Author: Gelora.co

  • Uang Sitaan Rp6,6 Triliun Bisa Dipakai Bangun 100 Ribu Huntap Korban Bencana

    Uang Sitaan Rp6,6 Triliun Bisa Dipakai Bangun 100 Ribu Huntap Korban Bencana

    GELORA.CO -Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa uang negara senilai Rp6,6 triliun yang berhasil diselamatkan Kejaksaan Agung dapat dimanfaatkan secara nyata untuk kepentingan rakyat. 

    Prabowo menjelaskan, dana Rp6,6 triliun tersebut berasal dari hasil penagihan denda administratif terhadap 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang sebesar Rp2,3 triliun, serta penindakan kasus korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan impor gula senilai Rp4,2 triliun.

    Menurut Prabowo, nilai tersebut bukan angka kecil dan akan jauh lebih bermanfaat bila dialokasikan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya korban banjir dan longsor di wilayah Sumatera yang membutuhkan hunian tetap (huntap)

    Dikatakan Kepala Negara, dengan uang Rp6,6 triliun, pemerintah bisa membangun hingga 100 ribu huntap, bahkan bisa merenovasi hingga 6 ribu sekolah.

    “Rp6 triliun saja dapat digunakan untuk memperbaiki 6 ribu sekolah atau membangun 100 ribu rumah hunian tetap. Sementara kebutuhan akibat bencana mendekati 200 ribu unit,” kata Prabowo dalam konferensi pers bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 24 Desember 2025.

    Prabowo menegaskan bahwa sejak dilantik pada 20 Oktober tahun lalu, dirinya berkomitmen kuat untuk memerangi korupsi dan menutup setiap kebocoran yang merugikan keuangan negara. 

    Ia mengibaratkan negara sebagai tubuh manusia, sementara kekayaan negara adalah darah yang mengalir di dalamnya.

    “Jika setiap hari bocor karena korupsi, penyelundupan, laporan palsu, dan suap, maka negara akan runtuh. Saya dipilih dan dilantik oleh rakyat Indonesia, dan saya siap mengorbankan segalanya demi rakyat Indonesia. Bagi saya, itu adalah kehormatan,” tegas Prabowo.

  • Mati untuk Rakyat Adalah Kehormatan

    Mati untuk Rakyat Adalah Kehormatan

    GELORA.CO  – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapannya mengorbankan nyawa demi rakyat Indonesia. Menurutnya, wafat dalam pengabdian untuk kepentingan rakyat merupakan sebuah kehormatan tertinggi bagi seorang pemimpin.

    “Saya dipilih, saya dilantik, saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat kehormatan,” kata Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12).

    Prabowo mengajak seluruh pihak untuk merenungkan makna hidup dan pengabdian. Ia mengingatkan, setiap manusia akan meninggalkan jejak atas perbuatannya selama hidup.

    “Gajah mati meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan nama,” ujarnya.

    Prabowo menekankan, pengabdian kepada kebenaran, rakyat, dan masa depan bangsa merupakan nilai luhur yang harus dijunjung tinggi. Ia berharap, setiap insan dapat menghadap Tuhan dengan penuh keikhlasan setelah berjuang demi kepentingan bangsa.

    “Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita yang mulia, kita terhormat. Kita pergi, kita menghadap yang maha kuasa dengan ikhlas,” tegasnya.

    Disisi lain, Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah bekerja keras dalam menjaga dan menyelamatkan kekayaan negara.

    Ia meyakini, tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengambil langkah-langkah besar dan berani, khususnya dalam upaya penyelamatan aset dan keuangan negara.

    “Kita kerja terus, kita kerja terus untuk rakyat dan rakyat merasa dan melihat apa yang kita kerjakan. Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keraguan-keraguan,” ucap Prabowo.

    Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, serta kementerian dan lembaga, untuk terus memperkuat solidaritas dalam menjaga kepentingan negara.

    “Kalian adalah patriot-patriot sejati, persatuan kita, team work kita semua kejaksaan, polisi, tentara, kementerian-kementerian yang bekerja,” pungkasnya

  • Respons Jokowi soal Maafkan Tersangka Ijazah Palsu: Biar Berjalan Apa Adanya

    Respons Jokowi soal Maafkan Tersangka Ijazah Palsu: Biar Berjalan Apa Adanya

    GELORA.CO  – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) merespons kabar jika dirinya bersedia memaafkan sejumlah tersangka ijazah palsu. Jokowi menegaskan, memaafkan merupakan urusan pribadi. Sedangkan untuk urusan hukum tetap urusan hukum.

