Author: Beritasatu.com

  • Nurul Arifin Dukung Pencabutan Izin Tambang di Raja Ampat

    Nurul Arifin Dukung Pencabutan Izin Tambang di Raja Ampat

    Jakarta, Beritasatu.com – Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin memberikan apresiasi atas langkah tegas pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mencabut izin usaha pertambangan (IUP) empat perusahaan di kawasan sensitif Raja Ampat, Papua Barat Daya.

    Ia menyebut kebijakan ini sebagai wujud nyata keberpihakan negara terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

    Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025), oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

    “Kami sangat mengapresiasi keputusan Presiden dan Menteri ESDM yang mencabut izin empat perusahaan tambang di Raja Ampat. Ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk menjaga keseimbangan ekologis dan hak masyarakat adat,” ujar Nurul Arifin kepada wartawan.

    Izin Tambang Dicabut dari Kawasan Geopark Raja Ampat

    Empat perusahaan yang dicabut izinnya, yaitu PT Kawei Sejahtera Mining (Pulau Kawe), PT Mulia Raymond Perkasa (Pulau Batang Pele dan Pulau Manyaifun), PT Anugerah Surya Pratama (Pulau Manuran), dan PT Nurham (Yesner, Waigeo Timur).

    Semua lokasi tersebut berada dalam kawasan Geopark Raja Ampat, wilayah konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi.

    Sementara itu, PT GAG Nikel yang berlokasi di Pulau Gag berada di luar kawasan Geopark.

    Meski begitu, pemerintah tetap mengevaluasi operasional tambang tersebut guna mencegah potensi kerusakan lingkungan, mengingat letaknya yang hanya 40 km dari Piaynemo, destinasi wisata ikonik Raja Ampat.

    Dukung Tata Kelola Tambang yang Bertanggung Jawab

    Nurul menegaskan, fraksi Partai Golkar mendukung penuh langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan mendorong agar seluruh proses pertambangan di Indonesia dilakukan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kemakmuran rakyat.

    “Kami ingin hasil tambang, seperti nikel dari Pulau Gag benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Bukan hanya bagi korporasi, tetapi juga pembangunan daerah,” ujarnya.

    Lebih lanjut, anggota Komisi I DPR itu menekankan pentingnya penerapan rehabilitasi dan reboisasi pada lahan bekas tambang.

    Ia menegaskan, keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas, termasuk pelibatan aktif masyarakat dalam proses dan hasil kegiatan tambang.

    “Masyarakat harus diberi manfaat, mulai dari kompensasi, kesempatan kerja, hingga program CSR yang berkelanjutan. Keterlibatan mereka adalah syarat mutlak,” tegasnya.

    Lingkungan dan Ekonomi Harus Seimbang

    Menurut Ketua Media dan Penggalangan Opini DPP Golkar ini, pencabutan IUP merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

    “Ini momentum besar untuk membenahi tata kelola tambang nasional. Sumber daya alam harus dikelola demi rakyat, kelestarian alam, dan masa depan generasi,” pungkas Nurul Arifin.

  • Peringati Hari Raya Iduladha 1446 H, Pegadaian Salurkan Ratusan Hewan Kurban untuk Masyarakat

    Peringati Hari Raya Iduladha 1446 H, Pegadaian Salurkan Ratusan Hewan Kurban untuk Masyarakat

    Jakarta, Beritasatu.com – PT Pegadaian menyalurkan lebih dari 700 ekor hewan kurban kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Sebanyak 717 ekor hewan kurban disalurkan melalui kantor pusat dan 12 kantor wilayah Pegadaian seluruh Indonesia. 18 hewan kurban lainnya disalurkan oleh Kerohanian Islam (Rohis) Pegadaian kantor pusat, yang merupakan sedekah daging nasabah Pegadaian Syariah.

    Pada tahun ini pemotongan hewan kurban tersebut kembali dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Amanah Bersama Agro Bekasi, pada Senin (9/6/2025). Dalam sambutannya di RPH Amanah Bersama Agro, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan bahwa penyerahan dan penyembelihan hewan kurban ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas keberlangsungan dan kesuksesan bisnis perusahaan yang terus bertumbuh selama 124 tahun.

    “Alhamdulillah pada Iduladha tahun ini, Pegadaian kembali melaksanakan kurban. Harapannya ini akan semakin meningkatkan rasa syukur atas apa yang telah kita capai selama berlangsungnya bisnis perusahaan, sejak 1901 hingga kini, sehingga dapat memupuk semangat kebaikan dan kepedulian. Semoga kurban yang kita salurkan bermanfaat untuk masyarakat yang menerima,” ujar Damar.

