Author: CNBCindonesia.com

  • Korsel Warning Bisa Jatuh dalam Krisis Bak 1997, Ada Apa?

    Korsel Warning Bisa Jatuh dalam Krisis Bak 1997, Ada Apa?

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyatakan bahwa ekonomi negaranya bisa jatuh ke dalam krisis yang menyaingi krisis 1997. Ini jika pemerintah menerima tuntutan Amerika Serikat (AS) dalam perundingan perdagangan yang kini macet, tanpa adanya perlindungan pada dalam negeri.

    Hal ini disampaikan dalam wawancara dengan Reuters, Senin (22/9/2025). Seoul dan Washington secara lisan telah menyepakati perjanjian perdagangan pada bulan Juli, di mana AS akan menurunkan tarif Presiden Donald Trump atas barang-barang Korsel sebagai imbalan atas investasi senilai US$ 350 miliar (sekitar Rp 5.811 triliun) dari Negeri Ginseng.

    Namun, Lee mengatakan bahwa kedua negara belum menuangkan kesepakatan itu ke dalam dokumen resmi yang mengikat. Karena adanya perselisihan tentang bagaimana investasi tersebut akan ditangani.

    “Tanpa currency swap (pertukaran mata uang), jika kita harus menarik US$ 350 miliar seperti yang diminta AS dan menginvestasikan semuanya dalam bentuk tunai di AS, Korsel akan menghadapi situasi seperti yang terjadi pada krisis keuangan 1997,” katanya melalui seorang penerjemah.

    Dalam sebuah wawancara di kantornya pada hari Jumat, Lee juga berbicara tentang penggerebekan imigrasi besar-besaran AS yang menahan ratusan warga Korea. Termasuk hubungan Seoul dengan Korea Utara (Korut), China, dan Rusia.

    Perundingan perdagangan dan pertahanan dengan AS, sekutu militer dan mitra ekonomi utama Korsel, membayangi kunjungan Lee hari ini ke New York. Di mana ia akan berpidato di Majelis Umum PBB dan menjadi Presiden Korsel pertama yang memimpin pertemuan Dewan Keamanan.

    Skandal Hyundai

    Bulan ini, pemerintahan Trump mengguncang Korsel dengan penangkapan lebih dari 300 pekerja warga negaranya di sebuah pabrik baterai Hyundai Motor di Georgia, AS. Pejabat federal AS menuduh mereka melakukan pelanggaran imigrasi.

    Lee mengatakan bahwa warga Korsel secara alami marah dengan perlakuan “kasar” terhadap para pekerja, di mana pemerintahan Trump mempublikasikan foto mereka dalam belenggu. Korsel telah memperingatkan bahwa hal itu dapat membuat perusahaan khawatir untuk berinvestasi di Amerika Serikat.

    Namun, dia mengatakan penggerebekan itu tidak akan merusak aliansi bilateral, memuji Trump karena menawarkan untuk membiarkan para pekerja tinggal. Lee mengatakan dia tidak percaya itu diarahkan oleh Trump, melainkan akibat dari penegakan hukum yang terlalu bersemangat.

    “Saya tidak percaya ini disengaja, dan AS telah meminta maaf atas insiden ini, dan kami telah sepakat untuk mencari langkah-langkah yang masuk akal dalam hal ini dan kami sedang mengerjakannya,” katanya.

    Sementara itu di New York, Kantor Lee mengatakan tidak ada rencana baginya untuk bertemu Trump. Bahwa perundingan perdagangan tidak ada dalam agenda kunjungan tersebut.

    Kata AS

    Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan Korsel harus mengikuti kesepakatan Jepang dengan AS. Dia mengatakan Seoul harus menerima kesepakatan itu atau membayar tarif, menggunakan penggambaran pemerintahan Trump tentang pemerintah asing yang membayar pungutan, padahal pungutan tersebut justru dibayar oleh importir AS.

