Author: Gelora.co

  • Viral Pengeroyokan Pelajar di Langkat, 2 Orang Ditangkap

    Viral Pengeroyokan Pelajar di Langkat, 2 Orang Ditangkap

    GELORA.CO  – Video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan pelajar di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara viral di media sosial. Dua remaja yang diduga sebagai pelaku telah ditangkap.

    Peristiwa ini terjadi di Simpang Ladang, Kecamatan Tanjung Pura, pada Sabtu (25/10/2025). Dalam video yang beredar luas, tampak sejumlah pelajar terlibat dalam perkelahian yang diduga dipicu oleh perselisihan pribadi.

    PS Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, Ipda Esther menjelaskan bahwa setelah video tersebut viral, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. 

    Hasilnya, dua terduga pelaku dan dua korban yang juga masih di bawah umur berhasil ditangkap untuk proses lebih lanjut. “Kasus ini kini dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Langkat untuk pendalaman dan proses hukum sesuai ketentuan perlindungan anak,” ujar Ipda Esther.

    Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo menegaskan bahwa tindakan cepat yang dilakukan oleh Polres Langkat merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi anak-anak Indonesia dari segala bentuk kekerasan dan kejahatan sosial.

    “Bullying bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan generasi muda. Polres Langkat akan selalu hadir memastikan tidak ada ruang bagi kekerasan di lingkungan pendidikan maupun pergaulan remaja,” kata AKBP David

  • Uji Coba Ulang Utang Kereta Cepat

    Uji Coba Ulang Utang Kereta Cepat

    Oleh:Defiyan Cori 

       

    KEBERANIAN memulai hal baru, mungkin inilah warisan terbesar Joko Widodo selama dua periode memimpin negeri ini. Presiden yang akrab disapa Jokowi itu berani menantang kebiasaan lama, menembus keraguan birokrasi, dan menggebrak lewat proyek-proyek infrastruktur raksasa, termasuk Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).

    “Kereta cepat bukan soal untung rugi, yang penting rakyat dilayani,” kata Jokowi pada 2 Oktober 2023 saat meresmikan beroperasinya kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu. Ucapan itu menegaskan satu hal: proyek ini dibangun bukan semata demi laba, melainkan pelayanan publik. Dalam logika bisnis, kerugian di awal operasi adalah hal yang lumrah. Namun di dunia korporasi, setiap angka tetap bicara: untung atau rugi menentukan kepercayaan investor dan kreditor.

    Karena itu publik terperangah ketika Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengeluhkan kerugian proyek KCJB di hadapan Komisi VI DPR, Rabu, 20 Agustus 2025. Ia menyebut kerugian gabungan PT KCIC dan PT KAI pada 2024 mencapai Rp4,195 triliun, sementara semester pertama 2025 (unaudited) sudah menembus Rp1,625 triliun. Ia bahkan menyebut kondisi itu sebagai “bom waktu”.

    Pernyataan itu sontak memicu polemik. Bukankah sejak awal proyek ini dijalankan dengan skema bisnis ke bisnis (B-to-B) tanpa jaminan APBN? Tidakkah sang direktur memahami kontrak dan risiko yang telah disepakati?

    Sebelum menuding siapa bersalah, ada baiknya publik menelusuri akar persoalan. Dalam dunia bisnis, studi kelayakan atau feasibility study (FS) adalah dokumen paling mendasar. Ia menentukan apakah sebuah proyek layak atau tidak layak dijalankan. Badan Pemeriksa Keuangan seharusnya menelusuri kembali dokumen ini: apakah KCJB benar-benar dinilai layak secara teknis, ekonomi, dan finansial sebelum dijalankan?

    Kalau memang layak, mengapa kerugian menggunung sejak awal? Tapi kalau tidak layak, mengapa proyek senilai triliunan rupiah ini tetap diteruskan?

    Sebagian pihak, termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), bahkan menyebut proyek ini “sudah busuk sejak awal”.

    Awal kisahnya bisa ditarik ke 2015. Kala itu, dua raksasa ekonomi–Jepang dan China–berebut mengerjakan proyek kereta cepat sejauh 142,3 kilometer ini. Melalui Peraturan Presiden Nomor 107 dan 93 Tahun 2015, pemerintah memberi batas waktu penentuan pemenang hingga 31 Agustus 2015.

    Akhirnya, pilihan jatuh ke China. Alasannya sederhana: tawaran mereka lebih murah dan tidak membebani APBN. Jepang menawarkan nilai proyek USD 6,2 miliar (sekitar Rp86,8 triliun), sedangkan China hanya USD 5,5 miliar (Rp77 triliun). Selisihnya sekitar Rp9,8 triliun.

