Author: Gelora.co

  • Celingak-Celinguk, Jokowi Terlihat tidak Bisa Salam UGM

    Celingak-Celinguk, Jokowi Terlihat tidak Bisa Salam UGM

    GELORA.CO –  Suasana haru dan kebanggaan memenuhi Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, ketika Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali menapakkan kaki di kampus almamaternya. Namun di tengah kekhidmatan acara yang sarat simbol dan tradisi itu, muncul satu momen kecil namun menarik perhatian publik Jokowi tampak berbeda sendiri ketika peserta bersama-sama mengucapkan salam khas UGM.

    Acara diawali dengan salam lingkungan khas fakultas kehutanan yang dikenal dengan sapaan penuh makna, “Salam Lestari!”, yang serentak diucapkan seluruh peserta. Suara bergema di seluruh ruangan, mencerminkan semangat konservasi dan cinta alam yang menjadi identitas Fakultas Kehutanan UGM.

    Usai salam kehutanan, prosesi dilanjutkan dengan salam Universitas Gadjah Mada, di mana seluruh peserta menaruh tangan di dada sebelah kiri simbol penghormatan dan kebanggaan terhadap almamater. Namun, dalam momen tersebut, Jokowi tampak tidak mengikuti gerakan itu secara persis. Ia hanya menundukkan kepala dan tersenyum, tanpa mengangkat tangan ke dada seperti peserta lain.

    Mengaku alumni tapi salam UGM gak tau🤣 pic.twitter.com/9oWo9vuhJt

    — Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) October 17, 2025

    Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., yang akrab disapa Bu Ovi, dengan hangat menyambut kehadiran mantan mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 itu. Dalam sambutannya, Ova menyebut Jokowi sebagai sosok teladan bagi civitas akademika UGM, terutama bagi mahasiswa kehutanan.

    “Yang terhormat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, alumni Fakultas Kehutanan tahun 1980 kebanggaan fakultas kehutanan dan Universitas Gadjah Mada,” ujar Ova dengan nada penuh kebanggaan.

    Pernyataan itu sontak disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan tamu undangan. Banyak mahasiswa yang terlihat menyorot kamera ponsel mereka ke arah Jokowi, mengabadikan momen langka tersebut.

    Tak heran bila Rektor Ova Emilia menyebut Jokowi sebagai “kebanggaan Fakultas Kehutanan”, karena berhasil membawa semangat “UGM untuk Indonesia” ke panggung nasional.

    “Beliau menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus bukan hanya untuk teori, tapi benar-benar diterapkan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Ova.

  • Proyek Kereta Cepat Diduga Mark Up 3 Kali Lipat, KPK Tantang Mahfud MD Serahkan Data

    Proyek Kereta Cepat Diduga Mark Up 3 Kali Lipat, KPK Tantang Mahfud MD Serahkan Data

    GELORA.CO –  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, buka suara soal pernyataan mantan Menkopolhukam Mahfud MD terkait dugaan penggelembungan anggaran (mark up) proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

    Mahfud menyebut biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sementara di Cina hanya 17–18 juta dolar AS.

    Menanggapi hal itu, Setyo mengatakan KPK belum menerima informasi resmi dari internal maupun eksternal.

    Namun, ia berharap Mahfud MD memiliki data pendukung yang bisa memperjelas dugaan tersebut.

    “Sampai sekarang sih belum terinformasi ya, artinya dari internal,” kata Setyo dalam keterangannya, Sabtu (18/10/2025).

    “Tapi kalau Pak Mahfud menyampaikan seperti itu, ya mudah-mudahan ada informasi, ada data dan dokumen yang bisa mendukung kejelasan dari yang disampaikan,” lanjutnya.

    KPK Siap Telaah, Mahfud Diminta Serahkan Data

    Setyo meyakini Mahfud MD memiliki data tersebut, namun menyerahkan sepenuhnya kepada Mahfud apakah akan menyerahkannya kepada KPK atau tidak.

    “Saya yakin beliau mungkin punya, tinggal nanti apakah beliau mau menyerahkan atau apa, tergantung dari beliau,” ujarnya.

    Terkait apakah KPK akan proaktif menjemput bola, Setyo menyebut informasi itu akan ditelaah terlebih dahulu di tingkat kedeputian untuk menentukan langkah selanjutnya.

    “Ya biar ditelaah dulu di level kedeputiaan apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut,” kata Setyo.

