Author: Beritasatu.com

  • Jejak Digital Jule dan Suami Aya Balqis Satu Ponpes Beredar di Medsos

    Jejak Digital Jule dan Suami Aya Balqis Satu Ponpes Beredar di Medsos

    Jakarta, Beritasatu.com – Jejak digital kedekatan Julia Prastini atau Jule dengan suami Aya Balqis, Yuka Yusman beredar di media sosial (Medsos). Jule mengaku sempat satu pondok pesantren dengan Yuka Yusman.

    “By the way, dulu kita itu dengar-dengar masih satu pondok (pesantren) ya,” tanya Yuka Yusman ditemani istrinya, Aya Balqis kepada Jule yang diunggah akun Instagram @gosip_danu, Minggu (14/12/2025).

    Mendengar pertanyaan dari Yuka Yusman tersebut, Jule pun membenarkan ucapannya.

    “Iya benar, dia (Yuka Yusman) adik kelas aku banget,” jawab Jule.

    “Nah, kakaknya dia itu masih di bawah aku dan enggak terlalu jauh,” tuturnya.

    Yuka Yusman pun juga membenarkan ucapan dari Jule tersebut.

    Rekam jejak Jule yang mengaku satu pondok pesantren dengan suami Aya Balqis, Yuka Yusman beredar di medsos setelah Jule diduga merebut suami Aya Balqis tersebut. – (Beritasatu.com/Instagram)

    “Asal kalian tahu ya, Kak Jule ini anaknya saleha banget,” ungkapnya.  

    “Ya Allah, aminn,” tutup Jule.

    Sebelumnya, Jule dikabarkan diduga merebut suami Aya Balqis, Yuka Yusman. Terungkapnya aksi Jule tersebut diutarakan Aya Balqis di akun Tiktok miliknya.

    Aya Balqis mengaku, baru mengetahui perselingkuhan suaminya dengan Jule akibat melihat hand phone suaminya yang mengganti nama Jule dengan nama seorang pria.

    “Ini saya mau menunjukkan hand phone milik suami saya, di mana di hand phone tersebut terdapat nama Zakie. Maaf ya, pada awalnya saya enggak tahu siapa nomor itu,” ungkapnya.

    Setelah mengetahui nomor telepon tersebut, kemudian Aya Balqis mencocokkan nomor telepon yang ada di hand phone miliknya tersebut.

    “Kemudian, saya mencoba mencocokkan nomor telepon yang ada di hand phone saya apakah sama atau tidak dan ini menjadi bukti,” tuturnya.

    Tangisan Aya Bilqis pecah ketika melihat perbuatan keji dari Jule yang merusak rumah tangganya tersebut.

    “Kenapa sih kamu tega seperti ini, selama ini aku terbuka sama kamu tetapi kenapa kamu tega berbuat seperti ini? Kenapa kamu tega menyakiti aku,” tuturnya sambil menangis.

  • BCL Diterpa Isu Cerai, Reza Rahadian: Kabar dari Mana?

    BCL Diterpa Isu Cerai, Reza Rahadian: Kabar dari Mana?

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Bunga Citra Lestari atau BCL diterpa isu miring. Pasalnya, rumah tangganya dengan Tiko Aryawardhana dikabarkan mengalami keretakan. Namun, kabar itu dibantah oleh sahabat BCL, Reza Rahadian.

    Bahkan, kabar isu retaknya rumah tangga BCL hingga ke Malaysia. Reza Rahadian mengaku, rumah tangga BCL dan Tiko Aryawardhana dalam keadaan yang baik-baik saja.

    “Aku bisa buktikan, aku baru saja menelepon dan tidak terjadi apa-apa, hubungan mereka baik-baik saja,” ujar Reza Rahadian dalam bahasa Inggris dikutip dari media malaysia yang diunggah di Instagram @officialhlive, Minggu (14/12/2025).

    Reza Rahadian memastikan, untuk saat ini BCL dan suaminya sedang berada di Paris.

    “Mereka sedang merayakan ulang tahun pernikahan di Paris sekarang, mereka sangat bahagia dan tidak terjadi apa-apa,” lanjutnya.

