Author: Beritasatu.com

  • Wilayah yang Akan Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini 16 Desember 2025

    Wilayah yang Akan Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini 16 Desember 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada Selasa (16/12/2025), mulai pukul 07.00 WIB.

    BMKG menyebutkan, gelombang laut diperkirakan dapat mencapai 4 meter. Kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah utara yang bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8-30 knot. 

    Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-30 knot.

    Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Laut Arafuru.

    BMKG mencatat terdapat dua wilayah perairan dengan potensi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter, yaitu Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Samudra Pasifik utara Maluku.

    BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut agar tetap waspada. Gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.

  • Banjir Sumatera: Satgas Hitung Kerugian Akibat Perusakan Lingkungan

    Banjir Sumatera: Satgas Hitung Kerugian Akibat Perusakan Lingkungan

    Jakarta, Beritasatu.com – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menghitung kerugian akibat perusakan lingkungan yang memicu banjir di sejumlah wilayah Sumatera, yakni Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh. Hingga saat ini, terdapat 31 pihak yang telah teridentifikasi atas dugaan pelanggaran yang berkaitan langsung dengan bencana tersebut.

    Ketua Pelaksana Satgas PKH, Febrie Adriansyah mengatakan, perhitungan kerugian ini menjadi bagian penting dalam penegakan hukum lingkungan serta upaya pemulihan pascabencana.

    “Satgas PKH juga akan melakukan perhitungan kerugian atas kerusakan lingkungan,” kata Febrie di Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Febrie menjelaskan, puluhan pihak yang teridentifikasi tersebut tersebar di sejumlah lokasi pada tiga provinsi terdampak. Seluruh pihak yang nantinya terbukti bertanggung jawab akan dibebani kewajiban pemulihan lingkungan sesuai dengan dampak yang ditimbulkan.

    “Akan memberi beban kewajiban pemulihan keadaan sebagai dampak dari bencana yang terjadi kepada pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Febrie.

    Selain itu, Satgas PKH juga akan melakukan evaluasi perizinan terhadap perusahaan dan pihak terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

    Sementara itu, Dansatgas PKH Mayjen TNI Dody Triwinarno mengungkapkan, dari hasil pemetaan sementara, terdapat 31 perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya banjir di wilayah Sumatera.

    “Di Aceh, dugaan sementara yang terimbas langsung, yang terkait langsung dengan DAS (daerah aliran sungai) ada sembilan perseroan terbatas (PT),” tutur Dody.

    Di Sumatera Utara, dugaan pelanggaran ditemukan di kawasan DAS Batang Toru, Sungai Garoga, serta Langkat. Ada delapan pihak, termasuk kelompok pemegang hak atas tanah (PHT), yang saat ini diselidiki.

    Adapun di Sumatera Barat, Satgas PKH mengidentifikasi 14 perusahaan lokal yang aktivitasnya berada di tiga wilayah DAS dan diduga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.

    “Kami perkirakan ada 14 entitas perusahaan lokal dari tiga wilayah daerah aliran sungai yang menjadi penyebab (banjir Sumatera, Red),” ungkap Dody.

    Satgas PKH menegaskan, langkah ini bertujuan memastikan keadilan lingkungan, mencegah bencana serupa terulang, serta mendorong pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan di wilayah Sumatera.

  • Wilayah Ini Berpotensi Tergenang Banjir Rob hingga Akhir Desember 2025

    Wilayah Ini Berpotensi Tergenang Banjir Rob hingga Akhir Desember 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 16–31 Desember 2025.

    Dikutip dari akun Instagram resmi BMKG, Selasa (16/12/2025), potensi banjir pesisir dipicu oleh pasang maksimum air laut yang diperkuat dengan fenomena fase Bulan Baru pada 20 Desember 2025, sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Kondisi ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan pelabuhan.

