Author: Fajar.co.id

  • Somasi Diabaikan, Andi Arief Ungkap Dua Akun sudah Dilaporkan Buntut Fitnah ke SBY

    Somasi Diabaikan, Andi Arief Ungkap Dua Akun sudah Dilaporkan Buntut Fitnah ke SBY

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Demokrat, Andi Arief memberikan perkembangan terbaru soal somasi yang dilayangkan.

    Somasi ini terkait fitnah atau tuduhan keterlibatan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam isu ijazah palsu Joko Widodo.

    Adapun untuk somasi ini dilayangkan ke akun-akun di media sosial yang menyebarkan soal kabar ini.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Andi Arief kemudian kembali melayangkan peringatan.

    Peringatan tersebut soal somasi yang dilayangkan ternyata diabaikan atau tidak diindahkan.

    Karena alasan itulah, Andi Arief mengungkap ada dua akun yang sudah dilaporkan.

    “Karena somasi tidak diindahkan,” tulisnya dikutip Selasa (6/1/2026).

    “Maka dua akun semalam dilaporkan karena telah melakukan fitnah soal SBY di belakang isu Ijazah Palsu Jokowi,” ungkapnya.

    Lebih jauh, somasi ini disebutnya bukan suatu hal yang perlu ditakuti atau dilawan.

    Ia menyebut sebenarnya hadirnya somasi ini jadi kesempatan untuk para pelaku mengakui kesalahannya.

    “Padahal, somasi itu kesempatan untuk tabayyun,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • BRI Visa Infinite Perkuat Layanan Nasabah Prioritas dan Private dengan Desain Eksklusif serta Beragam Premium Benefits

    BRI Visa Infinite Perkuat Layanan Nasabah Prioritas dan Private dengan Desain Eksklusif serta Beragam Premium Benefits

    BRI VISA Infinite dilengkapi serangkaian premium benefits yang dirancang untuk memberikan kenyamanan tinggi bagi nasabah prioritas dan private. Nasabah dapat memperoleh welcome bonus GarudaMiles setara tiket Jakarta–Singapura pada saat aktivasi, cashback Rp1.000.000 untuk transaksi internasional, serta kurs transaksi luar negeri yang kompetitif. Fasilitas cicilan 0% hingga 36 bulan tersedia untuk berbagai pembelanjaan ritel, sementara program Everyday Miles memungkinkan akumulasi 1 GarudaMiles untuk setiap transaksi valid sebesar Rp10.000. Layanan VISA Concierge 24/7 melalui WhatsApp turut melengkapi kemudahan nasabah dalam mengatur kebutuhan perjalanan.

    Signature Merchant Program turut menjadi bagian dari benefit BRI VISA Infinite melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis, antara lain layanan kesehatan Mayapada, maskapai Garuda Indonesia dan Qatar Airways, platform perjalanan Klook, serta restoran di Asia Pasifik dengan potongan harga hingga 20%. Ketentuan program mencakup syarat aktivasi welcome bonus, periode kampanye cashback, validitas transaksi untuk Everyday Miles, ketentuan minimum dan kebijakan merchant untuk fasilitas cicilan, serta regulasi FX rate sesuai ketentuan Visa dan BRI pada saat posting. Seluruh penawaran ini berlaku pada periode tertentu sesuai ketentuan yang ditetapkan BRI, dan untuk informasi lebih lanjut nasabah dapat menghubungi Relationship Manager atau mengakses situs resmi www.bri.co.id. 

    Dhanny menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk keseriusan BRI dalam melayani kebutuhan transaksi dan gaya hidup segmen affluent dan High Net Worth Individual, melalui penyediaan layanan yang selaras dengan standar global. “Melalui BRI VISA Infinite, BRI menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan nasional yang menyediakan layanan premium berstandar global bagi nasabah prioritas dan private. Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan BRI menjadi satu bank untuk semua di tengah dinamika kebutuhan keuangan modern yang semakin beragam,” pungkas Dhanny.(*)

  • Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM: Jokowi Lulus dari Sini, Buktinya Ada

    Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM: Jokowi Lulus dari Sini, Buktinya Ada

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM, San Afri Awang mengaku punya pengalaman sendiri soal penggunaan font time new roman di sampul skripsi.