    “Prosesnya biar berjalan apa adanya. Kita hormati proses hukum yang ada,” ucap Jokowi di Kota Solo, Rabu (24/12/2025).

    Meski demikian, kata Jokowi, jika ada ruang untuk memaafkan, hal itu tidak menutup kemungkinan. Namun, dia menegaskan memaafkan merupakan urusan pribadi. Sedangkan untuk urusan hukum tetap menjadi urusan hukum.

    Jokowi pun siap datang ke persidangan jika diminta oleh hakim. Terutama ketika diminta untuk menunjukkan ijazah asli miliknya dari SD, SMP, SMA dan S1. “Saya siap (hadir),” ucapnya.

    Sebelumnya, Jokowi mengapresiasi tim penyidik Polda Metro Jaya yang menunjukkan ijazah asli miliknya ke Roy Suryo Cs saat gelar perkara khusus. Jokowi menilai keterbukaan dan transparansi dari polisi sangat bagus.

    “Itu kan yang memang diminta (gelar perkara) oleh mereka (Roy Suryo Cs). Saya melihat keterbukaan, transparansi dari Kepolisian Polda Metro Jaya sangat bagus,” kata Jokowi.

    Menanggapi pernyataan pengacara Eggi Sudjana yang mengakui jika ijazah Jokowi asli, Jokowi menegaskan, ijazahnya memang asli. “Ya memang asli, artinya yang memang asli,” ucapnya

  • Viral! Sejumlah Kendaraan Mogok Usai Isi BBM Diduga Bercampur Air di SPBU Lamongan

    Viral! Sejumlah Kendaraan Mogok Usai Isi BBM Diduga Bercampur Air di SPBU Lamongan

    GELORA.CO  – Dugaan bahan bakar minyak (BBM) bercampur air di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Babat, Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial. Sejumlah kendaraan mogok usai mengisi Pertalite. 

    Akibat kejadian ini, pihak SPBU menghentikan sementara operasional pengisian Pertalite dan hanya melayani BBM jenis Solar.  

    Aksi protes warga terjadi pada Selasa (23/12/2025) malam. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pengendara mendatangi SPBU dan menunjukkan cairan dari tangki motor yang dituangkan ke dalam botol. Cairan berwarna hijau tampak mengapung di atas cairan putih.  

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Babat melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi pada Rabu (24/12/2025) malam. 

    “Polres Lamongan bersama Satreskrim Polres Babat semalam telah mendatangi SPBU yang dikeluhkan ada permasalahan setelah mengisi BBM di sana sudah dilakukan pengecekan oleh unit Reskrim bersama operator SPBU dan yang mengisi BBM di sana,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, Rabu (24/12/2025).  

    Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya campuran air di dalam tandon pendam BBM. Air diduga masuk melalui rembesan hujan lewat penutup tandon. Pemeriksaan menggunakan pasta air mendapati ketinggian air mencapai sekitar delapan sentimeter.  

    “Hasil kerja sama kita dengan operator. Diduga ada tercampurnya bahan bakar pertalite dengan zat lainnya, tapi kepastian kami masih menunggu tim ahli,” ucapnya.

    Polres Lamongan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan sejumlah petugas SPBU serta berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.  

    Sementara itu, pihak SPBU menyatakan operasional tetap berjalan namun hanya untuk pengisian Solar. Pengisian Pertalite dihentikan sampai ada keputusan manajemen. 

    SPBU juga menyebutkan sejumlah konsumen yang terdampak sudah menerima ganti rugi. Sedikitnya lima pengendara motor telah mendapatkan uang penggantian biaya perbaikan kendaraan

  • Viral Aura Kasih Kode Minta Dinikahi: Kapan Atuh A?

    Viral Aura Kasih Kode Minta Dinikahi: Kapan Atuh A?

    GELORA.CO  – Postingan lawas Aura Kasih di Instagram viral. Kali ini unggahan itu dinilai kode Aura Kasih yang minta dinikahi.

