Author: Beritasatu.com

  • Jalin dan AFTECH Sepakati Kerja Sama Pembentukan Fraud Detection Consortium (FDC)

    Jalin dan AFTECH Sepakati Kerja Sama Pembentukan Fraud Detection Consortium (FDC)

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Jalin Pembayaran Nusantara (“Jalin”), sebagai digital enabler sistem keuangan nasional di bawah ekosistem Danantara melalui Holding BUMN Danareksa, bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), secara resmi mengumumkan inisiatif pembentukan Fraud Detection Consortium (FDC) — Indonesia’s first industry-wide fraud intelligence network for digital financial services — yang menjadi agenda puncak dalam Mandiri BFN Fest 2025. Langkah strategis ini dirancang sebagai wadah kolaborasi industri untuk memerangi fraud dan insiden siber yang berkaitan dengan layanan keuangan digital melalui mekanisme pertukaran intelijen data terpusat.

    Inisiatif FDC hadir pada momentum ketika ekonomi digital tumbuh sangat cepat. Pada Triwulan III 2025, transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar atau naik 38,08% (yoy). Namun, pertumbuhan ini juga membawa peningkatan risiko, baik fraud maupun insiden siber yang semakin terorganisasi. Sementara itu, mekanisme pertahanan yang masih berjalan secara silo menyebabkan data fraud terfragmentasi dan menciptakan blind spot industri sehingga indikasi serangan kerap terlambat teridentifikasi.

    Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menegaskan bahwa FDC akan menjadi pilar utama dalam penguatan tata kelola mitigasi fraud dan insiden siber di Indonesia, utamanya di ekosistem fintech serta keuangan digital. 

    “Melawan fraudster yang terorganisasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Industri membutuhkan wadah untuk penyelarasan standar keamanan dan pertukaran insight. Ini adalah langkah konkret AFTECH dan Jalin untuk melindungi ekosistem fintech agar tumbuh sehat dan tepercaya,” ujarnya.

    Secara konseptual, FDC dirancang sebagai ekosistem intelijen fraud yang mengonsolidasikan sinyal risiko dari berbagai entitas industri. Pendekatan ini memungkinkan data yang sebelumnya terfragmentasi di masing-masing lembaga diolah menjadi wawasan anti-fraud yang lebih utuh dan relevan. Ke depan, FDC juga dipersiapkan untuk bersinergi dengan berbagai inisiatif anti-scam nasional guna memperluas cakupan deteksi dan respons risiko.

    Sebagai tahapan awal, inisiatif ini dimulai melalui adopsi Jalin Fraud Management System (FMS) berbasis shared infrastructure. Implementasi akan dilakukan secara bertahap kepada anggota AFTECH dan jaringan member Jalin, sekaligus menjadi fondasi teknis bagi pengembangan FDC sebagai tulang punggung intelijen fraud di industri keuangan digital. Pendekatan ini memperluas akses terhadap kapabilitas keamanan berstandar industri—khususnya bagi emerging fintech yang menghadapi keterbatasan investasi untuk membangun sistem secara mandiri

    Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menegaskan bahwa pembentukan FDC merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapan industri menghadapi kompleksitas risiko fraud di sektor keuangan digital. 

    “Visi strategis FDC membutuhkan fondasi teknologi yang kokoh, dan di situlah FMS Jalin berperan sebagai enabler. Dengan pendekatan shared infrastructure, FMS membuka akses kapabilitas pertahanan yang setara bagi seluruh pelaku sehingga industri dapat menghadapi pola ancaman yang semakin canggih dengan kesiapan yang sama kuat,” ujar Ario.

    Inisiasi FDC oleh Jalin dan AFTECH, beserta implementasi FMS, diharapkan menjadi tonggak penting peningkatan maturitas industri fintech nasional. Tahap selanjutnya akan ditempuh melalui uji coba bertahap, disertai dialog berkelanjutan dengan regulator untuk memperkuat kerangka kebijakan dan memastikan kesiapan operasional ekosistem keuangan digital.

  • Kampoeng Dolanan Hadirkan Permainan Tradisional Inovatif di Sangihe

    Kampoeng Dolanan Hadirkan Permainan Tradisional Inovatif di Sangihe

    Sangihe, Beritasatu.com – Kampoeng Dolanan Sulawesi menarik perhatian masyarakat Sangihe dengan menghadirkan berbagai permainan tradisional yang dikemas secara inovatif. Perwakilan komunitas, Destu Ayu Hapsari, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali permainan klasik kepada generasi muda sekaligus menjadi ajang nostalgia bagi orang dewasa.

    Salah satu permainan yang paling mencuri perhatian adalah ular tangga raksasa. Tidak seperti permainan tradisional pada umumnya, papan ular tangga ini dibuat dari bahan baliho berukuran sekitar tiga kali tiga meter.

    Dalam versi raksasa ini, pemain menjadi pion yang bergerak mengikuti kotak permainan, sedangkan dadu yang digunakan juga berukuran besar.

    “Ular tangga raksasa, jadi balihonya ukuran mungkin tiga kali tiga meter yang jadi pionnya adalah diri kita sendiri,” ujar Destu.