    Ketua Panitia Kurban Pegadaian, Yatno juga menyampaikan bahwa nantinya hewan kurban yang disalurkan melalui Rohis Pegadaian Pusat akan langsung didistribusikan ke berbagai masjid, yayasan dan penerima lainnya.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang bertugas dengan baik. Semua daging kurban yang telah terhimpun dari Rohis akan langsung didistribusikan ke masyarakat di RT/RW sekitar kantor pusat Pegadaian, berbagai masjid, majelis ta’lim, yayasan sosial, serta tenaga alih daya Pegadaian, seperti supir, tenaga kebersihan dan keamanan,” ujar Yatno.

    Dalam momen Iduladha yang penuh berkah ini, Pegadaian tidak semata hanya memenuhi kebutuhan daging kurban bagi masyarakat, namun juga melakukan proses pemilihan hewan kurban yang ketat, sehingga dapat dipastikan daging kurban yang didistribusikan Pegadaian telah memenuhi standar kebersihan dan berkualitas.

  • SD-SMP Digratiskan, Mendikdasmen: Dibahas Minggu Depan

    SD-SMP Digratiskan, Mendikdasmen: Dibahas Minggu Depan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan pihaknya segera membahas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan gratis untuk jenjang SD dan SMP di Indonesia.

    Pembahasan ini direncanakan akan dilakukan pada rapat pekan depan. “Belum tahu, nanti (dibahas) rapat minggu depan,” kata Abdul Mu’ti saat ditemui di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Selasa (10/6/2025), dilansir dari Antara.

    Mendikdasmen juga meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Sekretaris Negara terkait implementasi kebijakan ini.

    Sebagai informasi, putusan MK sebelumnya telah mewajibkan pendidikan gratis tanpa pungutan biaya untuk jenjang SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Putusan ini merupakan hasil dari permohonan uji materi Pasal 34 Ayat (2) Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).

    Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayanti menyatakan, putusan MK tersebut akan masuk dalam RUU Sisdiknas. “Keputusan MK untuk gratis pendidikan dasar, terutama SD-SMP itu adalah keputusan yang sudah final dan mengikat,” kata Esty saat dihubungi Selasa (10/6/2025).

    “Maka segera harus kita atur di dalam RUU Sisdiknas maupun juga kita atur di dalam regulasi yang lain dan segera harus kita bahas dengan kementerian,” lanjutnya,

    Esti mengatakan Komisi X DPR akan segera memanggil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membahas rencana memasukkan putusan MK ke RUU Sisdiknas.

    Salah satu yang bakal dibahas yakni kesiapan anggaran dan ketentuan teknis untuk menjalankan putusan MK tersebut.

  • Disebut Mandul, Dewi Perssik: Siapa yang Mau Boboin Gue?

    Disebut Mandul, Dewi Perssik: Siapa yang Mau Boboin Gue?

    Jakarta, Beritasatu.com – Pedangdut Dewi Perssik memberikan reaksi terkait dirinya dituduh mandul oleh netizen. Hal itu karena, Dewi Perssik belum dikaruniai seorang anak meski sudah tiga kali menikah.

    “Bagaimana gue mau punya anak, orang laki gue juga enggak ada. Siapa yang mau boboin gue?” ketus Dewi Perssik yang diunggah ulang akun Instagram @rumpi_asiik, Selasa (10/6/2025).

    Dewi Perssik menyebut, dirinya memang sengaja tidak ingin memiliki anak karena lantaran tahu akan bercerai.

    “Kalau yang dahulu memang gue enggak pengin punya anak karena gue tahu bakal cerai,” jelasnya.

    Dewi Perssik lantas membagikan hadis yang pernah dibacanya terkait perempuan mandul yang sesungguhnya.

    “Aku bisa kasih tahu sama kamu karena memang ada hadisnya. Perempuan mandul itu apabila dia mempunyai anak tetapi enggak bisa menjadikan anaknya berprilaku yang baik, itu arti mandul sesungguhnya,” katanya.

    Ia berpendapat, menjadi seorang ibu bukan sekadar berbicara melahirkan saja tetapi harus bisa menjaga dan mendidik anak dengan benar.

