Author: Gelora.co

  • Said Didu Geram, Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari Geng Solo, Oligarki dan Parcok

    Said Didu Geram, Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari Geng Solo, Oligarki dan Parcok

    GELORA.CO – Birokrat senior, Muhammad Said Didu, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan pemerintahannya dari Geng SOP (Solo, Oligarki dan Parcok).

    Sebab, ketiga komponen tersebut dinilai sebagai “biang kerok” perusak negara.

    Said Didu tak menjelaskan secara detail siapa-siapa saja yang masuk Geng Solo.

    Namun, publik menduga sosok tersebut adalah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan para antek-anteknya.

    Oligarki adalah pengusaha, sistem kekuasaan di mana kendali politik dan ekonomi dikuasai oleh segelintir elite, biasanya pemilik modal, penguasa politik, atau jaringan kepentingan yang saling terkait, bukan oleh kehendak rakyat secara luas.

    Sedangkan Parcok adalah Partai Cokelat atau dalam hal ini Polisi, mengacu pada warna seragamnnya yang cokelat.

    Menurut Said Didu, Prabowo perlu melakukan langkah yang tegas dan konkret dalam membersihkan kabinetnya itu. 

    “Bapak Presiden @prabowo. Yth, kerusakan negara yang dilakukan oleh mantan Presiden Jokowi dan dilanjutkan oleh Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok) yang ada dalam kabinet Bapak tidak bisa diselesaikan lewat pidato. Perlu tindakan nyata membersihkan pemerintahan Bapak (Jokowi), dari Geng SOP,” demikian tulis Said Didu.

    Sebelumnya, Said Didu pernah menyinggung oligarki dan fenomena bencana banjir bandang di Sumatera.

    Ia melontarkan kritik keras terhadap kondisi politik dan penegakan hukum di Indonesia.

    Menurutnya, oligarki telah menguasai kedaulatan negara, baik di bidang politik maupun hukum.

    Hal itu diungkapkan Said Didu dalam diskusi yang tayang di YouTube BANG EDY CHANNEL, Selasa (16/12/2025).

    Menurut Said Didu, dominasi oligarki terlihat dari sikap partai politik yang memilih diam ketika rakyat mengalami penderitaan.

    Ia mencontohkan bencana banjir di Sumatera yang tidak mendapat respons berarti dari partai-partai politik.

    Kondisi tersebut, kata Said Didu, menjadi bukti bahwa oligarki telah mengambil alih partai politik.

    “Kedaulatan politik itu sudah diserahkan kepada oligarki. Faktanya tidak ada partai manapun yang berbicara ketika rakyat menderita.”

    “Di saat banjir di Sumatera, tidak ada partai politi bicara, karena yang merusak Sumatera adalah oligarki, temannya partai politik. Jadi sudah tidak bisa dibantah, oligarki sudah mengambil alih partai politik,” ujar Said Didu.

    Said Didu menyebut, dalam berbagai kasus perampasan aset, penggusuran, hingga konflik agraria, partai politik cenderung bungkam dan tidak membela rakyat.

    Tak hanya kedaulatan politik, Said Didu juga menyoroti kedaulatan hukum yang sejak zaman Jokowi telah diserahkan kepada oligarki.

    Ia menilai penegak hukum berani bertindak karena adanya kepentingan oligarki di belakangnya, seperti hal-nya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah meneken Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2025 tentang Anggota Polri yang Melaksanakan Tugas di Luar Struktur Organisasi.

    “Kedaulatan hukum. Ini juga sudah diserahkan oleh Joko Widodo kepada penegak hukum.”

    “Saya hanya menyatakan bahwa karena itu permintaan oligarki maka dia (Kapolri) berani melakukan apapun dan hampir tiap hari saya menghadiri namanya pengadilan itu pengadilan pesanan oligarki untuk memenjarakan rakyat itu di mana-mana seluruh Indonesia,” jelas Said Didu.

    Ia bahkan menyinggung kasus yang menimpa Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI dua periode, yang menurutnya turut menjadi korban perampasan tanah oleh kelompok oligarki di Sulawesi Selatan.

