Author: Beritasatu.com

  • Kemdiktisaintek Buka Pendaftaran 1.100 Kuota Beasiswa S-3 untuk Dosen

    Kemdiktisaintek Buka Pendaftaran 1.100 Kuota Beasiswa S-3 untuk Dosen

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi membuka pendaftaran beasiswa program doktor untuk dosen Indonesia (PPDI) 2025 mulai Senin (2/6/2025). 

    Program ini menyediakan sebanyak  1.100 kuota beasiswa doktoral atau S-3 yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi dosen di seluruh Indonesia.

    “Kita meluncurkan hari ini untuk 1.100 kesempatan atau 1.100 pos beasiswa doktor atau S-3,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Graha Kemendiktisaintek Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Mendiktisaintek mengatakan program ini merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dosen bergelar doktor di Tanah Air. 

    Menurutnya, dari 300.000 orang jumlah dosen di Indonesia, baru sekitar 25,05% yang bergelar doktor atau lulusan S-3.

    “Sehingga, keinginan kita bersama bahwa dosen-dosen itu memiliki gelar S-3 itu bisa cepat terlaksana, karena kebetulan kalau kita lihat data sampai saat ini baru 25,05% dari 300.000 yang memiliki gelar doktor,” ujarnya.

    Kemendiktisaintek juga berpeluang akan menambah kuota beasiswa S-3 dari yang diluncurkan saat ini, yakni untuk 1.100 orang, jika ke depan memang dibutuhkan lebih banyak.

    Kemendiktisaintek sedang berkomunikasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menambah anggaran beasiswa, sehingga jumlah kuota beasiswa bisa bertambah menjadi 2.000 orang.

    Melalui langkah tersebut, Menteri Brian berharap kualitas pendidikan tinggi di Indonesia bisa semakin meningkat, seiring bertambahnya dosen lulusan S-3 di Indonesia. 

    Program beasiswa doktor untuk dosen ini tidak hanya fokus pada pembiayaan kuliah doktoral, tetapi juga memanfaatkan berbagai skema pendanaan riset untuk mendukung studi S-3 dosen, terutama bagi mereka yang belum menerima gelar doktor.

    “Artinya program akademik dan pendidikan menjadi naik, lulusan juga semakin baik. Di saat yang bersamaan tentu dengan memiliki gelar S-3 berarti proses kenaikan pangkatnya akan lebih baik, lebih mudah, yang pada akhirnya juga bisa menaikkan dan meningkatkan pendapatan dosen, karena mereka sudah memiliki gelar S-3,” ucap Brian Yuliarto.

    Sementara, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengapresiasi langkah Kemendiktisaintek dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

    Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen dan keberpihakan Kemendiktisaintek kepada peningkatan kualitas pendidikan tinggi, riset dan teknologi, juga kepada para dosen.

    “Hal ini bukan hanya kompetensinya, tapi juga peningkatan karier, kesejahteraan, dan juga mungkin secara umum perlindungan kepada mereka,” pungkas Hetifah Sjaifudian.

  • Jumbo Resmi Jadi Film dengan Penonton Terbanyak di Indonesia

    Jumbo Resmi Jadi Film dengan Penonton Terbanyak di Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Film animasi Jumbo berhasil mencatatkan sejarah baru dengan menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Film yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema Studios ini sukses mengalahkan rekor jumlah penonton yang sebelumnya dipegang oleh film KKN di Desa Penari dengan jumlah penonton mencapai 10.061.033.

    Tercatat, hingga Senin (2/6/2025) Jumbo telah meraih lebih dari 10.073.332 penonton.

    “Sekarang bisa dikatakan dengan pasti,  Jumbo secara statistik telah melampaui KKN di Desa Penari dan secara resmi menjadi film dengan penonton terbanyak nomor satu di Indonesia, pada hari ke-63 pemutarannya di bioskop,” tulis akun X @cinepoint, dikutip Senin (2/6/2025).

    “Sebuah kisah animasi, lokal, dan original yang kini memimpin. Sungguh sebuah perjalanan dan sungguh sebuah momen,” lanjut akun @cinepoint.

