Author: Antaranews.com

  • Ribuan penumpang padati Terminal Pulo Gebang pada puncak mudik Nataru

    Ribuan penumpang padati Terminal Pulo Gebang pada puncak mudik Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprakirakan jumlah penumpang di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, mencapai 5.000 orang pada puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Diprakirakan mungkin salah satu puncaknya besok (Sabtu). Diprediksi tanggal 20 Desember akan terjadi lonjakan penumpang yang cukup tinggi, diprakirakan hampir 5.000 penumpang per hari atau meningkat hampir 100 persen,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo usai meninjau Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat.

    Pramono menjelaskan untuk proyeksi puncak arus balik ke Jakarta diprakirakan pada 4 Januari 2026.

    Dia mengatakan untuk kenyamanan sopir bus dan penumpang, maka pengelola terminal menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para sopir.

    “Semua sopir yang berangkat dilakukan pengecekan secara menyeluruh mulai dari darah, urine, dan sebagainya untuk menjaga keselamatan penumpang,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan 893 unit bus dari 439 Perusahaan Otobus Antar Kota Antar Provinsi (PO AKAP) disiapkan di empat terminal utama Jakarta untuk melayani masyarakat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Syafrin merinci, empat terminal yang disiapkan yakni Pulo Gadung (1.057 unit bus), Kampung Rambutan (1.175 bus), Kalideres (567 bus), dan Tanjung Priok (94 bus).

    Selain empat terminal utama, sambung dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyiapkan tiga terminal bantuan yakni Terminal Grogol, Lebak Bulus, dan Muara Angke untuk melayani masyarakat pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Syafrin menyampaikan, seluruh terminal akan dilengkapi dengan Posko Nataru dengan personel dari Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polri siagakan 146.701 personel gabungan untuk Operasi Lilin 2025

    Polri siagakan 146.701 personel gabungan untuk Operasi Lilin 2025

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiagakan sebanyak 146.701 personel untuk Operasi Lilin 2025 demi mengamankan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2025 di seluruh wilayah Indonesia.

    Astama Ops Kapolri Komjen Pol Fadil Imran mengatakan personel gabungan itu terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, dan 55.289 personel dari instansi terkait lainnya.

    “Saya ingin tekankan kembali bahwa keberhasilan pelayanan Nataru merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Fadil saat Apel Operasi Lilin 2025 di Silang Monumen Nasional, Jakarta, Jumat.

    Menurut dia, polisi dan aparat lainnya juga telah mendirikan 2.903 posko yang terdiri dari 1.807 Pos Pam (Pos Pengamanan), 763 Pos Pelayanan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah

    Posko-posko itu, kata dia, akan melakukan pelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata, maupun lokasi perayaan tahun baru.

    “Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat,” kata dia.

    Di sisi lain, dia pun mengingatkan bahwa berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi cuaca yang bisa memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut, kata dia, beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam.

    Situasi itu, kata dia, tentunya menuntut kesiapan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan Natal dan Tahun Baru ini harus dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    “Mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” lanjutnya.

    Dia pun meminta kepada seluruh personel yang bertugas untuk terus meningkatkan soliditas dan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas, karena hal tersebut merupakan kunci utama kesuksesan penyelenggaraan sebuah operasi.

    “Kepada seluruh personel, saya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan. Jadikan pelayanan Nataru sebagai sebuah kebanggaan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah,” kata dia.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mendagri sebut Gubernur Aceh tak tahu soal surat ke UNDP dan UNICEF

    Mendagri sebut Gubernur Aceh tak tahu soal surat ke UNDP dan UNICEF

    “Pak Muzakir Manaf ini menyatakan di media bahwa beliau tidak mengetahui itu. Jadi staf yang menyampaikan surat tersebut kami cek sepertinya Sekda yang mengirim karena adanya tawaran,”

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan surat permintaan bantuan dari pemerintah Pemerintah Provinsi Aceh kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dikirim tanpa sepengetahuan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.

    “Pak Muzakir Manaf ini menyatakan di media bahwa beliau tidak mengetahui itu. Jadi staf yang menyampaikan surat tersebut kami cek sepertinya Sekda yang mengirim karena adanya tawaran,” kata Tito dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

    Tito menjelaskan, surat yang ditujukan kepada UNICEF dan UNDP tidak ditandatangani langsung gubernur melainkan menggunakan tanda tangan elektronik.