    “Banyak kok ibu-ibu yang anaknya ditelantarkan, anaknya tiba-tiba dibuang. Jadi, menjadi seorang ibu tidak harus berbicara melahirkan,” ujarnya.

    Dewi Perssik percaya, bahwa seseorang bisa memiliki anak atau tidak karena bagian dari rencana Sang Pencipta terkait kehidupan manusia.

    “Semua itu Allah yang mengatur, bukan kalian netizen. Jadi, goals-nya jangan sebatas berbicara melahirkan, harus bisa begini, harus bisa begitu,” tuturnya.

    Seperti diketahui, Dewi Perssik sempat tiga kali menikah. Pernikahan pertama bersama Saipul Jamil pada Januari 2005. Sayangnya, pernikahan keduanya harus berakhir di pengadilan agama pada 2008.

    Kemudian, Dewi Perssik kembali menikah untuk kedua kali dengan Aldi Taher pada 2008. Pernikahan keduanya pun berakhir di pengadilan agama pada 2009.

    Terakhir, Dewi Perssik menikah kali ketiga dengan Angga Wijaya. Pernikahan keduanya juga berakhir dengan bercerai pada 2022, setelah melangsungkan pernikahan pada 2017.

  • Krisis Pangan Global Melanda, Mentan Andi Amran: Indonesia Aman

    Krisis Pangan Global Melanda, Mentan Andi Amran: Indonesia Aman

    Lumajang, Beritasatu.com- Di tengah krisis pangan global yang tengah melanda berbagai belahan dunia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia berada dalam posisi aman dan siap menghadapi tekanan pangan global.

    Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di kebun tebu produktivitas tinggi di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (10/6/2025).

    “Alhamdulillah, stok pangan kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka,  mencapai 4 juta ton. Ini buah dari fokus kerja kita,” ucap Mentan Amran, di Lumajang, Selasa (10/6/2025).

    Ia menyebut, sejak awal masa jabatannya, dirinya langsung fokus pada pemulihan dan penguatan ketahanan pangan nasional, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran global terkait ketersediaan pangan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan distribusi global.

    “Seluruh dunia mengalami krisis pangan, tetapi Indonesia tidak. Kita bersyukur, tapi tidak boleh lengah. Kita harus mulai membenahi sektor perkebunan juga,” tambahnya. 

    Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian khusus pemerintah adalah tebu. Indonesia, ditekankan Amran, masih bergantung pada impor gula, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri.

    Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah menargetkan swasembada gula dalam lima tahun ke depan, sekaligus sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi ketidakpastian pasokan pangan global.

    Amran menyampaikan enam pilar utama untuk memperkuat produksi dalam negeri, yakni penyediaan benih unggul, pengelolaan pertanian yang baik, kemudahan akses pupuk dan sarana produksi, sistem irigasi modern, pengolahan tanah yang efisien, serta jaminan harga jual yang menguntungkan bagi petani.

    Ia juga menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk dan sarana produksi, agar tidak ada lagi praktik-praktik curang yang merugikan para petani.

    “Dengan langkah strategis ini, optimis Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari ancaman krisis pangan global, tapi juga tumbuh menjadi salah satu kekuatan baru dalam produksi pertanian berkelanjutan,” pungkas Mentan Amran.

  • Profil Dina Lorenza, dari Aktris hingga Jadi Anggota Komisi VII DPR

    Profil Dina Lorenza, dari Aktris hingga Jadi Anggota Komisi VII DPR

    Jakarta, Beritasatu.com – Dina Lorenza Audria, aktris dan presenter berbakat, kini menorehkan prestasi baru sebagai anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk periode 2024–2029.

    Terpilih mewakili Partai Demokrat dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III, yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Dina Lorenza membawa semangat pengabdian untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

    Berikut ini profil lengkap dan perjalanan karier Dina Lorenza.

    Profil Dina Lorenza

    Dina Lorenza Audria lahir di Jakarta pada 22 Mei 1975. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Yasporbi, melanjutkan ke SMPN 115, dan SMA Negeri 3 Jakarta. Pendidikan tingginya di Universitas Terbuka difokuskan pada ilmu pemerintahan dan komunikasi, khususnya bidang hubungan masyarakat (Humas).

    Karier gemilang Dina di dunia hiburan dimulai pada awal 1990-an melalui ajang Cover Girl. Namanya melejit berkat peran dalam sinetron populer, seperti “Gerhana”, “Si Yoyo”, dan “Tukang Bubur Naik Haji”.