    Dampak yang berpotensi terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat pelabuhan, pemukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

    Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, wilayah pesisir yang berpotensi terdampak rob meliputi pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga sejumlah wilayah pesisir di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga, serta rutin memantau informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko dan meminimalkan dampak banjir pesisir.

  • Jurnalis B-Universe Ikuti Pelatihan Kedaruratan Liputan Daerah Rawan

    Jurnalis B-Universe Ikuti Pelatihan Kedaruratan Liputan Daerah Rawan

    Karawang, Beritasatu.com — Sebanyak 42 jurnalis termasuk dua orang dari B-Universe mengikuti pelatihan pembekalan tentang prosedur kedaruratan di daerah rawan yang digelar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Senin (15/12/2025).

    Keikutsertaan jurnalis B-Universe dalam pelatihan ini mencerminkan komitmen grup media multiplatform milik Enggartiasto Lukita ini terhadap peningkatan keselamatan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme jurnalis, khususnya dalam peliputan di wilayah dengan tingkat risiko tinggi, seperti daerah rawan bencana, konflik, dan gangguan keamanan.

    Dua perwakilan B-Universe dalam pelatihan ini, adalah Addin Anugrah Siwi dan Juan Ardya Guardiola. Saat sesi pembukaan, Juan Ardya bahkan dipercaya sebagai pemimpin upacara. Pembukaan juga dihadiri Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait.

    Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. 

    Dalam pidatonya mewakili menteri pertahanan, Freddy menegaskan pentingnya pembekalan khusus bagi awak media yang bertugas di daerah rawan.

    “Peliputan di daerah rawan bukanlah hal yang mudah. Risiko yang dihadapi oleh awak media menuntut adanya kesiapsiagaan yang matang, baik dari sisi teknis maupun mental,” ujar Freddy.

    Ia menegaskan keselamatan jurnalis merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait, termasuk negara. 

    “Undang-undang menegaskan bahwa keselamatan jurnalis adalah tanggung jawab setiap institusi terkait, termasuk pemerintah, TNI, dan pihak penyelenggara kegiatan di lapangan,” katanya.

    Menurut Freddy, pembekalan ini dirancang secara komprehensif agar awak media memahami situasi dan tantangan di daerah rawan, tanpa mengubah peran jurnalis sebagai pihak independen.

    “Rangkaian pembekalan ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan awak media bagian dari unsur pertahanan, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan, kemampuan adaptasi, dan profesionalisme,” jelasnya.

    Materi pelatihan mencakup pemahaman isu pertahanan dan kebijakan nasional, peran dan fungsi TNI, pola koordinasi di wilayah tugas, dasar-dasar keselamatan, antisipasi bencana, hingga respons awal dalam kondisi darurat. Peserta juga dibekali keterampilan praktis seperti pertolongan pertama dan prinsip dasar survival.

    Freddy menilai, jurnalis yang terlatih dan memahami prosedur kedaruratan akan mampu menjalankan tugas jurnalistik secara aman dan tetap menghasilkan informasi yang akurat serta bertanggung jawab.

    “Awak media yang tangguh, terlatih, dan memahami prosedur kedaruratan, secara tidak langsung turut memperkuat ketahanan nasional,” tegasnya.

    Pelatihan yang berlangsung pada 14-20 Desember 2025 ini dirancang untuk membekali awak media dengan pemahaman teknis dan prosedural saat menghadapi situasi darurat di wilayah rawan. 

    Melalui materi kelas dan praktik lapangan, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengantisipasi risiko bencana, konflik, maupun gangguan keamanan, tanpa mengurangi independensi dan fungsi jurnalistik di lapangan.

    Selain materi konseptual, peserta juga dibekali pengetahuan praktis seperti pertolongan pertama, prinsip dasar survival, navigasi sederhana, serta studi kasus daerah konflik. 

    Pembekalan ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan awak media sebagai bagian dari unsur pertahanan, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan, kemampuan adaptasi, dan profesionalisme jurnalis sesuai standar keselamatan. 