    Tidak secara terang-terangan memang, Aura Kasih memberikan kode dalam bentuk kalimat disertai dengan video yang memperlihatkan kemahirannya memasak. Menurut Aura Kasih, skill itu menjadi salah satu modal untuk menjadi istri sholehah.

    Seperti apa kode Aura Kasih minta dinikahi yang viral di media sosial? Simak berita selengkapnya.

    Aura Kasih dan Ridwan Kamil diduga liburan bareng ke luar negeri. (Foto: TikTok)

    Aura Kasih dan Ridwan Kamil diduga liburan bareng ke luar negeri. (Foto: TikTok)

    Kode Aura Kasih Minta Dinikahi Viral di Medsos

    Mengacu pada unggahan Instagram Aura Kasih yang dibagikan pada 28 Januari 2024, di situ ibu satu orang anak itu membagikan momen memasak sup jamur. Dia memperlihatkan step by step dari proses memasak makanan tersebut.

    Nah, keterangan video itu yang menjadi perhatian netizen. Ini tulisannya, “Mushroom soup. Masak bisa, urus anak bisa, apalagi urus kamu? Jadi kapan atuh a?” Kalimat itu dianggap netizen sebagai kode Aura Kasih minta dinikahi.

    Berdasarkan pantauan iNews.id, video viral ini masih tersedia dan bisa diakses semua orang di Instagram. Penonton video itu sudah mencapai 601 ribu orang, dan isi komentarnya beragam. Penasaran? Baca beritanya sampai selesai.

    “Buat siapa sih makanannya dibuat?” kata @ari***.

    “Kode ini mah, ke siapa sih neng?” ujar @sya***.

    “Si aa gak peka, ya, teh, udah dikodein gini padahal,” ungkap @mar***.

    “Kode cewek suka aneh-aneh, ya. Untung aku pria gak peka jadi gak peduli,” kata @dev***.

    Sebagai informasi, Aura Kasih resmi bercerai dari Eryck Amaral pada 28 April 2021. Sejak saat itu, Aura Kasih tidak pernah terdengar dekat dengan seseorang.

    Hingga akhirnya belakangan ini Aura Kasih dituduh sebagai wanita simpanan Ridwan Kamil. Dia melalui kuasa hukum membantah tuduhan keji tersebut.

    “Semua itu tidak benar. Kami sedang mengumpulkan berita-berita yang tidak benar untuk dipertimbangkan langkah hukum selanjutnya,” kata Yanti, belum lama ini

  • Gizi Anak atau Sekadar Kejar Anggaran?

    Gizi Anak atau Sekadar Kejar Anggaran?

    GELORA.CO –  Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi sorotan publik setelah tetap berjalan saat libur sekolah akhir tahun.

    Kebijakan MBG saat libur sekolah ini memunculkan perdebatan antara urgensi pemenuhan gizi anak dan efektivitas penggunaan anggaran negara.

    Di tengah libur sekolah yang rata-rata berlangsung dari 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, siswa tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil paket MBG.

    Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini sejak awal dirancang untuk menjamin asupan gizi anak sekolah setiap hari.

    Namun pelaksanaan MBG saat sekolah tutup justru memantik kritik keras dari anggota DPR RI yang menilai kebijakan ini berpotensi melenceng dari tujuan awal perbaikan gizi.

    Isu makanan kemasan, distribusi, hingga dugaan sekadar mengejar serapan anggaran pun ikut mencuat.

    Di lapangan, pelaksanaan MBG saat libur sekolah menunjukkan praktik yang beragam.

    Mulai dari pembagian susu kemasan, buah, hingga kurma dengan porsi berbeda di tiap jenjang kelas.

    Di sinilah perdebatan soal manfaat, kualitas gizi, dan dampak jangka panjang program MBG kembali diuji.

    Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan prioritas nasional yang resmi diluncurkan pada Januari 2025.

    Program ini menyasar siswa sekolah, ibu hamil, serta ibu menyusui sebagai kelompok rentan gizi.

    Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional atau BGN menegaskan bahwa kebutuhan gizi tidak mengenal kalender akademik.

    Menurut BGN, anak tetap membutuhkan asupan bergizi meski tidak berada di ruang kelas.

