Author: Fajar.co.id

  • Berpotensi Hujan Sangat Lebat Disertai Petir, BMKG Minta Daerah-daerah Ini Waspada

    Berpotensi Hujan Sangat Lebat Disertai Petir, BMKG Minta Daerah-daerah Ini Waspada

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas bervariasi mulai dari hujan ringan, hujan sedang hingga lebat, serta hujan disertai petir, pada Senin (22/12).

    Prakirawan BMKG Alya Sausan sebagaimana dilihat melalui kanal YouTube BMKG di Jakarta, menyampaikan hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan khususnya di daerah tersebut.

    “Sementara untuk potensi hujan disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Bandar Lampung, Lampung; Bandung, Jawa Barat; Surabaya, Jawa Timur; Tanjung Selor, Kalimantan Utara; serta Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, dan Merauke, Papua Selatan,” ungkap Alya.

    Adapun potensi hujan ringan diprakirakan mengguyur sejumlah kota besar, yakni Pekanbaru, Riau; Palembang, Sumatera Selatan; Serang, Banten; Semarang dan Yogyakarta, Jawa Tengah; Pontianak, Kalimantan Barat; Samarinda, Kalimantan Timur; Palangkaraya, Kalimantan Tengah; Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Denpasar, Bali; Mataram, Nusa Tenggara Barat.

    Lalu Makassar, Sulawesi Selatan; Kendari, Sulawesi Tenggara; Palu, Sulawesi Tengah; Gorontalo; Ternate, Maluku Utara; Ambon, Maluku; Sorong dan Manokwari, Papua Barat; Nabire dan Jayawijaya, Papua Pegunungan; serta Jayapura, Papua.

    “BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta terus memperbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi www.bmkg.go.id dan media sosial @info.bmkg,” ujar Alya. (Pram/fajar)

  • Berpotensi Hujan Sangat Lebat Disertai Petir, BMKG Minta Daerah-daerah Ini Waspada

    Berpotensi Hujan Sangat Lebat Disertai Petir, BMKG Minta Daerah-daerah Ini Waspada

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas bervariasi mulai dari hujan ringan, hujan sedang hingga lebat, serta hujan disertai petir, pada Senin (22/12).

    Prakirawan BMKG Alya Sausan sebagaimana dilihat melalui kanal YouTube BMKG di Jakarta, menyampaikan hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan khususnya di daerah tersebut.

    “Sementara untuk potensi hujan disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Bandar Lampung, Lampung; Bandung, Jawa Barat; Surabaya, Jawa Timur; Tanjung Selor, Kalimantan Utara; serta Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat, dan Merauke, Papua Selatan,” ungkap Alya.

    Adapun potensi hujan ringan diprakirakan mengguyur sejumlah kota besar, yakni Pekanbaru, Riau; Palembang, Sumatera Selatan; Serang, Banten; Semarang dan Yogyakarta, Jawa Tengah; Pontianak, Kalimantan Barat; Samarinda, Kalimantan Timur; Palangkaraya, Kalimantan Tengah; Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Denpasar, Bali; Mataram, Nusa Tenggara Barat.

    Lalu Makassar, Sulawesi Selatan; Kendari, Sulawesi Tenggara; Palu, Sulawesi Tengah; Gorontalo; Ternate, Maluku Utara; Ambon, Maluku; Sorong dan Manokwari, Papua Barat; Nabire dan Jayawijaya, Papua Pegunungan; serta Jayapura, Papua.

    “BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta terus memperbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi www.bmkg.go.id dan media sosial @info.bmkg,” ujar Alya. (Pram/fajar)

  • Megawati: Korban Bencana Jangan Dikasih Baju Bekas, Dipikir Kita Ini Orang Miskin

    Megawati: Korban Bencana Jangan Dikasih Baju Bekas, Dipikir Kita Ini Orang Miskin

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melepas bantuan PDIP ke lokasi bencana Sumatera pada Jumat (19/12/2025) di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur

    Dalam arahannya pada ribuan kader Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Megawati berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyumbangkan baju bekas kepada korban banjir Sumatera.