    Pihaknya pun sudah mengkonfirmasi kepada UNDP dan UNICEF terkait surat tersebut. Tito mengatakan kemungkinan bantuan yang bisa diberikan pihak internasional itu yakni konseling korban, terutama wanita dan anak-anak.

    “Nah ini yang akan kita bicarakan dalam bentuk counselling yang bentuknya seperti apa, sebanyak apa, sebesar apa. Itu yang akan kita pertimbangkan,” jelas Tito.

    Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengaku tidak mengetahui terkait surat permintaan bantuan penanganan bencana Aceh kepada dua lembaga di bawah PBB yakni UNDP dan UNICEF.

    “Saya tidak tahu apa-apa, sebenarnya keliru, bukan ke PBB, kepada LSM yang ada di Aceh,” kata Mualem saat diwawancarai awak media, di Banda Aceh, Selasa.

    Pernyataan itu disampaikan Mualem usai menerima secara simbolis bantuan kemanusiaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diserahkan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, di halaman kantor Gubernur Aceh, di Banda Aceh.

    Terkait pernyataan Mualem ini, Juru Bicara Pemprov Aceh Muhammad MTA menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman, surat pemerintah Aceh bukan kepada PBB, melainkan kepada UNDP dan UNICEF di Indonesia.

    “Ada salah pemahaman, itu untuk lembaga yang ada di Indonesia, bukan untuk PBB, tapi yang terbangun seakan-akan Gubernur kirim surat ke PBB, itu lembaga yang sudah ada. Karena mereka juga ada program di Aceh,” kata Muhammad MTA.

    Ia menjelaskan bencana Aceh masih berstatus tingkat provinsi, pemerintah pusat dalam hal ini melakukan supervisi dan menjadi prioritas.

    Karena ini status bencana provinsi, lanjut dia, maka Pemerintah Aceh memandang perlu melakukan langkah-langkah penting, salah satunya mengundang beberapa lembaga yang konsen terhadap penanganan kebencanaan, termasuk program pemulihan pasca-bencana.

    Maka melihat pengalaman saat bencana tsunami Aceh, UNDP, IOM UNICEF, mereka mitra strategis Pemerintah Indonesia, bahkan masih banyak program kemitraan di seluruh Indonesia.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Realisasi pajak kendaraan bermotor di Jaktim tembus 99,28 persen

    Realisasi pajak kendaraan bermotor di Jaktim tembus 99,28 persen

    Jakarta (ANTARA) – Laporan realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jakarta Timur hingga akhir tahun 2025 ini sudah mencapai 99,28 persen.

    “Hingga 19 Desember 2025, capaian PKB telah menyentuh 99,28 persen, seiring masifnya layanan jemput bola pembayaran pajak yang digelar di tingkat kecamatan,” kata Kepala Unit Pelayanan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (UP PKB dan BBNKB) Jakarta Timur Alberto Ali di Jakarta Timur, Jumat.

    Layanan jemput bola menjadi salah satu strategi utama untuk mengejar sisa target penerimaan, khususnya dari wajib pajak yang menunggak lebih dari satu tahun.

    “Kami mendekatkan layanan ke masyarakat agar potensi tunggakan bisa segera tertagih. Ini efektif untuk mendorong capaian PKB dan BBNKB tahun 2025,” ujar Alberto.

    Alberto menyebut, meski diguyur hujan, warga tetap antusias memanfaatkan layanan tersebut. Tercatat pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (18/12) sebanyak 244 kendaraan berbagai jenis telah melakukan pembayaran pajak, dengan total penerimaan mencapai Rp170 juta lebih.

    Selain itu, pembayaran Surat Ketetapan Pajak (SKP) untuk tunggakan di atas satu tahun menyumbang pajak pokok sebesar Rp28 juta.

    Alberto berharap, pelaksanaan layanan pada hari berikutnya mampu meningkatkan jumlah wajib pajak yang melakukan pelunasan.

    “Sehingga target penerimaan daerah dapat tercapai secara maksimal sebelum tutup tahun,” ucap Alberto.

    Sebagai upaya lanjutan, layanan Samsat keliling juga dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Pasar Rebo pada 22 hingga 24 Desember 2025 untuk menjangkau lebih banyak wajib pajak.

    Berdasarkan data Unit Pelayanan PKB Jakarta Timur, target PKB tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp1,938 triliun dengan realisasi Rp1,924 triliun.

    Sementara itu, target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp902 miliar telah terealisasi Rp862 miliar atau 95,57 persen.

