Author: Antaranews.com

  • DKI targetkan 167 ribu warga keluar dari garis kemiskinan pada 2030

    DKI targetkan 167 ribu warga keluar dari garis kemiskinan pada 2030

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi menargetkan bisa mengeluarkan 69,51 ribu-167,27 ribu warga dari garis kemiskinan pada 2030 dan ini dinilai bisa tercapai karena kapasitas fiskal daerah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memadai.

    “Alokasi APBD dinilai memadai untuk mendukung pencapaian target tersebut,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam Rapat Kerja Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Triwulan IV 2025 di Balai Kota Jakarta, Jumat.

    Dia mengatakan, jangan ragu untuk membuat rencana asalkan terukur dan terarah serta dijalankan secara tepat sasaran dan terkoordinasi. “Jangan ragu melakukan tender di tahun ini,” katanya.

    Dia mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) DKI Jakarta tahun ini bisa mencapai Rp7 triliun dan dana ini bisa digunakan sebagian untuk membantu warga keluarga dari kemiskinan.

    Per Maret 2025, tingkat kemiskinan di Jakarta berada pada angka 4,28 persen, lebih tinggi dibandingkan September 2024, yakni sebesar 4,14 persen. Angka ini masih relatif jauh dari target Pemprov DKI Jakarta yang bisa menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 1,82-2,91 persen pada tahun 2030.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI terapkan WFA di akhir tahun 2025

    DKI terapkan WFA di akhir tahun 2025

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan mengikuti imbauan pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan “Work From Anywhere” (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelang akhir tahun 2025.

    Kendati demikian, Pramono di Jakarta Utara, Jumat, memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu kualitas pelayanan publik di kantor-kantor pemerintahan, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

    “Jadi kalau untuk pelayanan yang secara langsung harus berhubungan dengan orang, tetap harus bekerja di lapangan. Nggak bisa diwakilkan dengan WFA kalau yang seperti itu. Jadi pelayanan tetap harus jalan,” ujar Pramono.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan efisiensi kerja melalui skema WFA pada posisi tertentu yang memungkinkan dilakukan secara daring. Penerapan WFA ini sebenarnya bukan hal baru bagi Pemprov DKI.

    Pemerintah pusat memberikan kebijakan WFA bagi ASN selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlaku pada 29-31 Desember 2025.

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini menjelaskan, penerapan WFA ini bertujuan untuk mendorong pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Pihaknya ingin mendorong pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat yang ingin melakukan pekerjaan tugas kedinasan secara fleksibel. “Jadi ‘Flexible Working Arrangement’, kerja di kantor boleh, mau kerja di mana saja boleh,” ujar Rini.

    “Flexible Working Arrangement” (FWA) merupakan sistem kerja fleksibel yang memberi keleluasaan kepada pegawai untuk menentukan waktu dan lokasi kerja tanpa mengurangi produktivitas.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Terminal Kampung Rambutan antisipasi puncak arus penumpang Nataru

    Terminal Kampung Rambutan antisipasi puncak arus penumpang Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur mengantisipasi lonjakan arus penumpang yang diprediksi dua kali selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Kami memprediksi untuk masa puncak Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 itu ada dua puncak,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Revi menyebutkan, puncak pertama arus penumpang diprediksi terjadi pada dua hari sebelum (H-2) hingga hari sebelum (H-1) Natal.

    Pada periode tersebut, masyarakat diperkirakan mulai melakukan perjalanan mudik maupun liburan ke berbagai daerah tujuan.

    “Untuk masa puncak Natal dan Tahun Baru itu ada dua puncak. Puncak pertama pada masa Natal, yaitu H-2 atau H-1, sekitar tanggal 23 atau 24 Desember,” ujar Revi.

    Selain itu, lonjakan arus penumpang juga diprediksi kembali terjadi menjelang malam pergantian tahun. Puncak kedua diperkirakan berlangsung pada H-2 dan H-1 malam Tahun Baru.

    “Puncak kedua itu terjadi menjelang malam Tahun Baru 2026, yaitu tanggal 29 dan 30 Desember,” katanya.