    “Jangan kasih baju bekas. Karena, saya pernah lihat, loh, waktu di daerahnya, saya tidak usah kasih tahu di mana daerahnya, saya tidak usah kasih tahu,” ujar Mega.

    “Dibilangnya, ‘Dipikir kita ini orang miskin. Orang kita kena musibah.’ Wah, saya catat di situ saya, ‘Jangan kasih baju-baju bekas’,” tegas Presiden ke-5 RI itu.

    Megawati menyebut korban bencana sesungguhnya menginginkan kaus simpel yang bahannya mudah menyerap keringat.

    “Jadi saya (tanya) apa? (Jawabnya) ‘kaus’. Ya saya tanya kenapa kamu mau kaus? ‘Bu, kaus itu kalau keringetan katanya cepat ini (kering)’. Oh, begitu ya,” ungkap dia.

    Untuk itu, Megawati meminta khususnya kepada kader PDI-P, untuk menyumbang barang-barang yang dibutuhkan korban bencana.

    “Jadi tolong diingat. Ini harus kamu bawa nanti, untuk apa, untuk menanyakan yang diperlukan apa, lalu nanti ngomong ke DPP kita,” tuturnya.

    Selain baju bekas, Megawati juga menyoroti bantuan makanan yang didominasi mi instan.

    Ia mengatakan bahwa pengungsi itu tidak boleh asal dikasih makanan instan kemasan cepat saji. Tapi gizinya harus terpenuhi agar pemulihan fisik mereka bisa lebih maksimal, sehingga dapur umum BAGUNA PDI Perjuangan selama ini memasak nasi, sayur dan ikan bukan makanan cepat saji. (Pram/fajar)

  • Peta Kekuatan Mulai Terbaca, 17 DPD II Kawal Munafri Menuju Musda Golkar Sulsel

    Peta Kekuatan Mulai Terbaca, 17 DPD II Kawal Munafri Menuju Musda Golkar Sulsel

    “Dukungan tersebut mencerminkan komitmen kader Golkar di Sulsel untuk menjaga kekompakan dan stabilitas partai menjelang Musda,” sambung mantan Bupati Soppeng itu.

    Dengan kondisi tersebut, Partai Golkar Sulsel optimistis dapat menyelenggarakan Musda secara demokratis, menjaga persatuan internal, serta memperkuat posisi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.

    Saat ditanya mengenai dinamika dukungan figur, termasuk sosok Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang selama ini mendapat dukungan dari sejumlah DPD II.

    Kaswadi menegaskan bahwa harapan terhadap figur tertentu tetap ada, namun keputusan akhir tetap berada pada mekanisme Musda.

    “Kita semua tentu berharap Pak Wali Makassar pimpin Golkar Sulsel, ini dia menjadi figur, tapi semua itu nanti tergantung mekanisme yang ada. Kita lihat saja bagaimana prosesnya ke depan,” katanya.

    Ia juga merespon positif Penunjukan Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar untuk Sulawesi, Muhidin M Said, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menggantikan Taufan Pawe, mendapat respons positif dari jajaran pengurus di daerah.

    Muhidin M Said diberi mandat oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk melaksanakan konsolidasi internal serta mempersiapkan dan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel.

    Kaswadi menyebutkan, langkah ini sebagai upaya menjaga soliditas organisasi partai, sekaligus memastikan roda partai tetap berjalan sesuai mekanisme.

    “Ke depan harapan kita tentu bagaimana kerja-kerja Plt Ketua Golkar Sulsel dalam melakukan konsolidasi,” jelasnya.

  • Pemerintah Tak Tetapkan Bencana Sumatera Berstatus Nasional dan Enggan Terima Bantuan Asing, Celios: Jahat Sekali!

    Pemerintah Tak Tetapkan Bencana Sumatera Berstatus Nasional dan Enggan Terima Bantuan Asing, Celios: Jahat Sekali!

