Author: Beritasatu.com

  • Danantara Ungkap 3 Kepastian yang Dicari Investor untuk Proyek WTE

    Danantara Ungkap 3 Kepastian yang Dicari Investor untuk Proyek WTE

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan bahwa investor membutuhkan tiga bentuk kepastian sebelum masuk ke proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (Waste-to-Energy/WTE).

    Senior Director of Investment Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Sunata Tjiterosampurno mengatakan, kepastian pertama adalah arus kas yang terjamin, bukan sekadar proyeksi, tetapi berdasarkan operasional nyata.

    Ia menyebut kepastian volume sampah yang dikirim pemerintah daerah ke fasilitas pengolahan dan kepastian offtaker listrik oleh PLN sebagai faktor penentu.

    “Kepastian cashflow itu bukan hanya hitung-hitungan di atas kertas, tapi berdasarkan operation and execution,” ujar Sunata dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).

    Ia menambahkan, kepastian tersebut akan memengaruhi tingkat kelayakan dan keberlanjutan proyek WTE dari sisi finansial.

    “Ini akan menentukan bankability dan sustainability proyek. Semua proyek infrastruktur harus sustain, termasuk finansialnya,” kata dia.

    Kedua, investor memerlukan alokasi risiko yang jelas sesuai peran masing-masing pemangku kepentingan. Sunata menekankan pentingnya pembagian risiko yang tepat antara investor finansial, pemerintah, perbankan, maupun dana publik. 

    “Intinya, siapa yang paling pantas mengambil risiko itu dan apa peran tiap pihak agar proyeknya berjalan,” ujarnya.

    Aspek ketiga adalah kepastian regulasi jangka panjang, mengingat pembangunan fasilitas WTE membutuhkan waktu operasi hingga 15-20 tahun.

    Menurut Sunata, kepastian regulasi tidak hanya berdampak pada imbal hasil finansial, tetapi juga pada manfaat ekonomi yang lebih luas.

    Danantara Indonesia sebelumnya meluncurkan proyek WTE pada akhir Oktober 2025. Bersama pemerintah, mereka menargetkan pembangunan 33 stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia, masing-masing berkapasitas 1.000 ton per hari dan nilai investasi Rp 2-Rp 3 triliun.

    Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk isu lingkungan, kesehatan, dan energi, sekaligus mendukung target net zero emissions (NZE) 2060. Danantara memperkirakan program tersebut mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80%, sementara tiap unit PSEL dapat menghasilkan listrik sekitar 15 megawatt dan menghemat penggunaan lahan hingga 90%.

  • Nasihat Ayu Ting Ting ke Naysilla Soal Perjodohan Jadi Sorotan

    Nasihat Ayu Ting Ting ke Naysilla Soal Perjodohan Jadi Sorotan

    Jakarta, Beritasatu.com – Nasihat sekaligus saran pedangdut Ayu Ting Ting kepada Naysila Mirdad terkait jodoh  menjadi sorotan warganet.

    Nasihat dari Ayu Ting Ting kepada Naysila Mirdad itu terjadi di program Lapor Pak yang diunggah ulang oleh akun Tiktok @antiq165. Di mana, Naysila Mirdad mengaku akan dijodohkan oleh seseorang.

    “Jadi, begini karena kita sudah ngobrolin sama anak-anak. Nanti, kalau bos kamu ke sini kita bilang kamu (Naysilla Mirdad) sudah punya pacar yaitu komandan kita di kantor polisi,” kata Surya Insomnia kepada Naysila Mirdad, Selasa (9/12/2025).

    Mendengar ungkapan dari Surya Insomnia itu, membuat Naysilla Mirdad menyetujuinya.

    Nasihat Ayu Ting Ting kepada Naysila Mirdad soal perjodohan jadi sorotan. – (Beritasatu.com/Tiktok)

    “Oke-oke. Jadi itu, soalnya aku mau dijodoh-jodohin dan aku enggak suka sama orang itu,” balas Naysila Mirdad.

    Mendengar ucapan dari Naysila tersebut, Ayu Ting Ting langsung melarangnya.