    Said Didu menilai hal tersebut menunjukkan bahwa kekuasaan oligarki telah melampaui pengaruh tokoh nasional sekalipun.

    “Jusuf Kala aja nggak bisa (mengendalikan oligarki). Jusuf Kala seorang mantan presiden dua kali, mantan wakil presiden dua kali, tokoh Sulawesi Selatan dan dirampas tanahnya, dirampok tanahnya di Sulawesi Selatan dan yang melakukan adalah grup alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang melakukan koordinasi untuk melakukan penggusuran terhadap tanah tersebut,” ujar Said Didu.

    Secara terang-terangan, Said Didu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keterlibatan aparat dan institusi negara. 

    Said Didu pun menilai rakyat kini berada pada posisi yang sangat lemah.

    Ia menyebut tidak ada lagi ruang perlawanan bagi masyarakat, baik di sektor hutan, gunung, laut, hingga perkotaan.

    “Coba bayangkan artinya yang parah tuh nanti yang hijau (TNI), yang coklat (Polisi), yang ini semua sudah dikuasai juga oleh oligarki bisa diatur oleh oleh oligarki.”

    “Tidak ada namanya rakyat yang bisa melawan oligarki di mana pun di seluruh Indonesia, mulai dari hutan, gunung sampai laut sampai kota tidak ada lagi yang bisa melawan. Artinya Joko Widodo betul-betul sudah menyerahkan kedolatan hukum kepada oligarki,” kata Said Didu.

  • Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

    Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

    GELORA.CO -Meski sudah lengser, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mustahil berani menyentuh Joko Widodo alias Jokowi dan keluarganya untuk diproses hukum.

    Demikian penegasan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dalam video singkat yang dikutip dari Youtube Amien Rais Official, Kamis 1 Januari 2025.

    “(Selama 10 tahun berkuasa) Jokowi menjadikan KPK sebagai mitra kerja yang setia,” kata Amien Rais.

    “Sehingga mustahil KPK berani menyentuh Jokowi sekeluarga,” sambungnya.

    Jokowi diketahui merupakan satu-satunya presiden yang tiga kali memilih pimpinan KPK.

    Amien Rais melanjutkan, waktu masih berkuasa, Jokowi sangat sukses melakukan kooptasi hampir semua lembaga tinggi negara.

    “Seluruh lembaga negara tidak ada yang luput dari sentuhan tangan beracun Jokowi,” pungkas Amien Rais. 

  • Purbaya Ngaku Tak Bisa Tidur Gegara Pantau APBN

    Purbaya Ngaku Tak Bisa Tidur Gegara Pantau APBN

    GELORA.CO -Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku merasakan tekanan dalam memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman.

    Purbaya bahkan mengaku sempat tidak bisa tidur lantaran terus memantau pergerakan penerimaan negara hingga detik-detik terakhir.

    “Was-was. Karena angkanya geser terus nih sampai malam nih. Ya hanya detik-detik ini banyak uang masuk juga. Baru tahu saya. Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember udah tenang. Rupanya belum tuh,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu 31 Desember 2025.

    Ia menambahkan kekhawatiran terbesar muncul pada malam terakhir sebelum tutup buku APBN.

    “Semalamnya saya nggak bisa tidur. Uangnya masuk nggak ya?” kata Purbaya.

    Purbaya menjelaskan, sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, defisit APBN dibatasi maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Karena itu, pemerintah harus mengawasi secara ketat keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara.

    Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat lonjakan pengeluaran yang bersifat mendadak. Sementara itu, penerimaan negara masih menunjukkan perkembangan sesuai proyeksi.

    “Sampai sekarang nggak ada pengeluaran yang besar tiba-tiba,” kata Purbaya.

    Purbaya memperkirakan defisit APBN 2025 akan melebar meski masih dalam kisaran 2,7 hingga 2,8 persen terhadap PDB. Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau kinerja APBN hingga tutup kas pada pukul 24.00 WIB.

    “Realisasi APBN 2025 rencananya akan disampaikan dalam konferensi pers minggu depan,” pungkas Purbaya.