    Sejak dirilis pada 31 Maret 2025, Jumbo mencatat capaian gemilang. Dalam tujuh hari pertama penayangan, film ini telah ditonton oleh 1.000.000 orang. Pada hari ke-11, jumlah penonton mencapai 2.000.000 orang dan hanya dalam waktu 14 hari, film ini menembus angka 4.000.000 penonton.

    Jumbo juga tercatat sebagai film animasi Asia Tenggara dengan pendapatan tertinggi, yakni lebih dari US$ 8 juta atau sekira Rp 130,2 miliar, mengalahkan film animasi Mechamato Movie asal Malaysia. Pada hari ke-19 penayangan, Jumbo mulai menyusul pencapaian Frozen 2, yang sebelumnya menjadi film animasi dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia.

    Puncaknya terjadi pada hari ke-63 penayangan, ketika Jumbo resmi melampaui jumlah penonton KKN di Desa Penari yang dirilis pada 2022. Dengan total 10.073.332 penonton, Jumbo kini menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia.

    Sutradara Ryan Adriandhy menyampaikan rasa syukur atas pencapaian film debutnya tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @adriandhy.

    “Alhamdulillah. Allah Maha Besar. Pada hari ke-63 tayang di bioskop, Jumbo secara resmi mencetak sejarah sebagai film yang paling banyak ditonton di Indonesia,” tulis Ryan.

    “Terima kasih ya Allah, telah mempercayakan perjalanan ini kepada Jumbo dan terima kasih kepada setiap jiwa yang hadir, bersorak, dan percaya momen ini milik kami Indonesia dan kami akan membawanya selamanya,” pungkasnya. 

    Berdasarkan data yang dihimpun Beritasatu.com, film ini mulai diproduksi pada April 2020 dan resmi menjalani proses produksi penuh pada September 2021. Dalam pengerjaannya, film ini melibatkan lebih dari 500 kreator.

    Pada November 2021, Visinema Pictures mengumumkan jajaran pengisi suara untuk film Jumbo, antara lain Ariel, Bunga Citra Lestari, Angga Yunanda, Cinta Laura Kiehl, Ariyo Wahab, Chicco Jerikho, Ganindra Bimo, Angga Dwi Sasongko, Rachel Amanda, Aci Resti, Prince Poetiray, Den Bagus Satrio Sasono, Yusuf Ozkan, Gracella Abigail, dan Quinn Salman.

    Film ini juga didukung oleh sejumlah musisi ternama yang mengisi original soundtrack, di antaranya Maliq & D’Essentials, Bunga Citra Lestari, Prince Poetiray, dan Quinn Salman. Beberapa lagu soundtrack seperti Kumpul Bocah, Selalu Ada di Nadimu, dan Dengar Hatimu direkam dan diproduksi sepenuhnya di Indonesia dan Singapura.

    Tak hanya meraih sukses di dalam negeri, Jumbo juga akan tayang di 17 negara mulai Juni 2025, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Rusia, Ukraina, negara-negara di kawasan Baltik hingga Timur Tengah.

  • 19 Napi Kabur dari Lapas Nabire Anggota TPNPB-OPM, Ini Identitasnya!

    19 Napi Kabur dari Lapas Nabire Anggota TPNPB-OPM, Ini Identitasnya!

    Timika, Beritasatu.com – Sebanyak 19 narapidana (napi) yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, ternyata anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM).

    Mereka kabur pada Senin (2/6/2025) sekitar pukul 10.30 WIT setelah menyerang petugas lapas dengan parang. Aksi mereka terekam CCTV dan videonya viral di media sosial. 

    Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengakui 19 narapidana yang kabur dari Lapas Nabire merupakan anggota TPNPB-OPM. Dia menyebut mereka sebagai tahanan perang.

    “Tahanan perang yang kabur dari Lapas Nabire mereka anggota TPNPB,” kata Sebby dalam keterangannya kepada media.

