Author: Beritasatu.com

  • Tradisi Pacu Jalur Mendunia Akibat Tren Aura Farming, Apa Itu?

    Tradisi Pacu Jalur Mendunia Akibat Tren Aura Farming, Apa Itu?

    Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena aura farming tengah menjadi sorotan global, terutama di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Uniknya, istilah ini mulai populer justru karena terinspirasi dari tradisi Pacu Jalur, olahraga perahu tradisional asal Riau, Indonesia.

    Dalam berbagai video viral, bocah-bocah penari di ujung perahu terlihat begitu percaya diri dan penuh gaya, menciptakan momen ikonik yang dinilai “memancarkan aura keren”. Inilah cikal bakal tren digital bernama aura farming.

    Dari Tradisi Lokal ke Panggung Global

    Tradisi Pacu Jalur awalnya hanya dikenal di wilayah Riau dan sekitarnya sebagai perlombaan perahu panjang yang digerakkan oleh puluhan pendayung. Namun, belakangan ini, daya tarik dari gerakan tarian khas anak-anak di ujung perahu itu menarik perhatian dunia.

    Semua bermula ketika akun resmi TikTok Paris Saint-Germain (PSG) mengunggah video kompilasi pemain mereka seperti Bradley Barcola dan Neymar, disandingkan dengan gaya anak-anak Pacu Jalur yang menari dengan percaya diri.

    “Auranya tiba sampai ke Paris,” tulis PSG dalam unggahannya.

    Tak lama berselang, AC Milan menyusul dengan memposting maskot mereka, Milanello, menirukan gerakan ikonik tersebut dan memberi label “aura”.

    Tak hanya klub bola Eropa, bintang NFL dan kekasih Taylor Swift, Travis Kelce, juga ikut mempopulerkan tren ini. Ia menyebut tarian anak Pacu Jalur sebagai “auranya keren” sembari menyematkan tagar #AuraFarming dan #Indonesia.

    Apa Itu Aura Farming Sebenarnya?

    Seiring pesatnya perkembangan dunia digital, istilah dan tren baru pun bermunculan. Salah satu yang paling banyak dibicarakan saat ini adalah aura farming. Tapi, apa arti sebenarnya?

    Secara harfiah, aura merujuk pada pancaran energi atau karisma seseorang. Sementara farming dalam istilah gaul diambil dari dunia video gim yang berarti melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk meningkatkan level, pengalaman, atau item.

    Gabungan dua kata ini menghasilkan makna baru, yakni tindakan sadar dan berulang untuk meningkatkan daya tarik atau karisma diri di depan publik atau media sosial.

    Menurut situs Ilearnlot, aura farming adalah tindakan untuk memperkuat pancaran karisma melalui gaya, gerakan, atau konten yang menonjol.

    Biasanya dilakukan lewat video TikTok, selebrasi di dunia nyata, atau bahkan dalam gim. Situs Toxigon menambahkan bahwa fenomena ini kini sudah melampaui ranah anime dan gim, merambah budaya pop, film, hingga musik.

    Anak-anak penari di ujung perahu Pacu Jalur dianggap telah menciptakan momen aura farming yang sempurna, yakni gerakan penuh percaya diri, keseimbangan luar biasa, dan energi positif yang menginspirasi banyak orang untuk menirukannya.

    Lagu Young Black & Rich milik Melly Mike pun menjadi soundtrack wajib dalam video-video aura farming.

    Aura Farming dan Budaya Pop

    Tak bisa dimungkiri, tren aura farming mengaburkan batas antara budaya tradisional dan modern. Istilah yang lahir dari dunia gim dan anime ini kini justru menyoroti nilai artistik dan ekspresi dari tradisi Indonesia.

    Dalam dunia gim seperti Elden Ring atau Fortnite, farming dilakukan untuk mengumpulkan aura points melalui aksi keren atau performa maksimal. Di dunia nyata, TikTokers melakukan hal serupa—berusaha tampil keren dan ikonik demi mendapatkan pengakuan, likes, dan views.