    Mahfud: KPK Bisa Bergerak Tanpa Tunggu Laporan

    Pernyataan ini merupakan respons terbaru KPK setelah Mahfud MD dalam kanal YouTube-nya membeberkan dugaan mark up proyek Whoosh.

    Ia menegaskan bahwa KPK seharusnya bisa langsung menyelidiki tanpa menunggu laporan resmi.

    Mahfud juga mengklarifikasi bahwa sumber dugaan mark up tersebut pertama kali diungkapkan oleh ekonom Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan.

    “Jadi jangan, kalau mau menyelidiki betul KPK, panggil Anthony Budiawan, karena dia yang bilang itu, sebelum saya,” kata Mahfud.

    Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo telah mengimbau masyarakat yang memiliki data awal untuk segera menyampaikan laporan resmi agar dapat ditelaah.

    Fakta Proyek: Nilai, Skema, dan Inisiator 

    Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) merupakan inisiatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mulai digarap pada 2016 dan resmi beroperasi pada Oktober 2023. 

    Nilai investasinya mencapai USD 7,27 miliar atau sekitar Rp118 triliun, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia.

    Proyek ini dijalankan melalui skema business-to-business (B2B) antara konsorsium BUMN Indonesia yang dipimpin PT KAI dan perusahaan Tiongkok, yakni China Railway International dan China Railway Engineering Corporation, tanpa menggunakan dana APBN secara langsung.

    Skema pembiayaan proyek sempat menjadi sorotan publik karena pembengkakan biaya dan utang BUMN yang menyertainya.

    Mahfud MD menyebut biaya pembangunan per kilometer mencapai USD 52 juta, jauh di atas standar internasional yang hanya USD 17–18 juta di China.

    Pernyataan ini memicu respons dari KPK, yang menyatakan belum menerima laporan resmi namun siap menelaah jika data pendukung diserahkan. Kontroversi ini membuka kembali perdebatan soal transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas proyek strategis nasional.

  • Nanti Beli Obligasi Lagi, Buat Apa?

    Nanti Beli Obligasi Lagi, Buat Apa?

    GELORA.CO  – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyuarakan keraguannya terkait usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan agar Indonesia Investment Authority (INA) disuntuk dana Rp50 triliun. Purbaya khawatir dana tersebut tidak akan disalurkan ke sektor riil, tapi hanya digunakan untuk membeli obligasi atau bond.

    “Anda tahu INA ditaruh di mana sekarang utangnya sebagian besar? Gua rasa sama obligasi juga. Anda cek dulu deh,” kata Purbaya, dikutip Sabtu (18/10/2025).

    Dia mengatakan usulan itu baru akan disetujui jika INA efektif menjalankan program investasi di sektor riil.

    Purbaya pun mengkritik praktik penempatan dana oleh entitas investasi pemerintah ke instrumen utang, seperti obligasi.

    “Gini, saya enggak mau kasih uang ke sana, nanti uangnya dibelikan bond lagi, buat apa? Mending saya kurangin, buat saya,” tegasnya.

    Purbaya membandingkan situasi ini dengan Danantara karena sebagian besar dananya ditempatkan di obligasi.

    “Kayak di Danantara kan gitu, sebagian besar masih bond kan kemarin? Makanya saya agak kritik waktu meeting itu kan, ‘Kok lu taruh bond? Kalau gitu mah, lu enggak jago-jago amat.’ Kira-kira gitu,” ungkap Purbaya.

    Menurut dia, meski Danantara berjanji akan menyalurkan dana ke sektor riil, INA juga harus membuktikan keahliannya di sektor investasi, mengingat statusnya sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) yang harus mampu menarik investor asing.

    “Tapi yang penting INA juga akan kita lihat, betul seperti itu? Kan INA kan harusnya mengundang investor asing. Itu kan sovereign wealth fund, bukan domestik aja. Kita naruh lho Rp70 triliun di situ, saya lupa. Kayaknya segitu deh,” ujarnya.

    Purbaya menyimpulkan dukungan dana baru hanya akan diberikan jika INA menunjukkan kebutuhan ekspansi yang nyata.

    “Kalau dia butuh duit beneran, mau ekspansi beneran, kita dukung. Tapi, kalau masih banyak utangnya di bond, di obligasi, ngapain kita dukung? Nanti juga untuk beli obligasi lagi, tapi nanti saya pelajari,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Luhut menyoroti potensi besar INA sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk menarik investasi asing. Luhut mengusulkan agar pemerintah menyuntikkan dana Rp50 triliun per tahun ke INA.

