Author: CNNindonesia.com

  • Sekjen PBB Peringatkan Ancaman Keamanan Global Imbas Gempuran di Gaza

    Sekjen PBB Peringatkan Ancaman Keamanan Global Imbas Gempuran di Gaza

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan potensi ketertiban umum “bisa segera rusak sepenuhnya di Gaza” menyusul agresi militer yang masih terjadi di sana sejak 7 Oktober.

    Peringatan yang jarang diberikan itu disampaikan Guterres melalui surat kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (6/12), seperti diberitakan AFP.

    Surat itu mengacu pada Pasal 99 Piagam PBB yang menyatakan “Sekretaris Jenderal PBB dapat menyampaikan kepada Dewan Keamanan setiap masalah yang menurut pandangannya bisa mengancam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.”

    “Di tengah pemboman terus-menerus yang dilakukan tentara Israel (IDF), dan tanpa tempat berlindung atau hal-hal penting untuk bertahan hidup, saya memperkirakan ketertiban umum akan segera rusak karena kondisi yang menyedihkan ini,” tulis Guterres.

    “Sehingga bantuan kemanusiaan yang terbatas sekalipun tidak mungkin dilakukan,” katanya.

    Dalam surat kepada DK PBB, Guterres juga menyoroti potensi kondisi kemanusiaan di tengah agresi militer Israel ke Gaza memburuk dengan cepat hingga jadi bencana bagi warga Palestina secara keseluruhan.

    “Situasi yang lebih buruk bisa terjadi, termasuk penyakit epidemi dan meningkatnya tekanan untuk melakukan pengungsian massal ke negara-negara tetangga,” pernyataan Guterres.

    Guterres yang menjabat sejak 2017,juga mendesak anggota Dewan Keamanan untuk menekan upaya pencegahan bencana kemanusiaan dengan menyoroti sistem layanan kesehatan di Gaza sedang runtuh dan tidak ada perlindungan yang efektif terhadap warga sipil.

    “Kondisi saat ini membuat operasi kemanusiaan yang berarti tidak mungkin dilakukan,” kata surat itu, seraya menambahkan bahwa “tidak ada tempat yang aman di Gaza.”

    Agresi militer Israel dimulai setelah kelompok Hamas melancarkan serangan mematikan lintas perbatasan pada 7 Oktober dan menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar adalah warga sipil, menurut pihak berwenang Israel.

    Sebagai balasan, Israel telah melancarkan serangan darat dan udara yang brutal di Gaza, menewaskan lebih dari 16.200 orang, sebagian besar juga warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

    “Situasi ini mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan ini,” kata Guterres.

    “Dengan gencatan senjata kemanusiaan, sarana untuk bertahan hidup dapat dipulihkan, dan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan dengan aman dan tepat waktu di seluruh Jalur Gaza.”

    “Komunitas internasional mempunyai tanggung jawab untuk menggunakan seluruh pengaruhnya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengakhiri krisis ini,” katanya.

    Pada pertengahan November 2023, setelah empat rancangan undang-undang ditolak, DK PBB yang terpecah menyerukan “jeda kemanusiaan yang diperpanjang” di Jalur Gaza, yang merupakan pertama kalinya mereka buka suara mengenai konflik berdarah tersebut.

    Menurut sumber diplomatik, anggota Dewan Keamanan sedang mengerjakan rancangan resolusi baru yang berfokus pada bantuan kemanusiaan.

    Namun Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood mengatakan resolusi Dewan Keamanan tidak akan berguna pada saat ini.

    “Banyak upaya baik yang dilakukan untuk memperbaiki situasi telah terjadi di kawasan ini, dan kita perlu melanjutkannya.”

    (tim/chri)

  • 4 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat

    4 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pasukan Israel menembak mati empat warga Palestina, dua di antaranya remaja, di utara Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi angka tersebut pada Rabu (6/12).

    Mereka mengungkapkan detail luka warga yang tewas ditembak Israel, seperti Omar Abu Bakr (16 tahun) terbunuh dengan “peluru di dada yang ditembakkan oleh tentara pendudukan (Israel) di Yabad.”

    Korban lainnya adalah Abdul Nasser Mustafa Riyahi (24 tahun) yang meninggal karena luka-luka setelah ditembak di kamp pengungsi Balata dekat Nablus

    Kantor berita resmi Palestina Wafa mengatakan pasukan Israel menyerbu kamp pada Rabu (6/12) pagi dan mengepung sebuah rumah.