    Lee, ketika ditanya apakah dia akan mundur dari kesepakatan itu, mengatakan bahwa dia yakin antara sekutu dekat, kedua negara akan dapat mempertahankan rasionalitas minimum. Korsel sendiri memang telah mengusulkan jalur currency swap dengan AS untuk mengurangi guncangan investasi terhadap pasar lokal untuk mata uang won. 

    “Korea Selatan berbeda dari Jepang, yang mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS pada bulan Juli. Tokyo memiliki cadangan devisa lebih dari dua kali lipat dari Korea Selatan yang sebesar US$ 410 miliar (sekitar Rp 6.814 triliun), mata uang internasional yen dan jalur swap dengan Amerika Serikat,” kata Lee.

    Seoul dan Washington telah menyatakan secara tertulis bahwa setiap proyek investasi harus layak secara komersial. Tetapi menyusun rinciannya terbukti sulit.

    “Mencapai kesepakatan terperinci yang menjamin kelayakan komersial kini menjadi tugas utama-namun juga tetap menjadi hambatan terbesar,” tutur Lee.

    “Proposal selama perundingan tingkat kerja tidak memberikan jaminan kelayakan komersial, sehingga sulit untuk menjembatani kesenjangan,”tambahnya.

    Trump mengatakan bahwa investasi akan “dipilih” olehnya dan dikendalikan oleh AS. Ini berarti Washington akan memiliki kebijaksanaan atas di mana uang itu akan diinvestasikan.

    Namun, penasihat kebijakan Lee, Kim Yong Beom, mengatakan pada bulan Juli bahwa Korsel telah menambahkan mekanisme pengaman untuk mengurangi risiko pembiayaan. Termasuk mendukung proyek-proyek yang layak secara komersial daripada memberikan dukungan keuangan tanpa syarat.

    Lee mengatakan Korsel dan AS tidak setuju untuk meningkatkan kontribusi Seoul terhadap pertahanannya sendiri, yang didukung oleh 28.500 tentara AS di semenanjung Korea. Tetapi Washington ingin menjaga perundingan keamanan dan perdagangan tetap terpisah.

    “Kita harus mengakhiri situasi tidak stabil ini sesegera mungkin,” katanya, ketika ditanya apakah perundingan bisa berlanjut hingga tahun depan.

    Krisis Korea 1997

    Sebelumnya di 1991, mata uang Korea Won, terdepresiasi secara signifikan dan anjlok ke titik terendah sepanjang masa, yaitu 1.995 won terhadap dolar AS. Lonjakan produk domestik bruto (PDB) per kapita dari hanya US$94 pada tahun 1961 menjadi lebih dari US$10.000 pada pertengahan 1990-an, terhenti mendadak pada tahun 1997.

    Resesi besar muncul dipicu oleh jatuhnya mata uang Thailand bath terhadap dolar AS. Korsel menghadapi pukulan finansial yang parah akibat hilangnya kredibilitas karena investor asing menarik uang mereka dari Korea.

    Di antara segudang faktor yang berkontribusi, penyebab utama gejolak keuangan nasional adalah meningkatnya defisit transaksi berjalan, kebijakan nilai tukar pemerintah, konglomerat Korea yang terlilit utang, dan bank-bank yang bergantung pada pinjaman luar negeri jangka pendek. Bisnis dan lembaga pemberi pinjaman yang terlalu percaya diri, termahjakan oleh pinjaman jangka pendek dari kreditor asing, terpapar risiko nilai tukar mata uang asing.

    Kebijakan suku bunga tetap pemerintah, yang seharusnya menjaga nilai tukar won Korea terhadap dolar dalam kisaran tertentu untuk menghindari volatilitas ekstrem, gagal menahan arus keluar modal secara tiba-tiba akibat hilangnya kepercayaan investor asing. Runtuhnya patokan won Korea terhadap dolar mengakibatkan depresiasi nilai mata uang lokal yang signifikan.