  • Dukun Peru Ramalkan Trump Sakit Parah Tahun 2026

    Dukun Peru Ramalkan Trump Sakit Parah Tahun 2026

    GELORA.CO – Para dukun di Peru menggelar ritual ramalan menyambut Tahun Baru 2026. Ritual tersebut digelar pada Selasa, 30 Desember 2025 di Pantai Selatan Lima.

    Mereka melontarkan ramalan soal nasib pemimpin dunia. Para dukun mengenakan ponco berwarna-warni, menaburkan bunga di atas pasir, serta membawa poster tokoh-tokoh dunia dalam prosesi ramalan.

    “Amerika Serikat harus bersiap-siap karena Donald Trump akan jatuh sakit parah.” ujar salah satu dukun, Juan de Dios Garcia, dikutip Rabu, 31 Desember 2025.

    Selain Trump, poster Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga ikut dibawa, disilangkan dengan pedang, dibakar kemenyan, hingga diinjak-injak sebagai bagian dari simbol ritual.

    Garcia juga menyampaikan prediksi terkait situasi politik Venezuela.

    “Kami melihat Nicolas Maduro dikalahkan. Nicolas Maduro akan melarikan diri dari Venezuela. Dia tidak akan ditangkap.” jelasnya.

    Meski begitu, ritual tahunan ini bukan kali pertama dilakukan dan tidak selalu tepat.

    Pada gelaran 2023 lalu, para dukun Peru meramalkan perang Rusia-Ukraina akan berakhir pada 2024. Kenyataannya, hingga penghujung 2025, konflik yang dimulai sejak 2022 itu masih berlangsung.

  • Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

    Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

    GELORA.CO – Pengamat militer Connie Rahakundini menilai penggunaan istilah sabotase oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam konteks bencana perlu disikapi dengan sangat hati-hati. 

    Menurut Connie, diksi tersebut tidak netral dan berpotensi membentuk framing ancaman yang keliru di tengah krisis kemanusiaan.

    Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sabotase dimaknai sebagai perusakan yang disengaja terhadap kepentingan negara. Sementara dalam konteks politik, istilah tersebut kerap diasosiasikan dengan aksi musuh atau pemberontakan.

    “Maka ketika kata ini diucapkan oleh pejabat militer aktif di ruang publik, ia tidak lagi netral, melainkan membentuk framing ancaman,” kata Connie kepada RMOL, Rabu, 31 Desember 2025.

    Connie mengingatkan bahwa bencana alam bukan ruang untuk framing keamanan yang berlebihan. Menurutnya, situasi darurat justru menuntut pendekatan kemanusiaan yang cepat, presisi, dan empatik. 

    “Jika bencana adalah perang sesungguhnya, maka perang itu bukan melawan “penyabot”, melainkan melawan waktu, alam, dan penderitaan rakyat. Kerusakan, kegagalan teknis, atau keterlambatan dalam kondisi darurat adalah hal yang bisa terjadi di lapangan yang ekstrem,” ujarnya.

    Ia juga menyinggung kekhawatiran bahwa penggunaan istilah sabotase dapat memperkuat narasi lama yang sensitif, termasuk simbol-simbol seperti bendera bulan bintang yang selama ini masih dilihat sebagian kalangan sebagai bendera pemberontak. 

    “Karena itu, bahasa pejabat negara setingkat Jendral harus dikelola dengan kecermatan tinggi,” tegas Connie.

    Lebih jauh, Connie membandingkan kepemimpinan dalam situasi krisis dengan teladan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Menurutnya, kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan total kepada rakyat. 

    “Bagi Jendral seperti Panglima Sudirman, perang dimenangkan oleh kepemimpinan moral dan keberpihakan total pada rakyat, bukan oleh narasi tudingan di tengah krisis kemanusiaan,” ucapnya.

    Connie menegaskan bahwa dalam bencana, bahasa negara seharusnya menenangkan, menyatukan, dan menggerakkan kerja lintas institusi. 

    “Harusnya KASAD paham ketegasan negara dalam bencana diukur dari kerja, bukan dari kata-kata. Rakyat tidak membutuhkan istilah yang keras, tetapi kehadiran negara yang nyata, cepat, dan berpihak,” jelasnya. 