    Selain ular tangga, komunitas ini juga menghadirkan permainan klasik lainnya seperti cengkeng atau engkley (lompat-lompatan), lompat goroh (lompat tali), tarik tambang, serta permainan berbasis baliho seperti jejak langkah, yang mengharuskan pemain mengikuti jejak telapak tangan dan kaki yang tersedia di permukaan papan.

    Destu menambahkan, permainan-permainan tersebut dikemas secara menarik untuk memikat generasi Z dan generasi Alfa yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Sementara bagi orang dewasa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menikmati kembali keseruan permainan tempo dahulu.

    “Permainan tradisional bukan cuma nostalgia, tetapi menjadi hal baru bagi anak-anak untuk diperkenalkan di tengah teknologi,” pungkasnya.

    Kehadiran Kampoeng Dolanan Sulawesi di Sangihe diharapkan dapat menghidupkan kembali kecintaan pada permainan tradisional sekaligus mempererat interaksi sosial lintas generasi.

     

  • Flu hingga Bronkitis, Ancaman 5 Infeksi Pernapasan Saat Musim Hujan

    Flu hingga Bronkitis, Ancaman 5 Infeksi Pernapasan Saat Musim Hujan

    Jakarta, Beritasatu.com – Musim hujan, baik curah hujan rendah atau pun tinggi datang lengkap dengan suhu kelembapan yang lebih tinggi, kondisi yang ideal untuk berkembang biaknya berbagai macam kuman dan virus penyebab penyakit.  Hujan gerimis meningkatkan risiko jatuh sakit, terutama infeksi saluran pernapasan. 

    Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi dan mencegahnya masuk ke saluran pernapasan kita. Salah satunya dengan mengetahui apa saja jenis penyakit infeksi saluran pernapasan yang sering datang pada musim hujan. Berikut paparan lengkapnya, dilansir dari laman resmi Bangkok Hospital, Jumat (12/12/2025). 

    Rinofaringitis akut atau lebih dikenal sebagai flu biasa adalah salah satu jenis infeksi pernapasan yang paling umum. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan flu biasa, terutama selama musim hujan, musim dingin, atau saat pergantian musim. Siapa pun dapat terinfeksi. Anak-anak kecil dapat terinfeksi beberapa kali dalam setahun. Orang dewasa akan lebih jarang terinfeksi karena telah mengembangkan kekebalan. Rata-rata, anak-anak dapat terinfeksi 6-12 kali per tahun, sedangkan orang dewasa bisa terkena flu biasa 2-4 kali per tahun. Penyakit ini tidak terlalu parah dan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari karena infeksi virus. 

    Cara Penyebarannya

    Ada lebih dari 100 virus berbeda yang dapat menyebabkan flu biasa, sebagian besar termasuk dalam keluarga virus coryza, seperti rhinovirus dan lainnya yang dapat ditularkan melalui pilek, air liur, dan dahak. Dengan bersin atau batuk, orang yang terinfeksi dapat menyebarkan tetesan atau aerosol ke orang lain yang berada di dekatnya atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menggosok mata atau hidung. Infeksi dapat menyebar dari orang tanpa gejala hingga dalam waktu 1-2 hari setelah gejala muncul.

    Gejala

    Ketika virus memasuki saluran hidung, virus akan menempel dan memasuki sel di lapisan hidung dan mulai berkembang biak. Setelah sel inang hancur, peradangan pada saluran hidung dimulai lalu berkembang sebagai pembengkakan dan kemerahan. Pilek akan segera menyusul. Masa inkubasi membutuhkan waktu 1–3 hari dengan rata-rata 10–12 jam) sebelum gejala muncul. Gejala flu biasa ini meliputi hidung tersumbat, batuk, bersin, sakit tenggorokan, suara serak, demam ringan, sakit kepala ringan biasanya berlangsung 2–5 hari, kecuali pilek yang bisa sampai 10–14 hari.

    Influenza adalah penyakit menular yang sangat mudah menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang cenderung berkembang biak selama musim hujan atau musim dingin. Siapa pun, terutama anak-anak, bisa terserang influenza. Orang dewasa dengan usia lebih tua bisa mengalami gejala yang lebih parah jika terinfeksi. Gejalanya pun berbeda-beda pada setiap orang, ada yang mengalami demam tinggi, batuk, dan nyeri badan, sementara yang lain mungkin juga mengalami pneumonia. Obat untuk meredakan gejala dapat mengatasi beberapa pasien, sementara obat antivirus mungkin diperlukan pada pasien dengan gejala parah. Vaksin influenza sangat efektif untuk mengurangi keparahan penyakit.

    Cara Penyebaran

    Ada beberapa jenis virus influenza, pertama virus influenza A menyebabkan 80% dari semua infeksi.  Virus influenza B adalah jenis yang paling umum, lalu virus influenza C yang termasuk dalam kategori kurang parah dan tidak terlalu menular.

    Ketiganya menyebar melalui cairan hidung, air liur, dan dahak. Dengan bersin atau batuk, orang yang terinfeksi dapat menyebarkan tetesan atau aerosol ke orang lain yang berada di dekatnya atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menggosok mata atau hidung mereka. Infeksi dapat menyebar dari orang tanpa gejala hingga 3-5 hari setelah gejala muncul atau tanpa gejala. 