    Sementara itu, salah seorang warga asal Cilangkap Wahyudi (41) mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pembayaran pajak jemput bola tersebut.

    Dia mengaku membayar PKB sepeda motornya yang menunggak selama lima tahun dengan total pembayaran sebesar Rp1,1 juta, termasuk SKP sekitar Rp780 ribu, di luar PKB tahun berjalan.

    “Layanan seperti ini sangat membantu karena tidak perlu mengantre panjang, efektif dan efisien,” kata Wahyudi.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi kesulitan buru pemasok narkoba pada anak di bawah umur

    Polisi kesulitan buru pemasok narkoba pada anak di bawah umur

    Jakarta (ANTARA) – Polisi mengaku kesulitan memburu pemasok narkoba kepada dua orang anak di bawah umur yang ditangkap di wilayah Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat karena pemasok itu selalu menonaktifkan akun media sosialnya usai melakukan transaksi.

    “Jadi bandarnya, waktu itu dia menggunakan Instagram. Dia membeli menggunakan Instagram. Dan setelah kami selidiki, Instagram-nya langsung off account. Jadi ketika dicari akun itu kan langsung tidak ada. Jadi agak sulit kita,” kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

    Kendati demikian, polisi terus memantau keberadaan pemasok narkoba tersebut.

    “Kita harus menunggu sampai dia aktif lagi akunnya. Nah sementara kita belum tahu kapan aktifnya,” katanya.

    Sebelumnya, polisi berhasil menangkap dua orang anak yang menjadi pengedar narkoba jenis tembakau gorila di wilayah Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

    Kedua pengedar narkoba yang masih di bawah umur berinisial MNM (17) dan SA (16) itu ditangkap pada Selasa (16/12).

    “Keduanya sebagai pengedar. Diamankan sekitar tiga hari lalu di wilayah Tomang, Jakarta Barat,” kata Alex.

    Keduanya tidak ditangkap saat bertransaksi, namun informasi bahwa mereka menyimpan barang bukti sudah dikantongi lebih dulu oleh polisi.

    “Tidak sedang transaksi, tapi informasi barang bukti ada padanya, dan betul,” ujar Alex.

    Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni empat paket sedang tembakau gorila seberat 7,91 gram, 14 paket kecil seberat 7,95 gram, ditambah lagi tiga paket sedang seberat 16,40 gram.

    “Total keseluruhan barang bukti yang diamankan itu 40,23 gram,” ujarnya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Presiden instruksikan mobilisasi seluruh kekuatan hari pertama bencana

    Presiden instruksikan mobilisasi seluruh kekuatan hari pertama bencana

    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sudah menginstruksikan untuk melakukan mobilisasi seluruh kekuatan nasional pada hari pertama setelah banjir dan longsor di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

    Seskab pun menjelaskan pada saat banjir dan longsor terjadi di Aceh dan Sumatera, Kepala BNPB Suharyanto tengah berada di Lumajang, Jawa Timur.

    “Sejak tanggal 24 (November), 25 (November), 26 November, itu hujan di tiga lokasi. Kemudian puncaknya itu di 25 November dan 26 November. Pak Kepala BNPB langsung ke Sumatera Utara. Saat itu beliau posisinya di Lumajang. Kenapa? Karena kita masih ada bencana juga. Saudara-saudara kita di Lumajang, (terdampak) erupsi Semeru,” kata Teddy dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatra di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat.

    Pernyataan Teddy tersebut menanggapi asumsi dari masyarakat yang menilai pemerintah lambat dalam menangani bencana.

    Seskab menjelaskan bahwa seluruh personil baik, TNI, Polri, Basarnas dan BNPB sudah berada di lokasi bencana pada hari pertama bencana.

    Presiden Prabowo pun langsung menghubungi para kepala daerah, antara lain Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, hingga Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.

    Pada hari yang sama, Presiden pun menginstruksikan Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno untuk mengkoordinasikan segala kekuatan sebesar-besarnya pada hari pertama setelah bencana.

    “Bapak Presiden menginstruksikan Bapak Menko PMK agar mengkoordinasi segala kekuatan untuk sebesar-besarnya, mobilisasi semua yang kita punya. Langsung ke sana,” kata Teddy.

    Pada 27 November 2025, seluruh helikopter dan pesawat yang berada di Sumatera dan Jawa langsung dimobilisasikan ke Padang, Medan, dan Banda Aceh, untuk sebagian mengangkut genset PLN dan bantuan logistik, meskipun tidak ada kamera yang mengabadikan itu.