    Dia mengatakan dana itu bisa berkembang menjadi Rp1.000 triliun dalam lima tahun.

    “Kalau kita tarik investasi Rp50 triliun ke situ (INA) tiap tahun dari dana yang masih sisa di Bank Indonesia (BI) RP491 triliun, yang Rp200 triliun sudah ditaruh ke perbankan, itu kalau kita leverage bisa Rp1.000 triliun dalam lima tahun ke depan,” kata Luhut di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

  • Uang Pensiun Anggota DPR Salahi Ketentuan, Harusnya Sesuai Masa Kerja

    Uang Pensiun Anggota DPR Salahi Ketentuan, Harusnya Sesuai Masa Kerja

    GELORA.CO – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengatakan, anggota DPR tidak dipotong gaji untuk pensiun.

    “Pensiun itu adalah potong gaji dan DPR tidak potong gaji. Itu saja sudah salah punya pensiun itu,” kata Boyamin pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

    Ia menyampaikan, harusnya dana pensiun dikelola oleh lembaga, seperti Taspen atau lembaga lainnya. Ini kalau dana pensiunnya dari rangkaian pemotongan gaji.

    Boyamin menegaskan, uang pensiun anggota DPR harus sesuai masa kerjanya. Menjabat 5 tahun kemudian mendapat uang pensiun seumur hidup adalah ketidakadilan.

    “Kalau pensiun, ya sesuai masa kerja, masa kerja lima tahun ya lima tahun, sepuluh tahun ya sepuluh tahun,” ujarnya.

    Boyamin lantas mencontohkan ketentuan uang pensiun PNS. Para PNS ini dipotong gaji untuk dana pensiunnya dan perhitungannya sesuai masa kerja.

    “PNS yang mengajukan pensiun dini, itu juga dipotong loh, sesuai masa kerja loh,” tandasnya.

    Karena itu, Boyamin menilai anggota DPR menjabat 5 tahun kemudian mendapat uang pensiun selama seumur hidup sangat tidak adil bagi rakyat.

    “Eggak boleh dong, enggak adil itu. Terutama itu pensiun seumur hidup, itu enggak boleh ya. Pensiun itu ya sesuai masa kerja,” tandasnya.

    Atas dasar itu, Boyamin menilai bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) harus mengabulkan uji materi yang diajukan pemohon.

    “Kalau tidak mengabulkan, MK berarti sudah tidak menjaga konstitusi. Karena konstitusi itu siapa? Rakyat,” ujarnya.***

  • Pertama Kalinya Ada yang Mau Ketemu Eric Trump!

    Pertama Kalinya Ada yang Mau Ketemu Eric Trump!

    GELORA.CO – Presiden Indonesia Prabowo Subianto kembali jadi sorotan internasional.

    Kali ini bukan karena kebijakan politiknya, melainkan karena disinggung dalam acara komedi populer Jimmy Kimmel Live! di Amerika Serikat.

    Jimmy Kimmel Sindir Prabowo

    Dalam episode yang tayang di YouTube pada Selasa, 14 Oktober 2025, Jimmy Kimmel membahas video viral pertemuan Prabowo dengan Donald Trump di Mesir.

    Dalam video itu, Prabowo terdengar meminta izin untuk bertemu anak Trump, yakni Eric Trump.

    “Ini situasi yang menegangkan dari upacara gencatan senjata di Mesir kemarin. Dengar saat Presiden Indonesia meminta Trump untuk bertemu anaknya. Ini pertama kalinya ada yang meminta bertemu Eric,” kata Kimmel sambil tertawa.

    “Ini pertama kalinya ada orang yang minta bertemu Eric Trump!” Ucapannya langsung disambut gelak tawa penonton di studio.

    Kimmel kemudian melanjutkan dengan gaya khasnya yang satir, “Dia anak baik, anak baik. Dia 41 tahun. Maksud saya, orang ini sangat butuh sesuatu, Eric pasti senang. Maksud saya, dari semua anak Trump, presiden Indonesia ingin bertemu dia”

    Tak berhenti di situ, Kimmel menyinggung buku baru Eric Trump berjudul Under Siege, yang menampilkan kata pengantar dari sang ayah.