  • Prabowo Segera Bentuk Badan Rehabilitasi Rekonstruksi Aceh-Sumatera

    Prabowo Segera Bentuk Badan Rehabilitasi Rekonstruksi Aceh-Sumatera

    Jakarta, Berirasatu.com – Presiden Prabowo Subianto segera membentuk badan atau satuan tugas (satgas) khusus rehabilitasi dan rekonstruksi dalam rangka percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

    “Segera akan kita bentuk, apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). 

    Prabowo belum mendetailkan siapa-siapa saja anggota dan kapan satgas tersebut akan dibentuk. Ia melanjutkan, salah satu fokus utama pemerintah dalam pemulihan pascabencana adalah perbaikan perumahan dan infrastruktur.

    Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga akan mulai membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

    Menurut laporan, Kementerian PKP segera membangun 2.000 unit rumah pada tahap awal.

    “Segera kita akan bangun hunian-hunian sementara dan hunian-hunian tetap,” kata Prabowo 

    Prabowo menegaskan semua lahan milik negara dapat dimanfaatkan, sehingga tak ada alasan untuk menunda pekerjaan. Bahkan, konsesi hutan yang diberikan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) juga bisa digunakan untuk hunian warga.

    “Semua unsur nanti bekerja sama, jangan ada alasan. Cari lahan, pakai lahan milik negara yang ada. Kalau perlu PTPN, kalau perlu konsesi-konsesi hutan itu kita pakai semua,” ucapnya.

    Selain pembangunan hunian untuk warga terdampak, Prabowo menyebut pemerintah telah mengirimkan 1.000 alat-alat berat dan fasilitas pendukung sudah dikirim, termasuk truk, ekskavator, tangki air bersih, air minum, toilet-toilet portabel.

    Jumlah alat berat dan fasilitas pendukung tersebut pun terus ditambah pemerintah. Tak hanya itu, akses jalan darat yang terputus telah diperbaiki secara bertahap dan tujuh jembatan bailey sudah rampung sehingga diharapkan dapat mempermudah konektivitas warga di lokasi terdampak.

    “50 jembatan bailey sedang kita kerjakan, tujuh tadi sudah jadi,” papar Prabowo.

    Jaringan telekomunikasi terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor di sebagian daerah di Sumatera pada akhir November 2025. Pemerintah berupaya memulihkannya agar komunikasi masyarakat segera normal. – (Antara/Antara)

    Langkah-langkah tersebut merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana. Meski belum menyeluruh, Prabowo menyebut pemerintah terus bekerja keras agar pemulihan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

    Diketahui, saat tsunami melanda Aceh pada 2004, pemerintah juga membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) untuk memulihkan provinsi itu dari dampak bencana. Selain membentuk BRR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menetapkan status bencana nasional sehingga penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi lebih optimal dilakukan. 

  • Prabowo Perintahkan Jumlah Polisi Kehutanan Dilipatgandakan

    Prabowo Perintahkan Jumlah Polisi Kehutanan Dilipatgandakan

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah berencana melipatgandakan jumlah polisi kehutanan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan hutan nasional. Kebijakan ini dinilai mendesak guna menekan praktik pembalakan liar (illegal logging) yang selama ini memicu kerusakan hutan serta meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir dan longsor.

    Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan, peningkatan jumlah polisi kehutanan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Insyaallah akan kita lakukan, termasuk pak presiden memerintahkan agar melipatgandakan jumlah polisi kehutanan kita,” ujar Raja Juli di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Menurut Raja Juli, jumlah polisi kehutanan saat ini masih jauh dari ideal, terutama di wilayah dengan kawasan hutan yang sangat luas. Ia mencontohkan Provinsi Aceh yang memiliki sekitar 3,5 juta hektare hutan, tetapi hanya dijaga oleh sekitar 30–32 personel polisi hutan.