    Seskab menegaskan bahwa sejak hari pertama setelah banjir, pemerintah telah mengerahkan seluruh armada, setidaknya 80 helikopter, pesawat Hercules, armada milik TNI, Polri, Basarnas, Susi Air, hingga milik swasta telah membantu proses evakuasi dan penanganan bencana.

    “Sampai sekarang, setiap harinya, dan Bapak Presiden, di hari ke-5 atau ke-6, langsung ke tiga provinsi tersebut. Diikuti Bapak Wapres dan menteri-menteri lainnya,” katanya.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polda Jatim kerahkan 14 Ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

    Polda Jatim kerahkan 14 Ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

    “Operasi Lilin Semeru ini merupakan kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru, di mana kurang lebih lima juta umat Kristiani akan melaksanakan ibadah Natal,”

    Surabaya (ANTARA) – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan sekitar 14.000 personel gabungan dalam Operasi Lilin Semeru 2025 untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah Jatim.

    “Operasi Lilin Semeru ini merupakan kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru, di mana kurang lebih lima juta umat Kristiani akan melaksanakan ibadah Natal,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto, di Surabaya, Jumat.

    Nanang mengatakan ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, serta unsur pemangku kepentingan terkait lainnya.

    Personel ditempatkan di pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

    Ia menjelaskan pengamanan difokuskan pada gereja-gereja besar, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, serta ruas jalan utama dan jalan tol yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru.

    Menurut Nanang, kepolisian juga telah menyiapkan pengamanan khusus pada pelaksanaan ibadah Natal tanggal 25 Desember 2025 melalui kegiatan sterilisasi di seluruh gereja agar umat dapat beribadah dengan aman dan khusyuk.

    Selain itu, Polda Jawa Timur menyiagakan personel beserta peralatan pendukung untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keadaan darurat selama periode libur akhir tahun.

    Nanang mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas, khususnya saat berkendara di jalan raya dan jalan tol, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

    “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru ini dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa menikmati akhir tahun dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

    Ia menambahkan pengamanan dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan hingga pergantian tahun guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur tetap terjaga.

    Pewarta: Willi Irawan
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Soal korban bencana kibarkan bendera putih, Tito: Kami mendengar

    Soal korban bencana kibarkan bendera putih, Tito: Kami mendengar

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah pusat mendengar seluruh keluh kesah korban bencana di Sumatera, termasuk aksi pengibaran bendera putih di Aceh.

    “Kami mendengar, pemerintah mendengar, memahami berbagai kritik masukan dan sikap masyarakat,” kata Tito dalam jumpa pers yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

    Tito mengatakan, sejauh ini pemerintah telah berupaya memberikan penanganan yang terbaik untuk para korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

    Dari upaya mitigasi bencana, evakuasi hingga pendistribusian logistik telah dilakukan dengan maksimal oleh pemerintah.

    Namun demikian, Tito menyadari masih banyak kekurangan dari kinerja pemerintah. Karenanya, dia meminta maaf kepada masyarakat jika sampai saat upaya pertolongan pemerintah belumlah memuaskan.

    “Dengan segala kerendahan hati kami minta maaf bila ada kekurangan. Memang kendala yang dihadapi cukup besar karena medan yang cukup berat ya,” kata Tito.

    “Namun sebagai pemerintah Indonesia kami berkewajiban untuk terus bekerja mengatasi berbagai kendala, memperbaiki kinerja, dan secepatnya memenuhi kebutuhan darurat saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tambah Tito.

    Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengartikan fenomena pengibaran bendera putih di sejumlah daerah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh merupakan bentuk rasa solidaritas ingin dibantu.

    “Kalau bendera putih, kalau kita artikan semua masuk, menurut kacamata saya ya, sebagai solidaritas rasa simpatisan, dan rasa ingin dibantu. Seperti itu,” kata Gubenur Aceh Mualem di Aceh Utara, Kamis (18/12)

    Pernyataan itu disampaikan Mualem kepada awak media di sela-sela menerima bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan)/Bapanas di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

    Dalam beberapa hari terakhir banyak masyarakat Aceh mengibarkan bendera putih, terutama di daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, seperti Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Pidie Jaya, hingga di ibu kota provinsi yakni Banda Aceh.

    Mualem menyampaikan aksi pengibaran bendera putih itu agar mendapatkan perhatian orang banyak baik dalam maupun luar negeri, tidak lebih.