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Direktur Kebijakan Publik Celios, Dr Media Wahyudi Askar menyoroti penanganan bencana di Indonesia. Dia membeberkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hanya Rp1,4 triliun.

    Itu diungkapkan Wahyudi saat diskusi film “Tak Ada Makan Siang Gratis”. Berlangsung di VRTX Compound Space, Yogyakarta, Kamis 19 Desember 2025.

    “BNPB itu budgetnya hanya sekitar Rp1,4 triliun,” kata Wahyudi dikutip dari Instagram WatchdoC Documentary.

    Di sisi lain, dia mengungkap banyaknya bencana di Indonesia.

    “Jumlah bencana di Indonesia itu 4.000 sampai 5.000 bencana. Jadi kalau dibagi per bencana itu hanya ada budger Rp200 juta,” ujarnya.

    Belum lagi, kata Wahyudi, pemerintah daerah yang berperan banyak dalam tiap bencana. Seperti yang terjadi di Sumatera.

    “Kacaunya lagi, ketika bencana terjadi, semua dibebankan ke daerah. Contoh misalkan Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara. Semua yang ada dilapangan itu di daerah, juga kita angkat topi pada relawan,” jelasnya.

    Karenanya, dia menilai negara jahat. Pasalnya, enggan menetapkan bencana Sumatera berstatus nasional, di sisi lain tak mau menerima bantuan asing.

    “Tapi negara ini jahat sekali. Karena didesak jadi bencana nasional juga tidak mau, bantuan dari asing juga tidak mau, terus pemerintahnya mau apa apa?” imbuhnya.

    Dia juga menyentil pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintah. Menurutnya itu menunjukkan tata kelola yang serampangan.

    “Sekarang pemangkasan anggaran luar biasa. Jadi saya kira negara hari ini dikelola dengan serampangan, tata kelola fiskal yang buruk sekali, dan tak ada yang bisa menembus telinga Prabowo Subianto,” jelasnya.

  • Galon Tua Masih Dijual, Konsumen Diminta Berani Tolak dan Laporkan

    Galon Tua Masih Dijual, Konsumen Diminta Berani Tolak dan Laporkan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Galon air minum yang sudah berusia lebih dari dua tahun dan tampak kusam ternyata masih banyak beredar di pasaran.

    Kondisi ini mendorong Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI mengeluarkan peringatan keras: konsumen berhak menolak galon yang tidak layak demi kesehatan dan keselamatan.

    Ketua KKI, David Tobing, menegaskan konsumen tidak boleh lagi pasrah saat menerima galon buram atau penyok. “Kepada konsumen, kami menyerukan konsumen itu mempunyai hak untuk memilih,” ujarnya.

    Ia menyoroti praktik tidak adil di lapangan karena harga galon lama dan baru tetap sama. “Karena harganya sama. Galon baru, galon tua, itu harganya sama. Jadi konsumen berhak menolak, minta yang baru. Itu yang paling penting,” katanya.

    Masalah ini bukan sekadar tampilan. Galon kusam menandakan penurunan kualitas plastik yang berpotensi melepas zat berbahaya. “Karena lebih buram, lebih kusam warna galon itu lebih berpotensi bahaya atau menimbulkan penyakit,” kata David.

    KKI bahkan menemukan galon dengan kode produksi 2012–2016 masih digunakan di wilayah Jabodetabek. Karena itu, konsumen diimbau memeriksa kondisi fisik dan kode produksi. “Yang kedua ceklah kode produksinya,” tambahnya.

    Untuk menindaklanjuti temuan di lapangan, KKI membuka kanal pengaduan resmi. “Kami sendiri, Komunitas Konsumen Indonesia, membuka kanal pengaduan di website kami, di mana nantinya kami akan membuat satu periode pengaduan dari berbagai kota,” jelas David.

