Author: Beritasatu.com

  • Purbaya Tegaskan Tak Kirim Balpres Ilegal untuk Korban Banjir Sumatera

    Purbaya Tegaskan Tak Kirim Balpres Ilegal untuk Korban Banjir Sumatera

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menyalurkan pakaian bekas impor ilegal (balpres) hasil sitaan untuk membantu korban bencana di Sumatera. Purbaya menilai distribusi barang ilegal justru bisa menimbulkan celah penyalahgunaan.

    Purbaya memastikan pengelolaan barang sitaan tetap mengikuti aturan. “Jangan sampai nanti gara-gara itu, banyak lagi balpres masuk dengan alasan kan bagus buat bencana,” ujarnya di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2025) dilansir dari Antara.

    Menurut Purbaya, jika pemerintah ingin mengirim bantuan, barang yang dikirim harus layak pakai dan berasal dari anggaran negara. Ia menekankan bahwa pengadaan barang bantuan akan melibatkan pelaku UMKM dalam negeri. “Lebih baik kita beli barang-barang dalam negeri produk UMKM, dikirim ke bencana yang (barang) baru. Saya lebih baik mengeluarkan uang ke situ kalau terpaksa, dibanding pakai barang-barang balpres itu,” katanya.

    Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membuka opsi pemanfaatan barang sitaan berupa produk garmen ilegal untuk korban bencana di Sumatera. DJBC menilai barang hasil penindakan otomatis menjadi milik negara dan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai mekanisme.

    Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa barang sitaan tidak selalu harus dimusnahkan. “Dihancurkan itu sebetulnya salah satu (opsi). Kalau barang melanggar, tentunya akan menjadi barang milik negara. Itu bisa dimusnahkan atau untuk tujuan lain,” ujarnya.

    DJBC memiliki tiga opsi penanganan barang ilegal, yakni dimusnahkan, dihibahkan, atau dilelang. Melihat kebutuhan mendesak di wilayah terdampak bencana, opsi hibah sempat menjadi pertimbangan. “Siapa tahu saudara-saudara kita bisa memanfaatkan dan menggunakan. Sementara yang di Aceh membutuhkan,” tambah Nirwala.

  • BEI Terapkan Noncancellation Period mulai 15 Desember 2025

    BEI Terapkan Noncancellation Period mulai 15 Desember 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mulai menerapkan noncancellation period (NCP) pada sesi pra-pembukaan (pre-opening) dan pra-penutupan (pre-closing) mulai 15 Desember 2025. Kebijakan ini bertujuan memperkuat integritas pasar, meningkatkan kualitas price discovery, serta menyelaraskan mekanisme perdagangan Indonesia dengan standar bursa global.

    Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI, Firza Rizqi Putra, menjelaskan NCP merupakan periode singkat ketika pelaku pasar tidak dapat melakukan pembatalan maupun perubahan order (amend). Namun, order baru tetap bisa dimasukkan.

    “Pembatalan di sesi pre-opening menunjukkan lonjakan aktivitas mulai menit 57, sementara pembatalan di sesi pre-closing meningkat mulai menit 56,” ujar Firza, Jumat (12/12/2025).

    Menurut Firza, pola tersebut berpotensi menimbulkan distorsi harga dan membuka ruang praktik manipulatif seperti spoofing.

    Jadwal penerapan noncancellation period:

    Pre-opening: 08.56–08.57:59 WIBPre-closing: 15.56–16.01:59 WIB

    Firza menegaskan, mekanisme ini hanya berlaku pada menit-menit terakhir sebelum proses matching.

    “Aktivitas perdagangan di sesi continuous auction tidak mengalami perubahan,” ujarnya.

    BEI mencatat peningkatan signifikan penggunaan market order dalam dua tahun terakhir. Hingga Agustus 2025, rata-rata nilai transaksi market order mencapai Rp 1 triliun per hari atau 60% dari total nilai transaksi harian. Kondisi ini membuat stabilitas order book semakin penting, terutama dalam fase pembentukan harga.

    “Periode noncancellation akan meningkatkan kenyamanan serta kepastian dalam penggunaan fitur market order tipe fill and kill,” jelas Firza.