    Sebby Sambom membeberkan nama 19 narapidana anggota TPNPB-OPM yang kabur dari Lapas Nabire, sebagai berikut:

    1.      Ardinus Kogoya

    2.      Yantis Murib

    3.      Junius Waker

    4.      Agus Gobai

    5.      Alenus Tabuni alias Komputer

    6.      Jeheskiel Degey

    7.      Anan Nawipa

    8.      Marenus Tabuni

    9.      Yotenus Wonda

    10.   Alison Wonda

    11.   Pelinus Kogoya alias Solikin alias Mairon Tabuni

    12.   Noak Tekege

    13.   Tandangan Kogoya alias Kamenak Kogoya aluas Kamenak Gire

    14.   Roy Wonda

    15.   Andreas Tekege

    16.   Salomo Tekege

    17.   Yakobus Nawipa

    18.   Jemison Gobai

    19.   Mandison Kogoya alias Gimun Kogoya

    Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIB Nabire Eddy Saputra mengatakan tiga petugasnya mengalami luka-luka akibat diserang oleh napi yang kabur. 

    “Tiga orang mengalami luka, dua luka berat, dan satu ringan,” kata Eddy kepada wartawan.

    Dua petugas yang luka berat kondisi jari tangannya hampir putus akibat terkena sabetan parang.

    Eddy Saputra mengatakan peristiwa itu terjadi pada jam kunjungan warga binaan. Saat itu, ada dua napi berpura-pura minta izin untuk pergi ke bagian registrasi. 

    Begitu pintu dibuka oleh petugas, seorang napi langsung menyerang petugas dengan sebilah parang yang disembunyikan di balik pakaiannya.

    “Parang yang digunakan disembunyikan di balik baju, dan asalnya masih dalam penyelidikan,” ucap Eddy.

    Kesempatan itu pun dimanfaatkan para napi lainnya yang kemudian bergegas melarikan diri bersama-sama.

    Eddy mengakui petugasnya kewalahan menghalau gerombolan napi yang keluar bersamaan sembari mengancam petugas dengan kayu dan senjata tajam.

    Pelarian narapidana ini merupakan insiden kedua dalam waktu sebulan di Lapas Nabire. Sebelumnya, tiga napi kasus pidana berat juga berhasil kabur pada 8 Mei 2025.

  • Visa Haji Belum Terbit, Ustaz Maulana Sebut Ruben Onsu Sempat Khawatir

    Visa Haji Belum Terbit, Ustaz Maulana Sebut Ruben Onsu Sempat Khawatir

    Jakarta, Beritasatu.com – Ustaz Maulana angkat bicara terkait kabar artis Ruben Onsu yang terancam gagal berangkat haji tahun 2025 akibat visa furada yang belum juga terbit hingga saat ini. Ia menyebut  Ruben sempat menyampaikan kekhawatirannya terkait masalah visa tersebut.

    “Waktu itu beliau bertanya, ‘Ustaz gimana visa saya belum keluar?’ Saya jawab, visa ustaz juga sama belum keluar. Visa kita kan sama-sama furada,” kata ustaz Maulana, Senin (2/6/2025).

    Ustad Maulana mengatakan  saat itu ia meminta Ruben untuk bersabar dan menunggu, apalagi Ruben masih memiliki jadwal pekerjaan.

    Menurutnya, Ruben kemungkinan besar tidak dapat berangkat haji tahun ini, namun ia menegaskan hal itu bukan berarti batal sepenuhnya, melainkan hanya tertunda untuk sementara waktu.

    “Sebenarnya bukan batal, tapi tertunda. Artinya, mudah-mudahan bisa berangkat musim haji tahun depan,”  ujarnya.

    Ia berharap agar Ruben menyikapi situasi ini dengan sabar dan tenang.  “Saya bilang ke dia agar terus berbaik sangka kepada Allah, karena pasti ada hikmah di balik ujian ini,” tutup ustaz Maulana.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan Kementerian Agama (Kemenag), terdapat lebih dari 1.000 calon jemaah haji furada tahun 2025 yang batal berangkat akibat visa tidak kunjung diterbitkan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi.