    Selain berakting, Dina juga dikenal sebagai pembawa acara infotainment ternama, seperti “Hot Shot” di SCTV. Pesona dan bakatnya menjadikan Dina Lorenza salah satu figur publik yang dicintai masyarakat Indonesia.

    Pada Pemilu 2024, Dina Lorenza mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari dapil Jawa Timur III. Dengan perolehan suara mencapai 52.983, dia berhasil mengamankan kursi di legislatif.

    Pada 1 Oktober 2024, Dina resmi dilantik sebagai anggota DPR dan ditugaskan di Komisi VII, yang membidangi sektor energi, inovasi dan teknologi, lingkungan hidup, serta industri strategis.

    Sebagai anggota Komisi VII DPR, Dina Lorenza aktif terlibat dalam pembahasan isu-isu strategis nasional, seperti transisi energi, pengawasan sektor pertambangan, dan pengembangan industri hilirisasi.

    Meski berlatar belakang dunia hiburan, Dina menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memahami dan memperjuangkan isu-isu krusial di tingkat nasional. Komitmennya terhadap keberlanjutan dan kemajuan industri mencerminkan visinya untuk Indonesia yang lebih baik.

    Selain karier politiknya, Dina Lorenza dikenal sebagai ibu tunggal yang inspiratif. Ia kerap menyuarakan pentingnya pendidikan, kemandirian perempuan, dan peran aktif wanita dalam politik. Dalam berbagai wawancara, Dina menegaskan keputusannya terjun ke dunia politik bukanlah sekadar perpanjangan ketenaran, melainkan wujud pengabdian tulus kepada masyarakat.

    Transformasi Dina Lorenza dari bintang hiburan menjadi anggota DPR menunjukkan semangatnya yang luar biasa dalam berkontribusi untuk bangsa. Sebagai anggota Komisi VII, dia kini memikul tanggung jawab besar untuk mengawasi kebijakan strategis yang berdampak pada kemajuan Indonesia.

  • Viral Tren Mouth Taping, Aman atau Berbahaya? Ini Faktanya

    Viral Tren Mouth Taping, Aman atau Berbahaya? Ini Faktanya

    Jakarta, Beritasatu.com – Tren mouth taping tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sejumlah pengguna internet mulai membagikan pengalaman mereka menutup mulut dengan plester saat tidur, yang disebut-sebut dapat memberikan manfaat kesehatan.

    Salah satu klaim yang paling sering muncul adalah mouth taping dapat membantu penderita gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea. Namun, tren ini memunculkan pertanyaan, apakah mouth taping aman bagi kesehatan?

    Apa Itu Mouth Taping?

    Mouth taping adalah praktik menutup mulut menggunakan plester khusus saat tidur, dengan tujuan memaksa tubuh untuk bernapas melalui hidung. Hal ini didasarkan pada anggapan bernapas lewat hidung lebih sehat dibandingkan lewat mulut, karena hidung mampu menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang masuk ke saluran napas.

    Praktik ini diyakini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kebiasaan mendengkur, serta melatih pernapasan hidung bagi mereka yang terbiasa bernapas lewat mulut.

    Apakah Mouth Taping Aman?

    Disitat dari laman Health, Selasa (10/6/2025), mouth taping tidak sepenuhnya aman untuk semua orang. Seorang dokter spesialis pengobatan tidur Boris Gilyadov, menyebutkan mouth taping bisa berbahaya jika dilakukan oleh individu yang memiliki hidung tersumbat, karena dapat menyulitkan pernapasan dan meningkatkan risiko tersedak saat tidur.

    Selain itu, pada individu yang menderita sleep apnea, terutama yang belum terdiagnosis, penggunaan mouth taping dapat memperparah kondisi karena membatasi aliran oksigen ke dalam tubuh. Dalam kasus tertentu, ini bisa menyebabkan gangguan tidur yang serius atau bahkan membahayakan kesehatan.

    Apakah Mouth Taping Bermanfaat untuk Kesehatan?

    Meskipun banyak klaim beredar mouth taping memiliki berbagai manfaat kesehatan, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukungnya secara menyeluruh.

    Mengutip dari Cleveland Clinic, salah satu penelitian terhadap 30 pasien menunjukkan kebiasaan mendengkur berkurang setelah mereka mencoba mouth taping. Namun, dalam studi lain terhadap 36 pasien penderita asma, tidak ditemukan perubahan kondisi yang signifikan setelah menggunakan metode yang sama.