    Tren ini menunjukkan bahwa gaya, percaya diri, dan keunikan lokal bisa menjadi komoditas digital yang powerful. Pacu Jalur bukan lagi sekadar tradisi lokal, tapi kini menjadi ikon global yang mengilhami berbagai bentuk aura farming di seluruh dunia.

    Fenomena aura farming bukan hanya sekadar tren digital biasa. Ia telah menjadi jembatan antara budaya lokal Indonesia dan apresiasi global. Lewat gerakan sederhana tetapi penuh karisma dari bocah penari Pacu Jalur, dunia kini mengenal tradisi Riau dengan cara yang segar dan menghibur.

  • 80 Prajurit TNI Dikerahkan Cari Korban KMP Tunu di Selat Bali

    80 Prajurit TNI Dikerahkan Cari Korban KMP Tunu di Selat Bali

    Denpasar, Beritasatu.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 80 prajurit dari Kodim 1617/Jembrana untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang karam di tengah jalur pelayaran Ketapang-Gilimanuk, Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam.

    Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf M Adriansyah menjelaskan, para prajurit telah ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang garis pantai dan bersinergi dengan tim Basarnas serta Satpolairud setempat.

    “Saya sudah perintahkan para babinsa menyisir sepanjang garis pantai, khususnya di wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus,” ujar Adriansyah dalam keterangannya di Denpasar, Kamis (3/7/2025).

    Dalam operasi tanggap darurat ini, Kodim 1617/Jembrana menurunkan kekuatan penuh di lokasi pesisir yang rawan menjadi titik kumpul serpihan kapal atau korban terbawa arus.

    “Kami berharap korban lainnya segera ditemukan dalam keadaan selamat. Semua stakeholder sudah berjuang maksimal dan Kodim 1617 akan terus siap mendukung hingga operasi SAR selesai,” tegasnya.

    Dukungan moral juga datang dari Kodam IX/Udayana yang menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam terhadap keluarga korban.

    Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Candra menyampaikan apresiasi atas kekompakan lintas sektor dalam upaya pencarian korban tenggelamnya kapal penumpang tersebut.

    “Kami mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemda, hingga relawan yang tanpa lelah berupaya menemukan korban. Kami akan terus dukung penuh hingga semua korban ditemukan,” ungkap Candra.

    Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang kini makin sering terjadi di jalur pelayaran padat seperti Selat Bali.

    Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

    KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, pada Rabu (2/7/2025) pukul 22.56 WIB.

    Namun, hanya 44 menit kemudian, kapal dikabarkan tenggelam akibat kebocoran pada ruang mesin, tepatnya pukul 23.35 WIB.

    Kapal mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan.

    Kepala Pos Basarnas Banyuwangi Wahyu Setiabudi menyatakan, kapal sempat mengalami insiden pada pukul 23.20 WIB sebelum akhirnya tenggelam 15 menit kemudian.

    Hingga berita ini diturunkan, 29 orang ditemukan selamat, empat dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan dan personel TNI.

  • Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut, Yusril: Perjanjian Helsinki Tak Berlaku

    Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut, Yusril: Perjanjian Helsinki Tak Berlaku

    Depok, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan, Perjanjian Helsinki tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam penentuan status empat pulau yang saat ini dipersengketakan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

    Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menghadiri kegiatan di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Minggu (15/6/2025). “Perjanjian Helsinki bukan dasar penetapan tapal batas wilayah. Hal itu adalah kewenangan menteri dalam negeri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah,” tegas Yusril.

    Sebanyak empat pulau yang menjadi polemik adalah Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang. Sebelumnya, pulau-pulau tersebut dianggap bagian dari Kabupaten Aceh Singkil, tetapi kini dimasukkan ke wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut berdasarkan keputusan Kemendagri.