    Situasi ini pada gilirannya berarti pembayaran yang lebih besar dari pihak perusahaan dan perusahaan pinjaman yang terbebani dengan pinjaman luar negeri yang besar. Cadangan devisa pemerintah menyusut, turun dari sekitar US$30 miliar menjadi sekitar US$4 miliar pada Desember 1997, sementara utang luar negeri mencapai US$153 miliar.

    Krisis keuangan ini berdampak luas di seluruh masyarakat Korea, menyebabkan gelombang kebangkrutan di antara perusahaan-perusahaan Korea dari berbagai skala. Bahkan raksasa industri seperti Samsung dan Hyundai terpaksa menerapkan langkah-langkah penghematan, termasuk pengurangan investasi dan PHK yang signifikan, dalam upaya memulihkan perekonomian mereka yang sedang terpuruk.

    (tps/tps)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Fenomena di Eropa, Pemerintah Cari Cara Lebih Pajaki Orang Super Kaya

    Fenomena di Eropa, Pemerintah Cari Cara Lebih Pajaki Orang Super Kaya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah di Eropa tengah mencari cara untuk meningkatkan penerimaan negara dengan mengenakan pajak lebih besar kepada kalangan super kaya. Namun, pakar menilai pajak kekayaan langsung jarang efektif dan kerap meleset dari target.

    Sejarah menunjukkan bahwa pajak kekayaan hanya menghasilkan pendapatan kecil. Sementara orang kaya bisa dengan mudah mengalihkan aset mereka ke perusahaan, perwalian, atau surga pajak.

    Karena itu, sejumlah ekonom menyarankan alternatif lain seperti pajak keuntungan modal dan pajak warisan. Bahkan, cara lain juga ditempuh seperti biaya keluar bagi mereka yang pindah ke yurisdiksi pajak lebih rendah.

    “Kekhawatiran tentang ketimpangan kekayaan tidak menyiratkan bahwa pemerintah harus menggunakan pajak kekayaan bersih. Meningkatkan pajak penghasilan modal cenderung lebih adil dan lebih efisien,” tulis IMF dalam panduan terbarunya, seperti dikutip Reuters, Senin (22/9/2025).

    Di Eropa, Swiss, Spanyol, dan Norwegia masih memiliki skema pajak kekayaan sementara Pancis dan Inggris mempertimbangkan opsi serupa untuk menutup defisit anggaran.  Namun, penelitian Paris School of Economics menunjukkan kalangan ultra kaya hampir tidak membayar pajak sama sekali.

    “Kita perlu memastikan bahwa para miliarder membayar setidaknya sama besarnya dengan kelompok sosial lainnya. Ini adalah pertanyaan mendasar tentang keadilan,” kata ekonom Gabriel Zucman, penggagas usulan pajak 2% bagi 0,01% orang terkaya di Prancis.

    Selain itu, OECD menilai keuntungan modal dan dividen kerap dikenakan pajak lebih rendah daripada pendapatan tenaga kerja. Sehingga membuka celah bagi ketidakadilan.

    “Perlakuan pajak yang menguntungkan atas keuntungan merupakan pendorong signifikan rendahnya tarif pajak efektif di kalangan individu berpenghasilan tinggi,” tulis OECD.

    Pajak warisan juga muncul sebagai opsi. OECD menyebut pungutan ini lebih adil dan efisien dibanding pajak kekayaan. Karena tidak menghalangi orang menabung untuk masa tua.

    Namun, banyak negara Eropa masih memberikan pengecualian besar, terutama pada aset bisnis. Kelompok advokasi pajak menilai reformasi ini mendesak.

    “Salah satu hal yang merusak hasil sosial bagi semua orang, termasuk yang terkaya, adalah ketimpangan. Ketimpangan yang tinggi merusak pertumbuhan ekonomi dan bahkan harapan hidup,” ujar CEO Tax Justice Network, Alex Cobham.