    Sementara itu, laman Health juga mencatat sebagian besar riset belum menemukan manfaat kesehatan yang konsisten dan signifikan dari mouth taping. Oleh karena itu, efektivitasnya masih menjadi perdebatan di kalangan medis.

    Cara Aman Mencoba Mouth Taping

    Bagi Anda yang tetap ingin mencoba tren mouth taping, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika memiliki riwayat gangguan pernapasan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencoba mouth taping secara aman.

    Oleskan petroleum jelly di sekitar bibir untuk mencegah iritasi akibat plester.Tempelkan plester secara horizontal di atas mulut, pastikan tidak menutup rapat sepenuhnya agar tetap bisa bernapas dalam keadaan darurat.Sisakan ujung plester sedikit terbuka untuk mempermudah saat melepas di pagi hari.Lakukan uji coba pada siang hari dalam waktu singkat agar tubuh dapat menyesuaikan dan Anda dapat mengevaluasi kenyamanan.Gunakan plester yang dirancang khusus untuk kulit wajah, agar tidak menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.Siapa Saja yang Tidak Disarankan Mencoba Mouth Taping?

    Mouth taping tidak dianjurkan untuk semua orang. Berikut ini beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari penggunaan metode tersebut.

    Penderita sleep apnea (didiagnosis maupun belum).Orang yang mengalami hidung tersumbat kronis atau memiliki kelainan struktural seperti deviasi septum.Penderita asma dengan gejala malam hari.Individu dengan kecemasan tinggi atau klaustrofobia.Anak-anak dan lansia tanpa pengawasan medis.
    Alternatif Mouth Taping untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

    Jika tujuan mencoba mouth taping adalah untuk meningkatkan kualitas tidur, ada beberapa alternatif yang lebih aman dan telah terbukti secara medis.

    Menggunakan nasal strip untuk membantu membuka saluran hidung.Tidur dalam posisi miring untuk mengurangi dengkuran.Menjaga berat badan ideal guna mengurangi tekanan pada saluran napas.Menghindari alkohol dan obat penenang sebelum tidur.Menggunakan humidifier di kamar tidur agar udara tetap lembap.Menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti gangguan tidur.

    Tren mouth taping yang viral di media sosial memang menarik perhatian, terutama bagi mereka yang mencari solusi cepat untuk memperbaiki kualitas tidur. Namun, tren ini bukan tanpa risiko. Hingga kini, belum ada bukti medis yang kuat yang membenarkan mouth taping benar-benar efektif dan aman untuk semua orang.

    Jika ingin mencoba tren mouth taping, lakukan dengan hati-hati dan dengan arahan medis, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan pernapasan. Jangan hanya mengikuti tren, tetapi prioritaskan keselamatan dan kesehatan jangka panjang.

  • Baja Impor Tiongkok Ancam Industri Nasional, PHK Massal Mengintai

    Baja Impor Tiongkok Ancam Industri Nasional, PHK Massal Mengintai

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri baja nasional menghadapi tantangan serius. Mayoritas produk baja lokal memang diserap pasar domestik, tetapi tingkat utilisasi kapasitas pabrik di Indonesia masih di bawah 60%. Ruang kosong ini justru diisi oleh baja murah impor asal Tiongkok.

    Chairman The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Akbar Djohan menyampaikan, kondisi ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor industri baja.

    “Bayangkan beberapa pabrik yang mempekerjakan ribuan orang hanya beroperasi dengan utilisasi 40%. Secara skala ekonomi, ini tentu tidak kompetitif. Akibatnya, banyak yang beralih menjadi trader karena tak punya pilihan lain. Nah, inilah yang akan mengancam, potensi-potensi PHK,” ungkap Akbar kepada Beritasatu di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

    Akbar menambahkan, Indonesia seharusnya dapat menikmati pertumbuhan permintaan baja seiring gencarnya pembangunan infrastruktur dalam satu dekade terakhir. Namun, kapasitas terpasang pabrik baja nasional yang mencapai 17 hingga 18 juta ton per tahun tidak termanfaatkan lebih dari 60%.

    Di sisi lain, pasokan baja dari Tiongkok terus meningkat. Saat ini, sekitar 20% hingga 30% kebutuhan baja nasional dipenuhi oleh impor dari Tiongkok. Dalam rantai pasokan global, Tiongkok memproduksi 1,2 miliar ton baja per tahun, jauh dibandingkan Indonesia yang tidak lebih dari 18 juta ton. Ini menandakan persaingan industri baja yang tidak setara dan perlunya pembenahan ekosistem rantai pasok baja domestik.