    Manfaat yang diharapkan dari penerapan NCP, antara lain memperkuat integritas harga indikatif (indicative equilibrium price/IEP), meningkatkan stabilitas price discovery, mengurangi aksi manipulatif seperti spoofing, serta mempermudah proses rebalancing bagi dana domestik maupun global.

    Firza menambahkan, kebijakan ini juga merupakan langkah harmonisasi BEI dengan bursa-bursa maju seperti Hong Kong Exchange (HKEX), Singapore Exchange (SGX), dan Shanghai Stock Exchange yang telah menerapkan aturan sejenis.

    “Tujuan akhirnya adalah memperkuat integritas pasar dan memastikan pembentukan harga yang lebih stabil serta transparan,” ungkap Firza.

  • Pemulihan BTS Sumut-Sumbar Hampir Tuntas, Aceh Terkendala Listrik

    Pemulihan BTS Sumut-Sumbar Hampir Tuntas, Aceh Terkendala Listrik

    Jakarta, Beritasatu.com – Upaya pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh terus berjalan. Dua provinsi pertama menunjukkan perkembangan signifikan, sementara Aceh masih menghadapi kendala utama berupa pasokan listrik yang belum stabil.

    Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) pada Rabu (10/12/2025) menunjukkan jumlah menara base transceiver station (BTS) yang terdampak bencana turun menjadi 2.637 unit, dari sebelumnya 3.380 unit pada puncak gangguan 2 Desember 2025. Sebanyak 743 BTS yang telah kembali menyala memungkinkan lebih banyak warga menghubungi keluarga dan mengakses informasi darurat.

    Di Sumatera Utara, 9.292 dari 9.612 BTS telah kembali beroperasi atau mencapai tingkat pemulihan 96,67%. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat pemulihan 99,20% setelah 3.709 dari 3.739 BTS aktif kembali.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan, pemulihan infrastruktur komunikasi menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Ia menyebut akses komunikasi krusial untuk proses penyelamatan, distribusi bantuan, hingga pemulihan sosial di lapangan.

    “Setiap BTS yang pulih berarti lebih banyak warga bisa memberi kabar dan menerima informasi yang mereka perlukan,” ujar Meutya dalam keterangan di kantor Kemenkomdigi, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

    Berbeda dengan dua provinsi lainnya, Aceh masih tertinggal dalam pemulihan jaringan akibat padamnya aliran listrik di banyak lokasi. Dari 3.414 BTS, baru 1.127 unit atau 33,01% yang kembali beroperasi. Sebanyak 2.287 BTS belum dapat aktif karena jaringan listrik yang belum pulih.

    Meutya menjelaskan, operator seluler bekerja sama dengan PLN untuk mempercepat pemulihan listrik di daerah terdampak sekaligus memperbaiki infrastruktur BTS yang mengalami kerusakan.

    “Pemulihan jaringan di Aceh memang masih terkendala padamnya aliran listrik. Operator seluler, PLN, dan semua pihak terkait tengah bekerja keras saat ini untuk memastikan pasokan listrik kembali normal,” katanya.

    Sebagai langkah darurat, pemerintah meningkatkan dukungan teknis berupa penyediaan genset dan perangkat akses internet satelit. Hingga kini, 18 titik akses Satria-1 telah berfungsi, sementara 88 perangkat Starlink telah didistribusikan ke tiga provinsi, yakni Aceh (27 unit), Sumatera Utara (27 unit), dan Sumatera Barat (34 unit).

    “Fokus kami memastikan warga dapat berkomunikasi tanpa hambatan,” pungkas Meutya.

  • Manuver Bea Cukai setelah Berkali-kali Diancam Menkeu Purbaya

    Manuver Bea Cukai setelah Berkali-kali Diancam Menkeu Purbaya

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) atau Bea Cukai berbenah setelah mendapat peringatan dan ancaman pembekuan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Beberapa langkah awal Bea Cukai, yakni dengan membuat laman website canggih dan meresmikan mesin cerdas pemindai peti kemas di pelabuhan.