    Yusril menjelaskan, belum ada peraturan menteri yang secara spesifik menetapkan batas wilayah antara Kabupaten Singkil dan Tapanuli Tengah. Yang ada saat ini hanya berupa keputusan pengkodean wilayah.

    “Masalah empat pulau itu belum ada peraturan mendagri yang mengatur batas wilayah. Yang ada baru keputusan mendagri soal pengkodean pulau-pulau itu,” ujarnya.

    Yusril menegaskan, pemerintah tengah berupaya menuntaskan persoalan ini dengan cara terbaik. Ia juga menyebut tengah berkomunikasi intens dengan Mendagri Tito Karnavian serta akan segera bertemu Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumut Bobby Nasution.

    “Kami berupaya mencari solusi terbaik dan meminta semua pihak bersabar karena keputusan batas wilayah belum bersifat final,” imbuh Yusril.

    Yusril juga menekankan, penentuan batas wilayah tidak hanya berdasarkan aspek geografis semata. Menurutnya, perlu mempertimbangkan juga aspek sejarah, budaya, dan kepentingan masyarakat lokal. 

    “Penetapan wilayah harus mempertimbangkan berbagai dimensi demi kepentingan bangsa dan masyarakat setempat,” katanya.

    Sengketa muncul setelah Kementerian Dalam Negeri menetapkan keempat pulau tersebut masuk dalam wilayah administratif Sumatera Utara. Keputusan ini memicu protes dari pihak Aceh, yang mengeklaim pulau-pulau itu secara historis masuk ke dalam wilayah Aceh Singkil.

  • Kementerian Kehutanan Cabut Izin Perusahaan Tambang Pulau Wawonii

    Kementerian Kehutanan Cabut Izin Perusahaan Tambang Pulau Wawonii

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kehutanan menyebut Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, telah dicabut.

    Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ade Triaji Kusumah mengatakan, pencabutan PPKH di Pulau Wawonii oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bukan karena izin bidangnya dicabut.

    “Karena ada putusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan masyarakat untuk pencabutan SK PPKH tersebut,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

    Dia menjelaskan, proses perizinan tambang dalam kawasan hutan merupakan proses hilir hanya dapat dilakukan setelah pemegang izin memenuhi berbagai persyaratan awal dari lembaga teknis terkait. Persetujuan penggunaan kawasan hutan, hanya diberikan setelah adanya Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian ESDM atau pemerintah daerah melalui Dinas ESDM.

    Beberapa izin yang diperlukan yakni rekomendasi kepala daerah, izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup atau dinas lingkungan hidup daerah. “Jika seluruh syarat tersebut terpenuhi, barulah Kementerian Kehutanan memberikan persetujuan penggunaan kawasan hutan,” jelas dia.

    Ade menjelaskan, persetujuan ini disertai dengan kewajiban teknis, antara lain penataan batas lokasi kegiatan agar tidak melebihi area izin serta penyusunan dan pelaksanaan Penataan Areal Kerja (PAK).

    Selain itu, pemegang izin diberi kewajiban untuk melaksanakan reklamasi pasca-tambang, yang dananya dijamin melalui Jaminan Reklamasi di Kementerian ESDM.

    Ade melanjutkan, mereka juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada sektor kehutanan.

  • Rumah Subsidi 14 Meter Persegi Disebut Cuma Cocok di Jakarta

    Rumah Subsidi 14 Meter Persegi Disebut Cuma Cocok di Jakarta

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah pemuda mendatangi mockup rumah subsidi berukuran 14 meter persegi karya Lippo Group. Rumah mungil yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial ini memicu beragam tanggapan.

    Dipamerkan di Mall Lippo Nusantara, Jakarta, sebagian besar dari mereka menilai ukuran rumah tersebut lebih cocok disebut kos-kosan dan hanya menarik jika dibangun di wilayah Jakarta.

    Beritasatu.com mewawancarai tiga pemuda yang melihat langsung contoh rumah mungil tersebut. Ketiganya sepakat bahwa rumah dengan ukuran 14 m² itu terlalu sempit jika difungsikan sebagai tempat tinggal keluarga.

