Author: Gelora.co

  • Geger! Lisa Mariana Bongkar Rahasia Besar Aura Kasih dan Ridwan Kamil?

    Geger! Lisa Mariana Bongkar Rahasia Besar Aura Kasih dan Ridwan Kamil?

    GELORA.CO – Drama Aura Kasih dan Ridwan Kamil masih terus berlanjut. Terbaru datang dari Lisa Mariana yang diduga membongkar rahasia keduanya. 

    Melalui unggahan Instagram, Lisa Mariana diduga membongkar rahasia Aura Kasih dan Ridwan Kamil. Meski tidak secara terang-terangan, tapi netizen menduga informasi yang dibagikan Lisa ada kaitannya dengan Aura Kasih dan Ridwan Kamil. 

    Lantas, apa yang dibongkar Lisa Mariana lewat unggahan Instagram terbaru? 

    Jadi, Lisa membagikan foto seorang perempuan berambut blonde dengan styling curly. D situ, si perempuan tengah mengendarai motor BMW. Sayangnya, wajah si perempuan ditutupi oleh sticker dan itu yang menimbulkan tanda tanya besar. 

    “Kayaknya aku kenal motor nyiaaaah aw aw,” kata Lisa Mariana, dikutip Minggu (28/12/2025). 

    Pada keterangan unggahan, Lisa pun menuliskan kalimat yang tidak jauh berbeda. “Kayak aku kenal motornya,” ujarnya. 

    Nah, menariknya Dinar Candy tampak ‘nimbrung’ dalam pembahasan itu. Disjoki tersebut memberi pernyataan yang semakin membuat netizen menuduh postingan itu ada kaitannya dengan Aura Kasih dan Ridwan Kamil. 

    “Itu motor yang disita KPK kah? Kek pernah lihat di TV,” ungkap Dinar Candy. 

    Sebagai informasi, Ridwan Kamil memang memiliki motor BMW seperti apa yang diungkap Lisa Mariana. Motor tersebut berjenis BMW R60. Motor tersebut dibeli RK dari tukang cukur. 

    Hingga berita ini dibuat, Ridwan Kamil maupun Aura Kasih belum memberikan pernyataan apa pun. Lisa Mariana pun seperti lepas tangan usai melempar bola api panas, dia belum ada pernyataan lanjutan mengenai foto perempuan mengendarai motor BMW tersebut. 

    Sebelumnya, Aura Kasih melalui kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, menegaskan kalau kliennya tidak ada hubungan gelap dengan Ridwan Kamil. Dengan kata lain, Aura Kasih bukan wanita simpanan Ridwan Kamil. 

    Yanti juga mengatakan, kliennya tengah mempersiapkan langkah hukum bagi penyebar berita hoax di media sosial.

    “Itu semua enggak benar. Kami sedang kumpulkan semua berita-berita yang enggak benar, nanti kami akan pertimbangkan apakah mau dilaporkan atau gimana. Setelah buktinya sudah cukup. Jadi, kami lagi kumpulin semua berita-berita yang enggak benar itu,” kata Yanti belum lama ini.

    Di momen yang sama, Yanti mengatakan bahwa dengan adanya kabar tersebut, Aura Kasih merasa nama baiknya sudah dicemarkan.

    “Kalau enggak benar kan, ya, benar dong dicemarkan,” ujarnya

  • Aura Kasih Bantah Dipelihara Gadun, Jelaskan Sumber Kekayaannya!

    Aura Kasih Bantah Dipelihara Gadun, Jelaskan Sumber Kekayaannya!

    GELORA.CO  – Viral video lawas memperlihatkan Aura Kasih membantah soal tuduhan dipelihara gadun. Dia pun menjelaskan dari mana sumber kekayaannya. 

    Nama Aura Kasih masih ramai disorot publik. Dia dikait-kaitkan dengan Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat. Tuduhan demi tuduhan dilayangkan kepada Aura Kasih, termasuk tuduhan menjadi wanita simpanan Ridwan Kamil. 

    Melalui kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, dia menegaskan kalau tidak ada hubungan gelap dengan Ridwan Kamil. Dengan kata lain, Aura Kasih bukan wanita simpanan Ridwan Kamil. 

    Yanti juga mengatakan, kliennya tengah mempersiapkan langkah hukum bagi penyebar berita hoax di media sosial.

