Author: Fajar.co.id

  • Didi Irawadi: Partai Kecil Dukung Pilkada Lewat DPRD Sama Saja Gali Kubur Sendiri

    Didi Irawadi: Partai Kecil Dukung Pilkada Lewat DPRD Sama Saja Gali Kubur Sendiri

    “Mereka bukan tamu utama, apalagi tuan rumah. Saat keputusan diambil, suara mereka tenggelam bersama ilusi ikut berkuasa,” lanjut Didi.

    Soal alasan efisiensi yang kerap dijadikan pembenaran, Didi menilai argumen tersebut menyesatkan. Ia menegaskan, yang dikorbankan bukan anggaran, melainkan hak rakyat untuk memilih.

    “Katanya pilkada oleh DPRD demi efisiensi. Padahal yang dipangkas bukan anggaran, tapi kedaulatan rakyat,” tegasnya.

    Ia juga menyinggung pergeseran demokrasi dari ruang publik ke ruang tertutup elite politik.

    “Demokrasi dipindahkan dari bilik suara ke ruang rapat tertutup, dari kehendak publik ke aritmatika kursi,” terangnya.

    Dalam kondisi itu, lanjut Didi, partai besar akan semakin nyaman mengendalikan hasil, sementara partai kecil perlahan tersingkir.

    “Yang besar makin santai mengunci hasil, yang kecil sibuk menghibur diri sambil tersingkir pelan-pelan,” tandasnya.

    Didi mengingatkan, sistem tersebut akan melahirkan kepala daerah yang minim legitimasi publik karena lahir dari kompromi elite, bukan kompetisi gagasan.

    “Rakyat diminta percaya, elite minta dimaklumi. Kepala daerah lahir dari kompromi elite, bukan adu gagasan atau rekam jejak,” imbuhnya.

    Didi kemudian memberikan peringatan terkait masa depan demokrasi jika suara rakyat terus dikesampingkan.

    “Murah di prosedur, mahal di legitimasi. Jika kekuasaan terus dirawat tanpa suara rakyat, jangan heran bila apatisme membengkak, demokrasi yang dikebiri hanya melahirkan pemimpin yang takut kritik dan alergi suara berbeda,” kuncinya.

  • Ustaz Fakhrurrazi Puji Mens Rea Pandji, tapi Titip Pesan Ini

    Ustaz Fakhrurrazi Puji Mens Rea Pandji, tapi Titip Pesan Ini

    Ia menyinggung kemungkinan adanya candaan yang menyentuh aspek fisik seseorang.

    Baginya, jika itu terjadi dan dilakukan tanpa kehati-hatian, perlu ada refleksi diri.

    “Niat seandainya dalam konten-konten yang ada, ada kata-kata yang menghina secara fisik nih. Secara fisik dan ini adalah ciptaan Allah. Maka, kita luruskan niat kita,” ucapnya.

    Ustaz Fakhrurrazi menegaskan, jika candaan tersebut semata-mata untuk hiburan dan tanpa niat edukatif, maka sikap terbaik adalah meminta maaf dan bertobat.

    “Kalau itu hanya untuk lucu-lucuan, kita minta maaf dan kita bertobat pada Allah. Minta ampun aja sama Allah. Beristighfar, astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah. Kenapa? Karena khawatir itu akan dipertanyakan di akhirat,” jelasnya.

    Meski begitu, ia menilai situasinya akan berbeda jika tidak ada unsur kesengajaan untuk menghina.

    “Nah, tapi kalau niatnya untuk memberikan fakta dan tidak ada kesengajaan menghina, itu lain cerita,” lanjutnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada salahnya meminta maaf secara terbuka jika memang terdapat kekeliruan.

    “Tapi kalau ada niat (menghina), maka tidak apa-apa secara gentleman meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi,” tegasnya.

    Di akhir pernyataannya, Ustaz Fakhrurrazi memberikan apresiasi terhadap Mens Rea yang menurutnya menyuguhkan banyak fakta penting dengan balutan humor yang segar.

