Author: Antaranews.com

  • Ciptakan sentra ekonomi baru, Temanggung kebut pembangunan gerai KDMP

    Ciptakan sentra ekonomi baru, Temanggung kebut pembangunan gerai KDMP

    ANTARA – Pemerintah Kabupaten Temanggung meyakini bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi sentra ekonomi baru di tingkat desa. Oleh karena itu, pembangunan gerai KDMP akan dikebut, dengan melibatkan Komando Distrik Militer (Kodim) 0706/Temanggung. Sebanyak 34 desa di Kabupaten Temanggung saat ini masih mencari lahan strategis untuk didirikan gerai KDMP.  (Firman Eko Handy/Satrio Giri Marwanto/Rinto A Navis)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • SKK Migas perkuat koordinasi KKKS distribusikan bantuan ke Sumatera

    SKK Migas perkuat koordinasi KKKS distribusikan bantuan ke Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkuat koordinasi partisipasi sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terkait distribusi bantuan korban bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan bersama Medco Foundation di Jakarta, Senin, mengatakan upaya ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan selaras dengan kebutuhan terkini di posko pengungsian maupun titik terdampak.

    “Penyaluran bantuan secara kontinyu kita lakukan, sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu korban banjir di masa tanggap darurat,” ujar dia.

    Dengan dukungan berbagai pihak, lanjutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan posko dan memenuhi kebutuhan dasar di wilayah terdampak.

    Sementara itu, Medco Foundation terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Sumatera, berkolaborasi dengan SKK Migas serta KKKS yang beroperasi di Sumbagut.

    Adapun bantuan logistik yang disiapkan mencapai 10 ton senilai Rp1,7 miliar untuk mendukung kebutuhan dasar warga pada masa tanggap darurat.

    Pada pengiriman tahap ini, bantuan yang disalurkan mencakup 5 ton bahan pangan, 150 paket sandang (selimut, handuk, pakaian), 90 paket perlengkapan ibadah, 60 kompor gas, 130 tabung LPG (elpiji) beserta peralatan dapur, serta 1.500 jeriken.

    Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan logistik tiba di titik-titik terdampak.

    Medco Foundation mulai mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sejak Kamis (25/12/2025).

    Untuk wilayah Aceh, bantuan yang disalurkan bernilai Rp1 miliar dan selanjutnya diserahkan kepada warga terdampak di sejumlah lokasi lain di Aceh, termasuk Gampong Pante Labu (Aceh Timur), Kubu (Aceh Utara), dan Gampong Pante Baro (Bireuen).

    Penyaluran bantuan untuk wilayah Sumatera Barat senilai Rp700 juta juga telah dilakukan pada 29-30 Desember 2025 untuk menjangkau titik-titik terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

    “Medco Foundation turut mendorong kolaborasi untuk memperluas jangkauan dalam upaya pemulihan pascabencana. Bukan hanya di Aceh, bersama SKK Migas, kami juga akan menyalurkan bantuan ke Sumatera Barat,” kata Head of Program Medco Foundation Rendra Permana.

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BPS catat inflasi Jatim sepanjang 2025 sebesar 2,93 persen

    BPS catat inflasi Jatim sepanjang 2025 sebesar 2,93 persen

    Surabaya, Jatim (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) pada 2025 sebesar 2,93 persen.

    Sedangkan, inflasi bulanan dan inflasi tahunan pada Desember 2025 masing-masing sebesar 0,76 persen month-to-month (mtm) dan 2,93 persen year-on-year (yoy).

    “Inflasi tahunan mencapai 2,93 persen. Kondisi ini tipis dengan nasional yang sebesar 2,92 persen. Dengan ini, target inflasi Jawa Timur pada 2025 tercapai,” kata Kepala BPS Jatim Zulkipli dalam konferensi pers di Surabaya, Jatim, Senin.

    Inflasi tahunan 2025 terjadi karena adanya kenaikan indeks kelompok pengeluaran yaitu makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,19 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 0,63 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,49 persen; serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,30 persen.

    Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen; transportasi sebesar 1,82 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,96 persen; pendidikan sebesar 1,74 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,18 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,26 persen.

    “Sedangkan, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,53 persen,” ujarnya.

    Zulkipli menjelaskan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan pada Desember 2025 antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, mobil, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, minyak goreng, cabai merah, santan jadi, telur ayam ras, kelapa, bensin, kopi bubuk, wortel, akademi/perguruan tinggi, kontrak rumah, dan sepeda motor.