    “Itu semua enggak benar. Kami sedang kumpulkan semua berita-berita yang enggak benar, nanti kami akan pertimbangkan apakah mau dilaporkan atau gimana. Setelah buktinya sudah cukup. Jadi, kami lagi kumpulin semua berita-berita yang enggak benar itu,” kata Yanti belum lama ini.

    Nah, terbaru beredar video viral memperlihatkan Aura Kasih membantah langsung soal isu dipelihara gadun. Pernyataan itu disampaikan saat Aura Kasih menjadi bintang tamu di podcast Vasco Ruseimy beberapa tahun lalu. 

    Lantas, apa yang disampaikan Aura Kasih di tayangan tersebut? Simak berita selengkapnya. 

    Aura Kasih membantah dengan tegas kalau dirinya dipelihara gadun. Harta yang dimilikinya sampai sekarang adalah hasil kerja keras dari karya yang dia punya, salah satunya sinetron. 

    Dia pun sadar, dengan menyandang status janda, akan selalu ada orang yang berpikiran aneh kepadanya. Terlebih lagi, ada image seksi yang melekat dalam diri Aura Kasih.

    “Ya Allah, ada aja gitu. Apalagi lihat gua single, perempuan, image-nya seksi, orang-orang pasti (mikirnya) aneh-aneh, pasti negatif, makanya jadi sasaran gosip miring,” kata Aura Kasih dalam tayangan tersebut, dikutip Minggu (28/12/2025). 

    Mengetahui kalau dirinya jadi sasaran gosip miring, Aura Kasih pun ‘kasih paham’ dari mana sumber kekayaannya, selain lagu-lagu yang sangat fenomenal seperti ‘Mari Bercinta’ misalnya. 

    “Kalau ada orang gosipin (gua) begitu, (gua akan minta) cek Youtube, tonton sinetron gua. Sinetron gua ada di Malaysia. Sampai gua gituin,” tegas Aura Kasih. 

    “Gua dibayar dong, masa enggak dibayar,” tambahnya. 

    Sebagai informasi, Aura Kasih banyak memainkan judul sinetron bahkan film. Berikut ini daftar sinetron dan film yang diperankannya:

    Sinetron Dibintangi Aura Kasih

    – Cinta 2020 (2007)

    – Dewa (2011-2012)

    – Putri Bidadari (2012)

    – Pashmina Aisha (2014)

    – Asisten Rumah Tangga (2016)

    – Catatan Hati Seorang Istri 2 (2016)

    Film Dibintangi Aura Kasih

    – Basahhh… (2008)

    – Asmara Dua Diana (2009)

    – 3 Cewek Petualang (2013)

    – Moammar Emka’s Jakarta Undercover (2017)

    – Surat Kecil untuk Tuhan (2017)

    – Keluarga Tak Kasat Mata (2017)

    – Arini (2018)

    – Koki-Koki Cilik (2018)

    – PSP: Gaya Mahasiswa (2019)

    – The Sacred Riana: Beginning (2019)

    – Pintu Merah (2019)

    – Kelam (2019)

    – The Sacred Riana 2: Bloody Mary (2022)

    – Rumah Iblis (2023)

    – Negeri Para Ketua (2024)

    Bahkan, Aura Kasih tercatat pernah menjadi produser eksekutif untuk film berjudul ‘Anak Kunti’ yang tayang pada 2025. 

    Lalu, Aura Kasih juga pernah terlibat dalam produksi serial web berjudul ‘Gelas Kaca’ dan dari perannya itu dia masuk nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Serial Web Festival Film Bandung pada 2025. Aura Kasih harus puas dengan hanya menjadi nominasi, bukan pemenang

  • Dominasi Dasco di Parlemen Menjadi Sinyal Buruk Bagi Kinerja DPR RI

    Dominasi Dasco di Parlemen Menjadi Sinyal Buruk Bagi Kinerja DPR RI

    GELORA.CO – Memasuki 15 bulan masa pemerintahan Prabowo Subianto, dinamika demokrasi di Indonesia menunjukkan pola yang unik.

    Dominasi koalisi besar di lembaga legislatif menciptakan stabilitas politik yang luar biasa, namun di sisi lain melahirkan berbagai kebijakan yang dinilai tidak populis oleh publik.