    Rasio tersebut dinilai tidak sebanding dengan tantangan pengawasan di lapangan. Setelah kondisi ini dilaporkan, Presiden Prabowo langsung meminta agar jumlah polisi kehutanan ditingkatkan secara signifikan.

    Raja Juli menegaskan, penguatan personel merupakan kunci utama untuk mencegah pembalakan liar yang merusak ekosistem hutan dan meningkatkan kerentanan bencana, khususnya banjir dan longsor di sejumlah daerah.

    “Saya tambah percaya diri bersama rekan-rekan kehutanan karena kami mendapat dukungan moral yang kuat, mendapat dukungan politik yang kuat dari Pak Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.

    Selain menambah jumlah personel, Kementerian Kehutanan juga menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola kehutanan (forest governance). Presiden Prabowo disebut telah memberikan persetujuan dan arahan untuk melakukan pembenahan struktural guna mengatasi persoalan mendasar di sektor kehutanan.

    Salah satu masalah utama yang disoroti adalah jauhnya rentang kendali antara kementerian di tingkat pusat dengan unit pelaksana teknis (UPT) di daerah. Kondisi ini dinilai membuat pengawasan dan pengambilan keputusan di lapangan menjadi kurang efektif.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kehutanan mengusulkan pembentukan kepala kantor wilayah (kakanwil) kehutanan di setiap provinsi. Usulan ini telah mendapat persetujuan presiden sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi kehutanan di daerah.

  • 31 Perusahaan Diduga Penyebab Bencana Aceh-Sumatera

    31 Perusahaan Diduga Penyebab Bencana Aceh-Sumatera

    Jakarta, Beritasatu.com – Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengidentifikasi 31 perusahaan yang diduga sebagai faktor penyebab bencana banjir di Aceh dan Sumatera. Puluhan perusahaan tersebut tersebar di sejumlah daerah.

    “Di Aceh, dugaan sementara yang terimbas langsung, yang terkait langsung dengan DAS (daerah aliran sungai) itu ada sembilan PT,” kata Dansatgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarno, di Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Lalu di Sumatera Utara (Sumut), antara lain yang terletak di DAS Batang Toru, Sungai Garoga, dan Langkat. Jumlahnya disebut ada delapan pihak yang diduga melakukan pelanggaran, termasuk dari kelompok pemegang hak atas tanah (PHT).

    Kemudian di Sumatera Barat (Sumbar), Satgas PKH mengidentifikasi 14 perusahaan lokal. Belasan perusahaan tersebut terletak di tiga DAS.

    “Entitas perusahaan lokal, diperkirakan ada 14 dari tiga wilayah daerah aliran sungai yang menjadi penyebab,” ungkap Dody.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Satgas PKH, Febrie Adriansyah menyampaikan pihaknya sudah memetakan perusahaan mana saja yang diduga menjadi penyebab bencana. Selain itu, sudah diketahui juga dugaan pidana seperti apa yang terjadi.

    Menurut Febrie, penegakan hukum akan dilakukan secara terpadu oleh Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Gakkum Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kejaksaan. Tidak hanya perorangan, korporasi juga akan dimintai pertanggungjawaban pidana.

    “Selain pidana, akan dikenakan sanksi administratif berupa evaluasi perizinan. Apabila ditemukan izin yang tidak sesuai atau melanggar, akan ditinjau kembali,” pungkasnya.

  • Lirik Lagu Trouble dari Cage the Elephant dan Terjemahannya

    Lirik Lagu Trouble dari Cage the Elephant dan Terjemahannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Lagu Trouble dari Cage the Elephant merupakan salah satu single yang dirilis pada 19 November 2015. Lagu ini diproduksi oleh Dan Auerbach, musisi yang juga dikenal sebagai personel The Black Keys.

    Kehadiran Dan Auerbach sebagai produser memberi warna tersendiri pada lagu ini, terutama dalam nuansa musiknya yang terdengar sederhana, emosional, dan penuh perasaan.