    Terkait sistem pembelian tiket, Revi menjelaskan, saat ini terdapat dua mekanisme yang bisa digunakan oleh penumpang, yakni pembelian secara daring (online) dan pembelian langsung di loket (go show).

    Untuk sejumlah jurusan jarak jauh, sebagian besar telah menerapkan sistem tiket online. “Kebanyakan untuk jurusan Jawa Timur, Jawa Tengah, kemudian Padang dan Palembang itu sudah menggunakan tiket online,” katanya.

    Sementara itu, untuk rute jarak dekat seperti tujuan Jawa Barat dan Banten, pembelian tiket masih banyak dilakukan secara langsung di loket yang tersedia di dalam terminal.

    Pada masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025-2026, Terminal Kampung Rambutan juga memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang seiring dengan libur sekolah yang berlangsung cukup panjang.

    Libur anak sekolah diperkirakan berlangsung hingga 12 Januari 2026 sehingga berpotensi mendorong mobilitas masyarakat.

    “Biasanya pada libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, apalagi ini berbarengan dengan libur anak sekolah, kemungkinan penumpang akan meningkat,” katanya.

    Untuk mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, pengelola Terminal Kampung Rambutan menyatakan kesiapan dalam melayani penumpang selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Kami di Terminal Kampung Rambutan bersiap untuk menampung penumpang apabila terjadi lonjakan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026,” kata Revi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jatuh pada 19 dan 20 Desember 2025.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan bersama Kepolisian dan TNI juga menyiapkan Posko Nataru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI turut menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI Jakarta yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi selidiki kebakaran yang sebabkan lima orang meninggal

    Polisi selidiki kebakaran yang sebabkan lima orang meninggal

    Jakarta (ANTARA) –

    Kepolisian menyelidiki kebakaran rumah dan gudang produksi aksesoris di Jalan Lindung, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) malam yang menyebabkan lima orang meninggal dunia.

    “Petugas masih dilakukan proses identifikasi dengan pengenalan ante mortem dan post mortem oleh tim identifikasi terhadap lima jasad dan yang dikolaborasikan dengan hasil pemeriksaan tim autopsi di RSCM,” kata Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agus Ady Wijaya di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan, kelima jenazah telah dievakuasi dan diberangkatkan ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) untuk proses autopsi.

    Petugas sudah memeriksa lima orang saksi untuk pendataan dan diarahkan ke Polsek Metro Penjaringan untuk dilakukan pemeriksaan serta pengambilan keterangan.

    Menurut dia, Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara yang sudah ada di lokasi sejak jam 03.00 WIB akhirnya bisa melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat pagi.

    Petugas melakukan pencarian dan pemeriksaan lima sosok diduga jenazah korban yang meninggal dunia. Para korban ada di kamar paling belakang, berdasarkan laporan dari petugas pemadam kebakaran (damkar).

    Sampai pukul 08.00 WIB, Tim Identifikasi Polrestro Jakarta Utara (Jakut) masih melakukan olah TKP hingga akhirnya pukul 08.30 WIB bisa dilakukan proses evakuasi lima jenazah.

    “Pukul 08.45 WIB, 5 jenazah yang dievakuasi, diberangkatkan ke RSCM untuk proses autopsi,” kata dia.

    Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga kebakaran rumah dan gudang aksesoris di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menewaskan lima orang berasal dari pengecasan mobil listrik.

    “Api diduga berasal dari pengecasan mobil listrik di halaman rumah dan meluas membakar bangunan,” kata Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman di Jakarta, Jumat.

    Kemudian petugas damkar terdekat dari Pos Damkar Pejagalan berangkat ke lokasi pukul 20.14 WIB lalu unit sampai di lokasi pukul 20.19 WIB. Selanjutnya melakukan proses pemadaman didukung oleh 21 unit lainnya.

    Proses pendingin di lokasi kebakaran terhambat karena terdapat bahan B3 berupa minyak cat, cat, biji plastik dan kertas yang mudah terbakar.