    Kondisi DPR RI setahun belakangan cenderung tenang tanpa konflik internal yang berarti.

    Para pengamat menilai zona nyaman para legislator ini merupakan hasil orkestrasi pimpinan dewan yang sangat rapi.

    Sosok Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, muncul sebagai figur paling berpengaruh yang mengendalikan arah kebijakan di Senayan.

    Rakyat bahkan menyematkan julukan Don Dasco kepada pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini.

    Perannya yang sangat sentral membuatnya mendapat label sebagai sutradara di balik paduan suara para anggota dewan dalam meloloskan berbagai regulasi.

    Istilah Kabinda dan Adidas

    Laporan utama Majalah Tempo edisi Maret 2025 mengungkap adanya jaringan politik yang sangat solid di bawah kendali Dasco.

    Muncul istilah khusus seperti Kabinda dan Adidas untuk mengidentifikasi lingkaran pengaruh sang wakil ketua.

    Kabinda atau Kader Binaan Dasco merujuk pada para politikus, mayoritas dari Partai Gerindra, yang menempati posisi strategis di Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

    Sementara itu, Adidas atau Anak Didik Dasco merupakan jaringan lintas partai politik yang setia mendukung arahan dan strategi politik Dasco.

    Jaringan ini menyebar luas mulai dari Komisi, Panitia Kerja (Panja), hingga Badan Legislasi (Baleg).

    Kehadiran mereka memastikan setiap pembahasan undang-undang berjalan cepat dan efektif sesuai dengan target yang telah ditentukan.

    Pabrik Undang-Undang Tanpa Interupsi

    Mengutip ulasan Podcast Bocor Alus Politik, Baleg DPR RI kini seolah berubah menjadi pabrik undang-undang sepanjang tahun 2025.

    Peran Don Dasco sangat menentukan nasib sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU), apakah akan melaju cepat, tertahan, atau berhenti di tengah jalan.

    Fenomena ini membawa warna baru dalam sejarah parlemen Indonesia. Publik tidak lagi menyaksikan aksi hujan interupsi atau drama mematikan mikrofon saat pembahasan isu sensitif.

    Semua dinamika politik dikelola secara clear and clean oleh Dasco, yang kini memegang kendali penuh di legislatif setelah Fadli Zon beralih tugas menjadi Menteri Kebudayaan.

    Memasuki tahun 2026, publik kini menanti apakah model kepemimpinan satu pintu yang sangat efisien ini akan terus bertahan.

    Meski memberikan kepastian hukum yang cepat, efektivitas ini tetap menjadi sorotan dalam kacamata demokrasi terkait fungsi kontrol dan keterlibatan masyarakat.

  • Aura Kasih Saling Balas Komentar dengan Lisa Mariana di Instagram

    Aura Kasih Saling Balas Komentar dengan Lisa Mariana di Instagram

    GELORA.CO – Aura Kasih kembali menjadi sorotan publik setelah meninggalkan komentar di unggahan Instagram milik Lisa Mariana.

    Dalam posting terbarunya, Lisa memamerkan motor miliknya yang warnanya sama dengan motor milik Aura Kasih. Lisa terlihat menaiki motor berwarna kuning, sementara dalam unggahan itu juga disisipkan foto Aura Kasih dengan motor serupa, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.

    “Motor kita warnanya sama,” tulis Lisa Mariana dalam keterangan foto yang diunggah Kamis (25/12).

    Aura Kasih merespons komentar tersebut dengan menulis, “Cus sunmorii dutt,” pada Jumat (26/12). Interaksi ini pun langsung menarik perhatian netizen.

    “Asik nih balas-balasan,” komentar salah satu pengguna Instagram.

    “Welaa malah mau kopdar,” timpal pengguna lain.

    Kedua nama ini sebelumnya sempat terseret dalam rumor yang melibatkan eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Lisa Mariana dikenal publik setelah mengklaim RK sebagai ayah dari anaknya, yang kemudian berujung pada laporan hukum terkait pencemaran nama baik.

    Sementara itu, Aura Kasih belakangan santer dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan RK. Dugaan tersebut pertama kali muncul dari unggahan warganet di platform X. Aura Kasih sendiri melalui kuasa hukumnya membantah rumor tersebut dan sedang mempertimbangkan langkah hukum untuk menindaklanjuti kabar tidak benar ini.