    “Konfrontasi terjadi ketika tentara melepaskan tembakan ke arah warga Palestina dan melukai empat orang. Salah satu dari mereka kemudian meninggal karena luka-lukanya,” katanya.

    Sebelumnya, kementerian kesehatan mengatakan pasukan Israel telah membunuh dua warga Palestina di tempat lain di utara Tepi Barat.

    Mereka adalah Abdul Rahman Imad Khaled Bani Odeh (16 tahun) dan Moath Ibrahim Zahran (23 tahun) yang tewas akibat tembakan Israel di desa Tamun dan kamp pengungsi Al-Fara di dekatnya.

    Seorang koresponden AFP di Tamun melihat tentara Israel memasuki desa untuk melakukan penangkapan dan menyaksikan bentrokan dengan warga.

    Dalam keterangan terpisah, Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan tiga warga Palestina terluka akibat peluru (Israel) dan salah satunya dalam kondisi serius. Mereka jadi korban di kamp pengungsi Dheisheh dekat Betlehem.

    Tentara Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP atas penembakan mematikan itu.

    Kekerasan di Tepi Barat memanas sejak agresi militer Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober.

    Otoritas Palestina mengatakan tembakan Israel dan serangan pemukim di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967, telah menewaskan lebih dari 250 warga Palestina sejak konflik dimulai awal Oktober 2023.

    Berawal dari kelompok Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 240 orang, kata para pejabat Israel.

    Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan udara dan serangan darat di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 16.200 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza.

    (AFP/chri)

  • Erdogan: Israel Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Berani Serang Hamas di Turki

    Erdogan: Israel Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Berani Serang Hamas di Turki

    Jakarta, CNN Indonesia

    Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Israel akan membayar mahal, jika mereka berani menyerang anggota kelompok Hamas di Turki.

    Pernyataan itu menanggapi laporan yang menyebut Israel akan membunuh anggota Hamas di luar Palestina.

    “Jika mereka berani mengambil langkah seperti itu terhadap Turki dan rakyat Turki, mereka akan membayar harga yang tak bisa mereka tanggung,” kata Erdogan kepada jurnalis pada Selasa (5/12), dikutip Anadolu Agency.

    Erdogan memperingatkan Israel akan menghadapi konsekuensi yang serius jika betul-betul menyerang Hamas di Turki.

    Dia lantas memamerkan bahwa semua orang sadar betul Turki adalah negara terbaik di bidang intelijen dan keamanan.

    “Apalagi kita bukan negara yang baru berdiri,” ungkap Erdogan.

    Erdogan merupakan salah satu kepala negara yang lantang menentang agresi Israel ke Palestina.

    Dia bahkan pernah menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai “tukang jagal” dan harus diseret ke pengadilan internasional karena kejahatan perang Israel di Gaza.

    Pasukan Israel melancarkan serangan fase dua ke Palestina usai gencatan senjata tak diperpanjang.

    Israel dan Hamas sempat sepakat gencatan senjata pada 24 November dan diperpanjang dua kali hingga berakhir 30 November.

    Usai berakhir, Israel menggempur habis-habisan Gaza terutama di wilayah selatan yang padat penduduk.

    Wilayah selatan merupakan tempat mengungsi warga Gaza utara yang diusir Israel pada November lalu. Kini, daerah itu menjadi arena perang.

    Banyak pihak menilai warga Gaza tak lagi punya tempat yang aman untuk berlindung, apalagi Israel terus menyerang objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsi.

    Terbaru, Israel menyerang kamp pengungsian Jabalia selama 12 jam tanpa henti.

    Israel melancarkan agresi ke Palestina sejak 7 Oktober. Imbas gempuran mereka, lebih dari 16.000 jiwa mayoritas anak-anak dan perempuan meninggal.

    (isa/dna)

    [Gambas:Video CNN]

  • Niat Israel Mau Kuasai Gaza Bisa Rusak Hubungan dengan AS

    Niat Israel Mau Kuasai Gaza Bisa Rusak Hubungan dengan AS

    Jakarta, CNN Indonesia

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan mengubah Jalur Gaza sebagai zona demiliterisasi jika agresi berakhir pada masa mendatang.

