Author: Antaranews.com

  • Arus lalu lintas di Tol Cipali naik 20 persen pada 4 Januari 2026

    Arus lalu lintas di Tol Cipali naik 20 persen pada 4 Januari 2026

    Sekitar 24 ribu kendaraan melintas dari Cirebon menuju Jakarta, lebih tinggi 20 persen dibandingkan hari sebelumnya

    Cirebon (ANTARA) – Pengelola Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Astra Tol Cipali) mencatat arus lalu lintas di ruas tol tersebut mengalami kenaikan sebesar 20 persen dengan 24 ribu kendaraan melintas dari arah Cirebon, Jawa Barat, menuju Jakarta pada 4 Januari 2026.

    “Sekitar 24 ribu kendaraan melintas dari Cirebon menuju Jakarta, lebih tinggi 20 persen dibandingkan hari sebelumnya,” kata Head of Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo di Cirebon, Jawa Barat, Minggu.

    Ia mengatakan meski terjadi peningkatan volume kendaraan di ruas tol tersebut, namun kondisi lalu lintas secara umum tetap terpantau lancar.

    Ardam menjelaskan dari data pemantauan sejak pukul 00.00 WIB hingga 15.00 WIB, arus kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikopo mendominasi pergerakan lalu lintas.

    Sementara, kata dia, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon tercatat sekitar 14 ribu unit atau lebih rendah sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya.

    “Jumlah kendaraan dari arah Jakarta tersebut lebih rendah sekitar 9 persen,” katanya.

    Ia menyebutkan secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di dua arah di Jalan Tol Cipali saat ini sudah mencapai sekitar 38 ribu unit.

    “Angka kumulatif tersebut meningkat sekitar 7 persen, dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya,” katanya.

    Ardam memastikan peningkatan arus lalu lintas, masih dapat ditangani dengan baik oleh petugas lapangan di sepanjang ruas Tol Cipali.

    Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

    Selain itu, pihaknya mengimbau pengguna jalan agar selalu menjaga jarak aman antar kendaraan.

    “Pengguna jalan juga diminta mematuhi batas kecepatan maksimal 70 kilometer per jam, terutama saat hujan,” ucap dia.

    Pewarta: Fathnur Rohman
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jasamarga terus pantau arus balik tahun baru di Tol Jakarta-Cikampek

    Jasamarga terus pantau arus balik tahun baru di Tol Jakarta-Cikampek

    Karawang (ANTARA) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan lalu lintas pada arus balik libur Tahun Baru 2026 di Tol Jakarta-Cikampek.

    VP Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan peningkatan volume kendaraan dari wilayah timur menuju barat Trans Jawa sudah terpantau di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, sejak pukul 06.00 WIB.

    Ia mengatakan pemantauan arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan tol.

    Pihaknya memantau dinamika lalu lintas secara seketika dengan memastikan seluruh layanan operasional siap melayani pengguna jalan, mulai dari kesiapan gardu transaksi, petugas di lapangan, hingga pengaturan lalu lintas secara terpadu.

    Berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas, pada sif 1 (pukul 06.00-14.00 WIB), tanggal 4 Januari 2026 tercatat 11.484 kendaraan melintas dari wilayah timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama atau meningkat 55,11 persen dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal 7.404 kendaraan.

    Sebagai bentuk kesiapan menghadapi arus balik, JTT mengoptimalkan layanan transaksi di gerbang tol utama, khususnya melalui pengaturan operasional di GT Cikampek Utama dengan mengoperasikan 18 gardu transaksi ke arah Jakarta dan 12 gardu transaksi ke arah Trans Jawa.

    Upaya ini didukung dengan peningkatan kesiapsiagaan petugas operasional dan layanan lalu lintas, serta koordinasi intensif dengan kepolisian Patroli Jalan Raya dan instansi terkait, demi menjaga kelancaran arus kendaraan di seluruh segmen Trans Jawa.