    Mauli (26), warga Depok yang baru menikah, mengaku penasaran setelah melihat ramainya pembahasan rumah mungil di media sosial. Ia menyamakan bentuk rumah tersebut dengan kamar kos.

    “Sebenernya sih ini kayak lagi ada di kos-kosan. Tapi kalau dibangunnya di Jakarta, ini sebenarnya worth it,” ujar Mauli kepada Beritasatu.com, Selasa (17/6/2025).

    Mauli menilai rumah mungil akan lebih diminati jika dibangun di Jakarta karena keterbatasan lahan dan mahalnya harga tanah. Namun, jika dibangun di luar Jakarta, menurutnya masih banyak pilihan rumah dengan ukuran yang lebih besar dan harga yang sebanding.

    “Tadi sempat dengar katanya dibangunnya di Purwakarta. Ya kalau gitu, mending sekalian cicil rumah beneran. Ongkos jalan dari sana ke Jakarta juga mahal,” tambahnya.

  • Alami Masalah Mental, Justin Bieber: Saya Lelah Diminta Sembuh

    Alami Masalah Mental, Justin Bieber: Saya Lelah Diminta Sembuh

    Jakarta, Beritasatu.com – Justin Bieber kembali menjadi perhatian publik usai mengunggah curahan hati yang emosional di media sosial. Dalam unggahan Instagram terbarunya, yang dikutip Beritasatu.com, Selasa (17/6/2025), musisi berusia 31 tahun itu mengaku bahwa dirinya merasa “rusak”, memiliki masalah dengan amarah, dan lelah karena terus-menerus diminta untuk “sembuh” oleh orang-orang di sekitarnya.

    “Orang-orang terus menyuruhku untuk sembuh. Kalau aku bisa memperbaiki diriku, pasti sudah kulakukan sejak lama. Aku tahu aku rusak. Aku tahu aku punya masalah kemarahan,” tulis Justin Bieber di Instagram. 

    Pernyataan ini sontak membuat banyak penggemarnya khawatir dan bersimpati. Apalagi kondisi yang ia tunjukkan belakangan ini memang mengkhawatirkan. 

    Bieber mengungkapkan bahwa tekanan untuk menjadi lebih baik justru membuatnya makin lelah. Ia merasa bahwa semakin ia berusaha berubah demi menyenangkan orang lain, semakin besar pula keletihan emosional yang ia rasakan. 

    “Yesus adalah satu-satunya alasan aku masih ingin hidup untuk orang lain. Karena terus terang, aku lelah memikirkan diriku sendiri,” lanjutnya, mengisyaratkan bahwa spiritualitas menjadi satu-satunya sandaran di tengah pergumulannya.

    Unggahan ini disusul dengan tangkapan layar percakapan pribadinya dengan seorang teman yang kini sudah berakhir. Dalam percakapan tersebut, Justin Bieber membantah dirinya sedang melampiaskan kemarahan, dan menjelaskan bahwa respons emosionalnya berasal dari luka masa lalu yang belum sembuh. 

    Ia juga menyebut bahwa meminta orang yang mengalami trauma untuk tidak menunjukkan trauma adalah bentuk kekejaman.

    Akhirnya, Bieber menegaskan bahwa persahabatan tersebut resmi ia akhiri. “Aku punya teman-teman baik yang bisa menghargai batasan seperti ini,” tulisnya, menandai keputusan tegas untuk menjaga kesehatan mentalnya sendiri.

    Unggahan penuh emosi dari Justin Bieber ini kembali membuka perbincangan soal kesehatan mental para pesohor, dan bagaimana tekanan untuk selalu tampil “baik-baik saja” justru bisa memperdalam luka yang tak terlihat. Meski banyak yang menyemangatinya, tak sedikit pula yang berharap Bieber bisa menemukan ruang aman untuk benar-benar pulih, tanpa harus terus-menerus diminta sembuh oleh dunia.