    “Jangan mau deh dijodoh-jodohin, belum tentu benar dijodoh-jodohin,” kata Ayu Ting Ting.

    Nasihat yang diutarakan oleh Ayu Ting Ting itu bisa jadi merupakan pengalaman yang pernah dilaluinya. Di mana, Ayu Ting Ting pernah dijodohkan oleh dokter gigi langganannya dengan pengusaha bernama Adit Jayusman.

    Bahkan setelah itu, Ayu Ting Ting juga pernah dijodohkan dengan seorang prajurit TNI Muhammad Fardhana atas rekomendasi dari keluarganya.

    “Gue support kamu,” timpal Kiky Saputri.

    “Jangan mau kak dijodoh-jodohin, aduh jangan deh. Mendingan, kita sendiri saja yang mencarinya,” ucap Ayu Ting Ting lagi.

    Surya Insomnia langsung mencairkan suasana agar pembicaraan perjodohan tidak menjadi ungkapan yang serius.

    “Tinggal dua kandidatnya, Andika sama yakult less sugar,” ucap Surya Insomnia yang diikuti tertawa dari para pemain tersebut, Andika Pratama, Hesti Purwadinata, Kiky Saputri, Naysila Mirdad, hingga Ayu Ting Ting.

    Diketahui, Naysila Mirdad hingga saat ini memang belum menikah.

  • Pemerintah Petakan Kerusakan Rumah dan Siapkan Relokasi di Sumbar

    Pemerintah Petakan Kerusakan Rumah dan Siapkan Relokasi di Sumbar

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan survei peninjauan ke tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Tiga pejabat eselon I yang terjun langsung, yakni Dirjen Perumahan Perdesaan Imran, Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Aziz Andriansyah, dan Dirjen Kawasan Permukiman Fitrah Nur.

    Fitrah, yang meninjau langsung kondisi pemukiman di Sumatera Barat, mengatakan bahwa rumah warga terdampak terbagi dalam kategori rusak ringan, sedang, berat, serta yang hanyut.

    “Data kemarin, itu ada 691 yang hanyut. Kemungkinan akan bertambah dengan kategori rusak berat karena kondisinya sudah tidak memungkinkan diperbaiki,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Hukum, Selasa (9/12/2025).

    Menurut Fitrah, rumah yang hanyut itu berada di kawasan yang terdampak perpindahan alur sungai, sehingga banyak permukiman hilang di sempadan sungai. Selain itu, rumah rusak berat berjumlah 1.733 unit, rusak sedang 1.027 unit, dan rusak ringan mencapai 5.347 unit.

    “Data ini sudah kami perbarui per Senin kemarin,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pihaknya sedang mengupayakan pengajuan relokasi berdasarkan rekomendasi Pemerintah Provinsi Sumatra Barat hingga tingkat kabupaten dan kota. “Untuk rumah yang hanyut dan hilang, kami sudah menyiapkan opsi lokasi relokasi dari Pemda dan wali kota. Namun anggarannya belum tersedia,” kata Fitrah.

    Saat ini pemerintah pusat dan daerah masih fokus pada penanganan darurat, sehingga PKP belum dapat masuk ke tahap pembangunan hunian.

    “Situasi masih dalam fase penyelamatan, tetapi kami sudah siapkan kebutuhan selanjutnya,” jelasnya.

    Banjir besar di Kota Padang menimbulkan kerusakan pada enam jembatan, jalan, bendungan, dan fasilitas PDAM. Total kerugian infrastruktur diperkirakan mencapai Rp 202,8 miliar.

    Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa perbaikan difokuskan pada jembatan dan fasilitas vital agar aktivitas warga segera pulih.

    “Kerusakan paling parah terjadi pada Jembatan Gunung Nago senilai Rp 45 miliar, dan Jembatan Kalawi Limau Manis yang putus dengan kerugian Rp 35 miliar,” pungkasnya.

  • Ancaman Berkali-kali Menkeu Purbaya Soal Pembekuan Bea Cukai

    Ancaman Berkali-kali Menkeu Purbaya Soal Pembekuan Bea Cukai

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyebut-nyebut upaya pembekuan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) atau Bea Cukai. Pada Desember 2025, menjadi kali ketiga Purbaya menyebut upaya pembekuan lembaga tersebut.