    “Saya masih ingat waktu saya buat cover (skripsi), lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal, Prima dan Sanur. Soal diketik pakai mesin komputer, jangan heran di sekitar UGM juga sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC. Saya sempat pakai buat mengolah data statistik,” kata kakak angkatan Joko Widodo ini menanggapi polemik ijazah palsu seperti yang dituduhkan Rismon Sianipar, Roy Suryo dan Dokter Tifa, dikutip pada Selasa (6/1/2026).

    Meski begitu, kata San Afri, tidak semua mahasiswa Fakultas Kehutanan memilih mencetak sampul di jasa percetakan.

    Ada juga mahasiswa yang memilih mencetak sampul dan lembar pengesahan menggunakan tulisan dari mesin ketik.

    ”Kawan saya yang secara ekonomi tidak mampu, banyak yang membuat lembar sampul dan pengesahan dengan mesin ketik,” bebernya.

    Sehingga ia kembali mempertegas bahwa tuduhan tersebut jelas salah. Ia menyesalkan polemik ini terus berlarut-larut hingga menimbulkan kegaduhan.

    Sekali lagi, San Afri Awang tidak habis pikir masih adanya kelompok atau pribadi yang menyerang institusi UGM yang menyebutkan bahwa ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah palsu.

    Isu tersebut menurutnya semakin liar dengan ditambahkan analisis yang tidak sesuai fakta. Ia yakin, pihak yang menghembuskan informasi hoax ini hanya untuk mencari sensasi semata.

    “Dia (Joko Widodo) lulus dari sini dan buktinya ada kok,” tegasnya.

  • Somasi Demokrat Soal Ijazah Jokowi Disebut sebagai Pelicin untuk AHY, Yan Harahap Beri Balasan Menohok

    Somasi Demokrat Soal Ijazah Jokowi Disebut sebagai Pelicin untuk AHY, Yan Harahap Beri Balasan Menohok

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Demokrat, Yan Harahap membalas pernyataan pedas dari Faizal Assegaf.

    Ini berkaitan dengan pernyataan dari Faizal Assegaf persoalan ambisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Faizal menyebut sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono sampai harus melakukan segalanya untuk ambisi anaknya itu.

    Ia bahkan menyebut ambisi yang saat ini dijalankan oleh AHY membuat mantan Presiden RI keenam itu jadi seperti ini.

    “Demi licinya ambisi AHY, bikin SBY makin terlihat bodoh, kekanak-kanakan & kampungan,” tulisnya dikutip Selasa (6/1/2026).

    “Somasi mu buang ke tempat sampah!,” ungkapnya.

    Dari pernyataan inilah yang kemudian dibalas dan disorot tajam oleh Yan Harahap.

    Ia menyindir dengan menyebut orang yang terbiasa dengan politik penuh amarah.

    Biasanya menurutnya adalah orang yang menganggap etika dan hukum adalah kelemahan.

    “Orang yang terbiasa dengan politik penuh amarah sering menganggap etika dan hukum sebagai kelemahan,” ungkapnya.

    Padahal, untuk negara Indonesia yang penuh adab seperti ini. Hal inilah yang justru menurut Yan Harahap sebagai pondasi.

    “Padahal di negara beradab, itulah fondasi,” tuturnya.

    Sebelumnya, ada somasi yang dilayangkan terkait dugaan penyebaran fitnah melalui media sosial yang menyeret nama SBY dalam polemik ijazah Jokowi.

    Adapun langkah somasi ini diambil bukan sekadar respons politik.

