Author: CNBCindonesia.com

  • Heboh Muncul Yesus Virtual Warga Bisa Chat Langsung, Tanda Kiamat?

    Heboh Muncul Yesus Virtual Warga Bisa Chat Langsung, Tanda Kiamat?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) makin meluas di kehidupan sehari-hari, bahkan sudah merambah ke aspek agama. Salah satunya terlihat dari kemunculan Yesus virtual dan khotbat otomatis berbasis AI.

    Chatbot berbau agama makin banyak ditemukan. Umumnya layanan tersebut menawarkan layanan konseling, memberikan kenyamanan, serta panduan spiritual, di tengah transformasi sosial yang kian terlihat.

    Salah satu aplikasi keagamaan berbasis AI bernama ‘Text with Jesus’. Aplikasi itu sudah memiliki ribuan pelanggan berbayar.

    Pengguna bisa mengajukan pertanyaan kepada Maria, Yusuf, Yesus dan hampir semua 12 rasul. CEO Catloaf Software, Stephane Peter, yang mengembangkan aplikasi tersebut, mengatakan ide aplikasi adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.

    “Ini adalah cara baru untuk membahas isu-isu keagamaan dengan cara interaktif,” kata Peter kepada AFP, dikutip Jumat (3/9/2025).

    Meski aplikasi menegaskan bahwa mereka menggunakan AI, tetapi ‘Yesus’ virtual di dalamnya tak merasa demikian ketika dibeberkan pertanyaan oleh pengguna.

    Peter mengatakan Text with Jesus dikembangkan dengan pemodelan GPT-5 teranyar yang dikembangkan OpenAI. Pemodelan tersebut mampu mengikuti instruksi dan pengulangan dengan lebih baik dari versi sebelumnya.

    Selain itu, model tersebut juga lebih baik dalam membuat bot konsisten dengan karakter yang dirancang, serta cenderung membantah jika dipaksa mengaku diri mereka sebagai bot.

    Peter tak menampik banyak orang yang menghujat aplikasinya, tetapi tetap saja mendapat rating 4,7 dari 5 di App Store.

    Pelayanan online ‘Catholic Answers’ mengatakan mereka merasakan betapa sensitifnya semua ini ketika meluncurkan karakter animasi AI “Father Justin” tahun lalu.

    “Banyak orang tersinggung karena menggunakan karakter seorang pastor,” kata Christopher Costello, direktur teknologi informasi pelayanan tersebut.

    Beberapa hari kemudian, Catholic Answers menghapus nama avatarnya dan menjadikannya Justin saja.

    “Kami tidak ingin menggantikan manusia. Kami hanya ingin membantu,” kata Costello kepada AFP.

    Beberapa agama lain juga memiliki aplikasi serupa. Misalnya ‘Deen Buddy’ untuk Islam, ‘Vedas AI’ untuk Hindu, serta ‘AI Buddha’.

    Kebanyakan menyebut diri mereka sebagai penghubung dengan kitab suci, bukan perwujudan kekudusan sejati.

    Nica, perempuan Filipina berusia 28 tahun yang tergabung dalam Gereja Anglikan, mengatakan ia menggunakan ChatGPT hampir setiap hari untuk mempelajari Alkitab, meskipun pendetanya meminta ia untuk berhenti.

    “Menurut saya itu tambahan,” kata Nica, yang menolak menyebutkan nama belakangnya.

    “Saya berada di komunitas Kristen dan suami saya serta saya memiliki mentor spiritual. Hanya saja terkadang saya memiliki pemikiran acak tentang Alkitab dan saya ingin segera mendapatkan jawaban,” ia menjelaskan.

    Tidak banyak yang mengakui penggunaan asisten AI dalam urusan agama, meskipun beberapa aplikasi ini telah diunduh jutaan kali.

    “Orang yang ingin percaya kepada Tuhan mungkin sebaiknya tidak bertanya kepada chatbot. Mereka juga harus berbicara dengan orang yang percaya,” kata perempuan bernama Emanuela saat meninggalkan Katedral St. Patrick di New York.

    Rabi Gilah Langner mengatakan halakhah yang merupakan kumpulan hukum agama dari Taurat, memiliki banyak interpretasi. Ia menilai umat Yahudi membutuhkan sesama umat Yahudi, dengan wawasan dan perspektif mereka, untuk menghubungkan mereka dengan tradisi iman mereka.