    Gejala Umum

    Setelah virus masuk ke saluran pernapasan, dibutuhkan waktu 1–7 hari untuk masa inkubasi sebelum gejala muncul. Gejalanya meliputi demam tinggi akut 39–40 derajat Celcius, sakit kepala, sakit mata, nyeri otot, nyeri pada badan, kelelahan

    Sebagai catatan, beberapa orang mungkin mengalami pilek, batuk, bersin, sakit tenggorokan, lendir bening, dan bronchitis. Sebagian orang juga bisa mengalami masalah pencernaan seperti kehilangan nafsu makan, diare, mual, muntah. Gejala akan hilang dengan sendirinya dalam 1–2 minggu pada sebagian besar orang yang tidak mengalami komplikasi.

    Infeksi pernapasan ini menyebabkan peradangan pada selaput yang melapisi amandel atau laring. Ini adalah infeksi umum yang dapat menyerang siapa saja dengan anak-anak sebagai kelompok yang lebih rentan meski gejalanya tidak terlalu parah. Kebanyakan orang akan mengalami nyeri saat menelan dan sakit tenggorokan yang akan hilang dalam beberapa hari. Namun, infeksi bakteri dapat membuat gejala berlangsung lebih lama. 

    Gejala Umum

    Faring terletak di antara ujung rongga hidung dan laring. Setelah patogen masuk ke faring yang terletak di antara ujung rongga hidung dan laring.  Patogen akan berkembang biak dan menghancurkan sel. Virus cenderung membutuhkan waktu inkubasi 1–3 hari, sedangkan bakteri (misalnya Streptococcus) mungkin membutuhkan waktu inkubasi 2–5 hari.

    Gejala faringitis akut meliputi sakit tenggorokan, sulit menelan, batuk, sakit kepala, demam, pembengkakan kelenjar getah bening. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, gejala yang menyertainya mungkin berupa demam tinggi, sakit tenggorokan parah, kemerahan, dan nanah. Gejala faringitisaku umumnya akan membaik dalam 7–10 hari. Namun, infeksi Streptococcus bisa menyebabkan komplikasi.

    Pneumonia adalah kondisi pernapasan akibat infeksi paru-paru oleh virus atau bakteri yang menimbulkan peradangan dan pembengkakan akibat cairan atau abses di alveoli. Kondisi ini mengganggu kemampuan paru-paru dalam melakukan pertukaran oksigen secara optimal. Pneumonia umum terjadi pada musim hujan dan musim dingin, serta dapat menyerang siapa saja. Anak-anak di bawah usia 4 tahun dan orang berumur di atas 65 tahun cenderung mengalami gejala yang lebih berat. Batuk, mengi, dan sesak napas yang parah dapat berakibat fatal.

    Penyebab
    Penyakit ini disebabkan oleh virus atau bakteri. Virus penyebabnya adalah adenovirus, influenza, parainfluenza, dan virus respiratory syncytial (RSV). Sementara untuk bakteri, streptococcus pneumoniae, haemophilus influenzae, moraxella catarrhalis, dan mycoplasma pneumoniae adalah sejumlah bakteri penyebab pneumonia. 

    Cara Penularan
    Pneumonia menyebar melalui lendir, air liur, dan dahak. Saat penderita batuk atau bersin, tetesan atau aerosol yang mengandung patogen dapat menginfeksi orang di sekitarnya. Pada lansia, tersedak makanan atau air liur juga bisa membawa kuman ke paru-paru. Masa penularan bergantung pada jenis infeksi, dan seseorang dapat menularkan penyakit hingga beban virus atau bakterinya berkurang. 

    Gejala

    Saat seseorang terinfeksi pneumonia, umumnya demam, batuk, napas pendek dan cepat, sesak napas, mengi (napas berbunyi), nyeri saat bernapas.

    Ialah infeksi saluran pernapasan utama di paru-paru yang menyebabkan lapisan bronkus membengkak, sehingga menghambat aliran udara. Bronkus adalah saluran besar yang bercabang menjadi saluran lebih kecil hingga mencapai alveoli. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama selama musim hujan dan musim dingin, dan biasanya menimbulkan batuk berlebihan, produksi lendir, serta kesulitan bernapas.

    Pengobatan bronkitis akut bertujuan meredakan gejala hingga pasien pulih.

    Penyebab dan Penularan
    Bronkitis akut sebagian besar disebabkan oleh virus, seperti adenovirus, rhinovirus, influenza, parainfluenza, dan virus respiratory syncytial (RSV). Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri, misalnya mycoplasma dan chlamydia.

    Penularan terjadi melalui lendir, air liur, dan dahak. Saat penderita batuk atau bersin, tetesan atau aerosol yang mengandung patogen dapat menular ke orang di sekitarnya. Penularan bisa terjadi baik dari pasien yang bergejala maupun tanpa gejala.

  • BNPB Bantah Pasang Tenda Jelang Kedatangan Prabowo di Aceh Tamiang

    BNPB Bantah Pasang Tenda Jelang Kedatangan Prabowo di Aceh Tamiang

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah pihaknya memasang tenda untuk pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto, seperti pemberitaan salah satu media nasional. 