    “Dan mari kita perjelas. Beberapa dari kalian mungkin berpikir Eric itu semacam nepobaby yang sudah menyerahkan segalanya di atas piring perak dan bahkan tak akan menulis buku jika ayahnya bukan presiden, tapi itu salah” ujar Kimmel, kembali membuat penonton meledak tertawa.

    Baca Juga:

    Potongan video Kimmel itu kini ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk di Indonesia.

    Banyak netizen menyoroti cara Kimmel memutar momen diplomatik menjadi materi lelucon yang tajam tapi menggelitik.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menanggapi santai sorotan tersebut.

    Ia menegaskan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Trump di Mesir adalah hal yang wajar dalam forum internasional.

    “Biasa saja, Pak Presiden bicara dengan kepala negara lain, berdua-berdua itu lumrah. Hubungan Presiden dengan Trump memang cukup dekat,” kata Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Oktober 2025.

    Namun, Sugiono tidak memberikan detail soal isi pembicaraan kedua tokoh tersebut.

    Ia hanya menduga bahwa topiknya berkisar pada hubungan bilateral dan isu internasional terkini.

    Terlepas dari konteks diplomatiknya, momen ini menunjukkan bagaimana Prabowo Subianto kini tak hanya menjadi sorotan politik di Asia, tetapi juga bahan pembicaraan komedi di kancah global.***

  • Pemimpin Indonesia Harus Ramah, Tapi Tidak Boleh Lugu

    Pemimpin Indonesia Harus Ramah, Tapi Tidak Boleh Lugu

    GELORA.CO – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para generasi muda agar selalu waspada dalam menghadapi masa depan, terutama terhadap berbagai bentuk kebohongan dan penyesatan yang bisa merugikan bangsa.

    “Jadi saudara-saudara, anak-anak muda harapan kita, waspada selalu. Menatap masa depan dengan berani, tapi juga dengan waspada. Waspada, jangan mudah dibohongi,” ujar Prabowo dalam pidatonya di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

    Ia menilai, sifat ramah dan keluguan masyarakat Indonesia merupakan kelebihan sekaligus kelemahan yang sering dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. 

    “Ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kita bangsa yang terlalu ramah terlalu baik lugu lugu ini oleh nenek moyang kita diberi pelajaran pemimpin tidak boleh lugu pemimpin ramah dan sopan tapi tidak boleh lugu berarti gampang dibohongi,” tegasnya.

    Prabowo menyebut, keluguan itu telah lama membuat kekayaan bangsa terkuras. 

    “Bangsa Indonesia menurut saya sudah lama dan terlalu sering dibohongi, sehingga kekayaan kita banyak yang dicuri. Kekayaan bangsa Indonesia banyak yang tidak bisa kita manfaatkan karena diselewengkan, karena dicuri, karena diselundupkan. Ini yang saya hadapi, ini tugas saya dan pemerintah saya,” ucapnya.

    Ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah ujung tombak dalam upaya memberantas penyimpangan tersebut. Prabowo juga menegaskan optimismenya terhadap masa depan bangsa. 

    “Masa depan kalian cukup cerah, asal nah asal pemimpin-pemimpin yang sekarang ada dan pemimpin-pemimpin yang akan datang waspada, pintar, pandai, dan tidak mudah dibohongi,” tandasnya.

  • Viral Link Video 7 Menit Julia Prastini dengan Si Petinju jadi Buruan Warganet

    Viral Link Video 7 Menit Julia Prastini dengan Si Petinju jadi Buruan Warganet

    GELORA.CO – Media sosial kembali ramai memperbincangkan video berdurasi tujuh menit yang disebut menampilkan sosok mirip Julee atau Julia Prastini bersama seorang pria yang dijuluki “Si Petinju”.

    Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform, termasuk TikTok, X, dan Telegram, hingga menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari oleh warganet dalam beberapa hari terakhir.

    Isu ini pertama kali mencuat melalui unggahan sejumlah akun gosip yang menyinggung tentang video “Julee x Si Petinju”. Dalam potongan klip yang beredar, tampak sosok perempuan dengan ciri menyerupai Julee tengah bersama seorang pria yang disebut berprofesi sebagai petinju.

    Walau lokasi dan waktu perekaman tidak diketahui, banyak pengguna media sosial langsung mengaitkannya dengan isu-isu sebelumnya yang juga melibatkan nama Julee dan Safrie Ramadhan.