    Manuver Bea Cukai ini terjadi setelah ancaman pembekuan Bea Cukai oleh Purbaya, dengan menonaktifkan 16.000 karyawan hingga dialihkan ke perusahaan Swiss, yakni Société Générale de Surveillance (SGS).

    Purbaya Berkali-kali Sebut Pembekuan Bea Cukai

    Purbaya saat itu melontarkan peringatan tegas kepada Bea Cukai. Ia menilai memburuknya pengawasan di lapangan telah mengganggu penerimaan negara dan menunjukkan persoalan integritas yang serius.

    Pada rapat di DPR, Kamis (27/11/2025), Purbaya menyampaikan bahwa Bea Cukai harus segera berbenah. Ia mengingatkan  sejarah ketika kewenangan lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu pernah dialihkan kepada Societe Generale de Surveillance (SGS), perusahaan asal Swiss seperti pada era Orde Baru karena marak praktik korupsi.

    “Kalau Bea Cukai enggak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibubarkan diganti dengan SGS, seperti zaman dahulu lagi,” ujarnya.

    Ancaman tersebut bukan yang pertama kali diucapkan mantan kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut. Pada Rapimnas Kadin 2025, Purbaya juga menyoroti persoalan integritas yang merembet ke dunia usaha dan menegaskan bahwa pemerintah tidak ragu mengambil tindakan ekstrem apabila perbaikan tidak berjalan. 

    “Kalau memang tidak bisa perform, ya kita bekukan dan betul-betul beku,” katanya.

    Kemudian, pada rapat kerja bersama Komisi XI DPR pada Senin (8/12/2025), Purbaya mengulangi ultimatum tersebut. Ia meminta Bea Cukai secara serius menindak praktik under invoicing serta penyimpangan lain yang merugikan negara.

    “Saya bilang ke mereka (Bea Cukai), kalau Anda enggak bisa perbaiki dalam waktu setahun, ada kemungkinan besar Bea Cukai akan dirumahkan seluruh pegawainya,” tegasnya.

    Namun, Purbaya mengaku telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi total di lingkungan Bea Cukai.

    Saat ini, sekitar 16.000 pegawai berpotensi dirumahkan apabila pembenahan tidak menunjukkan hasil. Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar formalitas.

    Respons Bea Cukai: Janji Berbenah

    Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama memastikan pihaknya berkomitmen memperbaiki pelayanan, pengawasan, dan budaya kerja internal. Ia mengatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan peningkatan kinerja.

    “Yang pasti, Bea Cukai ke depan akan berupaya untuk lebih baik,” ujarnya.

    Djaka menyebut salah satu fokus utama adalah pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi under invoicing. Ia optimistis pembaruan menyeluruh dapat tercapai dalam waktu satu tahun sesuai target Purbaya.

    Transformasi Digital Bea Cukai dengan Peluncuran Website Baru

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meluncurkan tampilan baru www.beacukai.go.id, sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan kepabeanan dan cukai.

    Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa pembaruan tersebut membawa pengalaman digital yang lebih cepat dan responsif.

  • Gegara Jungkook ‘BTS’, Fan Minta Winter ‘Aespa’ Cabut dari Grup

    Gegara Jungkook ‘BTS’, Fan Minta Winter ‘Aespa’ Cabut dari Grup

    Seoul, Beritasatu.com – Penggemar girl group K-Pop ternama, Aespa kembali melakukan aksi protes terhadap salah satu personelnya, Winter imbas rumor berpacaran dengan Jungkook “BTS”. Kali ini aksi protes para penggemar muncul dengan menggunakan truk di luar markas agensi yang menaungi Aespa, SM Entertainment. Protes ini menuntut Winter untuk keluar dari Aespa. 

    Aksi truk protes baru ini muncul pertama kali pada Rabu (10/12/2025). Truk tersebut mengepung gedung SM dan menampilkan tulisan-tulisan yang menuntut Winter untuk bertanggung jawab, menghapus tato yang diduga sama dengan milik Jungkook, hingga seruan meninggalkan grup. 