    Lagu Trouble ditulis oleh seluruh anggota Cage the Elephant dan memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan perjalanan hidup sang vokalis, Matt Shultz.

    Liriknya berangkat dari pengalaman pribadi Matt yang sejak kecil telah akrab dengan berbagai kesulitan, terutama kondisi ekonomi keluarganya yang serba terbatas.

    Pengalaman tersebut membentuk sudut pandang emosional yang kemudian dituangkan secara jujur ke dalam lagu ini.

    Dalam sejumlah wawancara, Matt Shultz mengungkapkan masalah seolah selalu hadir dalam hidupnya. Perasaan tersebut tercermin jelas dalam lirik lagu Trouble, yang mana ia menyampaikan kegelisahan, kelelahan emosional, serta kerinduan akan sosok yang dapat memberinya ketenangan.

    Lagu ini terasa seperti doa atau permohonan tulus, di mana Matt berharap cinta akan datang dan menemaninya melewati masa-masa sulit.

    Cinta yang dimaksud dalam lagu Trouble dari Cage the Elephant diyakini merujuk pada sosok istrinya, aktris asal Prancis Juliette Buchs.

    Kehadiran figur tersebut dipandang sebagai sumber dukungan emosional yang sangat dibutuhkan Matt, baik dalam kehidupan pribadi maupun perjalanan kariernya di dunia musik.

    Melalui lirik yang sederhana tetapi dalam, Matt mengekspresikan harapannya untuk mendapatkan cinta yang mampu menjadi pegangan saat hidup terasa berat.

    Lebih dari sekadar lagu tentang hubungan personal, Trouble juga mencerminkan ketidakpastian Matt Shultz terhadap masa depan dan kesuksesan di industri musik.

    Di balik popularitas Cage the Elephant, tersimpan rasa ragu dan kecemasan yang jarang terungkap ke permukaan. Lagu ini menjadi bentuk pengakuan yang jujur dan rentan tentang kebutuhan akan dukungan emosional di tengah tekanan pribadi dan profesional.

    Dengan pendekatan lirik yang intim dan emosional, lagu Trouble dari Cage the Elephant berhasil menghadirkan kisah yang dekat dengan banyak pendengar.

    Lagu ini bukan hanya menceritakan perjuangan seorang musisi, tetapi juga menggambarkan pengalaman manusia secara universal tentang harapan, cinta, dan kebutuhan untuk merasa tidak sendirian saat menghadapi masalah hidup.

    Berikut ini lirik lagu Trouble dari Cage the Elephant dan terjemahannya.

    Lirik Lagu Trouble dari Cage the Elephant

    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh

    We were at the table by the window with the view
    Casting shadows, the sun was pushing through
    Spoke a lot of words, I don’t know if I spoke the truth

    Got so much to lose
    Got so much to prove
    God, don’t let me lose my mind

    Trouble on my left, trouble on my right
    I’ve been facing trouble almost all my life
    My sweet love, won’t you pull me through?
    Everywhere I look, I catch a glimpse of you
    I said it was love and I did it for life, didn’t do it for you

    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh

    We will come to pass, will I pass the test?
    You know what they say, yeah
    The wicked get no rest
    You can have my heart, any place, any time

    Got so much to lose
    Got so much to prove
    God, don’t let me lose my mind

    Trouble on my left, trouble on my right
    I’ve been facing trouble almost all my life
    My sweet love, won’t you pull me through?
    Everywhere I look, I catch a glimpse of you
    I said it was love and I did it for life, didn’t do it for you

    Trouble on my left, trouble on my right
    I’ve been facing trouble almost all my life
    My sweet love, won’t you pull me through?
    Everywhere I look, I catch a glimpse of you
    I said it was love and I did it for life, didn’t do it for you

    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh

    Got so much to lose
    Got so much to prove
    God, don’t let me lose my mind

    Terjemahan Lirik Lagu Trouble dari Cage the Elephant

    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh

    Kita berada di meja dekat jendela dengan pemandangan
    Membentuk bayangan, matahari menerobos masuk
    Mengucapkan banyak kata, aku tidak tahu apakah aku mengatakan yang sebenarnya

