Author: CNBCindonesia.com

  • Darurat Judol Meluas ke Luar Negeri, Kondisinya Memprihatinkan

    Darurat Judol Meluas ke Luar Negeri, Kondisinya Memprihatinkan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena maraknya judi online (judol) ternyata bukan cuma terjadi di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Amerika Serikat (AS) juga merasakan dampak negatif dari peredaran judi online yang ‘memeras’ masyarakat.

    Raksasa teknologi seperti Google, Apple, dan Facebook, dinilai berperan dalam mengakomodir aktivitas judi online melalui platform mereka. Hal ini memicu Gugatan Perwakilan Kelompok (GPK) yang merasa dirugikan.

    Puluhan penggugat meyakini toko aplikasi Apple App Store, Google Play Store, dan media sosial seperti Facebook mempromosikan ‘mesin judi’ bergaya ‘Vegas’ dengan skema konspirasi pemerasan ilegal.

    Dengan mengeksploitasi pengguna, raksasa teknologi diduga memicu depresi, pikiran untuk bunuh diri, dan konsekuensi lainnya, sambil menjadi perantara dan mengumpulkan komisi 30% atau diperkirakan lebih dari US$2 miliar (Rp33 triliun, atas transaksi judol yang mereka proses.

    Gugatan hukum tersebut meminta ganti rugi yang tidak ditentukan dengan tiga kali melipatgandakan kerugian yang ditimbulkan, di antara permintaan ganti rugi lainnya.

    Apple, Google, dan Meta, telah meminta pembatalan gugatan tersebut. Namun, permintaan itu ditolak hakim federal pada Selasa (30/9).

    Hakim distrik AS di San Jose, Edward Davila, menolak argumen utama para raksasa teknologi bahwa Pasal 230 dari Undang-Undang Kepatutan Komunikasi federal, melindungi platform online dari tanggung jawab atas konten pihak ketiga. Perusahaan menilai pasal tersebut melindungi mereka dari GPK yang diajukan.

    Dalam putusan setebal 37 halaman, Davila menemukan bahwa Apple, Google, dan Meta tidak bertindak sebagai “penerbit” saat memroses pembayaran, sehingga melemahkan klaim kekebalan mereka berdasarkan Pasal 230.

    Ia menyebut tidak relevan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan “alat netral” untuk mendukung aplikasi tersebut, dan menolak anggapan bahwa kegagalan penggugat untuk melabeli mereka sebagai “bandar judi” membebaskan mereka dari tanggung jawab hukum.

    “Inti dari teori penggugat adalah bahwa tergugat memproses pembayaran secara tidak benar untuk aplikasi judol,” tulis Davila.

    “Tidak penting apakah aktivitas tersebut mengubah tergugat menjadi bandar judi atau broker,” ia menambahkan..

    Davila mengatakan Apple, Google, dan Meta dapat segera mengajukan banding atas keputusannya ke Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 AS, sebagian karena pentingnya isu-isu Pasal 230.

    Google belum memberikan komentar. Apple dan Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar. Pengacara penggugat juga tidak segera menanggapi permintaan serupa dari Reuters.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Bukan Mars, Astronom Temukan Planet Layak Huni Mirip Bumi

    Bukan Mars, Astronom Temukan Planet Layak Huni Mirip Bumi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Astronom makin dekat untuk mengonfirmasi keberadaan planet dengan atmosfer mirip Bumi. Sebuah planet di luar tata surya atau eksoplanet digadang-gadang bisa membuka jalan baru bagi pencarian dunia lain yang berpotensi menopang kehidupan manusia. 

    Planet tersebut adalah TRAPPIST-1 e, salah satu dari tujuh planet berbatu yang mengitari bintang katai merah TRAPPIST-1, sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. Sistem ini ditemukan oleh lima astronom Belgia pada 2016 dan sejak itu menjadi objek penelitian intensif.

    Dalam studi yang diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters, tim astronom yang dipimpin Néstor Espinoza dari Space Telescope Science Institute, Baltimore, menggunakan data Teleskop Luar Angkasa James Webb untuk mengamati TRAPPIST-1 e.