    Mengutip laporan Allkpop, Jumat (12/12/2025) para penggemar menilai Winter telah mengkhianati kepercayaan mereka, para penggemar juga menuntut penjelasan dan perubahan sikap sang idol tersebut.

    Selain Winter, aksi kiriman truk protes juga dialamatkan kepada Jungkook. Dilaporkan, truk-truk protes dari penggemar mengepung markas Hybe Label dengan slogan-slogan menuntut idol itu menghapus tato dan bertanggung jawab atas perilakunya.

    Kabar mengenai aksi truk protes untuk Winter memicu beragam reaksi netizen. Beberapa mendukung protes sebagai bentuk kepedulian penggemar, sementara yang lain menekankan menjalin hubungan asmara bukanlah suatu kesalahan.

    “Wow, ini benar-benar intens,” tulis salah satu netizen.

    “Para penggemar mungkin mengirimkan truk-truk ini karena mereka benar-benar peduli pada Winter,” komentar netizen lain.

    “Sangat menakutkan,” tambah netizen lain.

  • BSI dan BSI Maslahat Telah Salurkan 78,7 Ton Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumatera

    BSI dan BSI Maslahat Telah Salurkan 78,7 Ton Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumatera

    Aceh, Beritasatu.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat telah menyalurkan bantuan total sebesar 78,7 ton senilai Rp 12 miliar untuk korban bencana di wilayah Sumatera. Sebagian besar alokasi bantuan didistribusikan ke Provinsi Aceh. 

    BSI telah aktif mendistribusikan bantuan sejak awal musibah bencana hidrometeorologi yang menimpa provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Selain mengirimkan bantuan berupa logistik, BSI melalui BSI Maslahat juga mengirimkan relawan yang aktif membantu distribusi bantuan serta pendampingan penyintas bencana. 

    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengungkap bantuan dikirimkan berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, pakaian serta pendukung berupa perahu karet dan alat bantu komunikasi berupa Starlink dan telepon satelit yang diperuntukkan mensupport kegiatan pemerintah daerah setempat di dalam mengatasi bencana ini.  

    Selain mendistribusikan logistik, BSI dan BSI Maslahat serta warga setempat juga menyediakan dapur umum di Langsa dan Bireuen serta posko kesehatan di Kuala Simpang. Setiap hari dua ribu paket makanan didistribusikan untuk membantu mensupport kegiatan masyarakat di masa tanggap darurat. 

    Dapur umum, kata Wisnu, mulai aktif 6 Desember 2025 hasil kolaborasi BSI bersama BSI Maslahat mendirikan dapur umum di Kawasan Langsa karena wilayah ini relatif siap dengan ketersediaan air bersih dan sarana pendukung lainnya. 

    Dapur umum ini akan mendistribusikan 2 ribu paket makanan dengan wilayah distribusi Tamiang, Langsa, dan Kuala Simpang. 

    Selain membantu logistik, BSI juga terus meningkatkan aksesibilitas nasabah pada layanan bank. Dari 23 wilayah kabupaten di Provinsi Aceh, terdapat 13 wilayah yang terdampak bencana. Terhitung sejak Senin, 8 Desember 2025, BSI sudah bisa menghadirkan coverage operasional di 13 wilayah tersebut termasuk di wilayah Kuala Simpang, Tamiang, meskipun belum 100 persen cabang beroperasi. 

    Hingga 11 Desember 2025, dari total 145 kantor BSI di Region Aceh, sebanyak 136 kantor telah kembali beroperasi, sehingga tersisa 9 kantor yang masih menunggu kesiapan hingga kondisi memungkinkan. Layanan di daerah bencana dioperasikan menggunakan genset dan starlink.

    Pada saat yang sama, 497 dari 920 unit ATM telah berstatus in service dengan availability sebesar 54%. 

    Di Region Medan, seluruh cabang kini telah beroperasi 100%, dan 450 dari 488 unit ATM kembali berjalan sehingga mencatatkan availability sebesar 92%.

