Author: Antaranews.com

  • Restitusi Pajak dan ilusi krisis APBN 2025

    Restitusi Pajak dan ilusi krisis APBN 2025

    APBN bukan instrumen yang rapuh jika dikelola dengan disiplin tapi justru menjadi jangkar stabilitas ketika kebijakan dijalankan dengan kepala dingin dan keberanian untuk melakukan pembenahan struktural.

    Jakarta (ANTARA) – Narasi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disebut berada di tepi jurang, muncul hampir setiap kali penerimaan pajak menghadapi tekanan.

    Dalam konteks 2025, kekhawatiran publik atas pelebaran shortfall pajak memang tidak bisa diabaikan, tetapi cara membaca data fiskal menjadi penentu apakah diskursus ini mencerahkan atau justru menyesatkan.

    APBN bukan sekadar kumpulan angka statis, melainkan sistem kebijakan yang hidup, dipengaruhi oleh keputusan administratif, dinamika ekonomi, dan manajemen kas negara.

    Karena itu, kredibilitas APBN tidak semestinya diukur dari satu indikator tunggal, melainkan dari kemampuan negara merespons tekanan secara disiplin, transparan, dan tidak kontraproduktif terhadap perekonomian.

    Salah satu kekeliruan yang kerap terjadi dalam membaca kinerja penerimaan pajak adalah menyamakan penurunan pajak neto dengan melemahnya basis pajak.

    Padahal, terdapat faktor penting yang sering luput dari perdebatan publik, yakni restitusi pajak. Restitusi merupakan hak wajib pajak ketika terjadi kelebihan pembayaran dan dalam perspektif dunia usaha, restitusi berfungsi sebagai penopang arus kas.

    Namun, dari sudut pandang kas negara, lonjakan restitusi membuat penerimaan pajak neto terlihat lebih rendah pada tahun berjalan, meskipun secara struktural tidak selalu mencerminkan pelemahan ekonomi atau penurunan kepatuhan.

    Data yang dicatat hingga Oktober 2025 menunjukkan restitusi pajak mencapai Rp340,52 triliun, meningkat 36,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Angka ini secara kasat mata memang besar, tetapi analisis yang lebih jujur perlu memasukkan faktor timing.

    Sebagian lonjakan restitusi dipengaruhi oleh backlog pembayaran yang sempat tertunda dan terakumulasi pada periode sebelumnya, sehingga pembayarannya menumpuk pada 2025.

    Tanpa penjelasan ini, publik mudah menarik kesimpulan berlebihan bahwa penerimaan pajak sedang runtuh, padahal sebagian tekanan bersifat administratif dan temporer.

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mentan: Papua ditargetkan swasembada pangan dalam 3 tahun

    Mentan: Papua ditargetkan swasembada pangan dalam 3 tahun

    Papua itu, kita akan swasembadakan Papua paling lambat 3 tahun. Kalau bisa 2 tahun selesai

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menargetkan wilayah Papua dapat swasembada pangan dalam waktu 3 tahun ke depan.

    Oleh karena itu, Amran mengungkap pemerintah akan mencetak sawah baru, serta mengoptimalkan penanaman dan pemanfaatan pangan lokal, yaitu sagu.

    “Papua itu, kita akan swasembadakan Papua paling lambat 3 tahun. Kalau bisa 2 tahun selesai,” kata Mentan Amran Sulaiman saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI Jakarta, Selasa (16/12).

    Amran kemudian menjelaskan kebutuhan beras Papua saat ini mencapai sekitar 660.000 ton per tahun, sementara produksi beras Papua kurang lebih 120.000 ton. Artinya, ada kekurangan sekitar 500.000 ton untuk mewujudkan Papua swasembada beras.

    “Nah, 500.000 ton membutuhkan sawah 100.000 hektare. Kita sudah bagi, Papua Selatan, Papua, dan Papua Barat. Bahkan, 6 provinsi juga memohon untuk cetak sawah. Insyaallah paling 3 tahun, bisa jadi (terwujud dalam) 2 tahun selesai 100.000 (ha) sehingga Papua adalah swasembada pangan,” kata Amran Sulaiman.