    Kali ini, hal tersebut diungkapkan Purbaya saat rapat Komisi XI DPR pada Senin (8/12/2025). Ia memberikan waktu setahun ke lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut untuk berbenah.

    Ancaman Purbaya ke Bea Cukai ini bermula dari keluhan industri tekstil dalam negeri soal banyaknya impor baju ilegal di Tanah Air.

    Diketahui, industri dalam negeri alami penurunan penjualan lantaran banyaknya produk tekstil impor ilegal yang dipasarkan di Indonesia. Hal ini diungkap oleh Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI).

    APSyFI Soroti Impor Ilegal yang Tak Kunjung Terselesaikan

    Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) saat itu menyoroti maraknya impor pakaian bekas ilegal yang dinilai merugikan industri tekstil nasional selama empat tahun terakhir. Organisasi ini menilai upaya pemberantasan belum efektif karena tidak menyentuh aktor utama penyelundupan.

    Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta menilai, penindakan selama ini keliru sasaran karena hanya menyentuh pedagang kecil, bukan pihak yang berada di balik rantai pasok.

    “Selama ini yang disasar hanya di level pedagang. Padahal, pedagang itu sebenarnya korban. Pelaku utamanya adalah importirnya,” ujar Redma kepada Beritasatu.com, Senin (3/11/2025).

    Ia menegaskan bahwa penyelundupan tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan aparat tertentu. “Praktik importasi pakaian bekas ini tidak akan berjalan tanpa adanya keterlibatan oknum petugas Bea Cukai di dalamnya,” kata Redma.

    Desakan Penindakan bagi Importir dan Oknum Bea Cukai

    Menurut APSyFI, akar persoalan impor ilegal tidak akan selesai tanpa reformasi serius di lingkungan Bea Cukai. Redma menyatakan pelaku utama berada pada level importir dan jaringan pendukungnya.

    “Kami sangat berharap selain importirnya ditindak, yang paling utama adalah membersihkan instansi Bea Cukai dari para oknum yang membantu jalannya importasi pakaian bekas,” ujarnya.

    Ia menilai, selama petugas masih bisa diajak bermain oleh importir, penyelundupan akan selalu berulang.

    “Kalau petugas Bea Cukai bersih dan menjalankan aturan dengan benar, saya kira importasi pakaian bekas ini akan berhenti,” katanya.

    Purbaya Beri Ancaman Pembekuan Bea Cukai

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada Bea Cukai akibat memburuknya integritas dan pengawasan di lapangan.

    Ia menilai impor pakaian ilegal, termasuk kasus beras 250 ton di Aceh, yang saat itu jadi sorotan, sudah sangat mengganggu penerimaan negara.

  • Bikin Merinding, Richa Novisha Akui Masih Sering Didatangi Gary Iskak

    Bikin Merinding, Richa Novisha Akui Masih Sering Didatangi Gary Iskak

    Jakarta, Beritasatu.com – Istri mendiang Gary Iskak, Richa Novisha menyebut, meski sudah tiada tetapi baginya suaminya masih berada di sekitarnya.

    “Aku sampai saat ini masih merasa beliau (mendiang Gary Iskak) masih ada, karena memang kalau dalam agama Islam itu sampai 40 hari masih ada. Setelah melewati masa 40 hari, beliau akan balik lagi ke sana (surga),” ujar Richa Novisha dikutip dari podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (9/12/2025).

    Richa Novisha mengatakan, meski telah tiada mendiang Gary Iskak sering menengok ke kediamannya untuk melihat keluarganya.

    “Almarhum sudah sering nengok ke rumah. Dia sudah sering kasih tanda-tandanya,” ucapnya lagi.

    Ia menceritakan, tanda-tanda kehadiran mendiang Gary Iskak dalam kehidupan keluarganya.

    “Jadi, waktu Kamis kemarin di rumah itu masih ada ibu, dia lagi jagain aku dan di situ aku cuma bertiga sama anak-anak. Saat itu, kita lagi baca surat Yasin dan kebetulan malam Jumat,” ungkapnya.

