Author: Fajar.co.id

  • Viral Foto Silfester Santai Bersama Relawan Jokowi, Netizen: Mosok Kejaksaan Gak Bisa Nangkap?

    Viral Foto Silfester Santai Bersama Relawan Jokowi, Netizen: Mosok Kejaksaan Gak Bisa Nangkap?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nama Silfester Matutina kembali menjadi perbincangan panas di media sosial.

    Kali ini, warganet blak-blakan menantang Kejaksaan untuk menangkap Silfester setelah beredar foto yang memperlihatkan dirinya berada di Jakarta Selatan.

    Foto itu dilihat pada unggahan akun @Threads hengkyag2868, yang memposting foto Silfester Matutina bersama orang dekatnya. Salah satunya Andi Azwan yang dikenal sebagai relawan terdepan Jokowi.

    “Ini foto Silfester Matutina, Buronan Kejaksaan RI. Hari ini di Jaksel, Mosok Kejaksaan gak bisa nangkap?,” kata akun itu dikutip pada Minggu (28/12/2025).

    Sebelumnya, aksi Kejagung yang kembali memamerkan tumpukan uang sitaan senilai Rp6,6 triliun di hadapan Presiden Prabowo Subianto memantik beragam respons di ruang publik.

    Di tengah klaim penegakan hukum dan pemulihan kerugian negara, sejumlah pegiat media sosial justru mempertanyakan makna keadilan yang sesungguhnya dari langkah tersebut.

    Salah satu komentar datang dari Herwin Sudikta. Ia menyebut langkah tersebut menimbulkan ironi di tengah masih lemahnya penegakan hukum terhadap sejumlah figur kontroversial.

    Dikatakan Herwin, penegakan hukum tidak cukup hanya ditunjukkan melalui angka fantastis hasil sitaan, tetapi juga harus tercermin dari keberanian aparat menindak semua pihak tanpa pandang bulu.

    “Agak ironis ketika Jaksa Agung memastikan Rp6,6 triliun disebut sebagai hasil penegakan hukum,” kata Herwin kepada fajar.co.id, Kamis (25/12/2025).

    Ia membandingkan pameran uang sitaan tersebut dengan kasus lain yang belum tersentuh hukum secara serius. Salah satunya menyangkut Silfester Matutina.

  • La Suntu Tastio, UMKM Binaan BRI yang Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun

    La Suntu Tastio, UMKM Binaan BRI yang Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendukung pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tumbuh secara berkelanjutan melalui pemberdayaan yang terstruktur. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah kehadiran Rumah BUMN, yang berfungsi sebagai pusat pelatihan, pemberdayaan, dan pengembangan kapasitas usaha di berbagai daerah.

    La Suntu Tastio menjadi salah satu contoh UMKM yang berhasil mengalami kemajuan berkat keikutsertaannya dalam program Rumah BUMN. Berdiri sejak 2010 di Depok, Jawa Barat, La Suntu Tastio memproduksi berbagai jenis tas berbahan tenun, kulit, dan batik dengan bahan baku yang diperoleh langsung dari pengrajin lokal. Seluruh produk dipasarkan secara daring dan luring ke berbagai wilayah di Indonesia, serta kerap tampil dalam bazar dan pameran.

    Pada tahap awal, tantangan utama yang dihadapi La Suntu Tastio adalah membangun kepercayaan pasar terhadap potensi kain tradisional sebagai bahan utama tas yang modern dan berkualitas. Melalui pendekatan desain yang inovatif dan konsistensi menjaga mutu, usaha ini perlahan mulai diterima berbagai segmen konsumen hingga dipercaya oleh institusi.

    Pemilik La Suntu Tastio Indari mengungkapkan bahwa pemberdayaan dari Rumah BUMN menjadi titik penting dalam pengembangan usahanya, terutama dalam menghadapi tantangan pasar dan memperkuat arah bisnis.

    “Saya bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta binaan BRI karena ingin membawa La Suntu Tastio naik kelas secara lebih profesional. Sebagai UMKM yang sudah berjalan cukup lama, saya merasa perlu pendampingan yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga strategi usaha. Perubahan yang paling terasa setelah menjadi binaan adalah cara pandang saya dalam mengelola bisnis menjadi lebih terarah, lebih percaya diri, dan lebih siap untuk memperluas pasar,” ujarnya.

  • Suara Lantang Anas Urbaningrum untuk Keadilan: Segera Bebaskan Laras

    Suara Lantang Anas Urbaningrum untuk Keadilan: Segera Bebaskan Laras

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, ikut bersuara soal polemik aktivis Laras Faizati Khairunnisa.