    Hasil empat pengamatan sepanjang 2023 belum bisa menyingkirkan keberadaan atmosfer, hal ini lalu memunculkan optimisme para peneliti.

    “Berdasarkan empat pengamatan pertama, kami tidak bisa memastikan bahwa planet ini tidak memiliki atmosfer. Jadi, harapan masih ada, bisa saja ia memiliki atmosfer,” kata Espinoza, dikutip dari CNN International, Rabu (1/10/2025).

    Ia menambahkan, timnya sudah menyiapkan program lanjutan dengan 15 pengamatan tambahan untuk memperkuat temuan ini.

    Sejauh ini, teleskop Webb baru bisa memastikan ketiadaan atmosfer pada TRAPPIST-1 b, planet terdalam dalam sistem tersebut. Namun, untuk enam planet lainnya, termasuk TRAPPIST-1 e, para ilmuwan masih terus menunggu hasil lebih lanjut.

    TRAPPIST-1 e bahkan dianggap sebagai kandidat terbaik untuk kemungkinan adanya air cair di permukaan.

    Studi lain yang juga dipublikasikan di jurnal serupa menyebut TRAPPIST-1 e kecil kemungkinan memiliki atmosfer kaya karbon dioksida seperti Mars atau Venus. Sebaliknya, atmosfernya lebih mungkin didominasi nitrogen, mirip dengan Bumi maupun bulan es Saturnus, Titan.

    “TRAPPIST-1 e tetap menjadi salah satu planet zona laik huni yang paling menarik,” ujar Sara Seager, profesor ilmu keplanetan di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

    “Bukti yang menunjukkan bahwa atmosfernya tidak mirip Venus atau Mars membuat fokus kita semakin tajam pada kemungkinan-kemungkinan yang masih terbuka,” imbuhnya.

    Penemuan ini menandai langkah maju signifikan. Sebab, tiga tahun lalu, sebelum James Webb diluncurkan, mendeteksi atmosfer planet jauh masih dianggap mustahil.

    Kini, para astronom optimistis TRAPPIST-1 e bisa menjadi kunci untuk memahami dunia luar angkasa yang mungkin layak huni.

    “Tiga tahun lalu, sebelum peluncuran James Webb, penelitian semacam ini masih terdengar seperti fiksi ilmiah,” kata Espinoza tentang peluang mendeteksi atmosfer di planet jauh.

    “Sekarang saya cukup yakin kita akan bisa mengetahui jenis atmosfer apa yang dimiliki TRAPPIST-1 e, dan kalau ternyata mirip Bumi, kita bisa mengetahuinya,” pungkasnya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone, Ramai Pindah ke HP Penggantinya

    Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone, Ramai Pindah ke HP Penggantinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tren penggunaan smartphone di kalangan anak muda, khususnya Gen Z, mulai mengalami penurunan.

    Generasi ini disebut tak lagi antusias dengan ponsel pintar yang selama ini mendominasi keseharian mereka. Sebagian bahkan mengaku mulai merasa jenuh dengan perangkat tersebut.

    “Saya pikir Anda bisa melihatnya dengan populasi Gen Z tertentu, mereka bosan dengan layar (smartphone),” kata salah satu influencer ‘dumb phone’ Jose Briones, dikutip dari CNBC International, beberapa saat lalu. 

    Menurutnya, para Gen Z mulai melirik menggunakan ponsel jadul atau feature phone. Tren ini mulai terlihat di Amerika Serikat (AS) beberapa tahun lalu.

    HMD Global menjadi salah satu perusahaan yang ketiban durian runtuh. Perusahaan diketahui memiliki merek ponsel sejuta umat Nokia yang banyak menjual ponsel awal tahun 2000-an lalu.

    Penjualan feature phone di AS sendiri telah melonjak mencapai puluhan ribu perbulannya pada 2022. Hal ini terjadi saat penjualan global juga mengalami penutunan.

    Sementara itu, pasar feature phone didominasi masyarakat di Timur Tengah, Afrika dan India. Counterpoint Research melaporkan pasar negara tersebut mencapai 80% di tahun lalu.