    “Saya rasa Anda tidak benar-benar mendapatkan hal itu dari AI. Mungkin saja akan sangat bernuansa, tetapi hubungan emosionalnya hilang,” kata Langner kepada AFP.

    “AI dapat membuat orang merasa terisolasi dan tidak terhubung secara organik dengan tradisi yang hidup,” ia menambahkan.

    Di sisi lain, komunitas Kristen tidak sepenuhnya menolak AI. Peter mengatakan ia telah berbicara dengan para pendeta dan mereka sepakat bahwa AI dapat menjadi alat untuk mendidik masyarakat.

    Tahun lalu, mendiang Paus Fransiskus menunjuk Demis Hassabis, salah satu pendiri laboratorium riset AI Google DeepMind, untuk melayani di akademi ilmiah Vatikan.

    Pada November 2023, Pendeta Jay Cooper dari Gereja Violet Crown City di Austin, Texas, meminta seorang asisten AI untuk menyampaikan khotbah lengkap. Ia memperingatkan umat paroki sebelumnya.

    “Beberapa orang panik, mengatakan bahwa kita sekarang adalah gereja AI,” kata Cooper. Namun, ia menilai kebaktian tersebut memikat beberapa orang yang biasanya tidak menghadiri gereja, terutama penggemar video game.

    Cooper mengatakan ia telah mempertimbangkan cara lain untuk mengintegrasikan AI ke dalam gerejanya tetapi belum mengulangi khotbah AI tersebut.

    “Saya senang kita melakukannya, tetapi itu tidak menyentuh inti dan semangat dari apa yang biasa kita lakukan,” katanya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • 3.000 Pegawai NASA Kerja Tidak Digaji, Pemerintah AS Zalim!

    3.000 Pegawai NASA Kerja Tidak Digaji, Pemerintah AS Zalim!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menyetop sebagian besar operasionalnya alias shutdown pada Rabu (1/10). Hal ini menyusul kegagalan Kongres dalam menyetujui anggaran baru.

    Lembaga Antariksa AS atau NASA turut mendapat imbas dari shutdown ini. Plt Kepala Keuangan NASA Steve Shinn mengatakan NASA akan memberlakukan cuti sementara terhadap 15.000 karyawan.

    Kendati demikian, 3.000 karyawan diminta tetap bekerja, meski tidak mendapat gaji. Di antaranya adalah karyawan yang terlibat dalam misi Artemis untuk membawa manusia ke Bulan dan nantinya ke Mars.

    Misi Artemis menggandeng kontraktor dari SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.

    Para karyawan NASA yang tetap bekerja di tengah shutdown diminta untuk mencatat waktu kerja mereka, menurut Kepala SDM NASA Kelly Elliot, dalam email yang dikirim ke para karyawan pada Rabu (1/10).

    Mereka akan menerima gaji setelah shutdown dicabut dan operasional pemerintah berjalan normal seperti sedia kala.

    Secara perinci, Shinn membeberkan apa saja pekerjaan NASA yang harus tetap berlanjut dan membutuhkan tenaga kerja. Selain misi Artemis, ada pula operasi yang telah direncanakan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan misi satelit yang sudah berada dalam fase operasi.

    Secara keseluruhan, shutdown berdampak pada ratusan ribu pekerja federal dan menutup sejumlah program dan layanan kunci. Beberapa karyawan yang dinilai ‘esensial’, seperti yang bekerja di Lembaga Keamanan Transportasi (TSA), dan pengawas kemacetan, diminta untuk terus bekerja.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Instagram Dipaksa Berubah Total Dalam 2 Minggu Jadi Begini

    Instagram Dipaksa Berubah Total Dalam 2 Minggu Jadi Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Instagram dipaksa untuk mengubah penampilan linimasanya (feed). Keputusan tersebut berasal dari Pengadilan Belanda yang menyebut desain platform tak sesuai dengan UU layanan Digital Uni Eropa atau Digital Services Act.

    Bukan hanya Instagram, Meta juga diminta mengubah penampilan feed-nya. Kedua aplikasi diminta memiliki opsi lebih sederhana pada linimasa pengguna, agar tak bergantung dengan profiling.

