bagi yang beraktivitas di Jakarta Utara karena kawasan ini dikenal memiliki fasilitas yang relatif lengkap dan akses yang cukup beragam. Namun, luasnya wilayah Kelapa Gading membuat pemilihan lokasi kost perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Perbedaan jarak antarkelurahan, kepadatan lalu lintas, hingga kedekatan dengan fasilitas harian dapat memengaruhi efisiensi aktivitas sehari-hari.

    Melalui referensi properti di 99.co Indonesia, pencarian kost di Kelapa Gading dapat dilakukan dengan lebih terarah, asalkan memahami faktor-faktor lokasi yang perlu diperhatikan sejak awal. Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan panduan dalam menentukan lokasi kost Kelapa Gading agar aktivitas harian berjalan lebih efisien.

    1. Prioritaskan Kedekatan dengan Lokasi Aktivitas Utama
    Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah jarak antara kost dengan lokasi aktivitas utama, seperti kantor atau tempat studi. Kelapa Gading memiliki beberapa titik aktivitas yang cukup padat, termasuk area perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pendidikan.

    Memilih kost yang berada dalam jarak tempuh singkat dapat membantu menghemat waktu perjalanan dan mengurangi kelelahan akibat kemacetan. Kedekatan lokasi juga memudahkan pengaturan jadwal harian tanpa harus bergantung pada perjalanan yang terlalu panjang.

    2. Perhatikan Akses Jalan dan Pola Lalu Lintas
    Tidak semua lokasi di Kelapa Gading memiliki karakter lalu lintas yang sama. Beberapa ruas jalan utama dikenal cukup padat pada jam-jam tertentu, sementara jalan lingkungan cenderung lebih tenang.

    Menentukan kost yang memiliki akses mudah ke jalan utama, namun tidak langsung berada di titik kemacetan, dapat menjadi pilihan yang lebih seimbang. Akses alternatif seperti jalan tembus atau kedekatan dengan transportasi umum juga patut dipertimbangkan untuk mendukung mobilitas harian.

    3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Fasilitas Harian
    Kelapa Gading dikenal sebagai kawasan dengan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga area kuliner. Namun, tidak semua kost berada dekat dengan fasilitas tersebut.

    Menentukan lokasi kost yang dekat dengan kebutuhan harian seperti tempat makan, minimarket, atau layanan kesehatan dapat membuat aktivitas sehari-hari lebih praktis. Hal ini juga membantu mengurangi kebutuhan perjalanan tambahan di luar rutinitas utama.

    4. Cermati Lingkungan Sekitar Kost
    Lingkungan sekitar kost memiliki peran penting dalam kenyamanan tinggal. Beberapa area di Kelapa Gading cenderung lebih ramai karena dekat dengan pusat komersial, sementara area lain lebih didominasi permukiman.

    Menyesuaikan pilihan lokasi dengan preferensi suasana, apakah lebih tenang atau lebih hidup, dapat membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat. Lingkungan yang tertata dan relatif stabil juga mendukung kenyamanan tinggal dalam jangka menengah hingga panjang.

    5. Pertimbangkan Akses Transportasi Umum
    Meskipun kendaraan pribadi banyak digunakan di Kelapa Gading, akses transportasi umum tetap menjadi nilai tambah. Lokasi kost yang dekat dengan halte bus atau jalur transportasi umum memudahkan mobilitas, terutama saat kondisi lalu lintas tidak menentu. Akses ini juga memberikan fleksibilitas bagi Anda yang ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari.

    6. Perhitungkan Jarak ke Pusat Keramaian
    Tinggal terlalu dekat dengan pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan atau area hiburan dapat memberikan kemudahan akses, namun juga berpotensi menimbulkan kebisingan. Sebaliknya, lokasi yang terlalu jauh dari pusat aktivitas bisa membuat perjalanan harian menjadi kurang efisien. Menentukan kost dengan jarak yang proporsional dari pusat keramaian dapat menjadi solusi agar tetap mendapatkan akses mudah tanpa mengorbankan kenyamanan.

    7. Sesuaikan Lokasi dengan Anggaran Secara Realistis
    Harga kost di Kelapa Gading dapat berbeda signifikan tergantung lokasi dan aksesnya. Area yang lebih dekat dengan pusat komersial umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman.

    Menentukan lokasi kost sebaiknya disesuaikan dengan anggaran yang realistis, tanpa mengorbankan faktor penting seperti akses dan kenyamanan. Membandingkan beberapa area dalam satu kawasan dapat membantu menemukan titik yang paling sesuai antara harga dan manfaat lokasi.

    Menentukan lokasi kost Kelapa Gading tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Setiap area memiliki karakter yang berbeda dan memengaruhi efisiensi aktivitas harian secara langsung. Dengan mempertimbangkan jarak, akses, lingkungan, serta fasilitas pendukung, pilihan lokasi kost dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ritme aktivitas. Untuk membantu menelusuri berbagai opsi kost di Kelapa Gading secara lebih menyeluruh, platform properti seperti 99.co Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai referensi awal sebelum mengambil keputusan akhir.

  • Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

    Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

    GELORA.CO -Drama operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pemkab Bekasi membuat dua bersaudara ketiban rezeki tak diduga-duga.

    Dua saudara kandung, Eka Supria Atmaja dan Asep Surya Atmaja memiliki perjalanan nyaris sama untuk menjadi Bupati Bekasi. Kesamaaannya adik kakak tersebut menjadi Bupati dengan didahului OTT KPK.

    Eka Supria Atmaja, kakak kandung Asep Surya Atmaja, mengawali kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Neneng Hasanah Yasin.

    Namun perjalanan politiknya berubah drastis ketika Neneng ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2018. Neneng terbukti menerima suap izin proyek Meikarta. Sesuai mekanisme pemerintahan, Eka kemudian naik dan dilantik sebagai Bupati Bekasi.

    Kisah serupa kini seolah berulang pada sang adik, Asep Surya Atmaja. Asep terpilih sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Ade Kuswara Kunang untuk periode 2024-2029.

    Namun belum genap setahun menjabat, Pemkab Bekasi kembali diguncang setelah Ade Kuswara Kunang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan.

    Dengan status tersebut, Asep Surya Atmaja secara aturan pemerintahan akan mengambil alih kepemimpinan Kabupaten Bekasi sebagai pelaksana tugas hingga adanya keputusan hukum tetap.

    Bupati Bekasi Ade Kuswara bersama ayahnya, HM Kunang alias Haji Kunang selaku Kepala Desa Sukadami, dan Sarjan selaku swasta resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi pada Sabtu, 20 Desember 2025 setelah terjaring OTT pada Kamis 18 Desember 2025.

  • Si Paling Minta Kerja Sama, tapi Susah Diajak Bekerja Sama!

    Si Paling Minta Kerja Sama, tapi Susah Diajak Bekerja Sama!

    GELORA.CO –  Kritik keras dilayangkan Diplomat Senior Indonesia, Dino Patti Djalal, kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

    Melalui akun media sosial pribadinya di Facebook dan Instagram, @dinopattidjalal, ia dengan tajamnya meyampaikan 4 pesan menohok kepada juniornya itu.

    Dalam video pendeknya, Dino Patti Djalal menyoroti kinerja Sugiono yang dianggap remuk-redam. Di antara kritik yang disampaikannya itu adalah tak kondusifnya kondisi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan sulitnya sang menlu diajak bekerja sama.

    “Saya Dino Patti Djalal menyampaikan pesan ini sebagai sesepuh Kementerian Luar Negeri, sebagai pendukung politik luar negeri, sebagai ketua ormas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan di Asia, dan juga sebagai rakyat,” katanya membuka pesannya di dalam video yang diunggah akun Instagram @dinopattidjalal pada Minggu 21 Desember 2025.

    Ia pun menegaskan bahwa dirinya membuat pesan tersebut sebagai pihak yang sudah berkecimpung dalam dunia diplomasi selama 40 tahun. “Baik dari dalam maupun luar pemerintahan,” ujar Dino.

    Lebih lanjut dikatakan, pesan ini terpaksa ia sampaikan melalui platform medsos Instagram, sebab semua jalur komunikasi langsung ke Menlu Sugiono sudah diblokir selama berbulan-bulan.

    Harapannya, Sugiono tak bersikap defensif dan menjadikan pesan yang disampaikannnya sebagai bahan refleksi.

    Menurut Wamenlu era Presiden SBY tersebut, kalau empat pesan mau dijalankan Sugiono, maka ia berpeluang tercatat sebagai Menlu cemerlang.

    Tapi sebaliknya kalau abai, maka diplomasi Indonesia berisiko merosot dan kinerja sang menteri bakal dicap buruk oleh catatan sejarah.

    “Kalau semua ini (pesan) tidak dilakukan, maka Kemenlu akan redup, diplomasi Indonesia merosot dan Menlu Sugiono akan dicatat sejarah dengan nilai merah,” katanya mengingatkan.

    Apa saja 4 (empat) pesan menohok yang disampaikan Dino kepada Sekjen Partai Gerindra tersebut? Berikut uraian lengkapnya.

    1. Menlu Sugiono Diminta Meluangkan Waktu Lebih Banyak untuk Memimpin Kemlu

    Kritik pertama yang disampaikan Dino Patti Djalal adalah idealnya orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto itu Sugiono bisa mengurus Kemlu dalam banyak waktu.

    “Idealnya bisa full time mengurus Kemlu. Minimal 50 persen dan kalau bisa 80%, alhamdulillah,” ucapnya.

    Disebutkannya, Kemlu layaknya mobil Ferrari. Dengan kata lain ini salah satu lembaga terbaik di NKRI dan disesaki oleh talenta diplomat luar biasa.

    Tapi mobil Ferrari itu baru bisa perform jika dikendarai oleh pengemudi yang jago. Sementara belakangan ini banyak KBRI yang tidak mendapatkan arahan dari Jakarta.

    “Dewasa ini banyak KBRI yang tidak mendapatkan arahan dari pusat,” keluhnya.

    Bahkan, klaim Dino, rapat koordinasi para duta besar sudah tertunda hampir setahun. Banyak diplomat yang performanya drop karena anggarannya dipangkas.