    Di sisi lain, pasar smartphone Indonesia tercatat tidak begitu baik. Daya beli masyarakat diketahui mengalami penurunan sejak beberapa tahun lalu.

    IDC dalam laporan Worldwide Quaterly Mobile Phone Tracker menyebutkan pasar smartphone Indonesia menurun 14,3% pada 2023. Jumlah unit yang dikirimkan hanya 35 juta unit saja.

    Warga RI ogah beli HP baru

    Daya beli masyarakat Indonesia terhadap perangkat ponsel merosot pada kuartal-II (Q2) 2025. Laporan firma riset IDC menunjukkan penurunan pertumbuhan pengapalan HP di Tanah Air dalam 3 bulan yang berakhir di Juni 2025.

    Adapun penurunannya sebesar 3,5% secara tahun-ke-tahun (YoY) dan menandai kinerja paling anjlok di kawasan Asia Tenggara. Pasar HP Vietnam juga turun 1,7% pada Q2 2025, tetapi tak separah pasar Tanah Air.

    Sementara itu, negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara justru menunjukkan pertumbuhan positif. Filipina memimpin pertumbuhan sebesar 17,2%, disusul Malaysia (7,8%), Thailand (4%), dan Singapura (2%).

    “Pasar Malaysia mencatat pertumbuhan 7.8% YoY di Q2 2025, didorong segmen HP dengan harga di bawah US$100 (Rp1,6 jutaan), seiring peralihan kebiasaan belanja konsumen ke opsi yang lebih terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi,” kata Research Analyst IDC Malaysia, Hoon Yik Phang, dikutip dari laporan IDC yang dibagikan ke LinkedIn, beberapa saat lalu.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Serangan China Menggila, RI Bisa Kena Dampaknya

    Serangan China Menggila, RI Bisa Kena Dampaknya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok peretas (hacker) asal China dilaporkan telah membobol server email Kementerian Luar Negeri di berbagai belahan dunia. Serangan canggih tersebut merupakan bagian dari kampanye jangka panjang yang menargetkan komunikasi diplomatik di seluruh dunia.

    Laporan ini diungkap tim peneliti dari firma keamanan siber Palo Alto Networks, khususnya divisi ancaman intelijen yang dinamai ‘Unit 42’. Tim peneliti menyebut penyerang mengakses server email ‘Microsoft Exchange’ di beberapa negara, memungkinkan mereka mengulik informasi yang bersifat sensitif.

    Dikutip dari BusinessToday, Rabu (1/10/2025), berdasarkan laporan Bloomberg, kelompok hacker fokus pada kata kunci spesifik yang berhubungan dengan KTT China-Arab 2022 di Riyadh.

    Hacker juga mencari informasi terkait nama-nama populer seperti Presiden China Xi Jinping dan sasng istri Peng Liyuan, terkait dengan gelaran KTT tersebut.

    Tak dibeberkan secara perinci Kementerian Luar Negeri mana saja yang terdampak. Namun, peneliti mencatat bahwa hacker menargetkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan erat dengan China dalam urusan ekonomi dan geopolitik.

    Artinya, Indonesia bisa jadi salah satu yang terkena serangan, namun hal ini belum bisa dipastikan.

    Lion Rochberger, peneliti senior di Palo Alto Networks, menekankan signifikansi dari operasi ini. Pasalnya, kelompok hacker mengekstraksi email dari kedutaan dan operasi militer dunia dalam upaya mengumpulkan informasi intelijen.

    Kelompok hacker yang dimaksud oleh Palo Alto Networks merujuk pada geng ‘Phantom Taurus’. Namun, Kedutaan Besar China di Washington membantah keterlibatan negara dalam upaya tersebut.

    Juru bicara Liu Pengyu mengatakan peretasan merupakan masalah global yang juga dihadapi oleh China. Ia menegaskan China melawan semua bentuk penyerangan siber.

    “Ranah siber bersifat virtual, sulit dideteksi, dan melibatkan beragam oknum,” kata dia.