    Menurut laporan Al Jazeera pada Rabu (6/12), berdasarkan rencana itu nantinya tentara Israel akan ditempatkan untuk mengawasi wilayah tersebut. 

    Demiliterisasi ini juga memungkinkan Israel menguasai Gaza melalui pengawasan militer Israel Defense Force (IDF).

    Namun, rencana itu berpotensi menempatkan Israel pada konflik diplomatik dengan berbagai negara. Tak hanya konflik dengan negara tetangga, demiliterisasi juga kemungkinan dapat merusak hubungan dengan Amerika Serikat.

    Kemungkinan itu berkaitan dengan pernyataan Amerika Serikat yang mengatakan bahwa tidak akan ada wilayah yang hilang di Gaza setelah agresi. AS hingga kini juga menyatakan tidak ingin Israel terlibat dalam pendudukan apa pun atas wilayah Gaza.

    Peringatan itu sempat diungkapkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kepada Netanyahu. Ia mengingatkan PM Israel itu bahwa menduduki Gaza adalah sebuah “kesalahan besar.”

    Biden juga mengatakan solusi yang paling tepat agar perang antara Israel dan Palestina bisa berakhir adalah dengan solusi dua negara atau two state solution.

    “Saya mengatakan kepada Israel bahwa adalah sebuah kesalahan besar bagi mereka jika berpikir mereka akan menduduki dan mempertahankan Gaza. Saya rasa itu tidak akan berhasil,” kata Joe Biden pada Rabu (15/11) waktu AS, seperti dikutip Reuters.

    “Saya menegaskan kepada Israel, kepada Bibi [Benjamin Netanyahu] dan kabinet perangnya. Saya rasa jawabannya adalah solusi dua negara,” imbuhnya.

    Sementara itu, korban tewas akibat agresi Israel ke Palestina sejak 7 Oktober lalu kini sudah menembus 16.159 ribu jiwa per Selasa (5/12).

    Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan sebanyak 15.899 orang tewas akibat agresi Israel di wilayah itu. Sementara itu, sebanyak 42 ribu warga Palestina lainnya terluka akibat gempuran Israel ini.

    Gempuran Israel ke Gaza sejauh ini juga masih berlanjut sejak gencatan senjata berakhir pada Jumat (1/12) lalu. Gencatan senjata itu hanya bertahan selama seminggu setelah diperpanjang sebanyak dua kali.

    Selama gencatan senjata, sebanyak 80 sandera Hamas di Gaza dibebaskan. Sebagai imbalan, 240 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel juga dilepaskan.

    (frl/dna)

    [Gambas:Video CNN]

  • WHO Ungkap Gaza Kian Suram: Tiap 10 Menit, Satu Anak Tewas

    WHO Ungkap Gaza Kian Suram: Tiap 10 Menit, Satu Anak Tewas

    Jakarta, CNN Indonesia

    Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Palestina Richard Peeperkorn mengatakan rata-rata satu anak tewas setiap 10 menit di Gaza.

    “Rata-rata satu anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza. Saya pikir kita sudah dekat dengan saat paling gelap dalam kemanusiaan,” kata Peeperkorn saat konferensi pers di Jenewa, Selasa (5/12), dikutip Anadolu Agency.

    Dia kemudian berujar, “Kita perlu gencatan senjata yang berkelanjutan.”

    Peeperkorn juga menjabarkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit Gaza berkurang drastis, dari 3.500 menjadi 1.500 unit.

    Kondisi semacam itu, lanjut dia, tak bisa dibiarkan di tengah lonjakan pasien yang terus bertambah setiap hari.

    Pasukan Israel melancarkan serangan fase kedua usai gencatan senjata dengan Hamas tak diperpanjang.

    Israel dan Hamas sempat sepakat gencatan senjata pada 24 November dan diperpanjang dua kali hingga berakhir 30 November.

    Di serangan fase kedua ini, Israel menggempur habis-habisan Gaza terutama di wilayah selatan yang padat penduduk.

    Wilayah selatan merupakan tempat mengungsi warga Gaza utara yang diusir Israel pada November lalu. Kini, daerah itu menjadi arena perang.

    Sejak agresi dimulai pada 7 Oktober, Israel menyerang warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.

    Imbas gempuran itu, lebih dari 16.000 jiwa meninggal. Dari jumlah ini, 60 persen di antaranya perempuan dan anak-anak.