    “Kemudian yang terakhir, saya ingin mengapresiasi acara Mens Rea ini luar biasa. Banyak fakta-fakta yang terungkap dengan jokes-jokes yang renyah,” tandasnya.

    Ia berharap polemik ini tidak memperlebar jurang perpecahan di tengah masyarakat, serta mengajak semua pihak saling memahami peran masing-masing.

  • Diwarnai 2 Kartu Merah, Juku Eja Takluk di Kandang Sendiri, Tren Kekalahan PSM Makassar Masih Berlanjut

    Diwarnai 2 Kartu Merah, Juku Eja Takluk di Kandang Sendiri, Tren Kekalahan PSM Makassar Masih Berlanjut

    FAJAR.CO.ID,PAREPARE — PSM Makassar kembali gagal meraih poin di laga penutup paruh pertama Super League 2025/2026.

    PSM kembali menelan kekalahan sekaligus jadi kekalahan empat beruntun yang diderita.

    Di pekan ke-17 ini, PSM harus kehilangan poin usai menelan kekalahan dari Bali United.

    Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Jumat (9/1/2026) berakhir dengan skor PSM Makassar 0-2 Bali United

    Satu gol yang tercipta di babak pertama ini lahir di menit pertama lewat lesatan Mirza Mustavic.

    Dan satu gol lainnya tercipta di penghujung babak kedua tepat menit ke-90+4 lewat Thijmen Goppel

    PSM dilaga ini harus bermain dengan sembilan pemain usai Syahrul Lasinari dan Ananda Raehan diganjar kartu merah.

    Sepanjang 90 menit pertandingan, tim tuan rumah PSM Makassar terus berusaha menyamakan kedudukan sayang segala upaya yang dilakukan selalu gagal.

    Jalannya Pertandingan

    Tim tamu Bali United tampil mengejutkan dengan langsung menciptakan gol di menit pertama.

    Memanfaatkan kelegahan pemain belakang PSM, Mirza Mustavic dengan tenang menempatkan bola ke gawang Reza Arya Pratama.

    Tertinggal tidak membuat PSM kendor, di menit keenam peluang emas dari Alex Tanque masih mampu dihalau oleh lawan.

    Dua menit kemudian PSM lagi-lagi mengancam, lewat set piece sepakan dari Savio Roberto masih melebar tipis.

    Bali United bukannya tanpa tekanan, di menit ke-10 mereka hampir menggandakan keunggulan kesiapan dari Reza Arya membuat gawang terhindar dari kebobolan.

    Di menit ke-21 PSM Makassar hampir menyamakan kedudukan. Lewat skema sepak pojok bola liar di dalam kotak pinalti masih mampu diamankan lawan.

  • Refly Harun: Bayangkan Jika Rakyat Tahu Ijazah Jokowi Palsu

    Refly Harun: Bayangkan Jika Rakyat Tahu Ijazah Jokowi Palsu

    Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan bentuk provokasi, melainkan analisis atas potensi reaksi publik.

    “Saya tidak memprovokasi, tapi ini menganalisis. Mungkin gak terjadi penjarahan seperti yang dialami oleh para anggota DPR hanya karena joget-joget aja,” imbuhnya.

    Refly bahkan menyinggung kemungkinan aksi massa yang lebih besar apabila kebenaran tersebut terungkap.

    “Bayangkan. Joget-joget aja itu di jarah rumahnya. Bagaimana kalau rakyat tahu bahwa ijasanya benar-benar palsu?,” Refly menuturkan.

    Lanjut Refly, kondisi tersebut bisa berujung pada aksi main hakim sendiri yang berpotensi menghancurkan fondasi kekuasaan politik yang telah dibangun.

    “Bisa bayangkan gak? Tiba-tiba kemudian orang datang ramai-ramai ke Solo, melakukan yang namanya street justice, maka hancurlah dinasti politiknya,” tandasnya.

    Pakar Hukum Tata Negara itu menilai, skenario inilah yang menjadi kekhawatiran utama Jokowi dan lingkaran kekuasaannya jika isu tersebut terbukti.

    “Nah itu yang sebenarnya dikhawatirkan oleh dinasti ini, oleh Jokowi, kalau seandainya ini terbukti,” jelasnya.