    Adapun kasus yang menimpa Laras Faizati Khairunnisa berawal dari unggahan sosial media yang berbuntut panjang.

    Ia ditersangkakan melakukan penghasutan dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan pada akhir Agustus lalu.

    Buntutnya, Laras kemudian dijatuhi hukuman kurungan penjara.

    Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Laras Faizati Khairunnisa binti Wahyu Kuncoro tersebut dengan pidana penjara selama 1 tahun dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

    Ia tetap mendapatkan hukuman meski Komisi Percepatan Reformasi Polri telah meminta para aktivis terkait peristiwa itu dibebaskan

    Ini yang kemudian disorot tajam oleh Anas Urbaningrum melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya.

    Anas menuntut yang namanya keadlian dengan tuntutan satu tahun yang diberikan ke Laras itu harus diberlakukan adil menurutnya.

    “Dituntut 1 tahun. Berikutnya bola di tangan majelis hakim,” tulisnya dikutip Minggu (28/12/2025).

    “Tugas hakim adalah mengadili,” sebutnya.

    Ada harapan darinya agar hukum bisa berjalan selaras dengan keadilan tentunya. 

    Karena alasan dan harapan ini, Anas Urbaningrum punya harapan besar agar Laras bisa segera dibebaskan.

    “Agar hukum selaras dengan keadilan, bebaskan Laras,” jelasnya.

    “Iya, bebaskan!,” tegasnya lagi.

    (Erfyansyah/fajar) 

  • Kemhan Bantah Ayu Aulia Dilantik Jadi Tim Kreatif, Siregar Najeges: Terus Maksudnya Apa?

    Kemhan Bantah Ayu Aulia Dilantik Jadi Tim Kreatif, Siregar Najeges: Terus Maksudnya Apa?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah melantik Ayu Aulia sebagai tim kreatif. Hal itu menuai sorotan.

    Salah satu yang menyoroti adalah Siregar Najeges. Dia menanyakan kebenarannya.

    “Setelah nyata iya… lalu dibantah tidak… padahal iya. Terus maksudnya apa?” kata Siregar dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (27/12/2025).

    Ketimbang mengurusi hal demikian. Dia meminta pemerintah fokus ke bencana Sumatra.

    “Fokuslah duhai negara. Beresin tuh bencana Sumatra, jangan urusan yang ‘menyimpang’ mulu,” ujarnya.

    Sebelumnya, Selebgram Ayu Aulia dikabarkan dilantik sebagai tim kreatif Kementerian Pertahanan (Kemhan).

    Kabar ini menjadi sorotan mengingat rekam jejak Ayu sebagai selebriti di Indonesia.

    Ayu disebut dilantik pada Jumat 19 Desember 2025. Itu diungkapkan Ayu dalam akun Instagramnya @ayundiyantiaulia.

    Terlihat di foto, dia mengenakan batik dan celana hitam. Keterangan unggahannya mengucapkan syukur.

    “Girl when have a million dreams,” ucap Ayu Aulia.

    Di foto lain, dia berpose bersama sejumlah peserta lain.

    “Pelantikan,” ujar Ayu.

    Sementara itu, Kemhan membantah telah melantik Ayu sebagai tim kreatif. Hal tersebut diungkapkan Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait.

    “Kemhan menegaskan bahwa Ayu Aulia tidak dilantik, tidak diangkat, dan tidak memiliki penugasan apa pun sebagai tim kreatif Kemhan, baik secara struktural maupun nonstruktural,” kata Rico dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

    Dia mengatakan, Ayu hanya menghadiri pelantikan sebuah organisasi kemasyarakatan. Lokasi pelantikannya berada di lingkungan Kemhan.

  • Malaysia Vonis Penjara Mantan PM, Gus Umar: Di Sini Jangankan Eks Presiden, Eks Menag Saja Mandul

    Malaysia Vonis Penjara Mantan PM, Gus Umar: Di Sini Jangankan Eks Presiden, Eks Menag Saja Mandul

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Setelah tujuh tahun proses hukum yang menghadirkan 76 saksi untuk memberikan keterangan, Pengadilan Malaysia mevonis hukuman penjara kepada mantan Perdana Menterinya, Najib Razak, atas tuduhan penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang.

    Vonis itu dikeluarkan pada Jumat sore (26/12/2025). Seorang hakim menyatakan dia bersalah atas empat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan 21 tuduhan pencucian uang.

    Menanggapi hal itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Sahadat Hasibuan atau Gus Umar membandingkan ketegasan penegakan hukum di Malaysia dengan hukum di Indonesia yang dinilainya lemah.