    (sef/sef)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Maling Rampok Harta Karun Emas Rp 11 Miliar, Modusnya Tak Terduga

    Maling Rampok Harta Karun Emas Rp 11 Miliar, Modusnya Tak Terduga

    Jakarta, CNBC Indonesia – Di era teknologi canggih, maling bisa dengan mudah membobol sistem pengamanan ketat di tempat penyimpanan ‘harta karun’ berharga di museum.

    Pada Agustus 2024, puluhan museum di Prancis dilaporkan telah menjadi korban penyerangan ransomware yang membuat sistem mereka kacau balau.

    Baru-baru ini, Museum Nasional Sejarah Alam Prancis juga terkena serangan siber pada Juli 2025. Penyerangan tersebut berhasil merusak sistem museum yang berdampak pada pembatalan sebuah pameran.

    Setelah sistem rusak, maling mencuri bongkahan emas senilai US$705.000 atau setara Rp11,7 miliar, dikutip dari The Register, Senin (22/9/2025).

    Emas itu ditampilkan dalam etalase museum. Pihak museum mengatakan maling menggunakan alat penggiling sudut untuk memotong pintu pengaman. Kemudian maling menggunakan obor las untuk membuka kotak yang berisi spesimen emas.

    Menurut sumber kepolisian, para pencuri kemungkinan tahu bahwa serangan siber sebelumnya telah menonaktifkan sistem pengawasan dan alarm di museum.

    Wakil Direktur Jenderal Museum Nasional Sejarah Alam Prancis, Emmanuel Skoulios, mengatakan bongkahan emas yang dicuri secara total memiliki berat 6 kilogram. Ia mengatakan emas tersebut kemungkinan besar telah dilebur, sehingga barang-barang tersebut mustahil ditemukan kembali.

    Pencurian barang berharga sudah beberapa kali terjadi di Prancis. Pekan lalu, Kering yang merupakan pemilik merek-merek mahal seperti Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen, melaporkan pembobolan sistem oleh pihak ketiga.

    Oknum penyerang berhasil memperoleh akses sementara ke data pelanggan terbatas dari beberapa outlet di bawah Kering. Maling tersebut dikatakan mencuri rekam jejak outlet, tetapi informasi keuangan perusahaan aman.

    Toko perhiasan Tiffany juga mengakui ada pembobolan yang berdampak pada lebih dari 2.500 konsumen. Penyerangan ke salah satu anak usaha konglomerasi LVMH tersebut dilaporkan dilakukan oleh kelompok penjahat siber ‘Scattered Spider’.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • iPhone 17 Laku Keras Padahal Ekonomi Lagi Suram, Ini Buktinya

    iPhone 17 Laku Keras Padahal Ekonomi Lagi Suram, Ini Buktinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – iPhone 17 tetap laku keras di tengah kondisi ekonomi yang suram. Salah satunya terjadi di Rusia, pemesanan awal atau pre-order produk mengalami peningkatan pesat selama akhir minggu kemarin.

    Di Rusia sendiri, ekonomi tengah mengalami perlambatan. Reuters mencatat suku bunganya tertinggi dalam 20 tahun terakhir dan defisit lebih dari 4 triliun rubel sepanjang 2025.

    Bukan hanya itu, iPhone tetap populer meskipun harganya di Rusia jauh lebih tinggi dibandingkan pasar Barat lain. Sebagai informasi, Apple sudah tak lagi berjualan langsung di negara tersebut pada 2022, sejak sanksi Barat atas serangan Rusia kepada Ukraina. Apple juga menangguhkan sejumlah layanannya termasuk Apple Pay di Rusia.

    Meski banyak masalah, masyarakat Rusia tetap menyambut positif kehadiran iPhone 17 yang telah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu. Bahkan laporan dari peritel pihak ketiga, pre-order melonjak lebih dari 60% dari tahun 2024.

    “Tahun ini terdapat 66% lebih banyak pre-order dibandingkan tahun lalu,” kata direktur humas Inventive Retail Group sebagai pemilik peritel Restore, Lyudmila Semushina, dikutip dari Reuters, Senin (22/9/2025).