    Punya banyak hal untuk hilang
    Punya banyak hal untuk dibuktikan
    Tuhan, jangan biarkan aku kehilangan akalku

    Masalah di kiriku, masalah di kananku
    Aku telah menghadapi masalah hampir sepanjang hidupku
    Cintaku yang manis, maukah kamu menarikku keluar?
    Ke mana pun aku melihat, aku menangkap sekilas dirimu
    Aku bilang itu cinta dan aku melakukannya untuk hidup, tidak melakukannya untukmu

    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh

    Kita akan berlalu, akankah aku lulus ujian?
    Kamu tahu apa kata mereka, ya
    Orang jahat tidak mendapatkan istirahat
    Kamu bisa memiliki hatiku, di tempat mana pun, kapan saja

    Punya banyak hal untuk hilang
    Punya banyak hal untuk dibuktikan
    Tuhan, jangan biarkan aku kehilangan akalku

    Masalah di kiriku, masalah di kananku
    Aku telah menghadapi masalah hampir sepanjang hidupku
    Cintaku yang manis, maukah kamu menarikku keluar?
    Ke mana pun aku melihat, aku menangkap sekilas dirimu
    Aku bilang itu cinta dan aku melakukannya untuk hidup, tidak melakukannya untukmu

    Masalah di kiriku, masalah di kananku
    Aku telah menghadapi masalah hampir sepanjang hidupku
    Cintaku yang manis, maukah kamu menarikku keluar?
    Ke mana pun aku melihat, aku menangkap sekilas dirimu
    Aku bilang itu cinta dan aku melakukannya untuk hidup, tidak melakukannya untukmu

    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh
    Ooh, ooh-ooh
    Ooh-ooh

    Punya banyak hal untuk hilang
    Punya banyak hal untuk dibuktikan
    Tuhan, jangan biarkan aku kehilangan akalku

    Itulah lirik lagu Trouble dari Cage the Elephant yang bisa didengarkan pada platform streaming musik kesayangan Anda.

  • Cuaca Buruk Turunkan Daya Tahan Tubuh, Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Cuaca Buruk Turunkan Daya Tahan Tubuh, Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena cuaca buruk yang bisa menurunkan daya tahan tubuh merupakan kondisi yang sering dirasakan banyak orang.

    Saat suhu menurun atau cuaca menjadi dingin dan tidak menentu, tubuh terasa lebih mudah lelah, tenggorokan tidak nyaman, hingga akhirnya terserang flu atau pilek.

    Selama bertahun-tahun, kondisi ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan berada lebih lama di dalam ruangan sehingga penularan virus menjadi lebih mudah.

    Dikutip dari The Scientist, sayangnya penelitian ilmiah terbaru menunjukkan anggapan tersebut belum sepenuhnya menjelaskan penyebabnya.

    Penurunan suhu ternyata memiliki dampak langsung terhadap sistem kekebalan tubuh, khususnya pada saluran pernapasan.

    Artinya, melemahnya imun saat cuaca buruk bukan hanya soal perilaku, tetapi juga berkaitan erat dengan mekanisme biologis tubuh.

    Memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap suhu rendah menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan.

    Temuan ini menjelaskan secara ilmiah mengapa tubuh lebih rentan terhadap infeksi ketika cuaca memburuk, dengan hidung sebagai garis pertahanan pertama yang paling terdampak.

    Hidung sebagai Pertahanan Awal Sistem Imun

    Penelitian terbaru mengungkap bahwa hidung berperan sebagai pintu gerbang utama masuknya virus dari udara. Bagian ini dilengkapi dengan sistem pertahanan lokal yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan.