    Dalam konferensi pers di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 29 Desember 2025, KSAD mengecam keras tindakan sabotase pembongkaran baut-baut pada jembatan bailey Sumatera oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Dua hari yang lalu baut-bautnya dibongkar. Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini,” ujarnya KSAD.

    KSAD juga mengaku sangat prihatin dan memikirkan dampak dari tindakan tersebut terhadap keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa bukti-bukti sabotase telah didokumentasikan.

  • Mengapa Proyek Crypto Presale Kini Dinilai Lebih Ketat

    Mengapa Proyek Crypto Presale Kini Dinilai Lebih Ketat

    Beberapa tahun lalu, crypto presale hampir selalu diperlakukan sebagai lomba cepat-cepat. Siapa yang paling cepat menarik perhatian, biasanya menang. Narasi besar, janji pertumbuhan, dan rasa urgensi sering kali cukup untuk membangun minat, setidaknya di awal.

    Namun pengalaman mulai berbicara. Banyak proyek yang dulu terdengar menjanjikan, kini sudah jarang dibicarakan. Bukan selalu karena penipuan, tetapi karena setelah fase awal berlalu, tidak ada alasan kuat untuk tetap bertahan. Dari sini, cara orang memandang crypto presale mulai berubah.

     

    Perubahan Cara Pasar Melihat Crypto Presale

    Saat ini, presale tidak lagi sekadar dipandang sebagai momen penggalangan dana. Bagi banyak pengamat, fase ini justru menjadi kesempatan pertama untuk menilai kedewasaan sebuah proyek. Cara tim menjelaskan apa yang mereka bangun, apa yang tidak mereka janjikan, dan seberapa realistis langkah mereka ke depan mulai diperhatikan.

    Proyek yang terlalu bergantung pada sensasi sering kali terlihat rapuh ketika perhatian mulai bergeser. Sebaliknya, presale yang berjalan lebih pelan, dengan komunikasi yang jelas dan tidak berlebihan, cenderung dipandang lebih serius, meskipun tidak selalu ramai dibicarakan.

     

    Dari Kecepatan ke Kegunaan Nyata

    Salah satu perubahan paling terasa adalah meningkatnya perhatian pada kegunaan. Pertanyaan yang sering muncul sekarang jauh lebih sederhana, tetapi juga lebih sulit dijawab: apakah produk ini benar-benar akan digunakan?

    Banyak proyek berbicara tentang teknologi canggih, tetapi gagal menjelaskan siapa yang akan memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, justru penggunaan yang konsisten, meski kecil, sering menjadi pembeda antara proyek yang bertahan dan yang menghilang ketika pasar mendingin.

     

    Crypto Presale sebagai Ujian Awal Disiplin Proyek

    Presale sering kali menjadi cermin awal bagaimana sebuah tim bekerja di bawah sorotan. Apakah mereka fokus membangun struktur, atau hanya mengejar momentum? Apakah mereka memberi ruang untuk berkembang, atau menekan ekspektasi terlalu tinggi sejak awal?

    Pasar yang semakin matang cenderung menghargai pendekatan yang lebih disiplin. Pertumbuhan yang lambat, tetapi masuk akal, sering kali dianggap lebih sehat daripada lonjakan cepat yang sulit dijelaskan kelanjutannya.

     

    Contoh Pendekatan Berbeda dalam Crypto Presale

    Dalam konteks ini, mulai muncul proyek-proyek yang memilih jalur lebih tenang. Salah satunya adalah Hexydog, yang membangun ekosistem berbasis blockchain dengan fokus pada sektor perawatan hewan. Alih-alih menempatkan token sebagai pusat cerita, proyek ini mencoba mengaitkan teknologi dengan aktivitas nyata seperti layanan pet care, sistem pembayaran internal, dan keterlibatan komunitas.

    Pendekatan seperti ini mungkin tidak langsung menarik perhatian besar. Namun, ia memberi gambaran bahwa crypto presale juga bisa berfungsi sebagai tahap pengembangan awal yang serius, bukan sekadar momen eksposur singkat.