    Richa Novisha mengaku, bahwa dari keluarga almarhum memiliki keturunan mempunyai kelebihan yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain.

    “Aku sama Adila yang pertama baca Yasin dan itu sudah selesai. Lalu, anak aku yang paling kecil sedang mandi. Di situ, anak aku bilang ‘Bunda, kayaknya tadi aku lihat ayah deh, dia pakai baju putih’. Namanya anak kecil, dia enggak ada takutnya dan bicaranya lempeng saja. Setelah itu ya sudah selesai,” tuturnya.

    Selain putrinya yang diperlihatkan keberadaan mendiang Gary Iskak,  Richa Novisha mengalami hal yang serupa saat sedang membereskan baju mendiang Gary Iskak

    “Aku memang sebatas merasakan saja. Nah, saat itu aku lagi beres-beres baju-bajunya almarhum di kamar. Tiba-tiba aku mencium aroma yang wangi banget. Aroma itu berasal dari parfum yang biasa dipakai almarhum,” ungkapnya.

    “Seriusan kamu mencium wanginya parfum suamimu?” tanya Denny Sumargo merinding.

    “Iya, karena enggak ada yang pakai cuma almarhum yang pakai parfum itu,” balas Richa Novisha.

    Richa Novisa mengatakan, karena penasaran dengan aroma parfum tersebut membuatnya terus mencarinya. Namun, tidak ditemukan olehnya.

    “Aku sampai cari bau parfumnya, mungkin parfum almarhum tumpah apa bagaimana? Aku cari enggak ada di lemari, aku cari di kamar itu ke semua tempat enggak ada. Aku langsung bilang ‘assalammualaikum ayah’,” ungkapnya.

    Rasa penasaran terhadap aroma parfum mendiang Gary Iskak, membuat Richa Novisha memanggil anaknya yang paling kecil untuk membantu mencari bau wangi tersebut.

    “Akhirnya aku panggil yang paling kecil ‘adik, coba deh kamu ke sini. Kamu cium bau apa’. Anak aku bilang ‘wangi parfumnya ayah’. Namanya kan anak kecil masih polos dan dia itu sampai bilang ‘mungkin enggak bunda, kalau ayah masih ada?” tuturnya.

    “Anak aku sampai manggil ayahnya ‘ayah ada di mana? Kok aku enggak bisa melihat ayah’. Akhirnya, kita duduk di tempat yang biasa almarhum duduk di ujung tempat tidur yang menghadap ke meja lampu. Ya sudah, saya sama anak aku paling kecil berpelukan ‘yuk, kita peluk saja ayah’. Aroma wanginya itu masih ada sampai subuh, aku salat dan ngaji, aromanya baru hilang,” tutupnya.

  • Aura Kasih Mendadak ke PA Jaksel, Ada Masalah Apa?

    Aura Kasih Mendadak ke PA Jaksel, Ada Masalah Apa?

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Aura Kasih mendadak mendatangi Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan. Kedatangannya bukan terkait perselisihan dengan mantan suami, melainkan mengajukan permohonan penetapan perwalian anak atas putrinya, Arabella, hasil pernikahannya dengan Erick Amaral.

    Aura Kasih menjelaskan, pengurusan legalitas perwalian sangat penting bagi dirinya, terutama untuk kebutuhan administrasi Arabella di masa depan.

    “Datang ke sini untuk mengurus legalitas penetapan perwalian agar administrasinya lebih mudah di masa depan. Kalau sudah ada penetapannya, semuanya jadi lebih gampang,” ujar Aura Kasih melalui dikutip dari YouTube Citraselebriti, Selasa (9/12/2025).

    Menurutnya, dokumen perwalian menjadi syarat penting ketika akan mengurus berbagai kebutuhan, mulai dari paspor, visa, hingga dokumen kependudukan.

    Aura Kasih menyebut, dirinya kini sering bepergian bersama anaknya. Karena itu, legalitas perwalian dibutuhkan agar proses perjalanan ke luar negeri menjadi lebih lancar.