    Refly menambahkan, karena dampaknya tidak ringan, isu tersebut disebut dipertahankan dengan segala cara.

    “Jadi gak ringan, karena itu dia at all cost mempertahankan ini,” tegasnya.

    Di sisi lain, Refly juga menyinggung faktor kejenuhan publik dalam mengawal isu-isu besar. Menurutnya, hal itu kerap dimanfaatkan untuk meredam tekanan.

    “Dan kemudian memanfaatkan kalian punya mental. Mudah jenuh untuk mengawal sebuah isu,” ucapnya.

    Refly bilang, seiring waktu, isu tersebut berpotensi meredup karena dianggap tidak penting oleh sebagian masyarakat.

  • Keluarga Kecewa Kasus Diplomat Arya Daru Dihentikan Polisi: Kematian Almarhum Tidak Wajar dan Misterius

    Keluarga Kecewa Kasus Diplomat Arya Daru Dihentikan Polisi: Kematian Almarhum Tidak Wajar dan Misterius

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pihak keluarga Diplomat Arya Daru kecewa. Setelah Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kematian korban.

    Kekecewaan keluarga itu, diungkapkan melalui kuasa hukumnya, Nicholay Aprilindo. Dia mengatakan terbitnya surat penghentian penyelidikan (SP2Lidik) dari Polda Metro Jaya membuat keluarga kecewa.

    Dia menyoroti belum ditemukannya peristiwa pidana dalam surat polisi. Menurut dia, frasa tersebut mengisyaratkan peluang adanya tindak pidana tetap terbuka sehingga proses hukum seharusnya tidak ditutup.

    “Keluarga sangat kecewa. Kami akan menempuh langkah hukum berdasarkan ketentuan KUHAP yang baru berlaku awal Januari ini,” kata Nicholay kepada jurnalis, Jumat (9/1/2026).

    Pihak keluarga menilai ada kejanggalan teknis yang tidak didalami penyidik. Seperti fakta otopsi yang menunjukkan adanya luka memar di kepala, leher, dan dada akibat kekerasan benda tumpul.

    Tidak hanya itu, plastik dan lakban yang melilit kepala korban saat ditemukan tidak dihadirkan sebagai barang bukti utama. Alasannya karena sudah digunting di lokasi kejadian.

    “Kematian almarhum tidak wajar dan misterius. Adalah tugas penyelidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti, bukan justru membebankannya kepada keluarga korban,” ujar Nicholay.

    Dia juga menyayangkan absennya tindakan ekshumasi serta tidak adanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diterima keluarga selama proses berlangsung.

    Kecurigaan keluarga semakin menguat mengingat keterangan penjaga indekos di Menteng yang dinilai berubah-ubah.

  • Soroti Kasus Nadiem Makarim, Iman Zanatul Haeri Singgung Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden Era Jokowi

    Soroti Kasus Nadiem Makarim, Iman Zanatul Haeri Singgung Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden Era Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri angkat suara terkait dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.

    Dia menyinggung salah satu tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Jusist Tan yang kini menjadi buronan. Dia menilai, dalam kasus dugaan korupsi tersebut bisa saja membela Nadiem Makarim. “Semestinya, Jurist Tan bisa membela Nadiem, tapi memilih buron,” kata Iman, Jumat (9/1).

    Dalam unggahannya, Iman mengingatkan kembali bahwa Jurist Tan yang saat ini buron, adalah staf khusus bidang pemerintahan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Karena jabatannya itu, dia dipastikan mengetahui banyak terkait kasus korupsi tersebut.

    Selain itu, Iman juga mengungkap jika Jurist Tan selama periode 2015-2019 ditengarai sebagaoi salah satu pihak yang dekat dengan lingkaran dalam presiden di era Joko Widodo (Jokowi).

    “Pada tahun 2015-2019, bekerja sebagai Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden masa pemerintahan Joko Widodo,” tandas Iman.