    “Inilah yang perlu kita sadarkan, bahwa policy dari industri baja di China sudah menerapkan yang namanya price predatory,” lanjut Akbar.

    Dalam upaya meningkatkan daya saing industri baja nasional, Akbar mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan perdagangan, termasuk menerapkan instrumen anti-dumping, trade remedies, dan safeguard. Selain itu, pelaku industri dalam negeri juga dituntut melakukan transformasi menyeluruh melalui efisiensi dan kolaborasi antar pelaku usaha.

  • Ditinggal Orang Tua ke Kebun, Balita di Bantul Tewas Tenggelam

    Ditinggal Orang Tua ke Kebun, Balita di Bantul Tewas Tenggelam

    Bantul, Beritasatu.com – Seorang balita berusia 1,5 tahun di Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, ditemukan tewas tenggelam di sungai dekat rumahnya pada Selasa (10/6/2025) sore.

    Korban bernama, Kima Klahira Sally pada awalnya dicari oleh orang tuanya, Dwi Setyawan (41), pada Selasa siang setelah tidak ditemukan di dalam rumah. Setelah beberapa jam pencarian bersama warga, balita yang sedang dalam masa belajar berjalan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Menurut keterangan Dwi Setyawan, pada saat kejadian, ia sedang berada di kebun. Ia mengaku tidak biasanya meninggalkan korban sendirian di rumah.

    “Biasanya saya ajak kalau pas keluar rumah. Kejadian tadi itu saya biarkan dia di rumah karena sedang tidur,” ujar Dwi Setyawan.

    Jasad Kima Klahira Sally ditemukan tenggelam di Sungai Bendo dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter, lokasi yang tidak jauh dari rumah korban. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Sedayu General Hospital.

  • PMI Asal Lombok Tewas Misterius di Malaysia, Keluarga Curiga Dibunuh

    PMI Asal Lombok Tewas Misterius di Malaysia, Keluarga Curiga Dibunuh

    Lombok, Beritasatu.com – Sahri Ramdan, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Buwun Sejati, Lombok Barat, yang dikenal pendiam dan berencana pulang untuk menikah, kini hanya bisa kembali dalam keadaan tewas.

    Kematiannya di Malaysia menyisakan kejanggalan yang membuat keluarga, terutama sang ayah, Jumantri yakin ada sesuatu yang tidak beres. Dia menduga tewasnya sang anak bukan sekadar kecelakaan.

    Kronologi Tewasnya PMI di Malaysia

    Semua bermula saat Sahri Ramdan bersama lima rekannya, tiga dari Buwun Sejati, satu dari Batu Mekar, dan satu dari Lombok Timur, pergi berburu ayam hutan setelah jam kerja.

    Menurut penuturan Jumantri yang dia dapatkan dari informasi teman-teman Sahri di Malaysia, mereka keluar malam itu untuk mencari ayam di hutan.

    “Kalau informasi dari anaknya yang mendapatkan informasi dari teman-teman dari Malaysia, mereka berenam keluar malam untuk mencari ayam di hutan setelah kerja,” jelas Jumantri pada Selasa (10/6/2025).

    Perburuan itu sempat membuahkan hasil. Mereka berhasil mendapatkan seekor ayam.

    Anehnya, setelah mendapatkan ayam, Sahri memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sementara itu, kelima temannya kembali lagi ke hutan untuk melanjutkan perburuan.

    Nahas, sejak saat itu, Sahri tak kunjung kembali dan menghilang dari pantauan teman-temannya.

    Pencarian pun dilakukan oleh teman-teman Sahri yang tersisa, hingga akhirnya Sahri ditemukan sudah tak bernyawa di tengah kebun.

    Jasadnya segera dibawa ke rumah karyawan tempat mereka tinggal, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, setibanya di sana, Sahri dinyatakan telah meninggal dunia.

    Luka Aneh dan Kecurigaan Keluarga

    Kematian PMI di Malaysia itu semakin diselimuti misteri dengan adanya luka aneh pada tubuh korban.

    Jumantri mengungkapkan, anaknya mengalami luka di bagian dada dan paha. Informasi awal menyebutkan luka tersebut akibat diseruduk kerbau.