    Ia mengaku, bingung dari mana isu mengenai rumah tangga BCL mengalami keretakan.

    “Aku juga tidak tahu kabar itu muncul dari mana. Namun, sayang sekali, terkadang orang bisa menciptakan cerita khayalan mereka sendiri,” tuturnya.

    Reza Rahadian memastikan, bahwa rumah tangga BCL dan suaminya dalam keadaan yang baik-baik saja.

    “Mereka berdua tidak terjadi apa-apa, benar-benar tidak terjadi apa-apa,” tutupnya.

  • Nezar Patria: Komunikasi Penentu Keberhasilan Kebijakan Pemerintah

    Nezar Patria: Komunikasi Penentu Keberhasilan Kebijakan Pemerintah

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan strategi komunikasi berperan penting dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kebijakan yang baik sangat bergantung pada strategi komunikasi yang disusun. Banyak kebijakan sebenarnya bermanfaat, tetapi dinilai buruk karena gagal dikomunikasikan. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua,” kata Nezar dikutip dari Antara, Minggu (14/12/2025).

    Dalam Executive Briefing “Peran Penting Komunikasi Kebijakan Pemerintah” pada Kamis (11/12/2025), Nezar mengatakan kemampuan pemerintah membaca dinamika publik menjadi kunci komunikasi yang efektif.

    Langkah ini diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan ketepatan respons pemerintah terhadap perkembangan situasi yang sangat dinamis di era digital.

    Pemerintah dinilai perlu memastikan informasi publik tersedia dengan tepat waktu dan terpercaya agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dari derasnya arus informasi di ruang digital.

    “Semua orang bisa memproduksi informasi dan disebarkan melalui platform media sosial, semua orang adalah produsen informasi sekaligus konsumennya. Inilah yang membuat lanskap komunikasi kita itu begitu riuh,” ujarnya.

    Ia mengingatkan pemerintah harus selalu konsisten dan transparan dalam menyampaikan fakta, terutama dalam situasi krisis, untuk menjaga kepercayaan publik.

    “Trust is the new currency. Kepercayaan adalah mata uang baru di tengah ketidakpastian. Jaga kepercayaan publik. Jangan lip service,” tegasnya.

    Wamen Nezar menambahkan komunikasi tidak hanya melalui pesan, tetapi juga tercermin dari cara pejabat hadir, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan masyarakat.

    Oleh karena itu, penguatan kapasitas aparatur di bidang komunikasi kebijakan menjadi langkah penting agar pemerintah mampu menyampaikan informasi tentang kebijakan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat.

    Kementerian Komunikasi dan Digital turut menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Kebijakan Pemerintah untuk jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan kementerian dalam acara tersebut.

    Selain pelatihan, dilaksanakan juga peluncuran buku berjudul “Komunikasi Kebijakan” sebagai dasar bagi aparatur untuk memahami proses kebijakan dengan lebih sistematis.

    Kemkomdigi telah membuat LMS Pembelajaran Komunikasi Kebijakan bekerja sama dengan Fisipol UGM yang dapat diakses ASN se-Indonesia.

    Penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki cara berkomunikasi agar publik menerima informasi tentang kebijakan pemerintah secara lebih jelas, terstruktur, dan dapat dipercaya.

  • 19 Hari Pascabanjir Aceh, Dayah di Pidie Jaya Masih Terkubur

    19 Hari Pascabanjir Aceh, Dayah di Pidie Jaya Masih Terkubur

    Pidie Jaya, Beritasatu.com – Sudah 19 hari berlalu sejak banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Namun, hingga kini, sejumlah fasilitas pendidikan masih tertimbun lumpur tebal. Salah satunya adalah Dayah Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (Dapima) yang berlokasi di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua.

    Pantauan di lokasi menunjukkan belum terlihat satu pun alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan area dayah. Aktivitas pembersihan masih dilakukan secara terbatas oleh beberapa santri dan guru dengan peralatan sederhana, seperti cangkul dan sekop.

    Pimpinan Dayah Al-Munawarah, Tgk Mustaqim menceritakan detik-detik awal terjadinya banjir bandang yang nyaris merenggut nyawa para guru dan santri. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/11/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, saat aktivitas pengajian masih berlangsung.