    Sementara itu, setelah heboh pengawalan TNI dalam sidang dengan terdakwa Nadiem Makarim, hingga tidak adanya kesempatan bicara terhadap awak media yang diberikan oleh jaksa, membuat Nadiem membuat pesan tertulis kepada masyarakat terkait apa yang perlu dia sampaikan.

    Adapun isi surat seperti yang dibacakan pengacaranya dan beredar di media sosial seperti berikut:

    Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp 809M kalau total omset Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp 621M? Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan?

  • Purbaya Tak Terima Industri Baja RI 99 Persen Dikuasai China, Gus Umar: Siapa yang Kasih Izin?

    Purbaya Tak Terima Industri Baja RI 99 Persen Dikuasai China, Gus Umar: Siapa yang Kasih Izin?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan industri baja di RI nyaris sepenuhnya dikuasai China. Hal itu kini jadi buah bibir.

    Kader Partai Kebangkitan Bangsa Umar Hasibuan salah satu yang menyoroti. Dia menanyakan siapa pemberi izin pihak asing sehingga nyaris menguasai penuh industri baja.

    “Siapa yang kasih ijin?” tulis pria yang juga karib dengan sebutan Gus Umar itu dikutip dari unggahannya di X, Jumat (9/1/2026).

    “Dan koq bisa mereka begitu menguasai industri baja di Indonesia?” tambah Gus Umar.

    Padahal, menurutnya, Indonesia adalah negara berdaulat. Tapi industri bajanya dikuasai asing.

    “Negara ini negara berdaulat, bayangkan Purbaya saja bisa semarah ini karena industri baja pemiliknya orang china,” terangnya.

    Adapun pernyataan itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Jakarta, dikutip Selasa (4/11/2025).

    “Saya pernah datang ke fashion show. Wah, ini bagus-bagus. Tapi di sebelah saya ada yang bisik, pak 99% dikuasai China. Waktu saya Ketua LPS, enggak bisa apa-apa. Waduh, jadi ikut acara itu pulang-pulang sedih,” ujarnya.

    Dia mengatakan, saat menjabat sebagai menteri keuangan pada awal September 2025, berkomitmen untuk menutup seluruh celah barang-barang impor ilegal, supaya industri di dalam negeri dapat berkembang dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.

    “Bukannya bangga jadi sedih, padahal orang kita jago. Jadi, sekarang rupanya, banyak barang-barang yang ilegal, yang balpres itu semua. Kita akan tutup, nanti pakaian-pakaian yang itu juga garmen, yang ilegal-ilegal kita tutup semua,” tegasnya.

  • Soal Pelaporan Pandji, PP Muhammadiyah Menolak Keras Pencantuman Nama Persyarikatan

    Soal Pelaporan Pandji, PP Muhammadiyah Menolak Keras Pencantuman Nama Persyarikatan

    MPKSDI juga mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan sosial seharusnya ditempuh secara arif dan bijaksana, terlebih ketika isu yang dibahas menyentuh ruang sensitif di tengah masyarakat.

    MPKSDI menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun, tanggung jawab atas langkah tersebut berada sepenuhnya kepada pihak yang melakukan.

    Tindakan hukum yang ditempuh secara personal atau oleh kelompok tertentu, kata MPKSDI, tidak bisa diklaim sebagai keputusan resmi Muhammadiyah.

    Dalam pernyataan yang sama, MPKSDI juga mengajak generasi muda untuk menjaga etika dalam komunikasi publik.

    “Muhammadiyah mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman,” Bachtiar menuturkan.

    Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama yang dikaitkan dengan pernyataan dalam acara bertajuk Mens Rea.

    “Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

    Sebelumnya, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

    Laporan itu terkait materi dalam pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea yang dianggap bermasalah.

    Pengaduan resmi tersebut dilayangkan pada Rabu (7/1/2025) dengan dugaan pencemaran nama baik.

    Dalam laporan itu, pelapor turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa potongan materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform saat pertunjukan Mens Rea berlangsung.

  • Bahas Pilkada Dipilih DPRD hingga Pandji, Podcast Ahok di YouTube Denny Sumargo Sempat Hilang

    Bahas Pilkada Dipilih DPRD hingga Pandji, Podcast Ahok di YouTube Denny Sumargo Sempat Hilang

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ocehan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menjadi buah bibir. Makin tersorot setelah videonya menghilang dari YouTube.