    Namun, Jumantri meragukan informasi ini dan merasa ada yang janggal.

    “Anak saya mengalami luka di bagian dada dan bagian paha. Informasinya, luka tersebut akibat diseruduk kerbau dan macam-macam info penyebab kematiannya,” kata Jumantri.

    Kecurigaan Jumantri bukan tanpa alasan. Ia merasa luka yang diderita anaknya tidak konsisten dengan cedera akibat serudukan kerbau.

    “Saya bingung, kalau diseruduk kerbau tidak mungkin cuma luka di bagian dada dan paha, pasti badannya remuk. Tapi badan korban ini biasa saja,” ujarnya.

    Jumantri menggambarkan luka tersebut sebagai “kecil seperti luka tusuk.” Hal ini semakin menambah tanda tanya besar.

    Hal yang paling membuat hati Jumantri gundah adalah pengakuan teman-teman Sahri yang seharusnya bersama korban saat kejadian. Mereka mengaku tidak mengetahui penyebab luka tersebut.

    “Dari keterangan teman-temannya, mereka tidak tahu luka itu,” tambah Jumantri.

    Kejanggalan ini diperkuat dengan sikap pengawas tempat Sahri bekerja di Malaysia yang tiba-tiba berhenti menghubungi keluarga. Hal ini memperkuat dugaan adanya konspirasi di balik kematian misterius PMI Lombok ini.

    Penyelidikan Polisi dan Harapan Keadilan

    Pihak berwajib di Malaysia telah mengambil tindakan serius terkait kasus ini.

    Informasi yang diterima keluarga di Lombok menyebutkan, polisi telah memeriksa lima teman Sahri yang juga rekan kerjanya. Mereka dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

    “Dari info yang kami terima, polisi sudah memeriksa lima orang teman korban serta teman kerja korban dibawa ke kantor polisi,” ujar Jumantri.

    Hal yang menjadi titik fokus penyelidikan adalah keterangan dari kelima teman korban yang terus berubah-ubah.

    “Dan polisi di Malaysia belum melepas lima orang teman korban karena keterangan mereka selalu berbeda-beda,” ungkap Jumantri.

    Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius PMI asal Lombok ini.

    Keluarga Sahri Ramdan, khususnya sang ayah, memiliki harapan besar terhadap proses hukum ini.

    “Harapan kami sekeluarga agar para pelaku jika anak saya sebagai korban pembunuhan, agar dihukum sesuai dengan perbuatannya,” tegas Jumantri.

    Impian Pernikahan yang Tak Kesampaian

    Duka mendalam juga dirasakan oleh Hasini, ibunda Sahri Ramdan. Ia mengenang komunikasi terakhirnya dengan sang anak pada hari Jumat (6/6/2025), sesusai Sahri melaksanakan salat Iduladha.

    Dalam percakapan terakhir itu, Sahri bercerita tentang rencana kepulangannya untuk menikah dan bahkan sudah ada calon istri.

    “Sahri Ramdan terakhir berkomunikasi pada hari Jumat seusai melaksanakan salat Iduladha. Dia cerita mau pulang untuk menikah dan sudah ada calon istrinya,” tutur Hasini.

    Sahri juga sempat menanyakan kabar semua anggota keluarganya, apakah sudah pulang ke rumah atau belum. Hasini, yang merasa heran dengan pertanyaan anaknya, sempat bertanya balik.

    “Saya menanyakan kenapa kamu menanyakan semua keluargamu? Dia jawab kepingin ketemu sama keluarganya, ngumpul di rumah soalnya hari Lebaran,” kenang Hasini.

    Percakapan terakhir itu diwarnai canda tawa. Sahri Ramdan, yang dikenal pendiam dan jarang menceritakan masalah yang dihadapinya terlihat begitu ceria.

    “Dia juga mengajak saya bercanda-canda dan dia ini jarang berbicara apa masalah yang dihadapinya, dia ini pendiam,” imbuh Hasini.

    Rencana pernikahan Sahri Ramdan sudah sangat matang. Ia berencana pulang untuk melangsungkan pernikahan pada Selasa (10/6/2025) ini.

    Namun, takdir berkata lain. Tanggal yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Sahri dan keluarganya, kini justru menjadi pengingat akan kepergiannya yang menyakitkan dan penuh misteri.

    Kasus kematian misterius PMI asal Lombok ini menjadi cerminan pahit perjuangan para pekerja migran di negeri orang.