    “Dalam penegakan hukum, Malaysia sangat hebat. Eks PM Najib dihukum 15 tahun penjara karena korupsi. Di sini hukum sangat lemah,” tulis Gus Umar, dikutip dari akum media sosialnya, Sabtu (27/12/2025).

    Dia menambahkan, penegakan hukum di Indonesia dinilainya lemah jangankan ke mantan Presiden, ke mantan Menag pun mandul.

    “Jagnankan ke eks presiden, ke eks Menag saja KPK_RI mandul kayak tempe lembeknya,” tutup Gus Umar.

    Untuk diketahui, kasus yang menimpa mantan PM Malaysia, Najib Razak, merupakan sidang terbesar jilid II terkait dengan skandal dana negara bernilai miliaran dolar.

    Pada sidang jilid I beberapa tahun lalu, dia dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan dalam sidang skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

    Ketika itu Najib divonis 12 tahun penjara, tapi masa hukumannya dikurangi menjadi enam tahun.

    Kali ini, Najib yang telah berusia 72 tahun, dituduh menggelapkan hampir 2,3 miliar ringgit Malaysia atau sekitar Rp9,54 triliun dari dana kekayaan negara Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB). (bs-sam/fajar)

  • Demokrat: Sawit Jangan Cuma Cari Devisa, Rakyat Juga Harus Selamat

    Demokrat: Sawit Jangan Cuma Cari Devisa, Rakyat Juga Harus Selamat

    “Menteri kehutanan dan lingkungan hidup sangat vital untuk itu dan harus diisi orang yang kompeten di bidangnya,” tandasnya.

    Ricky berharap, ke depan pemerintah dapat merumuskan kebijakan sawit yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat, tanpa mengorbankan lingkungan demi keuntungan jangka pendek.

    Sebelumnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menolak wacana menjadikan Papua sebagai kawasan perkebunan sawit.

    Ia menegaskan rencana tersebut berisiko besar merusak ekosistem hutan hujan tropis dan berpotensi memicu bencana lingkungan di masa depan.

    Dikatakan Ahok, pengembangan sawit seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan hutan alam yang masih utuh, terutama di Papua yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

    “Saya menentang kalau Papua itu untuk ganti sawit. Nah sekarang Pak Prabowo mau ganti Papua untuk jadi sawit,” kata Ahok dikutip pada Selasa (23/12/2025).

    Lanjut dia, praktik perkebunan sawit di negara lain tidak serta-merta bisa dijadikan pembenaran untuk membuka hutan Papua.

    Ahok mencontohkan Malaysia yang menanam sawit di lahan bekas tambang, bukan dengan membabat hutan hujan.

    “Sawit di Malaysia itu ditanam di bekas teling timah. Tapi hutan-hutannya tidak dibongkar,” sebutnya.

    Ahok menjelaskan, sawit sejatinya dapat tumbuh di lahan tandus atau bekas tambang, seperti di Belitung, asalkan mendapat asupan pupuk dan air yang cukup.

    “Sawit ini kan didatangkan dari Afrika. Nah Belitung bekas teling timah, ditanam sawit bisa hidup kok. Dikasih pupuk, karena tanaman itu maunya makan pupuk, makan air gitu loh,” tukasnya.

  • PBNU Bakal Muktamar, Siapa yang Berpotensi Jabat Ketua Umum?

    PBNU Bakal Muktamar, Siapa yang Berpotensi Jabat Ketua Umum?

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk Pasuruan yang juga sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhibbul Aman Aly menambahkan rapat di Kediri tersebut digelar atas perintah Rais Aam PBNU dan bertempat di Pesantren Lirboyo Kediri.

    “Rapat ini adalah rapat Syuriyah PBNU, yang menyelenggarakan PBNU atas perintah Rais Aam hanya bertempat di Lirboyo (Pesantren Lirboyo Kediri). Jadi, keputusan ini keputusan resmi PBNU dengan mengundang mustasyar dan para Rais Aam,” kata dia.

    Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, KH Imam Buchori.

    Hadir pula KH Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

    Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga hadir beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU H. Amin Said Husni.

    Sementara itu, jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin.

    Sampai saat ini, belum ada nama yang mencuat bakal bertarung. Tanggal pasti muktamar pun belum jelas.
    (Arya/Fajar)

  • Berkaca dari Tsunami Aceh, SBY Ajari Prabowo Cara Penanganan Pascabencana Sumatera

    Berkaca dari Tsunami Aceh, SBY Ajari Prabowo Cara Penanganan Pascabencana Sumatera

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut mengamati pola pemerintahan Prabowo-Gibran dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

    Lewat akun media sosial X (Twitter), SBY mencermati pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

    “Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis,” kata SBY dikutip pada Sabtu (27/12).
     