    Tidak hanya itu, Amran melanjutkan pemerintah juga berencana merevitalisasi industri sagu, mengingat sagu merupakan komoditas pangan lokal utama di Papua. Amran menyebut pabrik sagu di Sorong, Papua Barat Daya, akan dihidupkan kembali.

    “Kemudian tadi, ada perbaikan pabrik sagu. Kita akan selesaikan di Sorong. Kita akan aktifkan kembali. Sudah dibangun, tetapi harus diaktifkan kembali,” kata Mentan Amran Sulaiman.

    Dalam kesempatan yang sama, Amran menekankan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo ialah ingin membangun kemandirian pangan tidak hanya secara nasional, tetapi mandiri hingga di setiap pulau Indonesia.

    Jika setiap pulau swasembada pangan, maka mereka tak perlu bergantung pada pasokan dari luar. Alhasil, visi itu diyakini sebagai solusi permanen untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi nasional.

    “Mimpi kita adalah seluruh pulau-pulau (swasembada pangan). Kalimantan sudah, Sulawesi sudah, Sumatera sudah swasembada. Jawa surplus. Mimpi kita, seluruh Indonesia swasembada pangan sehingga dia ngangkut, itu tidak ada diangkut antarpulau, dan ini adalah solusi permanen masalah inflasi,” ujar Amran Sulaiman.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemprov Kaltara tinjau jalan konektivitas lingkar Krayan di perbatasan

    Pemprov Kaltara tinjau jalan konektivitas lingkar Krayan di perbatasan

    ANTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meninjau proyek Jalan Lingkar Krayan di perbatasan yang menghubungkan 5 Kecamatan pada (16/12). Pembangunan jalan ini menggunakan APBD Kaltara sebesar Rp 5 Miliar dan akan dilanjutkan pembangunan jalan sepanjang 2.500 meter yang membutuhkan anggaran sebesar Rp 19 Miliar. (Cica Andriyani/Rizky Bagus Dhermawan/Roy Rosa Bachtiar)

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Panen raya Krayan, Kaltara optimalkan sawah perbatasan negara

    Panen raya Krayan, Kaltara optimalkan sawah perbatasan negara

    ANTARA – Upaya optimalisasi lahan sawah di kawasan perbatasan terus dilakukan Pemprov Kalimantan Utara. Panen raya di Krayan menjadi bukti penguatan sektor pertanian berbasis organik. Produksi beras premium diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah menyiapkan dukungan berkelanjutan mulai 2026.
    (Cica Andriyani/Rizky Bagus Dhermawan/I Gusti Agung Ayu N)

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Presiden ingatkan pemda jaga kelestarian Raja Ampat yang termasyhur

    Presiden ingatkan pemda jaga kelestarian Raja Ampat yang termasyhur

    ANTARA – Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12), menyebut bahwa kawasan Raja Ampat sudah begitu dikenal di berbagai belahan dunia. Presiden mengingatkan agar kepala daerah di wilayah tersebut dapat terus menjaga dan melestarikan wilayah yang dijuluki “The Last Paradise on Earth” tersebut. (Cahya Sari/Suci Nurhaliza/Andi Bagasela/Roy Rosa Bachtiar)

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tito: Rumah sakit di Jayapura rampung dibangun dan akan diresmikan Prabowo

    Tito: Rumah sakit di Jayapura rampung dibangun dan akan diresmikan Prabowo

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa rumah sakit khusus yang dibangun dan dikelola oleh Kementerian Kesehatan di Jayapura, Papua, telah rampung dan rencananya diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Menteri Kesehatan membuat rumah sakit khusus yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan di Jayapura yang sudah selesai. Itu nilainya hampir Rp1 triliun. Ini untuk memperkuat sarana prasarana kesehatan di Papua dan akan diresmikan oleh Bapak Presiden, nanti pada saat beliau berkunjung ke Jayapura,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

    Mendagri menjelaskan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di Papua, khususnya di bidang kesehatan, selain sektor pendidikan.

    Fasilitas kesehatan itu dibangun untuk memperkuat sarana dan prasarana layanan kesehatan di Papua.

    Selain rumah sakit di Jayapura, Tito menyampaikan adanya permintaan dari para gubernur terkait pembangunan rumah sakit provinsi di daerah otonomi baru, yakni di Nabire dan Wamena.