     

    Mengapa Utilitas Menjadi Faktor Penentu

    Tidak semua proyek crypto akan bertahan, dan itu wajar. Pasar selalu menyaring. Namun perbedaannya sering kali sederhana: apakah proyek tersebut memiliki fungsi yang tetap relevan ketika perhatian publik berkurang.

    Utilitas tidak menjamin keberhasilan, tetapi memberi alasan untuk tetap ada. Ketika sebuah proyek punya peran jelas dalam ekosistem yang digunakan, ketergantungannya pada sentimen pasar menjadi lebih kecil. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menjadi fondasi yang lebih kuat.

    Seiring waktu, crypto presale semakin diperlakukan sebagai sinyal awal kualitas, bukan sekadar peluang spekulasi. Di pasar yang semakin dewasa, pendekatan yang menekankan kegunaan dan disiplin tampaknya mulai lebih dihargai dibandingkan janji cepat yang sulit dibuktikan.

  • Top 3 Reksadana saham Sucorinvest di Q4 2025, Ini Pilihannya

    Top 3 Reksadana saham Sucorinvest di Q4 2025, Ini Pilihannya

    Investasi menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan, terutama bagi pihak yang memiliki tujuan jangka menengah hingga panjang. Pergerakan pasar saham yang dinamis menuntut pemilihan instrumen yang tidak hanya berpotensi memberikan imbal hasil, tetapi juga dikelola dengan strategi yang jelas. Pada kuartal IV 2025, kinerja sejumlah reksa dana saham menunjukkan penguatan yang signifikan, termasuk produk-produk yang dikelola oleh Sucorinvest.

    Secara umum, investasi merupakan penempatan dana pada instrumen tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang. Setiap instrumen memiliki karakteristik yang berbeda dari sisi risiko, potensi pertumbuhan, dan jangka waktu. Oleh karena itu, memahami jenis investasi yang dipilih menjadi langkah awal agar keputusan yang diambil tetap selaras dengan tujuan keuangan.

    Reksa Dana Sebagai Instrumen Investasi

    Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan dan diversifikasi. Dana yang dihimpun dari investor akan dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek sesuai dengan kebijakan produk masing-masing. Dengan cara ini, risiko tidak bertumpu pada satu aset saja, melainkan tersebar ke berbagai instrumen.

    Selain kemudahan, reksa dana juga memberikan transparansi melalui Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang dipublikasikan secara berkala. Data NAB ini memungkinkan investor untuk memantau perkembangan kinerja dan melakukan evaluasi secara objektif.

    Reksa Dana SahamReksa dana saham di makmur.id merupakan jenis reksa dana yang sebagian besar portofolionya ditempatkan pada saham. Instrumen ini memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang maupun pendapatan tetap, namun disertai dengan volatilitas yang juga lebih besar. Karena itu, reksa dana saham umumnya digunakan untuk tujuan investasi jangka panjang.

    Kinerja reksa dana saham sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, kualitas saham dalam portofolio, serta strategi pengelolaan manajer investasi. Pada Q4 2025, penguatan pasar saham memberikan dampak positif terhadap sejumlah produk reksa dana saham, termasuk reksa dana yang dikelola Sucorinvest.

    Makmur Sebagai Salah Satu Pilihan InvestasiDi tengah berkembangnya platform investasi digital, Makmur.id melalui link ini menjadi salah satu pilihan yang relevan untuk mengakses berbagai produk reksa dana saham. Makmur menyediakan informasi kinerja produk secara transparan, termasuk data historis dan profil risiko, sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih terukur.

    Melalui Makmur, investor dapat membandingkan berbagai reksa dana saham dalam satu platform dan menyesuaikannya dengan tujuan investasi yang ingin dicapai.

    3 Reksadana Saham Sucorinvest Di Q4 2025

    Berdasarkan data kinerja kuartal IV 2025 untuk periode tiga bulan, berikut tiga reksa dana saham Sucorinvest dengan performa terbaik hingga akhir Desember 2025.