    BPKN pun turun tangan dengan membuka hotline khusus. Anggota BPKN, Fitrah Bukhari, menyebut konsumen bisa langsung melapor jika menerima galon tua. “Kalau misalnya nanti dikasih galon sama penjualnya galon yang ‘manula’ begitu, bisa mengajukan juga ke BPKN di call center 08153 153 153,” ujarnya.

  • Greenpeace Soroti Pola Komunikasi Pemerintah Tangani Bencana: yang Dibutuhkan Bukan Hanya Bantuan

    Greenpeace Soroti Pola Komunikasi Pemerintah Tangani Bencana: yang Dibutuhkan Bukan Hanya Bantuan

    Iqbal menjelaskan bahwa kerusakan tersebut menghilangkan fungsi alam sebagai penyangga kehidupan. Ia menilai bahwa hutan alam yang rusak tidak lagi mampu menahan air hujan, sehingga limpasan air dengan mudah berubah menjadi banjir bandang yang menghancurkan permukiman warga.

    Iqbal menuntut isu ini dibahas secara serius karena melihat adanya ketimpangan antara daya juang masyarakat dan tanggung jawab negara.

    Ia mengakui bahwa warga terdampak bencana memiliki ketahanan luar biasa untuk bertahan hidup, namun ia menegaskan bahwa tidak semua situasi dapat dihadapi tanpa kehadiran negara.

    Dalam pandangannya, negara memiliki kewajiban untuk hadir tidak hanya pada fase darurat, tetapi juga dalam pemulihan jangka panjang.

    “Masyarakat punya daya juang yang luar biasa, tetapi ada situasi di mana mereka tidak bisa bangkit tanpa kehadiran negara. Yang dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi kejelasan dan tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

    Isu ini menjadi semakin penting karena, menurut Iqbal, pola penanganan dan komunikasi pemerintah dalam situasi bencana sering kali tidak memberikan kepastian kepada masyarakat.

    Pernyataan-pernyataan resmi yang menyebut kondisi “terkendali” justru menimbulkan kebingungan di tengah warga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian.

    Ia menilai bahwa masyarakat membutuhkan kejelasan tentang rencana pemulihan, relokasi, serta jaminan keberlanjutan hidup setelah bencana berlalu.

    Melalui kritiknya, Iqbal Damanik ingin menegaskan bahwa penyelesaian masalah bencana tidak bisa dilepaskan dari pembenahan kebijakan lingkungan. Ia menilai bahwa tanpa menghentikan deforestasi dan menurunkan emisi, bencana serupa akan terus berulang dan semakin besar skalanya.

  • Bahlil Pertegas Golkar Tidak Setengah-setengah Dukung Prabowo-Gibran

    Bahlil Pertegas Golkar Tidak Setengah-setengah Dukung Prabowo-Gibran

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mempertegas komitmen Partai Golkar mendukung penuh pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

    “Target besar yang pertama adalah mendukung pemerintahan Pak Prabowo-Gibran dengan baik dengan program-programnya,” kata Bahlil usai membuka Rapimnas I Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (20/12/25)

    Target tersebut, menurut Bahlil, harus direalisasikan dengan serius mengingat Golkar juga berada di dalam kumpulan partai koalisi pemerintah.

    Dukungan itu bisa dilakukan dari jalan eksekutif yakni membantu kerja presiden dan legislatif yakni dengan mengawasi kinerja pemerintah.

    Pembahasan ke dua, lanjut Bahlil, yakni soal persiapan Partai Golkar dalam kontestasi pemilu 2029 mendatang.

    Dia menjelaskan, Golkar sudah menetapkan target-target kemenangan yang harus dicapai saat pemilu. Salah satunya yakni meningkatkan jumlah pendapatan jumlah kursi di legislatif.

    “Kita sedang melakukan konsolidasi untuk meningkatkan persiapan agar pemilu 2029 kita bisa menambah kursi yang sekarang 102 bisa di atas 102 itu,” kata dia.

    Bahlil melanjutkan, pembahasan dua poin itu dilakukan langsung di depan ratusan kader yang hadir pada Rapimnas.