    Menurut pengadilan, linimasa Facebook dan Instagram berisi konten rekomendasi berdasarkan aktivitas pengguna. Praktik ini diminta dihentikan dalam dua minggu ke depan. Meta diminta menawarkan cara langsung dan mudah agar pengguna tak lagi melihat pola timeline yang lama.

    Pengadilan juga menyebu praktik platform yang mengembalikan linimasa berdasarkan rekomendasi sebagai ‘pola gelap’. Hal ini dilarang dan melanggar hak atas kebebasan informasi.

    “Masyarakat di Belanda belum sepenuhnya mampu membuat pilihan bebas dan otonom soal penggunaan sistem rekomendasi berbasis profiling,” kata pengadilan Belanda, dikutip dari Reuters, Jumat (3/10/2025).

    Opsi tersebut juga penting menurut mereka karena Belanda akan menghadapi pemilu 29 Oktober 2025 mendatang.

    Sementara itu, pengadilan mengatakan opsi linimasa untuk waktu kronologis dan non-profiling yang diterapkan pada aplikasi harus tetap berlaku ke depannya.

    Meta sendiri akan mengajukan banding atas putusan pengadilan. Juru bicara perusahaan mengatakan pihaknya telah memiliki perubahan substansial khusus untuk memenuhi regulasi berdasarkan UU Layanan Digital Eropa.

    “Kami memperkenalkan perubahan substansial pada sistem kami untuk memenuhi kewajiban regulasi berdasarkan UU Layanan Digital Uni Eropa dan memberitahu pengguna di Belanda soal cara menggunakan aplikasi agar bisa menikmati platform tanpa personalisasi,” jelasnya.

    Meta menegaskan seharusnya masalah tersebut jadi urusan regulator tingkat Eropa, bukan lagi pengadilan di masing-maisng negara. Sebab, hal ini dinilai bisa mengancam industri.

    “Proses ini mengancam pasar tunggal digital dan rezim regulasi harmonis yang seharusnya mendasarinya,” ucap juru bicara Meta.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Alien Mars Mati Terbunuh oleh NASA, Begini Kronologinya

    Alien Mars Mati Terbunuh oleh NASA, Begini Kronologinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pada 1970-an ditemukan alien di planet Mars terbunuh. Saat itu misi NASA tengah menerbangkan dua pesawat di sana.

    Dirk Schulze-Makuch, ahli astrobiologi dari Technische Universität Berlin di Jerman, mencoba menjelaskan peristiwa tersebut. Ia menduga misi Viking 1 tak sengaja membunuh alien penghuni Mars yang lewat pada eksperimen mereka, dikutip dari Space.com.

    Eksperimen yang digelar kala itu adalah mencampur air, nutrien dan sampel tanah Mars. Diasumsikan makhlik hidup di sana membutuhkan air sama seperti makhluk hidup Bumi.

    Menurutnya, tewasnya makhluk hidup di Mars karena percobaan itu. Kehidupan Mars dan Bumi sama membutuhkan garam di wilayah ering kerontang.

    “Di lingkungan hyper-kering, kehidupan bisa mendapatkan ‘air’ dari garam yang menyerap kelembaban dari atmosfer. Garam ini seharusnya menajdi fokus pencarian makhluk hidup di Mars,” katanya.

    Misi Viking secara tidak sengaja membunuh organisme itu. Dia mengatakan karena penelitian telah mencampurkan terlalu banyak air.

    “Jika cara pandang soal cara organisme hidup di kondisi kering Mars ini benar, artinya daripada menjalankan strategi ‘ikuti air’ yang selama ini digunakan NASA, lebih baik kita mengikuti garam untuk mencari mikroba,” jelas Schulze-Makuch.

    Menurutnya perlu cairan garam yang pas untuk habitat bakteria yang memiliki kehidupan Mars.

    Di Bumi, karakteristik yang sama ditemukan pada mikroba di Padang Pasir Atacama Cile. Dia mengatakan hujan badai telah membunuh 70-80% mati karena makhluk itu tak sanggup tersiram banyak air dalam waktu singkat.