    (isa/dna)

  • UNHCR Ungkap 400 Imigran Rohingya Masih Terombang-ambing di Laut

    UNHCR Ungkap 400 Imigran Rohingya Masih Terombang-ambing di Laut

    Jakarta, CNN Indonesia

    Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menerima laporan dua kapal yang berisi sekitar 400 orang mengalami kerusakan mesin dan hanyut tanpa tujuan di Laut Andaman. UNHCR menerima laporan situasi darurat itu dari berbagai sumber.

    “Jika digabungkan kedua perahu membawa sekitar 400 orang,” demikian rilis resmi UNHCR pada Sabtu (2/12).

    UNHCR lantas mendesak semua negara di dekat kawasan Laut Andaman untuk bertindak menyelamatkan pengungsi Rohingya. Mereka juga menyebut kondisi cuaca beberapa hari ke depan turut mengkhawatirkan para pengungsi ini.

    Selain itu, UNHCR khawatir persediaan makanan dan air akan habis sehingga muncul risiko kematian yang signifikan dalam beberapa hari mendatang.

    UNHCR lalu meminta prinsip non-refoulement yang mewajibkan penyelamatan orang di laut ditegakkan. Mereka juga mendesak respons regional yang komprehensif untuk mengatasi pergerakan maritim yang berbahaya.

    Sejak 2022 hingga saat ini, lebih dari 570 orang termasuk pengungsi Rohingya dilaporkan tewas atau hilang di laut.

    Oleh sebab itu, Badan Pengungsi PBB tersebut turut memperingatkan potensi lebih banyak orang yang tewas, jika tidak ada penyelamatan.

    Pengungsi Rohingya menjadi sorotan di Indonesia usai mereka ramai-ramai berdatangan ke Aceh sejak pertengahan November.

    Dari hasil penyelidikan Polda Aceh, rata-rata pengungsi Rohingya yang datang ke daerah itu memiliki identitas dari UNHCR yang berbahasa Bangladesh.

    Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko menduga ada pembiaran dari lembaga PBB tersebut agar pengungsi Rohingya bisa berpindah lokasi dari camp Cox’s Bazar, Bangladesh ke Indonesia.

    “Artinya apa? ini bukan tanggung jawab kita semata tapi UNHCR juga harus bertanggung jawab kenapa Rohingya ini lolos dari Bangladesh sana,” kata Achmad kepada wartawan pada pekan lalu.

    Lanjut ke sebelah…

    Sementara itu, warga Sabang sejak tiga hari terakhir terus demo menolak pengungsi Rohingya yang berada di kampung mereka. Warga bahkan memindahkan paksa pengungsi ke Kantor Wali Kota setempat sebagai bentuk protes.

    Kali ini, karena permintaan yang tidak diakomodasikan pemerintah dan UNHCR, warga Sabang mendatangi lokasi penampungan sementara pengungsi Rohingya di Dermaga CT-1 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang dijaga aparat keamanan.

    Di sana, warga protes dan hendak mengembalikan pengungsi Rohingya ke kapal namun dihadang polisi sehingga aksi saling dorong tak terelakkan di pintu masuk dermaga, Rabu sore (6/12).

    Seorang warga Sabang dalam aksi itu, Dolah, mengatakan pihaknya hanya meminta kepastian waktu pemindahan pengungsi Rohingya.

    “Kami hanya meminta kapan (pengungsi Rohingya) dipindahkan. Jangan hanya janji-janji saja,” kata Dolah.

    Aksi saling dorong tersebut reda ketika Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi menemui massa. Namun, Reza juga belum bisa memberikan kepastian kepada mereka karena menunggu hasil koordinasi dengan Menko Polhukam untuk tindak lanjut ke depan.

    “Kami baru saja rapat dengan pak Menkopolhukam, memang akan dicarikan tempat untuk menampung ini, yang jelas bukan di Sabang,” kata Reza ke massa aksi tolak Rohingya.

    [Gambas:Photo CNN]

    Jika tetap dipindahkan saat ini, lanjut Reza, tidak ada kapal yang mau mengangkut karena tidak ada tujuan pasti dan yang mau menerima pengungsi Rohingya.

    “Misalnya hari ini bisa saja, tapi kapal tidak mau angkut kalau tidak ada yang terima. Intinya itu segera akan kami pindahkan. Tapi tidak bisa sekarang, tapi segera akan dipindahkan,” ucapnya.