    Melainkan bagian dari upaya menjaga kebenaran serta kehormatan di ruang publik agar tidak tercemar oleh tuduhan yang tidak dapat dibuktikan.

  • Mentan Amran: Orang Hebat itu Kuat dalam Tekanan Bukan Hebat dalam Menghujat

    Mentan Amran: Orang Hebat itu Kuat dalam Tekanan Bukan Hebat dalam Menghujat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tak hanya dikenal sebagai pejabat publik, tapi juga motivator ulung. Tak terhitung lagi letupan motivasi terlontar darinya.

    Ia dikenal sebagai inspirator yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai bukti nyata bahwa kesuksesan bisa diraih dengan tekad kuat, kerja keras, dan pola pikir positif.

    Ia tak hanya bernarasi semu. Amran pernah mengalami fase dimana dirinya berada di posisi miskin ekstrim. Perjalanan hidup dari titik terendah hingga menjadi mutiara kerap ia kisahkan di hadapan generasi muda sebagai contoh bahwa siapapun berhak meraih mimpi dan kesuksesan.

    Pria asal Sulawesi Selatan ini sering berbagi pesan tentang kerja keras, mimpi besar, integritas, serta pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dan tekad kuat untuk meraih kesuksesan, terutama di kalangan pemuda dan mahasiswa melalui kuliah umum dan berbagai acara dengan menekankan konsep: struggle now, enjoy later.

    Amran dalam pidatonya juga kerap menyentil seseorang yang hanya pandai bernarasi nyinyir dan menghujat sesamanya. Baginya bernarasi, menghujat, atau hanya omong doang itu hal paling mudah dilakukan.

    “Mimpi itu gampang, mengkritik itu gampang, menghujat itu gampang, tetapi bertindak untuk Merah Putih itu tidak gampang. Berbuat yang persisten, itu tidak gampang,” tutur Amran dalam pidatonya, dikutip pada Selasa (6/1/2026).

    Namun, lanjut Amran, orang yang pandai bernarasi terdengar indah di telinga, biasanya tindakannya nol.

    “Omon-omon itu gampang. Dan yang paling gampang adalah bernarasi dan itu yang terendah. Orang kalau narasinya bagus, indah di telinga, itu biasanya tindakannya kurang,” tegasnya.

  • Gerakan Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD, Berpotensi Lahirkan Kepala Daerah Titipan Pusat

    Gerakan Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD, Berpotensi Lahirkan Kepala Daerah Titipan Pusat

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali menguat belakangan ini seiring dukungan mayoritas partai politik dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Opsi ini dinilai tidak lagi sebatas diskursus akademik, melainkan berpotensi menjadi kebijakan politik nasional.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menilai polemik Pilkada langsung versus tidak langsung seharusnya tidak disederhanakan sebagai soal maju atau mundurnya demokrasi.

    Menurutnya, problem utama justru terletak pada kualitas lembaga perwakilan yang diberi kewenangan memilih kepala daerah.

    “Dalam kerangka demokrasi perwakilan, legitimasi politik tidak selalu harus lahir dari pemungutan suara langsung. Banyak negara demokrasi mapan justru menggunakan mekanisme tidak langsung untuk menjaga stabilitas pemerintahan,” ujar Asri dalam keterangannya, Senin (05/01/2026).

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi DPRD saat ini belum sepenuhnya ideal jika diberi mandat memilih kepala daerah. Ketergantungan struktural anggota DPRD terhadap elite partai politik nasional dinilai menjadi persoalan serius.

    “Rekrutmen caleg, penentuan nomor urut, hingga kelanjutan karier politik legislator sangat ditentukan oleh pimpinan pusat partai. Dalam situasi seperti ini, sulit berharap DPRD benar-benar independen,” tegasnya.

    Menurut Asri, jika Pilkada diserahkan kepada DPRD tanpa reformasi mendasar, maka mekanisme tersebut berisiko hanya memindahkan praktik transaksi politik dari ruang publik ke ruang elite atau oligarki partai.