    Dia mengatakan Rusia memiliki basis penggemar Apple yang besar. Mereka dipastikan tetap akan menggunakan iPhone dan tak beralih dengan perangkat apapun.

    Sejumlah masyarakat Rusia mengatakan tertarik dengan layanan yang ditawarkan iPhone. Misalnya menggunakan FaceTime, karena pemerintah membatasi layanan WhatsApp dan Telegram.

    Untuk iPhone 17 sendiri, seorang pembeli Oleg Kochetkov mengatakan ingin beralih ke iPhone 17 Air. Model tersebut jadi yang tertipis dari Apple saat ini.

    “Pertimbangan untuk beralih dari HP saya sekarang adalah ke iPhone Air. Ini pembaruan yang signifikan,” jelasnya.

    Sementara blogger teknologi Sergei Yepikhin mengatakan akan beralih dari HP Android ke model Pro. Dia juga tertarik dengan fitur baru pada kamera yang diunggulkan pada seri iPhone 17 terbaru.

    Dia mengharapkan perusahaan lokal dapat mengembangkan solusi untuk pengguna iPhone lebih lancar menggunakan ponselnya.

    “Ada banyak fitur baru yang menarik perhatian saya, misalnya kameranya,” kata Yepikhin.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Sosok Pemilik Baru TikTok Orang Terkaya Dunia, Bukan Elon Musk

    Sosok Pemilik Baru TikTok Orang Terkaya Dunia, Bukan Elon Musk

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan siapa orang yang akan memiliki Tiktok di negara itu. Dia adalah Rupert Murdoch yang merupakan pembisnis media dan juga anaknya Lachlan, yang tercatat memiliki kekayaan US$23,9 miliar (Rp 396,9 triliun).

    “Seorang pria bernama Lachlan ikut. Lachlan Murdoch…Rupert mungkin akan masuk dalam kelompok itu, saya pikir mereka akan masuk dalam kelompok itu,” kata Trump dikutip dari CNBC Internasional, Senin (22/9/2025).

    CNBC Internasional mengutip seorang sumber mengatakan Lachlan Murdoch kemungkinan tidak berpartisipasi dalam pembelian secara individu. Namun akan dibekingi oleh perusahaan tempat Lachlan menjabat sebagai CEO, yakni Fox Corporation.

    Selain keluarga Murdoch, Trump juga menyebut beberapa orang yang bakal ikut dalam kesepakatan pembelian operasional TikTok di AS. Mulai dari ketua eksekutif Oracle Larry Ellison dan CEO Dell Technologies Michael Dell.

    Larry Ellison diketahui sempat menyalip Elon Musk sebagai orang terkaya nomor 1 di dunia. Namun, kedudukan itu tak bertahan lama. Ellison saat ini tercatat sebagai orang terkaya ke-2 di dunia dengan estimasi harta US$370,9 miliar (Rp6.159 triliun), menurut laporan Forbes.

    Trump mengatakan orang-orang tersebut adalah seorang patriot Amerika dan meyakini kesepakatan itu akan berjalan dengan baik.

    “Beberapa orang lain yang sangat hebat, orang-orang terkemuka,” kata Trump.

    “Dan mereka patriot Amerika, mereka mencintai negara ini. Jadi saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan sangat baik,” dia menambahkan.

    Kepemilikan TikTok di AS harus dialihkan dari induk perusahaannya ByteDance karena masalah keamanan nasional. Jika tidak, pemerintah setempat akan memblokir layanan di negara tersebut.

    Gedung Putih mengatakan enam dari tujuh dewan yang mengendalikan TikTok bakal menjadi warga AS. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan pemerintah setempat akan mengendalikan algoritma aplikasi.

    Dia menambahkan data dan privasi TikTok versi AS akan dipimpin oleh Oracle.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Harga Xiaomi 17 Rilis 25 September 2025, Cek Spesifikasinya

    Harga Xiaomi 17 Rilis 25 September 2025, Cek Spesifikasinya

    Xiaomi mulai mengumumkan beberapa hal kecil soal seri terbarunya Xiaomi 17. Termasuk mengonfirmasi akan merilisnya pada 25 September 2025 mendatang.