    Dari dari 11 kabupaten/kota keseluruhannya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 0,86 persen (mtm) sedangkan inflasi terendah Kota Malang dan Kabupaten Tulungagung yaitu 0,56 persen (mtm).

    Sementara, kota/kabupaten lain meliputi Kabupaten Gresik inflasi 0,85 persen, Kota Madiun 0,81 persen, Kota Surabaya 0,8 persen, Sumenep 0,78 persen, Kota Kediri 0,76 persen, Banyuwangi 0,71 persen, Kabupaten Bojonegoro 0,69 persen, Kota Probolinggo 0,57 persen, dan Kota Malang 0,56 persen.

    Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ekonom: Krisis di Venezuela belum dorong kenaikan harga minyak dunia

    Ekonom: Krisis di Venezuela belum dorong kenaikan harga minyak dunia

    Jakarta (ANTARA) – Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai gejolak politik di Venezuela belum berdampak signifikan terhadap pergerakan harga minyak dunia.

    Bhima, saat dihubungi dari Jakarta, Senin, menuturkan hingga awal 2026, harga minyak mentah masih berada di level rendah dengan koreksi mencapai 22 persen dalam satu tahun terakhir, tanpa tanda-tanda rebound.

    Meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, Bhima menyebut kondisi geopolitik yang biasanya memicu lonjakan harga komoditas energi kali ini belum tercermin di pasar global.

    Menurut Bhima, gejolak geopolitik biasanya tercermin dari peralihan minat investor ke dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

    “Indeks dolar AS terhadap mata uang lain masih fluktuatif di level 98. Belum terlihat kepanikan investor global karena kejadian di Venezuela,” ujar Bhima.

    Lebih lanjut, Bhima menilai imbas terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia juga relatif kecil.

    Krisis di Venezuela, menurutnya, belum memicu bonanza atau lonjakan harga komoditas global, sehingga Indonesia tidak bisa mengandalkan tambahan penerimaan dari ekspor minyak, gas, batu bara, dan nikel hingga akhir 2026.

    Krisis politik Venezuela semakin memanas setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap instalasi sipil dan militer pada Sabtu (3/2) dini hari menimbulkan ledakan besar di sejumlah negara bagian.

    Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan keadaan darurat nasional.

    Presiden AS Donald Trump membenarkan pihaknya melakukan serangan dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, yang langsung dibawa ke AS.

    Trump menyatakan pemerintahannya akan sementara memimpin Venezuela hingga transisi kekuasaan berlangsung. Ia juga mengumumkan rencana investasi miliaran dolar oleh perusahaan minyak AS untuk memulihkan produksi minyak di negara Amerika Selatan tersebut.

    Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyerukan agar semua pihak mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional.

    Pewarta: Shofi Ayudiana
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BPS: Jumlah kunjungan wisman ke RI pada November 2025 capai 1,2 juta

    BPS: Jumlah kunjungan wisman ke RI pada November 2025 capai 1,2 juta

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2025 mencapai 1,2 juta kunjungan.

    “Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2025 mencapai 1,2 juta kunjungan,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.

    Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 11,12 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m), tetapi naik 9,79 persen dibandingkan bulan November 2024 (year-on-year/y-on-y).

    Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode Januari–November 2025 tercatat sebesar 13,98 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Berdasarkan jenis pintu masuk, jumlah kunjungan wisman pada November 2025 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 1,02 juta kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 181,67 ribu kunjungan.

    Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 79,19 persen, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 17,06 persen dan 3,75 persen.

    Bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta-Banten tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara dengan kunjungan wisman terbanyak di bulan November 2025. Keduanya berkontribusi 88,97 persen atau mencapai 716,84 ribu kunjungan.

    Meningkatnya jumlah kunjungan wisman pada November 2025 bila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y) terlihat hampir di semua kelompok kebangsaan. Kunjungan wisman kelompok kebangsaan Asia selain ASEAN mengalami peningkatan tertinggi sebesar 16,39 persen, diikuti wisman asal Afrika sebesar 15,83 persen dan wisman asal Timur Tengah yang mengunjungi Indonesia naik sebesar 14,99 persen. Di sisi lain, kelompok kebangsaan Eropa mengalami penurunan sebesar 3,63 persen.

    Selain itu, jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2025 (m-to-m) kunjungan wisman mengalami penurunan hampir di semua kelompok kebangsaan. Kunjungan wisman asal Eropa mengalami penurunan terdalam yaitu turun sebesar 29,43 persen diikuti oleh wisman asal Afrika yang turun sebesar 18,50 persen. Sedangkan wisman asal Timur Tengah satu-satunya yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 23,42 persen.

    Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama November 2025 didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 207,04 ribu kunjungan (17,27 persen), diikuti oleh wisman berkebangsaan Australia 135,22 ribu kunjungan (11,28 persen), Singapura 126,25 ribu kunjungan (10,53 persen), dan Tiongkok 105,51 ribu kunjungan (8,80 persen).

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BPS prediksikan produksi padi November 2025 capai 3,2 juta ton GKG

    BPS prediksikan produksi padi November 2025 capai 3,2 juta ton GKG

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,2 juta ton gabah kering giling (GKG).

    “Produksi padi November 2025 diperkirakan mencapai 3,2 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.

    Potensi produksi padi Desember 2025–Februari 2026 diperkirakan mencapai 10,81 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 32,58 persen dibandingkan Desember 2024–Februari 2025.

    Dengan demikian, potensi produksi padi Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,25 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 13,37 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.

    Angka sementara dan potensi produksi dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti: serangan hama – organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani, dan lain-lain.

    Sementara itu, luas panen padi November 2025 sebesar 0,57 juta hektare, atau meningkat sebesar 3,56 persen dibandingkan November tahun 2024.

    Sedangkan potensi luas panen padi 3 bulan setelahnya (Desember 2025–Februari 2026) diperkirakan mencapai 2 juta hektare, atau meningkat sebesar 30,7 persen dibandingkan Desember 2024–Februari 2025.

    Dengan demikian, potensi luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 11,33 juta hektare, atau meningkat sebesar 12,80 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.

    Angka potensi luas panen dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti: serangan hama-OPT (organisme pengganggu tanaman), banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani, termasuk juga akibat bencana pada tiga provinsi di Sumatera Utara dan lain-lain.

    Sebagai informasi, program optimasi lahan yang dijalankan pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas padi melalui kenaikan indeks pertanaman di lahan sawah eksisting untuk memperkuat upaya swasembada beras nasional.

    Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Hermanto mengatakan optimasi lahan menjadi strategi utama meningkatkan produksi tanpa membuka lahan baru.

    Ia menjelaskan optimasi lahan dilakukan melalui perbaikan infrastruktur pertanian, termasuk penyusunan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) pembangunan serta rehabilitasi tanggul, pintu air, dan jaringan irigasi maupun drainase di tingkat usaha tani.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pengamat dorong langkah antisipasi inflasi pangan jelang Ramadhan

    Pengamat dorong langkah antisipasi inflasi pangan jelang Ramadhan

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat langkah antisipasi inflasi pangan menjelang Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadhan, seiring potensi tekanan harga dari komoditas hortikultura dan meningkatnya permintaan konsumsi pada awal tahun 2026.

    Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan inflasi umum masih berada di bawah 3 persen, namun indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang paling dirasakan masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.

    “Inflasi umum relatif tidak tinggi, tetapi yang paling dirasakan dampaknya adalah inflasi pangan, terutama volatile food,” kata Faisal kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

    Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan secara tahunan (year on year) hingga November 2025 tercatat sebesar 5,48 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok komoditas lainnya, meskipun inflasi bulanan (month to month) relatif rendah sekitar 0,3 persen.

    Menurut Faisal, komoditas non-beras, khususnya hortikultura seperti cabai dan bawang, menjadi penyumbang utama inflasi pangan sepanjang 2025, sementara harga beras relatif stabil seiring produksi domestik yang dinilai mencukupi.

    “Sepanjang 2025, beras relatif stabil karena produksi baik dan impor sangat terbatas, tetapi komoditas hortikultura justru menjadi penyumbang inflasi terbesar,” ujar dia.

    Ia menambahkan tekanan harga cabai dan bawang umumnya meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran, sehingga potensi penurunan inflasi pada Januari-Februari 2026 diperkirakan lebih terbatas dibandingkan pola musiman tahun-tahun sebelumnya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai inflasi hingga saat ini masih terkendali, namun terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi dalam beberapa bulan ke depan.

    Pewarta: Aria Ananda
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pungli gerus citra pariwisata Lombok

    Pungli gerus citra pariwisata Lombok

    Mataram (ANTARA) – Video viral pungutan liar alias pungli di kawasan Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang beredar melalui media sosial, baru-baru ini mengundang perhatian publik dan menimbulkan keresahan di dunia pariwisata.

    Dalam video berdurasi 45 detik itu tampak seorang pemuda yang mengatasnamakan anggota koperasi berdebat dengan pengemudi mobil yang hendak menjemput penumpang kapal pesiar. Pengemudi yang merupakan bagian dari denyut pariwisata tersebut diminta membayar Rp20 ribu, dengan alasan bukan anggota koperasi.