    China juga berjanji tidak meminta jaminan pemerintah. Janji yang belakangan menjadi sumber polemik.

    Pertengahan Juni 2015, Menteri BUMN Rini Soemarno meneken kerja sama pendanaan dengan berbagai BUMN senilai total US$40 miliar—sekitar Rp520 triliun. Padahal, nilai proyek KCJB hanya Rp78–87 triliun. Apakah seluruh pinjaman itu untuk kereta cepat semata? Pertanyaan ini belum pernah dijawab tuntas.

    Dari sinilah lahir PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang terdiri dari PT KAI, PT Wijaya Karya (WIKA), PT Jasa Marga (JSMR), dan PTPN VIII. Mereka menggandeng China Railway International dengan kepemilikan saham 60:40.

    Masalahnya, sebagai leading consortium, PT KAI menanggung beban terbesar—58,53 persen saham PSBI—dan karenanya paling terdampak ketika proyek merugi. Semester pertama 2025, kerugiannya hampir Rp1 triliun.

    Mengapa Kerugian ini Tak Bisa Diantisipasi?

    Sebagian penyebabnya, proyek yang semula dirancang selesai 2019 baru rampung 2023. Biaya pun membengkak. Dari semula US$5,5 miliar, melonjak hingga US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun.

    Lebih runyam lagi, peralihan kepemimpinan konsorsium dari WIKA ke KAI menambah beban koordinasi. Lalu komitmen awal “tanpa APBN” berubah di tengah jalan: Menteri BUMN Erick Thohir, didukung Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, akhirnya mengusulkan keterlibatan dana negara.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89 Tahun 2023 yang memberi ruang bagi penggunaan APBN. Presiden Jokowi disebut mengetahui keputusan itu. Dengan demikian, ada tiga pejabat yang memikul tanggung jawab atas perubahan fundamental proyek ini.

    Kini, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengusulkan penerbitan Keppres baru untuk menyelesaikan utang proyek KCJB. Padahal, langkah itu justru menambah simpul birokrasi. Penyelesaiannya cukup dilakukan lewat mekanisme renegosiasi dan restrukturisasi utang antara PT KCIC dan lembaga pembiayaan China, seperti China Development Bank (CDB) dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC).

    Tak perlu Keppres baru. Yang dibutuhkan hanyalah profesionalisme dan keberanian mengambil keputusan.

    Pemerintah sebenarnya punya instrumen yang bisa diandalkan: BPI Danantara. Badan ini dapat menjadi fasilitator renegosiasi antara PSBI dan pihak China Railway International, yang beranggotakan China Railway Group Limited, Sinohydro Corporation, TSDI Group, China Academy of Railway Sciences, CSR Corporation, serta China Railway Signal and Communication Corp.

    Mereka memegang 40 persen saham PT KCIC, dan karena itu, semua poin perjanjian kerja sama—termasuk kenaikan nilai proyek USD 1,9 miliar (Rp28,5 triliun) harus dinegosiasikan ulang berdasarkan dokumen resmi, bukan lobi politik.

    Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sudah menegaskan: APBN tak boleh digunakan untuk menambal utang KCIC. Bahkan, memakai dividen BUMN untuk menalangi kerugian dinilai berisiko dan rawan penyimpangan.

    Masih ada cara lain yang lebih sehat secara korporasi, yakni: kebijakan delusi saham. Dengan mengalihkan sebagian kepemilikan 60 persen saham PSBI, beban utang PT KCIC dan PT KAI bisa berkurang tanpa membebani kas negara.

    Itu langkah konstitusional dan rasional, bukan jalan pintas politik. Pada akhirnya, keberanian membangun proyek besar memang perlu. Tapi keberanian itu harus disertai tanggung jawab penuh, bukan sekadar menumpahkan risiko ke negara.

    Sebuah proyek raksasa seperti KCJB hanya akan menjadi simbol kemajuan bila dikelola dengan prinsip bisnis yang sehat dan transparan. Karena di balik setiap rel yang berkilau dan setiap kereta yang melesat, tersimpan pertanyaan besar: siapa yang sesungguhnya membayar kecepatannya? 

    (Ekonom Konstitusi)

  • Berawal dari Teguran Rokok, Seorang Pria Tewas Dipalu

    Berawal dari Teguran Rokok, Seorang Pria Tewas Dipalu

    GELORA.CO -Pria berinisial BSP (39) tewas usai kepalanya dipukul dengan palu oleh adik iparnya bernama Arif Rahman Hakim (30) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu dini hari, 25 Oktober 2025.

    Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela menjelaskan kejadian bermula saat istri korban berinisial H (39) mendengar suaminya sedang menegur adiknya yang merokok di kamar.

    “Saksi ikut menegur adik saksi secara baik-baik, namun korban memanggil saksi dan menegur saksi ‘biarkan saja adikmu merokok di kamar nanti kita pindah saja dari rumah ini’,” kata Anggiat dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta.

    Perkataan korban membuat pelaku kesal, lalu mengambil palu untuk memukul 

    “Pelaku memukul korban dengan palu gada lanjut saksi H mencoba melerai sampai dengan tangan saksi terkena palu,” jelas Anggiat.

    Usai melakukan penganiayaan, Arif kabur meninggalkan rumah dan kakaknya pun turut mengajar dan akhirnya berhasil ditangkap oleh bantuan warga. 

    Selanjutnya Arif dibawa ke kantor polisi oleh warga.

    “Korban dalam keadaan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan darah segar dan kepala belakang pecah hingga mengeluarkan otak,” pungkas Anggiat

  • Skandal Gereja Italia, 4.400 Orang Jadi Korban Pelecehan Pastor

    Skandal Gereja Italia, 4.400 Orang Jadi Korban Pelecehan Pastor

    GELORA.CO – Hampir 4.400 orang di Italia dilaporkan menjadi korban pelecehan oleh pastor Katolik sejak tahun 2020, menurut data yang dirilis oleh sekelompok korban pada Jumat (24/10/2025). Temuan tersebut menambah tekanan bagi para uskup untuk menghadapi maraknya kasus pelecehan seksual yang telah membayangi gereja Katolik sebagai salah satu institusi keagamaan terbesar di dunia.

    Melansir Reuters, perkiraan jumlah korban tersebut berasal dari penghitungan tidak resmi Rete l’Abuso, sebuah kelompok korban pelecehan gereja terbesar di Italia. Pendiri organisasi tersebut, Francesco Zanardi, menjelaskan bahwa angka itu disusun berdasarkan laporan para korban, sumber peradilan, serta pemberitaan media.

    Rete l’Abuso tidak mengatakan berapa lama kasus-kasus pelecehan yang dituduhkan itu terjadi. Konferensi Uskup Italia (CEI), yang dikritik oleh komisi perlindungan anak Vatikan minggu lalu, tidak memberikan komentar mengenai temuan tersebut, kata seorang juru bicara.

    Selama beberapa dekade, gereja Katolik di seluruh dunia diguncang oleh skandal pelecehan seksual yang melibatkan pastor pedofilia serta upaya sistematis untuk menutupinya. Namun di Italia, para pemimpin gereja lokal dinilai masih kurang transparan dalam menghadapi persoalan tersebut.

    Paus Leo yang baru saja menjabat sejak tahun 2025, mengambil langkah awal dengan bertemu para penyintas pelecehan seksual oleh imam untuk pertama kalinya minggu ini.

    Ia menyerukan kepada para uskup agar tidak lagi menyembunyikan tuduhan pelanggaran. Sebelumnya, mendiang Paus Fransiskus juga menjadikan penanganan kasus pelecehan seksual sebagai salah satu prioritas utama selama 12 tahun masa kepemimpinannya, meski hasilnya dinilai masih beragam.

    Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 16 Oktober, komisi perlindungan anak Vatikan mengatakan hanya 81 dari 226 keuskupan di Italia yang menanggapi kuesioner tentang praktik perlindungan yang telah disusunnya.

    Rete l’Abuso mengatakan telah mendokumentasikan 1.250 kasus dugaan pelecehan – beberapa di antaranya melibatkan banyak korban termasuk 1.106 kasus yang diduga dilakukan oleh pendeta, sedangkan sisanya diduga dilakukan oleh biarawati, guru agama, relawan awam, pendidik, dan anggota pramuka.

    Laporan tersebut menyebutkan 4.451 korban selamat berusia di bawah 18 tahun, dan jumlah yang hampir sama besarnya 4.108 adalah laki-laki, kata Rete l’Abuso, seraya menambahkan bahwa lima biarawati, 156 orang dewasa rentan, dan 11 penyandang disabilitas juga termasuk di antara para korban.

    Menurut asosiasi tersebut, dari 1.106 pastor yang diduga predator, hanya 76 yang diadili di gereja, dengan 17 orang diskors sementara, tujuh orang dipindahkan ke paroki lain, dan 18 orang dicopot atau mengundurkan diri dari jabatan pastor. Lima orang meninggal karena bunuh diri, tambahnya.