    Selain itu, JTT memastikan kesiapan fasilitas pendukung perjalanan, termasuk area rehat, rambu lalu lintas, dan layanan informasi perjalanan.

    Informasi terkini disampaikan secara berkala melalui Dynamic Message Sign (DMS), media sosial resmi, serta kanal informasi Jasa Marga Group agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

    JTT mengimbau pengguna jalan mengatur waktu perjalanan, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.

    Pewarta: M.Ali Khumaini
    Editor: M. Hari Atmoko
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Puncak arus balik, Terminal Pulogebang dipadati penumpang

    Puncak arus balik, Terminal Pulogebang dipadati penumpang

    ANTARA – Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta ramai dipadati penumpang pada  puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026, Minggu (4/12). Pihak Terminal Pulogebang  memprediksi arus balik semakin meningkat  menjelang malam hari ini.
    (Setyanka Harviana Putri/Irfansyah Naufal Nasution/Arif Prada/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jumlah penumpang di Stasiun Malang naik 7,8% selama libur Tahun Baru

    Jumlah penumpang di Stasiun Malang naik 7,8% selama libur Tahun Baru

    ANTARA – Pergerakan penumpang kereta api di Stasiun Malang selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 menunjukkan peningkatan. KAI Daop 8 Surabaya mencatat hingga Minggu (4/1), lebih dari 146 ribu penumpang menggunakan layanan kereta api atau naik 7,8 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.(Achmad Saif Hajarani/Arif Prada/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pengunjung Kebun Raya Bali tembus 20 ribu saat libur Natal-tahun baru

    Pengunjung Kebun Raya Bali tembus 20 ribu saat libur Natal-tahun baru

    Tabanan, Bali (ANTARA) – Pengelola Kebun Raya Bali di Bedugul, Kabupaten Tabanan, mencatat jumlah pengunjung menembus 20 ribu orang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau melonjak dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yang mencapai 12 ribu orang.

    “Rata-rata kunjungan mencapai 3.000-5.000 orang per hari,” kata Manajer Kebun Raya Bali I Dewa Putu Pasnadi Putra di Tabanan, Bali, Minggu.

    Adapun kunjungan tertinggi terjadi pada 1 Januari 2026 yang menembus 10 ribu orang, sehingga sekaligus menjadi puncak liburan atau meningkat 77 persen dibandingkan Tahun Baru 2025.

    Salah satu agenda yang menarik kunjungan yakni bazar akhir tahun yang menampilkan UMKM, penampilan kesenian, olahraga dan kebugaran dan lokakarya merangkai bunga serta penampilan musik akustik.

    Bazar itu diadakan sejak Rabu (31/12/2025) hingga Minggu ini mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WITA.

    Ia menjelaskan selain memberikan wadah untuk UMKM di sekitar Kebun Raya Bali, bazar juga untuk memberikan hiburan yang menarik dan atraktif kepada pengunjung.

    Kebun raya seluas 157,5 hektare itu menjadi salah satu daya tarik wisata masyarakat dengan harga tiket masuk Rp15.500 per orang pada hari biasa dan Rp25.500 untuk hari libur.

    Kebun raya berhawa sejuk di Desa Candikuning, Tabanan itu, menyuguhkan panorama bentang alam dan Danau Beratan yang dapat diamati dari ketinggian hingga sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

    Selain sebagai kawasan konservasi yang menjadi fungsi utamanya, kebun raya yang diresmikan pada 1959 itu juga sebagai pusat penelitian dan edukasi serta rekreasi masyarakat.

    Kebun raya itu juga ditujukan untuk melestarikan tumbuhan tropika di kawasan timur Indonesia dan dikhususkan untuk mengoleksi Gymnospermae atau tumbuhan berdaun jarum dari seluruh dunia karena jenis itu dapat tumbuh dengan baik.

    Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mengejar swasembada garam

    Mengejar swasembada garam

    Kawasan sentra garam di Rote Ndao muncul sebagai harapan baru dalam pergaraman nasional

    Jakarta (ANTARA) – Indonesia hingga saat ini masih bergantung pada garam impor. Produksi nasional rata-rata hanya berkisar 1 juta–2 juta ton per tahun, angka yang sangat dipengaruhi anomali cuaca.

    Sementara itu, kebutuhan garam dalam negeri mencapai 4,5 juta–5 juta ton setiap tahun. Ketimpangan ini membuat Indonesia harus menutup kekurangan dengan impor sekitar 2,5 juta–3 juta ton, terutama untuk kebutuhan industri yang mensyaratkan kualitas tinggi.

    Garam bukan hanya pelengkap di dapur. Komoditas ini juga merupakan bahan baku industri pangan, kosmetik, tekstil, farmasi, kimia, hingga pengeboran minyak.

    Salah satu persoalan utama mengapa Indonesia masih bergantung pada impor adalah kualitas garam lokal. Sebagian besar garam rakyat hanya memiliki kadar Natrium klorida atau NaCl maksimal 94 persen, sementara standar industri mensyaratkan minimal 97 persen.

    Selain kualitas, faktor cuaca juga menjadi penentu. Petambak garam di Indonesia sangat bergantung pada sinar matahari untuk proses penguapan.

    Pada 2025, misalnya, curah hujan tinggi dan musim kemarau yang singkat menyebabkan produksi anjlok hingga 50 persen, hanya sekitar 1 juta ton per 2 Desember 2025.

    Kebergantungan pada cuaca membuat produksi garam tidak menentu dari tahun ke tahun.

    Meski penuh tantangan, garam tetap menjadi denyut ekonomi di sejumlah daerah. Catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2024 menunjukkan 10 provinsi menjadi produsen utama pergaraman Indonesia.

    Jawa Timur menjadi provinsi penghasil garam terbesar dengan 863.332 ton, disusul Jawa Tengah 536.613 ton dan Jawa Barat 211.044 ton. Nusa Tenggara Barat menambah 41.866 ton, Sulawesi Selatan 30.099 ton, sementara NTT menyumbang 15.794 ton.

    Namun, angka tersebut masih belum cukup untuk menutup kebutuhan nasional. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan sentra-sentra produksi baru sekaligus memperkuat tambak yang sudah ada.

    Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional pada Maret 2025. Regulasi ini menjadi landasan ambisi swasembada garam pada 2027.

    Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas: Harga cabai rawit Rp62.006/kg, bawang merah Rp43.042/kg

    Bapanas: Harga cabai rawit Rp62.006/kg, bawang merah Rp43.042/kg

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai rawit merah secara nasional Rp62.006 per kilogram (kg) turun Rp64 dari hari sebelumnya, begitu pun bawang merah Rp43.042 per kg turun Rp2.882 dari hari sebelumnya.

    Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas dilansir di Jakarta, Minggu pukul 11.00 WIB, harga pangan lainnya di tingkat konsumen secara nasional beras premium Rp15.492 per kg turun Rp67 dari hari sebelumnya.

    Kemudian, beras medium Rp13.501 per kg turun Rp56 dari hari sebelumnya, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.445 per kg turun Rp27 dari hari sebelumnya.

    Komoditas jagung Tk peternak tercatat Rp6.854 per kg turun Rp121 dari hari sebelumnya; sedangkan kedelai biji kering (impor) menjadi Rp10.717 per kg turun Rp96 dari hari sebelumnya.

    Berikutnya bawang putih bonggol di harga Rp37.309 per kg turun Rp1.143 dari hari sebelumnya.

    Selanjutnya, komoditas cabai merah keriting di harga Rp46.713 per kg turun Rp1.220 dari hari sebelumnya; lalu cabai merah besar di harga Rp42.171 per kg turun Rp1.124 dari hari sebelumnya.