    Ketika seseorang menghirup udara dingin, suhu di bagian depan rongga hidung dapat turun secara drastis. Penurunan suhu inilah yang kemudian memengaruhi cara sel-sel di hidung menjalankan fungsi pertahanan terhadap virus dan patogen lainnya.

    Pelemahan Respons Imun Lokal di Saluran Pernapasan

    Pada kondisi normal, sel-sel yang melapisi bagian depan hidung akan melepaskan kantong kecil berisi cairan yang disebut vesikel ekstraseluler.

    Vesikel ini memiliki peran penting dalam sistem imun karena bertugas mengikat virus dan membawanya ke bagian belakang hidung untuk kemudian dibersihkan melalui lendir atau mukus sebelum mencapai paru-paru.

    Namun, saat suhu udara dingin, produksi vesikel ekstraseluler ini menurun secara signifikan. Penelitian menunjukkan jumlahnya dapat berkurang hingga hampir 42%. Tidak hanya itu, pergerakan vesikel juga menjadi lebih lambat.

    Akibatnya, kemampuan tubuh untuk meluncurkan respons imun cepat di hidung ikut melemah, sehingga virus lebih mudah bertahan dan berkembang biak.

    Kondisi inilah yang menjelaskan secara biologis mengapa cuaca buruk turunkan daya tahan tubuh, terutama terhadap infeksi saluran pernapasan.

    Dampak Suhu Dingin pada Sel Pemicu Kekebalan

    Pengaruh suhu rendah tidak berhenti pada vesikel ekstraseluler saja. Sel-sel lain yang berfungsi memicu respons kekebalan juga ikut terdampak.

    Dalam kondisi normal, ketika sel-sel ini mendeteksi keberadaan virus, mereka akan melepaskan sinyal peringatan berupa interferon.

    Interferon berfungsi menghambat replikasi virus sekaligus memberi peringatan kepada sel-sel lain agar bersiap melawan infeksi. Namun, penelitian menemukan penurunan suhu di rongga hidung mengurangi kemampuan sel untuk melepaskan interferon secara optimal.

    Akibatnya, pertahanan kimiawi tubuh terhadap virus menjadi lebih lemah saat cuaca dingin atau buruk.

    Pengaruh Kelembapan Udara terhadap Penyebaran Virus

    Selain suhu, cuaca buruk sering kali disertai dengan tingkat kelembapan udara yang rendah. Udara kering telah lama dikaitkan dengan meningkatnya penyebaran virus pernapasan. Dalam kondisi ini, partikel virus dapat bertahan lebih lama di udara.

    Saat seseorang batuk atau bersin, partikel virus tidak cepat jatuh ke permukaan tanah jika udara kering. Hal ini membuat virus lebih mudah terhirup oleh orang lain, sehingga risiko penularan meningkat.

    Faktor lingkungan ini semakin memperkuat alasan mengapa cuaca buruk turunkan daya tahan tubuh secara tidak langsung.

    Perubahan Perilaku dan Peran Vitamin D

    Di samping faktor biologis, perubahan perilaku saat cuaca buruk juga turut berkontribusi terhadap penurunan daya tahan tubuh.

    Saat hujan, dingin, atau cuaca ekstrem, orang cenderung lebih banyak berada di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Kondisi ini meningkatkan kontak dekat antarindividu dan mempermudah penyebaran virus.

    Selain itu, paparan sinar matahari juga berkurang selama periode cuaca buruk. Sinar matahari berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang diketahui memiliki fungsi pendukung sistem kekebalan tubuh.

    Kekurangan vitamin D dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, meskipun mekanismenya berbeda dengan respons imun lokal di hidung.

    Mengapa Cuaca Buruk Menurunkan Daya Tahan Tubuh?

    Secara keseluruhan, anggapan cuaca buruk turunkan daya tahan tubuh bukanlah mitos. Kondisi ini terjadi akibat kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan.

    Penurunan suhu secara langsung melemahkan pertahanan imun di hidung dengan mengurangi produksi vesikel dan pelepasan interferon.