  • Terkuak! Sandra Dewi Buka Rekening Atas Nama Asisten untuk Menampung Uang dari Harvey Moeis

    Terkuak! Sandra Dewi Buka Rekening Atas Nama Asisten untuk Menampung Uang dari Harvey Moeis

    GELORA.CO – Aktris Sandra Dewi disebut membuat rekening dengan menggunakan nama asistennya, Ratih. Rekening tersebut kemudian digunakan artis cantik itu untuk kepentingan pribadinya.

    Demikian diungkapkan Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Max Jefferson Mokola saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang keberatan yang diajukan Sandra Dewi atas penyitaan tas mewah hingga perhiasan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    “Memang ada rekening yang dibuka khusus atas nama Ratih, setelah dibuka, ATM dan buku rekeningnya diserahkan ke Sandra Dewi,” kata Max, dikutip, Sabtu (25/10/2025).

    Max melanjutkan, rekening tersebut digunakan untuk menampung uang kiriman dari Harvey Moeis. Salah satunya untuk membangun rumah.

    “Jadi Bu Sandra Dewi pada waktu itu membuka rekening atas nama Ratih untuk dipakai oleh Ibu Sandra Dewi, berdasarkan keterangan Ratih di tahap penyidikan,” tandasnya.

    Sekadar diketahui, Sandra Dewi menyatakan keberatan atas sejumlah asetnya yang disita terkait kasus timah.

    Beberapa aset yang disita berupa puluhan tas mewah, ratusan perhiasan dan beberapa tanah dan bangunan.

  • Hanya Nasi dan Sambal, Ketika Sang Anak Merengek Meminta Ayam

    Hanya Nasi dan Sambal, Ketika Sang Anak Merengek Meminta Ayam

    GELORA.CO – Di antara deretan kisah pilu perjuangan Melda Safitri yang diceraikan jelang sukses suami, terdapat satu momen yang paling mengiris hati, sebuah ingatan pahit di malam suci Ramadan.

    Kisah ini bukan sekadar tentang kekurangan harta, melainkan tentang ketidakmampuan seorang ibu memenuhi keinginan sederhana anaknya.

    Melda menceritakan, kesulitan ekonomi yang melilit keluarganya mencapai puncaknya menjelang Ramadan. Di saat tradisi mengharuskan keluarga memasak hidangan istimewa—terutama daging—untuk menyambut puasa, Melda harus menghadapi kenyataan yang menyakitkan.

    “Itu kan biasanya satu hari belum menyambut Ramadan itu kan ada namanya masak-masak daging,” tutur Melda.

    Namun, alih-alih hidangan spesial, ia harus menyajikan makanan yang sangat sederhana. Pada malam sahur pertama, ketika keluarga lain bersantap dengan penuh sukacita, Melda dan anak-anaknya hanya bisa makan:

    “…ia dan anak-anak cuman makan nasi dengan sambal karena tidak ada bahan makanan lain.”

    Permintaan Polos yang Mengoyak Hati

    Kesedihan Melda semakin tak tertahankan ketika salah satu anaknya, yang masih polos, menyadari perbedaan hidangan sahur mereka dengan yang lain. Permintaan sederhana sang anak menjadi belati yang menusuk hati Melda.

    “Dan anak bilang, ‘Mak, ayam,’ katanya,” kenang Melda.

    Tidak bisa berbohong, Melda hanya bisa menenangkan anaknya dengan harapan palsu.

    “Nanti tunggu ayah pulang, ayah pulang, iya bawa ayam.”

    Momen ini menjadi lambang puncak keterpurukan mereka. Seorang ibu yang telah berjuang keras menjual cabai dan tidur di kaki lima, tidak bisa memberikan lauk pauk yang layak di momen suci. Perjuangan itu terasa sia-sia, tidak mampu melindungi anak-anaknya dari kesadaran pahit akan kemiskinan.

    Kisah Melda Safitri ini menegaskan bahwa penderitaan terberat dalam kemiskinan seringkali dirasakan bukan oleh diri sendiri, melainkan melalui permintaan tulus dari mata polos seorang anak yang mendambakan sepotong ayam di meja makan.

    Sebuah memori menyakitkan yang kini harus dibawa Melda sebagai pengingat betapa berharganya setiap rezeki yang ia perjuangkan.

  • Purbaya Boyong Hacker LPS Didikan Rusia untuk Perkuat Sistem Coretax: Sepertinya KGB Juga Dia

    Purbaya Boyong Hacker LPS Didikan Rusia untuk Perkuat Sistem Coretax: Sepertinya KGB Juga Dia

    GELORA.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali membuat langkah berani.