    Lalu, daging sapi murni Rp137.291 per kg naik Rp1.619 dari hari sebelumnya, daging ayam ras Rp39.703 per kg turun Rp133 dari hari sebelumnya, lalu telur ayam ras Rp31.281 per kg turun Rp166 dari hari sebelumnya.

    Sementara itu, gula konsumsi di harga Rp17.995 per kg turun tipis Rp112 dari hari sebelumnya.

    Kemudian, minyak goreng kemasan Rp20.846 per liter turun Rp161 dari hari sebelumnya; minyak goreng curah Rp17.439 per liter turun tipis Rp316 dari hari sebelumnya; Minyakita Rp17.417 per liter turun Rp209 dari hari sebelumnya.

    Selanjutnya, tepung terigu curah Rp9.617 per kg turun tipis Rp133 dari hari sebelumnya; lalu tepung terigu kemasan Rp12.908 per kg turun Rp57 dari hari sebelumnya.

    Komoditas ikan kembung di harga Rp44.541 per kg naik Rp426 dari hari sebelumnya; ikan tongkol Rp35.996 per kg nain Rp62 dari hari sebelumnya; ikan bandeng Rp35.472 per kg turun Rp446 dari hari sebelumnya.

    Selanjutnya, garam konsumsi di harga Rp11.465 per kg turun Rp67 dari hari sebelumnya.

    Sementara itu, daging kerbau beku (impor) di harga Rp106.573 per kg naik Rp96 dari hari sebelumnya, lalu daging kerbau segar lokal Rp139.730 per kg turun Rp1.086 dari hari sebelumnya.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harga emas Antam kembali stabil pada Minggu

    Harga emas Antam kembali stabil pada Minggu

    Jakarta (ANTARA) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Minggu, kembali stabil di angka Rp2.488.000 setelah dua hari sebelumnya menembus harga Rp2.504.000 per gram, atau turun sebesar Rp16.000.

    Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut mengalami penurunan yakni Rp2.346.000 per gram.

    ‎‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

    Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

    ‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat.

    Harga emas 0,5 gram: Rp1.294.000.

    Harga emas 1 gram: Rp2.488.000.

    Harga emas 2 gram: Rp4.916.000.

    Harga emas 3 gram: Rp7.349.000.

    Harga emas 5 gram: Rp12.215.000.

    Harga emas 10 gram: Rp24.375.000.

    Harga emas 25 gram: Rp60.812.000.

    Harga emas 50 gram: Rp121.545.000.

    Harga emas 100 gram: Rp243.012.000.

    Harga emas 250 gram: Rp607.265.000.

    Harga emas 500 gram: Rp1.214.320.000.

    Harga emas 1.000 gram: Rp2.428.600.000.

    Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

    ‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harga emas Galeri24 dan UBS serempak turun pada Minggu

    Harga emas Galeri24 dan UBS serempak turun pada Minggu

    Jakarta (ANTARA) – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta, Minggu, menunjukkan produk jenama Galeri24 dan UBS serempak turun.

    ‎Harga jual emas Galeri24 kini berada di angka Rp2.522.000 per gram, turun Rp15.000 setelah sehari sebelumnya menyentuh harga Rp2.537.000 per gram.

    Sementara, harga emas UBS berada di angka Rp2.559.000 atau turun Rp8.000 dari harga sebelumnya Rp2.567.000.

    ‎Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

    Sedangkan, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

    Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

    Galeri24

    0,5 gram Rp1.323.000

    1 gram Rp2.522.000

    2 gram Rp4.970.000

    5 gram Rp12.311.000

    10 gram Rp24.569.000

    25 gram Rp61.340.000

    50 gram Rp122.582.000

    100 gram Rp245.044.000

    250 gram Rp611.104.000

    500 gram Rp1.222.208.000

    1.000 gram Rp2.444.416.000

    UBS

    0,5 gram Rp1.383.000

    1 gram Rp2.559.000

    2 gram Rp5.077.000

    5 gram Rp12.545.000

    10 gram Rp24.958.000

    25 gram Rp62.273.000

    50 gram Rp124.291.000

    100 gram Rp248.484.000

    250 gram Rp621.027.000

    500 gram Rp1.240.597.000

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pupuk bersubsidi di titik uji

    Pupuk bersubsidi di titik uji

    Mataram (ANTARA) – Awal 2026 memberi harapan baru bagi petani di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di banyak sawah, pemupukan bisa dilakukan tepat waktu, sejak hari pertama tahun berjalan.