    “Semua gosip itu tidak benar. Kami sedang mengumpulkan bukti dan berita-berita yang keliru, nanti akan dipertimbangkan apakah akan dilaporkan atau tidak,” ujar kuasa hukum Aura Kasih, Alexander Januar Gaodilliam.

    Di sisi lain, RK saat ini tengah menjalani proses perceraian dengan istrinya, Atalia Praratya, setelah keduanya sepakat untuk berpisah. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, RK meminta maaf atas kekhilafan selama pernikahan mereka.

    “Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, banyak kekhilafan dan dosa yang saya lakukan kepada istri saya, Atalia. Perpisahan ini adalah hak beliau untuk meraih kebahagiaan tanpa saya. Mohon maaf kepada Ibu Atalia, dan saya selalu mendoakan yang terbaik untuk beliau,” tulis RK.

  • Kecam Tindakan Represif TNI terhadap Warga Aceh, Koalisi Masyarakat Sipil Desak DPR Panggil Panglima

    Kecam Tindakan Represif TNI terhadap Warga Aceh, Koalisi Masyarakat Sipil Desak DPR Panggil Panglima

    GELORA.CO –  Koalisi Masyarakat Sipil mengecam keras tindakan represif dan penggunaan kekerasan yang diduga dilakukan aparat TNI terhadap masyarakat sipil di Aceh Utara saat penyampaian pendapat di muka umum terkait penanganan bencana.

    Direktur Eksekutif Democratic Judicial Reform (DE JURE), Bhatara Ibnu Reza menyebut keterlibatan TNI dalam penanganan unjuk rasa tersebut bertentangan dengan tugas dan fungsi TNI sebagaimana diatur dalam undang-undang

    “Koalisi melihat tindakan itu justru bertentangan dengan tugas dan fungsi TNI yang seharusnya tidak turut campur dalam penanganan unjuk rasa atau demonstrasi,” kata Bhatara dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 27 Desember 2025.

    Menurutnya, pengibaran bendera putih ataupun bendera bulan sabit tidak dapat dijadikan alasan pembenaran bagi TNI untuk menggunakan pendekatan kekerasan terhadap masyarakat.

    Penanganan aksi penyampaian pendapat, kata Bhatara, seharusnya dilakukan melalui pendekatan dialogis oleh Pemerintah Aceh atau kepolisian.

    “TNI seharusnya tidak menggunakan dalih ‘bendera bulan sabit’ untuk terlibat dalam penanganan unjuk rasa. Jika ada persoalan hukum, itu menjadi kewenangan kepolisian,” ujarnya.

    Bhatara menilai pengerahan pasukan Korem 011/Lilawangsa untuk menghalau aksi penyampaian pendapat pada 25 Desember 2025 melanggar Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Dasar 1945.

    Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan merupakan bagian sah dari praktik demokrasi.

    “Unjuk rasa adalah ekspresi sipil yang sah. Kalau pun ada dugaan pelanggaran hukum, seharusnya ditangani oleh kepolisian, bukan militer,” tegas Bhatara.

    Lebih lanjut, Koalisi menyoroti minimnya sensitivitas aparat dalam merespons persoalan sipil di tengah situasi pemulihan pascabencana dan sejarah panjang konflik bersenjata di Aceh.

    “Masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari Pemerintah, tidak seharusnya direspons dengan tindakan represif dan militeristik, yang justru semakin memperlihatkan tidak profesionalnya militer, yang merespons urusandi luar pertahanan,” kata dia.

    Koalisi Masyarakat Sipil mendesak DPR dan pemerintah untuk segera memerintahkan Panglima TNI mengambil langkah tegas terhadap oknum TNI yang diduga melakukan pelanggaran.

    Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya trauma baru di tengah masyarakat Aceh.

    “Pemerintah seharusnya fokus pada penanganan bencana di Aceh yang masih menghadapi banyak persoalan, serta memastikan hak-hak masyarakat terdampak segera dipulihkan,” pungkas Bhatara.

  • Percuma Jaksa Agung Pamer Rampasan Triliunan, Anak Buah Kena OTT KPK tak Diproses

    Percuma Jaksa Agung Pamer Rampasan Triliunan, Anak Buah Kena OTT KPK tak Diproses

    GELORA.CO –  Jaksa Agung ST Burhanuddin didesak untuk memproses hukum kepala kejaksaan negeri (Kajari) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penegakan hukum yang setengah hati sama saja mencoreng wajah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menegsakan, Jaksa Agung tidak bisa menghindar dari kewajiban memproses hukum anak buahnya yang terciduk KPK. Jangan hanya berhenti pada rotasi jabatan.