    “Awalnya kami mengira ini banjir biasa, seperti tahun lalu. Tidak terlalu parah,” ujar Tgk Mustaqim, Minggu (14/12/2025).

    Namun, kondisi berubah drastis. Debit air terus meningkat dan disertai kayu-kayu besar yang hanyut hingga masuk ke area dayah. Demi keselamatan, para pengelola segera memulangkan seluruh santri ke rumah masing-masing.

    Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, ketinggian air kembali dicek dan ternyata semakin parah. Sejumlah guru yang masih bertahan di lokasi terpaksa menyelamatkan diri dengan naik ke genteng meunasah dan loteng pondok pengajian.

    Di tempat itulah mereka bertahan selama lima hari lima malam.

    “Kami pikir air masih banjir biasa. Namun, setelah turun, kami terkejut. Air itu ternyata membawa lumpur yang sudah padat, bercampur kayu,” tuturnya.

    Lumpur setinggi hingga 3 meter menutupi hampir seluruh bangunan dayah. Sungai yang berada tepat di belakang kompleks dayah pun dipenuhi kayu-kayu besar dan menjadi pusat terjangan banjir bandang.

    Selama terjebak di atas atap, para guru hanya mengandalkan air hujan untuk bertahan hidup. Tidak ada persediaan makanan sama sekali.

    “Kami minum air hujan sedikit demi sedikit. Kalau makanan memang tidak ada,” kata Tgk Mustaqim lirih.

    Seluruh santri, sekitar 200 orang putra dan putri, telah dipulangkan sejak awal kejadian. Di lokasi, hanya tersisa beberapa orang guru serta sejumlah mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Abulyatama yang ikut terjebak.

    “Kira-kira ada 10 orang lebih di sini, bertahan dalam hujan,” tambahnya.

    Hingga hari kelima pascabencana, tidak satu pun tim evakuasi atau SAR yang berhasil masuk ke lokasi dayah.

    “Mungkin karena medannya berat, atau alasan lain, kami tidak tahu,” ujarnya.

    Dengan sisa tenaga yang ada, para guru akhirnya memutuskan turun untuk mencari makanan pada hari kelima. Setelah kondisi fisik sedikit membaik, mereka justru kembali ke Gampong Blang Cut untuk membantu mengevakuasi warga lanjut usia dan orang sakit.

    Evakuasi dilakukan pada Sabtu (28/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB menggunakan perahu menuju Gampong Beringin, lokasi tempat tim SAR telah bersiaga.

    Kerusakan di Dayah Al-Munawarah tergolong sangat parah. Selain bangunan pondok pengajian yang terdiri dari tiga kelas santri putri dan empat kelas santri putra, musala juga tertimbun lumpur setinggi sekitar 2,5 meter. Sebanyak 21 unit sepeda motor terkubur di dalam lumpur, bersama berbagai aset dayah, seperti tenda, sound system, dan perlengkapan belajar lainnya.

    “Sungai persis di belakang dayah kami. Ini pusat airnya,” jelas Tgk Mustaqim.

    Hingga hari ke-19 pascabanjir bandang dan longsor, pihak dayah mengaku belum menerima bantuan pembersihan dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

    “Dari awal banjir sampai sekarang, kami belum melihat tindak lanjut dari pemerintah daerah. Untuk ke depan, kami juga belum tahu,” katanya.

    Sementara itu, upaya pembersihan lokasi dayah sejauh ini hanya dilakukan secara swadaya oleh para guru dan santri yang mulai kembali sejak hari kelima pascabencana.

    Di tengah lumpur yang mengeras dan bangunan yang nyaris tak berbentuk, Dayah Al-Munawarah masih menunggu uluran tangan agar aktivitas pendidikan dan pengajian dapat kembali berjalan seperti sebelum banjir bandang itu datang tanpa ampun.

  • Diplomasi Ekonomi Prabowo Dikebut, Energi-ICT Jadi Target Investasi

    Diplomasi Ekonomi Prabowo Dikebut, Energi-ICT Jadi Target Investasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah terus menggeber diplomasi ekonomi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8%. Ekonom menilai sektor energi dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) menjadi sektor paling potensial atau low hanging fruit dalam mendorong realisasi investasi.