    “Selain itu akses masuk ke lokasi juga sempit dan bersekat yang menjadi kendala dalam pendinginan,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polda Metro Jaya sosialisasikan larangan bergaya hidup mewah

    Polda Metro Jaya sosialisasikan larangan bergaya hidup mewah

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya menggelar sosialisasi “Whistle Blowing System” (WBS), Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)–Lapor serta larangan bergaya hidup mewah (hedonis) kepada personel Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya.

    “WBS merupakan sarana pengawasan internal yang disiapkan Polri untuk mencegah dan menindak pelanggaran anggota secara transparan,” kata Perwira Unit (Panit) 2 Sub Bidang Pengamanan Internal (Subbidpaminal) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya, Ipda Rano Fitriansyah.

    Melalui WBS, kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, anggota tidak perlu ragu melaporkan dugaan pelanggaran karena kerahasiaan pelapor dijamin.

    Selain itu, personel juga diberikan pemahaman terkait SP4N–Lapor sebagai kanal resmi pengaduan pelayanan publik yang terintegrasi secara nasional.

    “Pemahaman ini penting agar anggota dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait mekanisme pengaduan,” katanya.

    Rano juga mengimbau kepada seluruh personel Direktorat Pembinaan Masyarakat(Ditbinmas) Polda Metro Jaya untuk terus menjaga sikap, perilaku dan pola hidup sederhana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    “Mengajak anggota untuk berperan aktif mendukung pengawasan internal demi mewujudkan Polri yang profesional, berintegritas dan dipercaya masyarakat,” katanya.

    Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB itu digelar di Gedung Promoter Lantai 13 Polda Metro Jaya bersama 15 personel.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kebakaran di Jakut diduga berasal dari pengecasan mobil listrik

    Kebakaran di Jakut diduga berasal dari pengecasan mobil listrik

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga kebakaran rumah dan gudang aksesoris di Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara, yang menewaskan lima orang berasa dari pengecasan mobil listrik.

    “Api diduga berasal dari pengecasan mobil listrik di halaman rumah dan meluas membakar bangunan,” kata Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan, dari keterangan saksi pemilik rumah sedang mengisi daya baterai mobil listrik dan terjadi fenomena listrik yang menyebabkan ledakan pada mobil tersebut.

    Api mengenai minyak cat yang digunakan membuat aksesoris vas bunga dan langsung membesar dan warga yang melihat kejadian langsung membantu memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran (damkar) sekitar pukul 20.13 WIB.

    Kemudian petugas damkar terdekat dari Pos Damkar Pejagalan berangkat ke lokasi pukul 20.14 WIB lalu unit sampai di lokasi pukul 20.19 WIB. Selanjutnya melakukan proses pemadaman didukung oleh 21 unit lainnya.

    Ia mengatakan, dalam proses pendingin di lokasi kebakaran terhambat karena terdapat bahan B3 berupa minyak cat, cat, biji plastik dan kertas yang mudah terbakar.

    “Selain itu akses masuk ke lokasi juga sempit dan bersekat yang menjadi kendala dalam pendinginan,” kata dia.

    Petugas Suku Dinas ((Sudin) Gulkarmat membutuhkan waktu 10 jam untuk memadamkan api yang membakar rumah tinggal dan tempat usaha aksesoris di Jalan Lopis Teluk Gong Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) malam.

    “Kami mulai aksi pemadaman pukul 20.20 WIB dan pemadaman baru selesai dilakukan pada Jumat pagi pukul 08.08 WIB,” katanya.

    Ia mengatakan, total ada 110 personel yang dikerahkan dengan 22 unit kendaraan damkar berjibaku memadamkan api yang membakar lokasi seluas 1.680 meter persegi (m2) itu.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono minta area tanggul NCICD Ancol Barat diperindah

    Pramono minta area tanggul NCICD Ancol Barat diperindah

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajarannya agar dilakukan beautifikasi atau diperindah di sepanjang area tanggul “National Capital Integrated Coastal Development” (NCICD) di kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara.

    Bahkan, Pramono ingin kawasan tersebut dapat menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis.

    “Nanti akan kita buat untuk misalnya tur anak sekolah untuk melihat laut dan sebagainya karena tempatnya memang bagus sekali,” kata Pramono saat dijumpai di tanggul NCICD segmen Ancol (Paket 2) di Jakarta Utara, Jumat.