    Melansir Jabarekspres, Sabtu (18/10/2025), penyebaran video ini semakin meluas karena banyak konten kreator di TikTok membahasnya dalam format reaksi maupun teori netizen. Kata kunci seperti “link video Julee 7 menit” dan “video Julee x petinju full” bahkan menjadi trending di kolom komentar dan mesin pencarian.

    Banyak pengguna berusaha mencari tautan video tersebut, meski hingga kini belum ditemukan bukti valid mengenai keasliannya. Di sisi lain, sejumlah akun memanfaatkan momen ini dengan menyebarkan tautan palsu yang berisi konten spam dan phishing.

    Kondisi ini membuat para pengguna media sosial diimbau untuk berhati-hati agar tidak mengakses link mencurigakan yang dapat membahayakan data pribadi.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut, baik dari Julia Prastini, suaminya Na Daehoon, maupun sosok pria yang diklaim sebagai petinju dalam video tersebut.

    Nama Safrie Ramadhan juga kembali disebut oleh warganet, meski tidak ditemukan bukti yang menguatkan dugaan tersebut.

    Fenomena video “Julee x Si Petinju” menjadi contoh bagaimana isu dapat menyebar cepat tanpa verifikasi yang jelas di era digital.

    Publik diharapkan untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi viral dan tidak ikut menyebarkan tautan yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

    Selain untuk menjaga privasi individu, langkah ini penting guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan dampak negatif di ruang digital.

  • Dokter Kamelia Akui Hubungan Spesial dengan Ammar Zoni: “Udah Sama-Sama Dewasa”

    Dokter Kamelia Akui Hubungan Spesial dengan Ammar Zoni: “Udah Sama-Sama Dewasa”

    GELORA.CO – Aktor Ammar Zoni kembali jadi sorotan. Di tengah proses hukum yang dijalaninya, terungkap ia dekat dengan seorang dokter bernama Kamelia yang kini mengaku memiliki hubungan spesial dengannya.

    Aktor Ammar Zoni tengah menjalani proses hukum, namun di balik jeruji besi, kabar kedekatannya dengan seorang wanita bernama Kamelia mencuri perhatian publik.

    Kamelia, yang diketahui berprofesi sebagai dokter, membenarkan bahwa dirinya memang memiliki hubungan spesial dengan Ammar Zoni.

    “Iya, hubungannya kita kan sudah sama-sama gede ya, jadi udah sama-sama dewasa. Pernah gagal, yang pasti berkomitmen ya pasti berkomitmen. Tapi balik lagi, kalau untuk urusan jodoh itu urusan Allah,” kata Kamelia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).

    Ketika ditanya apakah hubungan mereka bisa disebut pacaran, Kamelia hanya tersenyum.

    “Ya, kita sudah gede ya, jadi kayaknya mungkin deh bilang pacar atau apa gitu. Intinya berkomitmen lah,” ujarnya.

    Kamelia mengaku sudah mengenal Ammar sejak Agustus 2024 melalui adik sang aktor, Aditya Zoni, yang sempat mengajaknya berbisnis bersama.

    Dari pertemuan itulah Kamelia akhirnya bertemu langsung dengan Ammar di penjara.

    “Kenalnya sama Adit, jadi aku kenalnya sama Adit kemudian Adit itu ajak bisnis bareng, nah kemudian Bang Amar terlibat dalam ide-ide itu. Pertama kali ketemu Bang Amar Agustus 2024,” jelasnya.

    Sejak saat itu, hubungan keduanya terus terjalin meski Ammar kini dipindahkan ke Lapas Nusa Kambangan.

    Kamelia menegaskan tetap memberi dukungan penuh untuk Ammar.

    Saat ditanya apakah ia menyayangi Ammar, Kamelia hanya menanggapinya santai.

    “Enggak usah, ini kayak ABG ya nanyanya. Kalau kayak gini enggak usah ditanya kali ya. Kan udah gede lah,” pungkasnya.

    “Ya, kita udah gede ya, jadi kayaknya mungkin deh bilang pacar atau apa gitu. Intinya berkomitmen lah,” kata Kamelia.

    Kamelia mengaku sudah mengenal Ammar Zoni sejak Agustus 2024. 

    Pertemuan mereka terjadi melalui adik Ammar Zoni, Aditya Zoni yang awalnya mengajak dirinya berbisnis bersama.

    Kamelia kemudian bertemu Ammar di penjara untuk pertama kalinya.