    Ekonom FEB UI sekaligus Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, dari total kebutuhan investasi sekitar Rp 10.000 triliun, sekitar Rp 3.300 triliun diarahkan ke sektor energi. Sektor ini dinilai memiliki multiplier effect paling tinggi terhadap perekonomian nasional.

    “Low hanging fruit-nya terkait dengan sektor energi, karena multiplier effect-nya juga paling tinggi,” ujar Fithra saat dijumpai di kompleks FEB UI, Depok, Minggu (14/12/2025).

    Selain energi, sektor ICT juga menjadi prioritas karena sifatnya yang inklusif dan mampu mendorong pertumbuhan sektor lain.

    Ia mencontohkan perkembangan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir yang mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.

    “QRIS misalnya, 2019 baru di-launch, tetapi sekarang sudah ada kurang lebih 40 juta merchants dan 60 juta lebih users,” beber dia.

    Fithra menilai fokus diplomasi ekonomi Presiden Prabowo ke berbagai negara mitra tidak hanya membidik investasi jangka pendek, tetapi lebih diarahkan pada investasi produktif jangka menengah dan panjang, terutama di sektor-sektor strategis tersebut.

    Ke depan, penguatan sektor energi dan ICT diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menopang transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

    “Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah memastikan komitmen investasi benar-benar terealisasi di lapangan,” pungkasnya.

  • Kejar Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp 10.000 Triliun

    Kejar Ekonomi 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi Rp 10.000 Triliun

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia membutuhkan investasi besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. Ekonom memperkirakan, total kebutuhan investasi mencapai Rp 10.000 triliun.

    Ekonom FEB UI sekaligus Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, dari jumlah Rp 10.000 triliun, sekitar Rp 3.000 triliun hanya dapat dipenuhi dari dalam negeri.

    Sementara sisanya sangat bergantung pada investasi asing. Karena itu, diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi langkah krusial untuk mengejar kebutuhan tersebut.

    “Sangat krusial bagi kita untuk menjalin kerja sama dan potensi kerja sama ekonomi dengan negara-negara partner,” ujar Fithra saat ditemui di gedung FEB UI, Depok, Minggu (14/12/2025).

    Ia menyoroti percepatan sejumlah perjanjian dagang strategis, seperti EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), kerja sama ekonomi dengan Kanada, serta Inggris.

    Menurutnya, momentum ini juga didorong oleh kebutuhan Uni Eropa mencari pasar nontradisional di tengah tekanan geopolitik global.

    Namun, tantangan utama bukan pada komitmen, melainkan realisasi di lapangan. Fithra mengingatkan tingkat pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas Indonesia masih relatif rendah, yakni sekitar 30%.

    “PR-nya adalah bagaimana kementerian teknis bisa mengakselerasi perjanjian-perjanjian tersebut agar benar-benar dimanfaatkan,” tegasnya.

    Ke depan, keberhasilan mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah memastikan komitmen investasi tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan dalam proyek nyata yang produktif dan berkelanjutan.

  • 530 Hektare Lahan Pertanian Aceh Rusak Diterjang Banjir

    530 Hektare Lahan Pertanian Aceh Rusak Diterjang Banjir

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah meninjau langsung dampak kerusakan akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Dalam peninjauan tersebut, tercatat lahan pertanian seluas 530 hektare mengalami kerusakan total dan tidak dapat ditanami kembali, khususnya di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh.

    Peninjauan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) yang turun langsung ke lokasi untuk berdialog dengan warga serta para petani terdampak banjir. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait penanganan pascabencana.

    Dalam dialog tersebut, para petani menyampaikan, kondisi ratusan hektare lahan pertanian di desa mereka saat ini sangat memprihatinkan. Area persawahan tertutup lumpur tebal akibat terjangan banjir bandang, sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ditanami dalam waktu dekat.

    Selain merusak lahan sawah, banjir juga menghancurkan berbagai infrastruktur penunjang pertanian. Saluran irigasi dilaporkan rusak parah, sementara tanggul penahan air jebol akibat tingginya debit banjir.