    Video itu sebelumnya muncul selama sekitar 19 menit di kanal CURHAT BANG milik Denny Sumargo pada Rabu, 7 Januari 2026. Namun diduga terkena takedown.

    Pada Kamis, 8 Januari 2026, video tersebut kembali ditayangkan di kanal yang sama. Kini video itu sudah bisa kembali ditonton.

    Di video itu, Ahok banyak mengulas dinamika politik dan hukum, terutama terkait pencalonan kepala daerah. Dia menyinggung pengalamannya saat memilih mundur dari jabatan demi maju ke posisi yang lebih tinggi.

    “Mereka (pejabat yang lebih tinggi) bikin peraturan waktu itu, bupati yang mau jadi gubernur harus berhenti, supaya saya takut,” ujar Ahok.
    
“Maksudnya gitu loh, dia akhirnya kaget saat saya berhenti beneran,” tambahnya.

    Ahok juga mengkritik aturan Pilkada yang menurutnya kerap berubah dan seolah diarahkan pada individu tertentu.

    “Jangan main-main suka-suka gitu. Lagi mau sikat Ahok, bikin A. Begitu enggak yang lain, bikin B,” ungkapnya.

    “Masa gara-gara saya mau maju jadi 10 tahun, saya mesti berhenti setengah tahun. Dari mana dasar hukumnya?” lanjut Ahok.

    Dia menilai kebijakan tersebut muncul karena adanya ketakutan jika petahana kembali terpilih.
    
“Ini sudah kayak ketakutan saya itu bisa terpilih lagi tahu enggak? Suruh saya berhenti dengan cara diputusin dong,” katanya.

    
“Saya datang MK diketawain. Eh, MK putusin enggak perlu berhenti lagi tuh bisa segala macam. Jadi mereka saya bilang, hukum kok cuma buat target orang tertentu gitu,” sambung Ahok.

  • Ade Armando Sindir Pandji: Cuma Komedi atau Ada Agenda?

    Ade Armando Sindir Pandji: Cuma Komedi atau Ada Agenda?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus PSI Ade Armando, turut angkat bicara terkait materi yang ditampilkan komika Pandji Pragiwaksono dalam spesial show bertajuk Men’s Rea.

    Armando mengatakan, terdapat kesan kuat bahwa materi tersebut sarat muatan kebencian terhadap Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.

    “Saya menangkap kesan Panji memang sangat benci pada Gibran dan ingin men-share kebencian itu kepada para fansnya,” ujar Armando dikutip pada Jumat (9/1/2026).

    Menurut Armando, pertanyaan mendasar yang muncul justru terkait motif di balik sikap tersebut.

    “Pertanyaannya, mengapa? Ini yang sangat mengganggu saya,” timpalnya.

    Ia juga menyinggung klaim Pandji yang menyebut ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat.

    Mamun, kata dia, pendekatan yang digunakan justru menimbulkan tanda tanya.

    “Dia bilang dia ingin agar masyarakat Indonesia tidak. Tapi joke-joke yang dia gunakan justru menunjukkan keterbatasan pengetahuan dia,” tukasnya.

    Lebih jauh, Armando menduga ada kemungkinan agenda lain di balik materi yang disampaikan Pandji.

    Ia mengaitkan hal tersebut dengan rekam jejak politik sang komika.

    “Tapi bisa jadi memang ada agenda lain di belakang Panji. Kita tentu masih ingat dia adalah tim sukses Anies Baswedan di masa lalu,” terangnya.

    Armando kemudian menarik benang merah dengan konstelasi politik ke depan.

    Ia menyebut, jika Anies Baswedan kembali maju pada Pilpres 2029 dan popularitas Gibran terus meningkat, maka posisi Gibran masih sangat strategis.

    “Jadi kalau Anies diperkirakan akan maju lagi dalam Pilpres 2029 dan saat ini popularitas Gibran semakin meningkat,” Armando menuturkan.