  • BPS: Nilai Tukar Petani Pecah Rekor, Tembus 125,35

    BPS: Nilai Tukar Petani Pecah Rekor, Tembus 125,35

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sektor pertanian nasional menutup tahun 2025 dengan capaian yang sangat menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 tercatat sebesar 125,35, atau meningkat 1,05 persen dibandingkan November 2025.

    Capaian ini menegaskan semakin membaiknya kesejahteraan rumah tangga pertanian di seluruh Indonesia.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, menjelaskan kenaikan NTP ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) melonjak sebesar 2,08 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya 1,02 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi tawar petani semakin menguat dan usaha pertanian semakin menguntungkan.

    “Nilai tukar petani Desember 2025 tercatat sebesar 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan November 2025. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani atau It naik sebesar 2,08 persen lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang sebesar 1,02 persen,” kata Pudji dalam keterangan resminya pada Senin (5/1/2026).

    Lonjakan NTP Desember 2025 terutama didorong oleh kinerja impresif subsektor hortikultura yang mencatat kenaikan NTP sangat signifikan sebesar 14,48 persen. Selain itu, komoditas lain juga tercatat memengaruhi peningkatan, mulai dari gabah, cabai rawit, kakao, dan ayam ras pedaging.

    “Komoditas yang dominan memengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, cabai rawit, kakao atau biji cokelat, dan ayam ras pedaging,” terang Pudji.

  • Faizal Assegaf soal Somasi Demokrat terkait Ijazah Jokowi Seret SBY: Demi Licinnya Ambisi AHY

    Faizal Assegaf soal Somasi Demokrat terkait Ijazah Jokowi Seret SBY: Demi Licinnya Ambisi AHY

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kritikus Faizal Assegaf menyentil Partai Demokrat. Terkait sikapnya menanggapi isu ijazah Presiden ke-7 Jokowi yang menyeret Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Menurut Faizal, sikap Demokrat menunjukkan SBY yang terlihat seperti anak-anak. Dia menduga semua itu dilakkan untuk ambisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    “Demi licinya ambisi AHY, bikin SBY makin terlihat bodoh, kekanak-kanakan & kampungan,” kata Faizal dikutip dari unggahannya di X, Senin (5/1/2026).

    Dia menyentil sikap tersebut. Terutama dalam somasi terhadap Sudiro Wi Budhius M. Piliang.

    “Somasi mu buang ke tempat sampah!” ujar Faizal.

    Adapun, somasi tersebut terkait dugaan penyebaran fitnah melalui media sosial yang menyeret nama SBY dalam polemik ijazah Jokowi.

    Itu dikonfirmasi Politisi Partai Demokrat, Yan A. Harahap.

    “Surat somasi telah dilayangkan kepada saudara Sudiro Wi Budhius M. Piliang,” kata Yan dikutip dari X @YanHarahap (2/1/2026).

    Dia menegaskan, tuduhan yang menyebut SBY sebagai dalang dalam isu ijazah palsu Jokowi sama sekali tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Terkait dugaan fitnah yang disebarkan melalui media sosial terhadap Pak SBY dalam isu ijazah palsu Jokowi,” jelasnya.
    Menurut Yan, narasi yang dibangun tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan fakta yang ada.

    “Tuduhan yang menyebut Pak SBY sebagai dalang sama sekali tidak berdasar,” tegasnya.

    “Tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan fakta yang ada,” sambung Yan.

  • Ahmad Doli Kurnia Usul Pilkada Lewat DPRD Hanya Memilih Kepala Daerah, Tidak Sepaket Wakil

    Ahmad Doli Kurnia Usul Pilkada Lewat DPRD Hanya Memilih Kepala Daerah, Tidak Sepaket Wakil

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia,menanggapi usulan kepala daerah dipilih DPRD. Wacana agar kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota kembali dipilih DPRD mulai menguat.