    BNPB mengatakan pemasangan tenda di Aceh Tamiang sudah dilakukan sejak Sabtu (6/12/2025) dan disesuaikan dengan kondisi di sana.

    “Narasi yang menyebutkan pembangunan tenda dilakukan berkaitan dengan agenda kegiatan presiden di Aceh Tamiang adalah tidak benar,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

    Abdul mengatakan BNPB melakukan distribusi logistik berupa tenda baik itu tenda pleton (TP) maupun tenda keluarga (TK) sejak akses jalur darat dari Kota Medan menuju Aceh Tamiang mulai terbuka pada Sabtu (6/12/2025). Bahkan, kata dia, ratusan tenda sudah tergelar atau berdiri di Aceh Tamiang sejak 9 Desember 2025.

    “Dalam satu minggu terakhir, BNPB telah mengirimkan tidak kurang dari 30 TP dan 1.000 TK, di mana delapan TP dan 664 TK sudah tergelar sejak Rabu, 9 Desember 2025,” tandas dia.

    Abdul mengatakan, upaya mendirikan tenda pleton dan tenda keluarga tersebut juga membutuhkan waktu untuk penyiapan lokasi dan pemasangannya. Di samping itu, kata dia, tim BNPB di lapangan terus mengupayakan pembangunan tenda tersebut selama 24 jam agar warga terdampak bisa mendapatkan tempat yang lebih layak.

    “Kami menegaskan pendirian TP dan TK dilakukan dalam rangka memberikan tempat bernaung yang lebih baik bagi warga terdampak, dan terus akan dilakukan hingga menjangkau seluruh warga yang saat ini masih mengungsi terwadahi,” tutur dia.

    Abdul juga mengungkapkan fokus utama BNPB, adalah melayani masyarakat terdampak bencana dengan segala sumber daya yang ada. BNPB, kata dia, juga terbuka atas berbagai kritikan-kritikan konstruktif untuk optimalisasi pelayanan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    “BNPB tentu saja akan terus mengupayakan yang terbaik dan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” pungkas Abdul.

  • Tragedi Kebakaran Terra Drone: Fakta Lengkap dan Kesalahan Fatal

    Tragedi Kebakaran Terra Drone: Fakta Lengkap dan Kesalahan Fatal

    Jakarta, Beritasatu.com – Ledakan dari sebuah baterai drone di lantai satu Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) siang, berubah menjadi salah satu tragedi kebakaran paling mematikan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Dalam hitungan menit, api menjalar cepat, asap pekat memenuhi ruangan, dan 22 karyawan kehilangan nyawa.

    Kepulan asap hitam membumbung tinggi di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, membuat warga panik dan berlarian. Dari kejauhan, gedung enam lantai itu tampak seperti tungku raksasa, sementara di dalamnya puluhan karyawan berusaha menyelamatkan diri.

    Detik-detik api mulai membesarKondisi kantor Terra Drone setelah terbakar pada Selasa 9 Desember 2025. – (Beritasatu.com/Andrew Tito)

    Kebakaran terjadi ketika para karyawan tengah menikmati waktu istirahat setelah zuhur. Beberapa saksi melihat percikan api kecil sebelum ledakan terdengar.

    “Awalnya ada muncul percikan api, entah dari baterai atau AC, dan setelah itu baru ada ledakan,” ujar Rian, seorang petugas keamanan.

    Suasana panik seketika melanda gedung. Sementara itu, 15 orang yang terjebak di lantai atas harus menyelamatkan diri dengan cara paling berisiko, yakni turun menggunakan tali darurat.

    “Lagi makan siang, tiba-tiba ada laporan kebakaran, untuk awalnya kita kurang tahu penyebabnya apa, ada 15 orang yang terjebak, rata-rata perempuan,” kata Philip Florent, salah seorang karyawan yang berhasil dievakuasi dramatis.

    Petugas pemadam kebakaran datang tujuh menit setelah laporan pertama masuk pukul 12.43 WIB. Namun, api sudah terlanjur membesar.

    Asap pekat menjadi pembunuh senyapSiti Sa’addah Ningsih menjadi salah satu dari 22 korban tewas dalam peristiwa kebakarang gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025. – (Dokumentasi pribadi keluarga/-)

    Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 29 unit mobil dan lebih dari 100 personel. Api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 14.10 WIB. Namun, dari dalam gedung, petugas menemukan pemandangan memilukan.

    Sebagian besar korban berada di lantai 3, 4, dan 5, mereka yang tidak sempat mencapai atap gedung untuk menyelamatkan diri.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, seluruh korban meninggal akibat paparan karbon monoksida (CO), gas beracun yang muncul dari pembakaran tidak sempurna.

    “Sebab kematian disebabkan karbon monoksida dalam darah yang mengakibatkan kekurangan oksigen atau asfiksia,” ujarnya.

    Hasil visum juga menunjukkan 15 dari 22 korban mengalami luka bakar tingkat 1-2, tetapi bukan luka bakar yang menyebabkan kematian.

    “Korban meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga kehabisan napas,” tambah Susatyo.

    Satu dari korban adalah seorang perempuan hamil tujuh bulan.