    1. Sucorinvest Sharia Equity Fund

    Sucorinvest Sharia Equity Fund mencatatkan kinerja tiga bulan sebesar +29,57%. NAB per unit meningkat dari Rp1.748,51 pada 1 Oktober 2025 menjadi Rp2.205,82 pada 29 Desember 2025. Kenaikan ini mencerminkan pengelolaan portofolio saham berbasis prinsip syariah yang mampu memanfaatkan momentum penguatan pasar secara optimal.

    2. Sucorinvest Maxi Fund

    Sucorinvest Maxi Fund membukukan pertumbuhan +25,11% dalam periode tiga bulan Q4 2025. NAB per unit naik dari Rp2.193,94 pada awal Oktober menjadi Rp2.709,59 pada 29 Desember 2025. Performa ini menunjukkan strategi pengelolaan yang fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan tingkat likuiditas yang baik.

    3. Sucorinvest Equity Fund Kelas A

    Sucorinvest Equity Fund Kelas A mencatatkan imbal hasil +24,03% dalam tiga bulan terakhir. NAB per unit meningkat dari Rp2.561,90 pada 1 Oktober 2025 menjadi Rp3.223,70 pada 29 Desember 2025. Meski sempat mengalami tekanan di awal periode, pergerakan selanjutnya menunjukkan pemulihan yang konsisten hingga akhir kuartal.

    Kinerja reksa dana saham Sucorinvest pada kuartal IV 2025 menunjukkan potensi pertumbuhan yang solid seiring dengan penguatan pasar saham. Meski memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi, reksa dana saham tetap relevan bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang yang siap menghadapi fluktuasi pasar.

    Bagi anda yang ingin mengevaluasi atau mulai berinvestasi pada reksa dana saham Sucorinvest, Makmur.id menyediakan berbagai pilihan produk dengan data kinerja yang dapat dipelajari secara menyeluruh. Pendekatan berbasis data dan pemahaman karakter instrumen tetap menjadi fondasi penting dalam membangun portofolio investasi yang berkelanjutan.

  • Teror terhadap Pegiat Medsos Bentuk Pembungkaman Kritik

    Teror terhadap Pegiat Medsos Bentuk Pembungkaman Kritik

    GELORA.CO -Maraknya aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah dikecam Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum).

    Dalam beberapa waktu terakhir, teror dialami oleh sejumlah individu yang dikenal vokal menyampaikan kritik. Konten kreator Ramond Dony Adam alias DJ Donny, misalnya, menjadi korban pelemparan bom molotov ke rumahnya. 

    Ia juga menerima kiriman bangkai ayam yang telah dipotong-potong disertai pesan bernada ancaman pembunuhan.

    Teror serupa juga dialami aktivis Greenpeace Iqbal Damanik. Sementara itu, pegiat media sosial Sherlya Annavita Rahmi menerima paket telur busuk, mobil pribadinya dicoret-coret, serta pesan-pesan intimidatif. 

    Sebelumnya, pegiat media sosial Virdian juga mengalami teror setelah mobil miliknya dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Bahkan jauh sebelum itu, jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana atau Cica, pernah menerima kiriman paket berisi kepala babi.

    Kepala Departemen Advokasi Iwakum, Faisal Aristama, menilai rentetan peristiwa tersebut menjadi indikator serius bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.

    “Rentetan peristiwa teror tersebut menandakan bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia masih mengalami masalah serius. Sejumlah pegiat media sosial hingga aktivis lingkungan yang kerap melontarkan kritik tajam justru diteror dan diintimidasi. Ini merupakan bentuk pembungkaman kritik,” tegas Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu, 31 Desember 2025.

    Faisal menegaskan, kebebasan berpendapat dan berekspresi telah dijamin secara konstitusional. 

    Jaminan tersebut tertuang dalam Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

    Ia mengingatkan, jika setiap kritik dibalas dengan teror dan intimidasi, maka demokrasi Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

    “Ini tidak bisa dibiarkan. Kritik dari rakyat seharusnya dijadikan ‘vitamin’ agar pemerintahan semakin sehat,” ujar aktivis muda Muhammadiyah tersebut.

    Senada, Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian aksi teror tersebut.