    “Kemana kita arah, yang jelas, bendera putih itu dapat seperti ada untuk perhatian orang lain, baik dalam negeri maupun luar negeri. Saya pikir tidak lebih dari pada itu. Bukan menyerah,” ujar Gubernur Aceh itu.

    Ia menegaskan provinsi hingga pemerintah pusat terus berupaya menyalurkan (bantuan), tentunya hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    “Seperti saya bilang tadi, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hari ini banjir, besok dibangun A,B,C,D, semua infrastruktur kan nggak mungkin,” kata Mualem.

    “Kita lihat sendiri, kita bukan duduk diam semuanya, juga pemerintah pusat bukan duduk diam, mengusahakan juga. Kita paham-paham lah, ngerti lah,” sambungnya.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kemen PU perbaiki kantor desa yang rusak berat akibat bencana

    Kemen PU perbaiki kantor desa yang rusak berat akibat bencana

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pihak telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki kantor desa di wilayah Sumatera dan Aceh yang mengalami rusak berat karena terkena bencana alam.

    “Untuk yang rusak berat nanti kami ajukan kepada Menteri PU,” kata Tito saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

    Dia mengatakan hal tersebut dilakukan menyesuaikan dengan kekuatan pemerintah daerah dalam memperbaiki kantor pemerintah daerah yang rusak.

    Berdasarkan data yang diterima Tito, tercatat ada 360 kantor desa yang dikategorikan rusak ringan dan 25 kantor desa rusak berat.

    Jumlah tersebut tersebar di wilayah bencana alam, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

    “Khusus yang rusak ringan ini kita lihat kemampuan daerah apakah mampu. Kalau tidak mampu kita akan ambilalih dan untuk yang rusak berat nanti kami ajukan kepada Menteri PU,” ujarnya.

    Tito tidak menjelaskan secara rinci kapan proses perbaikan akan berlangsung dan teknis pengerjaannya. Dirinya juga tidak menjelaskan secara rinci kategori rusak ringan dan rusak berat yang dimaksud.

    Dia hanya memastikan proses perbaikan akan dilakukan secepatnya demi mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah itu.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Turnamen Kapolda Cup 2025 perkuat sinergi Polri dengan wartawan

    Turnamen Kapolda Cup 2025 perkuat sinergi Polri dengan wartawan

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menyebutkan Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya dapat memperkuat sinergi Polri dengan wartawan.

    “Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, kebersamaan, serta penguatan soliditas antara Polri dan rekan-rekan wartawan,” kata Dekananto saat menutup secara resmi Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup Tahun 2025 di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Jumat.

    Dia pun mengapresiasi kinerja panitia dan antusiasme seluruh peserta di tengah kesibukan tugas jurnalistiknya, namun tetap meluangkan waktu untuk berpartisipasi.

    “Kepada para juara, saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraih,” kata Dekananto.

    Dekananto menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan media. Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun wartawan memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.

    Dia berharap kebersamaan ini dapat terus terjaga, tidak hanya melalui olahraga, tetapi juga melalui berbagai kegiatan lain yang dapat semakin mempererat hubungan antara Polda Metro Jaya dan rekan-rekan media.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan media.

    “Melalui kegiatan olahraga bersama, kami ingin menjaga hubungan yang sehat, terbuka, dan saling mendukung antara Polri dan rekan-rekan wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik,” ucapnya.

    Budi juga mengatakan dengan kegiatan ini kolaborasi Polda Metro Jaya dan insan pers makin terjalin dengan kuat, sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan sejuk, akurat, dan membangun kepercayaan publik.

    Mini Soccer Kapolda Cup 2025 diikuti oleh sepuluh kelompok kerja (pokja) wartawan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, yaitu FWP, Pokja Jakarta Timur, Pokja Jakarta Utara, Pokja Jakarta Pusat, Pokja Jakarta Selatan, Pokja Jakarta Barat, Pokja Depok, Pokja Bekasi, Pokja Mabes Polri, Pokja DPR dan tim tamu Nendia Media.

    Turnamen tersebut dibagi dua region dengan masing-masing enam tim, FWP yang mengirimkan dua tim berhasil menjadi juara di regional 2 dan runner up di regional 1, sedangkan Pokja Jakarta Barat berhasil menjadi juara di regional 1 sedangkan Nendia Media menjadi runner up di regional 2.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.