Author: Gelora.co

  • Deolipa Sebut Pandji Pragiwaksono Sudah Kelewat Batas, Bisa Dipidana Jika Gibran Bikin Laporan

    Deolipa Sebut Pandji Pragiwaksono Sudah Kelewat Batas, Bisa Dipidana Jika Gibran Bikin Laporan

    GELORA.CO –  Komedi Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea dinilai terlalu berlebihan. Pandji telah menghina Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming.  

    Mantan tim sukses Anies Baswedan ini mengolok-olok Polri, TNI, hingga kepala negara. 

    Komedi Pandji ini turut dikritik oleh Praktisi hukum, Deolipa Yumara. 

    Menurut Deolipa komedinya sudah kewat batas hingga lebih kepada penghinaan.  

    “Sebenarnya kita belum melihat apa-apa tapi, kalau denger dari cerita ada perilaku-perilaku dari Pandji kata-katanya, mimik-mimiknya tampaknya menyindir, mengkritik atau bahkan patut diduga menghina Gibran sebagai wakil presiden,” kata Deolipa seperti dikutip dari YouTube Berissi yang tayang pada Selasa (6/1/2026). 

    Ia menilai Pandji berlebihan membawakan lawakan tersebut yang diarahkan kepada Gibran. 

    Akan tetapi, Deolipa menegaskan bahwa menirukan atau memparodikan mimik seorang pejabat negara, dapat menurunkan martabat jabatan yang diemban. 

    “Apakah ini berlebihan? Iya jawabnya berlebihan, Pandji memparodikan atau mengikuti pola-pola mimik dari seorang wapres yang sifatnya, bahasanya menyindir ya, atau kita bisa menganggap menghina dari Gibran sebagai wapres,” lanjutnya. 

    Ia melanjutkan kritik yang sehat semestinya membahas mengenai program kerja dan kebijakannya. 

    “Sebenarnya kalau mau mengkritik itu bukan orang pribadinya, sikap atau bagaimana karakternya bukan itu, yang dikritik itu program kerjanya seperti apa, berhasil apa tidaknya, itu yang dikritik,” ucapnya. 

    Bisa dipidana

    Deolipa menilai, niat Pandji yang mungkin mengkritik lewat komedi, cara penyampaiannya bisa menyinggung perasaan dan martabat Gibran sebagai pejabat negara. 

    “Niatnya Pandji mungkin mengkritik sambil berkomedi tapi dengan nada menyinggung wapres kita, bisa dikategorikan komedi ga ini? Kalau dia niatnya komedi ya komedi, tapi ada komedi yang memperlihatkan kesombongan dari seorang komedian gitu. Jadi, komedi yang bagus itu yang membuat kemudian bergembira, tertawa tanpa menyinggung perasaan orang lain,” jelasnya. 

    Selain itu, ia juga menyinggung mengenai aspek hukum dalam KUHP baru terkait penghinaan Presiden dan Wakil Presiden. 

    Jika materi itu dianggap menghina dan merendahkan martabat Wapres, maka Pandji bisa dipidana. 

    “Kalau kita masuk ke KUHP yang baru, ada pasalnya itu sekarang. Pasal penghinaan terhadap presiden dan wapres kan, atau lembaga-lembaga negara dalam konteks jabatannya di KUHP yang baru Undang-undang nomor 1 tahun 2003 yang sekarang udah berlaku. Cuma karena ini adalah delik aduan, delik sifatnya wapres sendiri yang harus melaporkan,” jelasnya.

    Kendati ada pasal yang bisa menjerat Pandji, ia menilai Gibran sepertinya tak akan membawa polemik ini ke ranah hukum.

    “Rasa-rasanya jauh dari terjadinya laporan pidana dari Wapres Gibran sendiri. Kita bisa bilang ini jauh tapi memang ini hal yang enggak patut. Tapi bisa dipidana,” pungkasnya. 

    Sebelumnya, komika Pandji Pragiwaksono membetot perhatian publik setelah special show-nya Mens Rea meledak. 

    Dalam salah satu materinya, Pandji sempat melontarkan candaan fisik terhadap Wapres Gibran. 

    Candaan ini pun menuai kecaman dari sebagian publik. 