    “Kenalnya sama Adit, jadi aku kenalnya sama Adit kemudian Adit itu ngajak bisnis bareng, nah kemudian Bang Amar terlibat dalam ide-ide itu. Pertama kali ketemu Bang Amar Agustus 2024,” jelasnya.

    Hubungan mereka pun terus terjalin hingga kini.

    Meski Ammar dipindahkan ke Lapas Nusa Kambangan, Kamelia menegaskan tetap akan memberikan dukungan penuh untuk sang kekasih.

    Saat kembali ditanya apakah dirinya menyayangi Ammar di tengah kasus yang menjerat sang aktor, Kamelia menanggapinya dengan santai.

    “Enggak usah, ini kayak ABG ya nanyanya. Kalau kayak gini enggak usah ditanya kali ya. Kan udah gede lah,” pungkasnya. 

  • Anti Puspitasari Pernah Bantah Punya Akun Michat, Kini Tewas saat Open BO

    Anti Puspitasari Pernah Bantah Punya Akun Michat, Kini Tewas saat Open BO

    GELORA.CO – Misteri kematian Anti Puspitasari (22), wanita hamil yang ditemukan tewas di kamar Hotel Lendosis Palembang, mulai terungkap setelah pelaku Febrianto (22) berhasil ditangkap polisi.

    Misteri kematian wanita hamil yang ditemukan tewas di kamar Hotel Lendosis, Palembang, Sabtu (11/10/2025) lalu, kini mulai menemui titik terang.

    Pelaku pembunuhan diketahui bernama Febrianto (22).

    Setelah empat hari buron, petugas gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkapnya di Desa Sido Mulya Jalur 18 pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 22.45 WIB.

    Dari hasil pemeriksaan, Febrianto mengaku nekat membunuh Anti karena kesal.

    Ia merasa korban mengingkari janji untuk berhubungan badan dua kali sesuai perjanjian awal dengan tarif Rp300 ribu.

    “Dia sudah dua kali menolak. Aku kesal, akhirnya aku bungkam pakai bajunya dari belakang,” ujar Febrianto kepada penyidik.

    Atas kekesalannya itulah, Febri emosi dan berbuat nekat.

    Kepada penyidik, Febri menceritakan caranya membunuh Anti yang tengah hamil muda.

    “Saya dari belakang, saya bungkam pakai baju korban. Terus dianya enggak bisa bicara, aku ikat. Dia masih gerak,” pungkas Febri.

    “Saya habis ngiket enggak main (hubungan badan) sama sekali, langsung pergi ke rumah, naik motor korban,” sambungnya.

    Masa lalu Anti

    Penangkapan ini pun membuka masa lalu Anti yang ternyata fotonya pernah kepergok ada di akun open BO tiga tahun silam.

    Kabar bahwa foto Anti pernah digunakan di akun open BO sekitar tiga tahun lalu pun akhirnya mencuat kembali.

    Saat itu Anti tak tinggal diam, ia pun segera membantah keras tuduhan miring yang dilayangkan kepadanya.

    Ia pun menegaskan jika akun tersebut bukan miliknya.

    Dalam unggahan di Facebook pada 19 Desember 2022, Anti menulis klarifikasinya.

    “Di sini aku nak klarifikasi ee klo misalnya kamu buka mi chat trus ketemu akun atas nama Sindy Permata Sari trus fotonyo makek foto aku, itu bukan aku ee. Karno aku dak meraso maen mi chat… Aku bakal bawa ini ke jalur hukum. Jadi aku minta kalian jangan gampang percoyo.”

    Tiga tahun kemudian, Anti ternyata ketahuan melakukan open BO lewat media sosial.

    Hal ini terungkap ketika korban ditemukan tewas di kamar Hotel Lendosis.

    Pelaku pembunuhannya adalah Febrianto, pelanggan Anti di platform open BO.

    Ia mengaku bertemu dengan Anti melalui media sosial khusus open BO di Palembang, lalu mengobrol dan merencanakan pertemuan.

    Akhirnya, pada Jumat (10/10/2025), mereka bertemu dan check in hotel bersama.

    Sebelum pertemuan, Febrianto menanyakan tarif kepada Anti.

    Korban menyebut Rp300 ribu untuk dua kali main, dan negosiasi pun disepakati.

    CCTV menunjukkan mereka check in pukul 16.00 WIB menggunakan KTP Febrianto.