    “Banyak diplomat yang mengalami demoralisasi dan merasa tidak terdorong inisiatifnya lantaran merasa tidak akan direspons dari (unsur pimpinan atas),” tegasnya.

    Ia mengaku mendengar banyak duta besar yang merasa kesulitan untuk bertemu menlu saat pulang ke Tanah Air.

    Padahal hal ini berisiko pada tidak ada follow-up dari kesepakatan luar negeri. Bukan itu saja, ini berisiko pada hubungan bilateral Indonesia dengan negara sahabat yang tidak berimbang.

    Kondisi itu membuat RI banyak disetir oleh negara mitranya. “Masalah ini bisa dianggap sepi sekarang ini, tapi bisa meledak di kemudian hari,” tegas Dino memperingatkan.

    Ia pun menyarankan Menlu melakukan pembenahan sejak sekarang agar empat tahun kemudian Kemlu bisa berjalan lebih baik.

    2. Berkomunikasi Terkait Langkah Politik Luar Negeri Indonesia

    Berdasarkan ilmu dari menteri luar negeri sebelumnya, Ali Alatas, Dino menyebut politik luar negeri dimulai dari rumah. Itu artinya, semua langkah di negara orang akan percuma jika tidak dijelaskan, dipahami, dan didukung publik di dalam negeri.

    “Lihat saja bagaimana Menteri Keuangan Purbaya dalam waktu singkat populer dan dihormati publik. Sebab ia rajin memberikan penjelasan mengenai kebijakan keuangan negara,” bebernya.

    Dino Patti Djalal menggarisbawahi bahwa Menlu Sugiyono belum pernah sekalipun berpidato mengenai kebijakan baik di dalam maupun di luar negeri dalam satu tahun terakhir.

    Menlu terkini juga belum pernah melakukan wawancara khusus dengan media terkait substansi politik luar negeri, baik di dalam atau luar negeri.

    Di samping itu, dalam satu tahun terakhir, Dino melihat Sugiono jarang menjelaska kepada publik mengenai langkah politik luar negeri Jakarta. Tentunnya selain pidato awal tahun yang sudah menjadi tradisi Kemlu.

    “Kami tidak ingin Menlu Sugiono mendapatkan predikat sebagai silent minister,” kritik Dino.

    Pihaknya juga mengkritisi komunikasi Menlu yang lebih dominan melalui Instagram yang penuh foto dan video, tapi tidak ada suaranya.

    “Kami juga melihat Menlu (Sugiono) semakin menjauh dan menutup pintu tergadap publik untuk urusan hubungan internasional.

    Ia memberi contoh Conference on Indonesia Foreign Policy yang tercatat sebagai konferensi politik luar negeri terbesar di dunia.

    Ribuan pemuda dan mahasiswa Indonesia datang dari berbagai provinsi khusus demi mendengar pembahasan mengenai politik luar negeri.

    Sayangnya semua surat, telepon, WhatsApp, selama berbulan-bulan permohonan pertemuan dan lain sebagainya sama sekali tak direspons Menlu.

    3. Menlu Diminta Bisa Lebih Terhubung dengan Pemangku Kepentingan Internasional

    Dino menyebutkan permintaan ini konsisten dengan konsep pemerintah yang melayani rakyatnya. Hubungan baik itu bukan hanya dengan pendukung, tapi juga yang mengkritisi.

    “Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Menlu Sugiono jauh sekali dengan kami, tidak komunikatif, tidak responsif, tidak terbuka aksesnya,” cetusnya.

    Misalnya undangan terakhir dari berbagai ormas stakeholder luar negeri untuk berkomunikasi, berdialog, dan menyampaikan masukan tidak pernah direspons.

    Pihaknya mengingatkan prinsip yang dipegang para Menlu terdahulu, yakni never burn your bridges. Ditegaskan, kepercayaan, rasa hormat, dan dukungan pemangku kepentingan tidak datang secara otomatis.

    Namun semua itu harus diupayakan secara aktif.

    4. Diharapkan Dapat Bersikap Terbuka untuk Bekerja Sama

    Dino mengatakan, membantu Presiden Prabowo Subianto bukan berarti mengabaikan rakyat. Sebab keduanya malah saling menguatkan.

    “Saya paham tugas utama Menlu adalah untuk membantu Presiden tetapi ini tidak berarti memunggungi rakyat. Bahkan dua hal ini sebetulnya saling mendukung,” ujarnnya.

    “Kalau ada inisiatif dari ormas hubungan internasional kami berharap Menlu dapat responsif,” sambungnya.

    Di mana Menlu di berbagai event komunitas internasional menyebut pentingnya kerja sama. Namun dalam kenyataanya sangat susah sekali diajak bekerja sama.

    Ia melihat dalam dunia diplomasi inisiatif itu bisa datang dari atas maupun dari bawah. Karena itu, gotong royong antara pemerintah dan ormas hubungan internasional adalah resep sukses politik luar negeri.

    Ini yang membuatnya menilai ada kontradiksi antara seruan kerja sama di forum internasional dengan praktik domestik yang dinilai sulit diajak bekerja sama. ***