    Ruang 2×2 meter menjadi sumber bencana

    Seiring investigasi berjalan, polisi menemukan fakta mengejutkan tentang penyebab kebakaran. Tidak ada korsleting besar, tidak ada tabung gas, tidak ada sabotase. Sumber api muncul dari ruangan kecil, hanya 2×2 meter, yang disulap menjadi gudang penyimpanan baterai.

    Ruang inventory itu ternyata menampung tumpukan baterai lithium polymer (LiPo) berkapasitas tinggi. Baterai normal bercampur dengan baterai rusak, disimpan tanpa sistem klasifikasi, tanpa pemisahan, tanpa ventilasi memadai. Ruangan itu penuh material mudah terbakar, seperti kertas, plastik, hingga busa pelindung.

    “Begitu tumpukan itu jatuh, muncul percikan api. Di ruangan itu ada banyak baterai lain, termasuk yang rusak maupun yang masih digunakan. Percikan ini kemudian menyambar dan membesar,” jelas Susatyo.

    Bagi pakar kebakaran, kondisi ini merupakan “bom waktu”. Baterai LiPo dikenal sensitif terhadap tekanan, panas, dan guncangan. Ketika satu unit meledak, panasnya dapat menyambar baterai lain dan memicu reaksi berantai.

    Situasi makin diperparah dengan keberadaan genset di area yang sama, sehingga menambah panas dan risiko kebakaran.

    Polisi menemukan sejumlah pelanggaran berat, yakni tidak ada SOP penyimpanan bahan berbahaya, tidak ada pemisahan antara baterai rusak dan baterai normal, tidak ada pintu darurat, tidak ada petugas K3, hingga tidak ada pelatihan keselamatan bagi pekerja.

    “Gedung itu berizin sebagai perkantoran dengan IMB dan SLF yang sesuai, tetapi aktivitasnya menyimpan baterai dalam jumlah banyak tanpa fasilitas keamanan memadai,” kata Susatyo.

    Temuan ini menjadi dasar penetapan tersangka.

    Bos Terra Drone menjadi tersangka

    Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Michael Wishnu Wardana (MWW), direktur utama PT Terra Drone Indonesia sebagai tersangka. Penetapan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan bukti teknis.

    “Kami tetapkan MW sebagai tersangka,” kata Kasatreskrim, AKBP Roby Heri Saputra.

    MWW dijerat Pasal 187, 188, dan 359 KUHP dengan ancaman 5-12 tahun penjara, terkait kelalaian yang menyebabkan kematian dan bencana.

    Pada Kamis (11/12/2025), ia ditahan, dan penahanan disahkan pada Jumat (12/12/2025).

    Respons pemerintah dan peringatan serius soal keselamatan gedung

    Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi dan menyampaikan keprihatinannya. Ia menyoroti minimnya kesiapan gedung menghadapi kebakaran.

    “Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan Pemprov Jakarta akan menanggung biaya penguburan seluruh korban serta biaya perawatan korban luka.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga turun langsung ke lokasi. Ia menyatakan pemerintah akan mengevaluasi regulasi pembangunan gedung dan kemungkinan penerapan inspeksi berkala layaknya “uji KIR” untuk bangunan berisiko tinggi.

    “Kalau terjadi kebakaran di lantai satu dan tidak ada jalur evakuasi, itu sangat berbahaya. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi,” ujar Tito.

    Rapat lintas daerah dan instansi terkait akan digelar untuk memperbaiki sistem perizinan dan pengawasan.

    Pelajaran dari tragedi Terra Drone

    Tragedi ini bukan hanya soal kegagalan teknologi, tetapi kegagalan manajemen risiko. Pada era digital, perkantoran modern semakin bergantung pada perangkat elektronik, baterai berkapasitas tinggi, dan ruang penyimpanan energi. Tanpa standar keselamatan memadai, risiko akan terus meningkat.

    Kebakaran Gedung Terra Drone menjadi peringatan bahwa keamanan bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi investasi nyawa manusia.

  • Siap Rebut Hak Asuh dari Inara, Virgoun: Kita Fight Urusan Anak!

    Siap Rebut Hak Asuh dari Inara, Virgoun: Kita Fight Urusan Anak!

    Jakarta, Beritasatu.com – Musisi Virgoun Putra Tambunan atau Virgoun buka suara mengenai kabar dirinya akan merebut hak asuh anak-anaknya dari Inara Rusli.

    “Next episode kita fight urusan anak-anak,” tegas Virgoun dikutip dari Instagram miliknya, Jumat (12/12/2025).

    Virgoun mengaku akan mengambil langkah hukum untuk mengambil hak asuh anak-anak dari Inara Rusli, setelah masalah hukum mantan istrinya di kepolisian berakhir.

    “Silahkan selesai kan urusan hukum yang sekarang berjalan,” tuturnya.

    Ia menegaskan, telah memiliki bukti yang kuat untuk diperlihatkan di pengadilan agama terkait hak asuh anak.

    “Sudah ada satu poin kesalahan yang menguatkan hak asuh anak gw ambil,” lanjutnya.

    Virgoun juga meminta kepada ketiga anaknya untuk senantiasa bersabar demi memiliki rumah yang layak.