    Pupuk bersubsidi sudah tersedia di kios resmi, dapat ditebus hanya dengan KTP atau kartu tani, dan harganya lebih murah, setelah pemerintah menurunkan harga eceran tertinggi (HET).

    Bagi petani kecil, kelancaran ini bukan sekadar kemudahan administratif, melainkan fondasi penting untuk menjaga irama tanam dan produktivitas lahan.

    Pupuk adalah urat nadi produksi. Ketika ia terlambat atau mahal, seluruh sistem pertanian ikut terguncang.

    Hanya saja, di balik kelancaran awal tahun, persoalan pupuk bersubsidi di NTB tidak sesederhana soal stok tersedia. Tahun 2026 menjadi fase penting karena menandai peralihan tata kelola pupuk menuju sistem digital yang lebih ketat, sekaligus menguji konsistensi pengawasan di lapangan.

    Di sinilah pupuk bersubsidi layak ditelaah lebih dalam. Ia bukan hanya komoditas pertanian, tetapi instrumen kebijakan publik yang menyentuh ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan kepercayaan negara terhadap sistem distribusinya sendiri.

    Ketimpangan lapangan

    Implementasi sistem digital penebusan pupuk bersubsidi melalui iPubers dan basis data e-RDKK membawa perubahan besar. Petani terdaftar dapat menebus pupuk secara langsung di kios resmi sesuai alokasi dan HET.

    Di atas kertas, sistem ini menjanjikan ketepatan sasaran dan transparansi. Data penyaluran di NTB hingga akhir 2025 menunjukkan realisasi yang tinggi, dengan ratusan ribu ton pupuk tersalurkan dan stok awal 2026 dalam kondisi aman.

    Penurunan HET hingga sekitar 20 persen juga memberi ruang napas bagi biaya produksi petani.

    Saat bersamaan, data juga memperlihatkan cerita lain. Di beberapa daerah, terutama sentra produksi padi dan hortikultura, kebutuhan pupuk dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) belum sepenuhnya seimbang dengan alokasi yang tersedia.

    Untuk jenis tertentu, terutama NPK, persentase pemenuhan masih tertinggal dibandingkan urea. Ketimpangan ini menciptakan ruang rawan. Ketika kebutuhan di lapangan mendesak, sementara alokasi belum mencukupi, praktik-praktik menyimpang mudah muncul.

    Sepanjang 2025, para petani mengeluhkan harga pupuk bersubsidi yang dijual melebihi HET, distribusi yang tidak utuh, hingga kelangkaan semu di tingkat pengecer. Modusnya beragam, dari perbedaan harga antarwilayah, hingga distribusi yang tidak sesuai jumlah.

    Fakta ini menunjukkan bahwa digitalisasi di hulu belum sepenuhnya menutup celah di hilir. Sistem boleh rapi di layar, tetapi praktik di lapangan masih membutuhkan pengawasan manusia yang konsisten.

    Kondisi ini memperlihatkan paradoks klasik kebijakan subsidi. Negara hadir dengan anggaran besar dan sistem canggih, tetapi manfaatnya bisa tergerus oleh perilaku segelintir oknum.

    Akibatnya, petani yang seharusnya dilindungi justru kembali menanggung beban. Dalam konteks NTB yang mengandalkan pertanian sebagai penopang ekonomi daerah, ketimpangan kecil dalam distribusi pupuk dapat berdampak besar pada produksi dan pendapatan petani.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.