    “Iwakum mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas rentetan aksi teror terhadap konten kreator hingga aktivis Greenpeace Iqbal Damanik. Jika terbukti ada aktor intelektual di balik rangkaian teror ini, maka harus segera diadili,” tegas Ponco.

    Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang wajib menjamin rasa aman bagi setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat.

    “Indonesia ini negara hukum. Karena itu, adagium Fiat Justitia Ruat Caelum, (hukum harus ditegakkan walau langit runtuh) harus benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.

  • DJ Donny Lapor Polisi usai Terima Teror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov

    DJ Donny Lapor Polisi usai Terima Teror Bangkai Ayam hingga Bom Molotov

    GELORA.CO  – Influencer Ramond Dony Adam atau lebih dikenal DJ Donny melaporkan dugaan teror berupa bangkai ayam dan pelemparan bom molotov ke rumahnya ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025). Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA terkait Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.

    “Dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Kalau hal tersebut sih saya nggak ada masalah. Lalu, semalam saya pulang, saya tidur, jam 3.00 di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya,” ucap DJ Donny di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025). 

    DJ Donny menambahkan, aksi teror pelemparan bom molotov terjadi pada Rabu dini hari. Sebelumnya, aksi teror juga dia terima berupa adanya bangkai ayam dikirim dalam bentuk paket dengan kalimat ancaman di dalamnya. 

    “Saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman, ‘kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih, masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini.’ Terus ada foto saya, terus di leher saya di kayak diiris gitu, dipotong,” tuturnya. 

    Dia mengatakan, aksi teror juga dialami rekan-rekan sesama influencer. Rangkaian teror yang dialaminya mengancam keamanan keluarganya. DJ Donny berharap pihak kepolisian bergerak dan menindaklanjuti laporan tersebut.

    “Karena kalau hal ini, menurut saya, tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” kata dia.

    Adapun, aksi pelemparan molotov terekam kamera CCTV di rumah DJ Donny yang kemudian diunggahnya di akun media sosial Instagram.

    Dalam rekaman yang diunggah, terlihat dua orang pria mengenakan jas hujan melempar bom molotov ke rumah DJ Donny. Setelah melemparkan bom molotov tersebut, keduanya langsung meninggalkan lokasi

  • Rakyat Rindu Tampilnya Kembali Polisi-polisi Rakyat

    Rakyat Rindu Tampilnya Kembali Polisi-polisi Rakyat

    GELORA.CO -Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD mengaku banyak mendengar aspirasi dari berbagai elemen masyarakat mengenai perbaikan Korps Bhayangkara.

    “Hasilnya sangat bagus dan kritis-kritis dan banyak juga yang memberikan apresiasi kepada polri dalam banyak kasus. Tapi yang kritik juga banyak, karena secara umum rakyat itu rindu tampilnya kembali polisi-polisi rakyat, polisi-polisi yang menjadi legenda dan banyak kita temui di berbagai tempat,” kata Mahfud dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Rabu, 31 Desember 2025.

    Sebelumnya mantan Menko Polhukam itu bersama komisi sudah mendengar puluhan ribu masukan dan tinggal dikemas menjadi sebuah formulasi yang diberikan keapda presiden. 

    “Banyak masukan, sekarang belum ada keputusan apapun dari Komisi Reformasi. Sekarang masih tahap serap aspirasi. Bulan Desember serap aspirasi selesai, puluhan ribu masukan, ada yang sama, ada yang beda. Kemudian ada 85 entitas komunitas masyarakat, ada LSM, ada ormas keagamaan macam-macam itu diundang, ada beberapa kampus kita kunjungi,” bebernya 

    “Kita hanya mendengar, tidak membuat keputusan. Solusi yang ditawarkan macam-macam ada A, ada B, itu semua kita tampung dulu,” tambahnya menegaskan.

    Mahfud menyebut bahwa akhir Januari ditargetkan formulasi untuk perbaikan Polri rampung.       

    “Nanti mulai hari kerja masuk bulan januari, akan mulai dibahas pada akhir januari kira-kira sudah dalam bentuk formulasi. Nah di situ sudah tidak ada lagi masukan-masukan agar kita cepat menghasilkan formulasi,” pungkasnya.