    Ia mengatakan permintaan tersebut telah ditindaklanjuti Kementerian Kesehatan yang sedang mengatur skema pembiayaannya dan pada prinsipnya telah diakomodasi.

    “Tadi Menteri Kesehatan sedang apa, mengatur masalah pembiayaannya. Tapi, prinsipnya diakomodasi,” ucap Tito.

    Pada kesempatan sama, Mendagri juga menyinggung informasi dari salah satu kepala daerah terkait 700 ribu anak Papua yang disebut belum atau tidak bersekolah.

    Tito menyampaikan data tersebut masih perlu diverifikasi dan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan keakuratannya.

    “Kita harus cross-check dulu. Tadi Pak Presiden menyampaikan ini kita data, ini harus kita cross-check dulu, benar enggak,” kata Tito.

    “Tapi prinsip dasarnya adalah kalau ada yang tidak bersekolah, akan diupayakan untuk bersekolah. Diberikan kesempatan akses sekolah seluas-luasnya. Tapi, nggak tahu angkanya harus kita cross-check dulu. Saya kira itu,” ujar Mendagri menambahkan.

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bupati Bogor dan DPRD sepakati Perda Pengelolaan Sampah

    Bupati Bogor dan DPRD sepakati Perda Pengelolaan Sampah

    Kabupaten Bogor (ANTARA) – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama DPRD Kabupaten Bogor menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah menjadi peraturan daerah dalam rapat paripurna, Selasa.

    Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Cibinong, tersebut memiliki tiga agenda utama, yakni persetujuan bersama Raperda tentang Pengelolaan Sampah, penetapan keputusan DPRD terkait tata beracara Badan Kehormatan, serta persetujuan perpanjangan kerja sama pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Galuga.

    Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, dan dihadiri wakil ketua serta anggota DPRD Kabupaten Bogor. Turut hadir Wakil Bupati Bogor, unsur Forkopimda, para asisten, kepala perangkat daerah, direksi BUMD, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh masyarakat.

    Susmanto menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Panitia Khusus pembahas Raperda, atas inisiatif pembentukan regulasi tersebut. Ia menegaskan Raperda Pengelolaan Sampah merupakan inisiatif DPRD.

    “Perda ini memberikan payung hukum bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari masyarakat di desa. Sampah dikelola di tingkat desa, sementara residu yang tidak dapat dikelola baru dibuang ke TPA,” ujar dia.

    Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

    Ia menyebutkan Perda Pengelolaan Sampah diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

    Ia menjelaskan, penetapan Perda ini juga menjadi langkah penyesuaian regulasi sekaligus menggantikan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.

    “Ke depan, pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, modern, terencana, terpadu, dan berwawasan lingkungan,” katanya.

    Selain itu, rapat paripurna juga menyetujui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor terkait pengelolaan TPA Galuga yang berlokasi di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang.

    Ia menegaskan DPRD merupakan mitra sejajar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang aman, adil, dan makmur.

    Pewarta: M Fikri Setiawan
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bupati Bogor dan DPRD sepakati Perda Pengelolaan Sampah

    Bupati Bogor dan DPRD sepakati Perda Pengelolaan Sampah

    Kabupaten Bogor (ANTARA) – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama DPRD Kabupaten Bogor menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah menjadi peraturan daerah dalam rapat paripurna, Selasa.

    Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Cibinong, tersebut memiliki tiga agenda utama, yakni persetujuan bersama Raperda tentang Pengelolaan Sampah, penetapan keputusan DPRD terkait tata beracara Badan Kehormatan, serta persetujuan perpanjangan kerja sama pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Galuga.

    Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, dan dihadiri wakil ketua serta anggota DPRD Kabupaten Bogor. Turut hadir Wakil Bupati Bogor, unsur Forkopimda, para asisten, kepala perangkat daerah, direksi BUMD, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh masyarakat.

    Susmanto menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Panitia Khusus pembahas Raperda, atas inisiatif pembentukan regulasi tersebut. Ia menegaskan Raperda Pengelolaan Sampah merupakan inisiatif DPRD.