    “Hampir 50 tahun setelah eksperimen biologi Viking, saatnya untuk mencoba misi pencarian kehidupan baru, dengan pemahaman lebih baik soal ekosistem Mars,” kata Schulze-Makuch

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Begini Respons TikTok Usai Disuspensi Komdigi

    Begini Respons TikTok Usai Disuspensi Komdigi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) milik TikTok baru saja dibekukan sementara oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pihak platform berbagi video buka suara soal keputusan tersebut.

    Juru bicara TikTok mengatakan pihaknya akan menghormati hukum dan regulasi tempatnya beroperasi. Perusahaan memastikan pula bekerja sama untuk menyelesaikan isu ini dengan pihak Komdigi.

    “TikTok menghormati hukum dan regulasi di negara di mana kami beroperasi. Kami bekerja sama dengan Komdigi untuk menyelesaikan isu ini secara konstruktif,” kata juru bicara TikTok dalam keterangan resminya yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (3/10/2025).

    Lebih lanjut dia mengatakan TikTok berkomitmen untuk melindungi pengguna. Termasuk memastikan aman dan bertanggung jawab.

    “Sekaligus terus berkomitmen untuk melindungi privasi pengguna serta memastikan platform kami aman dan bertanggung jawab bagi komunitas TikTok di Indonesia,” kata juru bicara TikTok.

    Pantauan CNBC Indonesia hingga Jumat sore atau setelah pengumuman pembekuan sementara tanda daftar, tidak ada perubahan yang terjadi pada Tiktok. Aplikasi masih bisa diakses hingga sekarang, begitu juga fitur-fitur di dalamnya.

    Sebelumnya Komdigi membekukan TDPSE karena TikTok disebut tak patuh dalam memenuhi kewajibannya. Dalam keterangannya, Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar juga menyinggung soal platform hanya memberikan data parsial aktivitas Tiktok Live selama 25-30 Agustus 2025.

    Komdigi melakukan pemintaan data terkait dugaan monetisasi aktivitas live dari akun terindikasi judi online. Datanya mencakup informasi trafik, siaran langsung, data monetisasi, serta jumlah dan pemberian gift.

    Namun TikTok tak memberikan data tersebut dengan alasan memiliki kebijakan dan prosedur internal yang mengatur cara menangani dan permintaan data.

    Alex mengatakan permintaan data merujuk Pasal 21 ayat (1) Permenkominfo Nomor 5/2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. PSE Lingkup Privat memiliki kewajiban memberikan akses pada Sistem Elektronik atau Data Elektronik.

    TikTok dinilai melanggar kewajiban tersebut. Kemudian TDPSE milik TikTok dibekukan sementara sebagai langkah tegas untuk perlindungan negara yang menjamin keamanan masyarakat dari risiko penyalahgunaan teknologi digital.

    CNBC Indonesia juga telah mencoba menghubungi Kementerian Komdigi terkait dampak kebijakan ini. Namun belum ada respon hingga berita ini dipublikasikan.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Laptop Tak Dimatikan & Dicolok Masih Sedot Listrik, Boncos Segini

    Laptop Tak Dimatikan & Dicolok Masih Sedot Listrik, Boncos Segini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Laptop yang tidak dimatikan dan masih tercolok ke stok kontak ternyata menyedot daya listrik. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar daya listrik yang habis dari laptop tersebut hampir Rp 300 ribu.

    Daya tahan baterai yang makin kuat dan desain elektronik masa kini membuat orang-orang terbiasa tidak mematikan laptop. Laptop hanya ditutup dan dibiarkan dalam kondisi sleep atau standby.

    Setelah selesai digunakan, kebanyakan orang memilih hanya menutup layar laptopnya tanpa mematikan (shut down). Banyak yang bertanya apakah kebiasaan ini bisa merusak laptop dan boros listrik?

    Popsci melakukan eksperimen untuk mencari tahu dampak kebiasaan tidak mematikan laptop setelah digunakan. Caranya adalah lewat pengukuran energi yang dihabiskan oleh laptop saat dalami kondisi tidur atau sleep.

    Dalam kondisi sleep, komputer termasuk laptop tidak melakukan operasi apapun dan listrik hanya digunakan untuk menjaga RAM (memori) tetap memiliki pasokan daya. RAM adalah lokasi penyimpanan aplikasi, dokumen, jendela browser yang dalam keadaan terbuka.