  • Gubernur Banten Unjuk Gigi Jadi Pembawa Berita BTV

    Gubernur Banten Unjuk Gigi Jadi Pembawa Berita BTV

    Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Banten Andra Soni menunjukan kepiawaiannya membawakan berita pada acara Investor Daily Talk Spesial di Studio Semesta Tokyo Hub PIK 2, Jakarta, Senin (16/6/2025). Menurut Andra Soni, dia mengakui bahwa profesi menjadi jurnalis bukanlah hal yang mudah.

    “Menjadi pembawa berita atau jurnalis tentu tidak mudah, juga jadi memburu orang yang profesional,” kata Andra.

    Dalam dialog di Investor Daily Talk Spesial, Andra Soni menyampaikan peran UMKM sebagai penompang ekonomi, khususnya di daerah Provinsi Banten.

    “UMKM itu adalah awal tumbuhnya kelompok ekonomi menengah baru di Banten. Artinya bagaimana kita bisa membangun sebuah ekosistem usaha di Provinsi Banten,” ujar Andra.

    Menurutnya, UMKM dapat menjadi cerminan kondisi ekonomi masyarakat di suatu daerah. “Satu keyakinan saya, ketika daya beli masyarakat tumbuh dengan sendirinya UMKM kita akan berkembang,” tambah Andra Soni.

    Andra Soni juga menyampaikan harapannya kepaba B-Universe setelah menggunakan studio baru pada program beritanya. Ia berharap Berita Satu bisa menjadi contoh media yang baik di tengah tantangan zaman.

    “Saya berharap Berita Satu bisa menjadi panduan atau bisa menjadi acuan bagi masyarakat dalam mendapatkan berita yang berimbang, bertanggung jawab, dan jauh dari hal buruk,” pungkas Andra Soni.

  • Mengenal Spesifikasi 2 Rumah Proyek Hunian Warisan Bangsa

    Mengenal Spesifikasi 2 Rumah Proyek Hunian Warisan Bangsa

    Jakarta, Beritasatu.com — Proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) merupakan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau. Proyek ini menyasar keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses rumah permanen dengan fasilitas dasar.

    Data menunjukkan, lebih dari 12 juta keluarga di Indonesia masih hidup di hunian tidak layak. Mereka tinggal di rumah semipermanen, rumah sewa berukuran sempit, atau bahkan gubuk darurat yang tidak memenuhi standar keamanan dan sanitasi.

    Rumah layak bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga fondasi untuk kehidupan yang lebih baik. “Perumahan terjangkau bukanlah hak istimewa, melainkan kebutuhan dasar manusia,” ujar Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan Parapak, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/6/2025).

    Ada dua tipe hunian yang ditawarkan, pertama tipe dua kamar tidur yang memiliki ukuran 2,6 meter x 10,1 meter, dengan luas tanah 26,3 meter persegi dan luas bangunan 23,4 meter persegi. Unit ini dilengkapi lantai mezzanine sebagai ruang tambahan.

    Tipe kedua yakni tipe satu kamar tidur, dengan ukuran 2,6 meter x 9,6 meter, dengan luas tanah 25 meter persegi dan luas bangunan 14 meter persegi. Meski mungil, kedua tipe ini sudah dilengkapi ruang tamu, dapur, kamar mandi, teras, dan carport.

    HWB menggunakan struktur beton bertulang, atap baja ringan, dan penutup atap spandek. Dinding rumah menggunakan bata ringan dengan finishing mortar dan cat, sementara kamar mandi sudah dilapisi keramik.

    Untuk lantai, digunakan keramik di ruang utama dan lantai antiselip di kamar mandi serta teras. Di area carport, digunakan cor beton. Instalasi listrik berdaya 900 watt serta pasokan air dari PDAM atau sumber lain yang disediakan pengembang melengkapi kebutuhan dasar hunian ini.