    Praktik pungli yang dikenakan kepada pengemudi mobil biro perjalanan bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.

    Pihak koperasi membantah melakukan pungutan liar dan berdalih hanya pengemudi yang memiliki kartu identitas koperasi yang diperbolehkan masuk ke dalam area pelabuhan.

    Jika tidak ada kartu identitas koperasi, maka pengemudi biro perjalanan harus membayar biaya parkir sukarela. Nominal itu di luar biaya resmi masuk gerbang Pelabuhan Gili Mas sebesar Rp10 ribu.

    Kasus pungli semacam ini marak terjadi di berbagai lokasi pariwisata yang ada di Pulau Lombok, salah satunya Pusuk Sembalun yang terletak di Kabupaten Lombok Timur.

    Tarif parkir mobil senilai Rp10 ribu dan sepeda motor Rp5 ribu per unit. Jika wisatawan masuk ke Taman Wisata Pusuk Sembalun untuk sekadar mengambil foto dipaksa harus membayar Rp20 ribu.

    Kasus pungli juga terjadi di kawasan Sirkuit Mandalika tepatnya area pinggir jalan seberang Masjid Al-Hakim. Parkir pinggir jalan dikenakan tarif Rp10 ribu per mobil dan motor Rp5 ribu per unit.

    Bahkan, ketika ajang balapan MotoGP berlangsung, harga parkir kendaraan di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika yang dikelola penduduk lokal melambung hingga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per unit.

    Pungli yang didominasi aktivitas parkir dan tiket masuk objek wisata secara perlahan menggerus citra pariwisata Pulau Lombok.

    Persoalan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para turis dan berdampak terhadap kunjungan mereka selanjutnya. Objek wisata bisa sepi jika praktik pungli tumbuh masif.

    Penertiban tegas

    Pemerintah tidak cukup hanya membentangkan spanduk bertuliskan “parkir gratis” atau “kawasan bebas pungli” di berbagai objek wisata Pulau Lombok.

    Toko ritel sekaliber Indomaret dan Alfamart yang secara jelas menyematkan tulisan “parkir gratis” di depan pintu masuk gerai, seringkali tetap digerayangi oleh petugas parkir yang kemungkinan ilegal.

    Pemerintah harus berani menertibkan secara tegas pelaku pungutan liar agar wisatawan tidak trauma untuk berlibur ke Lombok. Selama ini persoalan pungli dianggap normal karena nilai yang diminta pelaku terbilang kecil.

    Hanya saja, jika diakumulasi, maka jumlah uang yang diperoleh pelaku pungutan liar tentu tergolong besar dan melebihi upah minimum provinsi maupun kabupaten/kota, bahkan lebih besar ketimbang gaji pejabat struktural tertinggi golongan eselon I.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BPS: Inflasi Sulsel selama 2025 sebesar 2,84 persen di bawah nasional

    BPS: Inflasi Sulsel selama 2025 sebesar 2,84 persen di bawah nasional

    Makassar (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tingkat inflasi provinsi itu selama Januari-Desember 2025 sebesar 2,84 persen atau berada di bawah angka inflasi nasional yang sebesar 2,92 persen.

    “Jika kita melihat data kumulatif secara year to date (ytd), inflasi Sulsel masih lebih baik dibandingkan beberapa provinsi lainnya dan bahkan secara nasional, Sulsel masih di bawah yakni 2,84 persen,” ujar Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Senin.

    Aryanto mengatakan inflasi Sulsel secara kumulatif (ytd) ataupun secara tahunan (year on year/yoy) masih sama yakni 2,84 persen. Inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada pada angka 109,28.

    Aryanto menjelaskan, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Parepare dengan tingkat inflasi mencapai 3,85 persen dan IHK sebesar 110,69.

    Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Palopo sebesar 2,32 persen dengan IHK 108,62. Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah tersebut menunjukkan adanya variasi dinamika harga barang dan jasa di masing-masing daerah.

    Lebih lanjut, inflasi yoy Sulawesi Selatan pada Desember 2025 dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

    “Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 14,47 persen,” katanya.

    Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,46 persen.

    Pewarta: Muh. Hasanuddin
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

    Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

    Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat ke negara tersebut.

    PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela.

    “Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

    Sebagai langkah antisipasi, Dhaneswari menyatakan PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

    Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan operasional tetap berjalan normal.

    PIEP selama ini aktif mengakuisisi dan mengelola lapangan migas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

    Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, antara lain Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.

    Pewarta: Shofi Ayudiana
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.