    Selain itu, MBG dinilai membantu meringankan beban pengeluaran keluarga berpenghasilan menengah ke bawah selama masa libur.

    Atas dasar itu, distribusi MBG tetap dilakukan dengan skema pengambilan langsung di sekolah.

    Namun pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari kritik.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, secara terbuka mempertanyakan relevansi pembagian MBG saat libur sekolah.

    Ia menyoroti jenis makanan yang dibagikan, yang didominasi produk kemasan.

    “Saya sangat semangat ketika mendengar BGN menyatakan akan melarang ultra-processed food untuk MBG,” ujar Charles dalam pernyataannya.

    Menurutnya, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

    Distribusi makanan kemasan saat libur sekolah berpotensi menimbulkan masalah baru, terutama dari sisi kualitas gizi.

    Charles menilai tujuan utama MBG adalah memperbaiki status gizi anak secara nyata.

    Jika yang dibagikan adalah makanan kemasan dengan nilai gizi terbatas, maka esensi program berisiko hilang.

    Ia juga menyoroti tantangan distribusi yang lebih sulit diawasi saat sekolah tidak aktif.

    Kritik lain yang mencuat adalah dugaan dorongan mengejar serapan anggaran akhir tahun.

    Menurut Charles, program publik seharusnya tidak dijalankan semata-mata untuk menghabiskan sisa anggaran.

    “Sisa anggaran MBG bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti bantuan bagi penyintas banjir bandang,” tegasnya.

    Di sisi lain, data lapangan menunjukkan bahwa isi paket MBG selama libur sekolah tidak sepenuhnya seragam.

    Di Kabupaten Langkat, misalnya, siswa menerima paket berisi susu, buah, dan kurma.

    Porsi dan jenis makanan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

    Pendekatan ini diklaim sebagai upaya menjaga standar gizi minimum selama libur sekolah.

    Namun sejumlah ahli gizi mengingatkan bahwa makanan kemasan, meski praktis, memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang.

    Asupan protein segar, serat, dan mikronutrien sering kali tidak optimal jika bergantung pada produk siap konsumsi.

    Secara kebijakan, MBG saat libur sekolah menempatkan pemerintah pada posisi dilematis.

    Di satu sisi, negara ingin hadir menjamin hak gizi anak setiap hari.

    Di sisi lain, pelaksanaan yang kurang adaptif berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap program besar ini.

    Program Makan Bergizi Gratis saat libur sekolah menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak cukup hanya berangkat dari niat baik.

    Pelaksanaan teknis dan kualitas manfaat di lapangan menjadi kunci keberhasilan program.

    Kritik DPR seharusnya dibaca sebagai alarm perbaikan, bukan sekadar perdebatan politik.

    Ke depan, pemerintah perlu memastikan bahwa MBG benar-benar menghadirkan makanan bernilai gizi tinggi, bukan sekadar mudah didistribusikan.

    Transparansi anggaran, evaluasi menu, dan pengawasan distribusi menjadi elemen penting agar program ini tetap kredibel.

    Tanpa itu, MBG berisiko kehilangan kepercayaan masyarakat yang justru menjadi target utamanya.

    Jika dikelola dengan tepat, MBG bisa menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    Namun jika dijalankan tanpa sensitivitas konteks, kebijakan ini justru dapat memunculkan skeptisisme publik.

    Di sinilah tantangan nyata MBG diuji, bukan hanya di meja anggaran, tetapi di piring anak-anak Indonesia.***

  • Nggak Berguru sama Mulyono sih, Jadi Ketangkep deh!

    Nggak Berguru sama Mulyono sih, Jadi Ketangkep deh!

    GELORA.CO –  Nama Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, tengah ramai diperbincangkan publik. Hal ini menyusul kabar bahwa Hellyana ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penggunaan ijazah palsu. Kasus ini memunculkan perbandingan dengan polemik ijazah mantan Presiden Jokowi yang hingga kini masih menjadi perdebatan.

    Akun pegiat media sosial Gobang Gacir menyoroti perbedaan penanganan kasus serupa antara dua pejabat tersebut. “SAMA-SAMA KASUS IJAZAH PALSU, TAPI BEDA TERSANGKANYA,” tulis Gobang dalam unggahannya di Facebook, dikutip Monitorindonesia.com, Rabu (24/12/2025).