    “Sementara, begini saja dahulu ya sampai daddy membelikan rumah baru buat kalian,” ungkapnya.

    Sebelumnya, pernyataan mengenai keinginan Virgoun untuk merebut hak asuh anak yang berada di Inara Rusli itu diutarakan oleh ibundanya, Eva Manurung.

    “Sepertinya seperti itu (mengambil hak asuh anak). Kondisinya kan seperti ini (Inara Rusli diduga berhubungan intim dengan Insanul di kediaman Inara) bagaimana dong?” kata Eva Manurung dikutip dari YouTube Intens Investigasi.

    “Berarti kan dia (Inara Rusli) tidak memberikan contoh yang baik untuk cucu saya,” tutupnya.

  • SE2026 dan Satu Peta Ekonomi-Sosial Indonesia, Data Lengkap untuk Semua Kementerian

    SE2026 dan Satu Peta Ekonomi-Sosial Indonesia, Data Lengkap untuk Semua Kementerian

    Jakarta, Beritasatu.com – Arahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, 20 Oktober lalu seharusnya menjadi acuan bagi seluruh kementerian lembaga agar perbedaan, tumpang tindihnya data antar kementerian lembaga bisa diakhiri. 

    “Bahwa dalam sejarah kita sekarang, republik kita sekarang, pemerintah kita sekarang, punya satu sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk pertama kalinya. Sekarang tidak ada kementerian, tidak ada lembaga yang boleh menggunakan datanya sendiri-sendiri. Satu data,” tegas Presiden RI Prabowo Subianto. 

    Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) sedang mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai kegiatan statistik besar yang akan menghasilkan peta ekonomi Indonesia sekaligus memotret struktur ekonomi terkini di seluruh Indonesia. Sensus Ekonomi yang dilakukan setiap sepuluh tahun oleh BPS ini dirancang untuk memberikan insight yang mendalam dan komprehensif mengenai struktur, kondisi, dan kinerja seluruh usaha ekonomi.

    Sebuah upaya besar sedang dilakukan BPS dengan melakukan terobosan strategis, yakni  menggabungkan pendataan lapangan SE2026 dan memutakhirkan DTSEN untuk menjadi basis data sosial ekonomi satu-satunya yang digunakan pemerintah untuk berbagai program bantuan dan perlindungan sosial. Upaya integrasi ini diharapkan akan menjadi langkah strategis untuk mengakhiri tumpah tindihnya data, perbedaan data yang dimiliki kementerian/lembaga sekaligus memperkuat kualitas data sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan di lapangan.

    “Kita ingin meningkatkan ketepatan dalam aliran bantuan-bantuan sosial. Data yang keliru bisa mengakibatkan penghamburan uang. Data yang keliru bisa mengakibatkan mereka yang berhak menerima bantuan tidak menerima, mereka yang tidak berhak, menerima. Ini saya kira arti strategis daripada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” tutur Presiden Prabowo.

    Integrasi Sensus Ekonomi 2026 dan DTSEN tentu bukan sekadar kegiatan statistik semata, melainkan investasi strategis untuk masa depan ekonomi dan sosial Indonesia. Data yang dihasilkan diharapkan dapat memetakan kebutuhan kementerian lembaga baik dalam upaya mencatat seluruh aktivitas ekonomi non-pertanian di Indonesia sekaligus menghasilkan data tunggal sosial ekonomi yang memuat informasi rinci mengenai rumah tangga keluarga dan individu di Indonesia. 

    Tentu saja data ini diharapkan akan menjadi rujukan utama bagi kementerian/lembaga dalam menyalurkan bantuan sosial, subsidi, serta program pengentasan kemiskinan. Upaya memutakhirkan DTSEN sekaligus bersamaan dengan pelaksanaan SE2026, dua kebutuhan data kementerian/lembaga yang besar dapat dipenuhi dalam satu proses secara bersamaan.

    Kolaborasi pelaksanaan SE2026 dan DTSEN akan menjadi sinergi penting antara BPS dan berbagai kementerian/lembaga lain, termasuk pemerintah daerah, untuk menciptakan data yang terintegrasi dan akurat. Sensus Ekonomi 2026 melengkapi DTSEN dengan memberikan data dasar yang mendalam tentang kegiatan ekonomi, sementara DTSEN menjadi data tunggal yang lebih luas yang mencakup aspek sosial dan ekonomi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menghasilkan satu data yang dapat digunakan untuk perumusan kebijakan yang lebih baik, perencanaan pembangunan, serta penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

    Selain memperbarui informasi sosial ekonomi yang relevan, kegiatan pengumpulan data SE2026 dan DTSEN dalam waktu bersamaan akan menjadi basis data yang saling memperkaya satu sama lain sekaligus berdampak terhadap efisiensi anggaran. Di sisi lain, isu kejenuhan responden atau masyarakat menerima kunjungan petugas sensus yang berkali-kali akan tereduksi. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Integrasi SE2026 dan DTSEN akan mengakhiri tumpah tindihnya data kementerian lembaga.