    “Aku sama anak sering liburan. Kalau mau ke Eropa atau negara lain, kan butuh perwalian. Buat visa, paspor, sekolah di luar negeri juga pasti ditanya persetujuan ayahnya. Jadi perwalian ini buat mempermudah,” jelasnya.

    Ia menegaskan, langkah ini sama sekali bukan hasil dari konflik atau perselisihan dengan Erick Amaral, mantan suaminya.

    “Ini cuma untuk administrasi. Enggak ada masalah atau perselisihan dengan mantan suami. Semuanya baik-baik saja,” tegasnya.

    Sebagai informasi, Aura Kasih dan Erick Amaral resmi bercerai pada 28 April 2021. Dalam putusan tersebut, hak asuh dan perwalian Arabella memang diberikan kepada Aura Kasih.

  • Bank Mandiri Kembali Raih Juara 1 ARA 2024 Atas Transparansi Laporan Tahunan

    Bank Mandiri Kembali Raih Juara 1 ARA 2024 Atas Transparansi Laporan Tahunan

    Jakarta, Beritasatu.com – Bank Mandiri kembali mencatatkan prestasi tata kelola setelah meraih Juara 1 Kategori BUMN Go Publik Keuangan pada ajang Annual Report Award (ARA) 2024, menandai kemenangan empat tahun berturut-turut dalam periode 2021–2024. Capaian ini memperkuat posisi bank berlogo pita emas ini sebagai perusahaan yang konsisten menjaga kualitas pelaporan publik, transparansi, dan akuntabilitas di tengah meningkatnya tuntutan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Senin (8/12/2025) malam dan diterima oleh Direktur Human Capital and Compliance Bank Mandiri Eka Fitria serta disaksikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Mandiri Kuswiyoto.

    Sebagai informasi, ARA merupakan inisiatif bersama KNKG, OJK, Badan Pengaturan BUMN, Kementerian Keuangan – Direktorat Jenderal Pajak, Kemenko Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, BEI, serta IAI untuk mendorong praktik tata kelola yang sehat, kredibel, dan informatif. Penilaian dilakukan secara menyeluruh mencakup akurasi, kelengkapan, konsistensi, serta keterbacaan laporan tahunan bagi pemangku kepentingan.

    Tahun ini, ARA mengusung tema “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future”, yang menegaskan pentingnya tata kelola sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.

    Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan, keberhasilan empat tahun beruntun ini tidak lepas dari sinergi seluruh insan perusahaan dalam menjunjung standar tata kelola perusahaan yang tinggi.

    “Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga transparansi serta melakukan akselerasi perbaikan proses pelaporan. Tata kelola yang baik merupakan modal utama bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik,” ujar Riduan dalam keterangan resminya, Selasa (9/12/2025).

    Ia menambahkan, penghargaan ARA menjadi pengingat sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus berbenah.

    “Kami memastikan setiap langkah strategis dan ekspansi bisnis dilakukan secara terukur, selaras dengan prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan. Dengan penerapan tata kelola yang baik, Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi pemangku kepentingan dan perekonomian nasional,” lanjutnya.

    Sebagai tambahan informasi, secara fundamental bank berkode emiten BMRI ini menunjukkan performa solid hingga akhir September 2025. Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 1.764,32 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di level 7,70 persen menurut data Bank Indonesia. Pencapaian ini menegaskan peran intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan produktif yang mampu mendorong aktivitas ekonomi.

    Di sisi lain, kualitas pertumbuhan kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross bank only berada di level 1,03 persen dan coverage ratio mencapai 271 persen. Di sisi neraca, total aset konsolidasi naik 10,3 persen YoY menjadi Rp 2.563 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan 13 persen YoY hingga mencapai Rp 1.884 triliun, dengan komposisi CASA dominan 69,3 persen yang menunjukkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dana serta penguatan likuiditas jangka panjang.

    Riduan menegaskan, Bank Mandiri akan terus memprioritaskan tata kelola sebagai fondasi pengambilan keputusan dan pengembangan bisnis. Ke depan, Bank Mandiri akan terus fokus pada transformasi layanan yang adaptif, pemanfaatan teknologi, serta penguatan integritas proses internal untuk memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan perekonomian Indonesia, sejalan dengan peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah.