    Ia berencana memboyong tim hacker andalan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk memperkuat dan memperbaiki sistem Coretax di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Langkah ini diambil setelah tim hacker tersebut terbukti memiliki kemampuan tinggi dalam memperkuat sistem keamanan digital di lingkungan LPS.

    Menurut Purbaya, kepercayaannya terhadap tim ini bukan tanpa alasan.

    Para anggota tim disebut pernah menjalani pelatihan intensif selama enam bulan di Rusia, di sebuah tempat yang digambarkannya sebagai “khusus dan tertutup.”

    “Dia dilatih di Rusia enam bulan. Jadi kayaknya KGB juga dia,” ujar Purbaya sambil berseloroh dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025.

    “Saya percaya mereka. Saya bawa dari pertahanan, ke Maritim, ke LPS, dan sekarang ke Kemenkeu.” lanjutnya.

    Awalnya, Purbaya mengenal kelompok ini setelah sistem LPS yang dianggap aman justru berhasil dibobol hanya dalam waktu lima menit oleh mereka.

    Namun alih-alih memusuhi, Purbaya justru merangkul mereka untuk memperkuat sistem keamanan negara.

    “Saya bilang, kalau nggak bisa ngalahin, ya kita rangkul. Mereka ini semua merah putih, jadi kita kasih ruang untuk bantu,” ucapnya.

    Kini, tim hacker yang sama akan ditugaskan untuk memperbaiki sistem Coretax yang sempat bermasalah.

    Purbaya memastikan kemampuan mereka benar-benar mumpuni  dan bukan abal-abal.

    “Mereka jago-jago, orang Indonesia semua. Banyak talenta digital kita yang luar biasa,” tegasnya.

    Meski begitu, proses perbaikan masih terkendala karena sebagian sistem Coretax masih di bawah kontrak dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG.

    Kemenkeu baru akan mendapatkan akses penuh ke source code pada Desember mendatang.

    “Saya kira satu bulan bisa selesai. Tapi karena kendala kontrak, kita belum bisa masuk. Begitu Januari-Februari nanti akses dibuka, sistem akan selesai diperbaiki,” ujar Purbaya optimistis.

  • Temuan 5.000 Ton Batu Giok di Aceh Digunakan untuk Bangun Masjid

    Temuan 5.000 Ton Batu Giok di Aceh Digunakan untuk Bangun Masjid

    GELORA.CO – Pemkab Nagan Raya, Aceh memastikan akan menggunakan temuan batu giok seberat 5.000 ton di kawasan Kecamatan Beutong, untuk melanjutkan pembangunan Masjid Giok Aceh.

    “Seluruh batu giok yang ditemukan akan dikelola untuk kepentingan masyarakat luas dan kemaslahatan umat,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan, Sabtu (25/10/2025).

    Teuku Raja Keumangan mengatakan penemuan batu mulia yang banyak digunakan sebagai bahan perhiasan tersebut berada tidak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya, tepatnya di kawasan Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

    Berdasarkan perkiraan awal, batu giok yang baru ditemukan ini memiliki berat hampir mencapai 5.000 ton.

    “Ini adalah batu dengan ukuran lebih berat dan lebih besar dari penemuan batu giok sebelumnya di Nagan Raya mencapai 20 ribu ton,” kata Teuku Raja Keumangan.

    Ia berharap, kekayaan alam yang menjadi anugerah besar bagi Kabupaten Nagan Raya, sehingga hal ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi Indonesia bahkan dunia.

    Teuku Raja Keumangan mengatakan penemuan batu giok berukuran besar ini, semakin memperkuat langkah Pemkab Nagan Raya dalam menyelesaikan pembangunan Masjid Giok Nagan Raya, Aceh.

    Masjid Agung Baitul ‘Ala atau Masjid Giok Aceh selama ini dirancang menggunakan batu giok asli sebagai bahan utama pada bagian luar dan dalam bangunan.

    Dengan ditemukan nya cadangan giok baru ini, diharapkan proses penyelesaian pembangunan masjid yang di gadang-gadang akan menjadi ikon dunia itu dapat segera terwujud.

  • Hamish Daud Blak-blakan Bilang Raisa Boleh Gugat Cerai Kalau Ia Melanggar Janjinya

    Hamish Daud Blak-blakan Bilang Raisa Boleh Gugat Cerai Kalau Ia Melanggar Janjinya

    GELORA.CO – Rumah tangga Raisa Andriana dan Hamish Daud dikabarkan alami keretakan setelah 8 tahun menikah.

    Selama ini, publik menilai rumah tangga yang dibinda Raisa dan Hamish Daud terlihat harmonis. Ternyata keduanya kini menghadapi ujian besar.