    “Perda ini memberikan payung hukum bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari masyarakat di desa. Sampah dikelola di tingkat desa, sementara residu yang tidak dapat dikelola baru dibuang ke TPA,” ujar dia.

    Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

    Ia menyebutkan Perda Pengelolaan Sampah diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

    Ia menjelaskan, penetapan Perda ini juga menjadi langkah penyesuaian regulasi sekaligus menggantikan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.

    “Ke depan, pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, modern, terencana, terpadu, dan berwawasan lingkungan,” katanya.

    Selain itu, rapat paripurna juga menyetujui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor terkait pengelolaan TPA Galuga yang berlokasi di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang.

    Ia menegaskan DPRD merupakan mitra sejajar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang aman, adil, dan makmur.

    Pewarta: M Fikri Setiawan
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menhub tegaskan normalisasi truk lebih dimensi demi zero ODOL

    Menhub tegaskan normalisasi truk lebih dimensi demi zero ODOL

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan normalisasi dimensi truk sebagai langkah strategis mencapai kendaraan zero over dimension over loading (ODOL) guna memastikan keselamatan jalan, efisiensi logistik, dan kepatuhan regulasi demi keselamatan pengguna jalan.

    Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan sebagai komitmen untuk menegakkan penanganan kendaraan ODOL, salah satu upaya yang dilakukan yakni akan menormalisasi kurang lebih 300 angkutan barang (truk) lebih dimensi di wilayah Provinsi Jawa Timur.

    “Normalisasi angkutan barang merupakan wujud nyata penguatan angkutan barang yang berkeselamatan, tertib, dan berkelanjutan,” kata Menhub pada kegiatan ‘Normalisasi Kendaraan Lebih Dimensi Tahun 2025’ di Surabaya, sebagaimana keterangan di Jakarta, Selasa.

    Melalui kegiatan itu, Kemenhub melakukan normalisasi secara simbolis terhadap 26 kendaraan yang merupakan perwakilan dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT).

    Normalisasi kendaraan berlebih adalah proses atau tindakan untuk mengembalikan dimensi fisik dan/atau kapasitas muatan kendaraan angkutan barang agar sesuai dengan standar produksi pabrik dan regulasi yang berlaku.

    Selanjutnya, seluruh kendaraan angkutan barang di kawasan Jawa Timur akan didorong untuk memenuhi ketentuan dimensi dan muatan sebagaimana yang telah distandardisasi. Dalam program ini juga dilakukan sosialisasi dan penegasan terkait ODOL.

    “Langkah ini menjadi bagian dari agenda nasional menuju Indonesia zero ODOL 2027,” ujar Menhub.

    Menhub menambahkan permasalahan ODOL bukan sekadar isu teknis kendaraan. ODOL adalah persoalan keselamatan publik, efisiensi logistik, ketahanan infrastruktur, dan daya saing nasional.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kadin Indonesia dan Belarus bahas peluang kerja sama industri pupuk

    Kadin Indonesia dan Belarus bahas peluang kerja sama industri pupuk

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie melakukan pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich di Jakarta, Selasa, guna membahas berbagai peluang kerja sama ekonomi, termasuk pengembangan industri pupuk.

    Usai pertemuan tersebut, Anindya menjelaskan Belarus merupakan salah satu pemasok utama potash, bahan baku utama dalam produksi pupuk, bagi Indonesia.

    “Kami membahas bagaimana kita bisa membangun industri pupuk karena Belarus merupakan salah satu pemasok potash yang besar ke Indonesia,” kata Anindya.

    Selain pupuk, Anindya mengungkapkan pertemuan tersebut juga menyinggung peluang kerja sama peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.

    Kemudian, pembahasan juga mencakup mekanisasi dan pengembangan mesin serta peralatan pertanian; serta peluang industrialisasi alat berat, termasuk bus dan traktor berkapasitas besar hingga 450 ton.

    “Terakhir kami juga bicara mengenai bagaimana kita dapat memanfaatkan pasar halal di Indonesia,” ucap dia.

    Anindya menyebutkan penguatan kerja sama antara Indonesia dan Belarus menjadi penting karena dapat membuka akses lebih luas ke kawasan Eurasia lainnya, seperti Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan.

    Pewarta: Shofi Ayudiana
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.