    Dengan adanya rapat ini, diharapkan seluruh jajaran Partai Golkar dapat menyatukan semangat dan visi untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan kondusif dan berpihak kepada rakyat. (Pram/fajar)

  • Tantangan John Herdman Bersama Timnas Indonesia

    Tantangan John Herdman Bersama Timnas Indonesia

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Nama pelatih John Herdman jadi kandidat terdepan untuk menduduki kursi kosong pelatih Timnas Indonesia.

    Kabarnya PSSI bakal segera mengumumkan John Herdman dalam waktu dekat sebagai pelatih baru.

    Namun, ada keraguan dari publik sepakbola Indonesia terkait kandidat pelatih baru ini.

    Belum lagi hadirnya tantangan berat untuk sosok John Herdman di kursi pelatih Skuad Garuda.

    Yang kini jadi pernyataan apa-apa saja tantangan yang harus dilewati pelatih tersebut.

    Pengamat sepakbola Indonesia, Haris Pardede atau Bung Harpa ada tantangan yang harus dilewati oleh mantan pelatih Timnas Kanada itu.

    Diantaranya pengalamanya melatih di sepakbola Asia yang dianggap masih sangat minim.

    Apalagi menurut Bung Harpa faktor penting karena perbedaan kultur, karakter pemain, hingga gaya bermain sepak bola yang berbeda dibandingkan Eropa atau Amerika.

    John Herdman memang sudah kenyang melatih di kawasan Amerika bersama Timnas Kanada Putra dan Putri, namun untuk kawasan Asia dirasa berbeda.

    “Tapi secara umum, oke-oke saja, nomal. Namun, yang akan menjadi tantangan adalah, ia tidak punya pengalaman di Asia,” kata Bung Harpa.

    Pengalaman Melatih

    Rekam jejak dan pretasi saat melatih adalah dengan membawa Kanada menjadi peserta di Piala Dunia Qatar tahun 2022 lalu.

    Selama berlaga di ajang Piala Dunia 2022 ini, capaiannya bisa dikatakan biasa-biasa saja.

    Kanada tak mampu meraih satu poin pun saat bersua dengan Belgia, Kroasia dan Maroko, namun kerja keras John Herdman tak bisa diabaikan begitu saja.

  • Ini Janji Cak Ji Usai Ditunjuk Jadi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya

    Ini Janji Cak Ji Usai Ditunjuk Jadi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya

    FAJAR.CO.ID, SURABAYA –Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji terpilih sebagai Ketua DPC DPDIP Surabaya periode 2025-2030, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya, Minggu (21/12).

    Diketahui, sejak pemberhentian tugas Adi Sutarwijono alias Awi oleh DPP PDIP pada awal Mei 2025 lalu, jabatan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya lowong. Itu artinya, Armuji ditunjuk sebagai ketua setelah sekitar 6 bulan kekosongan jabatan tersebut.

    Usai terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri karena sudah dipercaya memegang amanah tersebut di Kota Surabaya.

    “Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri dan Pak Sekjen, yang telah memberi amanah dan rekomendasi kepada saya untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya,” tutur Armuji.

    Politikus yang akrab disapa Cak Ji itu berjanji akan menjalankan amanah yang diberikan kepadanya, sesuai dengan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yakni selalu melibatkan rakyat.

    “Kita pegang teguh yang dipesankan Ibu Ketua Umum, mendengarlah, datanglah, dan di mana rakyat yang membutuhkan bantuan, kita tidak segan-segan untuk mengulurkan tangan,” imbuhnya.

    Menurut Armuji, partai politik harus hadir memberi solusi konkret bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran partai untuk peka, sigap, dan responsif terhadap kebutuhan nyata rakyat.

    Ketika ditanya mengenai tantangan lima tahun ke depan, Cak Ji mengaku optimis PDI Perjuangan Surabaya akan kembali bangkit dan meraih kemenangan di kontes demokrasi mendatang.