    Di antaranya, pakar pendidikan Ina Liem dan musisi ternama tanah air, dr Tompi. 

    Keduanya menilai tak semestinya Pandji membawakan candaan yang menghina fisik seseorang.

  • Dugaan Pemicu Dentuman Keras dan Kilatan Cahaya Merah di Utara Cianjur Menurut PVMBG

    Dugaan Pemicu Dentuman Keras dan Kilatan Cahaya Merah di Utara Cianjur Menurut PVMBG

    GELORA.CO –  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dentuman keras dan kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur, Jawa Barat, berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika meski belum menemukan pemicu pastinya. Penyelidik Bumi Utama PVMBG Supartoyo saat dihubungi Selasa (6/1/2026), mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan yang sempat dilihat dan dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan di wilayah utara Cianjur diduga dipicu fenomena energi elektromagnetik.

    “Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena energi tersebut termasuk pemicu-nya karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut,” katanya.

    Sedangkan berdasarkan keterangan Bandan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menduga suara dentuman dan kilatan cahaya yang sempat terlihat warga di sejumlah kecamatan bagian utara Cianjur seperti Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi akibat aktivitas manusia. Pasalnya ungkap Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu, saat peristiwa tersebut terjadi tidak ada aktivitas kegempaan dan petir di wilayah Cianjur yang terdata di BMKG Bandung, sehingga pihaknya menduga hal tersebut buatan manusia.

    “Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktivitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktifitas tersebut buatan manusia,” katanya

    Sementara Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan kejadian pada Senin malam itu, karena pihaknya masih menelusuri informasi pasti penyebab dentuman dan kilatan cahaya yang sempat meresahkan warga.

    “Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu,” katanya.

    Seperti diberitakan, warga di sejumlah kecamatan di utara Cianjur tepatnya di Kecamatan Pacet, Cipanas dan Sukaresmi, sempat mendengar suara dentuman pada Senin malam sekitar pukul 22:15 WIB, sehingga berhamburan keluar rumah. Tidak lama berselang warga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit, sehingga mereka memilih bertahan di luar rumah cukup lama karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, hingga menjelang tengah malam sebagian besar warga kembali masuk ke dalam.

    “Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam,” kata warga Kecamatan Cipanas Dede Sandi.

  • BNN Grebek Pabrik Narkoba di Apartemen Ancol, Dikendalikan 3 WNA China

    BNN Grebek Pabrik Narkoba di Apartemen Ancol, Dikendalikan 3 WNA China

    GELORA.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar pabrik narkoba di sebuah kawasan Ancol, Jakarta Utara. BNN kini memburu tiga orang WNA yang terlibat bisnis haram ini.

    Plt. Deputi Pemberantasan BNN RI, Budi Wibowo mengatakan dalam penangkapan ini, empat orang WNI telah ditangkap. Dari hasil pendalaman, BNN RI akhirnya memasukan tiga WNA itu ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

    “Hasil pendalaman lebih lanjut juga mengungkap keterlibatan pihak lain yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang,” kata Plt Deputi Pemberantasan BNN RI, Budi Wibowo kepada wartawan di lokasi, Selasa (6/12/2026).

    Mereka di antaranya berinisial CY, ZQ alias J, dan H. Adapun CY dan ZQ alias J merupakan warga negara (WN) China. Budi mengungkap mereka memiliki peran untuk mengendalikan barang haram tersebut.

    “ZQ aliaa J perannya (sebagai) pengendali, pemilik barang dan pendanaan. Sedangkan C perannya sebagai koki dan peracik happy water. Kemudian H sebagai penjaga gudang di Jakarta,” ungkap Budi.

    Budi juga menuturkan sindikat ini terindikasi merupakan jaringan narkotika internasional China-Malaysia.

    Modus mereka mendistribusikan narkoba itu dengan cara mengemasnya ke dalam kemasan minuman sachet untuk mengelabui petugas serta mempermudah penyelundupan lintas negara.

    “Jaringan ini menerapkan modus penyamaran berlapis. Selain mencampurkan narkotika ke dalam liquid vape, bahan baku termasuk etomidate, juga dikemas menyerupai sachet minuman energi yang tampak seperti produk legal,” tutup Budi.

    Sekadar diketahui, BNN menangkap dan menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara ini. Mereka di HS, DM, PS dan HSN.