    Di wilayah Sumatera Barat, seluruh kantor layanan dan ATM BSI sudah normal 100%. Khusus untuk wilayah dengan dampak relatif berat seperti Langsa, BSI sudah menyala di KCP Gampong Jawa, KCP Langsa Kota, sementara untuk wilayah Kuala Simpang di KC Seumadam dan KCP Sungai Liput. Untuk mensupport kebutuhan uang tunai BSI juga mengirimkan mobil kas keliling ke wilayah Tamiang untuk membantu masyarakat sementara mesin ATM masih dalam tahap perbaikan. 

    Sepanjang pekan kemarin BSI melakukan pembersihan dan penyiapan operasional agar outlet bisa segera beroperasi melayani nasabah dan ATM juga dapat digunakan. 

    “Alhamdulillah tersisa 9 kantor yang menunggu kesiapan operasi dan sedang diupayakan maksimal pembersihan dan alternatif agar cabang dan ATM segera dapat beroperasi,” kata Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar.

    Kantor BSI saat ini juga dijadikan salah satu pusat kegiatan warga yang membutuhkan akses wifi dari Starlink yang beroperasi di Cabang serta mengisi daya battery mobile phone yang digunakan warga berkomunikasi dengan kerabatnya di luar wilayah.

    Untuk mensupport operasional di Kabupaten terdampak bencana, BSI juga mengirimkan bantuan tenaga operasional bank untuk meringankan pegawai yang juga masih dalam proses pemulihan tempat tinggal yang juga terdampak bencana.

  • B-Universe dan Telkomsel Bahas Peluang Kolaborasi pada Era Digital

    B-Universe dan Telkomsel Bahas Peluang Kolaborasi pada Era Digital

    Jakarta, Beritasatu.com – Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita melakukan audiensi dengan Direktur Utama Telkomsel Nugroho di gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat potensi kolaborasi antara industri media dan telekomunikasi di tengah tantangan era digital.

    Dalam pertemuan tersebut, Enggartiasto hadir bersama jajaran manajemen B-Universe, di antaranya Managing Director B-Universe Apreyvita Wulansari dan Corporate Secretary B-Universe Ida Dewiyanti.

    Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai silaturahmi dan diskusi antara kedua perusahaan penting dilakukan untuk menghadapi kondisi industri yang terus berubah.

    Nugroho menegaskan, media dan telekomunikasi saat ini menghadapi tantangan besar akibat disrupsi digital dan kompetisi tanpa batas dengan pemain global.

    “Oleh karena itu, kami percaya bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kolaborasi. Dan saya rasa media punya ekosistem, telekomunikasi punya ekosistem,” jelas Nugroho.

    Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci untuk membuka peluang baru.

    “Kami Telkomsel tentu terbuka dengan any kind of collaboration, termasuk dengan media dan B-Universe,” terangnya.

    Nugroho menegaskan kesiapan Telkomsel untuk bekerja sama dengan B-Universe. Menurutnya, sinergi antarsektor dapat menjadi jalan menuju pertumbuhan bersama.

    “Insyaallah. Kita kembali lagi yakin there is no success without collaboration. Tidak hanya untuk telekomunikasi ya, mungkin dengan yang lain pun sama,” ujarnya. 

    Ia juga menyoroti pentingnya kreativitas dan ketahanan dalam menghadapi perubahan industri.

    “Kita harus sama-sama berpikir kreatif. Tidak mudah menyerah dengan segala tantangan yang ada ini. Dan mudah-mudahan dengan kolaborasi yang win-win itu kita bisa menyokong masa depan baru yang lebih baik,” tutupnya.

  • Banjir 1,5 Meter Terjang Kutai Timur, Ratusan Warga Terisolasi

    Banjir 1,5 Meter Terjang Kutai Timur, Ratusan Warga Terisolasi

    Sangatta, Beritasatu.com — Ratusan rumah di Kecamatan Telen dan Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Telen. Ketinggian air mencapai 1,5 meter. Warga dalam lima desa sudah 2 hari terisolasi akibat akses jalan putus.

    Banjir terus meluas hingga Jumat (12/12/2025). Dua desa paling terdampak banjir di Kecamatan Telen, adalah Desa Marah Haloq dan Desa Long Melah. Kemudian di Kecamatan Batu Ampar, tiga desa yang masih terendam, yakni Desa Batu Ampar, Desa Timbau, dan Desa Timbau Ulu.