    “Karena ini sudah menjadi rahasia umum, jika tidak diproses sama saja dengan menampar dan mempermalukan pemerintahan Prabowo,” kata Fickar ketika dihubungi Inilah.com, Sabtu (27/12/2025).

    Sejumlah Kajari yang terseret OTT memang telah dimutasi. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Eddy Sumarman digantikan Semeru. Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, digantikan Budi Triono. Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Banten, Afrilianna Purba, digeser dan dipindahkan menjadi Kepala Bidang Manajemen Sumber Daya Kesehatan Yustisial pada Pusat Kesehatan Yustisial Kejaksaan Agung.

    Namun, nama-nama tersebut, baru Albertinus yang telah berstatus tersangka dan perkaranya ditangani langsung oleh KPK. Dua Kajari lainnya belum diproses secara pidana. Fickar menegaskan, mutasi jabatan tidak dapat dijadikan solusi atas dugaan korupsi yang terungkap melalui OTT. Jaksa Agung, kata dia, wajib menindak jajarannya yang tertangkap tangan melakukan pemerasan atau suap.

    “Jaksa Agung tidak bisa mengelak untuk memproses hukum aparatnya yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana suap atau pemerasan,” ucap Fickar.

    OTT KPK dilakukan sejak Rabu (17/12/2025) di Banten, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Penanganan perkara kemudian terbagi antara KPK dan Kejaksaan Agung.

    Untuk kasus Banten, KPK melimpahkan penanganan ke Kejaksaan Agung karena lembaga tersebut lebih dulu menaikkan perkara ke tahap penyidikan. Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka terkait dugaan pemerasan terhadap warga negara Korea Selatan, dengan nilai awal pemerasan mencapai Rp941 juta.

    Sementara itu, penyidikan OTT di Hulu Sungai Utara masih ditangani KPK. Tiga tersangka telah ditetapkan, termasuk Albertinus Parlinggoman Napitupulu. Total aliran dana yang terungkap dalam perkara ini mencapai sekitar Rp2,64 miliar, dengan Albertinus diduga menerima bagian terbesar.

    Sorotan publik kian tajam karena rangkaian OTT ini terjadi tak berjauhan dengan kegiatan seremoni penyerahan uang hasil penyelamatan keuangan negara senilai Rp6,6 triliun, yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, Rabu (24/12/2025). Sebelumnya, Prabowo juga hadir dalam penyerahan uang perkara CPO senilai Rp13,255 triliun. Total dana yang diklaim dikembalikan ke negara mencapai Rp19,855 triliun.

  • Percuma Jaksa Agung Pamer Rampasan Triliunan, Anak Buah Kena OTT KPK tak Diproses

    Percuma Jaksa Agung Pamer Rampasan Triliunan, Anak Buah Kena OTT KPK tak Diproses

    GELORA.CO –  Jaksa Agung ST Burhanuddin didesak untuk memproses hukum kepala kejaksaan negeri (Kajari) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penegakan hukum yang setengah hati sama saja mencoreng wajah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menegsakan, Jaksa Agung tidak bisa menghindar dari kewajiban memproses hukum anak buahnya yang terciduk KPK. Jangan hanya berhenti pada rotasi jabatan.

    “Karena ini sudah menjadi rahasia umum, jika tidak diproses sama saja dengan menampar dan mempermalukan pemerintahan Prabowo,” kata Fickar ketika dihubungi Inilah.com, Sabtu (27/12/2025).

    Sejumlah Kajari yang terseret OTT memang telah dimutasi. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Eddy Sumarman digantikan Semeru. Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, digantikan Budi Triono. Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Banten, Afrilianna Purba, digeser dan dipindahkan menjadi Kepala Bidang Manajemen Sumber Daya Kesehatan Yustisial pada Pusat Kesehatan Yustisial Kejaksaan Agung.