  • Richa Novisha Menangis: Tak Sempat Lihat Wajah Terakhir Gary Iskak

    Richa Novisha Menangis: Tak Sempat Lihat Wajah Terakhir Gary Iskak

    Jakarta, Beritasatu.com – Istri mendiang Gary Iskak, Richa Novisha mengungkapkan penyesalan terbesar dalam hidupnya. Ia menyebut, tidak sempat melihat wajah suaminya untuk terakhir kali akibat kecelakaan motor tunggal di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

    Richa Novisha mengatakan, dirinya tidak berada di samping Gary Iskak ketika berada di rumah sakit.

    “Pada saat itu, aku mendapatkan kabar dari temannya Beliau (mendiang Gary Iskak). Posisinya aku baru sampai rumah pukul 00.00 WIB. Pas, 30 menit aku baru sampai tidak berapa lama kemudian ada yang manggil dari pagar,” jelas Richa Novisha dikutip dari podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (9/12/2025).

    “Karena yang memanggil saya mengetahui bahwa dia adalah temannya almarhum akhirnya saya minta masuk. Awalnya, saya mengira mau meminjam kunci. Di situ, dia meminta agar saya keluar sebentar. Feeling saya sudah enggak enak karena almarhum pergi sama dia, kok almarhum enggak ada, enggak balik ke rumah,” ujarnya.

    Ia mengatakan, di saat itu dirinya mendapatkan kabar bahwa mendiang Gary Iskak mengalami kecelakaan motor.

    “Dia bilang ‘Bang Gary kritis’. Aku syok banget, sampai saya bilang jangan bercanda. Akhirnya aku meminta dia menceritakan semuanya. Aku langsung ke rumah sakit, tetapi aku enggak mau ngebut karena aku yang menyetir. Sampai di rumah sakit banyak sekali d*r*h,” bebernya.

    “Aku enggak kuat melihatnya, kemudian kami sekeluarga menunggu di rumah sakit sampai pagi. Dokter menjelaskan, kondisi almarhum kritis dan baru tindakan inkubasi. Kritisnya pun lumayan banget karena almarhum sempat berontak, dia itu kan orangnya fighter banget,” lanjutnya.

    Richa Novisha menambahkan, saat itu dokter mengatakan bahwa Gary Iskak harus dirujuk akibat tidak adanya dokter gastro.

    “Aku sempat pulang ke rumah karena memang aku belum istirahat. Di situ aku berpikir panjang, bahwa aku enggak boleh sakit karena masih ada anak-anak dan harus menjaga suami. Ya sudah, di situ aku izin sama mama untuk pulang buat istirahat,” tambahnya.

    “Jarak dari rumah sakit ke rumah hanya 20 menit, sampai di rumah aku sama kakak berpelukan. Di situ, anakku menanyakan kondisi ayahnya. Aku meminta untuk istirahat sebentar, tetapi hand phone tidak dimatikan agar bisa mengetahui kabar di rumah sakit,” lanjutnya.

    Richa Novisha mengatakan, di saat baru beristirahat mendapat kabar dari rumah sakit bahwa kondisi Gary Iskak semakin drop.

    “Baru istirahat sebentar doang, enggak lama salah satu sahabat almarhum menghubungi saya dengan mengatakan untuk segera ke rumah sakit karena layar sudah flat. Di situ, aku sama anak-anak bergegas ke rumah sakit,” tuturnya.

    Richa Novisha mengaku, dirinya tidak sempat melihat wajah terakhir suaminya akibat sudah ditutup oleh kain putih.

    “Kita langsung ke IGD. Ya sudah, almarhum itu sudah ditutup. Jadi, aku enggak sempat melihat beliau untuk terakhir kalinya dan kami tidak ada komunikasi sama sekali,” ungkapnya sambil menangis.

    Ia menyebut, sebelum kejadian mendiang Gary Iskak sempat memeluk dirinya sangat erat dan seakan tidak ingin melepaskannya.