    Akan ada tiga ponsel dalam seri ini. Xiaomi 17 model dasar disebut sebagai flagship standar paling tangguh, 17 Pro sebagai flagship pencitraan ringkas terbaik dan 17 Pro Max adalah puncak tertinggi teknologi pencitraan Xiaomi.

    Xiaomi memang belum berbicara banyak soal spesifikasi perangkat tersebut. Namun dari gambar yang beredar, baik Pro dan Pro Max dilengkapi layar kedua di bagian belakang.

    Layar belakang dekat kamera tersebut akan menampilkan beberapa informasi yakni notifikasi, waktu, multitugas, AI dan fungsi lintas perangkat.

    Gizmochina mencatat, Xiaomi 17 dan 17 Prod menggunakan layar berukuran 6,3 inci OLED. Layar keduanya akan dikelilingi dengan bezel sangat tipis.

    Sementara Xiaomi 17 Pro Max akan jadi yang terbesar di antara ketiganya dengan ukuran 6,8 inci. Ketiga ponsel juga dikabarkan menggunakan panel OLED beresolusi 2K, dikutip Senin (22/9/2025).

    Tiga kamera ditempatkan di bagian belakang Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max. Kameranya berukuran 50MP, terdiri dari sensor utama SmartSens 590, ultra-wide, telephoto dengan dukungan makro.

    Semua ponsel juga dilengkapi optimasi Leica. Selain itu juga kamera selfie berukuran 50MP yang dibekali autofokus.

    Kinerja seri baru Xiaomi akan didujung SoC Snapdragon 8 Elite Gen 5.

    Sementara ini dilaporkan Xiaomi 17 hanya diluncurkan untuk pasar China. Tidak diketahui apakah Xiaomi akan meluncurkannya ke pasar internasional.

    GSM Arena melaporkan harga Xiaomi 17 Pro berkisar CNY 5.000 dan CNY 6.000 (Rp 11,7 jutaan-Rp 14 jutaan), serta Pro Max antara CNY 6.000 dan CNY 7.000 (Rp 16,3 jutaan).

    Berbagai bocoran ini belum bisa dipercaya 100% hingga seri Xiaomi 17 benar-benar rilis resmi. Kita tunggu saja!

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Anak Bill Gates Buka Perusahaan Baru, Dikasih Modal Rp 132 Miliar

    Anak Bill Gates Buka Perusahaan Baru, Dikasih Modal Rp 132 Miliar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Phoebe Gates, anak miliarder pendiri Microsoft, Bill Gates, kini punya perusahaan startup sendiri. Startup yang didirikan oleh Phoebe menyediakan fitur membandingkan produk fashion yang dijual di toko-toko online.

    Pheobe mendirikan perusahaan bernama Phia, bersama Sophia Kianni, teman kuliahnya di Universitas Stanford.

    Lewat aplikasi dan ekstensi web Phia, pengguna bisa membandingkan harga produk fashion yang tersedia di internet. Banyak yang menyebut Phia sebagai “Google Flight” untuk fashion.

    “Tujuannya adalah mempermudah akses ke produk yang tadinya orang-orang tidak punya akses,” kata Phoebe, seperti dikutip oleh Tech Crunch.

    Aplikasi Phia yang baru diluncurkan pada April kini sudah memiliki 500.000 pengguna. Kesuksesan ini mendorong investor untuk menanamkan modal di Phia. Phia pada awal bulan ini mengumumkan pendanaan senilai US$ 8 juta (Rp 132 miliar) yang digalang hanya dalam wakti 3,5 pekan.

    Investor yang memimpin pendanaan ke Phia adalah Keiner Perkins. Sederet selebritas ikut serta sebagai investor termasuk Kris Jenner, Hailey Biber, pendiri Spanx yaitu Sara Blakey, dan mantan petinggi Facebook yaitu Sheryl Sandberg.