    “Ini dahulu lahan sawah semua. Namun, sekarang rusak total. Di tanggul sana sampai 2 meter airnya,” ujar Amirullah, salah satu petani Desa Cot Ara, Minggu (14/12/2025).

    Kondisi tersebut berdampak langsung pada mata pencaharian petani yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Kerusakan lahan dan infrastruktur membuat aktivitas pertanian terhenti, sekaligus memicu kekhawatiran akan keberlanjutan produksi pangan di wilayah terdampak.

    Merespons keluhan warga, Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah akan hadir dan mengambil langkah konkret untuk membantu para petani yang terdampak bencana banjir bandang di Aceh.

    “Sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo, perbaikan infrastruktur pertanian pascabencana menjadi perhatian khusus pemerintah,” kata Zulhas.

    Ia menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan pemulihan sarana dan prasarana pertanian, termasuk irigasi dan tanggul, agar lahan pertanian dapat kembali difungsikan secara bertahap. Selain itu, dukungan terhadap petani terdampak juga akan disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

    Langkah peninjauan langsung ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sektor pertanian di Aceh, sekaligus memastikan kebijakan penanganan bencana berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

  • Menkomdigi: Pemulihan Akses Komunikasi di Sumut Capai 97 Persen

    Menkomdigi: Pemulihan Akses Komunikasi di Sumut Capai 97 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan, akses komunikasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hampir sepenuhnya pulih setelah sempat terganggu akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.

    Hingga Sabtu (13/12/2025), pemulihan jaringan telekomunikasi telah mencapai 97,8 persen. Dari 4.368 menara base transceiver station (BTS) yang ada di Sumut, sebanyak 4.273 BTS dilaporkan kembali beroperasi secara normal. Capaian ini dinilai krusial untuk mendukung komunikasi warga, khususnya dalam mengakses informasi darurat dan menjalin kontak dengan keluarga.

    “Dengan pemulihan mencapai 97,8 persen, masyarakat Sumatera Utara dapat kembali memperoleh informasi penting dan menghubungi keluarga,” kata Meutya dalam keterangan resmi tertulis, dikutip Minggu (14/12/2025).

    Pernyataan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri zikir akbar dan doa bersama warga terdampak banjir di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).

    Dalam kunjungan tersebut, Meutya menegaskan pemerintah menyadari pemulihan jaringan komunikasi merupakan kebutuhan mendesak dalam situasi kebencanaan. Akses telekomunikasi yang stabil dinilai sangat penting untuk mendukung koordinasi penanganan darurat, distribusi bantuan, serta penyampaian informasi resmi kepada masyarakat.

    Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan pemantauan layanan komunikasi di wilayah terdampak banjir akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar stabil dan seluruh infrastruktur telekomunikasi berfungsi optimal.

    Selain fokus pada pemulihan jaringan, Kemenkomdigi juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak. Pada kesempatan yang sama, kementerian membagikan bantuan logistik berupa 6,5 ton paket beras, minyak goreng, dan biskuit kepada sekitar 2.000 warga di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

    Meutya menegaskan, Kemenkomdigi berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan fasilitas, termasuk pendirian posko informasi serta layanan psikososial bagi warga yang membutuhkan.

    Langkah percepatan pemulihan akses komunikasi dan penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Sumatera Utara bangkit lebih cepat dari dampak banjir bandang, sekaligus memastikan kebutuhan informasi dan komunikasi tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

  • Danantara Diharapkan Perkuat Ekosistem Industri dan Perguruan Tinggi

    Danantara Diharapkan Perkuat Ekosistem Industri dan Perguruan Tinggi

    Jakarta, Beritasatu.com – Kehadiran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi diharapkan mampu mengorkestrasi ekosistem industri baru di Tanah Air. Penguatan industri dinilai akan berdampak langsung pada perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi.

    Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof  Widodo, dalam kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

    “Danantara kami harapkan menjadi salah satu pendorong lahirnya inovasi dan industrialisasi baru. Ketika pendanaan industri kuat, perguruan tinggi memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan hilirisasi riset,” ujar Widodo.