  • Diskon Listrik 50 Persen Batal Diberikan Bulan Ini

    Diskon Listrik 50 Persen Batal Diberikan Bulan Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah akhirnya batal memberikan diskon tarif listrik 50 persen yang rencananya diberikan pada Juni hingga Juli 2025. Diskon tarif listrik tersebut, sebelumnya direncanakan untuk pelanggan listrik 1.300 VA ke bawah.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, stimulus tersebut gagal lantaran proses penganggaran yang memakan waktu. Sehingga, tidak memungkinkan untuk mengejar target pelaksanaan pada Juni dan Juli.

    “Kami sudah rapat di antara para menteri, dan untuk pelaksanaan diskon listrik ternyata untuk kebutuhan, proses penganggarannya jauh lebih lambat kalau kita tujuannya adalah untuk Juni dan Juli. Kami memutuskan (diskon listrik ini) tak bisa dijalankan,” kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Sebagai gantinya. Sri Mulyani bilang anggaran tersebut akan dialokasikan untuk Bantuan Subsidi Upah (BSU), untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan.

    “Sekarang, karena data BPJS Ketenagakerjaan sudah clean untuk betul-betul pekerjaan di bawah Rp 3,5 juta, dan sudah siap, maka kita memutuskan dengan kesiapan data dan kecepatan program, kita menargetkan untuk bantuan subsidi upah,” tutupnya.

    Sebelumnya, Menkeu menyampaikan ada dana sekira Rp 24,44 triliun guna mendanai sejumlah program sosial dan ekonomi yang akan berlangsung pada periode Juni hingga Juli 2025. Adapun lima paket stimulus tersebut antara lain, diskon transportasi, diskon tarif tol, tambahan bansos, Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

    Ia menjelaskan, dinamika geopolitik dan geoekonomi global saat ini menjadi salah satu pendorong pemerintah untuk menyalurkan berbagai bentuk insentif guna menjaga daya beli dan kestabilan ekonomi nasional.

    “Pemerintah secara aktif terus mengkaji dan mengambil langkah mitigasi atas tekanan global tersebut. Setiap kebijakan yang menggunakan APBN tentunya disusun berdasarkan landasan hukum yang berlaku,” ungkap Sri Mulyani.

  • Ini Banjir Diskon Jelang Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Jalan Tol

    Ini Banjir Diskon Jelang Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Jalan Tol

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 24,44 triliun untuk mendanai sejumlah program sosial dan ekonomi. Program ini pun akan berlangsung pada periode Juni hingga Juli 2025, bertepatan dengan libur sekolah anak-anak.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah akan meluncurkan paket stimulus ekonomi guna mendorong daya beli masyarakat selama periode libur sekolah pada Juni-Juli 2025. Paket stimulus tersebut mulai berlaku pada Kamis (5/6/2025), mencakup diskon transportasi, hingga iuran JKK.

    Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyebut paket stimulus kali ini memang lebih terbatas dibandingkan stimulus yang pernah dirilis sebelumnya. Sebagai perbandingan diskon tarif listrik pada awal tahun diberikan pada golongan listrik 2.200 VA, namn sekarang hanya diberikan pada pelanggan 1.300 VA.

    “Sebagai contoh, pada Januari dan Februari, pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50% untuk pelanggan dengan daya di bawah 1.200 VA. Sementara untuk stimulus bulan Juni ini, diskon 50% hanya diberikan kepada pelanggan dengan daya 1.300 VA,” jelas Rully kepada BeritaSatu di Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Oleh karenanya, dia menyebut stimulus kali ini lebih terbatas. “Stimulus kali ini sepertinya pemerintah akan mengeluarkan secara limited (terbatas),” ujar Rully

    Adapun tujuan stimulus ekonomi ini diluncurkan adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui percepatan belanja, menyusul potensi melambatnya konsumsi rumah tangga pada 2Q25. Secara umum, paket stimulus diharapkan berdampak positif terhadap konsumsi, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

    Dari segi efektivitas, Rully juga memperkirakan dampak stimulus ini tidak sebesar yang terjadi pada awal tahun dan kemungkinan akan menurun pada bulan-bulan berikutnya, khususnya Agustus.