    Menurut Gobang, pada kasus ijazah Jokowi, tersangkanya adalah pihak ketiga seperti Roy Suryo cs. Sedangkan dalam kasus Wagub Babel, tersangkanya langsung pemilik ijazah. “Kenapa kasus ijazah Wagub Babel bisa lebih cepat terungkap dibanding kasus ijazah Jokowi?” tanya akun itu.

    Unggahan ini langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang mengungkapkan keterkejutannya dan membandingkan perlakuan terhadap mantan presiden.

    “Karena Wagub Babel, Ibu Hellyana, tidak ada keterkaitan dengan Geng Solo, jadi cepat terungkap. Beda dengan Gubernur Sumut, meskipun banyak laporan, tak mungkin terungkap,” komentar seorang netizen.

    “Pejabat menengah ke bawah langsung ditetapkan tersangka, sementara atasan yang jelas-jelas bermasalah masih terlindungi. Yang diperiksa justru orang lain… Negeri ini bisa saja seperti Nepal,” tulis netizen lainnya.

    Ada juga yang menyindir dengan santai: “Ibu nggak berguru sama Mulyono sih, jadi ketangkep deh.”

    Dalam informasi resmi, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri membenarkan Hellyana ditetapkan tersangka. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan, “Benar, Hellyana menjadi tersangka.”

    Kasus ini berawal dari laporan polisi bernomor LP/B/339/VII/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI, yang dibuat oleh pelapor berinisial AS pada 21 Juli 2025. Penyidikan dimulai sejak awal November 2025. Ijazah yang dipersoalkan berasal dari Fakultas Hukum Universitas Azzahra, sebuah universitas swasta di Jatinegara, Jakarta Timur.

    Perlu diketahui, Universitas Azzahra telah resmi ditutup oleh pemerintah melalui Keputusan Mendikbudristek Nomor 370/E/O/2024 pada 27 Mei 2024.

  • Viral Foto Aura Kasih dan Ridwan Kamil Liburan Bareng di Luar Negeri? Ini Faktanya!

    Viral Foto Aura Kasih dan Ridwan Kamil Liburan Bareng di Luar Negeri? Ini Faktanya!

    GELORA.CO  – Drama viral yang menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan artis Aura Kasih masih panas diperbincangkan di media sosial. Informasi terbaru soal foto kebersamaan mereka di luar negeri pun viral. 

    Ya, Aura Kasih dan Ridwan Kamil diduga pelesiran bersama ke luar negeri. Tuduhan ini viral di media sosial, terlebih beredar foto yang memperlihatkan diduga wajah mereka berdua saat menikmati momen bersama. 

    Mengacu pada unggahan akun TikTok @heymilkteaaa, terlihat di konten tersebut momen kebersamaan seorang wanita dan pria saat berada di Milan, Italia. Wanita itu berambut hitam panjang, pasangan sosok pria di foto mengenakan topi fedora krem dipadukan dengan celana pendek putih dan kemeja biru terang. 

    Dari foto tersebut, netizen menduga kalau wanita dan pria itu adalah Aura Kasih dan Ridwan Kamil. Informasi itu tidak dapat dibenarkan, karena hingga saat ini keduanya membantah adanya hubungan spesial. 

    Bahkan, Aura Kasih melalui kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, menegaskan kalau kliennya tidak ada hubungan gelap dengan Ridwan Kamil. Dengan kata lain, Aura Kasih bukan wanita simpanan Ridwan Kamil. 

    Yanti juga mengatakan, kliennya tengah mempersiapkan langkah hukum bagi penyebar berita hoax di media sosial.

    “Itu semua enggak benar. Kami sedang kumpulkan semua berita-berita yang enggak benar, nanti kami akan pertimbangkan apakah mau dilaporkan atau gimana. Setelah buktinya sudah cukup. Jadi, kami lagi kumpulin semua berita-berita yang enggak benar itu,” kata Yanti belum lama ini.

    Di momen yang sama, Yanti mengatakan bahwa dengan adanya kabar tersebut, Aura Kasih merasa nama baiknya sudah dicemarkan.