    Raisa telah melayangkan gugatan cerai terhadap suaminya ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

    Informasi ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

    Humas PA Jaksel, Abid M.H mengungkapkan bahwa guguatan tersebut sudah terdaftar secara resmi.

    “Yang tadi namanya saudara sebut memang sudah ada (gugatannya),” ungkap Abid, dilansir pada tayangan YouTube Intens Investigasi, Kamis (23/10/2025).

    Pasangan ini akan menjalani sidang perdananya pada tanggal 3 November 2025 mendatang.

    Ditengah kabar perceraian mereka, kembali beredar momen saat Raisa Andriana dan Hamish Daud melangsungkan pernikahan.

    Raisa dan Hamish Daud resmi menjadi sepasang suami istri setelah menjalani prosesi akad nikah pada Minggu (3/9/2017) lalu di hotel Ayana Midplaza Jakarta. 

    Sebagai seorang suami, Hamish sempat mengucapkan janji suci untuk istrinya. 

    “Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Ahad tanggal 3 September 2017 saya Hamish Daud Wyllie berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan menggauli istri saya bernama Raisa Andriana bin Allan N. Rachman dengan baik menurut ajaran Islam,” ungkap Hamish Daud mengucapkan janjinya saat menikahi Raisa.

    Selain itu, Hamish juga mengungkapkan kewajibannya yang harus ditunaikan sebagai seorang suami.

    Serta, janji ini bisa membuat Raisa menggugat cerai apabila Hamish melanggarnya.

    “Buat istri saya tersebut saya menyatakan sebagai berikut apabila meninggalkan istri saya selama 2 tahun berturut-turut tidak memberi nafkah wajib padanya, tiga bulan lamanya menyakiti badan atau jasmani istri saya, atau membiarkan istri saya selama 6 bulan atau lebih dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya bisa mengajukan gugatan kepada pengadilan Agama,” ujar Hamish.

    Pria yang lahir di Gosford, Australia ini secara blak-blakan mengatakan hubungannya dengan Raisa bisa saja berakhir bila dirinya melanggar sejumlah janjinya sebagai suami.

    “Apabila gugatannya diterima oleh pengadilan tersebut kemudian istri saya membayar Rp10.000 sebagai ihwal kepada Pengadilan Agama. Kepada saya atau padanya memberikan kuasa untuk menerima uang tersebut dan menggunakannya kepada Amal Zakat Nasional untuk keperluan ibadah sosial. Jakarta, 3 September 2017, suami, Hamish Daud Wyllie,” pungkasnya.

    Kini gugatan Raisa terhadap Hamish Daud telah sampai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Lantas, adakah janji yang dilanggar oleh Hamish?

    Hinga kini, kedua pihak belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan dari perpisahan mereka.

  • Bukan Hamish Sosok Ini Disebut Dijodohkan dengan Raisa, Isu Restu sang Ibunda Kembali Muncul

    Bukan Hamish Sosok Ini Disebut Dijodohkan dengan Raisa, Isu Restu sang Ibunda Kembali Muncul

    GELORA.CO – Rumah tangga penyanyi kenamaan Raisa Andriana dan aktor sekaligus arsitek Hamish Daud kini tengah berada di ujung tanduk.

    Setelah delapan tahun menikah, kabar gugatan cerai yang dilayangkan Raisa terhadap suaminya menjadi perbincangan hangat publik.

    Namun, di tengah ramainya pemberitaan soal perceraian tersebut, muncul pula isu lama yang menyeret restu keluarga, terutama sang ibunda Raisa, ke permukaan.

    Isu Lama Kembali Mencuat, Ibunda Raisa Disebut Tak Merestui Pernikahan

    Isu mengenai hubungan Raisa dan Hamish Daud mendadak ramai dibicarakan di media sosial, khususnya di platform X (Twitter), sejak Kamis (23/10/2025).

    Sebuah akun bernama @tiffa_ny5249 mengunggah thread yang menyebutkan bahwa orang tua Raisa, terutama sang ibu, sejak awal dikabarkan tidak setuju dengan keputusan putrinya menikah dengan Hamish.

    Unggahan tersebut segera menarik perhatian warganet dan dikutip oleh sejumlah akun lain, hingga menimbulkan diskusi panjang di lini masa.

    “Dulu sebelum mereka menikah tuh temanku cerita, tetangganya dia saudaraan sama Raisa. Jadi emang dari dulu desu udah mokondo. Kemana-mana yang jemput Raisa, mostly Raisa yang bayar,” tulis akun itu, menggunakan bahasa gaul yang membuat penasaran publik.