    Bill Gates tidak tercantum dalam deretan investor di Phia. Namun, Bill sempat mempromosikan status baru Phoebe sebagai “founder startup” lewat akun Instagramnya.

    Saat ini, Phia menyediakan akses perbandingan sekitar 300 juta produk fashion. Di Phia, pengguna bisa melihat produk yang mereka pernah cari di internet, beli, hingga menemukan produk sesuai minat masing-masing.

    [Gambas:Instagram]

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Video: Menakar Kebijakan Cukai, Keadilan Fiskal atau Beban Publik?

    Video: Menakar Kebijakan Cukai, Keadilan Fiskal atau Beban Publik?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Baru-baru ini, Menteri Purbaya sempat kaget bahkan menyebut istilah ‘firaun’, satu ekspresi yang menggemparkan, memantik tanya sekaligus membuka ruang kritik. Ke mana sebenarnya arah kebijakan cukai ini? 

    Selengkapnya saksikan dialog Safrina Nasution bersama Managing Editor CNBC Indonesia Muhammad Iqbal dan Eksekutif Produser CNBC Indonesia TV Leon Saragi di Program Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (22/09/2025).

  • Mendagri Tito Datangi Kantor Menkeu Purbaya, Ini yang Dibahas!

    Mendagri Tito Datangi Kantor Menkeu Purbaya, Ini yang Dibahas!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menandatangani kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melaporkan komitmennya memperkuat pengawasan belanja pemerintah daerah supaya makin cepat.

    Sebagaimana diketahui, Kementerian Keuangan mencatat, belanja di daerah masih belum optimal karena masih membengkaknya dana pemda di perbankan yang mencapai Rp 233,11 triliun per Agustus 2025. Jauh lebih tinggi dari catatan Agustus 2024 yang hanya Rp 192,57 triliun.

    Untuk mengurai masalah itu, Tito mengatakan, sebetulnya Kemendagri sudah memiliki program mengumumkan secara rutin tiap bulan realisasi pendapatan dan belanja masing-masing daerah yang terpantau melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.

    “Di depan zoom meeting seluruh kepala daerah kan dia malu yang rendah. Apalagi kadang-kadang saya live streaming YouTube dengan yang bisa diakses media, yang tinggi ya kita berikan reward, yang rendah pasti malu,” kata Tito sesuai pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/9/2025).

    “Tujuannya adalah sekali lagi memacu daerah supaya pendapatan sesuai target dan belanjanya tinggi supaya ada uang beredar di masyarakat,” tegasnya.

    Pada kesempatan pertemuan itu, Tito juga mengajak supaya Purbaya ikut dalam program monitoring pendapatan dan belanja daerah itu. Ia mengatakan, Purbaya bersedia hadir mulai Oktober 2025.

    “Dan beliau berkenan awal bulan depan, Oktober, beliau akan hadir pada acara Rakor tentang Realisasi Pendapatan Belanja Daerah se Indonesia, Zoom Meeting, ditambah dengan Rakor tentang Pertumbuhan Ekonomi,” papar Tito.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan transfer ke daerah (TKD) telah mencapai Rp 571,5 triliun atau 62,1% dari pagu APBN per 31 Agustus 2025. Besaran transfer ini mengalami peningkatan sebesar 1,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    “Tahun lalu Rp 562,1 triliun, tahun ini Rp 571,5 triliun. Namun sebelah kanan, kita melihat bahwa belanja daerah itu lebih lambat dari dibandingkan tahun lalu,” kata Suahasil dalam paparan APBN KITA Edisi September 2025.

    Beberapa poin belanja daerah yang disoroti a.l. belanja pegawai yang 1,5% di bawah realisasi periode yang sama tahun lalu. Hal serupa juga dibukukan oleh belanja barang dan jasa yang 10,6% turun dari posisi 31 Agustus 2024 dan belanja modal 32,6% turun dibandingkan periode 31 Agustus 2024.