    “Kalau enggak benar kan, ya, benar dong dicemarkan,” ujarnya

  • KPK Duga Lebih dari Satu Perempuan Terima Duit Korupsi Pengadaan Iklan BJB dari Ridwan Kamil

    KPK Duga Lebih dari Satu Perempuan Terima Duit Korupsi Pengadaan Iklan BJB dari Ridwan Kamil

    GELORA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terdapat lebih dari satu perempuan yang memiliki keterkaitan dengan mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (RK), menerima aliran dana dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023.

    Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan dugaan tersebut masih terus didalami oleh tim penyidik, khususnya terkait aliran dana hasil dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

    “Mungkin ada. Ini masih terus didalami alirannya ke mana saja,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/12).

    Meski demikian, KPK belum dapat mengungkapkan secara rinci kepada publik mengenai pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut, karena proses penyidikan masih berjalan.

    “Sementara kita ikuti perkembangan penyidikannya. Pasti kami akan sampaikan secara berkala dan transparan terkait progres penegakan hukum tindak pidana korupsi, khususnya dalam perkara pengadaan iklan di BJB ini,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, KPK juga membuka peluang untuk memanggil siapa pun yang diduga mengetahui atau menerima aliran dana terkait perkara tersebut, termasuk penyanyi Aura Kasih. Hal itu disampaikan setelah KPK memeriksa Ridwan Kamil dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank BJB.

    “Tentu semua terbuka kemungkinan bagi KPK untuk memanggil siapa saja yang diduga mengetahui ataupun diduga mendapatkan aliran uang yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi di BJB ini,” imbuhnya.

    Salah satu perempuan yang pernah dipanggil dalam kasus dugaan korupsi BJB, yakni Lisa Mariana, pada Jumat (22/8). Saat itu, Lisa mengaku mendapat aliran uang dari Ridwan Kamil.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB, pada 13 Maret 2025.

    Mereka di antaranya Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Widi Hartoto (WH), serta tiga pengendali agensi iklan, yakni Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Suhendrik (SUH), dan Sophan Jaya Kusuma (SJK).

    KPK memperkirakan kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara ini mencapai sekitar Rp 222 miliar

  • Pejabat Jangan Alergi Dikritik

    Pejabat Jangan Alergi Dikritik

    GELORA.CO -Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membela Menteri Luar Negeri Sugiono dari kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. 

    Menanggapi hal ini, Anggota DPR RI Benny K Harman mengingatkan agar kritik tidak dipandang sebagai ancaman bagi kekuasaan. Menurutnya, kritik justru merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

    “Kritik itu vitamin untuk kekuasaan. Jangan alergi dengan kritik. Bila perlu membuka diri untuk dikritik,” kata Benny lewat akun X miliknya dikutip di Jakarta, Rabu, 24 Desember 2025.

    Ia menambahkan, para pejabat publik seharusnya tidak memusuhi pengkritik, melainkan bersyukur karena kritik merupakan tanda kepedulian.

    “Dan, jangan pernah berkata benci kepada para pengkritik. Sebaliknya harus bersyukur karena masih ada di antara kita yang mau mengkritik. Itu tanda peduli,” tegasnya.

    Sebelumnya Pigai menilai kritik Dino tidak berdasar dan tidak mencerminkan kondisi diplomasi Indonesia saat ini.

    Menurut Pigai, kinerja diplomasi Indonesia justru menunjukkan lompatan signifikan di bawah kepemimpinan Menlu Sugiono. Ia bahkan menyebut posisi Indonesia di mata dunia jauh lebih diperhitungkan dibandingkan periode sebelumnya.

    “Saya hargai kritik, tapi kritik Pak Dino kepada Menlu Sugiono isinya semua zonk,” ujar Pigai dikutip dari akun X @NataliusPigai2, Senin, 22 Desember 2025.

    Pigai mengaku penilaiannya bukan tanpa dasar. Ia menyebut mendapat pengakuan langsung dari sejumlah diplomat asing. Saat berada di Qatar dan bertemu Duta Besar Qatar di Doha, Pigai mendengar pujian terhadap kiprah diplomasi Indonesia di kancah global.

    “Semua Dubes dan diplomat di banyak negara yang saya temui mengatakan, baru kali ini Indonesia dipandang dunia. Sebelumnya kami di pinggiran,” ungkap Pigai.