    “Jadi, sebelum pergi untuk selamanya. Aku kan sempat pergi keluar. Sorenya, entah mengapa beliau memeluk aku kencang banget sebelum kejadian malam itu. Aku jalan setelah salat asar karena aku enggak mau tiba di rumah malam hari,” lanjutnya.

    “Beliau bilang ‘sini peluk dahulu’. Aku itu dipeluk, dicium kayak enggak mau melepaskan aku. Dia sampai menemani aku sampai keluarin mobil dari rumah. Dia pun yang menutup pagar. Itulah terakhir kali aku melihat wajah beliau,” tutupnya mengusap air matanya.

  • Anak Gary Iskak Menyesal Tak Menemani Ayahnya sebelum Kecelakaan

    Anak Gary Iskak Menyesal Tak Menemani Ayahnya sebelum Kecelakaan

    Jakarta, Beritasatu.com – Istri mendiang Gary Iskak, Richa Novisha mengungkap penyesalan terbesar anak pertamanya yang tidak bisa menemani ayahnya untuk nonton sebelum meninggal akibat kecelakaan motor tunggal di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

    “Aku ceritakan dahulu ya dari sebelumnya. Jadi, hari Jumat itu sepertinya Beliau (mendiang Gary Iskak) ingin sekali spend time sama family,” jelas Richa Novisha dikutip dari podcast Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (9/12/2025).

    Richa Novisha mengatakan bahwa ia sudah sejak lama meminta izin apabila ada kegiatan yang harus ia hadiri pada hari nahas meninggalnya mendiang Gary Iskak.

    “Kebetulan aku waktu itu lagi ada acara juga, sehingga aku harus pergi, dan aku memang sudah izin sama beliau dari seminggu sebelum aku ada acara,” ujarnya.

    Ia mengaku bahwa karena tidak bisa menemani mendiang Gary Iskak, almarhum sempat meminta anaknya untuk menemaninya menonton. Namun, saat itu sang anak juga tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

    “Dia itu mau mengajak anaknya kakak Dila ‘Kak, ayo pengin nonton’. Katanya begitu,” tambahnya.

    “Kebetulan anakku pulang sekolah itu sempat nongkrong dahulu sama teman-temannya. Pada intinya, enggak bisa juga. Kalau anakku paling kecil, dia lagi di menginap di rumah temannya,” ucapnya.

    Richa menambahkan, akibat tidak ada satu pun yang menemaninya membuat mendiang Gary Iskak pergi berjumpa dengan temannya.

    “Mungkin, dia merasa ‘ah gue enggak bisa sama keluarga gue, sudah gue main saja deh keluar’. Memang, saat itu dia sempat mampir ke rumah mama di Rempoa dari situ dia menuju ke bengkel Sotokaw di Rempoa,” bebernya.

    “Kemudian terjadilah itu (Gary Iskak kecelakaan motor),” tuturnya.

    Ia mengaku, di saat musibah tersebut dirinya sempat kembali ke rumah akibat faktor kelelahan. Terlebih, pihak dokter menyebut, bahwa di rumah sakit tidak ada dokter gastro sehingga membuat Gary Iskak harus dirujuk ke rumah sakit lain.

    “Aku sempat pulang ke rumah karena memang aku belum istirahat. Di situ aku berpikir panjang, bahwa aku enggak boleh sakit karena masih ada anak-anak dan harus menjaga suami. Ya sudah, di situ aku izin sama mama untuk pulang buat istirahat,” tambahnya.

    “Jarak dari rumah sakit ke rumah hanya 20 menit, sampai di rumah aku sama kakak berpelukan. Di situ, anakku menanyakan kondisi ayahnya. Aku meminta untuk istirahat sebentar, tetapi hand phone tidak dimatikan agar bisa mengetahui kabar di rumah sakit,” lanjutnya.

    Richa mengatakan, di saat baru beristirahat mendapat kabar dari rumah sakit bahwa kondisi Gary Iskak semakin drop.

    “Baru istirahat sebentar doang, enggak lama salah satu sahabat almarhum menghubungi saya dengan mengatakan untuk segera ke rumah sakit karena layar sudah flat. Di situ, aku sama anak-anak bergegas ke rumah sakit,” tuturnya.