  • Aliando Syarief dan RichelleSkornicki Sudah 7 Bulan Pacaran

    Aliando Syarief dan RichelleSkornicki Sudah 7 Bulan Pacaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Aliando Syarief mengakui telah berpacaran dengan Richelle Skornicki. Bahkan, Aliando menyebut telah mendapat restu dari kedua orang tua masing-masing.

    “Gue tidak mau menutupi lagi kabar bahagia ini, karena memang gue sama dia (Richelle Skornicki) sudah berpacaran selama tujuh bulan,” jelas Aliando Syarief dikutip dari channel YouTube, Selasa (17/6/2025).

    Aliando mengaku ketertarikannya dengan Richelle bermula saat sama-sama aktif di dunia peran.

    “Kita selalu sharing soal film, sharing bagaimana berakting yang baik. Jadi, saling memberikan support satu dengan yang lain,” ungkapnya.

    “Dari situ muncul perasaan satu dengan yang lain,” tuturnya.

    Aliando Syarief tidak memungkiri apabila dirinya sudah sangat budak cinta (bucin) terhadap kekasihnya tersebut.

    “Mungkin karena gue bucin sama dia, ya. Jadi, buat gue dia itu cantik banget,” lanjutnya.

    “Dengan selalu hadir di setiap karya filmnya, gue pastikan gue akan ada karena sebagai bentuk kebucinan gue sama dia,” ungkapnya.

    Ia juga mengatakan, hubungannya dengan Richelle Skornicki telah mendapat restu dari orang tua.

    “Kalau support dari orang-orang yang kita cintai, menurut gue luar biasa sekali, ya,” tutupnya.

  • Covid-19 Muncul Lagi, Pemkab Lebak Minta Warga Hidup Bersih

    Covid-19 Muncul Lagi, Pemkab Lebak Minta Warga Hidup Bersih

    Covid-19 Muncul Lagi, Pemkab Lebak Minta Warga Hidup Bersih

    kiwot: Covid-19, Pemkab Lebak, Covid-19 Muncul Lagi, Virus Corona

    sum: Pemkab Lebak mengimbau masyarakat untuk hidup bersih, setelah lonjakan kasus Covid-19 yang kembali terjadi di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

    Pandeglang, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah ini diambil menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang kembali terjadi di sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

    Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menyampaikan bahwa meskipun belum ditemukan kasus positif Covid-19 di wilayah Lebak, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

    “Untuk Covid-19 sementara di Kabupaten Lebak belum ada kasus, dan mudah-mudahan tidak ada. Tapi kita tetap harus waspada, terutama terhadap pendatang dari luar daerah atau luar negeri,” ujar Endang Komarudin kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).

    Endang juga mengingatkan warga untuk kembali menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan secara teratur dan menggunakan masker di tempat umum, terutama area yang memiliki potensi penularan tinggi.

    “Kebersihan diri itu penting, termasuk mencuci tangan sebelum makan dan memakai masker di ruang publik,” jelasnya.

    “Paling utama adalah menjaga daya tahan tubuh. Tidur cukup, konsumsi vitamin, dan jaga kebugaran agar tubuh tetap prima. Virus akan sulit menyerang jika tubuh kita sehat,” tambahnya.

    Menanggapi fenomena ini, Wakil Bupati Lebak Hasbi Asydiki Jayabaya juga menyuarakan pentingnya mengikuti anjuran dari pemerintah pusat demi keselamatan masyarakat.

    “Kalau sudah ada imbauan dari pusat, apalagi menyangkut kesehatan dan nyawa, semua elemen masyarakat harus ikut,” ujar Hasbi di Pendopo Bupati Lebak, Selasa (17/6/2025).

    Meski ia belum menerima laporan resmi terkait peningkatan risiko Covid-19, Hasbi menilai anjuran tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat.

    “Covid-19 bukan kejadian biasa. Kita semua punya pengalaman buruk dari 2020 hingga 2022. Jadi sekarang saatnya waspada dan jangan lengah,” pungkasnya.