    Namun, nama-nama tersebut, baru Albertinus yang telah berstatus tersangka dan perkaranya ditangani langsung oleh KPK. Dua Kajari lainnya belum diproses secara pidana. Fickar menegaskan, mutasi jabatan tidak dapat dijadikan solusi atas dugaan korupsi yang terungkap melalui OTT. Jaksa Agung, kata dia, wajib menindak jajarannya yang tertangkap tangan melakukan pemerasan atau suap.

    “Jaksa Agung tidak bisa mengelak untuk memproses hukum aparatnya yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana suap atau pemerasan,” ucap Fickar.

    OTT KPK dilakukan sejak Rabu (17/12/2025) di Banten, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Penanganan perkara kemudian terbagi antara KPK dan Kejaksaan Agung.

    Untuk kasus Banten, KPK melimpahkan penanganan ke Kejaksaan Agung karena lembaga tersebut lebih dulu menaikkan perkara ke tahap penyidikan. Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka terkait dugaan pemerasan terhadap warga negara Korea Selatan, dengan nilai awal pemerasan mencapai Rp941 juta.

    Sementara itu, penyidikan OTT di Hulu Sungai Utara masih ditangani KPK. Tiga tersangka telah ditetapkan, termasuk Albertinus Parlinggoman Napitupulu. Total aliran dana yang terungkap dalam perkara ini mencapai sekitar Rp2,64 miliar, dengan Albertinus diduga menerima bagian terbesar.

    Sorotan publik kian tajam karena rangkaian OTT ini terjadi tak berjauhan dengan kegiatan seremoni penyerahan uang hasil penyelamatan keuangan negara senilai Rp6,6 triliun, yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, Rabu (24/12/2025). Sebelumnya, Prabowo juga hadir dalam penyerahan uang perkara CPO senilai Rp13,255 triliun. Total dana yang diklaim dikembalikan ke negara mencapai Rp19,855 triliun.

  • Viral! Massa Emosi Bakar Truk Pengangkut Kayu yang Disebut Jadi Sumber Banjir

    Viral! Massa Emosi Bakar Truk Pengangkut Kayu yang Disebut Jadi Sumber Banjir

    GELORA.CO – Viral di berbagai platform media sosial, sebuah rekaman dramatis memperlihatkan sebuah truk pengangkut kayu gelondongan dibakar warga yang sudah tak mampu lagi menahan emosi.

    Lokasi kejadian tersebut diduga terjadi di Sumatera meski belum ada informasi tepat nya dimana.

    Insiden itu sontak menggegerkan jagat maya karena dianggap sebagai puncak kemarahan warga yang selama ini menjadi korban banjir berulang.

    Mereka menilai aktivitas pembalakan kayu di wilayah hulu telah berubah menjadi ancaman nyata yang merusak keseimbangan alam dan berujung pada bencana yang terus menghantui permukiman.

    Dalam video yang tersebar luas, tampak massa berkerumun sambil berteriak, beberapa mengibaskan tangan, sebagian lain mengamati kobaran api yang melalap kendaraan besar tersebut.

    Asap hitam membumbung tinggi, menambah kesan mencekam dari peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu.

    Banyak warganet menyebut kejadian ini sebagai “ledakan amarah yang tidak bisa lagi dibendung”.

    Menurut keterangan warga di lokasi, truk itu diduga membawa kayu hasil penebangan di kawasan atas wilayah mereka. Selama ini, daerah hulu dikenal sebagai penyangga air.

    Namun, aktivitas penebangan yang terus berlangsung entah legal atau ilegal dipercayai telah merusak area resapan.

    Saat hujan deras turun, air tak lagi tertahan tanah dan langsung mengalir deras ke permukiman.

    Akibatnya, banjir semakin mudah terjadi, bahkan dalam intensitas lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Situasi inilah yang membuat warga merasa seolah tidak punya pilihan lain selain meluapkan frustrasi mereka secara terbuka.

    Aksi pembakaran truk tersebut bukanlah peristiwa yang direncanakan. Warga mengaku kejadian itu bermula dari akumulasi rasa kesal dan putus asa.

    Mereka merasa selama ini hanya menjadi korban yang suaranya tidak pernah benar-benar didengar.

    Banjir yang datang berulang kali, merusak rumah serta harta benda, membuat masyarakat akhirnya mengambil langkah ekstrem.

    Dalam pandangan mereka, truk pengangkut kayu menjadi simbol kerusakan lingkungan yang selama ini menghantui.

    Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian tiba di lokasi.