    Ia mengusulkan pilkada melalui DPRD tak dilakukan secara sepaket dengan wakilnya tapi hanya memilih kepala daerahnya saja.

    “Saya sendiri mengusulkan agar pilkada hanya untuk memilih kepada daerahnya saja, bukan paket kepala dan wakil kepala daerah. Baik pemilihannya dilakukan di DPRD apalagi kalau ada opsi tetap pemilihan secara langsung, dan itu semua harus diatur di dalam UU,” kata Doli dalam keterangannya, dikutip pada Senin (5/1/2026).

    Waketum DPP Partai Golkar ini mengatakan salah satu pertimbangan utama munculnya usulan pilkada melalui DPRD ialah tingginya biaya politik dalam pilkada langsung. Biaya tersebut, menurutnya, bukan hanya biaya penyelenggaraan, tetapi juga biaya politik lain yang dinilai jauh lebih besar.

    “Sementara tetap dimasukkannya opsi pilkada secara langsung karena mempertimbangkan prinsip demokrasi (pelibatan rakyat), serta prinsip desentralisasi dan dekonsentrasi dalam pelaksanaan otonomi daerah kita,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa dalam Rapimnas Partai Golkar, hampir seluruh DPD mengusulkan pilkada melalui DPRD. Meskipun, kata dia, disertai sejumlah catatan.

    “Kami, Tim Kajian Politik sebenarnya juga sudah mempersiapkan ‘konsep baru’ bila opsi pilkada oleh DPRD. Konsep baru ini berupaya mengakomodir dan menggabungkan dua prinsip, yaitu prinsip demokrasi (pelibatan rakyat) dan prinsip penyelenggaraan pilkada yang murah, efisien, dan bebas praktik moral bazar pemilu, seperti political transactional, money politics, dan vote buying,” ungkapnya.

  • Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok, BRILink Agen di Banyuasin Ini Permudah Transaksi Masyarakat

    Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok, BRILink Agen di Banyuasin Ini Permudah Transaksi Masyarakat

    FAJAR.CO.ID, BANYUASIN — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas akses layanan keuangan melalui BRILink Agen di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Salah satu agen yang aktif memberikan layanan di pedesaan adalah Toko Shafa yang dikelola oleh Tashadi di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

    Tashadi mulai menjadi BRILink Agen sejak tahun 2019. Keputusannya bergabung dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat desa yang sebelumnya harus menempuh perjalanan menyeberangi Sungai Musi untuk mencapai unit BRI terdekat. Jarak tempuh yang cukup jauh serta biaya transportasi yang tinggi menjadi hambatan tersendiri bagi warga. Dengan keberadaan BRILink Agen, transaksi perbankan kini dapat dilakukan lebih mudah, cepat, dan efisien.

    Keberadaan BRILink Agen di Desa Pelangkarya pun mendorong perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat. Akses terhadap layanan perbankan kini menjadi lebih dekat dan praktis bagi warga desa.

    “Tanggapan masyarakat sangat positif, karena dengan adanya BRILink Agen, transaksi keuangan ini tidak perlu jauh sehingga biaya untuk nyebrang dapat diminimalisir. Selain itu, tidak ada antrian dan pelayanan tetap hadir di hari libur, menjadikan warga merasa lebih mudah dan terbantu soal kehadiran BRILink Agen ini,” ujar Tashadi.

    Dalam kesehariannya, Tashadi pun membuka layanan BRILink Agen sejak pagi hingga malam hari. Setiap hari, agen tersebut beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB untuk melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, mulai dari pembayaran listrik, pembelian token, pengiriman uang, hingga pembayaran cicilan. Tak hanya itu, Tashadi juga kerap menjadi penghubung warga dengan Mantri BRI di unit kerja terdekat ketika terdapat kebutuhan akses pembiayaan.