    SBY pun menyampaikan pandangan pribadi saya terkait bencana Sumatera dan langkah-langkah penanganannya.
     
    Menurutnya, penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini. Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya, memerlukan waktu.

    Juga diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi serta diperlukan kebijakan dan master plan yang utuh. Juga tentunya pelaksanaan yang efektif.

    “Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang dan sejumlah bencana alam berskala besar lainnya,” tuturnya.
     
    SBY menegaskan, komando dan pengendalian harus efektif, dan idealnya Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan. Tetapi, cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama.

  • Kawasan Terpadu Summarecon Mutiara Makassar Kian Berkembang, Tiga Fasilitas Baru Diresmikan di Tahun 2025

    Kawasan Terpadu Summarecon Mutiara Makassar Kian Berkembang, Tiga Fasilitas Baru Diresmikan di Tahun 2025

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Summarecon Mutiara Makassar (SMM) terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak diluncurkan perdana pada November 2018. Dikembangkan di atas lahan seluas 500 hektar, SMM mengintegrasikan kebutuhan hunian dengan fasilitas pendidikan, bisnis, gaya hidup serta hiburan.

    Terhitung enam klaster hunian telah dipasarkan di mana lima di antaranya telah diserahterimakan hingga tahun ini, yaitu Jade Residence, Beryl Residence, Crystal Residence, Topaz Residence, The Morizen, hingga Onyx Residence. Beragam desain arsitektur dan konsep tersedia menyesuaikan kebutuhan dan selera warga Makassar.

    Tak hanya hunian, SMM juga meluncurkan properti komersial seperti Ruko Graha Boulevard dan Ruko Bizpark. Ruko Graha Boulevard hadir dengan 2 lantai berdesain semi-industrial dan terletak di area CBD Summarecon Mutiara Makassar, sedangkan Ruko Bizpark memiliki desain modern 3 lantai yang terletak di gerbang masuk kawasan SMM (depan Marketing Gallery).

    Hunian Onyx Residence Summarecon Mutiara Makassar

    Selain bangunan dengan kualitas premium, adanya ruang terbuka hijau seperti De Festive semakin menambah keasrian dan kerindangan kawasan dengan 5.000 pohon yang terdiri dari pohon buah dan pohon peneduh.

    Bahkan Pasar Mandiri, sebuah pasar tradisional yang menjual berbagai kebutuhan pokok yang dikelola secara profesional oleh Town Management pun menuai puji dan dijadikan pasar percontohan di Kota Makassar karena kebersihan, kelengkapan fasilitas dan pilihan metode pembayaran yang beragam.

    Di tahun 2025, SMM menghadirkan restoran mewah Plataran Makassar Venues & Dining dan pusat konvensi terbesar di Indonesia Timur, Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC). Di samping itu, Gedung SDI Al Azhar 68 SMM juga resmi diresmikan dan telah beroperasi sejak awal 2025. Ketiga fasilitas ini diresmikan oleh Walikota Makassar Munafri Arifuddin pada 15 Agustus 2025 lalu.

  • Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo

    Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan layanan keuangan digital dengan meluncurkan fitur Reksa Dana dalam aplikasi Super Apps BRImo. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi ritel secara aman, mudah, dan inklusif. Peluncuran fitur ini mempertegas posisi BRImo sebagai platform layanan finansial yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah modern.

    Momentum pengembangan fitur ini didorong oleh peningkatan signifikan partisipasi investor ritel dalam beberapa waktu terakhir. Hingga minggu pertama Desember 2025, jumlah investor Reksa Dana BRI tumbuh 18,69% secara tahunan, sementara nilai kelolaan atau asset under management (AUM) tercatat meningkat sebesar 96,56% secara tahunan. Capaian ini menjadi pendukung BRI dalam memperkuat layanan investasi digital, agar tetap relevan dengan kebutuhan dan preferensi nasabah.

    Fitur Reksa Dana dalam BRImo dirancang untuk memberikan pengalaman investasi yang menyeluruh. Nasabah dapat melakukan pembelian dan penjualan produk secara real-time, memantau portofolio secara komprehensif, serta mendapatkan rekomendasi berdasarkan hasil asesmen profil risiko. Seluruh produk investasi yang ditawarkan telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, dengan nominal investasi awal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 untuk produk berdenominasi Rupiah dan USD100 untuk denominasi dolar.

    Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pengembangan fitur ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan BRI dalam menjalankan transformasi digital. Ia menjelaskan bahwa inisiatif tersebut diarahkan untuk menjawab ekspektasi nasabah terhadap layanan keuangan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.