    Aksi penolakan warga itu berawal saat pertama kali pengungsi Rohingya mendarat di pesisir Desa Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Sabang pada Sabtu (2/12). Karena ditolak warga setempat pengungsi Rohingya itu dipindahkan ke daerah Balohan.

    Warga Balohan juga menolak pengungsi Rohingya itu ditempatkan di daerah mereka. Bahkan, warga memindahkan paksa Rohingya dengan menggunakan truk lalu diletakkan di depan Kantor Wali Kota Sabang sebagai bentuk protes mereka.

    Lalu pemerintah setempat memindahkan etnis Rohingya itu ke Dermaga CT-1 BPKS, warga yang tinggal di area itu juga melakukan penolakan. Mereka menilai pengungsi Rohingya tidak menghargai aturan setempat dan berperilaku buruk.

  • Hizbullah Serang Radar Israel, Pasukan Zionis Gempur Balik Pakai Drone

    Hizbullah Serang Radar Israel, Pasukan Zionis Gempur Balik Pakai Drone

    Jakarta, CNN Indonesia

    Milisi di Lebanon selatan menyerang situs radar Israel utara pada Rabu (6/12).

    Israel kemudian membalas serangan itu dengan menargetkan pangkalan Hizbullah di Lebanon selatan, demikian dikutip Al Jazeera.

    Menurut laporan Haaretz, militer Israel mendeteksi sejumlah serangan dari wilayah Lebanon menuju pos militer di dekat Desar Arab Al Aramshe, Galilea Barat.

    Israel mengklaim telah membalas sumber serangan. Mereka juga menyerang target Hizbullah menggunakan tank, pesawat terbang, dan tembakan artileri.

    Situasi di perbatasan Israel dan Lebanon memanas usai pasukan Zionis dan Hizbullah saling serang sejak 7 Oktober.

    Hizbullah mengklaim serangan kelompok ini untuk membantu “saudara” mereka di Gaza. Mereka akan berhenti menyerang jika Israel menghentikan agresinya di Palestina.

    Imbas saling gempur kedua pihak itu, lebih dari 110 orang di Lebanon tewas. Mayoritas korban ini adalah anggota Hizbullah dan puluhan warga sipil.

    Sementara itu, dari pihak Israel enam tentara dan tiga warga sipil dilaporkan tewas.

    Salah satu serangan Israel juga menewaskan tentara Lebanon.

    “Posisi militer di Adaisseh dibombardir oleh musuh Israel menyebabkan satu tentara tewas dan tiga lain terluka” demikian pernyataan militer Lebanon.

    Israel lantas meminta maaf dan menyebut bahwa target mereka bukanlah tentara Lebanon.

    (isa/dna)

    [Gambas:Video CNN]

  • Tentara Israel di Gaza Keracunan Makanan, Demam sampai Diare Parah

    Tentara Israel di Gaza Keracunan Makanan, Demam sampai Diare Parah

    Jakarta, CNN Indonesia

    Tentara Israel dikabarkan mengalami sakit pencernaan massal akibat keracunan makanan. Sakit massal itu juga dialami pasukan Israel yang ditempatkan di Jalur Gaza selama agresi berlangsung.

    Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth, dikutip dari Middle East Monitor pada Selasa (5/12), ‘wabah’ diare itu berawal dari banyaknya donasi makanan dari berbagai restoran kepada tentara Israel.

    Namun, penyimpanan dan pengiriman makanan yang tidak higienis menyebabkan makanan terkontaminasi bakteri. Hal itu lantas menyebabkan maraknya penyakit pencernaan, diare akut, hingga demam tinggi di kalangan tentara.

    “Diare telah menyebar di kalangan tentara di selatan [Israel], kemudian menyebar di antara tentara yang sedang bertugas di Gaza,” ujar Kepala Unit Penyakit Menular RS Assuta Ashdod University Dr. Tal Brosh.

    “Kami mendiagnosis infeksi bakteri Shigella yang memicu disentri, penyakit sangat berbahaya yang menyebar di kalangan tentara di Gaza,” lanjutnya.

    Broch menjelaskan merebaknya diare dan demam itu berdampak pada kondisi tentara Israel. Pasalnya, infeksi bakteri itu terus menyebar hingga menyebabkan banyak tentara mengalami penurunan kondisi kesehatan. 