    Ratusan warga di lima desa itu masih terputus aksesnya selama 2 hari terakhir. BPBD Kutai Timur turun ke lokasi banjir dan langsung mendistribusikan logistik.

    Kepala BPBD Kutai Timur Sulastin menjelaskan kondisi banjir sempat membaik di Kecamatan Muara Wahau, tetapi kini justru naik di Kecamatan Telen dan Kecamatan Batu Ampar.

    “Sekarang di Kecamatan Telen dan Batu Ampar yang lagi, lagi naik airnya,” kata Sulastin kepada Beritasatu.com di kantor BPBD Kutai Timur.

    Tim BPBD bersama TNI-Polri dan relawan sudah berada di titik banjir untuk membantu evakuasi warga yang masih terisolasi. Bantuan logistik juga disalurkan ke warga terdampak.

    Makanan siap saji dan bahan kebutuhan dasar terus dibagikan kepada warga yang memilih bertahan di rumah. Logistik tambahan juga dikirim ke tenda darurat yang didirikan warga.

    Desa Marah Haloq menjadi wilayah dengan dampak terparah karena mayoritas permukiman berada tepat di bantaran Sungai Telen. Ketinggian air mencapai 1,5 meter.

    Imbauan disampaikan BPBD agar warga tetap siaga mengingat potensi kenaikan debit air masih tinggi akibat curah hujan intens.

  • Ribut dengan Inara Rusli, Virgoun: BPKB Mobil Digadai Tanpa Izin Gue!

    Ribut dengan Inara Rusli, Virgoun: BPKB Mobil Digadai Tanpa Izin Gue!

    Jakarta, Beritasatu.com – Pernikahan Siri suami Wardatina Mawa, Insanul Fahmi dengan Inara Rusli kian rumit. Pasalnya, perseteruan keduanya juga menyeret mantan suami Inara, musisi Virgoun Putra Tambunan atau Virgoun. Bahkan, Virgoun dan Inara Rusli kembali berseteru terkait rumah yang ditempati Inara.

    Kemarahan Virgoun memuncak ketika mendengarkan ucapan dari kuasa hukum Inara Rusli, Marissya Icha yang membahas mengenai rumah yang ditempati Inara Rusli yang diduga sebagai lokasi hubungan intim dengan Insanul Fahmi.

    “Agak sakit hati sih mendengar statement-nya si tante, tetapi gw adalah orang yang selalu mundur selangkah buat bisa melihat gambar besarnya,” ucap Virgoun dikutip dari Instagram miliknya, Jumat (12/12/2025).

    Virgoun pun merasa heran dengan pendirian dari Inara Rusli yang menempati rumah saat masih menjalani rumah tangga tersebut.

    “Owh, jadi gara-gara sertifikat rumah dulu gw beliin atas nama dia,” ujarnya dengan nada tegas.

    Virgoun murka saat mendengar ucapan kuasa hukum Marissya Icha, Inara Rusli mengenai rumah yang ditempati Inara. – (Beritasatu.com/Instagram)

    “Membuat putusan pengadilan agama yang isinya rumah dan mobil jadi harta bersama untuk anak-anak, dan enggak boleh dijual sampai anak-anak berusia 21 tahun jadi gugur?” katanya lagi.

    Virgoun kemudian mengungkit masalah mobil miliknya yang pernah digadai Inara Rusli tanpa seizin darinya.

    “Itu BPKB Innova Zenix sudah digadai tanpa seizin gw.  Tahu dah, duit-nya buat apaan,” sindir Virgoun.

    “Itu saja sudah satu poin kesalahan yang menguatkan hak asuh anak gw ambil,” tuturnya.

    Ia pun berjanji akan memperjuangkan sekuat tenaganya agar anak-anak berada di tangannya.

    “Silahkan selesaikan urusan hukum yang sekarang berjalan. Next, episode kita fight untuk urusan anak-anak,” lanjutnya.