    “Saya rasa pemerintah bisa melakukan evaluasi dari data-data stimulus ekonomi yang pernah dikeluarkan sebelumnya agar pengeluaran lebih efektif,” ujarnya.

    Ditambah lagi, pemerintah memang membatalkan pemberian diskon tarif listrik pada pelanggan listrik 1.300 VA ke bawah. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pembatalan ini dikarenakan rapat diskon listrik yang berjalan lebih lambat, sehingga tidak bisa diterapkan pada Juni-Juli ini.

    Untuk mendorong daya beli masyarakat dalam jangka panjang, Rully mendukung upaya pemerintah meningkatkan belanja daerah dan mengurangi potensi kebocoran anggaran. Selain itu, dia meminta pemerintah mengoptimalkan perbaikan data ekonomi nasional, termasuk data kemiskinan.

    “Pemerintah dapat fokus pada sektor-sektor yang memberikan insentif ke sektor padat karya, seperti kredit usaha rakyat dan kredit investasi,” pungkasnya.

  • Visa Furoda Belum Terbit, Ruben Onsu Terancam Gagal Berangkat Haji?

    Visa Furoda Belum Terbit, Ruben Onsu Terancam Gagal Berangkat Haji?

    Jakarta, Beritasatu.com- Artis dan presenter Ruben Onsu dikabarkan terancam batal berangkat haji tahun 2025 karena visa furoda miliknya belum juga terbit, meskipun dirinya dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 30 Mei 2025.

    Dalam siaran langsung di akun TikTok miliknya, Ruben menyatakan pasrah bila memang akhirnya tidak bisa berangkat tahun ini.

    “Semua berita tentang visa furoda lumayan jadi isu besar sekarang ini, jadi aku sebagai orang yang masih terus belajar ya menikmati semuanya yang Allah mau saja. Kalau mendadak berangkat ya siap,” ungkap Ruben, Senin (2/6/2025).

    Ruben menyampaikan jika harus batal berangkat ibadah haji tahun ini, ia berencana akan merayakan Iduladha di masjid dan musala yang ia dirikan.

    “Kalau tidak berangkat ya berarti saya merayakan Iduladha di masjid dan musala saya, yang selama ini belum pernah saya rasakan. Allah sudah atur,” tambahnya.

    Ruben menjelaskan visa furoda miliknya merupakan pemberian dari seorang sahabat.

    “Aku visanya memang furoda dan dikasih, itu hadiah. Jadi aku ikutin saja semuanya, walaupun masih banyak belajar. Pokoknya jangan pernah berhenti bersyukur dan terus meminta, tidak putus ibadah. Nanti Allah yang kasih tahu jalannya. Rencana Allah pasti lebih indah,” tutup Ruben.

  • Bacok Petugas, 19 Narapidana Lapas Nabire Papua Tengah Kabur

    Bacok Petugas, 19 Narapidana Lapas Nabire Papua Tengah Kabur

    Timika, Beritasatu.com – Sebanyak 19 narapidana melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, Senin (2/6/2025) sekitar pukul 10.30 WIT. Mereka kabur setelah menyerang petugas lapas dengan parang.

    Dalam video rekaman CCTV yang viral di media sosial terlihat para napi itu juga menyerang petugas lapas yang mencoba menghentikan aksi mereka.

    “Tiga orang petugas mengalami luka, dua luka berat, dan satu ringan,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Nabire Eddy Saputra kepada wartawan.

    Begitu pintu dibuka oleh petugas, seorang napi langsung menyerang petugas dengan sebilah parang yang disembunyikan di balik pakaiannya.

    “Parang yang digunakan disembunyikan di balik baju, dan asalnya masih dalam penyelidikan,” ucap Eddy.

    Kesempatan itupun dimanfaatkan para napi lainnya yang kemudian bergegas melarikan diri bersama-sama.

    Eddy mengakui petugasnya kewalahan menghalau gerombolan napi yang keluar bersamaan sembari mengancam petugas dengan kayu dan senjata tajam.