    Anggota militer Israel yang terkena diare dan demam hingga suhu tubuhnya meningkat bahkan dianggap tidak cukup bugar untuk bertugas.

    Broch juga mengingatkan penyakit pencernaan itu memiliki risiko kematian jika tidak mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

    “Jika infeksi menyebar di antara 10 tentara di infanteri, dan mereka mengalami demam setelah suhu mencapai 40 derajat Celcius, dan ketika mereka mulai mengalami diare setiap 20 menit, maka mereka tidak lagi bugar untuk bertugas dan menempatkan diri pada risiko kematian,” ujarnya.

    Sampai saat ini agresi Israel di Palestina terus berlanjut. Korban tewas akibat agresi Israel ke Palestina sejak 7 Oktober lalu kini sudah menembus 16.159 ribu jiwa per Selasa (5/12).

    Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan sebanyak 15.899 orang tewas akibat agresi Israel di wilayah itu. Sementara itu, sebanyak 42 ribu warga Palestina lainnya terluka akibat gempuran Israel ini.

    Gempuran Israel ke Gaza juga masih berlanjut sejak gencatan senjata berakhir pada Jumat (1/12) lalu. Gencatan senjata itu hanya bertahan selama seminggu setelah diperpanjang sebanyak dua kali.

    (frl/dna)

  • Kim Jong Un Menangis Mohon Wanita Korut Punya Banyak Anak

    Kim Jong Un Menangis Mohon Wanita Korut Punya Banyak Anak

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menangis saat meminta perempuan di negara itu agar punya banyak anak.

    Kim menangis di depan ribuan perempuan yang hadir dalam acara Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang pada Minggu (3/12). Ia tampak menyeka air mata menggunakan sapu tangan.

    “Ibu-ibu yang saya cintai, mencegah penurunan angka kelahiran dan pengasuhan anak yang baik adalah tugas rumah tangga yang perlu kita tangani,” kata Kim di acara itu sambil menyeka air mata, dikutip The Independent.

    Kim mengatakan Korut menghadapi sejumlah tugas yang harus diselesaikan ibu-ibu. Tugas tersebut mencakup membesarkan anak sehingga bisa meneruskan revolusi, menghilangkan praktik non-sosialis, meningkatkan keharmonisan keluarga dan persatuan sosial hingga membangun cara hidup yang bermoral.

    Selain itu, Kim juga menyebut tugas ibu-ibu yakni menerapkan kebijakan komunis, saling membantu dan memimpin satu sama lain untuk mendominasi masyarakat.

    “Menghentikan penurunan angka kelahiran, dan merawat anak-anak dengan baik serta mendidik mereka secara efektif,” imbuh Kim.

    Kim lalu berkata, “Ini adalah urusan keluarga kita bersama, yang perlu kita selesaikan dengan bergandengan tangan dengan ibu kita.”

    Permintaan Kim muncul sebagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang rendah di Korut.

    Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2023, tingkat kesuburan atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan satu perempuan di Korut berada di angka 1,8.

    Menurut laporan Hyundai Research Institute tingkat kesuburan Korut mengalami penurunan besar usai bencana kelaparan melanda negara itu pada 1990-an.

    Korut juga sempat menerapkan program pengendalian kelahiran bayi pada 1970 hingga 1980-an untuk memperlambat populasi setelah Perang Korea.

    Hyundai Research Institute menilai Korut akan menghadapi kesulitan jika tak ada tenaga kerja yang cukup.

    “Negara ini akan menghadapi kesulitan untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan industri manufaktur jika tidak tersedia tenaga kerja yang cukup,” demikian menurut lembaga itu.

    (isa/dna)

    [Gambas:Video CNN]

  • VIDEO: Rusia-Iran Makin Kompak Bersatu Lawan Sanksi AS Cs

    VIDEO: Rusia-Iran Makin Kompak Bersatu Lawan Sanksi AS Cs

    Jakarta, CNN Indonesia

    Rusia dan Iran sepakat bersatu melawan sanksi unilateral Amerika Serikat.

    Deklarasi tersebut diresmikan saat menteri luar negeri kedua negara bertemu di Moskow pada Selasa (5/12).

    Presiden Iran Ebrahim Raisi juga dijadwalkan ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (7/12) besok.

    Putin dan Raisi disebut akan membicarakan banyak isu termasuk situasi di Gaza serta hubungan bilateral kedua negara.