    Seluruh tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), serta Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman pidana mulai dari penjara paling singkat 5 atau 6 tahun hingga 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, pidana mati.

  • Natalius Pigai Ingin Kata Reformasi Hilang dan Singgung Wacana Pembubaran KPK

    Natalius Pigai Ingin Kata Reformasi Hilang dan Singgung Wacana Pembubaran KPK

    GELORA.CO – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai berharap suatu saat kata reformasi bisa hilang di Indonesia. Karena kata dia, masih adanya kata reformasi yang menandakan kondisi tidak baik-baik saja.

    Pigai menjelaskan, hilangnya kata reformasi menandakan reformasi sudah tercapai secara substansial. Hal itulah yang ia harapkan agar kata itu hilang di Indonesia.

    “Kata reformasi, kita harus suatu saat hilangkan. Selalu istilah kata reformasi itu karena biasanya pasti ada sesuatu yang tidak bagus,” ujar Pigai dalam sambutannya di Kantor Kementerian HAM, Selasa (6/1/2026).

    Pigai juga menyinggung keberadaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Menuturnya dengan masih adanya Kementerian Reformasi, maka reformasi belum usai.

    “Sampai kapan kata reformasi itu akan hilang? Sampai kapan Kementerian Reformasi itu akan hilang?” tutur dia.

    Selain itu, Pigai juga menyinggung soal keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berharap lembaga antirasuah itu tak ada lagi. Sebab hal itu menandakan bahwa tindak pidana korupsi di Indonesia telah hilang.

    “Ya kita juga suatu saat inginkan KPK tidak boleh ada lagi, gitu loh, suatu saat,” ujar Pigai.

    Menurut Pigai, untuk mencapai cita-cita reformasi itu maka harus ditunjukan dengan tindakan dan perbuatan. Salah satunya adalah seorang atasan harus menjadi contoh bagi bawahannya.

    “Ikan busuk itu dimulai dari atas, kalau di atas busuk, di bawah pasti busuk,” tutup Natalius Pigai.

  • Anwar Usman Sering Bolos Sidang dan Rapat, DPR Beri Sindiran Nyelekit

    Anwar Usman Sering Bolos Sidang dan Rapat, DPR Beri Sindiran Nyelekit

    GELORA.CO –  Komisi III DPR RI mengingatkan kepada anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman bertindak layaknya negarawan. Hal ini menyusul adanya peringatan dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait ketidakhadirannya di sidang dan rapat permusyawaratan hakim (RPH).

    “Jadi memang sebaiknya beliau karena dia hakim mahkamah, ya bertindak layaknya sebagai negarawan,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, Selasa (6/1/2026).

    Sosok negarawan, kata dia, merupakan tokoh yang bisa memberikan teladan dan contoh baik bagi orang lain. Sehingga, segala perilaku dan perbuatannya harus benar-benar diperhatikan.

    “Kalau negarawan itu menghindari praktik-praktik, atau jauh dari praktik-praktik pelanggaran disiplin, pelanggaran etik, atau pelanggaran kepantasan menurut saya,” ujarnya.

    Sementara soal peringatan yang dijatuhkan MKMK, Komisi III DPR RI tentu tidak berwenang mengomentarinya. Menurutnya, itu sepenuhnya hak dari para anggota MKMK.

    “Itu kan kewenangannya Mahkamah Kehormatannya sana ya, dan sudah memberi peringatan ya soal keabsenan, kealpaan atau ketidakhadiran kan,” pungkasnya.

    Sebelumnya,  Anwar Usman menanggapi soal surat peringatan dari MKMK terkait ketidakhadirannya di sidang dan rapat permusyawaratan hakim (RPH).

    Anwar Usman mengaku terkejut dengan surat peringatan ketidakhadirannya. Pasalnya, MKMK mengekspos ke media.

    “Saya juga kaget dapat surat kata-kata peringatan dari MKMK mengenai ketidakadiran saya itu, saya ini hakim konstitusi yang paling lama,’’ ujar Anwar Usman di Jakarta, dikutip, Selasa (6/1/2026).