    Dalam unggahan lanjutan, akun tersebut menegaskan bahwa keluarga Raisa sempat menolak Hamish.

    “Keluarganya Raisa pada gak setuju sebenarnya sama deseu. Tapi Raisanya bucin to ya mau gimana lagi,” tambahnya.

    Tak lama, pernyataan itu disambar banyak warganet lain yang mengaku pernah mendengar kabar serupa.

    Sebagian mengaku mendengar kabar serupa dari lingkaran pertemanan orang tua mereka.

    “Ini omongan-omongan yang beredar di grup nongkrong nyokap di mbaknya. Nyokapnya teman ada di salah satu tongkrongan nyokapnya si mbak ini dan emang gitu yang terjadi,” tulis seorang warganet di kolom komentar.

    Ia juga menambahkan bahwa cerita tersebut sudah lama beredar.

    “Bahkan dengar ini dari 2019. Statemen langsung dari teman gue waktu itu, masnya gak ada duitnya,” lanjutnya.

    Menurut warganet itu, keluarga Raisa sempat menilai Hamish tidak sepadan.

    “Kata nyokapnya si itu malah kayak numpang terkenal, numpang hidup. Mending mantannya lah jauh,” sambungnya.

    Isu tersebut makin melebar ketika muncul tambahan cerita dari akun lain yang menyebut bahwa sebelum menikah dengan Hamish, Raisa sebenarnya sempat ditaksir oleh seorang petinggi di salah satu bank ternama.

    Namun, meski keluarganya disebut-sebut sudah meminta Raisa untuk mempertimbangkan ulang pilihannya, sang penyanyi tetap memilih Hamish.

    “R ditaksir sama salah satu petinggi (salah satu bank) dan dia tetap milih H. Mamanya sampai mohon-mohon buat mempertimbangkan lagi, tapi dasarnya bucin yaudah lah ya,” tulis akun lain yang ikut menambah panjang diskusi tersebut.

    Raisa dan Hamish Daud menikah pada 3 September 2017 dalam sebuah pesta pernikahan mewah yang disaksikan banyak publik figur.

    Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang putri bernama Zalina Raine Wyllie yang lahir pada tahun 2019.

    Selama bertahun-tahun, pasangan ini dikenal publik sebagai simbol keluarga harmonis dan jauh dari gosip miring.

    Meski berbagai tudingan terus berseliweran di media sosial, kebenaran dari cerita-cerita tersebut belum dapat dipastikan.

    Namun, di tengah ramainya spekulasi publik, pihak Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) akhirnya memberikan keterangan resmi terkait status hukum rumah tangga Raisa dan Hamish Daud.

    Disebut Ada Sosok Lain Sebelum Hamish Daud

    Kabar yang beredar semakin melebar setelah muncul tambahan cerita dari akun berbeda.

    Menurut unggahan itu, sebelum menikah dengan Hamish, Raisa sempat ditaksir oleh seorang petinggi bank ternama.

    Namun, meski keluarga disebut sudah meminta Raisa untuk mempertimbangkan ulang pilihannya, pelantun “Serba Salah” itu tetap mantap memilih Hamish Daud sebagai pendamping hidup.

    “R ditaksir sama salah satu petinggi bank dan dia tetap milih H. Mamanya sampai mohon-mohon buat mempertimbangkan lagi, tapi dasarnya bucin yaudah lah ya,” tulis akun yang memicu gelombang komentar baru.

    Unggahan itu pun menjadi viral dan memicu debat di kalangan netizen: antara yang percaya dan menganggap semua itu hanya gosip lama yang kembali diangkat karena kasus perceraian.

    Pernikahan yang Dulu Dianggap Sempurna

    Raisa Andriana dan Hamish Daud resmi menikah pada 3 September 2017 dalam pesta pernikahan mewah yang digelar di Jakarta.

    Acara sakral itu dihadiri oleh banyak publik figur ternama dan menjadi sorotan nasional karena dianggap sebagai pernikahan impian.

    Dua tahun berselang, kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kelahiran Zalina Raine Wyllie pada 2019.

    Selama bertahun-tahun, pasangan ini dikenal sebagai simbol keluarga muda yang harmonis, sukses, dan jauh dari gosip miring.

    Keduanya bahkan sering tampil dalam kampanye sosial dan proyek bisnis bersama, seperti kafe Titik Temu, yang mereka bangun di Bali dan Jakarta.

    Karena citra harmonis itulah, kabar gugatan cerai Raisa pada Oktober 2025 benar-benar mengejutkan publik.