    “Di situ, anak aku sudah gemeteran dan dia bilang ‘Aku menyesal Bunda. Kenapa aku enggak pergi nonton sama ayah. Kalau aku nonton sama ayah, ayah pasti enggak kecelakaan’,” ucap Richa Novisha menirukan suara anaknya sambil menangis.

    Dengan kekuatan sebagai ibu, Richa Novisha kemudian meminta anaknya untuk tetap tabah.

    “Aku bilang ‘Kak, ini semua sudah takdir Allah Swt, ini sudah jalannya Allah’. Kalau dibilang menyesal, Bunda juga menyesal apalagi kenapa Bunda enggak stay saja di rumah sakit untuk terakhir kalinya’,” jelasnya mengusap air matanya.

    “‘Aku menyesal banget, Bunda enggak bisa sama ayah’. Aku sayang banget sama ayah. Aku enggak mau kehilangan ayah’. Aku bilang ‘yang sabar ya anakku,” ungkapnya.

    Richa mengatakan, penyesalan yang mendalam dialami anaknya tersebut membuat anaknya sangat posesif terhadap dirinya.

    “Ke mana pun, aku beraktivitas dia selalu menanyakan posisi aku. Dia lebih posesif untuk menjaga ibunya. Anakku sampai bilang ‘aku enggak mau kehilangan Bunda’,” tutupnya menangis.

  • Pelindo Raih Gold Rank pada ASRRAT 2025, Perkuat Komitmen Transparansi dan Keberlanjutan

    Pelindo Raih Gold Rank pada ASRRAT 2025, Perkuat Komitmen Transparansi dan Keberlanjutan

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali memperkuat posisinya sebagai BUMN kepelabuhanan yang berkomitmen pada praktik keberlanjutan dengan meraih Gold Rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Pencapaian ini sekaligus menandai penghargaan Gold Rank kedua secara berturut-turut, setelah Pelindo juga meraih peringkat yang sama pada ASRRAT 2024.

    Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Pelindo dalam menjalankan program Environmental, Social, and Governance (ESG) secara terukur dan transparan.

    “Pencapaian ini merupakan refleksi dari komitmen Pelindo dalam mengelola operasional dengan lebih bertanggung jawab serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah fondasi penting bagi daya saing Pelindo ke depan,” ujar Arif.

    ASRRAT 2025 yang memasuki tahun penyelenggaraan ke-21 oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bersama Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP), kembali menjadi ajang penilaian independen paling kredibel di Asia untuk mengukur kualitas laporan keberlanjutan. Tahun ini, sebanyak 82 organisasi berpartisipasi, terdiri dari 78 entitas asal Indonesia—termasuk tiga dari sektor publik—serta empat peserta internasional yang berasal dari Bangladesh dan Filipina.

    Penghargaan Gold Rating diberikan berdasarkan penilaian komprehensif yang merujuk pada GRI Standards 2021 serta ketentuan relevan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aspek yang dievaluasi meliputi kelengkapan pengungkapan, keseimbangan informasi, kualitas data, serta keselarasan dengan standar global. Penilaian dari ASRRAT menjadi masukan yang berharga untuk terus menyempurnakan praktik pelaporan keberlanjutan dan memperkuat integrasi ESG dalam strategi bisnis.

    Pelindo terus memperkuat praktik keberlanjutannya melalui berbagai program strategis seperti efisiensi energi dan pengurangan emisi di kawasan Pelabuhan, pengembangan Green Port dan digitalisasi operasional, penguatan keselamatan dan kesejahteraan pekerja, kolaborasi untuk pemberdayaan sosial masyarakat pesisir melalui program TJSL, dan pengelolaan lingkungan pelabuhan yang lebih terukur dan sesuai standar internasional.

    “Partisipasi Pelindo pada ajang ASRRAT juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, serta menjaga prinsip keberlanjutan dalam mendukung efisiensi operasional yang akhirnya meningkatkan kualitas layanan untuk pengguna jasa,” pungkas Arif.