    Petugas langsung mengamankan area dan menenangkan warga yang masih terlihat emosi. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    Kini, penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap apakah kayu yang diangkut truk itu berasal dari aktivitas pembalakan liar.

    Aparat juga memeriksa beberapa saksi untuk memastikan kronologi aksi pembakaran dan pihak-pihak yang terlibat.

    Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat tidak lagi menutup mata terhadap persoalan hulu yang selama ini mereka keluhkan.

    Menurut mereka, selama penebangan kayu tidak dikendalikan secara tegas, banjir akan terus datang menghantui rumah dan kehidupan mereka.

    Peristiwa ini pun menjadi alarm keras bagi pihak berwenang untuk segera menertibkan aktivitas penebangan dan memperbaiki tata kelola lingkungan.

    Hingga kini, video pembakaran truk tersebut masih menjadi perbincangan panas.

    Banyak komentar bermunculan, dari yang mendukung aksi spontan warga hingga yang mengkritik tindakan main hakim sendiri.

    Namun satu hal yang jelas: kejadian ini berhasil membuka kembali diskusi besar tentang kerusakan hutan, ancaman banjir, dan jeritan warga yang selama ini tak terdengar.***

  • Viral Tambang di Berau Lebih Rendah dari Sungai Kelay, Netizen Was-was Kalau Jebol

    Viral Tambang di Berau Lebih Rendah dari Sungai Kelay, Netizen Was-was Kalau Jebol

    GELORA.CO –  Sebuah rekaman yang diunggah warganet mendadak membuat jagat maya geger.

    Video itu memperlihatkan kondisi sebuah tambang batu bara yang diduga berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tepat di sisi aliran Sungai Kelay.

    Bukan sekadar dekat posisi tambang itu terlihat jauh lebih rendah dibanding permukaan sungai, membuat siapa pun yang menontonnya langsung merinding.

    Dalam rekaman yang kini viral di berbagai platform, tampak jelas area tambang tersebut sudah digali begitu dalam hingga menyerupai sebuah bendungan raksasa.

    Lekukan tanahnya curam, berlapis, dan berada tepat di bawah badan sungai.

    Seolah hanya menunggu waktu, dinding tanah yang mengapit lokasi itu terlihat rapuh, tipis, dan sangat berbahaya jika sewaktu-waktu jebol.

    Warganet yang menyaksikan detik demi detik rekaman itu langsung meluapkan amarah sekaligus ketakutan.

    Banyak yang menyebut apa yang terlihat di video tersebut sudah kelewat batas dan mengancam keselamatan warga sekitar.

    Mereka khawatir jika tebing tambang itu tidak kuat menahan debit air Sungai Kelay.

    Maka potensi longsor bukan hanya mungkin terjadi tetapi bisa memicu banjir bandang dahsyat yang meluluhlantakkan apa pun di depannya.

    Komentar bernada panik berdatangan. Ada yang menyebut kondisi itu sebagai “bom waktu”, ada pula yang mengibaratkannya “mulut bencana yang tinggal menunggu terbuka”.

    Tak sedikit pula netizen yang melakukan analisis spontan, menunjukkan bahwa jarak air sungai dengan dasar tambang hanya setipis beberapa meter tanah gembur.

    Beberapa pengguna internet bahkan menyamakan situasi ini dengan kejadian-kejadian jebolnya tanggul di daerah lain yang menimbulkan kerusakan besar.

    Mereka mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika tebing tersebut runtuh.

    Aliran air yang masuk tak hanya menciptakan arus deras tetapi juga menghanyutkan material tambang yang bisa mencemari lingkungan.

    Merusak permukiman, hingga menimbulkan korban jiwa.

    Kegeraman warganet semakin menjadi-jadi karena aktivitas tambang tersebut terlihat berlangsung tanpa pengamanan yang memadai.

    Tidak tampak tanggul penguat, drainase khusus, maupun upaya memperkuat struktur tanah di sekitar lokasi.

    Bagi mereka, rekaman itu adalah bukti nyata betapa rentannya area tersebut terhadap musibah besar yang dapat terjadi kapan saja.

    Alhasil, desakan publik pun menggema. Netizen ramai-ramai mendesak pemerintah daerah, instansi terkait.

    Serta aparat pertambangan untuk segera turun tangan sebelum semuanya terlambat.