    Gugatan Cerai Diajukan Melalui E-Court

    Berdasarkan informasi yang diterima media, gugatan cerai Raisa terhadap Hamish Daud diajukan secara online melalui sistem e-court pada 22 Oktober 2025.

    Proses hukum dilakukan oleh kuasa hukum Raisa dan telah terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel).

    Pihak PA Jaksel membenarkan adanya gugatan tersebut, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait alasan perceraian.

    Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2025 mendatang.

    “Benar, sudah terdaftar. Sidang perdana akan digelar awal November. Untuk detail perkara tidak bisa kami sampaikan karena menyangkut privasi,” ujar salah satu pejabat PA Jaksel ketika dikonfirmasi awak media.

    Misteri Pemicu Keretakan Rumah Tangga

    Sejak kabar gugatan itu mencuat, publik ramai berspekulasi tentang penyebab keretakan rumah tangga pasangan ini.

    Beberapa akun gosip di media sosial menyebut bahwa masalah sudah muncul sejak lama, namun berhasil disembunyikan dari publik.

    Ada yang menyebut bahwa Hamish Daud menghadapi tekanan finansial usai bisnisnya tersendat.

    Ada pula yang menyinggung ketidaksepahaman dalam urusan keluarga kecil mereka.

    Namun sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak.

    Sumber dari lingkaran dekat pasangan ini bahkan menyebutkan bahwa Raisa dan Hamish sudah lama tinggal terpisah secara diam-diam.

    Namun, informasi ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.

    Profil dan Kiprah Hamish Daud Arsitek, Pebisnis, hingga Aktivis Lingkungan

    Sebelum dikenal sebagai aktor dan pembawa acara, Hamish Daud Wyllie lebih dulu meniti karier di dunia arsitektur.

    Ia menempuh pendidikan di Southern Cross University, East Lismore, New South Wales, Australia, dan berhasil meraih gelar Bachelor of Arts (BA) di bidang arsitektur.

    Setelah lulus, Hamish bekerja selama 12 tahun di SAKA Architects, sebelum mendirikan perusahaannya sendiri, Saka Design Group.

    Dari sanalah karier profesionalnya mulai menanjak.

    Selain di bidang arsitektur, Hamish juga dikenal aktif berbisnis.

    Ia memiliki restoran Up in Smoke di Jakarta Selatan, serta kafe Titik Temu yang dikelola bersama Raisa.

    Bisnis lain yang juga ia kembangkan adalah Rise N Shine, merek pakaian anak, dan keterlibatannya di label musik Juni Records.

    Di luar dunia bisnis dan hiburan, Hamish juga dikenal sebagai aktivis lingkungan.

    Ia sempat menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) di startup pengelolaan sampah Octopus, yang fokus pada daur ulang dan pemberdayaan pemulung.

    Namun, setelah perusahaan tersebut terseret kasus keterlambatan gaji karyawan, Hamish memutuskan untuk mundur.

    Isu tentang rumah tangga Raisa dan Hamish Daud memancing beragam reaksi publik.

    Sebagian netizen menyayangkan kabar perpisahan mereka yang dianggap sebagai pasangan ideal.

    “Raisa dan Hamish itu couple goals banget, kalau mereka aja gak bisa bertahan, siapa yang bisa?” tulis seorang pengguna X.

    Namun, tak sedikit pula yang mengingatkan publik untuk tidak mencampuri urusan pribadi artis.

    “Gak usah percaya gosip yang gak jelas sumbernya. Kalau pun pisah, itu urusan mereka berdua, bukan konsumsi publik,” tulis netizen lainnya.

    Belum Ada Pernyataan dari Raisa dan Hamish

    Hingga berita ini ditulis, baik Raisa maupun Hamish Daud belum memberikan tanggapan resmi terkait isu-isu yang beredar.

    Pihak manajemen Raisa juga belum mengeluarkan pernyataan publik.

    Sementara itu, akun media sosial keduanya tampak masih aktif namun tanpa unggahan terbaru sejak kabar perceraian mencuat.

    Publik kini menantikan sidang perdana pada 3 November mendatang, yang diharapkan dapat membuka fakta sebenarnya di balik keretakan rumah tangga pasangan yang selama ini dikenal adem ayem tersebut.

    Kisah cinta Raisa dan Hamish Daud yang dahulu menjadi simbol romantisme kini berubah menjadi salah satu kasus perceraian paling disorot di 2025.

    Di tengah derasnya spekulasi dan gosip yang beredar, satu hal yang pasti kebenaran hanya akan terungkap di ruang sidang.

    Sementara itu, publik diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah kabar di media sosial dan menunggu klarifikasi resmi dari kedua belah pihak.