    Anwar Usman mengungkapkan alasan ketidakhadirannya, yaitu karena sakit. Waktu itu dirinya harusnya diopname dan tidak boleh keluar. Namun dia tetap memaksakan keluar untuk hadiri pernikahan anaknya. Setelah itu dia dirawat jalan cukup lama.

    Paman Wapres Gibran ini mengaku heran dengan pernyataan yang disampaikan MKMK. Pasalnya, dengan pengalaman panjang selama dua periode di MK baik sebagai anggota hingga Ketua MK, Anwar mengaku paham soal aturan absensi kehadiran.

  • Kita Berada di Jalan Benar, Suci, yang Diridoi Tuhan

    Kita Berada di Jalan Benar, Suci, yang Diridoi Tuhan

    GELORA.CO – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

    Seluruh Kabinet Merah Putih, kepala badan hingga utusan khusus presiden hadir dalam acara ini.

    Prabowo menekankan, Indonesia saat ini berada di jalan yang benar.

    “Kita berada di jalan yang benar, membela kedaulatan di jalan yang memberantas kemiskinan, di jalan yang menghilangkan kelaparan, kita berada di jalan yang bersih dan suci, kita berada di jalan yang diridoi Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Prabowo disambut tepuk tangan seluruh anggota kabinet.

    Prabowo meminta seluruh jajarannya tidak perlu ragu-ragu dalam menjalankan pemerintahan. Terpenting seluruh yang dikerjakan harus untuk rakyat.

    “Saudara-saudara, jangan ragu-ragu, kita buktikan, kalau niat kita bersih, tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, tak perlu sedikitpun gentar,” kata Prabowo. 

    Eks Menhan ini menyebut, meski sudah bekerja baik, pasti ada pihak yang mencaci. Ia menyebut, cacian tidak perlu dihiraukan.

    “Kita pasti dimaki, difitnah, karena banyak kekuatan tidak hanya di negara kita, memang di pihak yang senang di halaman yang penuh korupsi, penipuan,” kata Prabowo.

    “Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil, kalau kita dihantam fitnah, diejek, terima itu sebagai kebanggaan kalau itu dilakukan orang yang melakukan kejahatan. Kita terus laksanakan kebenaran,” tutur Prabowo.

  • Kita Berada di Jalan Benar, Suci, yang Diridoi Tuhan

    Kita Berada di Jalan Benar, Suci, yang Diridoi Tuhan

    GELORA.CO – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

    Seluruh Kabinet Merah Putih, kepala badan hingga utusan khusus presiden hadir dalam acara ini.

    Prabowo menekankan, Indonesia saat ini berada di jalan yang benar.

    “Kita berada di jalan yang benar, membela kedaulatan di jalan yang memberantas kemiskinan, di jalan yang menghilangkan kelaparan, kita berada di jalan yang bersih dan suci, kita berada di jalan yang diridoi Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Prabowo disambut tepuk tangan seluruh anggota kabinet.

    Prabowo meminta seluruh jajarannya tidak perlu ragu-ragu dalam menjalankan pemerintahan. Terpenting seluruh yang dikerjakan harus untuk rakyat.

    “Saudara-saudara, jangan ragu-ragu, kita buktikan, kalau niat kita bersih, tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, tak perlu sedikitpun gentar,” kata Prabowo. 

    Eks Menhan ini menyebut, meski sudah bekerja baik, pasti ada pihak yang mencaci. Ia menyebut, cacian tidak perlu dihiraukan.

    “Kita pasti dimaki, difitnah, karena banyak kekuatan tidak hanya di negara kita, memang di pihak yang senang di halaman yang penuh korupsi, penipuan,” kata Prabowo.

    “Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil, kalau kita dihantam fitnah, diejek, terima itu sebagai kebanggaan kalau itu dilakukan orang yang melakukan kejahatan. Kita terus laksanakan kebenaran,” tutur Prabowo.

  • Genap 100 Tahun, Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Akibat Patah Tulang Pinggul

    Genap 100 Tahun, Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Akibat Patah Tulang Pinggul

    GELORA.CO – Kabar mengejutkan datang dari kancah politik Malaysia. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia yang kini genap berusia 100 tahun, Tun Dr Mahathir Mohamad, harus dilarikan ke Institut Jantung Negara (IJN) Kuala Lumpur, Selasa (6/1/2026) pagi.