    Menurut dia, ekosistem industri yang maju akan mendorong perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum pembelajaran serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

    Widodo mengungkapkan, selama ini perguruan tinggi di Indonesia memiliki banyak peneliti, pakar, serta inovasi unggulan. Namun, proses hilirisasi kerap terhambat karena belum optimalnya ekosistem industri yang mendukung.

    “Kami mampu mendidik sarjana dengan kualitas baik, tetapi ketika lulus tidak selalu mudah terserap di bidang keahliannya. Ini karena ekosistem industri nasional belum berkembang optimal. Jika industri tumbuh, ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan akan bergerak bersama,” katanya.

    Ia menambahkan, Danantara diharapkan menjadi pemutus mata rantai persoalan struktural yang selama ini menghambat kemandirian industri nasional.

    “Danantara harus hadir sebagai solusi untuk memperkuat fondasi industri dalam negeri,” ujarnya.

    Diketahui, Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi untuk membahas isu strategis, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global.

    Widodo berharap forum yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya ini mampu menghasilkan pandangan komprehensif sekaligus rekomendasi kebijakan (policy brief) bagi pemerintah dan dunia usaha dalam merespons tantangan global.

    Selama sesi diskusi, para panelis mengulas berbagai isu krusial, seperti ketahanan ekonomi nasional, transformasi energi, penguatan manajemen kebencanaan, serta peran institusi publik dalam mewujudkan pemerintahan yang adaptif.

    Mengingat Indonesia merupakan negara rawan bencana, forum ini juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, baik publik maupun bisnis, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons terhadap potensi bencana.

    Diskusi berlangsung intens tetapi komunikatif, memberikan gambaran jelas mengenai tantangan dan peluang Indonesia pada 2026. Melalui forum ini, Universitas Brawijaya menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.

    Dies Natalis ke-63 UB menjadi momentum refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan dialog kebijakan yang konstruktif. Perayaan ini sekaligus menegaskan komitmen UB dalam membangun Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

  • Aturan ETF Emas Ditargetkan Berlaku Semester I 2026

    Aturan ETF Emas Ditargetkan Berlaku Semester I 2026

    Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan produk exchange traded fund (ETF) emas dapat mulai diimplementasikan pada semester I 2026. Target tersebut sejalan dengan proses finalisasi regulasi yang saat ini tengah disiapkan oleh OJK.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyampaikan rancangan peraturan OJK (POJK) terkait ETF emas telah memasuki tahap finalisasi di internal OJK. Tahap berikutnya adalah proses harmonisasi di Kementerian Hukum sebelum aturan tersebut ditetapkan dan diundangkan.

    “OJK tetap menargetkan agar POJK ETF Emas dapat ditetapkan. Apabila terdapat penyesuaian waktu dalam proses harmonisasi dan pengundangan, produk ini diperkirakan dapat mulai diimplementasikan pada semester I 2026 setelah regulasi diterbitkan,” ujar Inarno dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (14/12/2025).

    Menurut Inarno, POJK ETF Emas disusun secara komprehensif untuk mengatur seluruh ekosistem produk. Regulasi ini mencakup aspek perizinan, penerbitan, dan pengelolaan ETF, hingga ketersediaan emas fisik, mekanisme penyimpanan, serta peran sponsor dan dealer partisipan guna mendukung likuiditas pasar.

    Ia juga menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat ketentuan mengenai insentif khusus dalam POJK ETF Emas. Meski demikian, OJK berharap kehadiran produk ETF emas dapat memperluas pilihan instrumen investasi berbasis komoditas yang transparan, terstandar, dan aman bagi investor.

    Sejalan dengan pengembangan ETF emas, OJK terus mendorong pertumbuhan reksa dana dan ETF berbasis indeks melalui penguatan peran pelaku industri, peningkatan literasi investor, serta upaya memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas.

    Inarno menambahkan, instrumen investasi berbasis indeks, seperti reksa dana indeks dan ETF, masih memiliki prospek yang baik sebagai sarana diversifikasi investasi jangka menengah dan panjang.

    “Namun, prospek tersebut tetap bergantung pada konsistensi kinerja indeks acuan serta tingkat kepercayaan investor,” pungkasnya.