    “Mendeteksi sumber serangan siber adalah masalah teknis yang kompleks dan membutuhkan bukti penuh dan solid,” ia menambahkan.

    Temuan baru ini menambah daftar panjang operasi siber China yang dilakukan untuk melawan pemerintah dan industri di seluruh dunia. Pada awal bulan ini, Google melaporkan grup China telah membobol perusahaan-perusahaan teknologi AS.

    Di saat bersamaan, tersangka hacker menyamar sebagai ketua Partai Republik di Komite Khusus DPR tentang China dalam upaya mencuri data terkait negosiasi perdagangan, menurut komite tersebut.

    Operasi Phantom Taurus seringkali bertepatan dengan perkembangan geopolitik atau manuver militer, ujar Assaf Dahan, direktur intelijen ancaman di Palo Alto Networks. Laporan tersebut juga mengaitkan kelompok itu dengan aktivitas spionase yang melibatkan berbagai negara, termasuk Afghanistan dan Pakistan.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • PT Baru Buka Dikasih Modal Rp 5 Trilliun, Isinya Gak Kaleng-Kaleng

    PT Baru Buka Dikasih Modal Rp 5 Trilliun, Isinya Gak Kaleng-Kaleng

    Jakarta, CNBC Indonesia – Eks karyawan Google, OpenAI, dan Meta ramai-ramai resign kemudian bekerja sama membuat perusahaan baru. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang mereka rintis sudah mengantongi modal US$ 300 juta (Rp 5 triliun).

    Ekin Dogus Cubuk dan Liam Fedus mendirikan Periodic Labs, perusahaan yang bermisi menciptakan program AI yang bisa bekerja seperti “ilmuwan.” Caranya adalah dengan membangun laboratorium yang berisi robot peneliti. Robot-robot tersebut bisa melakukan eksperimen di lab, mengumpulkan data, belajar, mencoba berulang kali, dan mengembangkan sesuatu yang baru dari hasil eksperimen mereka.

    Cubuk adalah pemimpin tim penelitian material dan bahan kimia di Google Brain dan Deepmind. Salah satu hasil karyanya adalah program AI bernama GNoME. GNoME terkenal karena berhasil menemukan 2 juta kristal baru pada 2023.

    Di sisi lain, Fedus adalah salah satu peneliti pencipta ChatGPT. Ia juga menciptakan neural network pertama yang mencapai parameter triliunan.

    Periodic Labs juga diisi oleh peneliti AI lain yang berpengalaman di OpenAI, Microsoft, hingga Meta. Salah satunya adalah Rishabh Agarwal, eks pegawai Meta.

    Agarwal sempat diajak berbicara langsung oleh pendiri Facebook dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk bergabung ke “tim super” AI milik Meta. Namun, ia menolak tawaran gaji dan saham bernilai puluhan miliar untuk bekerja di Periodic Labs. 

    Ambisi Periodic Labs didukung oleh sederet investor ternama seperti Andreessen Horowitz, DST, Nvidia, Accel, Elad Gil, Jeff Dean, Eric Schmidt, dan Jeff Bezos. Total modal yang mereka kumpulkan mencapai US$ 300 juta (Rp 5 triliun).

    Pada tahap pertama, Periodic Labs ingin menciptakan superkonduktor yang bisa bekerja lebih baik dan membutuhkan energi lebih sedikit dibanding material yang saat ini digunakan di komputer. Selain itu, mereka ingin mengumpulkan seluruh data tentang seluruh material yang ada. Data tersebut kemudian akan digunakan oleh “ilmuwan AI” untuk mencampur padu untuk menciptakan material baru.

    “Hingga kini, kemajuan AI berasal dari model yang dilatih menggunakan informasi di internet. Sumber tersebut sudah diperas habis. Kami ingin membangun ilmuwan AI dan laboratorium otonom tempat mereka bekerja,” kata Periodic Labs dalam blog resmi perusahaan.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Viral Hujan Es Turun di Cikini, BMKG Ungkap Penyebabnya

    Viral Hujan Es Turun di Cikini, BMKG Ungkap Penyebabnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena hujan es mengejutkan warga Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9) sore. Menurut laporan warga dan video yang beredar di media sosial, hujan deras disertai angin kencang turun sekitar pukul 15.05 WIB. Selama sekitar satu menit terlihat butiran es kecil seperti kerikil jatuh bersama hujan.

    Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa hujan es bisa terjadi di wilayah tropis, terutama saat masa peralihan musim atau pancaroba.

    “Kami BMKG menjelaskan bahwa hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat masa peralihan musim (pancaroba),” ujar Guswanto dalam ketarangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (1/10/2025).

    Menurutnya, fenomena tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb), yaitu awan hujan yang sangat tinggi dan padat.

    Di lapisan atas awan ini, suhu bisa mencapai sekitar -55 derajat Celcius, cukup dingin untuk membentuk butiran es kecil yang kemudian jatuh ke permukaan bersama hujan deras dan angin kencang.

    “Ini bukan hujan biasa, melainkan fenomena hujan es yang bisa terjadi secara lokal dan singkat saat cuaca ekstrem,” jelasnya.

    BMKG mendeteksi fenomena itu melalui radar cuaca. Hasil pemantauan menunjukkan area reflektivitas tinggi di kisaran 50-55 dBZ, yang menandakan adanya presipitasi padat seperti es.

    “Semakin merah pantulan radar berarti suhu puncak awan sudah mencapai -55°C, dan itu sudah berupa butiran es,” ia menjelaskan.

    Foto: Citra satelit cuaca 30 September 2025. (Dok. BMKG)
    Citra satelit cuaca 30 September 2025. (Dok. BMKG)

    Secara perinci, berikut penjelasan BMKG terkait hujan es di Cikini pada 30 September 2025:

    •⁠ ⁠Hujan es bisa terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama saat masa peralihan musim atau pancaroba.

    •⁠ ⁠Kondisi atmosfer saat itu mendukung terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb) -jenis awan hujan yang sangat tinggi dan padat.

    •⁠ ⁠Di lapisan atas awan ini, suhu bisa mencapai -55°C, cukup dingin untuk membentuk butiran es kecil.

    •⁠ ⁠Butiran es tersebut kemudian jatuh ke permukaan bersama hujan deras dan angin kencang.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Ramai Warga Pindah ke BBM Non Subsidi, Negara Hemat Rp12,61 T di 2025

    Ramai Warga Pindah ke BBM Non Subsidi, Negara Hemat Rp12,61 T di 2025

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, bahwa terdapat peralihan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni RON 90 Pertalite ke BBM Non Subsidi. Dengan ini, keuangan negara ditargetkan menjadi lebih hemat mencapai Rp 12,6 triliun di tahun 2025 ini.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan bahwa terjadi hal yang tidak biasa sejak Juli-Agustus 2025 ini atau terjadi shifting dan perubahan pola konsumsi masyarakat atas BBM.

    “Jadi, konsumen yang tadinya pengguna RON 90 atau Pertalite itu cenderung turun dan beralih kepada RON yang lebih tinggi,” terang Laode dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Rabu (1/10/2025).

    Mengacu data yang dipaparkan Laode, penjualan harian BBM Pertalite di tahun 2025 ini turun menjadi 76.970 Kilo Liter (KL) dari yang sebelumnya mencapai 81.106 Kilo Liter di tahun 2024.

    Adapun penjualan BBM Non Subsidi meningkat di tahun 2025 ini menjadi 22.723 KL dari yang sebelumnya 19.061 KL di 2024.

    “Sebenarnya ini kalau dikaitkan dengan besaran kompensasi, maka kompensasi Pertalite itu turun dari Rp 48,9 triliun, diproyeksikan bisa terjadi efisiensi sehingga hanya menjadi RP 36,314 triliun, artinya ada efisiensi sebesar Rp 12,6 triliun dengan adanya shifting ini,” ungkap Laode.

    Adapun market share dari BBM Non Subsidi mengalami peningkatan. Pada Juli 2025 saja, market share sudah mencapai 15%. Di mana market share BBM Non Subsidi di tahun 2024 mencapai 11%.