    Di sisi lain, faktor lingkungan seperti udara kering serta perubahan perilaku saat cuaca buruk turut meningkatkan risiko penyebaran virus.

    Dengan memahami bagaimana suhu dan lingkungan memengaruhi sistem kekebalan tubuh, kita dapat lebih waspada dan bijak dalam menjaga kesehatan.

    Langkah pencegahan sederhana, seperti menjaga tubuh tetap hangat, memastikan asupan nutrisi yang baik, serta memperhatikan kebersihan dapat membantu mengurangi risiko sakit selama musim hujan atau periode cuaca buruk.

  • Jaga Stok LPG di Aceh, Pertamina Terapkan Distribusi Alternatif

    Jaga Stok LPG di Aceh, Pertamina Terapkan Distribusi Alternatif

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Patra Niaga terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan energi, khususnya LPG, di wilayah Aceh. Langkah ini dilakukan menyusul terganggunya stok dan distribusi LPG di sejumlah daerah akibat bencana banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

    Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan, proses distribusi LPG saat ini menghadapi kendala serius karena sejumlah jalur darat tidak dapat dilalui akibat jalan terputus serta dampak banjir dan longsor.

    Kondisi tersebut membuat penyaluran energi tidak bisa dilakukan melalui rute reguler seperti biasanya. Beberapa akses utama yang belum berfungsi optimal antara lain jalur darat Lhokseumawe-Bener Meriah serta jembatan penghubung Bireuen-Lhokseumawe. Padahal, dalam kondisi normal, pasokan LPG untuk Banda Aceh disalurkan dari Lhokseumawe melalui jalur darat.

    “Jalur dari Lhokseumawe ke Banda Aceh itu terputus. Sehingga ini mengganggu pasokan LPG dari Lhokseumawe ke Banda Aceh dan sekitarnya,” ungkap Mars Ega di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (15/12/2025).

    Untuk menjaga ketersediaan LPG di Aceh, Pertamina Patra Niaga menerapkan berbagai skema distribusi alternatif dengan memanfaatkan beragam moda transportasi, mulai dari jalur darat, laut, hingga udara.

    Mars Ega menjelaskan, untuk wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen, pasokan LPG yang sebelumnya rutin dikirim dari Lhokseumawe melalui jalur darat terpaksa dialihkan. Terputusnya jalur Lhokseumawe–Bireuen membuat perusahaan menyalurkan LPG dengan menyeberangkan armada skid tank atau mobil tangki LPG menggunakan kapal laut dari Integrated Terminal Lhokseumawe menuju Fuel Terminal Krueng Raya di Banda Aceh. Selanjutnya, LPG didistribusikan kembali melalui jalur darat ke Pidie Jaya dan Bireuen.

    Sementara itu, untuk wilayah Aceh Timur dan Langsa, penyaluran BBM dan LPG dari Fuel Terminal Lhokseumawe masih dapat dilakukan melalui jalur darat. Pasalnya, akses dari wilayah timur Aceh, khususnya dari Aceh Tamiang menuju Lhokseumawe, masih bisa dilalui.

    Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan skema alternative emergency (AE) dengan memanfaatkan kapal Ro-Ro (roll-on/roll-off) guna mendukung pengiriman skid tank LPG dari Lhokseumawe ke Banda Aceh demi menjaga pasokan di Pidie Jaya dan Bireuen.

    Di Bireuen, pendistribusian LPG bahkan dilakukan dengan cara menarik skid tank menggunakan tali baja untuk menyeberangi sungai akibat jembatan yang terputus.

    Sebagai langkah tambahan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan pasokan ekstra dengan mendatangkan truk skid tank LPG dari Dumai, Palembang, Batam, hingga Jawa.

    “Selain itu, hari ini kami juga memberangkatkan ada lima truk tangki dari Dumai, Sumatera dan juga dari Jawa Barat menuju ke Lhokseumawe,” pungkasnya.