    “Owh iya, aset tanah yang di Purwakarta kan atas nama gw yak. Berarti tanah yang di Purwakarta full jadi punya gw dong. Alhamdulillah,” tutupnya.

    Sebelumnya, kuasa hukum Inara Rusli, Marissya Icha menyinggung soal kepemilikan rumah yang ditempati Inara Rusli dengan ketiga anaknya.

    Ia menegaskan, bahwa di dalam sertifikat kepemilikan rumah tersebut tidak terdapat nama Virgoun, mantan suami Inara Rusli.

    “Saat ini sertifikat rumah siapa? Atas nama Inara Rusli. Sertifikat rumah Inara, CCTV dibeli saat sudah bercerai dan Inara juga sudah pisah dari kartu keluarga (KK),” ucap Marissya Icha membela Inara Rusli.

    “Katanya rumah itu bukan rumah Inara, tetapi rumah mantan suami,” timpalnya lagi.

  • Heboh Jungkook ‘BTS’ Diduga Telantarkan Anjing Peliharaannya

    Heboh Jungkook ‘BTS’ Diduga Telantarkan Anjing Peliharaannya

    Seoul, Beritasatu.com – Jungkook personel grup K-Pop ternama BTS kembali menjadi sorotan publik, kali ini karena beredarnya tuduhan ia  telah menelantarkan anjingnya, Bam. Isu ini mencuat setelah beredar laporan Bam masih berada di pusat pelatihan meski Jungkook telah menyelesaikan wajib militernya.

    Bam pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Oktober 2021 melalui acara BTS In The Soop Season 2. Saat itu, Bam mendapat banyak perhatian dan kasih sayang dari penggemar BTS sehingga banyak yang menantikan anjing tersebut muncul pada berbagai konten Jungkook.

    Namun, unggahan viral yang menyoroti kondisi Bam di pusat pelatihan memicu kekhawatiran dan kemarahan sejumlah penggemar. Mereka mempertanyakan alasan Jungkook belum membawa Bam pulang.

    “Ini sudah lama dipertanyakan. Jungkook tidak membawa pulang anjingnya sendiri yang dia anggap seperti anaknya? Serius, apa yang dia lakukan?” tulis seorang netizen. 

    Mengutip Allkpop, Jumat (12/12/2025) unggahan netizen di media sosial tersebut juga menyinggung pernyataan Jungkook pada Desember 2023, saat seorang penggemar menanyakan apakah ia telah menelantarkan Bam. Kala itu Jungkook menjelaskan Bam sedanag berada di sebuah tempat penitipan dan pelatihan yang menurutnya bisa membuat hewan peliharaannya itu mendapatkan perawatan lebih baik dibanding dari dirinya yang sering bepergian ke luar negeri. 

    “Melalui kenalan saya, saya menemukan tempat yang dapat merawat Bam, dan dia tampaknya jauh lebih baik di sana. Selama masa-masa saya tidak bisa benar-benar merawat Bam, akan lebih baik jika tempat itu yang merawatnya, dengan saya hanya sering datang mengunjunginya,” ujar Jungkook.

    Ia juga menekankan, kesibukannya membuatnya sulit memberi perhatian penuh kepada Bam.

    “Karena aku sering bepergian ke luar negeri, jujur saja aku tidak bisa sepenuhnya merawat Bam. Tetapi, intinya jika kamu benar-benar menginginkan seekor anjing tetapi tidak memiliki kemampuan untuk merawatnya, lebih baik jangan memeliharanya sama sekali. Aku sangat menyesalinya,” kata Jungkook.

    Sejumlah netizen pun mengkritik tajam angoota termuda BTS tersebut karena hingga kini Bam belum dibawa ke rumahnya.

    “BTS bahkan tidak aktif saat ini, jadi kenapa dia tidak bisa membawa anjing itu pulang?” ujar seorang netizen.

    “Aku kasihan pada anjing itu,” tulis lainnya.

    Beberapa netizen juga mempertanyakan keputusannya membuat tato bergambar anjing, sementara ia diduga meninggalkan Bam di pusat pelatihan. Hingga berita ini diturunkan, sementara pihak agensi BTS belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik yang menyeret nama Jungkook ini.