    Pramono pun mengizinkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan pihak PT Pembangunan Jaya Ancol untuk memperindah area tanggul itu.

    Dengan demikian, Pramono menilai nantinya para pengunjung Ancol juga bisa menikmati area tanggul.

    Pramono bahkan memiliki ide untuk membuat jalur lari atau jogging track di sepanjang area tanggul.

    “Beberapa tempat saya akan jadikan tempat wisata. Karena punya tempat yang seperti ini kalau kemudian tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, oleh publik, itu sayang sekali,” katanya.

    Sebelumnya, Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat telah mencapai tahap akhir.

    Pramono pun menargetkan untuk menuntaskan proyek strategis penanganan banjir rob ini hingga 2029.

    “Dari seluruhnya sepanjang 28,2 kilometer, sudah dibangun 11,82 (kilometer) kurang 16,4 kilometer. Dan saya meminta untuk tetap dilanjutkan ‘multi-year’ sampai dengan 2029 supaya betul-betul selesai,” ujar Pramono.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 20 persen bus di Kampung Rambutan belum laik untuk angkutan Nataru

    20 persen bus di Kampung Rambutan belum laik untuk angkutan Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Sekitar 20 persen armada bus di Terminal Kampung Rambutan (Jakarta Timur) belum memenuhi standar kelayakan untuk angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Dari hasil pra pengecekan kelaikan jalan (ramp check), kurang lebih 20 persen armada yang kita periksa belum laik jalan. Karena ini masih pra angkutan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Temuan tersebut menjadi perhatian serius pengelola terminal karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Revi menyebutkan, armada yang belum laik jalan langsung diberikan surat peringatan dan wajib melakukan perbaikan sebelum memasuki masa angkutan Nataru.

    Sebagian besar ketidaklayakan armada tersebut berkaitan dengan kelengkapan sistem penunjang keselamatan.

    Meski tidak termasuk kerusakan berat, kekurangan ini tetap dianggap krusial dalam kondisi darurat di perjalanan.

    “Temuannya kebanyakan soal alat pemukul kaca yang tidak ada, dongkrak atau kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang tidak tersedia. Ini semua wajib dipenuhi,” jelas Revi.

    Revi menyebutkan, pra “ramp check” dilaksanakan sejak 20 November hingga 17 Desember 2025. Pemeriksaan dilakukan lebih awal agar perusahaan otobus memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kekurangan armadanya sebelum puncak arus libur.

    “Pra ‘ramp check’ ini kita lakukan satu bulan sebelum angkutan Natal dan Tahun Baru. Saat masa angkutan nanti, pemeriksaan akan dilakukan 24 jam,” ujar Revi.

    Menurut Revi, Terminal Kampung Rambutan tidak akan memberi toleransi kepada bus yang masih ditemukan tak laik jalan saat masa angkutan berlangsung.

    Armada dengan gangguan pada aspek keselamatan utama, seperti sistem pengereman dan kondisi roda, akan langsung dilarang beroperasi.

    “Kalau menyangkut aspek keselamatan, kita setop operasinya. Ini sesuai arahan Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan ‘zero accident’ pada angkutan bus Natal dan Tahun Baru 2025–2026,” tegas Revi.

    Adapun “zero accident” merupakan konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bertujuan mencapai kondisi ideal tanpa ada kecelakaan di lingkungan perusahaan, bukan hanya sekadar mengurangi, tapi benar-benar menghilangkan insiden sama sekali.

    Dengan temuan 20 persen bus tak laik jalan ini, Revi berharap perusahaan otobus lebih disiplin dalam menyiapkan armada.

    Revi meyakini, langkah pemeriksaan dan penindakan dini dapat menekan risiko kecelakaan serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan libur Nataru.

    Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang berada di lajur keberangkatan diperiksa satu per satu oleh tim uji mekanis UP PKB Pulo Gadung dibantu pihak pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan.

    Pengecekan mulai dari surat-surat kendaraan seperti buku pemeriksaan kelayakan (KIR), SIM, STNK dan kartu pengawasan (KPs). Lalu bus juga melewati pemeriksaan mulai dari ban, sistem kelistrikan, lampu, rem, wiper, klakson, alat pemecah kaca dan sebagainya.