  • Update Jumlah Korban Banjir Sumatera: 995 Orang Meninggal, 226 Hilang

    Update Jumlah Korban Banjir Sumatera: 995 Orang Meninggal, 226 Hilang

    Jakarta, Beritasatu.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara hingga Jumat (12/11/2025) sore, mencapai 995 orang. Sebanyak 226 warga masih hilang.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers daring menjelaskan angka tersebut terus bergerak seiring proses pencarian dan identifikasi jenazah di daerah terdampak. 

    “Saat ini total ada 995 korban meninggal dunia di tiga provinsi,” ujarnya.

    BNPB, kata Muhari, terus mempercepat distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama air bersih, makanan siap saji, obat-obatan, dan layanan kesehatan darurat.

    Muhari menambahkan, angka korban meninggal kemungkinan akan mengalami penyesuaian. Pemerintah tingkat kecamatan mulai melakukan proses verifikasi data berbasis catatan sipil (by name, by address) untuk memastikan seluruh nama yang tercatat benar-benar merupakan korban bencana.

    Pada periode tersebut, curah hujan harian mencapai lebih dari 150 milimeter, bahkan beberapa stasiun BMKG mencatat hingga 300 milimeter dalam 24 jam, mendekati intensitas hujan ekstrem yang memicu banjir besar Jakarta pada 2020.

    Selain itu, fenomena atmosfer turut memperkuat pembentukan awan hujan. Pada 24 November, terbentuk vortex di Semenanjung Malaysia yang berkembang menjadi siklon tropis Senyar di Selat Malaka. 

    Meski tidak sekuat siklon di Samudra Hindia, sistem ini cukup untuk meningkatkan suplai uap air dan memperluas wilayah presipitasi. Indikasi cold surge vortex serta sistem skala meso juga mempercepat pembentukan awan-awan konvektif berintensitas tinggi.

    Dari sisi geospasial, sejumlah ahli menilai kerusakan lingkungan menjadi faktor penting yang memperparah dampak banjir. Heri Andreas, dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, mengatakan bahwa tingkat keparahan banjir tidak hanya ditentukan oleh tingginya curah hujan.

    “Banjir bukan semata tentang hujan. Yang lebih menentukan adalah bagaimana permukaan bumi menerima, menyerap, dan mengalirkan air,” tegasnya.

    Ia menjelaskan bahwa kawasan berhutan memiliki kapasitas infiltrasi tinggi. Namun ketika lahan-lahan ini berubah menjadi permukiman, perkebunan intensif, atau area terbuka lainnya, kemampuan tanah untuk menahan air menurun drastis. Hilangnya vegetasi menyebabkan air hujan langsung melimpas ke sungai tanpa hambatan, meningkatkan debit air secara tiba-tiba dan memicu banjir bandang.

    Heri juga menyoroti bahwa peta bahaya banjir di Indonesia masih memiliki banyak kekurangan akibat keterbatasan data geospasial dan pemodelan. Padahal, perencanaan tata ruang berbasis risiko menjadi kunci untuk mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.

  • Pentingkah Data SE2026 bagi Pemerintah Daerah?

    Pentingkah Data SE2026 bagi Pemerintah Daerah?

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa data yang lengkap dan akurat menjadi fondasi pengambilan keputusan. Pemerintah maupun pelaku usaha memerlukannya untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih tepat sasaran. Hal ini disampaikan saat memberikan arahan kepada jajaran internal dalam Rapat Koordinasi Teknis Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya data berkualitas dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengembangan dunia usaha.

    Sensus Ekonomi sendiri dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran “6”, menjadikannya salah satu kegiatan statistik terbesar di Indonesia. Data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan kondisi riil perekonomian, tetapi juga menjadi rujukan dalam menetapkan kebijakan strategis, memotret tren terbaru, serta membantu pelaku usaha mengenali peluang dan tantangan bisnis di masa mendatang.

    Data apa saja yang akan dihasilkan? Merujuk pada situs landing page SE2026 sensus.bps.go.id/se2026/ bahwa dari kegiatan besar yang diselenggarakan BPS ini akan menghasilkan peta ekonomi Indonesia yang komprehensif. Melalui pendataan menyeluruh, SE2026 memotret struktur ekonomi terkini dengan informasi mendalam mengenai setiap sektor, baik berdasarkan skala usaha (mikro, kecil, menengah, dan besar) maupun berdasarkan wilayah (nasional, provinsi, serta kabupaten/kota). Peta ekonomi ini menjadi dasar untuk memahami dinamika dunia usaha secara lebih akurat.

    Jika ditarik ke tingkat daerah, data SE2026 memberikan landasan yang kuat bagi pemerintah daerah untuk memahami kondisi ekonomi wilayahnya secara lebih menyeluruh. Dengan pendataan lengkap terhadap seluruh pelaku usaha, pemerintah daerah dapat memetakan klaster ekonomi yang tumbuh, mengidentifikasi sektor unggulan, dan mengenali potensi spesifik di setiap wilayah. Informasi ini membantu pemerintah daerah menemukan pusat pertumbuhan baru, memantau wilayah yang berkembang cepat, serta mengarahkan pembangunan agar tidak terpusat pada satu kawasan saja.