    Tokoh gaek politik Negeri Jiran tersebut dilaporkan terjatuh di kediaman pribadinya sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Akibat insiden ini, Mahathir mengalami cedera serius berupa patah tulang (fracture) pada bagian pinggul kanan.

    Observasi Medis Beberapa Pekan

    Sekretaris pribadi Mahathir, Sufi Yusoff, mengonfirmasi kondisi terkini sang negarawan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, Mahathir harus menjalani perawatan intensif dalam kurun waktu yang cukup lama.

    “Setelah pemeriksaan medis, telah dipastikan bahwa Tun mengalami patah tulang pinggul kanan,” ujar Sufi kepada awak media di Kuala Lumpur.

    Ia menambahkan, Mahathir diperkirakan akan tetap berada di IJN selama beberapa pekan ke depan untuk proses penyembuhan dan observasi ketat, mengingat usianya yang sudah sangat lanjut.

    Seteru Politik Kirim Doa

    Kabar musibah yang menimpa Mahathir langsung mendapat respons dari Perdana Menteri Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim. Meski memiliki sejarah rivalitas politik yang panjang dan dinamis, Anwar bersama istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, menyampaikan simpati mendalam.

    “Saya dan Azizah mendoakan kesehatan dan kesembuhan segera untuk Tun, Insyaallah,” tulis Anwar Ibrahim melalui akun media sosialnya, tak lama setelah kabar tersebut tersiar.

    Riwayat Kesehatan Sang Tun

    Insiden ini menambah daftar riwayat medis Mahathir dalam setahun terakhir. Sebelumnya, politisi senior yang pernah memimpin Malaysia selama dua periode (1981-2003 dan 2018-2020) ini juga sempat dirawat di IJN pada 13 Juli 2025. 

    Kala itu, ia mengalami kelelahan ekstrem hanya tiga hari setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-100 pada 10 Juli 2025.

    Kini, publik Malaysia kembali menahan napas, menantikan perkembangan kesehatan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Asia Tenggara tersebut.

  • BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    GELORA.CO – – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkoba di salah satu apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (6/1/2026). Petugas menangkap empat orang dalam penggerebekan tersebut.

    Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Brigjen Pol Budi Wibowo menjelaskan apartemen itu dijadikan tempat untuk meracik narkotika jenis liquid vape (cairan liquid) dan happy water.

    “Kami menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke liquid vape dan happy water,” kata Budi di lokasi, Selasa (6/1/2026).

    Dia mengatakan empat orang yang ditangkap langsung ditetapkan sebagai tersangka. Keempat memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan bisnis gelap tersebut.

    Dia memerinci, keempat tersangka berinisial HS, WNI, PS dan HSN. Penyidik sempat menginterogasi pelaku sembari melakukan olah TKP.

    “Penyidik mengamankan empat orang, ada yang perannya sebagai kurir, peracik, atau pembiayaan,” tutur dia.

    Penyidik menyita barang bukti berupa 2.010 serbuk rasa dan 85 cartridge vape siap edar. Penyidik juga menemukan alat pemasak, timbangan, hingga 13.000 ml cairan yang akan diolah menjadi narkotika cair

  • BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    GELORA.CO – – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkoba di salah satu apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (6/1/2026). Petugas menangkap empat orang dalam penggerebekan tersebut.

    Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Brigjen Pol Budi Wibowo menjelaskan apartemen itu dijadikan tempat untuk meracik narkotika jenis liquid vape (cairan liquid) dan happy water.

    “Kami menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke liquid vape dan happy water,” kata Budi di lokasi, Selasa (6/1/2026).

    Dia mengatakan empat orang yang ditangkap langsung ditetapkan sebagai tersangka. Keempat memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan bisnis gelap tersebut.

    Dia memerinci, keempat tersangka berinisial HS, WNI, PS dan HSN. Penyidik sempat menginterogasi pelaku sembari melakukan olah TKP.

    “Penyidik mengamankan empat orang, ada yang perannya sebagai kurir, peracik, atau pembiayaan,” tutur dia.

    Penyidik menyita barang bukti berupa 2.010 serbuk rasa dan 85 cartridge vape siap edar. Penyidik juga menemukan alat pemasak, timbangan, hingga 13.000 ml cairan yang akan diolah menjadi narkotika cair