    Kendaraan yang lulus pemeriksaan langsung dipasangi stiker bertuliskan “Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat-Kemenhub” sebagai simbol bahwa armada tersebut lulus pemeriksaan.

    Sementara yang tidak lulus diberikan surat peringatan agar segera memperbaiki kekurangannya

    Kepala Unit UP PKB Pulog Gadung, Erwansyah mengatakan, layanan “ramp check” dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik maupun awak bus, saat jelang hingga pasca Nataru.

    Kegiatan “ramp check” ini digelar mulai tanggal 18 Desember hingga 5 Januari 2026. “Selama melakukan ‘ramp check’, empat petugas uji mekanis berpengalaman dan profesional ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan secara detil,” katanya.

    Erwansyah menjelaskan, setiap hari rata-rata ada 19-15 armada yang diperiksa secara acak. Dari jumlah tersebut, temuan di lapangan persolannya klasik, yakni buku uji KIR yang telah kadaluarsa atau kartu pengawasan (KPs) yang kadaluarsa atau hilang.

    Kemudian temuan sarana prasarana penunjang yang kurang. Misalnya, tidak ada alat pemecah kaca, alat pemadam api ringan (APAR) dan pelanggaran lainnya yang dinilai masih ringan.

    “‘Ramp check’ ini lebih kepada razia atau sidak untuk mengingatkan para awak bus dan perusahaan otobus (PO) agar tetap menjaga kondisi kelaikan kendaraan,” ujarnya.

    Adapun “ramp check” dimulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB atau menyesuaikan dengan kondisi armada yang ada di terminal.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Lima orang tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris di Penjaringan

    Lima orang tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris di Penjaringan

    Jakarta (ANTARA) – Lima orang menjadi korban tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris dan rumah tinggal di Jalan Lindung Pasar Baru, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) malam.

    “Kelima korban ditemukan tewas dalam kebakaran,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Jumat.

    Kelima korban diketahui bernama Bunhui (56) perempuan, Tiong A Moi (70) pria, Natilia (24) perempuan, Gisel (7) perempuan dan seorang Baby Sister perempuan.

    Ia mengatakan objek kejadian kebakaran adalah gudang dan rumah tinggal. “Penyebab diduga korsleting listrik,” kata dia.

    Saat ini, kronologi kejadian kebakaran masih dalam pendataan BPBD DKI Jakarta.

    “Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 miliar,” katanya.

    Sementara kasus kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat hampir rampung

    Tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat hampir rampung

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan tanggul “National Capital Integrated Coastal Development” (NCICD) di kawasan Ancol Barat telah mencapai tahap akhir atau hampir rampung.

    Pramono pun menargetkan untuk menuntaskan proyek strategis penanganan banjir rob ini hingga 2029.

    “saya tadi menyampaikan dari seluruhnya sepanjang 28,2 kilometer, sudah dibangun 11,82 (kilometer) kurang 16,4 kilometer,” kata Pramono usai meninjau tanggul NCICD Segmen Ancol (Paket 2) di Jakarta Utara, Jumat.

    Dia meminta proyek tersebut tetap dilanjutkan sampai 2029 dan betul-betul selesai. Laporan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), pengerjaan fisik di titik tersebut sudah mencapai 95,32 persen.

    Dari panjang total pembangunan tanggul NCICD Fase A yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yakni 28,27 kilometer, sudah terbangun sepanjang 11,82 kilometer. Sehingga masih menyisakan 16,45 kilometer yang harus segera diselesaikan.

    “Kalau ini selesai, maka persoalan utama banjir yang berkaitan dengan rob untuk daerah ini akan tertangani,” ujar Pramono.

    Kemudian, meski proyek ini melibatkan pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat (Kementerian PU), Pelindo dan Pemprov DKI, namun Pramono menginstruksikan jajaran Pemprov DKI untuk fokus menyelesaikan bagian yang menjadi kewajiban daerah.

    “Yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta, saya minta untuk diselesaikan karena ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat yang ada di Jakarta yang berkaitan dengan banjir rob,” katanya.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.