    Sekitar pukul 18.00 WIB, Febrianto keluar sendiri, meninggalkan Anti di kamar.

    Keesokan harinya, petugas hotel yang hendak mengecek karena waktu check out menemukan Anti sudah tewas.

    Suami tak Kenal Febrianto

    Sebelumnya terkait dengan pria yang terekam CCTV di lokasi kejadian, Adi Rosadi mengaku tidak mengenali sosok tersebut.

    “Saya tidak mengenali pria itu, pak,” kata Adi, menanggapi pertanyaan tentang identitas pria yang terekam kamera pengawas di hotel tempat istrinya ditemukan tewas.

    Adi Rosadi juga mengungkapkan bahwa tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang ia rasakan sebelum kematian istrinya.

    Ia bercerita Anti bahkan tak hadir ke dalam mimpinya sejak malam pertama kematian sang istri.

    “Tak ada tanda-tanda, pak. Apalagi saya tidak pernah bermimpi tentangnya, sejak malam pertama hingga tadi malam,” ujar Adi, yang merasa sangat kehilangan.

    Namun, Adi Rosadi menyebutkan bahwa dirinya merasa ada yang berbeda pada wajah istrinya saat terakhir kali bertemu.

    Akan tetapi Adi Rosadi tidak menganggap serius firasatnya kala itu.

    Dijelaskan Adi Rosadi, saat itu wajah sang istri berbeda, bahkan Anti sangat lesu di hari itu.

    “Memang istri saya terlihat berbeda wajahnya saat terakhir kali mengantar saya bekerja. Biasanya istri saya ceria, tapi waktu itu terlihat berbeda. Dia juga lesu seharian, sampai akhirnya mengantarkan saya kerja,” tutup Adi, sembari mengenang pertemuan terakhir dengan almarhumah.

  • Respons Mahfud MD usai Diminta KPK Laporkan Dugaan Markup Proyek Whoosh

    Respons Mahfud MD usai Diminta KPK Laporkan Dugaan Markup Proyek Whoosh

    GELORA.CO  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Mahfud MD membuat laporan terkait dugaan mark up proyek Kereta Cepat Whoosh yang Mahfud sampaikan dalam akun YouTube miliknya. Menurutnya, laporan tersebut bisa turut dilengkapi data.

    Terkait hal itu, Mahfud MD menilai bahwa KPK seharusnya langsung bisa langsung memeriksa dugaan kasus tersebut tanpa adanya laporan. Baginya, tidak masuk akal jika KPK tak memiliki kewenangan dalam memeriksa hal tersebut.

    “Sekarang ini kalau hal seperti itu nggak mesti lapan. Langsung diselidiki, nggak perlu laporan-laporan, nggak masuk akal,” ucap Mahfud di Jakarta dikutip Sabtu (18/10/2025).

    Lebih lanjut, ia juga meminta agar KPK memanggil Anthony Budiawan dan bukan dirinya. Sebab, yang menyampaikan adanya dugaan mark up dalam proyek Whoosh adalah Anthony.

    “Kalau mau menyelidiki betul ke KPK, panggil Anthony Budiawan karena dia yang bilang di situ sebelum saya kan sayang bilang ‘ini Anthony Budiawan bilang begitu’, kan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo meminta agar setiap warga negara yang mengetahui informasi terkait tindak pidana korupsi menyampaikan hal itu kepada KPK melalui saluran pengaduan.

    Budi juga mengingatkan agar laporan tersebut dilengkapi informasi atau data awal. Dengan begitu,proses penelaahan dan verifikasi yang dilakukan KPK menjadi lebih presisi.  

    “Tentunya dari setiap laporan pengaduan masyarakat, KPK akan mempelajari dan menganalisis, apakah substansi atau materi dari laporan tersebut termasuk dalam unsur dugaan tindak pidana korupsi atau bukan,” ucapnya.  

    Sementara itu, Mahfud MD dalam video yang diunggah di YouTube pribadinya mengatakan proyek Whoosh memakan anggaran 17 juta dolar AS per kilometer (km) di China. Sedangkan saat proyek itu dikerjakan di Indonesia, anggarannya membengkak jadi 52 juta dolar AS per km.

    “Ada dugaan mark up. Dugaan mark up-nya begini, itu harus diperiksa uang lari ke mana. Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per 1 kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS, tapi di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” ujar Mahfud dalam video yang diunggah channel YouTube Mahfud MD Official