    Pelarian narapidana ini merupakan insiden kedua dalam waktu sebulan di Lapas Nabire. Sebelumnya, tiga napi kasus pidana berat juga berhasil kabur pada 8 Mei 2025.

  • Terkena Musibah, Kaki Irwansyah Patah dan Duduk di Kursi Roda

    Terkena Musibah, Kaki Irwansyah Patah dan Duduk di Kursi Roda

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari selebritas Irwansyah. Kabar itu diunggah oleh Irwansyah di Instagram miliknya.

    Irwansyah mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan sedang duduk di atas kursi roda, serta terlihat bagian kaki kirinya diperban. Sayangnya, Irwansyah tidak menjelaskan mengenai penyebab utama dirinya mengalami patah kaki.

    “Alhamdulillah, banyak belajar dari perjalanan yang luar biasa ini,” jelas Irwansyah, Senin (2/6/2025).

    Meski kakinya mengalami patah, tetapi suami Zaskia Sungkar itu tetap mengucap syukur kepada Sang Pencipta.

    “Allah kasih ujian dengan patahnya kaki, tetapi bersyukur jadi banyak main sama kesayangan di rumah,” tuturnya.

    “Pasti Allah mengetahui yang terbaik buat kita, semoga ini menjadi penggugur dosa,” lanjutnya.

    Melihat unggahan itu, sejumlah publik figur Tanah Air turut mendoakan untuk kesembuhan Irwansyah.

    “Ya ampun!! Get well soon bro,” tulis Glen Alinskie.

    “Semoga cepat sembuh, Wan,” tulis Adrian Maulana.

    “Lekas sembuh my bro,” tulis Gugun Gumilar.

    “Cepat sehat lagi. Bismillah,” tulis Iis Dahlia.

    “Semangat kakaaa,” tulis Shieran Sungkar.

    “Subhanaallah, semoga segera diberikan yang terbaik dari Allah Swt. Amin,” tulis Alvin Adam.

    Mengetahui mendapat doa dari teman sesama publik figur itu, membuat Irwansyah mengucapkan terima kasih.

    “Semua yang enggak bisa aku sebutkan satu per satu terima kasih ya,” tutup Irwansyah.

  • Nikita Mirzani Sakit, Pelimpahan Kasus ke Kejaksaan Tertunda

    Nikita Mirzani Sakit, Pelimpahan Kasus ke Kejaksaan Tertunda

    Jakarta, Beritasatu.com – Kejaksaan Tinggi Jakarta menyebut, meski berkas Nikita Mirzani dan asistennya, Mail Syahputra sudah P21 tetapi belum bisa dilakukan pelimpahan dari Polda Metro Jaya ke pihak kejaksaan.

    “Kalau terkait pelimpahan itu tentu harus dua tersangka yang dibawa secara bersama, tidak bisa dilakukan secara satu per satu dalam kasus saudari NM dan saudara MS,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Syahron Hasibuan di Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Syahron Hasibuan menyebut, pada kasus pemerasan yang diduga dilakukan Nikita Mirzani terhadap Reza Gladys terdapat dua orang dalam satu berkas perkara.

    “Karena perkara ini saling berkait, tentu berkas dan tuntutannya menjadi satu. Namun, hasilnya seperti apa tentu nanti ada majelis hakim yang memutuskan,” lanjutnya.

    Menurutnya, untuk penetapan sidang perdana Nikita Mirzani juga belum dijadwalkan. Saat ini, pihak Kejaksaan masih menunggu tahap dua, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polda Metro Jaya.

    “Belum ada tahap dua, informasi dari penyidik tersangka sedang dibantarkan di rumah sakit,” tuturnya.

    Syahron Hasibuan memastikan, pada tahapan pelimpahan ke kejaksaan maka kondisi Nikita Mirzani dan Mail Syahputra harus berada dalam kesehatan yang baik.

    “Proses penyerahan tersangka dan barang bukti itu juga dilihat dari kondisinya, tentu harus dalam keadaan yang sehat sehingga bisa dimintakan pertanggungjawaban pidananya, termasuk badannya,” tutupnya.