    Selain itu, hasil SE2026 sangat berperan dalam perencanaan kebutuhan infrastruktur daerah. Data sensus dapat menjadi dasar dalam pembangunan pasar, penataan sentra UMKM, penguatan jaringan logistik, serta penentuan lokasi kawasan industri dan pergudangan yang sesuai dengan karakteristik kegiatan ekonomi setempat. Dengan mengetahui persebaran pusat pertumbuhan usaha, pemerintah daerah juga dapat menentukan wilayah yang membutuhkan peningkatan dukungan, misalnya melalui perbaikan akses jalan atau fasilitas pendukung lainnya.

    Data rinci yang dikumpulkan melalui SE2026 memungkinkan pemerintah merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Hal ini membantu pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran. Selain itu, profil usaha yang lengkap dan terstandar nasional—mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru—mempermudah pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi ekonomi kepada calon investor. Informasi tersebut menjadi bahan utama dalam penyusunan investment brief, mulai dari sektor yang memiliki prospek, ketersediaan tenaga kerja, hingga peluang kemitraan dengan usaha lokal.

    SE2026 akan dilaksanakan di seluruh Indonesia pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Pengisian kuesioner secara daring (Online/CAWI) berlangsung pada 1–31 Mei 2026, khususnya untuk perusahaan besar yang akan menerima tautan pengisian melalui email. Selanjutnya, pada 1 Juni–31 Juli 2026, akan dilakukan pendataan lapangan secara langsung (door to door) untuk seluruh usaha/perusahaan yang tidak mengisi secara mandiri. Pendataan lapangan ini dilakukan oleh petugas SE2026 yang direkrut dari berbagai wilayah.

    Melalui SE2026, BPS berharap Indonesia memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai struktur usaha dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang setiap tahun. Data ini akan menjadi dasar untuk melakukan rebasing PDB, memperbaiki kerangka data nasional, serta menyajikan beragam analisis ekonomi yang sangat dibutuhkan.

    “Statistik bukan hanya sekadar angka, tetapi memiliki makna dan cerita di baliknya,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti pada berbagai kesempatan. 

    Data, termasuk data SE2026, memiliki peranan penting dalam membangun ekonomi Indonesia. Membangun dengan data ibarat membangun rumah menggunakan blueprint yang lengkap—setiap langkah terarah karena mengetahui di mana meletakkan fondasi, seberapa tinggi dinding, dan bagaimana struktur terbaiknya. Sebaliknya, membangun tanpa data seperti membangun rumah berdasarkan perkiraan: rawan kesalahan, boros sumber daya, dan berisiko runtuh. Sama seperti menggunakan GPS saat berkendara, data memberi rute terbaik, sedangkan tanpa data kita hanya menebak arah dan mudah tersesat. Singkatnya, data membuat pembangunan lebih terukur, efisien, dan dapat diandalkan. Membangun dengan data memang membutuhkan investasi, tetapi membangun tanpa data pada akhirnya akan jauh lebih mahal.

  • Ekspor Udang ke AS Jadi Angin Segar Produk Perikanan RI

    Ekspor Udang ke AS Jadi Angin Segar Produk Perikanan RI

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan Indonesia kembali dapat melakukan ekspor udang ke Amerika Serikat (AS) setelah berhenti selama dua bulan pasca adanya temuan udang yang mengandung Cesium-137 (Cs-137). Dibukanya kembali ekspor ke AS menjadi angin segar pada produk perikanan Indonesia.

    Kepala Badan Pengawas Mutu Kelautan dan Perikanan (BPPMHP) Ishartini mengatakan, dibukanya kembali ekspor ditandai adanya ekspor udang yang telah disertifikasi bebas Cesium-137 (Cs-137) pada 3 Desember dan berhasil melewati inspeksi ketat.

    “Alhamdulillah kita sudah bisa kembali mengekspor udang kita ke AS,” kata Ishartini dalam laporan akhir tahun dikutip, Jumat (12/12/2025).

    Kembali diberlakukannya ekspor tersebut memberikan angin segar setelah selama dua bulan berhenti ekspor. Dengan kembalinya ekspor ke AS membuka kembali pundi dolar masuk ke Indonesia yang setiap tahunnya mencapai lebih dari US$ 1 miliar.

    “Penanganan udang ini sudah bisa menyelamatkan setiap tahun udang kita ke AS mencapai US$ 1 miliar dan lebih itu sudah bisa kita lakukan kembali,” jelasnya.

    Ishartini mencatat, produk perikanan Indonesia pada tahun 2025 telah diekspor dan diterima di 147 negara dari 193 negara anggota PBB. Jumlah ini meningkat 5% dari 2024 yang mencapai 140 negara.

    “Kami sudah melaksanakan tugas-tugas yang ujungnya  hasil perikanan kita diterima di negara tujuan ekspor. Kita bisa tembus di 147 negara pada 2025,” ujar Ishartini.

    Untuk terus meningkatkan produks ekspor perikanan Indonesia, pihaknya juga lakukan sertifikasi terhadap unit pengolahan ikan dan dilakukan pengawasan (surveillance) terhadap penerapan ketertelusuran (traceability) mereka. Saat ini tercatat ada 1.104 unit pengelolaan dilakukan sertifikasi.

    “Sudah 1.104 unit pengolahan ikan kita selesaikan,” pungkasnya.