    “Nah, estimasi penjualan bensin tahun 2025 sebesar 1,4 juta KL, kemudian penjualan bensin non-subsidi 7 juta KL, ini meningkat 0,8 juta KL atau 14,02%. Kemudian, estimasi penjualan bensin non-subsidi 2025 yang non-pertamina sebesar 1,35 juta KL atau meningkat 0,64 juta KL atau 91,3%,” tegas Laode.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Video: Dunia Cetak Utang Jumbo, Apa Kabar Indonesia?

    Video: Dunia Cetak Utang Jumbo, Apa Kabar Indonesia?

    Jakarta, CNBC Indonesia- Utang semakin jadi andalan banyak negara untuk menggerakkan roda ekonomi. Namun, di balik semuanya, tersimpan angka-angka yang mencengangkan dan terus melambung di tengah gejolak global. Berapa besar sebenarnya tingkat utang dunia saat ini? Di mana posisi Indonesia dalam peta utang internasional? Simak paparan Sarah Ariantie, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Rabu, 01/10/2025) berikut ini.

  • Kopdes Merah Putih Akan Jualan Obat & Multivitamin Murah Produksi TNI

    Kopdes Merah Putih Akan Jualan Obat & Multivitamin Murah Produksi TNI

    Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Kesehatan Dante saksono, Wakil Menteri Koperasi Farida Faricha, dan Wakil Panglima TNI Tandyo Budi melepas mobil truk bantuan yang membawa obat-obatan Produksi Pabrik Obat Pertahanan Negara Kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga multivitamin dalam rangka mendukung program makan bergizi gratis di Lapangan Bhineka Tunggal Ika, Kemhan RI, Jakarta, Rabu (1/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

  • Ramai Warga Pindah ke BBM Non Subsidi, Negara Hemat Rp12,61 T di 2025

    Ramai Warga RI Pindah dari Pertalite ke BBM Non Subsidi, Ini Faktanya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka-bukaan perihal adanya peralihan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi atau RON 90 yakni Pertalite ke BBM Non Subsidi. Hal ini terbukti terjadi sejak Juli-Agustus 2025 ini.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan bahwa terjadi hal yang tidak biasa sejak Juli-Agustus 2025 ini atau terjadi shifting dan perubahan pola konsumsi masyarakat atas BBM.

    “Jadi, konsumen yang tadinya pengguna RON 90 atau Pertalite itu cenderung turun dan beralih kepada RON yang lebih tinggi,” terang Laode dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Rabu (1/10/2025).

    Mengacu data yang dipaparkan Laode, penjualan harian BBM Pertalite di tahun 2025 ini turun menjadi 76.970 Kilo Liter (KL) dari yang sebelumnya mencapai 81.106 Kilo Liter di tahun 2024.

    Adapun penjualan BBM Non Subsidi meningkat di tahun 2025 ini menjadi 22.723 KL dari yang sebelumnya 19.061 KL di 2024.

    “Sebenarnya ini kalau dikaitkan dengan besaran kompensasi, maka kompensasi Pertalite itu turun dari Rp 48,9 triliun, diproyeksikan bisa terjadi efisiensi sehingga hanya menjadi RP 36,314 triliun, artinya ada efisiensi sebesar Rp 12,6 triliun dengan adanya shifting ini,” ungkap Laode.

    Adapun market share dari BBM Non Subsidi (non Pertamina) mengalami peningkatan. Pada Juli 2025 saja, market share sudah mencapai 15%. Di mana market share BBM Non Subsidi (non Pertamina) di tahun 2024 mencapai 11%.

    “Nah, estimasi (penurunan) penjualan bensin subsidi tahun 2025 sebesar 1,4 juta KL, kemudian penjualan bensin non-subsidi 7 juta KL, ini meningkat 0,8 juta KL atau 14,02%. Kemudian, estimasi penjualan bensin non-subsidi 2025 yang non-pertamina sebesar 1,35 juta KL atau meningkat 0,64 juta KL atau 91,3%,” tegas Laode.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]