    Popsci mengukur daya yang dihabiskan oleh laptop dalam kondisi sleep dengan mengisi penuh daya di laptopnya kemudian menutup layar dan mencabut kabel pengisian listrik. Setelah seharian, daya yang tersimpan di laptop hanya berkurang 1 persen saat layar kembali dibuka.

    Kemudian, Popsci menggunakan perangkat pengukuran penggunaan listrik yang bernama Kill A Wat untuk mendapatkan angka yang lebih detail. Hasilnya, laptop dalam kondisi sleep yang dicolok ke stop kontak hanya menghabiskan 0,02 kWh listrik selama 15 jam.

    Golongan tarif listrik untuk keperluan rumah tangga besar (R-3/TR) dengan daya 6.600 VA ke atas di RI adalah Rp 1.699,53 per kWh. Artinya, selama 15 jam laptop yang tercolok dengan layar tertutup selama 15 jam hanya menghabiskan biaya listrik Rp 34. Artinya, dalam setahun biaya listrik yang dihabiskan oleh laptop dalam kondisi sleep adalah Rp 298 ribu.

    Sebagai perbandingan, bohlam 60 watt menghabiskan 0,06 kWh listrik setiap jam.

    Artinya, listrik yang dihemat dengan mematikan laptop setiap habis digunakan dan mencabut colokannya tidak signifikan dibanding mengganti lampu pijar di rumah dengan lampu LED.

    Namun, mematikan komputer dan laptop sebaiknya tetap dilakukan secara rutin meskipun tidak setiap habis digunakan. Misalnya, saat laptop ditinggalkan di rumah selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

    Menurut Popscie, beberapa jenis komputer juga sebaiknya dimatikan lebih sering. Komputer gaming yang digunakan tiap akhir pekan, misalnya, lebih baik dimatikan selama hari kerja.

    Selain itu, mematikan dan menghidupkan kembali (restart) komputer dan laptop bisa menghilangkan permasalahan yang mengganggu. Saat laptop hanya dalam kondisi sleep, bug yang tertanam di dalam software akan menumpuk di memori komputer. Dampaknya, komputer menjadi tidak stabil.

    Meskipun tidak ada bug pada software, komputer dan laptop yang terus menurus menyala dalam waktu tertentu akan punya beberapa masalah. Mematikan dan menyalakan kembali biasanya bisa menghilangkan permasalahan tersebut.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Video: BNPB: Korban Tewas Ponpes Ambruk di Sidoarjo Jadi 9 Orang

    Video: BNPB: Korban Tewas Ponpes Ambruk di Sidoarjo Jadi 9 Orang

    Jakarta, CNBC Indonesia – Hari kelima insiden ambruknya gedung musala Pondok Pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur, tim pencarian dan pertolongan (search and rescue-SAR) gabungan kembali menemukan empat korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Sehingga jumlah korban meninggal dunia menjadi sembilan orang, sejak hari pertama kejadian.

  • Video: Cek Jadwal Diskon Tiket Pesawat, Kereta & Kapal Laut di Nataru

    Video: Cek Jadwal Diskon Tiket Pesawat, Kereta & Kapal Laut di Nataru

    Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah memberikan diskon tarif transportasi akhir tahun atau musim libur natal dan tahun baru. Diskon tarif akan diberikan untuk tiket pesawat, kereta, kapal laut, serta kapal penyeberangan atau feri, dalam periode Desember 2025 hingga Januari 2026.

    Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 03/10/2025) berikut ini.

  • Pencairan Anggaran MBG Tak Lagi Model Reimburse, Serapan Naik 3x Lipat

    Pencairan Anggaran MBG Tak Lagi Model Reimburse, Serapan Naik 3x Lipat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mengubah skema pencairan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mempercepat proses belanja anggarannya sesuai target tahun ini senilai Rp 71 triliun.

    Sebagaimana diketahui, hingga Agustus 2025, realisasi belanja anggaran MBG baru senilai Rp 13 triliun, atau 18,3% dari pagu yang disiapkan pada 2025 sebesar Rp 71 triliun.

    Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primano Bhakti mengatakan, perubahan skema pencairan untuk program MBG itu terjadi dari semula berupa reimburse, menjadi penyerahan dana di awal.

    “Jadi belanja dulu, kemudian dicatat, ditagihkan. Tapi setelah April, enggak gitu, dia bikin perencanaan sampai 10 hari ke depan, sampaikan ke kami, kita bayar,” ucap Prima di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (3/10/2025).

    Melalui perubahan skema pencairan anggaran yang dilakukan sejak April 2025, Prima mengatakan, belanja Badan Gizin Nasional (BGN) untuk program MBG mengalami percepatan tiga kali lipat hingga September 2025.

    “Jadi ada perubahan, makanya kalau kita lihat pergerakan daripada realisasi, untuk MBG itu sekarang sduah mulai cepat, jadi sejak Juni, Juli, Agustus, terus ke September ini naik 3 kali lipat,” tutur Prima.

    Prima mengatakan, realisasi pencairan anggaran MBG per September 2025 sudah mencapai Rp 20 triliun. Penerima program itu sudah tembus 30 juta orang dari sebelumnya per Agustus 2025 sebesar 22,7 juta. Sementara itu, jumlah SPPG nya sudah mencapai 13 ribu dari per Agustus 7.644.

    “Jadi kita evaluasi, lalu kita balik deh, duitnya kita kasih dulu buat 10 hari lu pake, kurang ya bayar lagi. Itu buktinya sudah ada percepatan yang cukup signifikan setelah bulan April,” tegas Prima.

    (arj/haa)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Aplikasi Pengganti Google Sudah Lebih Canggih, Bisa Diakses Gratis

    Aplikasi Pengganti Google Sudah Lebih Canggih, Bisa Diakses Gratis

    Jakarta, CNBC Indonesia – Google Chrome punya pesaing baru. Berasal dari Perplexity AI, platform browser bernama Comet ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan dan bisa diakses gratis.

    Tugas Comet hampir sama dengan browser lainnya seperti Google Chrome. Mengutip CNBC Internasional, Jumat (3/10/2025), fungsinya bisa digunakan dari menjelajahi web dan berbelanja, bahkan juga bisa untuk menyusun email.

    Kehadiran Comet membuat Perplexity ikut masuk dalam pertarungan raksasa teknologi AI yang memiliki peramban sendiri. Google misalnya telah meluncurkan Gemini di Chrome.

    OpenAI juga telah meluncurkan Operator untuk menyelesaikan tugas-tugas. Terakhir adalah Anthropic yang mengumumkan agen AI berbasis peramban bulan Agustus lalu.

    Dikutip dari PCMag, ada beberapa hal yang menjadi keunggulan Comet ketimbang Chrome. Meski sama-sama memiliki kemampuan AI, namun Comet menawarkan antarmuka yang disebut lebih intuitif ketimbang Chrome.

    Salah satunya terlihat dari asisten AI Comet yang bisa diakses melalui sidebar, sementara Gemini di Chrome bersifat popout pada window terpisah.

    Comet AI juga disebut lebih mudah untuk membandingkan beragam tab ketika pengguna ingin mengevaluasi sesuatu, misalnya karakter video game. Sistem juga bisa meringkas halaman yang dibuka dengan sekali klik.

    Sebelumnya, Comet diluncurkan untuk pelanggan berbayar. Layanan tersedia dalam Perplexity Max senilai US$200 (Rp 3,3 juta) per bulan.

    Namun diketahui daftar tunggu Comet membengkak. Bahkan diklaim perusahaan mencapai jutaan orang.

    Meski sudah hadir secara gratis, Perplexity tetap meluncurkan versi berbayar bernama Comet Plus bulan Agustus lalu. Pelanggan dapat akses untuk konten dari penerbit dan jurnalis terpercaya.

    Perusahaan juga telah bermitra dengan sejumlah penerbit yakni CNN, Condé Nast, The Washington Post, Los Angeles Times, Fortune, Le Monde, dan Le Figaro.

    Selain itu, Perplexity juga tengah menyiapkan sejumlah fitur yang akan segera hadir. misalnya akan ada Comet versi seluler nantinya.

    Adapula fitur Asisten Latar Belakang. Fitur ini bisa mengerjakan beberapa tugas bersamaan dan sinkron.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]