    Mereka meminta investigasi menyeluruh, penindakan tegas, serta penghentian sementara aktivitas tambang yang dianggap membahayakan tersebut.

    Unggahan itu kini terus dibagikan ulang, menjadi peringatan keras bahwa bencana tidak hanya datang dari alam, tetapi juga dari keteledoran manusia.

    Warganet berharap suara mereka tak berhenti di dunia maya.

    Dan benar-benar menjadi perhatian serius pihak berwenang agar potensi tragedi dapat dicegah sebelum berubah menjadi kenyataan.***

  • Anggaran MBG Rp15 Ribu per Hari Dipertanyakan, Menu yang Diterima Murid Tak Masuk Akal

    Anggaran MBG Rp15 Ribu per Hari Dipertanyakan, Menu yang Diterima Murid Tak Masuk Akal

    GELORA.CO – Viral kembali perbincangan soal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut tidak sesuai anggaran serta menu yang diberikan kepada para murid.

    Isu ini kembali meledak setelah seorang ibu murid dari salah satu SMK di Tangerang Selatan membeberkan keluhan yang membuat para orang tua lain ikut geram.

    Ibu tersebut mengaku curiga ada yang tidak beres dalam pembagian MBG di sekolah anaknya.

    Ia mengatakan bahwa kini program MBG tidak lagi dibagikan setiap hari, melainkan dirapel seminggu sekali.

    Cara pembagiannya pun membuat banyak pihak bertanya-tanya karena hasil yang diterima jauh dari harapan.

    Dalam unggahan yang viral, sang ibu memperlihatkan isi paket MBG untuk satu minggu penuh: hanya roti, dua butir telur, dan dua buah pisang.

    Menu tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet karena dinilai benar-benar tidak masuk akal jika dibandingkan dengan anggaran MBG yang disebut Rp15 ribu per hari.

    Jika dibagikan sekaligus untuk lima hari, anggarannya seharusnya mencapai Rp75 ribu, namun yang diterima murid terlihat jauh dari nilai tersebut.

    Ibu murid itu menegaskan bahwa apa yang dibagikan sangat tidak memenuhi standar gizi harian anak sekolah.

    Bahkan menurutnya, paket yang diterima lebih mirip snack ringan, bukan makanan bergizi yang seharusnya menopang kebutuhan energi dan nutrisi siswa selama proses belajar.

    Reaksi keras pun mengalir deras.

    Banyak wali murid yang mulai mempertanyakan ke mana sebenarnya anggaran tersebut dialirkan dan siapa yang bertanggung jawab atas menu yang dinilai tidak layak itu.

    Mereka menuntut kejelasan karena merasa program yang tujuannya mulia justru terlihat tidak transparan dan merugikan anak-anak mereka.

    Para orang tua juga mengeluhkan bahwa anak-anak seharusnya menerima asupan gizi yang memadai, bukan makanan seadanya yang bahkan tidak cukup untuk satu kali makan layak.

    Mereka merasa heran bagaimana mungkin anggaran harian sebesar itu berubah menjadi paket makanan ala kadarnya.

    Tak hanya para orang tua, warganet pun ikut meluapkan kekesalan mereka.

    Banyak yang menyebut menu MBG tersebut memalukan dan tidak masuk akal, apalagi jika diklaim sebagai “makan bergizi”.

    Beberapa komentar bahkan menyarankan agar program MBG dihentikan sementara saja mengingat sekolah sedang libur.

    Lalu diatur ulang dan dimaksimalkan kembali saat siswa mulai masuk sekolah.

    “Daripada dibagi asal-asalan seperti ini, lebih baik stop dulu dan diperbaiki,” ujar salah satu komentar yang banyak disetujui warganet.

    Perdebatan mengenai MBG ini pun makin melebar karena dinilai mencerminkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi.

    Para wali murid mendesak pihak sekolah atau pihak terkait untuk memberikan penjelasan terbuka.

    Agar tidak ada lagi kecurigaan serta agar hak anak tetap terpenuhi sebagaimana mestinya.

    Hingga kini, unggahan sang ibu murid tersebut terus beredar luas dan mengundang reaksi publik yang semakin besar.

    Banyak pihak berharap ada klarifikasi dan evaluasi serius agar program MBG benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar formalitas yang justru merugikan siswa.***