    “Memang tahun ini ada pergantian pemimpin daerah banyak, bisa jadi ini ada perlambatan karena ada pergantian kepemimpinan juga karena ada kebijakan pencadangan yang kita keluarkan lewat Inpres No.1/2025 tapi salur TKD-nya lebih tinggi,” papar Suahasil.

    Oleh karena itu, dia meminta pemerintah daerah melakukan belanja lebih cepat pada 3 bulan terakhir tahun ini.

    “Transfernya kalau kita lihat tetap tinggi tapi belanjanya lambat sehingga dana Pemda di perbankan meningkat per Agustus Rp 233,11 triliun,” kata Suahasil.

    Posisi dana mengendap ini lebih tinggi jika dibandingkan Rp 192, 57 triliun per 31 Agustus 2024.

    “Jadi kita harap bahwa daerah akan terus mendorong akselerasi belanja agar APBD mampu beri stimulus bagi perekonomian di daerah bersama-sama dengan APBN,” tegasnya.

    (arj/arj)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Investasi Gila-gilaan, Pencipta ChatGPT Malah Rugi Rp 722 Triliun

    Investasi Gila-gilaan, Pencipta ChatGPT Malah Rugi Rp 722 Triliun

    Jakarta, CNBC Indonesia – OpenAI, pembuat chatbot populer ChatGPT, melakukan investasi gila-gilaan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun di sisi lain, perusahaan harus menghadapi tantangan mengalami kerugian besar karena bisnisnya tak begitu berkembang.

    Wall Street Journal mencatat beberapa hal yang dikerjakan OpenAI, misalnya mengeluarkan US$60 miliar (Rp 984,6 triliun) per tahun untuk komputasi Oracle, proyek data center bersama sebesar US$18 miliar (Rp 295,3 triliun), dan pengembangan chip khusus bernilai US$10 miliar (Rp 164 triliun).

    Meski capaian dan pekerjaannya segudang, namun OpenAI tetap merugi. Bahkan CEO Sam Altman meramalkan perusahaannya baru akan mengantongi pendapatan pada 2029 mendatang, dikutip Senin (22/9/2025).

    Sebelum bisa balik modal, dia mengatakan OpenAI akan mencatat kerugian sekitar US$44 miliar atau Rp 722 triliun.

    Dalam sebuah kesempatan, Altman pernah membandingkan investasi AI besar-besaran sama seperti saat era dot-com. Menurutnya ada beberapa startup dan investor AI akan terkena dampak buruknya, meski dia tak yakin OpenAI juga akan merasakannya.

    Salah satu sumber pendapatan yang bisa didapatkan OpenAI berasal dari layanan berlangganan produk-produk perusahaan. Namun dengan 700 juta pengguna, keinginan tersebut sulit tercapai.

    The Wall Street Journal mengutip laporan dari akademisi dan konsultan industri menunjukkan butuh waktu lama bagi pengguna untuk beralih menjadi pelanggan berbayar.

    Studi dari Menlo Ventures yang melakukan survei 5.000 pengguna menyebutkan hanya 3% konsumen yang mau membayar layanan AI. Menurut penelitian itu, pengguna chatbot dan model lainnya masih beragam jadi banyak yang harus dilakukan untuk mencapai adopsi sehari-hari.

    Survei dari McKinsey pada Juni lalu menemukan delapan dari 10 perusahaan tidak melaporkan dampak signifikan pada laba bersih dari penggunaan produk AI. Massachusetts Institute of Technology juga menyebutkan penggunaan AI pada ratusan perusahaan belum menghasilkan pertumbuhan pendapatan.

    Selain soal pendapatan, OpenAI juga mengalami tantangan lain. Yakni terkait perubahan struktur perusahaannya menjadi nirlaba dan komitmen pendanaan US$19 miliar (Rp 311,8 triliun) bergantung penyelesaian restrukturisasi OpenAI.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]